Berkelana di Dunia Sihirnya J.K. Rowling

Berkat surat misterius yang dibawa burung hantu, Harry Potter seakan-akan menemukan dunia sihir. Dunia yang tidak pernah bisa dilupakan.
Penulis Amanda Farahdhia, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku Harry Potter dan Batu Bertuah karya J.K. Rowling menceritakan Harry Potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai jubah gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.
Selama ini, dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun.
Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman.
Tempat itu juga menggunakan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
Dalam buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, keunggulannya terletak pada cerita yang jelas. Secara keseluruhan buku ini cukup baik dan seru, serta saat membacanya kita akan merasa seperti masuk ke dalam dunia sihir dan tidak akan bisa berhenti membaca.
Buku ini cocok untuk semua kalangan pembaca. Penyampaian cerita pada buku ini sangat menarik pembaca dan sangat membuat penasaran. Tokoh yang ada di dalam buku ini pun diceritakan dengan baik dan detail. Buku ini dapat melatih otak untuk berimajinasi lebih dalam lagi untuk menggambarkan skenario yang disampaikan penulis.
Di balik keunggulan, buku ini juga memiliki kekurangan. Menurut saya, buku ini memiliki beberapa hal atau istilah istilah yang sedikit sulit dimengerti serta tidak terdapat penjelasan mengenai arti dari istilah istilah sulit tersebut. (*)
Editor Ichwan Arif.
Alumni Spemdalas Bagi-Bagi Tips Belajar di Luar Negeri

PCM GKB – Tips belajar di luar negeri disampaikan dalam Teenager Global Insight SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (20/8/2024).
Sebagai pemateri, alumni Spemdalas yang lulus tahun 2014 Muhammad Akmal Rishwanda yang telah lulus dari Tomsk State University Rusia dalam Program Double Degree Jurusan Software Engineering Specialization.
Di depan siswa kelas VII, VIII, dan IX Internasional Class Program (ICP), Akmal mengawali materinya dengan memberi pertanyaan, “Who wants to study aboard?”
Nararya Purwanto dari kelas IX ICP Granada dan dan Muhammad Kenzi dari kelas VII ICP Fair maju dan menyatakan ingin belajar di luar negeri.
Menggunakan bahasa Inggris, Nararya menyampaikan, “Saya ingin kuliah di Oxford atau di Australia karena menurut saya terlalu sempit jika kita membatasi tempat belajar kita hanya Indonesia,” ujarnya.
Tak ingin kalah, Kenzie juga menyampaikan, “Saya ingin kuliah di Jerman karena saya ingin ada perusahaan pembuat mobil di Indonesia, karena saat ini belum ada merek mobil yang keren yang asli Indonesia,” ujarnya dalam bahasa Inggris yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Baca juga: Serunya Lomba Tarik Tambang di Merdeka Spemdalas Ceria
Masih dengan bahasa Inggris, Akmal kemudian menjelaskan menurut survei dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) yang dilakukan kepada 897 responden rentan 17-29 tahun menyatakan bahwa ada beberapa manfaat yang akan diperoleh jika belajar di luar negeri.
“Kalian dapat membuka wawasan dan pola pikir yang lebih luas karena kita dapat berinteraksi berbagai warga negara,” katanya.
Dia memaparkan, selain itu juga dapat meningkatkan kompetensi atau pengalaman secara detail, sebab tidak dapat kita pungkiri, kiblat kemajuan saat ini adalah dunia barat. Self improvement jua berkembang karena kondisi jauh dari orang tua mau tidak mau memaksa kita untuk mandiri.
“Serta yang tak kalah penting adalah terbukanya peluang internasional karena kesempatan magang, volunteer, part time,” jelasnya.
Untuk menghidupkan suasana, Akmal menghadirkan kuis berhadiah untuk seluruh peserta. “This quiz is about landmark of a country. I will show U a landmark and you have to guess the country, okay,” jelasnya.
Ada beberapa gambar yang ditampilkan seperti, piramida from Egypt, US Statue of Liberty, Italia Piza Tower, Malaysia Petronas Twin Towers, dan juga Australia Opera House.
Sebelum menutup materinya, Akmal menyampaikan hal penting sebelum memutuskan belajar di luar negeri.
“Kalian perlu melakukan riset terlebih dahulu terkait universitas yang dipilih, kondisi budaya, bahkan biaya hidup di negara tersebut. Hal ini akan sangat membantu proses kalian selama berada di negeri orang,” tandasnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif
Serunya Lomba Tarik Tambang di Merdeka Spemdalas Ceria

