Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas

PCM GKB – Kuatkan iman dan kunci sukses menjadi amanat Apel Pagi di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Senin (5/7/2024).
Pembina Apel Pagi Spemdalas Ichwan Arif SSi MHum dalam amanatnya menyampaikan dua hal yang harus diseriusi oleh seluruh siswa.
“Pertama, untuk seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai muslim harus benar-benar memegang teguh iman,” ucapnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud keimanan tersebut adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Namun, yang jadi fokus adalah kita bisa menjalankan shalat dengan tepat waktu. Di sekolah sudah dilaksanakan pembiasaan shalat duha. Shalat zuhur dan asar juga dilaksanakan secara berjamaah.
“Selanjutnya, anak-anak melaksanakannya di rumah. Nah, saat berada di rumah inilah, anak-anak harus dapat mengaplikasikan pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah. Hal yang menentukan kedispilinan menjalankan shalat adalah kekuatan iman,” jelasnya.
Baca juga: Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
Yang perlu dijadikan perhatian serius adalah, tekannya, kemampuan untuk mengendalikan diri. Jangan disibukkan dengan media sosial, namun sibukkan diri dengan peningkatan iman.
Hal kedua yang disampaikan adalah bahwa sukses adalah hak semua warga Spemdalas, terutama siswa. “Siswa Spemdalas harus selalu bersemangat dalam meraih kesuksesan. Sukses diraih by design. Maksudnya, sukses itu ditargetkan, diupayakan, dan direncanakan dengan baik,” paparnya.
Yang perlu dipahami adalah, sambungnya, bahwa kesuksesan tidak hanya dalam hal akademik, namun juga berbagai bidang. Spemdalas telah menyiapkan wadah bagi seluruh potensi yang dimiliki anak-anak. Ada olahraga, seni, atau berbagai jenis pengembangan diri yang lain.
“Silakan lejitkan kelebihan dan ketrampilan kalian,” ucapnya.
Jika dalam olahraga, lanjutna, kita harus menyiapkan kesuksesan dengan banyak latihan, kesuksesan akademik dapat diraih dengan fokus belajar dan latihan soal. Kalian harus mampu memasang target latihan. Misalnya berapa jumlah soal yang harus aku kerjakan per hari atau berapa menit waktu saya berlari dalam sehari.
Seperti anak-anak ketahui, kontingen olahraga kita saat ini sedang berjuang di ajang Olimpiade Paris. Tentunya mereka telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka telah memiliki target perolehan emas, mereka sudah latihan dengan keras, serta menyiapkan mental dan karakter juara.
“Anak-anak, kekuatan karakter mencerminkan kekuatan iman. Anak-abak yang memiliki kekuatan iman akan memiliki karakter terbaik. Dalam kehidupan nyata, karakter tersebut nampak dalam hubungan pribadi dengan Allah sebagai pencipta. Sekaligus hubungan pribadi dengan pribadi orang lain,” katanya.
Untuk itu, tekannya, karakter anak-anak akan menentukan setiap diri anak-anak dapat berjuang mendapatkan prestasi terbaik. Dalam kaitan ini, tentunya, kekuatan iman adalah fokus utama. (*)
Penulis Fitri Wulandari
Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
PCM GKB – Kolam ikan koi Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik begitu menentramkan hati ketika mendengarkan gemericik air, lenggak-lenggok dan warna warni ikan.
Bukan hanya bagi siswa Spemdalas, kolam ikan koi juga menjadi hiburan jamaah masjid jamaah usai shalat jamaah. Mereka melihat ikan ukuran besar dan kecil saat berenang. Ratusan ikan memberikan hiburan bagi mereka.

Kadang kala, kolam ikan ini juga menjadi media pembelajaran bagi siswa. Mereka mengamati kolam ikan dan melakukan deskripsi dalam tugas bahasa Indonesia. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Ujian Allah untuk Kuatkan Iman Hambanya

PCM GKB – Allah SWT memberikan ujian tidak lain adalah untuk menguji keimanan hambanya disampaikan Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. dalam Kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (1/8/2024).
Dalam kajian yang dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib, dia mengatakan Selain itu, hadirnya ujian dan cobaan membuat kita menjadi lebih kuat, menjadi lebih sabar dan ikhlas, menjadi lebih memahami tentang makna hidup.
“Hanya saja, kadang-kadang kita sebagai manusia bersuuzon atau berprasangka buruk terhadap apa yang terjadi pada diri kita. Padahal, segala apa yang terjadi selalu ada hikmah yang bisa diambil. Tinggal bagaimana cara pandang kita melihat sesuatu yang terjadi dalam hidup ini,” jelasnya.
Baca juga: Tiga Kunci yang Bisa Bikin Hidup Stabil
Tidak ada kehidupan yang dijalani tanpa adanya ujian atau masalah. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing, hanya saja kadarnya yang berbeda yang disesuaikan dengan kesanggupannya.
“Tidak ada ujian yang besar karena kita mempunyai Allah yang maha besar. Tidak ada ujian yang sulit karena Allah berjanji dalam kesulitan beriring kemudahan. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba bisa menjalankan tugas-tugas layaknya manusia yang mencari rida Allah, menggapai cintanya Allah, dan terus belajar menjadi hamba yang taat di tengah hiruk pikuknya dunia,” ungkapnya.
Dia menjelaskan nabi juga tidak luput dari ujian yang diberikan Allah SWT. Nabi Nuh diuji hal keluarga. Nabi Yusuf juga diuji oleh Allah 3 ujian dan diberikan 3 oleh Allah (kebahagiaan).
“Keluar penjara karena mimpi, dapat jabatan, pertemukan Nabi Yusuf dengan orangtua dan keluarganya,” katanya.
Nabi Ibrahin diuji oleh orang tuanya sendiri, Nabi Ayub diuji dengan anaknya meninggal semua, Nabi Musa diuji dengan penguasa. “Nabi Sulaiman diuji oleh Allah dengan kekayaan dan kepandaian,” ungkapnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Tiga Kunci yang Bisa Bikin Hidup Stabil

PCM GKB – Tiga kunci yang bisa bikin hidup stabil disampaikan Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. dalam Kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (1/8/2024).
Dalam kajian yang dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib, dia mengatakan adala 3 hal yang bisa dijadikan kunci seseorang supaya hidup bahagia dan stabil.
“Pertama iman, kedua membaca Al-Quran, dan memuliakan Al-Quran ,” katanya.
Dia menuturkan hanya iman yang bisa membuat orang bisa stabil hidupnya. Ibarat mobil, iman itu adalah shock breaker. “Alat ini bisa mestabilkan mobil ketika menanjakan atau ketika roda melewati lubang. Laju mobil akan semakin enak ketika dikendarai,” jelasnya.
Maka, lanjutnya, iman itu seperti shock breaker yang bisa menenangkan hati. “Hidup dengan iman yang kuat, maka semakin bahagia,” tambahnya.
Kalau seseorang tidak memiliki iman, maka seperti binatang. Tanpa iman, ketika orang itu kaya maka akan sombong.
Kunci kedua adalah iman. Membaca Al-Quran saja kita sudah mendapatkan pahala. “Kalau kita paham isinya, lagunyanya enak, maka pahala akan terus ditambahn,” tekannya.
Ketiga, memuliakan Al-Quran. Cara memuliakan Al-Quran bisa dengan cara memodokkan anak ke tahfidz. “Bisa juga dengan cara anak kita belajar mengaji ke TPQ. Itu juga cara memuliakan Al-Quran,” ujarnya.
Dia menjelaskan, orang yang memuliahkan Al-Quran maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut. “Maka terangi rumah kita dengan bacaan Al-Quran,” terangnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
PCPM dan PCNA GKB Gresik Gelar Raker Bersama, Ini Harapannya

PCM GKB – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik Jawa Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) Bersama yang diselenggarakan di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Sabtu (27/7/2024).
Ketua PCPM GKB Gresik Chanif Ichsan SFil mengatakan tujuan Raker Bersama ini adalah sebagai wadah pimpinan dan anggota untuk membahas program kerja setiap bidang, menyingkronkan dan menyelaraskan program kerja dan kegiatan yang akan dilakukan PCPM 4 tahun ke depan.
Baca juga: Kifama PCM GKB Adakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di PRM Golokan
“Harapannya nanti bisa menghasilkan program utama, program pendamping dan juga goal target yang dicanangkan kemudian menjadi program-program unggulan yang produktif selama 4 tahun ke depan,” kata guru SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik ini.

Dia menuturkan orientasi program secara general adalah, pertama kemandirian Ekonomi, kedua program keikutsertaan peran pemuda dalam masyarakat sekitar.

“Ketiga mengoptimalisasi pengkaderan di luar lingkup Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sekolah Muhammadiyah GKB (pendirian PRM baru),” jelasnya dalam acara yang mengangkat tema Meneguhkan Ideologi dan Peningkatan Sumber Daya Kader Menuju GKB Berkemajuan ini.

Penulis Ichwan Arif.
Saat Siswa Spemdalas Bahas 1 Muharram Vs 1 Januari

PCM GKB – 1 Muharram Vs 1 Januari menjadi tema kegiatan Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Jumat (26/7/2024).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Kelas IX Muhammad Abiyyan Rauf menjelaskan pengertian Muharram.
“Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, yang digunakan oleh umat Islam. Bulan ini memiliki makna penting dalam sejarah Islam dan juga memiliki tradisi-tradisi tertentu yang dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia,” katanya.
Dia menuturkan, ada 3 peristiwa yang terjadi di bulan Muharram. Pertama, pada bulan Muharram terjadi Perang Khaibar, kaum muslim menang dengan gemilang. Kedua, pada tanggal 1 Muharram 24 Hijriah, Umar bin Khattab dimakamkan setelah meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oleh Abu Lu’luah.
Baca juga: Pusat Bahasa Spemdalas Adakan EPM untuk Guru Mugeb Schools
“Ketiga, pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriah, terjadi musibah besar yaitu Husein cucunya Rasulullah SAW dan keluarganya dibunuh di Karbala,” jelasnya.
Dia menyampaikan ada sejarah yang terjadi di bulan Muharram. Sejarah pertama yaitu hijrah Rasulullah SAW. Bulan Muharram memperoleh pentingnya sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriah yang dimulai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
“Peristiwa kedua, peringatan Asyura pada tanggal 10 Muharram,” ucapnya di depan siswa putra kelas VII-IX.
Ada 2 makna spiritual di Muharram. Pertama, merefleksi diri. Bulan Muharram juga dianggap sebagai waktu untuk refleksi spiritual, introspeksi diri, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kedua, bertaubat dan memperbaiki diri. Bulan Muharram dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk melakukan introspeksi dan merenungkan perjalanan spiritual pribadi. Umat Islam dimotivasi untuk mengevaluasi kehidupan mereka, mengidentifikasi kesalahan, dan bertekad untuk memperbaiki diri sebagai langkah menuju kedekatan dengan Allah.
Baca juga: Santri Ma’had Al ‘Ashr Spemdalas dapat Motivasi Ini di Penutupan Osmash
Hikmah Muharram, awal dari Tahun Hijriyah. Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, Ini adalah momen penting dalam sejarah Islam yang mengajarkan tentang keberanian, kekuatan iman, dan perjuangan.
“Hikmah kedua kebaikan dalam beramal. Amalan-amalan baik dilakukan di bulan Muharram memiliki keutamaan dan keberkahan yang lebih,” katanya.
Dalil berbuat baik terdapat di surat al-Hasyr ayat 18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ada fenomena berupa masalah yang masyarakat muslim. Dia mengatakan, masyarakat muslim lebih hingar bingar dalam perayaan pergantian tahun baru masehi dibandingkan tahun baru hijriyah.
Baca juga: Talkshow Pelajar Kaya Karya, Motivasi Siswa Smamio Miliki Jiwa Wirausaha
“Bahkan perayaan tahun baru masehi yang penuh pesta, sia-sia, berlebihan, dan kelupaan boleh dikatakan tidak memiliki makna yang berbekas sama sekali,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, cara-cara yang baik buat merayakan tahun baru 1 Muharram, kita bisa bermunajat dan berdoa, merayakan dengan keluarga dan komunitas.
“Bisa juga menyebarkan pesan damai dan toleransi dan memperbanyak amalan kebaikan,” tandasnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Bawa Poster Digital, Siswa Spemdalas Ikuti Pawai Muharram

PCM GKB – Bawa poster digital, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti Pawai Muharram dengan lokasi rute Jalan Jawa-Jalan Sumatera GKB dengan garis finish sekolah, Jumat (19/7/2024).
Menggunakan dresscode bernuansa monokrop, siswa kelas VII-IX dan guru mengikuti Pawai Muhharram dengan membawa spanduk dan poster digital. Poster ini dibuat menggunakan aplikasi canva yang dibuat saat pembelajaran di sekolah.
“Saya membuat poster digital dengan aplikasi canva. Dalam poster itu tertulis Happy Muharram, New Islamic Year, May Blessings always be with Us All,” ujar Nayla Salma Andina yang ditemui usai melakukan pawai.
Baca juga: Kunjungi Spemdalas, Wakil Bupati Gresik Kagumi Hal Ini
Siswa kelas VIII Carbon mengaku dalam membuat poster itu tidak butuh waktu lama. Pembuatan poster itu berkelompok. Setelah dibuat, kami langsung print di kertas ukuran A3.
Setelah siswa mengikuti pawai, mereka menikmati festival culinery yang menunya sudah bisa disiapkan oleh sekolah. Hampir 1 jam mereka istirahat, setelah mereka menikmati rangkaian kegiatan Gebyar Muharram di lapangan basket Spemdalas.

Mengangkat tema Good Start for the Blessings of Muharram, siswa ke VII, VIII, dan IX Spemdalas membawa kreativitas poster digital dan ucapan selamat beserta quote-quote Islami saat berjalan dalam barisan rapi sekitar 2 km.
Gebyar Muharram 1446 H Spemdalas ditutup dengan motivasi Pembina Komunitas Hijrah Ngecas Iman Lamongan Miqdar Qur’any Lc serta penghargaan siswa. (*)
Penulis/Editor Ichwan Arif.
10 Tips Pencegahan Diri dari Narkoba
10 Tips Pencegahan Diri dari Narkoba, liputan Kontributor Gresik Lely Badriyah
PCM GKB – Forum Ta’aruf dan Orintasi Siswa (Fortasi) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur menghadirkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, Selasa (18/7/23).
Pada acara yang digelar di Masjid Taqwa Spemdalas lantai 2 ini, narasumber menyampaikan materi bahaya barkoba.
Petugas BNN Kabupaten Gresik Etarina Agustine menjelaskan narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang yang mana sangat berbahaya bagi tubuh kita semua.
“Obat-obatan terlarang ini akan menimbulkan efek buruk bagi Kesehatan serta menimbulkan kecanduan,” ujarnya.
Eta, sapaan akrabnya, menyampaikan jenis narkoba beragam. Ada jenis narkoba berupa ganja. Ganja ini biasanya dibuat untuk bahan baku rokok. Efek dari mengonsumsi kanja terlalu banyak menyebabkan halusinasi.
“Jenis kedua, sabu-sabu. Bentuk awalnya seperti kristal lalu digerus menjadi bubuk. Ketiga Inhalan, biasanya dipakai oleh anak jalanan bentuknya hampir sama seperti lem,” tambahnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dengan kita mengetahui berbagai jenisnya, kita juga lebih paham dampaknya bagi tubuh. Adapun ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba seperti badannya terasa lemas, hidup tidak teratur, mudah marah atau emosi, maupun suka mencuri barang yang ada di rumah,” ujarnya.
Upaya Pencegahan
Eta menyampaikan, ada 10 tips upaya untuk pencegahan diri dari bahaya narkoba yang wajib kita lakukan.
“Pertama, mengenal dan menilai diri sendiri, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa percaya diri, terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan, memilih pergaulan yang baik, terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Upaya ketuju, yakni menerapkan pola hidup sehat, memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, dan kesepuluh membangun komunikasi dan hubungan yang baik.
“Dengan 10 upaya ini, siswa Spemdalas harus jadi pelopor bagaiman remaja
berprestasi tanpa narkoba. Siswa Spemdalas harus jadi pelopor. Siap!” ucapnya yang dijawab serentak oleh siswa. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Bahas Konsep Tauhid di Spemdalas
PCM GKB – Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru) Gresik, Jawa Timur,mengadakan pertemuan dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jum’at (14/7/2023).
Bertempat di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Fiqih Risalah MA PhD hadir didampingi oleh Sekretaris Majelis, Kaswandi.
Kepala Spemdalas Fony Libriasturi MSi menyampaikan harapan kepada Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—agar tetap bisa terwujud sinergi antara Mejelis dengan Spemdalas untuk kemajuan sekolah.
“Semoga dengan adanya Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini bisa terus bersinergi dan nantinya muncul inovasi-inovasi baru untuk kemajuan Spemdalas sehingga bisa melahirkan anak-anak yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Sementara itu, sebelum menyampaikan pesan-pesan sebagai Ketua Majelis Dikdasmen yang baru, Fiqi, sapaannya, mempersilakan seluruh peserta untuk memperkenalkan diri satu per satu.
Salah satu peserta yang merupakan guru IPS, Oky Senja Prastica memperkenalkan diri sambil berpantun, “Awan-awan tuku korek, kenalno sang aran Oki rek,” ucapnya diikuti riuh tawa dan tepuk tangan peserta lainnya.
Bekerja Bukan untuk Atasan
Dalam kesempatan ini Fiqi menyampaikan beberapa pesan kepada guru dan karyawan yang bekerja di Spemdalas. Di antaranya ia mengingatkan agar guru dan karyawan menata kembali niat dalam bekerja, yaitu bekerja hanya untuk Allah.
“Bukan lagi bekerja untuk atasan. Jadi menaati atasan itu jika memang atasan benar. Jika salah, jangan segan untuk dikoreksi. Termasuk saya, jika bapak ibu sekalian lihat saya tidak benar, jangan ragu memberikan koreksi,” ungkapnya.
Fiqi lantas mengingatkan terkait tujuan hidup manusia, yaitu untuk mengenal Allah.
“Tujuan hidup kita sama, ditugaskan untuk mengenal kembali siapa yang menciptakan kita. Kenal nggakdengan yang menciptakan? Jangan-jangan kita menganggap dunia ini yang lebih nyata,” terangnya.
Matematika Tauhid
Ia lantas mengaitkan prinsip tauhid dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah, di antaranya adalah matematika dan informatika. Menurutnya, matematika adalah pelajaran yang mengajarkan ketauhidan.
“Matematika mengajarkan kita kejujuran. Bahwa satu ditambah satu hasilnya pasti dua. Angka nol dan angka satu yang digunakan dalam dunia coding juga mengajarkan tentang keesaan Allah. Angka satu, itu tidak terbentuk dari apapun, begitu juga Allah,” imbuhnya.
Adapun angka nol, menurut Fiqi, merepresentasikan sifat Allah yang ghaib, Maha tak tampak. Dengan demikian, Fiki berharap para guru maupun karyawan Spemdalas bisa memahami dan menerapkan nilai tauhid sehingga bisa menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri karena merasa diawasi oleh Allah.
“Kalau sistemnya sudah terbentuk, jenengan akan ingin terus memperbaiki diri. Dengan ilmu, kita akan mengenal diri sendiri. Kalau Nabi itu memperkenalkan Allah, kalau kita itu mengenal Allah,” terangnya.
Selanjutnya Fiqi menghimbau agar guru dan karyawan Spemdalas menyadari keberadaannya di sekolah Muhammadiyah yang asal katanya adalah Muhammad, nama Rasul terakhir dalam agama Islam.
“Maka dalam amaliah kita, dalam belajar mengajar harus meneladani sifat Rasul, minimal sidiq, amanah, tabligh, fathanah. Terutama fathonah, intelligent. Juga amanah, kalau mau dipercaya kita harus memastikan bahwa kita layak dipercaya,” katanya.
Fiqi menambahkan, bahwa sifat amanah sejalan dengan tips untuk mendapatkan jodoh. Bahwa jangan pernah mencintai seseorang tapi pastikan kita layak untuk dicintai.
Prinsip Keadilan
Terakhir, Fiki berpesan agar dalam bekerja guru dan karyawan Spemdalas mampu menerapkan sifat adil.
“Adil itu putting everything on the right place, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya,” jelasnya.
Fiqi pun mengingatkan bahwa tugas guru sebagai pendidik harus bisa mengarahkan siswanya.
“Hati-hati dengan ungkapan bahasa Inggris, ‘Just follow your passion’. Anak SMP dibiarkan mengikutipassion-nya, ya mereka akan ikut yang menyenangkan saja. Ingat, bahasa inggris itu sarat dengan kultur. Dan kulturnya sarat dengan peradaban Barat,” tandasnya.
Penulis Ain Nurwindasari Editor Mohammad Nurfatoni
Berita ini mengalami revisi pada Jumat (14/7/2023) pukul 19.50 WIB
Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah
Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PWMU.CO – Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur mengadakan Sharing Session dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (14/7/2023.)
Dalam acara yang digelar di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Fiqih Risalah MA PhD—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—mengatakan mengawali tahun pelajaran 2023-2023 dengan semangat baru.
“Mari kita bersama-sama memperbarui etika dalam bekerja. Ini harus ditata kembali sehingga dalam bekerja benar-benar bisa meraih tujuan terbaik,” katanya di hadapan guru dan karyawan Spemdalas.
Dia menuturkan, kita bekerja bukan untuk Muhammadiyah tetapi bekerja untuk Allah untuk Muhammadiyah. “Ha ini yang harus digarisbawahi,” tekannya.
Bekerja, lanjutnya, itu tanggung jawabnya secara spiritual kepala Allah bukan pada yang lain sedangkan tanggung jawab sosialnya kepala atasan. “Kalau tanggung jawab spiritual itu bisa lepas. Maka tanggung jawab ini harus ditanamkan dengan kuat,” jelasnya.
Dia menuturkan, tidak ada yang superior di mata Allah, kalau superior hanya ditingkatan manusia itu hanya jabatan atau gelar akademik saja.
Loyalitas Bukan pada Atasan
Fiqih Risalah menjelaskan kita bekerja di Spemdalas itu untuk membesarkan Muhammadiyah untuk mencari ridha Allah. “Ini poin pertama yang harus kedepankan,” katanya.
Kedua, loyalitas kita tidak pada atasan tetapi pada kebenaran. Ini yang menilai adalah Allah SWT. Ketika pimpinan benar harus dilaksanakan. Kalau pimpinan salah harus diarahkan dengan perkatanaan yang baik.
“Ketiga tujuan hidup kita harus sama, yaitu ditugaskan mengenal kembali siapa yang menciptakan yaitu Allah,” tambahnya.
Guru karyawan dengan tugas yang berbeda, tujuannya satu yaitu mengenal siapa yang menciptakan. “Kalau tidak kenal, maka akan tergoda dengan dunia nyata,” tuturnya.
Keempat, menanamkan kejujuran (shidiq), dipercaya (amanah), cerdas (fathanah), dan menyampaikan (tabligh). “Kalau anak harus jujur, maka kita harus jujur duluan. Kalau anak harus amanah, cerdas, dan pitar berkomunikasi, maka guru harus bisa dipercaya, cerdas, dan komunikasinya,” ungkapnya.
Dia mengajak, ini yang harus kita tingkatkan dan ditingkatkan terus. Guru harus menjadi role models bagi siswa sehingga teladan yang kita berikan bisa dicontoh oleh siswa. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni

