Muhammadiyah Harga Mati

PCM GKB – Muhammadiyah Harga Mati hal itu diungkapkan Anggota Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MRKH, Sabtu (30/9/23).
Dalam materinya di kegiatan Sarasehan Pra-Musyawarah Cabang (Musycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Gresik Kota Baru (GKB) di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) Jalan Berlian VIII No 2 Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) Manyar Gresik dia tidak bisa digambarkan atau dideskripsikan dengan kata-kata saat di Muhammadiyah.
“Saya bermuhammadiyah terinspirasi dari kedua orang tua saya. Meski keduanya bukan pengurus Muhammadiyah dan hanya penggembira, kecintaan kami pada Muhammadiyah harga mati yang tidak mungkin bisa diganti dengan bendera lainnya meski kami bukan siapa-siapa di Muhammadiyah,” ungkapnya.
Dia menegaskan, dalam bermuhammadiyah jadilah kader yang tangguh dan jangan mudah mengeluh. Ain sapaan akrabnya memulai dengan menceritakan perjalanannya dalam di Muhammadiyah.
“Saya mulai aktif bermuhammadiyah saat aktif di Sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cerme, di sanalah saya terinspirasi oleh sosok ketua IPM yang tangguh,” ungkapnya.
Dia yang notabene pendiam dan pemalu, dulu saat usia sekitar 16-17 tahun belum berani untuk tampil di depan forum sehingga ketika melihat orang lain berani tampil. “Di sinlah saya terinspirasi,” ujar alumni angkatan pertama Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PP Muhammadiyah Putri.
Dia mengungkapkan, salah satu inspirator sdalam bermuhammadiyah adalah Bapak Alm Rukhin ayah kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Ulyatun Nikmah SPd. “Seluruh nasihatnya selalu mengena dihati saya,” terangnya
Ibu dua anak itu menjelaskan, dalam al-Quran surat Muhammad Ayat ketujuh dijelaskan, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
“Saat kita menolong agama Allah meski kondisi kita penuh keterbatasan, pasti akan Allah tolong bagaimanapun caranya!,” tegasnya.
Dia mengaku bersyukur karena selama ini selalu diberi pertolongan. “Salah satu contohnya melalui IPM saya mendapatkan beasiswa kuliah di perguruan tinggi,” ungkapnya dalam kegiatan bertema Militansi Kader Muhammadiyah GKB ini dihadiri oleh bakal calon PCPM dan PCNA GKB Gresik.
Ketika, sambungnya, melanjutkan pendidikan S2 di Malaysia bertemu dengan orang-orang yang luar bisa di Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRIA) yang militansinya tidak diragukan lagi. (*)
Penulis Waviq Amiqoh
Pemuda dan Nasyiah Didorong Memperluas Kiprahnya untuk Masyarakat

PCM GKB – Pemuda dan Nasyiah didorong memperluas kiprahnya untuk masyarakat dipesankan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik dr Umar Nur Rachman SpPD saat Sarasehan pra-Musyawarah Cabang (Pramusycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik.
Awalnya dr Umar menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia di bawah kepemimpinan Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrahman SThI dan Ketua PCNA GKB Irma Sonya Suryana SKom MSi. Dia lantas mengapresiasi semangat kader Pemuda dan Nasyiah GKB itu.
“Semangat-semangat, ya! Pemuda ini lantang. Tenaganya masih full. Kalau bapak-bapak agak loyo-loyo sedikit. Ini harus dijaga semangat teman-teman. Di usia masih muda memang vitalitas tinggi,” ujarnya.
Umar juga mengapresiasi para kader yang telah meluangkan waktu untuk berorganisasi di Pemuda dan Nasyiah. Padahal tentunya, sambung dr Umar, mereka juga berperan sebagai kepala keluarga dan ibu.
“Masih punya putra-putri usia sekolah sehingga memerlukan waktu untuk keluarga tapi ditinggalkan untuk menghadiri kegiatan ekstra ini,” imbuhnya.
Dokter Umar menyadari, mungkin berorganisasi ini akan menyita waktu. Maka dia mengajak, “Mari kita niatkan semata-mata untuk Allah SWT. Kalau kita merasa ini sebagai beban, keterpaksaan, kita niatkan, bismillah, kita hadir di sini dalam rangka beribadah kepada Allah melalui organisasi.”
Tanam Benih
Dokter Umar lantas mengisahkan awal mula Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah terbentuk. “Ini awalnya pemuda pemudi mengajar anak-anak mengaji. Lalu di Muhammadiyah waktu itu dibentuk organisasi,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata dr Umar, terbentuklah angkatan muda dengan nama bahasa Arab Nasyiatul Aisyiyah yang simbolnya padi. Dia kemudian menukil sebuah hadits, “Kalau besok kiamat, kalau ada benih, tanamlah!”
Jadi dr Umar mengimbau para kader untuk tetap “menanam” tunas kebaikan yang merupakan awal tumbuhnya pohon kehidupan. “Bukan tunas itu kita buang. Artinya, bagaimana kita menanam tunas-tunas itu, menanam kebaikan, apapun yang bisa kita kerjakan,” imbuhnya.
Dia menekankan, “Kita generasi muda itu tunas-tunas tadi! Menjadi padi, menghasilkan beras atau apa yang maksimal, dengan sebagai pemuda-pemudi. Maka kita bersama di sini untuk memaksimalkan potensi yang ada.”
Di hadapan 60 kader Pemuda dan Nasyiah yang hadir, dr Umar juga menyampaikan titipan pesan Wakil Sekretaris dan Pembina Organisasi Otonom (Ortom) PCM GKB Ir Daud Susanto yang juga hadir di sana. “Bagaimana organisasi ini lebih melibatkan kader-kader di luar AUM PCM GKB,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, dr Umar berpesan, “Jangan sampai kita hanya sibuk dengan organisasi kita sendiri. Kita upayakan bisa bermanfaat langsung ke masyarakat!”
Dia berharap, para kader ini mengadakan kegiatan yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung. “Di acara ini bisa dibahas program-program yang lebih bisa mengenalkan ke masyarakat sehingga masyarakat tertarik bergabung,” imbaunya, Sabtu (30/9/2023).
Sarasehan bertema Militansi Kader Muhammadiyah GKB ini diadakan di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Lokasinya Jalan Berlian VIII 2 PPS, Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Dua pemateri hadir pada pertemuan pagi itu. Ialah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Aditama SPdI dan anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MIRKH sebagai pemateri. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
PCM GKB – Pemuda dan Nasyiah didorong memperluas kiprahnya untuk masyarakat dipesankan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik dr Umar Nur Rachman SpPD saat Sarasehan pra-Musyawarah Cabang (Pramusycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik.
Awalnya dr Umar menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia di bawah kepemimpinan Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrahman SThI dan Ketua PCNA GKB Irma Sonya Suryana SKom MSi. Dia lantas mengapresiasi semangat kader Pemuda dan Nasyiah GKB itu.
“Semangat-semangat, ya! Pemuda ini lantang. Tenaganya masih full. Kalau bapak-bapak agak loyo-loyo sedikit. Ini harus dijaga semangat teman-teman. Di usia masih muda memang vitalitas tinggi,” ujarnya.
Umar juga mengapresiasi para kader yang telah meluangkan waktu untuk berorganisasi di Pemuda dan Nasyiah. Padahal tentunya, sambung dr Umar, mereka juga berperan sebagai kepala keluarga dan ibu.
“Masih punya putra-putri usia sekolah sehingga memerlukan waktu untuk keluarga tapi ditinggalkan untuk menghadiri kegiatan ekstra ini,” imbuhnya.
Dokter Umar menyadari, mungkin berorganisasi ini akan menyita waktu. Maka dia mengajak, “Mari kita niatkan semata-mata untuk Allah SWT. Kalau kita merasa ini sebagai beban, keterpaksaan, kita niatkan, bismillah, kita hadir di sini dalam rangka beribadah kepada Allah melalui organisasi.”
Tanam Benih
Dokter Umar lantas mengisahkan awal mula Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah terbentuk. “Ini awalnya pemuda pemudi mengajar anak-anak mengaji. Lalu di Muhammadiyah waktu itu dibentuk organisasi,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata dr Umar, terbentuklah angkatan muda dengan nama bahasa Arab Nasyiatul Aisyiyah yang simbolnya padi. Dia kemudian menukil sebuah hadits, “Kalau besok kiamat, kalau ada benih, tanamlah!”
Jadi dr Umar mengimbau para kader untuk tetap “menanam” tunas kebaikan yang merupakan awal tumbuhnya pohon kehidupan. “Bukan tunas itu kita buang. Artinya, bagaimana kita menanam tunas-tunas itu, menanam kebaikan, apapun yang bisa kita kerjakan,” imbuhnya.
Dia menekankan, “Kita generasi muda itu tunas-tunas tadi! Menjadi padi, menghasilkan beras atau apa yang maksimal, dengan sebagai pemuda-pemudi. Maka kita bersama di sini untuk memaksimalkan potensi yang ada.”
Di hadapan 60 kader Pemuda dan Nasyiah yang hadir, dr Umar juga menyampaikan titipan pesan Wakil Sekretaris dan Pembina Organisasi Otonom (Ortom) PCM GKB Ir Daud Susanto yang juga hadir di sana. “Bagaimana organisasi ini lebih melibatkan kader-kader di luar AUM PCM GKB,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, dr Umar berpesan, “Jangan sampai kita hanya sibuk dengan organisasi kita sendiri. Kita upayakan bisa bermanfaat langsung ke masyarakat!”
Dia berharap, para kader ini mengadakan kegiatan yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung. “Di acara ini bisa dibahas program-program yang lebih bisa mengenalkan ke masyarakat sehingga masyarakat tertarik bergabung,” imbaunya, Sabtu (30/9/2023).
Sarasehan bertema Militansi Kader Muhammadiyah GKB ini diadakan di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Lokasinya Jalan Berlian VIII 2 PPS, Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Dua pemateri hadir pada pertemuan pagi itu. Ialah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Aditama SPdI dan anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MIRKH sebagai pemateri. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Calon PCNA dan PCPM GKB Dirilis, Digaji Allah Langsung

PCM GKB – Calon PCNA GKB 2022-2026 dan PCPM GKB 2023-2027 dirilis, Sabtu (30/9/2023). Ini dilakukan pada Sarasehan Pramusycab Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah GKB di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik.
Menjelang berakhirnya kepemimpinan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) GKB 2016-2022, akan diadakan sidang pemilihan Anggota PCNA dan PCPM GKB 2022-2026. Ini diagendakan berlangsung pada Musyawarah Cabang (Musycab) II Pemuda dan Nasyiah GKB di SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio), Sabtu (7/10/2023).
Proses panjang telah panitia pemilihan (Panlih) lalui. Panlih Musycab NA GKB yang diketuai Irma Sonya Suryana SKom MSi dengan anggota Kaiisnawati SPd, drg Yayuk Susilawati, dan Ulyatun Nikmah SPd telah menjaring nama-nama bacalon PCNA GKB 2022-2026.
Sonya menerangkan, langkah ini dimulai dari panlih bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) GKB telah melakukan rapat bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik. Saat itu dihadiri Wakil Sekretaris dan Pembina Organisasi Otonom (Ortom) Ir Daud Susanto juga Sekretaris dan Konsolidasi Organisasi PCM GKB Ir Sugeng MM, Kamis (7/9/2023).
Penugasan AUM
Rapat tersebut menghasilkan keputusan semua kepala sekolah di amal usaha Muhammadiyah (AUM) GKB mendapat tugas mendukung kaderisasi semua ortom di bawah naungan PCM GKB.
“Pimpinan AUM adalah pembina kader-kader Ortom di AUM masing-masing. Sehingga ketika muncul nama bakal calon PCPM dan PCNA GKB, itu usulan AUM masing-masing,” imbuhnya.
Dari situlah Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrahman SThI maupun Ketua PCNA GKB Irma Sonya Suryana SKom MSi menyampaikan kepada Ketua PRPM, PRNA, dan kepala AUM GKB. “Agar memberikan rekomendasi nama-nama kader terbaik di bawahnya untuk dijadikan sebagai bakal calon Anggota PCPM 2023-2027 dan PCNA 2022-2026,” ungkapnya.
Setelah itu, panlih merekap bakal calon sampai 22 September 2023. Panlih lanjut menyebarkan surat pemberitahuan calon beserta formulir data diri ke seluruh bakal calon (bacalon), Sabtu (23/9/2023). Batas pengisian formulir data diri oleh seluruh calon ini jatuh pada Senin (25/9/2023).
Kata Sonya, surat tersebut bersifat pemberitahuan dan tidak ada formulir penawaran kesediaan bacalon. Semua bacalon harus bersedia sebab ini penugasan dari AUM masing-masing. Panlih akhirnya menetapkan dan merilis nama calon sementara disertai penguatan di Sarasehan.
Calon PCNA GKB
Berikut 25 calon Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah GKB periode 2022-2026.
- Nugra Heny Aprilia SPdI delegasi PCNA GKB unit kerja SDM 1 GKB
- Sayyidah Nuriyah SPsi delegasi PCNA GKB unit kerja SDM 1 GKB
- Khoiro Numsyah SPd delegasi PCNA GKB unit kerja SDM 2 GKB
- Jamilah SSi delegasi PCNA GKB unit kerja SMPM 12 GKB
- Rusdiah Arifaini SPd delegasi PCNA GKB unit kerja SMAM 10 GKB
- Erni Mafrudloh SPd delegasi PRNA GKB 1 unit kerja SDM 1 GKB
- Ilmi Zahiroh F. SFill delegasi PRNA GKB 1 unit kerja SDM 1 GKB
- Sri Ayu Lestari SPd delegasi PRNA GKB 1 unit kerja SDM 1 GKB
- Mi’dzinatud Diniyah SPd delegasi PRNA GKB 1 unit kerja SDM 1 GKB
- Firdah Vebriyanti SPd delegasi PRNA GKB 1 domisili Randuagung
- Oky Senja Prastica SPd delegasi PRNA GKB 2 unit kerja SMPM 12 GKB
- Eka Ayu Pradisca MPdI delegasi PRNA GKB 2 unit kerja SMPM 12 GKB
- Octaria Wahyu Ningtias SPd delegasi PRNA GKB 2 unit kerja SMPM 12 GKB
- Novi Nazilatur R SPd delegasi PRNA GKB 2 unit kerja SMPM 12 GKB
- Intan Wijaya SPd delegasi PRNA GKB 2 unit kerja Lazismu GKB
- Sani delegasi PRNA GKB 2 unit kerja Lazismu GKB
- Waviq Amiqoh MPdI delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SDM 2 GKB
- Anita Firlyando SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SDM 2 GKB
- Dina Aulia SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SDM 2 GKB
- Mamluqil Farihah SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SDM 2 GKB
- Alsalimatus Sa’diyah SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SDM 2 GKB
- Novania Wulandari SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SMAM 10 GKB
- Noviani Nurkholis MPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SMAM 10 GKB
- Sulistiawati MPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SMAM 10 GKB
- Qurrota A’yun SPd delegasi PRNA GKB 3 unit kerja SMAM 10 GKB
Calon PCPM GKB
Berikut 26 calon Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah GKB periode 2023-2027.
- Indra Setiawan SPd delegasi PCPM GKB
- Rijalul Fikri SSi MPd delegasi PCPM GKB
- Muhammad Khosi’un SPd delegasi PCPM GKB
- Wildan Hernanda SPd delegasi PCPM GKB
- Chanif Ichsan SFil delegasi PCPM GKB
- Edy Kurniawan SPd delegasi PCPM GKB
- Nur Chozin delegasi PCPM GKB
- Mujahidul Authon SPdI delegasi PRPM GKB 1
- Fani Hidayatullah MPd delegasi PRPM GKB 1
- Ihdal Minan MSos delegasi PRPM GKB 1
- David Al Ghifari Abwa SPd delegasi PRPM GKB 1
- Siswanto delegasi PRPM GKB 2
- Mustakim delegasi PRPM GKB 2
- Farchan SE delegasi PRPM GKB 2
- Haris Firmansyah SPd delegasi PRPM GKB 3
- Abdullah Alfarobi SSi delegasi PRPM GKB 3
- Muhammad Ainun Naim SPd delegasi PRPM GKB 3
- Abdus Shomad delegasi PRPM GKB 3
- Hasan Mahrobi SPd delegasi PRPM GKB 4
- Khinanjar Widiartama delegasi SPd PRPM GKB 4
- Nuhairul Hikam SPd delegasi PRPM GKB 4
- Ilham Akbar Dewantoro SPsi delegasi PRPM GKB 4
- Nasikhul Ulum delegasi PRPM GKB 5
- Riski Setiawan delegasi PRPM GKB 5
- Hasbi Ash Shiddiqi delegasi PRPM GKB 5
- Erik Okta Kurniawan delegasi PRPM GKB 5
- Zus Syarif Ali Annauval delegasi PRPM GKB 5
Penguatan Calon
Di akhir sesi Sarasehan, ada sesi diskusi. Irma Sonya Suryana mengajukan permohonan kepada dua pemateri yang hadir, yakni Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Aditama SPdI dan anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MIRKH.
Sonya mengatakan, terpilihnya calon Pemuda dan Nasyiah ini berawal dari tugas yang melekat pada diri mereka sebagai kader dan calon pimpinan. Karena itu, dia meminta, “Mohon dibantu untuk meyakinkan kepada calon yang ada di depan Ayunda dan Kakanda, bahwa jalan yang dipilih adalah jalan dalam upaya ber-fastabiqul khairat, menjadi manusia yang penuh dengan kebermanfaatan yang lebih luas.”
Adi mendapat giliran pertama merespon permohonan ini. Dia menyadari, wajar jika muncul rasa takut terpilih sebagai pemimpin pada calon. “Tapi ketakutan itu dilatih untuk dikikis pelan-pelan.”
Wakil Kepala Sekolah di SDM 2 GKB Gresik itu meyakinkan, “Ketika ketakutan itu kita kikis perlahan, akan ada bantuan-bantuan yang kadang kita tidak prediksi. Bantuan itu lebih besar dari prediksi kita. Itu yang saya rasakan.”
Alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini menegaskan kepada kader untuk patuh dan hormat pada pimpinan AUM di mana mereka bekerja. Dengan begitu, lanjutnya, insyaallah akan mudah. “Itu perlu kesungguhan!” tegasnya.
“Wis, ambil saja!” imbaunya. Menurutnya, mereka mampu mengemban amanah, melangkah dengan visi yang besar, kalau takdir memang sudah mengarah kepada mereka.
Adi juga meyakinkan, mereka tidak akan berjalan sendiri. Sebab ada kader-kader Pemuda dan Nasyiah yang berkiprah di tingkat daerah akan membantu. “Tidak usah khawatir, bismillah, ambil peluang itu, niatkan anfauhum linnas!” pesannnya.
Digaji Allah Langsung
Ain kemudian menyampaikan, “Kita selama (bekerja) di GKB mungkin terbawa suasana kita kerja itu dibayar. Kita punya jabatan apa, tanggung jawabnya berbeda, otomatis yang kita dapatkan juga berbeda.”
Perempuan kelahiran Gresik ini lantas mengajak para kader Pemuda dan Nasyiah GKB itu untuk sesekali membuka pikiran. “Bahwa tidak semua yang kita lakukan itu digaji oleh manusia. Cobalah berpikir bahwa ada sebagian dari tenaga kita yang seharusnya itu kita melakukan, mengupayakan, tapi yang menggaji bukan manusia. Tapi Allah langsung!” ujarnya.
Ibu dua anak ini pun mengungkap dua jenis pekerjaan. “Jangan sampai pekerjaan kita hanya semata-mata orientasinya adalah gaji, uang, jabatan, dan seterusnya. Tapi sisihkanlah, bahkan kalau bisa itu menjadi prioritas, bahwa ada pikiran dan tenaga kita itu yang menggaji Allah langsung melalui NA dan Pemuda,” imbuhnya.
“Jadi Ustad-Ustadzah sekalian itu orang-orang pilihan. Orang-orang yang sudah Allah pilih, bukan sebuah kebetulan. Itu sudah ada garisnya. Itu takdir yang baik, yang kemudian terserah kita: mau menerima takdir baik itu kemudian memaksimalkan jadi lebih baik lagi atau kita beralih memilih takdir yang lain,” lanjutnya.
Dia akhirnya meyakinkan, “Kalau Anda sudah di Muhammadiyah itu berarti Anda sudah on the right track (di jalan yang tepat). InsyaAllah kita bersama orang-orang yang benar. Tidak ada tujuan selain menolong agama Allah. Kalau kita menolong agama Allah maka Allah yang akan menolong kita.” (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Klinik Aisyiyah GKB Buka Layanan Kesehatan Gratis di Musyran PRM-PRA Se-PCM GKB
PCM GKB – Klinik Aisyiyah GKB Gresik menggelar layanan kesehatan di Musyawarah Ranting (Musyran) Bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB dan Silaturrahmi Warga…
Enam Pesan Ketua PDM Gresik di Musyran Bersama PRM Se-PCM GKB
PCM GKB – Enam pesan disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) H Muhammad Thoha Mahsun SAg MPdI MHES di Musyawarah Ranting (Musyran) Bersama PRM Se- PCM GKB di Andalusia Hall SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur,…
Inilah Ketua dan Sekretaris PRM dan PRA se-PCM GKB

PCM GKB – Inilah Ketua dan Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) GKB Gresik periode 2022-2027.
Hasil Musyran PRM dan PRA se-PCM GKB ini ditetapkan oleh PCM GKB dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 31 sd Nomor 37/KEP/IV.0/D/2023 dalam kegiatan Musyawarah Ranting (Musyran) Bersama PRM PRA se-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB di Hall Andalusia SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Jalan Jawa No 60 Yosowilangun Manyar Gresik, Ahad (1/10/23).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik H Muhammad Thoha Mahsun SAg MPdI MHES menyampaikan, selamat dan sukses atas terpilih dan dikukuhkannya Ketua dan anggota PRM 1-7 dan PRA 1-5 se-PCM GKB Gresik.
“Semoga amanah, selalu dimudahkan dan dilimpahkan keberkahan dalam pelaksanaannya,” pesannya.
Kepada Ketua terpilih atau pimpinan persyarikatan, lanjutnya, bekerjalah sesuai aturan persyarikatan. Bermuhammadiyahlah dengan gembira dan jaga amanah.
“Semoga bisa memberikan manfaat pada warga Muhammadiyah dan warga lainnya,” ujarnya.
Kepada PWMU.CO, Wakil Ketua PCM GKB Bidang Majelis Pustaka, Informasi, Media Sosial dan Pengembangan Ranting Yudo Broto SE menyatakan, dari Surat Keputusan (SK) tersebut menetapkan susunan personalia PRM dan PRA se-PCM GKB masa jabatan 2022-2027.
“Dalam kegiatan Musyran Bersama PRM dan PRA se-PCM GKB Gresik inilah mereka akan dikukuhkan secara bersama,” katanya.
Berikut Ketua dan Sekretaris PRM dan PRA se-PCM GKB Periode 2022-2027
Ketua dan Sekretaris PRM se-PCM GKB Periode 2022-2027
- PRM GKB 1: Mohammad Muthorief SE dan Muhammad Arif Yulianto ST MM.
- PRM GKB 2: Arif Zamzami dan Hadi Putranto.
- PRM GKB 3: Nurul Fatah SPd dan Endy Jamil.
- PRM GKB 4: Aries Kurniawan SE Mhum dan Husni Mubarak.
- PRM GKB 5: Ahmad Mukhlis ST dan Muhammad Rifqi Lukman.
- PRM GKB 6: Drs M Faris Ma’ani dan Sukari SPd MPd.
- PRM GKB 7: Nur Salam dan Agung Suhastyo.
Ketua dan Sekretaris PRA se-PCM GKB Periode 2022-2027
- PRA GKB 1: Dra Luluk Dyah Hermiati dan Nataria Wahyuning Subayani MPd.
- PRA GKB 2: Lilis W dan Siti Rahmiati
- PRA GKB 3: Ida Zuraida SH MM dan Mei Kusrini.
- PRA GKB 4: Siti Maftuchah dan Choirul Hidajati Farida SPd.
- PRA GKB 5: Fatmawati SE dan Siti Nihlawati MPd.
Selamat! (*)
Penulis Waviq Amiqoh.
Musyran Bersama PRM PRA Se-PCM GKB Gresik

PCM GKB – Ketua PCM GKB Gresik dr Umar Nur Rachman Sp PD mengatakan Ranting adalah ujung tombak disampaikan dalam Musyawarah Ranting (Musyran) Berama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB dan Silaturrahmi Warga Muhammadiyah GKB Gresik, Ahad (1/10/23).
Dalam acara yang digelar di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur ini, dia menyampaikan acara Musyran ini diadakan dengan sederhana. Dia berharap Musyran ini mengukuhkan Ranting sebagai ujung tombaknya Cabang.
“Kalau kita berbuat amal shaleh, Allah akan melipatgandakan amalan kita. Perumpamaan ini disampaikan dalam Surat al-Baqarah ayat 261, Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” katanya.
Dia menuturkan, ranting memiliki daun dan klorofil. Dengan bantuan sinar matahari, maka terciptalah nutrisi bagi pohon itu. “Ini ibaratnya. Maka, Ranting adalah ujung tombak di masyarakat. Dia menjadi suplay untuk Cabang. Maka, Ranting harus bergairah,” katanya.
PCM GKB, lanjutnya, akan memberikan bantuan. Contoh dalam bentuk Kifama, tiap Ranting bisa menyiapkan hal-hal terkait ketika di Rantingnya ada warga yang meninggal, maka bisa langsung mengontak Kifama.
“Melalui Musyran ini, diharapkan Ranting bisa menguatkan Cabang,” harapnya.
Memajukan Cabang
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB Gresik Umu Sholichah SPd mengucapkan terima kasih kepada panitia dan juga supporting kegiatan ini.
“Mulai dari SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School), SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, dan Klinik Aisyiyah GKB,” katanya.
Dia berharap semoga acara ini akan berjalan lancar dari awal hingga akhir dan menghasilkan program kerja yang mampu memajukan Cabang Aisyiyah GKB Gresik. Mampu menghasilkan program kerja yang sesuai dengan tujuan dari ini.
“Menggembirakan Ranting Mencerahkan Warga Berkemajuan. Ranting Itu Penting, Cabang Harus Berkembang, Masjid Makmur Memakmurkan, Muhammadiyah Sukses Dunia Sukses Akhirat,” tegasnya. (*)
Ada Meong di IHT Berlian School, Pembicara Langsung Lakukan Ini
Ada Meong di IHT Berlian School, Pembicara Langsung Lakukan ini; Liputan Viki Safitri, kontributor PCM GKB Gresik.
PCM GKB – Kisah ajaib dialami seorang pemuda setelah menolong kucing yang kelaparan. Kisah ini disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik Fauzuddin Ahmad SPd, Selasa (5/7/2022).
Saat itu Ahmad memberikan materi terkait Arah dan Kebijakan Sekolah di In House Training: Sekolah Penggerak dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Tiba-tiba terdengar suara kucing mengeong di sela Ahmad menjelaskan materi, “Meoong … meoong … meeoong.” Sontak peserta mencari-cari di mana sumber suara itu.
“Sepertinya ada kucing di bawah panggung,” tutur Nur Hayati SPd, guru IPA Berlian School.
Kisah Pemuda dan Kucing
Untuk membuat peserta tetap fokus, Ahmad memberikan intermeso tentang kisah ajaib seorang pemuda setelah menolong kucing.
“Saya jadi teringat kisah nyata seorang pemuda yang ibunya sedang sakit keras dan sudah divonis tidak bisa sembuh oleh dokter,” kata Ahmad membuka intermeso.
Suatu hari, lanjutnya, saat pemuda itu pergi ke pom bensin ia melihat induk kucing dan anaknya mengeong kelaparan. Akhirnya setelah mengisi bensin, pemuda itu bergegas menuju supermarket yang ada di sekitar pom bensin.
Ia membeli dua sosis, kemudian ia berikan kepada kucing kelaparan yang ia temui. Setelah itu ia kembali ke rumah dan tertidur. Di tidurnya ia bermimpi melihat kucing yang ia tolong sedang mendoakannya.
“Ya Allah berikanlah pertolonganmu kepada pemuda yang telah memberiku makan,” kata Ahmad menirukan doa yang dibacakan oleh si kucing.
Keesokan harinya, lanjut Ahmad, saat si pemuda ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya. Betapa kagetnya saat dokter memanggil si pemuda dan menjelaskan bahwa kondisi ibunya telah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pindah ke kamar rawat inap biasa.
Ini adalah keajaiban, padahal sebelumnya dokter sudah memvonis bahwa ibunya tidak bisa sembuh. Pemuda itu teringat dengan mimpinya semalam. Apakah ini karena kucing yang telah mendoakanku? “Wallahu a’lam bishawab,” kata Ahmad.
Dia menegaskan, inti dari cerita itu adalah kita harus berbuat baik kepada makhluk Allah SWT. Bukan hanya kepada manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga termasuk makhluk Allah. Bisa jadi kemudahan hidup yang kita rasakan merupakan hasil dari doa-doa orang lain.
“Oleh karena itu ustadz-ustadzah, kalau ketemu kucing di sekolah kita ini jangan ditendang ya. Sesekali kita beri makan barangkali nanti kucing itu akan mendoakan kebaikan untuk sekolah tercinta kita ini,” tutur Ahmad mengakhiri intermeso. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Humor Pemersatu Umat ala Dubes Ukraina
Humor Pemersatu Umat ala Dubes Ukraina; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah. Editor Mohammad Nurfatoni.
PWMU.CO – Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk RI HE Vasyl Hamianin berkesempatan menyampaikan komentar lucu pada peluncuran buku Guyon Maton: Lucu Bermutu ala Muhammadiyin, Jumat (9/9/22). Buku ini ditulis Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.
Di awal, Vasyl Hamianin menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. “Saya masih belajar,” ujarnya.
Dia lantas memulai candaannya dengan mengatakan, “Saya kira, saya ada dua masalah di sini. Pertama, saya bukan orang Muslim. Kedua, saya tidak bisa bercanda. I don’t have the sense of humor.”
Kemudian dia meralat karena menurutnya ada satu masalah lagi. Dia lantas menunjuk kakinya yang cidera. Saat naik ke panggung, dia memang tampak agak menyeret kaki kanannya. “Karena bermain badminton,” ungkapnya.
“You see, sport can be not only good and useful but also dangerous. Especially people getting old like myself,” ujarnya membuat peserta tertawa. Menurutnya, bermain bulu tangkis tidak hanya bermanfaat tapi juga bisa berbahaya, terutama untuk pria seusianua.
Dia pun menyatakan menyesal tidak mendengar saran teman baiknya untuk tidak bermain bulu tangkis.
Setelah itu, Vasyl kembali menekankan dia tidak bisa bercanda. “Actually, I don’t have the sense of humor,” ujarnya. Meski dia mengaku demikian, tapi sejurus kemudian dia sukses membuat peserta tertawa karena candaannya.
“It’s bad. I will not be able to joke, especially in the present of so many Moslem people because I know it’s dangerous, too. (Ini buruk, saya tidak bisa melucu, terutama di tengah banyaknya umat Muslim karena sayatahu ini bahaya juga),” candanya. Peserta tak hanya bergelak tawa tapi juga sampai bertepuk tangan.
“If I get it wrong (kalau saya salah bicara),” lanjutnya, “Not only one (tidak hanya satu kakinya yang cidera), but hmm … (tapi kedua kakinya juga akan cidera),” ujarnya sambil menunjuk kaki lainnya. Abdul Mu’ti dan peserta lain pun gerr-gerran mendengarnya. Dia lantas menegaskan akan membahas hal lainnya, kali ini tampak serius.
Humor Pemersatu
Di hadapan peserta yang duduk santai lesehan itu, Vasyl Hamianin menyatakan bahagia. Dari kehadirannya di Indonesia yang baru sepuluh bulan ini, dia menemukan hal yang benar-benar baru baginya.
Misal, orang-orang dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama biasanya menampilkan wajah serius, tidak tersenyum. Dia menegaskan untuk hal ini dia tidak sedang bercanda. Sebab, ekspresi serius itu dia temukan ketika mereka sedang beribadah. “Kiai-kiai no smiling, honestly it’s not a joke. Berdoa membaca Quran, shalat Subuh, dan lainnya,” ujarnya.
Dari hal itu, dia menemukan tiga hal tentang orang Indonesia. Untuk yang ini, katanya dia sedang melucu, meski dia sendiri ragu apakah mereka akan tertawa dengan leluconnya ini. “Indonesia is about three things. It’s a joke. Don’t laugh because it’s a bad joke maybe,” tuturnya.
Vasyl pun mengungkap ketiga hal itu. “Pertama, shalat. Kedua, berfoto. Ketiga, makan,” urainya langsung disambut tawa peserta.
Menurutnya, memahami ketiga hal itu bisa bikin nyaman tinggal di Indonesia. “If you understand this three things, you will very nyaman di Indonesia!” tegasnya.
Penemuan lainnya yang tidak dia duga, orang-orang di Indonesia sangat terbuka. Dengan keterbukaan itulah akhirnya mereka bisa memahami dan menerima suatu lelucon, terlepas dari latar belakang ekonomi maupun agama yang mereka anut.
“That’s why it doesn’t matter if you rich or poor, Moslem or Kristen doesn’t matter! You all come together, you say joke, you laugh,” imbuhnya.
Dia menerangkan, di negaranya, ada banyak agama yang menurutnya sangat spesifik. Semua orang dari semua agama selalu berkomunikasi dan membuat lelucon tentang kelompok mereka sendiri. “Saya Kristen, saya tidak membuat lelucon orang Muslim, tidak! Hanya bercanda tentang Kristen,” ujarnya. Begitu pula di agama lainnya.
Vasyl Hamianin akhirnya menarik kesimpulan, “Humor, laugh, and joke is something that unite people.” Maksudnya, humor, tawa, dan candaan bisa menyatukan orang-orang.
Kesimpulan lainnya, kata dia, yang menarik dari Indonesia bukan dalam hal uang atau olahraganya, tapi dalam hal humor dan candaannya.
Candaan ala Ukraina
Dalam kesempatan itu, Vasyl Hamianin juga menceritakan joke atau candaan asal negaranya. Dia menegaskan, candaan ini tidak ada kaitannya dengan agama.
Katanya, di Ukraina ada kegiatan berburu di hutan. Suatu ketika, pemburu berpengalaman menguji pemburu baru. “Dik, kalau kamu berjalan di hutan, kemudian bertemu serigala apa yang akan akan lakukan? You have no bullet (kamu tidak bawa pistol),” tanyanya.
Si pemburu baru dengan ragu menjawab, mungkin melawannya langsung atau bersembunyi. Dua jawaban itu salah. Kata sang pemburu berpengalaman, serigala bisa menemukan dan memakannya.
“Remember this, wolf is very much afraid of wet trousers. So take off your trousers and use the wet trousers to hit the wolf on his face. It’s fine, he will run away,” tuturnya.
Maksudnya, dia memberi tips melepas celana basah yang dia gunakan lalu mengibaskan ke arah wajah serigala itu. Sebab, serigala takut pada celana basah. Dengan begitu si serigala akan lari ketakutan.
Si pemburu baru bertanya bingung, “Bagaimana jika tidak menemukan danau atau sungai untuk membasahi celananya?”
Kata si pemburu berpengalaman, dia tak perlu khawatir. Karena saat dia melepas celananya, dia segera basah (karena mengompol ketakutan menemui serigala). Spontan peserta tertawa mendengar akhir lawakannya.
Bukan Hari Sabtu
Seseorang datang ke kiai (guru). Katanya, “Engkau sangat bijak. Apakah kamu pernah melihat keajaiban dalam hidupmu?”
Sang guru mengiyakan sehingga orang itu menanyakan keajaiban apa yang pernah dia lihat. Gurunya menjawab, suatu saat dia menjalani hari seperti hari Sabtu. Hari di mana dia tidak melakukan apapun, tidak juga bekerja.
Si guru mengatakan, “Kemudian aku berjalan dan menemukan tas berisi uang. Lalu aku mengatakan aku tidak bisa mengambilnya! Karena aku tidak melakukan apapun. Jadi apa yang aku lakukan?”
“Saya berdoa, Tuhan, lakukan sesuatu. Kamu tahu, keajaiban terjadi! Setiap hari adalah hari Sabtu. Dan hari ini adalah hari Kamis,” candanya. He-he-he.
Karena peserta tidak tertawa, dia menjelaskan, sebenarnya itu candaan Yahudi yang punya tradisi tidak melakukan apapun di hari Sabtu. “Because they can’t do anything on Saturday but we have this tradition,” terangnya. Bagi Yahudi, hari Sabtu adalah hari untuk beristirahat dari segala aktivitas.
Sebelum menutup komentar lucunya, Vasyl Hamianin berpesan dengan serius. Dia terinspirasi dari film yang karakter utamanya sedih. Katanya, tokoh itu menunjukkan kesedihan kepada siapa pun.
“You know what’s your problem? You are too serious. The serious expression on your face does not represent wisdom, doesn’t mean you are wise. And the main crimes and the worst thing come into this world were committed by people with very serious expression on their face. That’s why, please smile, smile and smile!” tuturnya.
Artinya, masalahnya ada di wajahnya yang terlalu serius. Wajah serius tak menunjukkan kebijaksanaan, pun bukan berarti dia orang yang bijak. Bahkan, hal buruk dan kejahatan di dunia ini biasanya dilakukan orang-orang yang ekspresinya serius. Untuk itu, Vasyl mengimbau mereka selalu tersenyum.
Dia lantas mendoakan Abdul Mu’ti senantiasa diliputi kesuksesan. Dia juga memujinya. “Kiai Abdul, I wish you the success, really! You’re great, man! Thank you for inviting me!” ujarnya.
Meski dia mengaku memahami sekitar 60 persen saja, tapi dia menyatakan sangat berusaha memahami lelucon yang disampaikan para tokoh dalam bahasa Indonesia siang itu. (*)
Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan
Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan, liputan kontributor PCM GKB Gresik Waviq Amiqoh
PCM GKB – Banyaknya kasus yang menimpa perempuan, mengharapkan kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) mengambil peran keumatan dengan mendampingi korban dan pemberdayaan perempuan.
Hal ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dra Sri Rahayu dalam Seminar Perempuan dalam Membangun Peradaban Bangsa dan Indonesia yang diselenggarakan saat Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Timur, Ahad (7/5/23).
Dia mengawali dengan menyampaikan, “Salah satu inspirator gerakan perempuan adalah RA Kartini,” ujarnya di Hall Sang Pencerah lantai 8 gedung I Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Sri, sapaan akrabnya, menyatakan, potret kaum perempuan saat ini telah banyak yang berprofesi atau bekerja, berpendidikan tinggi, bahkan berperpolitik dan mampu berkontribusi dalam pengambilan keputusan secara kritis dan konstruktif.
Perempuan mampu menjadi aktor strategis di dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera.
Beberapa permasalahan yang banyak dihadapi oleh perempuan. Pertama, adanya hambatan budaya dan konstruksi sosial yang besifat patriarki dan ketidakadilan gender yang berakibat mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), memiliki beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengatur rumah tangga, pendidik anak, dan lain lain serta stereotype.
Kedua, adanya marginalisasi perempuan di ranah ekonomi yang mengakibatkan adanya ketidak adilan terhadap perempuan misalnya marginalisasi sebagai PRT, TKW, buruh perempuan dan mengalami kekerasan phisik, kekerasan seksual, ekonomi, dan sosial.
Ketiga, kebijakan-kebijakan politik yang belum berpihak pada perempuan.
“Saat ini peran perempuan salah satunya sebagai peran domestik dengan menjadi ibu, anak dan istri, peran Keumatan dengan menjadi Nyai, ustadzah, guru atau dosen, dan perempuan dapat menjadi aktor strategis dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Peran Kebangsaan
Sri menjelaskan, salah satu peran kebangsaan bagi kaum perempuan yaitu perempuan harus bisa menjadi agen perubahan dan menghadirkan solusi bersama kaum lak-laki untuk semua persoalan bangsa.
“Perempuan adalah tiang negara sehingga baik dan rusaknya negara tergantung dari sikap perempuan, dan perempuan berkewajiban mendidik generasi penerus dan mampu mengambil bagian dalam pengingkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.”
Dia menyoroti banyaknya kasus-kasus yang menimpa perempuan dan mengharapkan kader NA mengambil peran.
Saat menutup materi, dia menyebutkan beberapa kader NA dalam posisi publik.
Pertama, Dr Ulfah Mawardi merupakan salah satu kader perempuan PDI Perjuangan yang sekaramg sebagai staf ahli menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kedua, Diyah Puspitarini SPd MPd dan Rita Pranawati sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Periode 2022-2027.
Ketiga, Fatmawati dan Soekarno merupakan kader idiologis Muhammadiyah, karena pernah menjadi pengurus di Bengkulu sehingga secara genetik PDI Perjuangan ada ikatan kuat dengan Muhammadiyah. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan