Murid Baru Spemdalas Antusias Ikuti Edukasi Bijak Bermedia Sosial dari Polres Gresik

PCM GKB – Memasuki hari ketiga Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik membekali 275 murid baru kelas VII dengan literasi digital melalui materi Bijak Bermedia Sosial yang disampaikan oleh Kasi Humas Polres Gresik, Hepi Muslih Riza, S.H., M.H.
Kegiatan yang berlangsung di Hall Andalusia, Rabu (15/7/2026) tersebut menjadi salah satu sesi yang paling interaktif selama rangkaian Fortasi tahun ini.
Dalam pemaparannya, Hepi Muslih Riza mengajak para murid memahami bahwa media sosial bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkomunikasi, berkreasi, serta membangun jejaring positif.
Di balik berbagai manfaat tersebut, media sosial juga menyimpan berbagai risiko, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, penipuan daring, kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif.
“Karena itu, setiap pengguna harus mampu berpikir kritis, menyaring informasi sebelum membagikannya, menjaga etika dalam berkomunikasi, melindungi data pribadi, dan menggunakan media sosial secara bijak, aman, sopan, serta bertanggung jawab,” jelasnya.
Narasumber juga menjelaskan langkah-langkah menghadapi cyberbullying, mulai dari tidak membalas dengan emosi, menyimpan bukti, memblokir pelaku, hingga melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat dipercaya.
Pencegahan Perundungan
Penanggung jawab Fortasi Spemdalas 2026, Octaria Wahyuningtiyas, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan materi tersebut selaras dengan pedoman pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menempatkan literasi digital, etika bermedia sosial, serta pencegahan perundungan sebagai salah satu materi penting bagi peserta didik baru.
“Materi bijak bermedia sosial kami hadirkan karena merupakan salah satu materi utama dalam pedoman MPLS Ramah Tahun 2026. Harapannya, sejak hari pertama menjadi warga Spemdalas, murid sudah memiliki bekal karakter digital yang baik sehingga mampu memanfaatkan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, serta terhindar dari berbagai bentuk perundungan maupun kejahatan di dunia maya,” ujarnya.
Dia berharap materi yang diterima para murid tidak berhenti sebagai pengetahuan selama masa orientasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap seluruh murid baru Spemdalas mampu menjadi generasi digital yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap perundungan, mampu menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menggunakan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan hal-hal positif. Semoga nilai-nilai yang ditanamkan selama FORTASI menjadi bekal yang terus mereka pegang selama belajar di Spemdalas maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya.
Suasana penyampaian materi berlangsung hidup berkat keterlibatan aktif panitia Fortasi dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemdalas.
Ketua Panitia Pelaksana FORTASI 2026, Madinah Ammara Nahiza Oemar (IX Fez), bersama Sekretaris Kegiatan, Isnata Mumtaza (IX Hadramaut), mengungkapkan bahwa antusias murid baru terlihat sejak awal hingga akhir sesi.
“Alhamdulillah, pelaksanaan FORTASI hari ketiga berjalan dengan lancar. Kehadiran narasumber dari Polres Gresik membuat materi cyberbullying menjadi sangat menarik. Banyak murid kelas VII yang antusias mengajukan pertanyaan karena setiap pertanyaan mendapatkan reward berupa stiker yang ditempelkan pada selempang mereka. Di akhir kegiatan, jumlah stiker tersebut akan dikalkulasikan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka,” katanya.
Isnata menambahkan bahwa salah satu sesi yang paling berkesan adalah saat narasumber mengajak para murid mengenal layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110.
“Kami tidak menyangka anak-anak begitu antusias ketika diajak mencoba menghubungi layanan 110. Dari simulasi tersebut mereka mengetahui bahwa nomor itu dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, termasuk apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan maupun gangguan keamanan. Pengalaman praktik langsung seperti ini membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat oleh murid baru,” paparnya.
Era Digital
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 12 GKB, Ichwan Arif, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa materi tersebut akan ditindaklanjuti melalui berbagai kebijakan sekolah yang semakin mengedepankan keamanan dan keselamatan murid di era digital.
“Kami ingin memastikan bahwa perlindungan murid tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga di ruang digital,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, kami akan terus menguatkan kebijakan pembelajaran yang berpihak pada keamanan peserta didik, salah satunya dengan memastikan tidak ada penugasan sekolah yang mengharuskan murid mengekspos data pribadi, identitas, maupun informasi sensitif melalui akun media sosial pribadi mereka.
“Sekolah juga akan terus mengedukasi guru dan murid agar memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, sehingga ruang digital menjadi tempat yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang karakter mereka,” tegasnya. (*)
Penulis Dina Hanif Mufidah. Editor Ichwan Arif.
Eksplorasi konten lain dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.