PCM GKB – Aneka lomba mewarnai Indonesia Merdeka Spemdalas Ceria (IMSC) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia (RI), Kamis-Jumat (15-16/8/2024) .
Ketua Umum Pimpinan Ranting (PR) IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda menyampaikan IPM Spemdalas mengadakan program kerja IMSC dalam menyambut HUT ke-79 RI.
“Kami mengadakan berbagai Lomba seperti tarik tambang, kepruk air, Bola tali, makan kerupuk, estafet balon, dan balap karung pada hari Kamis, 15 Agustus 2024,” jelasnya.
Dia menuturkan, esok harinya dijadwalkan lomba menghias pot dan kebersihan kelas.
“Saya begitu senang ketika teman-teman semua sangat antusias dalam mengikuti lomba-lomba tersebut. Terlihat wajah wajah ceria dan muka yang berseri-seri,” katanya.
Baca juga: Siswa Spemdalas Main Drama Kolosal Perjuangan di HUT Ke-79 RI
Dia berharap berbagai lomba tadi mengajarkan betapa pentingnya bekerja sama, nilai-nilai persatuan, dan bisa berkomunikasi dengan baik demi mencapai tujuan bersama.
“Lomba-lomba tersebut juga diharapkan menguatkan hubungan silaturahmi dengan sesama. Serta menunjukkan bahwa kalah menang itu biasa. Juara yang sebenarnya adalah mereka yang jatuh lalu bangkit kembali dan pantang mundur sebelum impiannya tercapai,” tuturnya.
Siswa kelas VII Care Kevin Azmy Fachry Susilo mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan lomba yang dilaksanakan IPM Spemdalas.
“Alhamdulillah bisa menjuarai lomba tarik tambang bersama tim kelasnya,” ucapnya.
Dia menceritakan persiapannya cuma atur posisi sama teman-teman dan baca Basmallah sebelum lomba dimulai. “Alhamdulillah menang,” katanya pendek.
Selain tarik tambang, lanjutnya, kelas VII Care juga menang lomba makan kerupuk dan lomba bola tali.
“Seneng banget bisa memenangkan beberapa perlombaan. Untuk lomba makan kerupuk diwakili Fadhilah Ihsan Adlyansyah dan lomba bola tali diwakili Lovely Natasha Velove,” ungkapnya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah Editor Ichwan Arif.
Siswa Spemdalas Main Drama Kolosal Perjuangan di HUT Ke-79 RI

