Tag Archives: spemdalas

Bawa Poster Digital, Siswa Spemdalas Ikuti Pawai Muharram

Nayla Salma Andina (kiri) membawa poster digital saat mengikuti Pawai Muharram, Jumat (19/7/2024).

PCM GKB – Bawa poster digital, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti Pawai Muharram dengan lokasi rute Jalan Jawa-Jalan Sumatera GKB dengan garis finish sekolah, Jumat (19/7/2024).

Menggunakan dresscode bernuansa monokrop, siswa kelas VII-IX dan guru mengikuti Pawai Muhharram dengan membawa spanduk dan poster digital. Poster ini dibuat menggunakan aplikasi canva yang dibuat saat pembelajaran di sekolah.

 “Saya membuat poster digital dengan aplikasi canva. Dalam poster itu tertulis Happy Muharram, New Islamic Year, May Blessings always be with Us All,” ujar Nayla Salma Andina yang ditemui usai melakukan pawai.

Baca juga: Kunjungi Spemdalas, Wakil Bupati Gresik Kagumi Hal Ini

Siswa kelas VIII Carbon mengaku dalam membuat poster itu tidak butuh waktu lama. Pembuatan poster itu berkelompok. Setelah dibuat, kami langsung print di kertas ukuran A3.

Setelah siswa mengikuti pawai, mereka menikmati festival culinery yang menunya sudah bisa disiapkan oleh sekolah. Hampir 1 jam mereka istirahat, setelah mereka menikmati rangkaian kegiatan Gebyar Muharram di lapangan basket Spemdalas.

Siswa Spemdalas bawa poster digital saat mengikuti Pawai Muharram, Jumat (19/7/2024).

Mengangkat tema Good Start for the Blessings of Muharram, siswa ke VII, VIII, dan IX  Spemdalas membawa kreativitas poster digital dan ucapan selamat beserta quote-quote Islami saat berjalan dalam barisan rapi sekitar 2 km.

Gebyar Muharram 1446 H Spemdalas ditutup dengan motivasi Pembina Komunitas Hijrah Ngecas Iman Lamongan Miqdar Qur’any Lc serta penghargaan siswa. (*)

Penulis/Editor Ichwan Arif.

10 Tips Pencegahan Diri dari Narkoba

10 Tips Pencegahan Diri dari Narkoba, liputan Kontributor Gresik Lely Badriyah

PCM GKB – Forum Ta’aruf dan Orintasi Siswa (Fortasi) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur menghadirkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, Selasa (18/7/23).

Pada acara yang digelar di Masjid Taqwa Spemdalas lantai 2 ini, narasumber menyampaikan materi bahaya barkoba.

Petugas BNN Kabupaten Gresik Etarina Agustine menjelaskan narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang yang mana sangat berbahaya bagi tubuh kita semua.

“Obat-obatan terlarang ini akan menimbulkan efek buruk bagi Kesehatan serta menimbulkan kecanduan,” ujarnya.

Eta, sapaan akrabnya, menyampaikan jenis narkoba beragam. Ada jenis narkoba berupa ganja.  Ganja ini biasanya dibuat untuk bahan baku rokok. Efek dari mengonsumsi kanja terlalu banyak menyebabkan halusinasi.

“Jenis kedua, sabu-sabu. Bentuk awalnya seperti kristal lalu digerus menjadi bubuk. Ketiga Inhalan, biasanya dipakai oleh anak jalanan bentuknya hampir sama seperti lem,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan kita mengetahui berbagai jenisnya, kita juga lebih paham dampaknya bagi tubuh. Adapun ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba seperti badannya terasa lemas, hidup tidak teratur, mudah marah atau emosi, maupun suka mencuri barang yang ada di rumah,” ujarnya.

Upaya Pencegahan

Eta menyampaikan, ada 10 tips upaya untuk pencegahan diri dari bahaya narkoba yang wajib kita lakukan.

“Pertama, mengenal dan menilai diri sendiri, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa percaya diri, terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan, memilih pergaulan yang baik, terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Upaya ketuju, yakni menerapkan pola hidup sehat, memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, dan kesepuluh membangun komunikasi dan hubungan yang baik.

“Dengan 10 upaya ini, siswa Spemdalas harus jadi pelopor bagaiman remaja

berprestasi tanpa narkoba. Siswa Spemdalas harus jadi pelopor. Siap!” ucapnya yang dijawab serentak oleh siswa. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Bahas Konsep Tauhid di Spemdalas

PCM GKB – Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru) Gresik, Jawa Timur,mengadakan pertemuan dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jum’at (14/7/2023).

Bertempat di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Fiqih Risalah MA PhD hadir didampingi oleh Sekretaris Majelis, Kaswandi. 

Kepala Spemdalas Fony Libriasturi MSi menyampaikan harapan kepada Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—agar tetap bisa terwujud sinergi antara Mejelis dengan Spemdalas untuk kemajuan sekolah.

“Semoga dengan adanya Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini bisa terus bersinergi dan nantinya muncul inovasi-inovasi baru untuk kemajuan Spemdalas sehingga bisa melahirkan anak-anak yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Sementara itu, sebelum menyampaikan pesan-pesan sebagai Ketua Majelis Dikdasmen yang baru, Fiqi, sapaannya, mempersilakan seluruh peserta untuk memperkenalkan diri satu per satu.

Salah satu peserta yang merupakan guru IPS, Oky Senja Prastica memperkenalkan diri sambil berpantun, “Awan-awan tuku korek, kenalno sang aran Oki rek,” ucapnya diikuti riuh tawa dan tepuk tangan peserta lainnya.

Bekerja Bukan untuk Atasan

Dalam kesempatan ini Fiqi menyampaikan beberapa pesan kepada guru dan karyawan yang bekerja di Spemdalas. Di antaranya ia mengingatkan agar guru dan karyawan menata kembali niat dalam bekerja, yaitu bekerja hanya untuk Allah.

“Bukan lagi bekerja untuk atasan. Jadi menaati atasan itu jika memang atasan benar. Jika salah, jangan segan untuk dikoreksi. Termasuk saya, jika bapak ibu sekalian lihat saya tidak benar, jangan ragu memberikan koreksi,” ungkapnya.

Fiqi lantas mengingatkan terkait tujuan hidup manusia, yaitu untuk mengenal Allah.

“Tujuan hidup kita sama, ditugaskan untuk mengenal kembali siapa yang menciptakan kita. Kenal nggakdengan yang menciptakan? Jangan-jangan kita menganggap dunia ini yang lebih nyata,” terangnya.

Matematika Tauhid

Ia lantas mengaitkan prinsip tauhid dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah, di antaranya adalah matematika dan informatika. Menurutnya, matematika adalah pelajaran yang mengajarkan ketauhidan.

“Matematika mengajarkan kita kejujuran. Bahwa satu ditambah satu hasilnya pasti dua. Angka nol dan angka satu yang digunakan dalam dunia coding juga mengajarkan tentang keesaan Allah. Angka satu, itu tidak terbentuk dari apapun, begitu juga Allah,” imbuhnya.

Adapun angka nol, menurut Fiqi, merepresentasikan sifat Allah yang ghaib, Maha tak tampak. Dengan demikian, Fiki berharap para guru maupun karyawan Spemdalas bisa memahami dan menerapkan nilai tauhid sehingga bisa menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri karena merasa diawasi oleh Allah.

“Kalau sistemnya sudah terbentuk, jenengan akan ingin terus memperbaiki diri. Dengan ilmu, kita akan mengenal diri sendiri. Kalau Nabi itu memperkenalkan Allah, kalau kita itu mengenal Allah,” terangnya.

Selanjutnya Fiqi menghimbau agar guru dan karyawan Spemdalas menyadari keberadaannya di sekolah Muhammadiyah yang asal katanya adalah Muhammad, nama Rasul terakhir dalam agama Islam.

“Maka dalam amaliah kita, dalam belajar mengajar harus meneladani sifat Rasul, minimal sidiq, amanah, tabligh, fathanah. Terutama fathonah, intelligent. Juga amanah, kalau mau dipercaya kita harus memastikan bahwa kita layak dipercaya,” katanya.

Fiqi menambahkan, bahwa sifat amanah sejalan dengan tips untuk mendapatkan jodoh. Bahwa jangan pernah mencintai seseorang tapi pastikan kita layak untuk dicintai.

Prinsip Keadilan

Terakhir, Fiki berpesan agar dalam bekerja guru dan karyawan Spemdalas mampu menerapkan sifat adil.

“Adil itu putting everything on the right place, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya,” jelasnya.

Fiqi pun mengingatkan bahwa tugas guru sebagai pendidik harus bisa mengarahkan siswanya.

“Hati-hati dengan ungkapan bahasa Inggris, ‘Just follow your passion’. Anak SMP dibiarkan mengikutipassion-nya, ya mereka akan ikut yang menyenangkan saja. Ingat, bahasa inggris itu sarat dengan kultur. Dan kulturnya sarat dengan peradaban Barat,” tandasnya.

Penulis Ain Nurwindasari Editor Mohammad Nurfatoni
Berita ini mengalami revisi pada Jumat (14/7/2023) pukul 19.50 WIB

 

Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah

Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif

PWMU.CO – Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur mengadakan Sharing Session dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (14/7/2023.)

Dalam acara yang digelar di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Fiqih Risalah MA PhD—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—mengatakan mengawali tahun pelajaran 2023-2023 dengan semangat baru.

“Mari kita bersama-sama memperbarui etika dalam bekerja. Ini harus ditata kembali sehingga dalam bekerja benar-benar bisa meraih tujuan terbaik,” katanya di hadapan guru dan karyawan Spemdalas.

Dia menuturkan, kita bekerja bukan untuk Muhammadiyah tetapi bekerja untuk Allah untuk Muhammadiyah. “Ha ini yang harus digarisbawahi,” tekannya.

Bekerja, lanjutnya, itu tanggung jawabnya secara spiritual kepala Allah bukan pada yang lain sedangkan tanggung jawab sosialnya kepala atasan. “Kalau tanggung jawab spiritual itu bisa lepas. Maka tanggung jawab ini harus ditanamkan dengan kuat,” jelasnya.

Dia menuturkan, tidak ada yang superior di mata Allah, kalau superior hanya ditingkatan manusia itu hanya jabatan atau gelar akademik saja.

Loyalitas Bukan pada Atasan

Fiqih Risalah menjelaskan kita bekerja di Spemdalas itu untuk membesarkan Muhammadiyah untuk mencari ridha Allah. “Ini poin pertama yang harus kedepankan,” katanya.

Kedua, loyalitas kita tidak pada atasan tetapi pada kebenaran. Ini yang menilai adalah Allah SWT. Ketika pimpinan benar harus dilaksanakan. Kalau pimpinan salah harus diarahkan dengan perkatanaan yang baik.

“Ketiga tujuan hidup kita harus sama, yaitu ditugaskan mengenal kembali siapa yang menciptakan yaitu Allah,” tambahnya.

Guru karyawan dengan tugas yang berbeda, tujuannya satu yaitu mengenal siapa yang menciptakan. “Kalau tidak kenal, maka akan tergoda dengan dunia nyata,” tuturnya.

Keempat, menanamkan kejujuran (shidiq), dipercaya (amanah), cerdas (fathanah), dan menyampaikan (tabligh). “Kalau anak harus jujur, maka kita harus jujur duluan. Kalau anak harus amanah, cerdas, dan pitar berkomunikasi, maka guru harus bisa dipercaya, cerdas, dan komunikasinya,” ungkapnya.

Dia mengajak, ini yang harus kita tingkatkan dan ditingkatkan terus. Guru harus menjadi role models bagi siswa sehingga teladan yang kita berikan bisa dicontoh oleh siswa. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

 

https://pwmu.co/304665/07/14/kita-bekerja-bukan-untuk-muhammadiyah-tetapi-untuk-allah/2/

Guru ICP Spemdalas Mengikuti Micro Teaching

Guru ICP Spemdalas Mengikuti Micro Teaching, liputan kontributor PCM GKB Gresik Ichwan Arif

PCM GKB– Guru International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti micro teaching, Kamis (13/7/2023).

Koordinator ICP Wiwik Indrawati SPd mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk persiapan awal sebelum memulai tahun pelajaran 2023-2024.

“Ini adalah salah satu bentuk persiapan awal dari sekolah, khususnya untuk guru ICP dalam praktik pembelajaran untuk siswa ICP nantinya,” katanya.

Dia menuturkan, micro teaching (pengajaran mikro) ini ini diikuti 9 guru ICP di kelas VII-IX yang mengajar mata pelajaran English, Mathematic, Biology, dan Physics. Untuk materi, lanjutnya, sesuai dengan pembelajaran pada mapel yang diampu.

“Model pembelajaran ini salah satu model pelatihan praktik mengajar dalam lingkup terbatas (mikro) untuk mengembangkan keterampilan dasar mengajar (base teaching skill),” jelasnya.

Dalam micro teaching ini, lanjutnya, guru ICP mengajar di hadapan guru ICP yang lain. Selain itu, sekolah juga menghadirkan dosen Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Riska Widiyanita Batubara SHum MPd untuk bisa memantau dan memberikan masukan terkait pembelajaran yang sudah dilakukan.  

Skill Guru

Wiwik Indrawati menjelaskan tujuan dari kegiatan micro teaching ini adalah untuk meningkatkan skill guru dalam pembelajaran di kelas ICP, terutama menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran.

“Kami ingin kemampuan ini terus meningkat sehingga materi yang diberikan ke siswa benar-benar bisa tersampaikan dengan baik, terutama cara berkomunikasi bahasa Inggrisnya di hadapan siswa,” katanya.

Penekanan dalam kegiatan ini, sambungnya, terdapat pada 2 hal, yakni learning materials dan learning media.

Guru ICP kelas IX Fitriyatus Sa’adah SPd mengungkapkan micro teaching ini merupakan penyegaran awal bagi guru ICP sebelum memulai mengajar real dengan siswa pada tahun ajaran ini.

“Memang mengajar adalah tugas keseharian kami, tetapi dengan micro teaching ini kami bisa mempersiapkan diri yang terbaik dari segi persiapan materi, media belajar, dan persiapan-persiapan yang lainnya,” tuturnya.

Selain itu, katanya, guru ICP juga bisa bersiap mengasah kemampuan bahasa Inggris yang akan digunakan untuk berkomunikasi di kelas ICP. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni.

 

Spemdalas Sosialisasi Program Mahad ke Orang Tua Santri

Spemdalas Sosialisasi Program Mahad ke Orang Tua Santri, liputan kontributor PPCM GKB Gresik Fitri Wulandari

PCM GKB – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengadakan sosialisasi program Mahad Al-Ashr di Andalusia Hall, Rabu (12/7/2023).

Kepala Spemdalas Fony Libriastuti MSi mengatakan acara sosialisasi ini adalah bentuk dari sinergitas antara sekolah, wali siswa, dan siswa.

“Program Mahad Al-Ashr adalah layanan pendidikan yang disiapkan Spemdalas untuk mewadahi kebutuhan wali siswa yang ingin menempatkan putra-putrinya di asrama atau boarding sekolah,” ujarnya di hadapan wali siswa kelas VII tahun ajaran 2023-2024 yang putra-putrinya masuk di Mahad Al-Ashr.

Dia menyampaikan, salah satu wujud sinergi tesebut adalah komunikasi antarpersonal dengan sekolah yang diharapkan menjadi kunci pokok dalam kesuksesan siswa mahad.

“Tidak hanya siswa, wali siswa juga dapat menyampaikan hal-hal apapun kepada musyrif atau musyrifah sebagai orangtua kedua. Dengan komunikasi tersebut, akan menghasilkan siswa mahad yang berprestasi,” imbuhnya.

Kelebihan siswa yang tinggal di mahad adalah kesempatan untuk mendapatkan bimbingan selama hampir 24 jam dari guru Spemdalas. Bimbingan yang intens tersebut, lanjutnya, tentunya berimplikasi pada terbentuknya pribadi yang shaleh shalihah sehingga pada gilirannya akan menghasilkan siswa yang berprestasi.

“Seperti diketahui dari sekolah-sekolah besar dengan jumlah santri yang banyak, kebanyakan dari siswa yang berprestasi adalah siswa boarding. Hal ini tentu terkait dengan pembinaan yang intens yang diterima siswa,” jelasnya.

Dengan semangat inilah, sambungnya, Mahad Al-Ashr menjadi tempat mengasah tidak hanya kecerdasan akademik. Kemampuan pengembangan diri serta ketrampilan Al Islam tiap siswa dapat digali dan dimunculkan dari tiap siswa.

Siswa Mahad Tidak Gaptek

Wakil Kepala Spemdalas bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter (PPK) Rohmawati MPd dalam kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya keikhlasan dari wali siswa.

Dia mengutip hadist yang diriwayatkan HR Bukhari, Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati. “Dengan keikhlasan orangtua akan menghasilkan siswa yang shaleh shalihah,” harapnya.

Dia menuturkan, tahun ini adalah angkatan kedua Mahad Al-Ashr. “Alhamdulillah tahun ini jumlah santri Mahad Al-Ashr naik dua kali lipat. Total ada 34 santri yang terbagi atas 20 santriwati dan 14 santriwan,” tambahnya.

Mereka, katanya, akan tinggal di lokasi yang berbeda. Lokasi Mahad putra terletak di Jalan Magetan No 58 GKB sedangkan Mahad putri di Jalan Madiun III No 28 GKB.

Kompetensi Lulusan

Rohmawati menyampaikan kompetensi lulusan santri mahad, pertama santri mahad diharapkan mampu hafidh 5 Juz al-Quran, yaitu juz 30, 29, 28, 27, dan 1.

“Kedua, santri mahad mampu membaca kitab Riyadhus Sholihin, Hadits Arbai’in, dan juga Taysirul Alam,” katanya.

Ketiga, santri juga menjadi siswa yang berprestasi dalam bidang akademik, Al Islam, dan Pengembangan Diri. Mereka juga diharapkan mampu menjadi imam dan khotib shalat Jumat. Yang menjadi fokus juga adalah santri mahad nantinya akan menjadi kader Muhammadiyah yang militan.

“Kompetensi tersebut tentunya diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahun dan teknologi yang makin berkembang. Untuk itu, kami juga memberikan waktu khusus untuk santri untuk dapat menggunakan gawainya. Tentunya dalam pengawasan musyrif atau musyrifahnya,” jelasnya.

Dia menuturkan, sebagai program pengenalan, santri baru akan mengikuti Orientasi Santri Mahad Al-Ashr (OMAS). ”Program ini akan menjadi wadah santri untuk mengenal lingkungan dan sesama santri agar terbentuk kebersamaan sebagai keluarga Mahad Al-Ashr,” jelasnya. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

Spemdalas Baksos Idul Adha di Empat Dusun Ini

Spemdalas Baksos Idul Adha di Empat Dusun Ini, liputan kontributor PCM GKB Gresik Ichwan Arif

PCM GKB–  SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengadakan Bakti Sosial (Baksos) Idul Adha di empat dusun di Kecamatan Benjeng Gresik, Jawa Timur, Jumat (30/6/2023).

Ketua Panitia Baksos Mohammad Nurhasan SPd menjelaskan kegiatan Baksos kali ini sasarannya berada di 3 dusun, yaitu Dusun Rayong, Nyanyat, Bulurejo, dan Karangan.

“Dusun Rayong, Nyanyat, dan Bulurejo tersebut berada di dekat SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, sedangkan Dusun Karangan letaknya lumayan jauh, sekitar 10 kilometer dari lokasi sekolah,” kata Koordinator Pembiasaan Kelas VII dan VIII ini.

Dia menuturkan dalam baksos ini ada 4 sapi yang disembelih di lokasi SMP Muhammadiyah 8 Benjeng. Penyembelihan dan pemotongan dilakukan oleh panitia yang sudah disiapkan oleh SMP Muhammadiyah 8 Benjeng.

“Panitia tersebut terdiri dari masyarakat sekitar, guru dan karyawan, serta Pemuda Muhammadiyah Benjeng. Alhamdulillah kegiatan penyembelihan, pemotongan daging, dan pembungkusan berjalan lacar sesuai dengan yang sudah direncanakan,” katanya, Sabtu (1/7/2023).

Berkurban Bersama untuk Sesama

Mohammad Nurhasan menjelaskan kegiatan Baksos tahun ini mengangkat tema Berkurban Bersama untuk Sesama. Dalam kegiatan ini, Spemdalas mengajak 7 siswa dan 6 guru pendamping.

“Dengan diadakannya Baksos ini lebih menitikberatkan pada pembelajaran karakter sosial siswa. Mereka diajak secara langsung untuk melakukan proses pemotongan daging, penimbangan, pembungkusan, dan distribusi daging ke warga sekitar,” tuturnya.

Berkurban Bersama untuk Sesama yang dijadikan tema, lanjutnya, memiliki tujuan adalah bagaimana mereka belajar karakter sosial dengan cara membagikan daging kurban ke warga. Dengan model ini, sambungnya, mereka akan bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

“Siswa langsung bisa belajar di lingkungan sekitar melalui baksos ini. Mereka tidak menjadi penonton, tetapi mereka langsung bisa praktik. Meskipun hanya sebatas memotong daging, menimbang, membungkusi, dan menyerahkan daging kurban, tetapi proses ini adalah pengalaman yang bisa diambil,” jelasnya.

Semoga, tekannya, siswa memperoleh nilai pembelajaran dari proses baksos yang sudah diikuti ini. (*)

Editor Muhammad Nurfatoni.

 

Spemdalas Hadirkan Alumni di Acara Talkshow Wisuda

Spemdalas Hadirkan Alumni di Acara Talkshow Wisuda, liputan kontributor PCM GKB Gresik Anis Shofatun

PCM GKB – Alumni Talkshow mengisi acara Wisuda Angkatan XX SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Ahad (18/6/2023).

Kegiatan yang digelar di Aston Hotel Jl Sumatra No 1-5 Gresik Kota Baru (GKB) Kebomas Gresik ini menghadirkan 5 alumni Spemdalas. Yakni Aditya Yudha Utama SST, dr Amelia Rahmah Kartika, Ristaq Hamida Hanisia MSi, Selma Ayu Desearsa SPsi, dan Adi Amar Haikal Husin.

“Kami menghadirkan 5 alumni beda era yang sukses mengembangkan passion-nya, di Wisuda dan Milad Spemdalas kali ini,” jelas Koordinator Networking Haifa Marta SPd.

Lima alumni ini sengaja dihadirkan untuk memberikan inspirasi kepada 205 wisudawan. Talkshow ini dipandu langsung oleh Master of Ceremony (MC) Hamida SPd.

Setelah memanggil satu persatu untuk naik panggung, Hamida meminta 5 alumni bergantian memperkenalkan diri dan menceritakan pengalaman berharganya selama belajar di Spemdalas.

“Dulu paling asyik kalau main bola sama guru-gurunya, khususnya bola basket guru itulah ya pelatih kami,” kenang Adit yang masuk tim Basket Spemdalas.

“Kami belum punya pelatih khusus seperti yang dimiliki Spemdalas saat ini he..he..,” lanjutnya. 

“Nah itu, lapanganya tak seindah sekarang begitupula gedungnya. Dulu ada banyak lapangan, kami begitu asyik bermain bola bersama teman-teman dan guru. Kami hanya berjumlah 56 siswa kala itu sehingga sangat akrab dengan semua guru,” lanjut alumni yang saat ini bekerja di PT Pelindo Surabaya ini.

“Waah ternyata cikal bakal basket sejak awal sudah Ada ya. Bahkan sekarang sudah punya Spemdalas Basketball Academy lho.. Kereen ya,” kata Hamida diikuti tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Pengalaman Berkesan

Pengalaman berkesan juga diceritakan Amelia Rahma Kartika. Alumni ke-7 Spemdalas ini menyampaikan keterampilan menulis yang dia dapatkan menjadi bekal penting baginya di bangku perkuliahan hingga saat ini menempuh pendidikan dokter spesialis.

“Saya dulu pemain teater dan juga terlibat dalam lomba Jurnalis Deteksi Jawa Pos. Keterampilan tulis menulis ini menjadi bekal penting terutama di bangku perkuliahan,” urainya.

“Bahkan hal yang sulit terlupa saat lolos final di Jakarta dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR). Kami didamping dan bersaing ketat kala itu,” kenangnya.

“Maka untuk adik-adik sekalian terus bekali diri kalian tidak hanya dengan kompetensi akademik tapi juga keterampilan nonakademik lainnya,” pesannya kepada seluruh wisudawan.

Lain halnya dengan Selma Ayu Desearsa. Alumni ke-13 ini dulunya aktif mengembangkan diri dengan terlibat dalam organisasi IPM dan bermain teater. Selma mengaku sejak di Spemdalas sudah muncul passion sebagai seorang entertainment dan juga entrepreneurship.

“Aku sejak SMP itu suka dengan dunia make up dan sudah mulai jualan baju,” jelas Owner Sheriz Beauty yang sudah tersebar di seluruh Indonesia ini.

Dia juga bersyukur karena diberikan pengalaman tampil didepan melalui teater dan musikalisasi puisi. “Jadi rasa percaya diri itu penting dibangun,” tuturnya menguatkan.

Penghafal al-Quran

Wisuda dengan tema Be Succes with Your Passion ini juga menghadirkan seorang penghafal al-Quran 30 Juz yakni Adi Amar Haikal Husin. Alumni Spemdalas ke-15 ini menceritakan kisahnya menjadi seorang hafidh dan imam tetap sejumlah masjid ini.

“Awalnya cita-cita saya pingin jadi penyanyi, tertarik saat melihat Indonesia Idol,” ucapnya mengawali ceritanya.

“Saat Spemdalas menerima tamu dari Malaysia saya diminta tampil untuk mengaji oleh guru,” katanya.

Pembiasaan tadarus pagi dan setoran tahfidh sudah biasa dilakukan di Spemdalas. Hanya saja dia merasa tidak cukup mengandalkan program dari sekolah. Perlu memiliki kesadaran diri menambah waktu di luar yang diprogramkan sekolah.

“Nah saat mengikuti tes ternyata bacaan saya amburadul hanya iramanya saja yang bagus,” jelasnya.

Hal ini pun dia rasakan berlanjut saat mengikuti tes masuk di SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik. Dia juga masih mengalami hal yang sama kemampuan baca al-Qurannya yang masih banyak butuh pembenaran.

“Irama ngajinya sudah bagus, tapi makharijul huruf dan tajwidnya masih kurang pas,” ucapnya menirukan gurunya.

Akhirnya di Smamio dia dilatih terus menerus dengan menambah jam belajar sepulang sekolah pukul 16.00-17.00 Wib dengan didampingi guru Ismuba Siswanto SPdI dan Hudzaifaturahman SPdI.

Selain itu, mahasiswa Tafsir Al-Quran Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya ini juga terus berlatih secara mandiri dengan mendapat support juga dari orangtua. Melalui murattal di YouTube ataupun menyetelnya di mobil maupun rumah.

Di akhir sesi, Adi Amar berpesan kepada seluruh wisudawan dan undangan yang hadir untuk terus berpegang teguh dalamengamalkan shalat dan membaca al-Quran.

“Apapun profesi kita dokter, atlet, guru, mahasiswa, arsitek ataupun yang lainnya jangan pernah tinggalkan shalat dan juga al-Quran,” pesannya.

“Tidak harus dengan menghafalnya tapi merutinkan tadarus dan membacanya setiap hari,” lanjutnya.

Pesan lain disampaikan oleh alumni Spemdalas angkatan ke-7 Ristaq Hamida Hanisia SSi MPd. Lulusan Bioteknologi Institute Teknologi Bandung (ITB) yang juga menjadi guru Biologi Smamio ini berpesan pentingnya kemandirian dalam menjalani hidup.

“Ada kalanya suatu ketika kita hidup dengan tanpa orang lain.  Kita melangkah untuk diri sendiri. Maka jangan menunggu perintah untuk menjalankan semua kehidupan ini. Perlahan sadarkan diri untuk memulai dan yakini bahwa kalian bisa,” pesannya kepada seluruh wisudawan.

Kegiatan Alumni Talkshow diakhiri dengan pemberian cindramata oleh Kepala Spemdalas Fony Libriastuty MSi. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

Spemdalas Adalah Rumah Kedua Anak Kami

Spemdalas Adalah Rumah Kedua Anak Kami, liputan kontributor PCM GKB Gresik Fitri Wulandari

PCM GKB – Spemdalas adalah rumah kedua bagi putra-putri kami disampaikan orangtua siswa kelas IX Prananda Ahyan Yunansyah, Nanik Ernaini SE saat Wisuda SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Ahad (18/6/2023).

Di Wisuda XX yang diselenggarakan di Ballroom Aston Inn Jalan Jawa No 1-5 GKB Gresik ini, dia menyampaikan di Spemdalas, anak-anak kami diajarkan tidak hanya penguasaan pengetahuan, namun juga pendidikan karakter terbaik sebagai bekal hidupnya nanti.

“Pendidikan karakter yang diberikan Spemdalas kepada putra-putri kami sangat berguna untuk menjalani proses pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat nanti. Pendidikan karakter ini juga yang bisa dijadikan sebagai arahan dalam menjalani studinya kelak,” jelasnya.

Dia menuturkan, mewakili wali siswa wisudawan Spemdalas, kami mohon doa terbaik dari guru bagi kesuksesan wisudawan yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi

Semoga, harapnya, di jenjang pendidikan selanjutnya anak-anak kami diberikan Allah SWT kemudahan dan kelancaran dalam menapaki jalan menuju masa depan dengan baik. “Putra-putri kami dapat mencapai cita-cita yang diimpikan dan yang diinginkan,” ungkapnya.

Di acara ini, dia juga berpesan pada 205 wisudawan, pembiasaan karakter yang berfokus pada shalat tepat waktu, murajaah al-Quran, kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, dan saling menghargai harus selalu tercermin dalam pribadi kalian semua.

“Nilai karakter tersebut harus dipegang dijalankan dalam kehidupan keseharian,” ungkapnya.

Ucapan Terima Kasih

Nanik Ernaini menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas selesainya masa studi bagi wisudawan angkatan XX Spemdalas. “Selamat dan sukses tak lupa disampaikan untuk 205 wisudawan-wisudawati yang hari ini akan dikukuhkan hari ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga memberikan apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Kepala Sekolah dan seluruh pengajar Spemdalas atas pelayanan pendidikan terbaik yang didapatkan anak-anak kami selama 3 tahun masa studinya.

“Semoga Allah SWT memberikan pahala dan surga kepada ustadz-ustadzah,” doanya. (*)

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

 

PCM GKB Gresik Sebar Semangat Realisasikan Amanah Musycab

PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB) Gresik Jawa Timur sosialisasi kebijakan strategis sebagai wujud upaya percepatan pengembangan di SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Sabtu (27/5/2023).

Setelah menggelar silaturahmi dengan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) dan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Masjid Attaqwa Spemdalas, jajaran PCM GKB melanjutkan roadshow-nya di depan guru dan karyawan Smamio dan SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School).

Dalam opening speechnya Ketua PCM GKB dr Umar Nur Rachman SpPD menjelaskan jajaran PCM mengedepankan pelaksanaan kegiatan organisasi Muhammadiyah tanpa ada paksaan dan tekanan.

“Hal ini merupakan wujud realisasi amanah para musyawirin dan warga Muhammadiyah GKB yang telah memilih saat Musycab lalu,” ujarnya.

Dia menuturkan, semangat yang dibangun oleh jajaran PCM periode ini adalah kolektif kolegial. Kita tidak perlu saling menjatuhkan, kalau ada permasalahan disampaikan saja, tidak perlu takut.

“Kita selesaikan bersama-sama. Jadi apapun keputusan dari suatu pembahasan diputuskan bersama,” jelasnya.

Struktur Organisasi

Sekretaris PCM GKB Ir Sugeng MM menjelaskan struktur organisasi dan garis koordinasi dari setiap bidang.

Termasuk dibentuknya dua lembaga baru yaitu Lembaga Pengawasan Keuangan (LPK) yang dikomandani oleh Muhammad Asif SE, serta Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di bawah pengawasan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikomandani Isa Iskandar SSi MPd.

Dalam paparannya, Sugeng menyebutkan perlu ada pengawasan terkait dana yang dikelola dari seluruh amal usaha milik GKB seperti 4 sekolah, Logmart GKB, serta koperasi.

Wakil Ketua yang membawai bidang Ekonomi Umaya Tahek menambahkan PCM GKB terutama Majelis bidang ekonomi berharap agar guru tetap berbelanja di Logmart.

“Walaupun sekarang kami tidak memberlakukan voucher, tapi kami berharap agar bapak ibu guru dan keluarga bisa membesarkan logmart ini.”

Guru Smamio Dwanda Putra SPd dalam kesemoatan tersebut juga mengusulkan adanya penggunaan teknologi seperti dompet digital sebagai pengganti voucher Logmart agar bisa mengurangi sampah kertas

Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/296978/05/28/pcm-gkb-gresik-sebar-semangat-realisasikan-amanah-musycab/