Inilah Siswa dan Guru Spemdalas Meraih Prestasi di ME Awards 2024
PCM GKB – Siswa dan guru SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik meraih prestasi di ajang Matematika Muhammadiyah Education (ME) Awards 2024, Ahad (20/10/2024). Mereka meraih predikat bergensi tingkat nasional dalam ajang yang diselenggarakan Majelis…
Membersamai Siswa Bertumbuh
Sekolah harus mampu memberikan ruang dan waktu sebagai tempat bertumbuh bagi siswa. Membersamai mereka akan memberikan dampak positif, bukan hanya sekadar lebih percaya diri, tetapi bisa lebih. Siswa akan memiliki kenyamanan dan kebahagiaan dalam…
Sekolah Muhammadiyah GKB Raih 21 Juara di ME Awards 2024
Siswa, guru, kepala sekolah hingga tenaga kependidikan turut serta mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Pasalnya, mereka berkompetensi dengan lebih dari 4.500 peserta di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (20/10/2024). Lomba ini memang terbuka…
Mahasiswa Asal Perancis Beri Wawasan Internasional ke Siswa ICP Spemdalas
PCM GKB – Siswa International Class Program (ICP) SMP Muhamamdiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik belajar wawasan internasional dari mahasiswi Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Airlangga, Nesrine Kawkeb Anggoun, Senin-Selasa…
Menulis Kota Palembang hingga Dufan, Siswa Spemdalas Belajar Menulis Teks Deskripsi

PCM GKB – Belajar menulis dengan riang dan bahagia menjadi modal utama siswa bisa menuangkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan.
Hal inilah yang dilakukan siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kelas IX dalam menuangkan idenya dalam menulis teks deskripsi. Mereka diberikan kata kunci dalam menuangkan isi perasaan dalam mendeskripsikan kegiatan yang sudah dilakukan atau dialami dalam keseharian.
Seperti halnya yang dilakukan Amirah Adiasti siswa kelas IX Baghdad. Dia menuangkan pengalamannya saat mengunjungi Kota Palembang. Berikut karya teks deskripsinya.
Baca juga: Bahaya Flexing Dibahas di Kammil Spemdalas
Kota Palembang
Hari Ahad di bulan Maret entah tanggal berapa, saya kami tiba di Kota Palembang. Tujuan utama kami ke sana ialah berziarah ke makam kakek nenek serta berliburan dan juga eksplore kota kelahiranku.
Hari pertama, aku, ayah, ibu, kakak, adik bangun di pagi hari yang hangat untuk berangkat menuju makam. Selang 2 jam perjalanan kami sampai dan menyelesaikan segala yang harus diselesaikan.
Ternyata di samping TPU ada pabrik kecil milik pengusaha kerupuk yang cukup terkenal. Walau tidak terlalu besar karena itu usaha masyarakat setempat, kami masuk dan melihat proses pembuatan kerupuk yang disebut kemplang.
Kebetulan pemilik pabrik tersebut adalah teman ibuku dan lumayan akrab dengan kami. Kita memutuskan untuk membeli 5 ikat kerupuk kemplang sebagai oleh-oleh dari Bumi Sriwijaya.
Setelah dari pemakaman kami mengunjungi beberapa icon wisata di sana hingga larut malam. Malam harinya, aku tidur dan bangun di pagi hari dengan perasaan campur aduk karena tak sabar ingin melihat lihat keindahan kota ini di pagi hari. Kami bersiap-siap hingga pukul 09.00, tapi ada satu keributan di pagi ini
“Aduh kunci mobil ayah mana, yah?” katanya sambil celingak-celinguk.
”Ayah lupa taruh di mana, sebab kemarin pulang terlalu larut,” ucap ayah sambil terus mencari.
Sudah 30 menit kami mengitari isi ruangan tapi masih tidak menemukan kunci mobil ayah, padahal sudah siap mau berangkat . Waktu menunjukkan sudah pukul setengah 10 lebih.
“Ketemu,” kata ayah teriak.
“Ketemu di mana Yah,” tanyaku yang sudah siap sedari tadi.
“Ketemu di kantung celana ayah, di dalam mesin cuci lagi,” ucap ayah lega.
Duh ada aja kejadian pagi-pagi. Setelah ketemu kunci mobilnya kami berangkat dengan perasaan senang dan tak sabaran menuju icon wisata menarik di Kota Palembang. Mulai dari Benteng Kuto Besak hingga melewati Jembatan Ampera.
Baru saja kita melintasi jalanan, tercium aroma makanan yang khas, gurih, serta hangat yang membuat mataku tertuju ke sebuah gerobak makanan, makanan itu adalah lenggang . Aku memesan 1 porsi dan memakannya di tempat dinginnya malam kala itu membuat makanan berkuah ini sangat pas disantap pada malam ini, hangatnya kuah cuka ditambah pedasnya cabe rawit hijau membuat lidahku sedikit terbakar karna panasnya.
Sehabis menyantap makanan itu kami langsung berjalan menuju tujuan kami selanjutnya. Di Benteng Kuto Besak kami melihat menara merah yang tinggi serta bisingnya suara kapal yang hendak berlayar di Sungai Musi.
Aku duduk di pinggiran tepi tembok pembatas antara benteng dan Sungai Musi sambil menikmati dinginnya malam itu serta suara air yang terus berbunyi menandakan kapal sedang berlayar. Ada banyak sekali penjual makanan dan mainan ada juga beberapa makam pahlawan di sana.
Berikut contoh tulisan teks deskripsi karya Athiira Calista Aulia, siswa kelas IX Damascus.
Dunia Fantasi
Pada saat liburan kemarin, aku dan keluargaku liburan ke Jakarta. Salah satu tempat yang kami kunjungi saat pergi ke Jakarta adalah Dufan. Dufan merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh perseroan PT Taman Impian Jaya Ancol.
Dufan memiliki banyak wahana wahana yang seru dan menyenangkan.
Saat kami berada di Dufan, wahana pertama yang kita naiki adalah wahana ontang anting. Ontang anting adalah sebuah wahana permainan yang merupakan sebuah ragam dari komidi putar, di mana bangku digantung dan berputar dari bagian atas komidi putar. Dan, kami juga menaiki beberapa wahana seru lainnya.
Dari semua wahana yang kami naiki, kami paling suka wahana yang bernama niagara-gara. Niagara-gara adalah salah satu wahana air paling populer di Dufan.
Didesain untuk meniru pengalaman menuruni air terjun Niagara dengan perahu. wahana ini menggabungkan kecepatan meluncur dan kesegaran air dalam satu pengalaman yang mendebarkan.
Kami semua basah saat menaiki wahana tersebut, terkena air dari cipratan saat perahu menuruni air terjun. Wahananya sangat seru, seperti hampir jatuh dan terbalik. Di dalam wahana tersebut juga ada suara suara yang dibuat menyeramkan, seperti suara suara bajak laut.
Setelah lama bermain di Dunia Fantasi, kami akhirnya berencana untuk kembali ke tempat inap kami. Hari itu sangat seru, menyenangkan, dan akan sangat kami kenang. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Bahaya Flexing Dibahas di Kammil Spemdalas

PCM GKB – Flexing dan bahayanya dibahas di Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Masjid Taqwa Spemdalas, Jumat (11/10/2024).
Dalam materinya, siswa kelas IX Bahdad Kevin Putra Fahardika menjelaskan flexing merupakan Perilaku memamerkan pencapaian, harta kekayaan, atau gaya hidup mewah secara berlebihan di media sosial.
“Tujuannya untuk mendapatkan perhatian, pengakuan, atau membuat orang lain iri,” katanya di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, apa contoh dari flexing? Contoh dari flexing ada banyak, berikut ini adalah beberapa contoh dari flexing membagikan foto atau video harta kekayaan, seperti perhiasan, rumah, kendaraan, dan barang-barang elektronik
“Kedua, membagikan foto atau video penampilan dan juga membagikan foto atau video saldo rekening,” ucapnya.
Apa saja Dalil larangan flexing? Dia menjelaskan Surat Luqman ayat 18, Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang dan membanggakan diri.
“Kenapa orang yang melakukan flexing terkadang sulit untuk diingatkan?” tanyanya pada teman-temannya.
Baca juga: LDKS IPM Spemdalas Semakin Asyik dengan Game Karakter
Dalam surat Al-Mu’min ayat 35 disebutkan, Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenangwenang. Selain itu, Rasulullah juga bersabda bahwa orang yang sombong tidak akan diajak bicara oleh Allah.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan bahaya suka pamer dan flexing di media sosial. Hal ini bisa mengurangi rasa percaya diri, memperburuk gangguan mental, membuat seseorang menjadi tidak bahagia, memicu perilaku konsumtif, dan kecemburuan sosialBagaimana cara menghindari flexing? Pertama, nerhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus kepada diri sendiri. Kedua, fokus pada prestasi yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan jangan memiliki niatan untuk dipamerkan.
“Ketiga, batasi penggunaan media sosial dan jangan mudah tergiur oleh kekayaan seseorang, karena rezeki sudah diatur Allah SWT dan keempat adalah fokus pada hal positif yang membuatmu tidak melakukan flexing,” jelasnya.
Dia berharap semoga seluruh siswa Spemdalas bisa terhindar flexing yang bisa menjerumuskan pada bahaya yang bisa ditimbulkannya.
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
LDKS IPM Spemdalas Semakin Asyik dengan Game Karakter
PCM GKB – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diwarnai dengan game karakter di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024). Ketua Umum PR IPM…
LDKS PR IPM Spemdalas, Ini Pesan Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur

PCM GKB – Jadi pelajar berdampak menjadi pesan Muhammad Azlan Syah Arifinanda dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Dalam acara yang mengangkat tema New Colors Leader to The Golden Generation, anggota Bidang AKP PW IPM Jawa Timur ini menyampaikan bahwa menjadi kader Muhammadiyah, IPM harus berdampak yang diwujudkan dalam kreativitas dan tindakannya.
“Menjadi pemimpin berdampak harus masifikasi Kaderisasi, penanaman nilai keislaman dan keorganisasian, program berkelanjutan, dan gerakan kreatif dan inovatif,” katanya ketika menyampaikan materi dengan tema ke-IPM-an Berdampak bersama Madani.
Di awal materi, dia menjelaskan tentang pengertian IPM. IPM adalah organisasi Islam, organisasi otonom Muhammadiyah, dam organisasi pelajar,” jelasnya.
Baca juga: Belajar 5 Interpersonal Skill, PR IPM Spemdalas Ikuti LDKS
Dia memaparkan, organisasi ini, tekannya, memiliki tujuan terbentuknya pelajar muslin yang barilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
“Nilai pelajar Muhammadiyah, antara lain berakhlak mulia, berkarakter keislaman, berilmu, cerdas intelektual produktif, inovatif-kreatif, pelopor pergerakan pelajar dan menciptakan hal baru, berdampak, dan pemimpin berkarakter dan pengubah kearah yang lebih baik,” jelasnya.
Untuk itu, sambungnya, menjadi pelajar berdampak harus dijadikan semangat dan motivasi supaya IPM memiliki dampak positif. Bukan hanya ide, inovasi, kreativitas, dan tindakan yang diimplementasikan dalam program unggulannya, tetapi pelajar berdampak harus menjadi nilai positif kebaikan.
“Maka, ayo semua kader IPM di PR IPM Spemdalas ini bersama-sama menjadi pelajar berdampak sehingga tindakan kita yang berupa kreativitas mampu memberikan kebaikan bagi siswa yang lain,” ajaknya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Belajar 5 Interpersonal Skill, PR IPM Spemdalas Ikuti LDKS

PCM GKB – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan tema New Colors Leader to The Golden Generation di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengatakan kegiatan LDKS ini sebagai upaya untuk tempat belajar dan bertumbuh, khususnya tentang organisasi dan karakter.
“Teman-teman IPM Spemdalas bisa belajar banyak tentang ilmu kepemimpinan dan juga karakter sehingga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai wawasan dalam menjalankan organisasi IPM di Spemdalas,” katanya, Selasa (2/10/2024)
Dia memaparkan, kegiatan LDKS ini juga tidak hanya indoor tetapi juga akan diselingi dengan kegiatan outdoor, khususnya kegiatan outbound.
“Di sinilah teman-teman bisa belajar karakter kerja sama, kolaborasi, komunikasi, daya juang, dan juga upaya yang bisa mencapai tujuan organisasi itu,” jelasnya.
Dalam kegiatan LDKS, pemateri Wahyu F Jazir SE menjelaskan tentang motivation leadership. Dalam penjelasannya, dia menyampaikan skill atau kemampuan yang harus dimiliki dalam menjalankan organisasi supaya organisasi tersebut bisa mencapai tujuan bersama.
“Yang pertama adalah komunikasi, empati (peduli), mendengarkan orang lain, manajemen konflik, dan motivasi dan mempengaruhi orang,” katanya.
Dia menjelaskan, seni komunikasi ini sangat penting dalam membangun organisasi. Komunikasi yang baik, yang persuasi untuk kebaikan menjadi modal penting dalam bekerja sama dengan tim dalam menjalankan program kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Maka, seni ini harus terus ditingkatkan dan diasah guna bisa menjalankan tugas sesuai dengan tugas yang diembannya masing-masing,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, memiliki empati atau peduli dengan rekan setim sangat menunjang dalam membangun satu tim di organisasi. Ada juga kemampuan atau skill mendengar orang orang. “Tidak hanya seni bicara, tetapi skill mendengar juga perlu dikembangkan guna bisa menyerap ilmu yang nantinya bisa berguna,” tuturnya.
Di setiap organisasi pastinya ada konflik yang terjadi, baik itu kecil atau besar. “Maka, siswa harus memiliki kemampuan manajemen konflik, supaya setiap ada masalah bisa diselesaikan dengan baik yang orientasinya adalah untuk kebaikan organisasi,” tegasnya.
Yang tidak kalah pentingnya, sambungnya, adalah memiliki motivasi tinggi dalam berorganisasi dan mempengaruhi orang lain demi kebaikan.
“Dalam berorganisasi IPM tidak boleh sambatan bahkan mengeluh. Kita semua harus memiliki motivasi tinggi supaya program kerja yang dicanangkan bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Maka, pesannya, kita semua yang hadir dalam kegiatan LDKS ini harus mampu menjadi agent of change, yaitu mampu mengubah mental, memberi perubahan kebaikan, dan mengubah lebih baik lagi.
“Tugas ini tidak mudah, maka karakter leadership harus benar-benar dipegang dan dijalankan dengan baik,” tekannya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Asyiknya Siswa Spemdalas Belajar Perpajakan di Tax Goes to School

PCM GKB – Tax Goes to School dilaksanakan Direktorat Jenderal Pajak di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Andalusia Hall, Kamis (26/9/2024).
kegaiatan yang diikuti siswa kelas VIII ini mengangkat tema Lampaui Batas Bangkit untuk Indonesia Emas.Sebagai pembicara adalah dua penyuluh pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik, yaitu Della Puspa Anggraeni, S.E. dan Setyo Nugroho, S.E.
Mengawali materi, Della membuat pertanyaan kepada seluruh siswa. “Adik-adik, ada yang tahu apa sih Indonesia Emas, yang jadi tema kegiatan kita hari ini?” tanyanya.
Mendapat pertanyaan tersebut, nampak beberapa siswa menjawab dengan semangat. “Wah, betul sekali adik-adik, kalian ini adalah Generasi Emas Indonesia. Konsep Generasi Emas 2045 adalah konsep yang merujuk pada periode saat Indonesia mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kualitas hidup,” ujarnya.
Jadi, tekannya, konsep ini bertujuan untuk membawa Indonesia ke puncak kekayaannya dengan standar hidup yang tinggi dan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
“Jadi, ada bebebrapa hal yang bisa adik-adik lakukan sekarang yaitu 5B, yaitu belajar, berusaha, berkreasi, berkarya, dan berbakti,” jelas Della.
Penjelasan lanjut disampaikan oleh Setyo Nugroho. Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan pada tahun 2045 siswa Spemdalas memegang peran sosial. “Adik-adik yang sekarang di hadapan saya ini tentu sudah memegang peran sosial ya,” katanya.
Dia menuturkan, ada peran yang sangat penting yang dapat dilakukan generasi muda untuk mencapai Indonesia.
“Pertama, dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat generasi muda dapat menjadi pelopor bidang startup, teknologi, dan digitalisasi. Kedua, dengan pendidikan yang baik dan didukung dengan pelatihan ketrampilan yang relevan akan menghasilkan SDM yang siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Ketiga, lanjutnya, adalah partisipasi aktif dari generasi muda dalam bidang sosial, ekonomi, atau budaya merupakan yang yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia.
Salah satu wujud kepedulian kepada Indonesia adalah dengan membayar pajak. Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang.
Peran pajak, lanjutnya, diaplikasikan dalam berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan diwujudkan dengan berbagai beasiswa pendidikan seperti Program Indonesia Pintar, Beasiswa Indonesia Maju, atau KIP Kuliah.
“Selain itu pajak juga diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara. Program pertahanan dan ketahanan seperti pembelian peralatan persenjataan juga menjadi sektor yang dikembangkan dari pajak. Peran pajak juga diwujudkan dalam pelestarian lingkungan hidup dan pariwisata,” paparnya.
Usai sesi materi, siswa diajak untuk bermain games berhadiah secara berkelompok. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.