PCM GKB – Drama kolosal meriahkan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Sabtu (17/8/2024).
Ditampilkan di lapangan basket Spemdalas sebagai hiburan setelah upacara bendera, 49 siswa Spemdalas menampilkan adegan masa perjuangan melawan Belanda.
Pelatih drama kolosal sekaligus guru seni Spemdalas, Bambang Hermanto SSn menceritakan alur cerita drama kolosal.
“Adegan diawali dengan 3 orang tentara Belanda yang dipimpin oleh seorang Jenderal. Diiringi rekaman suara berbahasa Belanda, memberikan kesan mereka siap untuk menguasai Indonesia dengan segenap kekuatan,” terangnya.
Dia menuturkan, adegan berganti dengan sekelompok pasukan pejuang Indonesia dengan membawa senjata berupa tongkat dan miniatur senapan. Bendera merah putih juga nampak dikibarkan.
Baca juga: Pahami Makna Kemerdekaan, Isi Pesan Upacara HUT Ke-79 RI di Smamio
“Jika merah putih sudah dikibarkan, tak satupun bendera penjajah yang boleh berkibar,” ucap seorang pejuang yang segera ditimpali dengan tak kalah semangat. “Kita arek Suroboyo berani mati untuk kemerdekaan Indonesia,” katanya berapi-api dan segera disahut pekik Merdeka oleh pejuang yang lain.
Cerita berlanjut dengan menampilkan latar di sebuah pasar. Beberapa siswa mengenakan kostum kebaya, berperan sebagai penjual yang menawarkan jualan dan beberapa siswi berperan sebagai pembeli.
“Ikan-ikan, ada ikan bandeng, ikan gurami, ikan lele, jek seger loh,” tawar penjual ikan.
Tak mau kalah, penjual sayur menawarkan dagangannya, “Sayur-sayur, ayok sayure jek seger, monggo ditumbas.”
Dari arah yang lain, muncul seorang siswa dengan naik sepeda onthel berteriak di tengah pasar. “Londo ngamuk, Londo ngamuk.”
Seketika suasana panik muncul, pembeli dan penjual berlari berhamburan beserta barang dagangan meraka. Untuk menghidupkan suasana, rekaman suara menampilkan suara pesawat perang tempur yang meraung-raung yang disusul dengan masuknya para pejuang dan pasukan musuh yang baku tembak.
Baca juga: Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik untuk Siswa Spemdalas
Tak lama kemudian, Jenderal Belanda jatuh tertembak. Begitupun pejuang Indonesia juga beberapa gugur tergeletak. Terdengar puisi dibacakan oleh sekelompok siswa sambil berjalan.
Ketika puisi berhenti terdengar panduan suara menyanyikan lagu Gugur Bunga sembari jenazah pejuang Indonesia ditutup dengan kain kafan dan duduk di jenazah hingga lagu berakhir.
Dihubungi setelah pementasan, Bambang merasa terkesan dengan penampilan anak didiknya. “Mereka dapat larut dalam suasana sehingga nuansa perjuangan dihadirkan kembali,” katanya.
Tak hanya itu, Bambang juga menyampaikan rasa bahagia atas kerja sama seluruh tim acara yang telah menyiapkan atribut drama kolosal.
“Guru-guru memotong gambar ikan, gorengan, sayur yang akan dijajakan penjual di pasar, mengecat sterofoam sebagai miniatur senapan, bahkan meminjam sependa onthel agar terbangun suasana yang diharapkan.”
Baca juga: Pesan untuk Siswa SD Mugeb pada Upacara HUT Ke-79 RI
Pendapat senada disampaikan oleh pemain drama kolosal, Cahaya Rea. Siswa kelas VII itu berasa bahagia bisa memerankan penjual gorengan.
“Seakan-akan berada di tengah medan pertempuran, saat suara pesawat tempur diputar dengan kencang. Apalagi teman-teman juga berteriak-teriak sambil berlarian saat adegan awal serangan penjajah,” ujarnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif
Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik untuk Siswa Spemdalas

Jadilah generasi muda Islam yang hebat yang memimpin bangsa Indonesia. Tugas kita adalah mengisi bangsa kita dengan karya dan membawa bangsa Indonesia yang bermartabat.
PCM GKB – Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik M. Fadholi Aziz, SSi MPd untuk siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024).
Dalam upacara yang diselenggarakan di lapangan Spemdalas, dia mengajak siswa untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT berupa kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diraih melalui perjuangan para pahlawan Indonesia.
Aziz sapaan akrabnya mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa dalam acara mengheningkan cipta. Dia pun mengajak untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, yaitu yang dijabarkan menjadi empat poin.
“Pertama, miliki visi yang jelas. Sebagai pelajar tentukan tujuan hidup dan mimpi yang akan diraih,” tegasnya.
Menurutnya visi yang jelas itu akan menuntun seseorang agar mudah mencapai tujuan yang diraih. Tanpanya, bangsa Indonesia sulit meraih kesuksesan di masa depan. “Berikutnya, mari belajar dengan tekun,” ucapnya.
Dia lantas mengutip perkataan Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Pendidikan adalah senjata yang sangat kuat untuk mengubah dunia,” terangnya.
Aziz mendorong agar siswa belajar dengan giat dan memperluas wawasan serta puncaknya adalah dapat menerapkan ilmu dengan baik. “Ketiga, kembangkan karakter positif dan berpegang teguhlah pada prinsip moral yang kuat,” tuturnya.
Aziz melanjutkan amanatnya, yaitu agar siswa mengembangkan 4c. Raih 4C. 2C yang pertama yaitu creative and critical thinking. Berpikir kreatif dan kritis. Mencari cara kreatif dan tidak terpaku pada cara konvensional.
C ketiga yaitu communication. Aziz menerangkan siswa harus berlatih untuk berbicara di depan umum dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan mendengarkan. “C yang keempat adalah collaboration. Perluas jaringan. Mari berteman yang positif, pilih teman yang dapat mendukung untuk berkembang, belajar dan motivasi,” terangnya.
Terakhir, Aziz berpesan agar siswa meningkatkan kualitas ibadah. “Shalat, membaca Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah. Hal itu dapat meningkatkan ketenangan batin,” tuturnya.
Jadilah, tegasnya, generasi muda Islam yang hebat yang memimpin bangsa Indonesia. Tugas kita adalah mengisi bangsa kita dengan karya dan membawa bangsa Indonesia yang bermartabat.
“Kami berterima kasih kepada bapak ibu guru yang memberikan dedikasi terbaiknya. Dan semoga semua upaya itu menjadi amal jariyah untuk bapak ibu sekalian. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan dan petunjuk untuk bangsa kita tercinta,” harapnya. (*)
Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif
Hidup Sehat ala Warga Spemdalas

PCM GKB – Hidup sehat dengan mengadakan senam sehat ala warga SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (15/8/2024).
Selama 45 menit, siswa, guru, dan karyawan Spemdalas mengikuti senam pagi di lapangan basket Spemdalas dengan instruktur senam Kak Wahono.

“Mana suaranya,” teriak Kak Wahono memulai memandu senam.
“Heah, heah,” teriaknya kembali.
Siswa, guru, dan karyawan bersama-sama mengikuti pemanasan di awal senam. Setelah itu, Kak Wahono dengan mengenakan kaos warna hijau toska, celana abu-abu, dan bertopi ini terus menerikan semangat kepada peserta senam.

“Mana semangatnya? Heah,” ujarnya lagi.
Supaya menambah semangat, instruktur tidak hanya berada di panggung di bagian depan, tetapi dia juga berkeliling. Hal ini membuat peserta bertambah semangat.
Baca juga: Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengaku senang dengan kegiatan senam pagi bersama ini. “Seru, instrukturnya juga semangat sekali,” katanya usai senam pagi.
Dia mengatakan, kegiatan ini adalah inisiatif IPM sebelum kegiatan lomba yang akan diikuti siswa. “Biar mereka semangat dan sehat semua,” ucap siswa yang duduk di kelas IX C ini. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Air Nabeez, Minuman Kesukaan Rasulullah

PCM GKB – Air nabeez, minuman kesukaan Rasulullah disampaikan Ust. Sonif Priadi, Lc., M.A. di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (13/8/2024).
Dalam kajian dengan materi Kitab Hadist Syarah Muslim, Ust. Sonif Priadi menyampaikan air nabeez adalah minuman yang dibuat dengan merendam biji kurma dalam air, lalu dibiarkan semalaman.
“Minuman ini mengandung banyak zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Dia menuturkan, Rasulullah SAW memiliki banyak hal-hal favorit, termasuk minuman dan air nabeez salah satunya. Air Nabeez dibuat dengan merendam buah kering atau biji-bijian dalam air, seperti kurma, anggur, atau kismis.

Kandungan buah kurma yang direndam akan larut ke dalam air, sehingga air tersebut akan kaya akan vitamin dan mineral. Selain itu, air nabeez juga dapat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur sistem pencernaan, serta memberikan kelembutan pada kulit.
Dengan begitu banyak manfaat yang dimiliki, tidaklah mengherankan jika Air Nabeez menjadi minuman favorit Rasulullah SAW. Air nabeez dapat dengan mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana dan langkah yang mudah diikuti.
Baca juga: Ujian Allah untuk Kuatkan Iman Hambanya
“Oleh karena itu, penting untuk mencoba minuman ini dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan kita,” tegasnya.
Rendaman air kurma biasanya terdiri dari campuran air dan buah kurma yang direndam dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan minuman yang kaya akan nutrisi. Selain menjadi minuman yang menyegarkan, rendaman air kurma juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan kita.
“Untuk membuat Air Nabeez, caranya sangat mudah. Cukup merendam sejumlah biji kurma dalam air bersih semalaman. Pada pagi hari, air dipisahkan dari biji kurma dan siap untuk diminum. Tapi, jangan sampai 3 hari, nanti sudah tidak sehat lagi,” terangnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas

PCM GKB – Mengenal Masa Pubertas menjadi tema Kajian Muslimah (Kalimah) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (9/8/2024).
Dalam penjelasannya, pemateri Anis Shofatun SSi MPd menjelaskan anak-anak saat ini masuk usia SMP. Jadi harus ada perubahan mainset.
“Jika saat SD anak-anak masih banyak aktivitas bermain, di SMP anak-anak sudah mulai dikenalkan dengan konsep berpikir, menggali informasi, serta bertindak berdasarkan ilmu,” kata guru biologi Spemdalas di Andalusia Hall.
Anis kemudian menunjukkan slide materi terkait pembagian 9 tahap tumbuh kembang mulai 0 tahun sampai lebih dari 55 tahun.
“Pada usia anak-anak yang saat ini berada di rentang 12-17 tahun, kalian berada pada tahap kelima, yaitu tahap kebingungan dan identitas peran,” lanjutnya.
Baca juga: Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
Masa ini, sambungnya, juga disebut masanya badai. Mengapa, karena banyaknya perubahan yang terjadi pada diri kalian. Pencarian identitas adalah hal yang membingungkan karena mengenal sosok-sosok baru yang diidolakan.
Anis kemudian menjelaskan makna pubertas sebagai proses perubahan fisik dan akal seseorang saat berada di tubuh yang dewasa (beranjak dewasa) yang mampu melakukan proses reproduksi. Pada masa ini hormon-hormon reproduksi mulai aktif.
“Di satu sisi, hal ini merupakan hal positif, karena menunjukkan kenormalan. Sebaliknya, hal ini membawa konsekuensi logis terkait menjaga keberadaan, kesehatan, serta kehormatannya,” ungkapnya.
Secara syariat, lanjutnya, masa pubertas dimaknai sebagai konsekuensi kemampuan membedakan baik dan buruk serta mampu menerima akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan.
“Ada juga beberapa tanda bahwa seorang anak sudah memasuki pubertas, yaitu tumbuh rambut di daerah sensitif, keluarnya air mani saat mimpi atau syahwat, mendapatkan haid, dan genap 15 tahun,” terangnya.
Selain tanda-tanda utama tersebut ada tanda-tanda sampingan. Misalnya tumbuh jerawat, perubahan suasana hati, bau badan yang mulai menyengat, dan ukuran panggul yang membesar bagi perempuan.
“Yang perlu anak-anak ketahui bahwa ada beberapa hukum yang menyertai masa pubertas,” jelasnya.
Pertama adalah bahwa sudah dibebankan kewajiban syariah yang akan menimbulkan dosa jika tidak dilakukan, seperti sholat fardhu, puasa Ramadhan, dan menutup aurat.
Kedua adalah tidak bersentuhan dan memandang kepada lawan jenis yang bukan mahram. Dalam kaitan ini juga tidak berduaan dengan lawan jenis.
Ketiga adalah keharusan seseorang untuk menanggung hukuman atas tindakan yang dilakukan. “Sedangkan keempat adalah jika ia adalah anak yatim, ia telah diperbolehkan untuk mengelola hartanya sendiri dengan syarat ia bisa mengelola hartanya dengan baik,” katanya.
Dia berharap siswa dapat memahami apa yang terjadi dalam diri kalian. Menerima dan menjalankan dengan bahagia dan tanggung jawab.
“Yang tak kalah penting adalah temukan identitas diri yang positif. Kalian dapat mempersepsikan diri kalian sebagai siswa yang tidak pernah terlambat masuk sekolah, siswa yang rajin mencatat, siswa yang kritis dalam berpikir, atau bahkan siswa yang mengajak teman untuk beribadah,” tandasnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?

PCM GKB – Kajian Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas berbicara atau mendengar, mana yang lebih sulit?, Jumat (9/8/2024).
Acara yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Fayyadh Althaf Ardyawan mengatakan sebagian besar orang jika ditanya mana yang lebih sulit? Umumnya menjawab berbicara lebih sulit.
“Benarkah? Tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar,” kata siswa kelas IX Granada di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, berbicara di dunia maya sangat mudah dilakukan, bahkan setiap menit ribuan atau bahkan jutaan tweet atau status baru berdatangan di timeline. Berbagai rasa, unek-unek, kekecewaan ditumpahkan dalam tulisan.
“Banyak juga orang yang berbagi cerita kebahagiaan. Berbicara di sosial media tak jauh berbeda dengan dunia nyata,” ucapnya.
Baca juga: Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik
Dia menjelaskan kenyataan banyak orang yang pintar berbicara. Hampir setiap orang pasti akan senang berbicara. Apalagi kalau membahas tentang dirinya atau yang berhubungan dengan kesukaan atau hobinya.
“Bahkan tak jarang ahli kampanye yang senang sekali berbicara, bercerita untuk mempengaruhi,” sambungnya.
Faktanya, sambungnya, di balik kemudahan berbicara ada yang mungkin memang tidak pandai berbicara bisa jadi karena karakter yang pendiam, tidak menguasai sebuah perbincangan atau memang dia tidak mau terlihat vokal di kelompoknya.
“Namun tahukah kalian bahwa ada yang lebih sulit dari berbicara, yaitu kemauan dan kesadaran untuk mendengar,” katanya.
“Bagaimana bisa?” tanyanya pada temannya.
Banyak orang yang menganggap berbicara di depan umum itu sulit, namun ada yang lebih sulit lagi yaitu untuk mendengar. Oleh karena itu mengapa Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut.
Dia menyampaikan, dalam sudut pandang Islam, beberapa kisah menunjukan bahwa mendengarkan itu lebih sulit.
“Bahkan kisah tentang Nabi Musa As dan Firaun. Dalam kisah tersebut menunjukan bahwa Firaun tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mendengarkan pembicaraan yang benar (Al-Haq). Jadi, mendengar sesungguhnya jauh lebih sulit dibanding sekedar berbicara,” jelasnya.
Contohnya, lanjutnya, orang yang berpendidikan tinggi akan cenderung abai jika dinasihati, orang tua mungkin tersinggung jika dinasehati anaknya, senior tidak mau mendengar junior, maupun penguasa tidak mau mendengar jeritan rakyatnya.
dalam surah Qaf ayat 18 Allah Swt memberikan ancaman kepada yang banyak berbicara dengan menugaskan dua malaikat untuk mengawasi perkataannya. Pernah seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Saw.
“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Muslim/64). Pada kesempatan lain Rasullah saw berkata “siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).
Sebaliknya, tegasnya, Allah Swt memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang mendengarkan secara tekun dan bersungguh-sungguh perkataan, lalu mengikuti secara bersungguh-sungguh apa yang paling baik di perkataan tersebut dalam surah Al-A’raf ayat 145.
“Dalam surah Az-Zumar ayat 18, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah diberikan petunjuk (hidayah) dan mereka dijuluki ulul albab, yakni orang yang memiliki otak atau pikiran yang cerah, tidak diliputi kekeruhan,” katanya. (*)
Penulis Dheni Iga Pertiwi. Editor Ichwan Arif.
Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik

PCM GKB – PR IPM SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur resmi dilantik di Andalusia Hall, Jumat (2/8/2024).
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Spemdalas diikuti oleh 68 siswa. Koordinator PR IPM Spemdalas Octaria Wahyuningtyas SPd menyampaikan pelantikan PR IPM Spemdalas kali ini berjalan dengan sesuai dengan harapan panitia.
“Alhamdulillah 68 siswa telah dilantik manjadi anggota IPM Spemdalas hari ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran dalam berorganisasi,” katanya.
Dia berharap, PR IPM periode 2024-2025 yang sudah dipilih ini bisa menjalankan tugas yang telah ditetapkan bersama. “Dengan memahami tugas ini, mereka bisa menjelankan perannya sehingga semua kegiatan yang disudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan targetnya,” harapnya.
Baca juga: Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PR IPM Spemdalas periode 2024-2025 Muhammad Alan Herinda menyampaikan rasa harunya bisa melaksanakan pelantikan PR IPM kali ini.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilantik menjadi PR IPM Spemdalas. Saya merasa senang acara pelantikan dapat terselenggara dengan lancar. Saya sangat kagum kepada motivasi dari Mbak Caca selaku Ketua Umum PR IPM Spemdalas tahun 2023-2024 lalu,” kata siswa kelas IX Cordoba ini.
Dia berharap, semoga di periode baru ini, IPM Spemdalas bisa menjadi lebih baik. Program yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang sudah dirumuskan.
“Segala kekurangan di masa lalu kita perbaiki. Saya berharap semua pengurus IPM bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sehingga menjadi contoh bagi temen-temen semua,” harapnya.
Dengan komunikasi dan kerja sama, tekannya, semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik. Media komunikasi ini sebagai modal seluruh anggota PR IPM Spemdalas dalam menjalankan tugas ke depannya.
“Bismillah, semoga diberikan kemudahan dalam mengemban amanah ini,” harapnya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif.