Komentar Dinonaktifkan pada Fesmad, Cara Siswa Spemdalas Teladani Rasulullah
2 Min Read
Ihdal Minan SSos pada saat Fesmad Spemdalas (Ria)
PCM GKB – Festival Maulid Nabi Muhammad SAW (Fesmad) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di lapangan basket, Jumat (27/9/24).
Kepala Spemdalas Fony Libriastuti MSi menyampaikan acara ini diselenggarakan tiap tahun dengan harapan dapat memperkuat iman dan cinta pada Rasulullah.
“Kita semua harus meneladani Rasulullah dan menjadikan Beliau jadi teladan dalam kehidupan kita,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, pemateri Fesmad Ihdal Minan SSos menyampaikan inti kegiatan kali ini adalah bagaimana kita mengambil hikmah maulid Nabi.
“Kita semua cinta nabi? Apa buktinya? Coba sebutkan salah satu aset kekayaan nabi?” tanyanya pada siswa.
Kalau Al-Quran itu mukjizat, tambahnya, ada yang tahu aset yang ditinggalkan Nabi setelah meninggal? Kalau kita asetnya nabi saja tidak tahu, bagaimana kita mencintai Nabi.
“Aset yang ditinggalkan Nabi Muhammad salah satunya adalah 15 bidang tanah, masing-masing masing senilai 538 kg emas. Memang Nabi Muhammad lahir dalam kondisi miskin, tetapi beliau meninggal dengan kondisi kaya dengan meninggalkan banyak aset,” jelasnya.
Dia menuturkan, ambil hikmah di balik kelahiran Nabi, sampai sampai Nabi Muhammad didoakan kelahirannya oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selain itu Nabi Isa yang jaraknya 600 tahun dengan kelahiran Nabi Muhammad, beliau juga telah memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad, nabi yang mukjizatnya istimewa.
“Apa hikmahnya, Wamaa arsalnaaka illa rahmatallil alamin, tidak diutus seorang Nabi kecuali dengan misi, yang tidak diberikan pada nabi yang lain. Tidak terbatas oleh waktu, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Seluruh manusia di muka bumi mendapat rahmat tidak lain Allah mengutus nabi utk manusia, semua tanpa terkecuali, laki-laki perempuan, tua muda, tak terkecuali semua manusia mendapat rahmat,” katanya.
Salah satu contohnya nabi saat diutus, tidak diutus di Romawi dan Persia. Tapi nabi diutus diantara itu, pada zaman jahiliyah, zaman kebodohan, kalau di sini ada yang dirampas hartanya, maka di sana juga dirampas hartanya, kalau di sini dibunuh maka di sana juga dibunuh. Seperti itu kondisi pada zaman jahiliyah.
“Umar punya misi utk membunuh nabi, tetapi setelah ayat turun Thoha, seorang yang keras diubah hatinya menjadi penolong nabi. Oleh Allah diangkat menjadi khaira ummah,” jelasnya.
Kemudian diangkat statusnya menjadi khaira ummah, sampai detik ini kita mendapat rahmat dari baginda Rasulullah.
“Dalam ceramah, disampaikan dengan bahasa Arab, wahai syeh kenapa di dalam Islam tidak ada romantis? Bagaimana kita memperlakukan istri dengan baik, contohnya Nabi Muhammad, ketika nabi dengan istrinya Sofiah binti Uyay, anak tokoh Yahudi, ketika mau menunggangi unta, apa yang dilakukan nabi, nabi berlutut, uuntuk menjadi anak tangga,” jelasnya.
Mudah-mudahan, harapnya, ada manfaat dan kita menjadi orang yang mencintai Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad mencintai kita. “Semoga mendapat syafaat kelak,” katanya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Bahas Keagungan Nabi Muhammad, Siswa Spemdalas Diajak Idolakan Rasulullah
2 Min Read
Muhammad Farrel Azkahfie saat memberikan materi dalam kegiatan Kammil Spemdalas, Jumat (13/9/2024). (Ichwan Arif)
PCM GKB – Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas Keagungan Nabi Muhammad Saw dengan tema K-Pop atau Rasulullah, Mana Idolamu?, Jumat (13/9/2024).
Pemateri Kammil Muhammad Farrel Azkahfie pada awal penjelasannya menyampaikan ke peserta Kammil di Masjid Taqwa Spemdalas perihal mengidolakan K-Pop atau Rasulullah
“Apa sih itu K-Pop? K-pop adalah singkatan dari Korean Pop, yaitu subgenre musik pop yang berasal dari Korea Selatan. K-pop merupakan bagian dari budaya Korea Selatan dan menjadi salah satu bagian dari Gelombang Korea (Korean Wave) di berbagai negara,” jelas siswa kelas Kelas IX D ini di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, siapa sih Rasul itu atau yang biasa kita kenal dengan nama Nabi Muhammad Saw? Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT sebagai penyempurna agama Islam.
“Beliau merupakan satu-satunya manusia yang diutus menjadi rasul oleh Allah SWT. Menurut keyakinan umat Islam, dia adalah nabi yang diberikan wahyu ilahi untuk memberitakan dan meneguhkan prinsip monoteistis dalam ajaran Adam, Ibrahim (Abraham), Musa, Isa, dan Nabi lainnya,” katanya.
Kita flashback sedikit tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Pada Maulid Nabi ini kita harus lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW.
“Ketika kita sudah mengenal pasti di dalam diri kita akan timbul kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, lanjutnya, kita harus meneguhkan hati kita kepada para pendahulu, yaitu Nabi Muhammad, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Isa, dan lainnya. Itu semua mengingatkan akan pentingnya sejarah bahwa Allah mengutus Nabi untuk kita semua. Oleh karena itu kita harus patuh, tunduk, serta melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW,” paparnya.
Dia menyampaikan, orang-orang sekarang itu lebih mengidolakan artis K-pop karena tontonan mereka sehari-hari.
“Sebaiknya tidak karena mereka juga bukan muslim. Nabi Muhammad sudah jelas dipilih Allah, malah dilalaikan. Dalam Al-Quran Surat Hud ayat 120 yang artinya “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu,” ujarnya.
Dampak-dampak negatif jika kecanduan K-Pop, kurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri, gangguan tidur, ketidakstabilan emosional, ketergantungan finansial, dan lupa terhadap Allah dan Rasul.
“Apa sih hikmah cinta kepada Rasulullah SAW?” tanyanya pada peserta.
Dia mengatakan, memperoleh manisnya iman Allah SWT menjadikan beberapa sebab untuk memperoleh manisnya iman. Di antaranya adalah mencintai Rasulullah SAW melebihi kecintaan kepada seluruh makhluk selain beliau, akan bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak. Barang siapa yang mencintai Rasulullah SAW yang mulia, maka ia akan bersama beliau nanti di akhirat.
“Jadi, simpulannya, kita tidak boleh terlalu mengidolakan K-Pop, karena masih ada Rasulullah yang membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman ad-Diinul Islam,” tekannya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Buka Quran Time, Spemdalas Ajak Siswa Cinta Al-Quran
2 Min Read
Muhammad Iqbal Rahman pemateri pembukaan Quran Time (Hamidah)
PCM GKB – Pembukaan Quran Time SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di Masjid Taqwa Spemdalas dengan tema Recharge Your Life, Reconnect with Quran, Jumat (30/8/2024).
Kepala Spemdalas Foni Libriastuti MSi menyampaikan agar siswa memanfaatkan moment berkah ini bersama ramanda Iqbal untuk bisa memberi motivasi dan inspirasi Al-Quran.
“Siswa Spemdalas cinta Al-Quran jadi pedoman kita harus kita cintai,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia bertanya lebih senang mana, HP time atau Quran Time?
“Alhamdulillah anak-anak lebih mengutamakan Quran Time dari pada HP time, luar biasa sekali,” ujarnya.
Dia pun mengajak, ayo bersama sama pikiran dan hatinya difokuskan untuk acara ini. “Simak materi dengan baik,” pesannya.
Foni Libriastuti sambutan saat pembukaan Quran Time Spemdalas (Ria Rizaniyah)
Muhammad Iqbal Rahman pemateri pembukaan Quran Time kali ini, menyampaikan Al-Quran adalah kitab Allah yang diwajibkan untuk kita baca.
“Kalau baca Quran yang fasih dan santai, jangan tergopoh-gopoh,” jelasnya.
Pengertian al-Quran menurut bahasa berarti bacaan yang mengandung ajaran tentang aqidah, syariat, dan akhlak.
Menurut istilah Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Keutamaan membaca Al-Quran kata Nabi Muhammad jika nanti ada umatnya yang membaca Al-Quran maka saat mau masuk surga, baca dan baiklah sebagaimana ketika kalian membaca Al-Quran,” jelasnya.
Mari, ajaknya, belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Metode membaca Al-Quran ada beberapa macam di antaranya metode iqra’, tilawati, yamdlu’ah, qiroati, ummi.
“Dalam membaca Al-Quran kita harus memperhatikan makhorijul huruf, tilawah, dan tahsin (membangunkan bacaan makhorijul huruf dan tilawahnya). Serta belajar tahfidz atau hafalan Al-Quran. Hafalan bisa dihafalkan tiap lafadh yang diulang ulang sampai hafal,” tuturnya.
Waspadalah 3 F, food, fashion dan fun. Food, bisa merusak organ tubuh dan daya pikir menjadi lemah. Fashion, hilangnya rasa malu, akhlak yang melemah. Fun, kecanduan yang berlebihan sampai lupa waktu, frustasi dan depresi.
“Maka, pergunakanlah waktu dengan baik saat Quran Time. Baca dengan fasih makhorijul huruf dan perhatikan tilawahnya,” tekannya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Pentingnya Love Language saat Dampingi Generasi Alpha
2 Min Read
Tutus Wahyu Widagdo saat menyampaikan materi Parenting Gathering di Spemdalas di Andalusia Hall, Sabtu (31/8/2024). (Ain Nurwindasari)
PCM GKB – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menyelenggarakan Parenting Gathering yang diikuti oleh seluruh wali siswa kelas IX di Andalusia Hall, Sabtu (31/8/2024).
Dengan tema Mendidik Generasi Alpha di Era Digital, Be a Resilient Generation, motivator nasional Tutus Wahyu Widagdo MPSDM mencoba mengawali materi dengan pertanyaan, “Apa akibatnya jika ayah bunda tidak bisa menata diri dan mengelola digital pada putra putri kita?”
Peserta pun merespon pertanyaan tersebut dengan kalimat beragam yang menunjukkan maksud yang sama, yakni anak akan menjadi tidak terkendali baik dalam penggunaan gadget maupun dalam merespon apa yang sedang disampaikan oleh orang tua.
Tutus, sapaan akrabnya, lantas membenarkan bahwa menjadi orang tua yang digital parenting bukanlah hal yang mudah. Namun hal ini harus menjadikan orang tua terus belajar, salah satunya terkait love language (bahasa cinta).
“Ternyata setiap putra-putri kita punya love language yang berbeda. Setiap kita membawa bahasa cinta masing-masing,” jelasnya.
Dia menyatakan bahwa tantangan anak zaman sekarang ternyata salah satunya ada pada orang tuanya sendiri.
“Ada anak yang lebih memilih tidak cerita pada orang tuanya, namun pada temannya. Karena ketika cerita respon orang tua justru membentak. Padahal setiap bentakan yang kita berikan ternyata memutus syaraf-syaraf otak mereka,” imbuhnya.
Mendampingi Buah Hati Sepenuh Hati. Demikian Tutus menyebutnya, dapat dilakukan setidaknya dengan tiga cara. “Prinsip pertama, Keluarga adalah customer utama, maka yang harus cantik dan glowing tidak hanya penampilannya, namun juga perilakunya,” terangnya.
Dia menyarankan agar orang tua yang sedang menghadapi anak generasi alpha tidak lagi menerapkan gaya otoriter, karena menurutnya hal itu sudah tidak cocok untuk anak zaman sekarang.
“Prinsip kedua, bahagia di rumah, berprestasi di sekolah. Orang-orang dengan keluarga yang mendukung, cenderung menghadapi tantangan dengan lebih baik, dan berhasil meraih kesuksesan. Ini adalah hasil penelitian dari University of Carnegie Mellon USA,” imbuhnya.
Selanjutnya, orang tua perlu menerapkan kiat yang ia sebut sebagai 5S dalam mendampingi putra-putrinya yang sedang dalam fase anak-anak dan remaja. 5S itu ialah smile (senyum), silent (diam, cenderung tidak banyak bicara), sorry (meminta maaf), screen (membatasi screen time), dan strength (kekuatan).
“Senyum akan selalu diingat oleh buah hati, yaitu senyum saat mengantar mereka ke sekolah. Dan sampaikan dengan senyuman, kakak sayang semoga nanti belajarnya dimudahkan ya,” terangnya sambil mencontohkan momen ketika ia mengantarkan anaknya ke sekolah.
Untuk itu, tegasnya, agar di pagi hari orang tua bisa siap dengan senyuman, maka malam harinya ia harus mempersiapkan keperluan untuk esok harinya. “Setelah Maghrib adalah menyiapkan baju esok hari,” tandasnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Kunjungi Konjen Jepang dan Kantor Imigrasi, Siswa ICP Spemdalas Belajar Ini
3 Min Read
Siswa ICP Spemdalas menulis Shodo pada International Class Visit di Konjen Jepang Surabaya, Rabu (28/7/24) (Istimewa)
PCM GKB – Siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur melakukan kegiatan International Class Visit ke Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI di Sidaorjo, Rabu (28/8/2024).
Koordinator ICP Spemdalas Fitriatus Sa’idah MPd mengatakan, kegiatan ini diikuti siswa ICP kelas VII. “Tujuan kegiatan adalah sebagai pembelajaran aplikasi dan meningkatkan wawasan di bidang keimigrasian,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, tempat kunjungan ini berlokasi di Konjen Jepang yang berlokasi di Jalan Sumatera No.93 Gubeng Surabaya. Siswa ICP diberikan materi terkait gambaran kerja sama Jepang-Indonedia.
Pada kesempatan yang sama, Konsul Muda bagian Pendidikan, Kebudayaan, dan Informasi, Mr. Nakagome menggambarkan kondisi di Jepang dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih.
“Luas Negara Jepang seperlima dari luas Indonesia dengan jumlah penduduk yang seperempat dari jumlah penduduk Indonesia,” jelasnya.
Dia menuturkan, keragaman di Jepang hampir sama dengan Indonesia. Di Jepang ada 47 provinsi yang tersebar. Tak hanya dari penduduk, Jepang juga ada empat musim sepanjang tahun.
“Ada sekitar 150 ribu orang Indonesia yang tinggal di Jepang. Jumlah ini semakin bertambah tiap tahun karena jumlah kelahiran yang cenderung menurun. Angka lansia di Jepang lebih tinggi sehingga banyak perguruan tinggi di Jepang yang kekurangan mahasiswa. Selain itu, sektor industri juga kekurangan tenaga kerja,” jelasnya.
Siswa kelas VII ICP Spemdalas, tanya jawab terkait pentingnya keimigrasian bagi suatu negara di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Rabu (28/8/24) (Edi Kurniawan)
Hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia, lanjutnya, sangat berkembang. Bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, penelitian sudah terjalin. Potensi bidang yang lain juga sangat luas.
Mr. Nakagome juga menyampaikan beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh Jepang. Salah satunya adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT). Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan dinas.
“Adapun program-program yang ditawarkan kepada siswa Indonesia adalah Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SMA dan Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang serta Teacher Training bagi guru,” katanya.
Pada sesi akhir, siswa ICP Spemdalas dikenalkan dengan seni kaligrafi Jepang, Shodo. Setelah menyaksikan video tentang asal usul tradisi yang dikembangkan sejak abad ke-5 Masehi, siswa kemudian diajak praktik shodo.
Belajar tentang Keimigrasian
Kunjungan kedua berlanjut ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI di Jalan Raya Juanda KM 3-4 Sedati Agung, Sidoarjo. Di tempat ini, siswa ICP Spemdalas banyak diberikan waktu untuk bertanya terkait imigrasi.
Kepala Seksi Dokumen Perjalanan, Riza Fahmi Fauzi A.md.Im, S.H, M.H yang memandu sesi tanya jawab dengan melempar pertanyaan, “Adek-adek, ada yang tahu apa itu imigrasi?”
Jawaban beragam yang muncul kemudian disimpulkanya. “Imigrasi adalah hal ihwal keluar masuknya orang melalui perbatasan negara.”
Fungsi imigrasi, jelasnya, sangat luas mulai dari pelayanan paspor, menjaga keamanan dan kedaulatan negara, hingga sebagai fasilitator pembangunan negara.
Siswa VII ICP Fair, Fulki Asyam bertanya apakah perbedaan imigrasi non-TPI dan TPI serta berbedaan kelas pada kantor imigrasi.
Supervisor Dokumen Perjalanan, Yudho Dwi Anggoro, S.H, menjelaskan dengan rinci. TPI merupakan kependekan dengan Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Ada kantor imigrasi yang non-TPI. Nah, untuk perbedaan kelas bergantung pada keberadaan objek vital. Nah, kantor imigrasi ini sejajar dengan Kantor imigrasi Soekarno-Hata.
Usai tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan offfice tour. Siswa diajak melihat berbagai ruang pelayanan secara langsung.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian, Ferry Khrisdiyanto menyampaikan kebahagiaan mendapat kunjungan dari siswa ICP Spemdalas.
“Spemdalas adalah sekolah pertama yang berkunjung ke kantor kami. Semoga dengan kunjungan dapat menambah pengetahuan siswa terkait imigrasi serta profesi terkait keimigrasian,” harapnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Eccedentesiast dan Kisan Anak Remaja
1 Min Read
Novel berjudul Eccedentesiast karya ItaKrn
Tokoh cerita menunggu kabar tentang kedatangan orang tua. Saat menunggu kebahagiaan tersebut, dia harus mengalami kecelakaan.
Penulis Tanaya Kania Rachmani, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam novel berjudul Eccedentesiast karya ItaKrn menceritakan Seorang anak lelaki yang sedari kecil sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.
Awalnya hidupnya berjalan lancar saja walau selalu diselimuti oleh rasa rindu. Hingga saat di SMA, ia bertemu kembali dengan musuh masa kecilnya. Kedatangan musuhnya itu membuat prestasi serta kekasihnya itu hampir hilang dari dirinya.
Hingga pada saat hari kelulusannya ia akhirnya mendapatkan kabar yang selalu dinantikannya, yaitu kepulangan orang tuanya. Sialnya, saat di perjalanan untuk menjemput orang tuanya ia harus mengalami kecelakaan, karena badannya yang tak kuat lagi menahan rasa sakit yang ada pada tubuhnya.
Dalam buku yang menggunakan alur maju ini sangat cocok untuk para remaja, karena novel ini juga berisi tentang sekelompok remaja SMA.
Para pembaca juga dapat merasakan suasana serta perasaan setiap tokohnya. Namun di dalam novel ini terdapat hal yang tak baik untuk ditiru, tawuran.
Novel ini menggunakan latar tempat sekolah dan rumah, latar waktu pagi dan malam, sedangkan latar suasana bahagia, mengagetkan, dan sedih. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Hujan dan Bencana Alam Dahsyat
2 Min Read
Novel berjudul Hujan karya Tere Liye
Hubungan Lail dan Esok merenggang sejak dia diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan. Hubungan mereka pun naik turun.
Penulis Niratuain Praba Kinasih, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Novel berjudul Hujan karya Tere Liye menceritakan bencana alam dahsyat. Berawal dari bencana alam dahsyat yang membumihanguskan seluruh kota dan menewaskan sang ibu dari Lail sehingga dia pada saat itu bertemu dengan Esok.
Di mana mereka sempat hidup di pengungsian bersama, namun setelah beberapa saat terpisah di karenakan Esok diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan.
Hubungan mereka sempat renggang, Esok sering kali tidak bisa dihubungi dikarenakan kesibukannya terhadap proyek besar-besarannya. Dan Lail yang menyibukkan diri dengan kegiatan sosialnya. Hingga pada suatu saat proyek kapal tersebut telah usai dan sebagian manusia akan sementara berada di kapal tersebut hingga keadaan bumi membaik.
Lail mengira bahwa Esok akan meninggalkannya dan akan menikah dengan perempuan lain sehingga Lail memutuskan untuk menghilangkan sebagian ingatan pahitnya tersebut. Pada saat tersebut Esok marah sejadi-jadinya, ia merasa bersalah sekaligus sedih.
Esok mengamuk di depan ruangan rumah sakit yang dihadiri oleh Lail untuk menghapus ingatan, namun pada saat Lail keluar dari ruangan tersebut ia tidak melupakan ingatannya tentang Esok ia akhirnya memutuskan untuk memeluk semua kenangan pahit tersebut.
Maryam sebagai teman seperjuangan Lail ikut bersedih dan merasa lega pada saat Lail akhirnya mengikhlaskan kenangan pahit tersebut, ia yang menyaksikan kisah cinta Esok dan juga Lail dari awal sampai akhir ikut merasa bahagia saat kedua sejoli itu dapat bersama lagi dan berakhir menikah sembari menunggu bumi hancur.
Dalam buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini menggunakan alur campuran, maju dan mundur. Buku Bagus sekali. Saya memberi rating 10/10 karena buku ini benar-benar mengajarkan tentang persahabatan, cinta, pengorbanan, dan keluarga.
Seluruh emosi dipadukan di buku ini. Buku ini juga memiliki ending yang cocok dan baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Laboratorium Angker dan Hantu Berkeliaran
2 Min Read
Buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia
Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut. Dia pun terus mencari keberadaan hantu itu.
Penulis Muhammad Alan Herinda, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia ini dikisahkan seorang anak bernama Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut.
Dia pun mengajak teman-temannya yang bernama Kiki, Putra, dan Karima. Mereka berempat mencari kalau agar hantu itu terungkap. Satu persatu teror menimpa mereka berempat. Tapi ternyata, hantu tersebut tidak lain adalah guru IPA nya sendiri yang menakut-nakuti.
Buku yang diterbitkan Dar! Mizan tahun 2017 ini memiliki keunggulan tidak hanya menampilkan cerita saja, tetapi ditambahkan komik juga di dalamnya. Menurut saya itu adalah ide yang kreatif. Karena pembaca tidak akan bosan dengan tulisan dan paragraf semata.
Namun juga ada unsur gambar yang membantu menggambarkan suasana dan latar yang diceritakan. Selain itu, buku ini juga menyajikan berbagai plot cerita yang alurnya susah ditebak. Memberikan keseruan dan keunikan tersendiri bagi pembaca.
Di balik keunggulan, ada sisi kekurangannya. Sepanjang saya membaca buku ini, warna hitam tulisannya kurang menyala. Sehingga, beberapa kata susah sekali untuk dilihat. Ada juga beberapa teks percakapan dalam komik yang terpotong dengan batas halaman sehingga mengganggu pembaca dalam menikmati buku.
Cerita menggunakan alur maju ini terdapat latar cemas, takut, dan penasaran. Tokoh utama Karin dan dibantu oleh figuran Kiki, Karima, Putra, Bu Henni, Pak Aryo, Pak Gono, Bu Erika, Dara. Selamat membaca! (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Student Hidjo dan Deskripsi Kehidupan Keluarga Ningrat
2 Min Read
Buku berjudul karya Mas Marco Kartodikromo
Atas perintah ayahnya, Hidjo melanjutkan studinya di Belanda untuk meningkatkan derajat keluarga. Di sana, dia jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje.
Penulis Athallah Rafif Isani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo bercerita tentang R.M. Hidjo yang melanjutkan sekolah di Belanda karena perintah ayahnya agar dapat mengangkat derajat keluarganya.
Lalu setelah di Belanda, Hidjo jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje. Di Djarak, keluarga R.M. Hidjo dan keluarga Regent (Bupati) Djarak sepakat menjodohkan antara R.M. Hidjo dengan R.A. Woengoe dan R.M. Wardojo dengan R.A. Biroe.
Setelah itu R.M. Hidjo disuruh ayahnya untuk pulang ke Surakarta. Lalu R.M. Hidjo memutus cintanya dengan Betje dan pulang ke Surakarta. Dua tahun kemudian, kedua pasangan itu hidup bahagia dan R.M. Hidjo menjadi jaksa di Djarak, serta R.M. Wardojo menjadi bupati di Djarak.
Buku yang mengambil latar zaman kolonial atau Hindia Belanda dan Nederland (Belanda) ini, meskipun buku ini bersifat fiksi, namun bisa menggambarkan dengan jelas kehidupan keluarga ningrat pada zaman Hindia Belanda terutama, saudagar dan bupati pada zaman itu. pada buku ini pula kita bisa melihat gambaran interaksi orang pribumi dan orang belanda.
Namun buku ini juga memiliki kekurangan, yakni penggunaan diksi melayu dan banyak menggunakan istilah-istilah pada zaman kolonial sehingga pembaca harus memahami istilah-istilah itu dengan ekstra agar dapat benar-benar memahami isi buku tersebut.
Menggunakan alur maju, buku ini diperankan oleh R.M. Hidjo, R.M. Wardojo, R.A. Biroe, R.A. Woengoe, R. Potronojo (Ayah Hidjo), R.N. Potronojo (Ibu Hidjo), Regent (Bupati) Djarak, dkk. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Putri Portobello dan Karakter Pantang Menyerah
1 Min Read
Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins
Nesta tidak bisa mengimbangi kehidupan Simon dari keluarga superkaya dan pergaulan kelas atasnya. Dia pun pantang menyerah. Dia ingin membuat kagum semua orang.
Penulis Calista Sevina Ramadhani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins menceritakan akhir yang nesta bertemu dengan cowok yang sesuai dengan seleranya, tapi masalah ada aja.
Simon berasal dari keluarga superkaya dan terbiasa dengan pergaulan kelas atas- gaya hidup yang sulit diikuti Nesta. Ditambah lagi ada Cressida sang Putri Portobello sombong yang selalu menempel Simon.
Tapi Nesta tidak mau menyerah, dia bertekad membuat kagum dengan orang-orang gedongan itu walaupun harus berpisah dengan temen. Nesta berusaha sebisa mungkin.
Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka utama 2004 ini menurut saya bagus dan isi ceritanya cocok dengan selesa anak remaja. Keunggulan buku ini terletak pada ceritanya menarik karena menjelaskan tentang karakter pantang menyerah.
Di balik keunggulan, kelemahan buku ini terletak pada dialog antartokoh. Dialog antartokoh yang terdapat dalam buku yang ditokohkan Putri Portabello, Simon, Izzie, Lucy, Nesta, Cressida, dan Tony ini terlalu banyak. Terlalu panjang dialog ini yang bisa membikin pembaca kurang fokus pada isi yang disampaikan. (*)