Komentar Dinonaktifkan pada Hujan dan Bencana Alam Dahsyat
2 Min Read
Novel berjudul Hujan karya Tere Liye
Hubungan Lail dan Esok merenggang sejak dia diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan. Hubungan mereka pun naik turun.
Penulis Niratuain Praba Kinasih, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Novel berjudul Hujan karya Tere Liye menceritakan bencana alam dahsyat. Berawal dari bencana alam dahsyat yang membumihanguskan seluruh kota dan menewaskan sang ibu dari Lail sehingga dia pada saat itu bertemu dengan Esok.
Di mana mereka sempat hidup di pengungsian bersama, namun setelah beberapa saat terpisah di karenakan Esok diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan.
Hubungan mereka sempat renggang, Esok sering kali tidak bisa dihubungi dikarenakan kesibukannya terhadap proyek besar-besarannya. Dan Lail yang menyibukkan diri dengan kegiatan sosialnya. Hingga pada suatu saat proyek kapal tersebut telah usai dan sebagian manusia akan sementara berada di kapal tersebut hingga keadaan bumi membaik.
Lail mengira bahwa Esok akan meninggalkannya dan akan menikah dengan perempuan lain sehingga Lail memutuskan untuk menghilangkan sebagian ingatan pahitnya tersebut. Pada saat tersebut Esok marah sejadi-jadinya, ia merasa bersalah sekaligus sedih.
Esok mengamuk di depan ruangan rumah sakit yang dihadiri oleh Lail untuk menghapus ingatan, namun pada saat Lail keluar dari ruangan tersebut ia tidak melupakan ingatannya tentang Esok ia akhirnya memutuskan untuk memeluk semua kenangan pahit tersebut.
Maryam sebagai teman seperjuangan Lail ikut bersedih dan merasa lega pada saat Lail akhirnya mengikhlaskan kenangan pahit tersebut, ia yang menyaksikan kisah cinta Esok dan juga Lail dari awal sampai akhir ikut merasa bahagia saat kedua sejoli itu dapat bersama lagi dan berakhir menikah sembari menunggu bumi hancur.
Dalam buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini menggunakan alur campuran, maju dan mundur. Buku Bagus sekali. Saya memberi rating 10/10 karena buku ini benar-benar mengajarkan tentang persahabatan, cinta, pengorbanan, dan keluarga.
Seluruh emosi dipadukan di buku ini. Buku ini juga memiliki ending yang cocok dan baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Laboratorium Angker dan Hantu Berkeliaran
2 Min Read
Buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia
Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut. Dia pun terus mencari keberadaan hantu itu.
Penulis Muhammad Alan Herinda, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia ini dikisahkan seorang anak bernama Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut.
Dia pun mengajak teman-temannya yang bernama Kiki, Putra, dan Karima. Mereka berempat mencari kalau agar hantu itu terungkap. Satu persatu teror menimpa mereka berempat. Tapi ternyata, hantu tersebut tidak lain adalah guru IPA nya sendiri yang menakut-nakuti.
Buku yang diterbitkan Dar! Mizan tahun 2017 ini memiliki keunggulan tidak hanya menampilkan cerita saja, tetapi ditambahkan komik juga di dalamnya. Menurut saya itu adalah ide yang kreatif. Karena pembaca tidak akan bosan dengan tulisan dan paragraf semata.
Namun juga ada unsur gambar yang membantu menggambarkan suasana dan latar yang diceritakan. Selain itu, buku ini juga menyajikan berbagai plot cerita yang alurnya susah ditebak. Memberikan keseruan dan keunikan tersendiri bagi pembaca.
Di balik keunggulan, ada sisi kekurangannya. Sepanjang saya membaca buku ini, warna hitam tulisannya kurang menyala. Sehingga, beberapa kata susah sekali untuk dilihat. Ada juga beberapa teks percakapan dalam komik yang terpotong dengan batas halaman sehingga mengganggu pembaca dalam menikmati buku.
Cerita menggunakan alur maju ini terdapat latar cemas, takut, dan penasaran. Tokoh utama Karin dan dibantu oleh figuran Kiki, Karima, Putra, Bu Henni, Pak Aryo, Pak Gono, Bu Erika, Dara. Selamat membaca! (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Student Hidjo dan Deskripsi Kehidupan Keluarga Ningrat
2 Min Read
Buku berjudul karya Mas Marco Kartodikromo
Atas perintah ayahnya, Hidjo melanjutkan studinya di Belanda untuk meningkatkan derajat keluarga. Di sana, dia jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje.
Penulis Athallah Rafif Isani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo bercerita tentang R.M. Hidjo yang melanjutkan sekolah di Belanda karena perintah ayahnya agar dapat mengangkat derajat keluarganya.
Lalu setelah di Belanda, Hidjo jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje. Di Djarak, keluarga R.M. Hidjo dan keluarga Regent (Bupati) Djarak sepakat menjodohkan antara R.M. Hidjo dengan R.A. Woengoe dan R.M. Wardojo dengan R.A. Biroe.
Setelah itu R.M. Hidjo disuruh ayahnya untuk pulang ke Surakarta. Lalu R.M. Hidjo memutus cintanya dengan Betje dan pulang ke Surakarta. Dua tahun kemudian, kedua pasangan itu hidup bahagia dan R.M. Hidjo menjadi jaksa di Djarak, serta R.M. Wardojo menjadi bupati di Djarak.
Buku yang mengambil latar zaman kolonial atau Hindia Belanda dan Nederland (Belanda) ini, meskipun buku ini bersifat fiksi, namun bisa menggambarkan dengan jelas kehidupan keluarga ningrat pada zaman Hindia Belanda terutama, saudagar dan bupati pada zaman itu. pada buku ini pula kita bisa melihat gambaran interaksi orang pribumi dan orang belanda.
Namun buku ini juga memiliki kekurangan, yakni penggunaan diksi melayu dan banyak menggunakan istilah-istilah pada zaman kolonial sehingga pembaca harus memahami istilah-istilah itu dengan ekstra agar dapat benar-benar memahami isi buku tersebut.
Menggunakan alur maju, buku ini diperankan oleh R.M. Hidjo, R.M. Wardojo, R.A. Biroe, R.A. Woengoe, R. Potronojo (Ayah Hidjo), R.N. Potronojo (Ibu Hidjo), Regent (Bupati) Djarak, dkk. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Putri Portobello dan Karakter Pantang Menyerah
1 Min Read
Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins
Nesta tidak bisa mengimbangi kehidupan Simon dari keluarga superkaya dan pergaulan kelas atasnya. Dia pun pantang menyerah. Dia ingin membuat kagum semua orang.
Penulis Calista Sevina Ramadhani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins menceritakan akhir yang nesta bertemu dengan cowok yang sesuai dengan seleranya, tapi masalah ada aja.
Simon berasal dari keluarga superkaya dan terbiasa dengan pergaulan kelas atas- gaya hidup yang sulit diikuti Nesta. Ditambah lagi ada Cressida sang Putri Portobello sombong yang selalu menempel Simon.
Tapi Nesta tidak mau menyerah, dia bertekad membuat kagum dengan orang-orang gedongan itu walaupun harus berpisah dengan temen. Nesta berusaha sebisa mungkin.
Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka utama 2004 ini menurut saya bagus dan isi ceritanya cocok dengan selesa anak remaja. Keunggulan buku ini terletak pada ceritanya menarik karena menjelaskan tentang karakter pantang menyerah.
Di balik keunggulan, kelemahan buku ini terletak pada dialog antartokoh. Dialog antartokoh yang terdapat dalam buku yang ditokohkan Putri Portabello, Simon, Izzie, Lucy, Nesta, Cressida, dan Tony ini terlalu banyak. Terlalu panjang dialog ini yang bisa membikin pembaca kurang fokus pada isi yang disampaikan. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Berkelana di Dunia Sihirnya J.K. Rowling
2 Min Read
Buku Harry Potter dan Batu Bertuah karya J.K. Rowling
Berkat surat misterius yang dibawa burung hantu, Harry Potter seakan-akan menemukan dunia sihir. Dunia yang tidak pernah bisa dilupakan.
Penulis Amanda Farahdhia, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku Harry Potter dan Batu Bertuah karya J.K. Rowling menceritakan Harry Potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai jubah gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.
Selama ini, dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun.
Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman.
Tempat itu juga menggunakan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
Dalam buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, keunggulannya terletak pada cerita yang jelas. Secara keseluruhan buku ini cukup baik dan seru, serta saat membacanya kita akan merasa seperti masuk ke dalam dunia sihir dan tidak akan bisa berhenti membaca.
Buku ini cocok untuk semua kalangan pembaca. Penyampaian cerita pada buku ini sangat menarik pembaca dan sangat membuat penasaran. Tokoh yang ada di dalam buku ini pun diceritakan dengan baik dan detail. Buku ini dapat melatih otak untuk berimajinasi lebih dalam lagi untuk menggambarkan skenario yang disampaikan penulis.
Di balik keunggulan, buku ini juga memiliki kekurangan. Menurut saya, buku ini memiliki beberapa hal atau istilah istilah yang sedikit sulit dimengerti serta tidak terdapat penjelasan mengenai arti dari istilah istilah sulit tersebut. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada IPM Junio dan Komunitas SD Mugeb Dilantik
2 Min Read
PCM GKB – Momentum peringatan HUT Ke-79 Republik Indonesia menjadi momen spesial bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb). Upacara ditutup dengan pelantikan IPM Junio dan komunitas di sekolah ramah anak itu.
Sesudah upacara bendera, semua siswa kelas IV-VI duduk kembali untuk menyaksikan teman-temannya dilantik, Sabtu (17/8/24) pagi. Masih di lapangan timur, mereka berganti menghadap ke arah barat di mana ada panggung di sana.
Pelantikan dibuka oleh Pembawa Acara Nur Hakiky, M.Pd. Ketua Pimpinan Cabang IPM GKB Gresik melantik mereka. Selanjutnya, ada penyerahan SK dari Ketua Pimpinan Daerah IPM Gresik Muhammad Alail Qadri kepada Ketua IPM Junio SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Fatih Asyraff Putrahendri.
Pembina Organisasi Otonom (Ortom) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Ir. Daud Susanto turut hadir dan memberikan pengantar seusai para siswa resmi dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Ananda Asraf sebagai ketua IPM Junio dan para pimpinan komunitas yang lainnya,” ujarnya.
Momen ini mengingatkannya pada saat masih sekolah dulu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu). “Saya dulu juga di SMA pernah pegang IPM Cabang Gresik,” kenangnya.
“IPM adalah organisasi otonom yang dibentuk oleh Muhammadiyah dengan maksud membina dan membimbing warga Muhammadiyah atau masyarakat umum sesuai bidang kegiatannya dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Kalian ini di IPM bergerak di pelajar,” terangnya.
Tujuannya, kata Pak Daud, supaya menjadi manusia yang berislam sebenar-benarnya. “Terbentuknya pelajar muslim cakap berilmu juga terampil dan berakhlak mulia dalam rangka untuk mencapai tujuan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ia lantas mendoakan, “Semoga setelah ini nanti adik-adik IPM Junior akan lebih termotivasi untuk lebih giat belajar dan tidak lupa dengan berakhlak mulia. Seperti yang semboyan Mugeb, berakhlak mulia dan berprestasi!”
IPM Junio terdiri dari 10 siswa. Setelah dipanggilnya IPM Junio, komunitas lain pun dipanggil. Ada 20 Jurnalis Cilik, 27 anak sebagai Pamarsasi yang fokus pada kebersihan sekolah, 30 anak sebagai Pasukan Matahari (PASMA) untuk mendisiplinkan di tempat ibadah, dan 49 anak sebagai Petugas Keamanan Sekolah (PKS). Setiap IPM junio dan komunitasnya memakai rompi cokelat khusus. Tertulis di belakang rompi itu nama komunitas yang mereka ikuti. (*)
Penulis Nada Janeeta Permana Editor Sayyidah Nuriyah
Komentar Dinonaktifkan pada Membersamai Generasi Strawberry dan Durian
3 Min Read
Ilustrasi Generasi Strawberry. Foto: Shutterstock
Generasi strawberry dan generasi durian melekat pada diri remaja kita. Keduanya memiliki nilai plus dan minus. Bagaimana kita sebagai guru dan orang tua bisa membersamai mereka supaya potensinya lebih terasah?
PCM GKB – Setelah gen Z, generasi Milenial, dan generasi alpha, kini ada lagi istilah strawberry generation dan durian generation.
Kedua istilah ini tidak merujuk pada buah favorit dari sekelompok orang, melainkan merujuk pada mental dan perilaku sekelompok orang. Apa bedanya strawberry generation dan durian generation ini?
Istilah generasi strawberry pertama kali muncul di kalangan masyarakat Taiwan. Kelompok ini diberi nama strawberry generation adalah karena mentalnya yang lunak seperti buah strawberry.
Mental Strawberry generation tidak sekuat orangtuanya yang mampu menghadapi berbagai tekanan. Mereka lebih lembek dan mudah menyerah, bahkan sakit hati. Jika diberi tekanan berlebih, anak generasi strawberry akan hancur. Meski demikian, mereka sebenarnya cukup kreatif.
Beberapa ciri lain dari generasi ini adalah mudah putus asa, plin plan alias tidak bisa mengambil keputusan dengan mantap, egois, manja, enggan keluar dari zona nyaman, serta menginginkan kesuksesan yang instan.
Tidak sedikit juga anak generasi strawberry yang gemar mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri tanpa bantuan pihak profesional.
Penyebab utama dari lembeknya mental dari strawberry generation ini adalah pola asuh orang tuanya yang terlalu protektif dan menyediakan semua kebutuhan anaknya.
Kalau generasi strawberry datang dari Taiwan, maka generasi durian ini berasal dari Singapura. Generasi ini disebut-sebut lebih buruk daripada generasi strawberry. Perilaku negatif generasi durian adalah disebabkan karena pola asuh orang tua yang over protektif, terlalu memanjakan, dan selalu menjadi tameng anak ketika mereka melakukan kesalahan.
Bagaikan buah durian, generasi ini terlihat kuat. Padahal dalamnya lembek. Duri pada kulit durian sendiri merujuk pada orang tua generasi ini yang bertindak sebagai pelindung.
Jika anak generasi strawberry cenderung membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri, maka anak generasi durian justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya. Wajar saja kalau generasi durian dikatakan lebih buruk.
Beberapa ciri khas generasi durian adalah cenderung bersikap kasar, agresif, keinginannya harus cepat terpenuhi, arogan, dan egois.
Mereka juga tidak terbiasa untuk berusaha dalam segala bidang karena selalu mengandalkan bantuan orang tua. Selain itu, karena tumbuh di dunia serba digital dan internet, anak generasi durian juga sangat tergoda untuk menjadi viral di media sosial.
Generasi strawberry ditujukan kepada mereka yang lahir di atas tahun 1980 dan memiliki mental lembek. Sedangkan generasi durian ditujukan pada mereka yang lahir di antara tahun 1990 hingga 2000. Jika diambil simpulan, maka sebenarnya generasi durian dan strawberry ini berasal dari generasi milenial (istilah yang digunakan oleh media modern). Hanya saja perbedaannya yang sangat terlihat jelas ada pada kekuatan mental dan perilaku.
Mental generasi strawberry yang terlanjur lembek sebenarnya masih bisa diatasi. Tentunya dengan bantuan tenaga profesional di bidang psikologi. Generasi strawberry harus bangkit dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti.
Oleh karena istilah kedua generasi ini ditujukan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980-2000-an, maka gen Z juga berpotensi menjadi kedua generasi strawberry dan durian. Di sini peran orang tua sangat besar misalnya dengan mengubah pola asuh.
Di antaranya dengan tidak memanjakan anak, tidak memberi labeling negatif, tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri, serta mengajarkan anak untuk berlapang dada ketika menghadapi kegagalan.
Maka diharapkan kita dapat mencegah dan menekan angka pertumbuhan generasi strawberry dan generasi durian demi masa depan generasi yang lebih baik.
Membersamai Dua Generasi
Untuk menghindari menjadi bagian dari generasi strawberry, baik sebagai individu maupun sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Mengembangkan Ketahanan
Mengembangkan ketahanan emosional dan mental sangat penting. Ini melibatkan pembelajaran bagaimana cara menghadapi kegagalan, stres, dan tantangan dengan cara yang sehat.
2. Pelajari Keterampilan Hidup
Mengembangkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, memasak, dan mengurus keuangan sendiri adalah penting untuk menjadi mandiri.
3. Hadapi Tantangan
Menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan dan kepercayaan diri.
4. Pendidikan Karakter
Untuk orang tua, penting untuk memfokuskan pendidikan tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika kerja.
Lima cara orang tua untuk mencegah anak menjadi generasi durian yang bisa dilakukan, yaitu terapkan nilai kerja keras, bat aturan yang jelas, batasi sikap konsumtif, ajarkan anak agar suka berbagi, dan menjadi panutan yang baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
3 Min Read
Ilustrasi opini Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
Kemajuan teknologi internet munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni dikenal dengan sastra cyber. Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas
Opini oleh Yanita Intan Sariani, M.Pd., guru bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik
PCM GKB – Perkembangan karya sastra selalu identik dengan segala proses kreativitas. Kehadiran sastra cyber di Indonesia dipengaruhi oleh maraknya penggunaan teknologi internet yang saat ini tengah menjamur.
Sastra cyber atau sastra dunia maya dalam perkembangannya memunculkan polemik di dunia sastra. Polemik tersebut seputar definisi sastra itu. Ada mengatakan bahwa sastra cyber keluar dari normatif tentang sastra.
Ada juga yang menjelaskan bahwa sastra cyber menjadi hal baru akibat dari tuntutan perkembangan zaman, khususnya perkembangan teknologi. Munculnya polemik atas sastra cyber sebenarnya lebih didasarkan pada pandangan konservatif bahwa sastra adalah karya istimewa. Sastra adalah karya yang memiliki muatan khusus yang tidak sembarang dibuat.
Sastra cyber dapat didefinisikan sebagai sastra yang mencakup berbagai genre karya yang kemudian disampaikan melalui media elektronik. Biasanya berupa karya sastra bergenre puisi atau prosa.
Kemajuan teknologi internet memungkinkan munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni yang dikenal dengan sastra cyber. Sejak adanya teknologi informasi yang mampu menjadi wadah temuan-temuan baru itu sastra cyber mulai bermunculan di dunia literasi.
Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas. Kemajuan sastra cyber memungkinkan pengguna-pengguna komputer dan gawai untuk memanfaatkan media internet.
Kehadiran sastra cyber seperti dua sisi mata pisau yang bergantung dari perspektif penilaian. Peran sastra cyber dalam dunia kesusastraan Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata yakni sebagai media publikasi dan sarana berkreasi untuk mampu melahirkan karya sesuai dengan perubahan masyarakat pada saat itu.
Bahkan terkadang peranan ini menjadi karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh sastra dalam bentuk media cetak. Dinamika sosial yang berkembang di masyarakat disinyalir memengaruhi laju sastra cyber dengan cukup pesat.
Walaupun begitu tidak dapat diingkari perbandingan-perbandingan antara sastra cyber dengan sastra yang diterbitkan melalui media cetak juga mendapat sorotan yang cukup signifikan. Sastra yang diterbitkan melalui media cetak (sastra koran/majalah) dikatakan lebih bermutu daripada sastra yang diterbitkan melalui media elektronik (sastra cyber).
Hal ini disebabkan sastra koran hadir di hadapan pembaca melalui prosedur dan seleksi yang ketat, sedangkan sastra cyber sebaliknya. Sastra cyber hadir tanpa prosedur yang ketat. Karena itu, siapa pun dapat memublikasikan karya-karyanya secara leluasa untuk dinikmati oleh siapa saja dari belahan dunia mana pun tanpa memandang apakah dia seorang yang sudah dikenal atau seseorang yang namanya belum dikenal.
Dalam dunia cyber juga terdapat seleksi alam. Hanya karya berkualitas yang dapat bertahan lama, sementara sisanya akan terseleksi dengan sendirinya. Dari sudut logika maupun estetika, sastra cyber sebenarnya sungguh berbeda dengan sastra di media lain.
Contohnya di media cetak, sebuah karya dinilai terlebih dulu baru sampai ke pembaca, sementara pada media cyber karya sampai dulu ke pembaca baru kemudian dinilai. Logika dalam dunia cyber menciptakan keleluasaan lebih bagi para pembaca.
Jika di media cetak, selera pembaca ditentukan oleh redaktur karena redaktur (yang memutuskan karya apa yang akan dimuat), maka pada media cyber pembaca bebas menentukan seleranya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
2 Min Read
Ilutrasi opini Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
Prasangka kepada orang lain tidak hanya positif, hal negatif juga sering kita berikan. Prasangka ini bisa menjadi cermin bagi kita
Opini oleh Yudo Broto, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik
PCM GKB – Sering kita tidak sadar bahwa prasangka kita kepada orang lain itu adalah cermin pada diri kita apabila kita ada dalam posisi atau situasi yang sama dengannya.
Artinya, bahwa kita sering menaruh prasangka atau curiga ke orang lain, semisal tidak amanah apabila dipercaya. Itu tanpa disadari mungkin ada dalam dirinya juga sifat seperti itu sehingga tidak mudah percaya juga.
Bentuk prasangka sebenarnya tidak hanya yang negatif, tetapi juga positif juga. Bahwa dia akan selalu percaya kepada orang karena mereka menganggap orang lain akan jujur seperti dirinya.
Prasangka merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
Diantara ciri-ciri orang yang kerap berprasangka yaitu, selalu menghakimi orang dari segi keburukan, enggan melihat bukti dan fakta yang ada, berpikiran negatif terhadap segala sesuatu dan khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Outbound dan Kompetisi Cabor Warnai One Day Sports MGKB
2 Min Read
Outbound tekku tekmu dalam One Day Sport MGKB
PCM GKB – Outbound dan Kompetisi Cabang Olahraga (Cabor) warnai One Day Sports MGKB di Bumi Perkemahan Semen Indonesia berjalan seru, Senin (8/7/2024).
Dalam acara yang dilaksanakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur ini mengangkat tema Healthy, Energetic, and Fun.
Acara ini diikuti guru karyaan 4 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan di bawah naungan Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, yaitu SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School), SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School), SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik.
Dalam acara ini, ada kegiatan dalam bentuk outbound dan kompetisi cabang olah raga (cabor). Di sesi pertama bidang outbound, ada get the ball, save the light, shipwreck, dan tekmu Tekku. Di bidang kompetisi cabor ada tarik tambang putra, bola volly putra, badminton ganda putra, futsal putra.
Berikut keseruan yang terdokumentasi melalui foto.