Jurnalis Cilik SD Mugeb Bulatkan Tekad Belajar Menulis Berita Sekolah

PCM GKB – Jurnalis cilik SD Mugeb belajar menulis berita sekolah, Jumat (30/8/2024) pagi. Ini pelatihan perdana yang mereka ikuti usai dilantik pada Sabtu (17/8/2024) lalu.
Pada internal house training alias pelatihan di dalam sekolah itu, 17 jurnalis cilik angkatan kedua belajar bersama Ustadzah Sayyidah Nuriyah, S.Psi. Ialah pembina jurnalis yang sehari-harinya menjadi Guru BK SD Mugeb.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan motivasi dari Nada Janeeta Permana. Dia jurnalis cilik teraktif di angkatan pertama yang selama setahun menulis sepuluh berita di media PWMU.CO maupun web sekolah.
Mengawali pelatihan itu, Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari, S.Si memberikan sambutan sekaligus motivasi. Secarik pantun pun ia lontarkan.
“Manuk gelatik cucuk e biru. Mari dilantik gak oleh turu,” ujarnya.
Artinya, setelah dilantik, tidak boleh tidur atau tidak melakukan apa-apa. “Maka hari ini awal dari kalian beraktivitas, belajar bersama dalam komunitas jurnalis cilik,” terang Ustadz Ari.

Bulatkan Tekad
Ia pun mengajak para jurnalis cilik untuk menyatakan komitmen dan membulatkan tekad. Sambil tangan kanan menepuk dada kiri, mereka mengucapkan, “Bismillahirrahmanirrahim saya akan proaktif belajar dan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang sudah diprogramkan dalam komunitas jurnalis cilik SD Muhammadiyah 1 GKB.”
Ustadz Ari mengajak mereka untuk berniat sungguh-sungguh dalam hati karena Allah.
Ia lantas mengenalkan, program Jurnalis Cilik berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan Ustadzah Rizka Navilah Sari, S.Pd. dan Koordinator Literasi Ustadzah Kaiisnawati, S.Pd.
Sebelum melaksanakan program ini, ia juga mengenalkan “senjata” yang mereka miliki. “Senjatanya ya hadir, kertas, alat tulis, dan lainnya,” urainya.
Baca juga: Tarjim Asmaul Husna Awali Halaqoh Ummahat
Dalam kesempatan itu, Ustadz Ari juga berpesan, agar pengetahuan dan keterampilan mereka semakin terasah, maka mereka harus fokus. “Semua ada ilmunya, makanya kalian harus belajar. Hal-hal yang penting menurut kalian, dicatat dan didengarkan,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Ustadz Ari menekankan, jurnalis cilik SD Mugeb harus menghasilkan tulisan. “Kalian dinyatakan sukses kalau ada hasil karya kalian. Kalian satu tim. Harus kompak bekerja sama. Gagal itu boleh, yang nggak boleh itu menyerah. Yang penting berani menulis!” ujarnya.
Sambil menunjukkan contoh beberapa majalah karya SD lain, Ari menegaskan, “Banggalah kalau hasil tulisan kalian dinikmati orang lain!” (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Tarjim Asmaul Husna Awali Halaqoh Ummahat

PCM GKB – Penampilan tarjim Asmaul Husna membuka Halaqah Ummahat Ke-4, Kamis (29/8/2024) pagi. Penampilan ini dan serangkaian Halaqah Ummahat disiarkan melalui live Instagram @sd_mugeb.
Ketiga siswi kelas VI SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) tampil lincah memeragakannya. Yakni Aisha Sasta Putri, Ainayara Athaya Lera, dan Alexandria Catalea.
Sebelum itu, ketiganya juga bergantian tadarrus sambil menunggu kedatangan jamaah dari kalangan wali siswa SD Mugeb. Mulai dari surat al-Qolam, ar-Rahman dan al-Mulk.
Sementara mereka tadarus, para Ikatan Wali Murid (Ikwam) berjajar menyambut kadatangan para wali siswa. Mereka tersenyum sambil memberikan sekotak jajan dan segelas air mineral.

Kajian Rutin
Sebelum Ustadzah Evi Silvia Zubaidi menyampaikan materinya, Sukma Rahayu mewakili Ikwam SD Mugeb menyampaikan sambutan.
“Pagi ini Ikwam beserta sekolah kembali rutin mengadakan kajian. Kajian ayahnya bulan depan, September. Bergantian dengan Halaqoh Ummahat,” terangnya.
“Kami, Ikwam dan sekolah, memohon support meramaikan kajian yang diadakan,” imbuhnya di Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Bunda Sukma lantas mengajak mereka manfaatkan sebaik mungkin momentum itu untuk menimba ilmu. Dengan demikian, ia meyakini, semua bisa menjadikan keluarga lebih baik.
“Halaqoh kali ini mengambil tema membangun kesadaran diri sebagai umat terbaik. Sehingga menjadi seorang ibu yang bisa mendidik generasi penerus,” ungkapnya.
Baca juga: Bersabar, Cara Bangun Kesadaran Diri sebagai Umat Terbaik
Ia lantas mengutip dari buku Ustadzah Evi di bab Titik Nol. “Kalau kita mau jujur, bertapa banyak lelah kita yang sia-sia. Sebab sedikit kebaikan dunia,” katanya.
“Tak ada bagian untuk kebaikan akhirat. Sebab tak pandainya kita mengawal niat. Karena tak sempat hati tersambung Ilahi. Inilah sebab lelah terjerumus kesia-siaan,” ujarnya sambil membaca buku itu.
Akhirnya, ia menutup sambutannya dengan pesan. “Perjalanan terjauh manusia bukan dari satu tempat ke tempat lain melainkan dari pikiran ke hati dalam rangka meruntuhkan ego, menjadikan ikhlas, sabar dan bertakwa. Perjalanan yang membutuhkan banyak iman,” tutupnya. (*)
Penulis/Editor Sayyidah Nuriyah
Bersabar, Cara Bangun Kesadaran Diri sebagai Umat Terbaik

PCM GKB – SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik bersama Ikatan Wali Murid (Ikwam) kembali mengadakan Halaqah Ummahat, kajian untuk para bunda, Kamis (29/8/2024) pagi.
Di lantai 1 Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), para wali siswa SD Mugeb fokus menyimak Spiritual Motivator Ustadzah Evie Silfia Zubaidi. Halaqah Ummahat Edisi Agustus 2024 itu bertema Membangun Kesadaran Diri sebagai Ummat Terbaik.
Ustadzah Evi awalnya menyampaikan, “Islam agama terbaik karena Islam mengatur seluruh celah kehidupan kita. Dari bangun tidur sampai tidur lagi dalam Islam ada aturannya.”
Sebagai umat dalam kondisi terbaik, ia mengajak para jamaah untuk senantiasa bersabar. Sabar ini hendaknya dalam kondisi apapun.
Ustadzah Evi mengisahkan ketika menantunya melahirkan. Sang menantu tidak mengalami kontraksi sehingga sampai bayinya berusia 42 minggu, ia masih tenang. Kemudian, dibawalah ke rumah sakit untuk diinduksi. Setelah drip botol ketiga, akhirnya sang menantu melahirkan normal, dalam kondisi luar biasa.
Baca juga: Kanah Perdana PCNA GKB Kupas 6 Alasan Pakai Hijab
Hari berikutnya, ambeiennya tak bisa diselamatkan. Ia pun kembali ke rumah sakit untuk operasi ambeien beberapa hari setelahnya.
Tak berhenti sampai situ ujian keluarga mereka. Sang suami, anak Evi, tidak bisa menelan setetes air pun karena radang tenggorokan parah.
Mengetahui fenomena itu, anak bungsunya berkomentar, “Kasihan ya.”
Mendengar komentar itu, Evi pun balik bertanya, “Kok kasihan?”
Ia lantas menjelaskan anak dan menantunya justru beruntung. “Mereka berdua itu masyaAllah, Allah sudah memberikan pahala melahirkan kalau ia Ridha,” ujarnya.
“Sama Allah ditambah lagi kenikmatannya berupa sakit. Tidak ada yang bisa menggugurkan dosa selain sakit. Kalau sabar, mereka mendapatkan kenikmatan dari kebaikan,” imbuhnya.
Menurut Ustadzah Evi, justru yang perlu dikasihani adalah mereka yang masih sehat, tapi belum tentu shalatnya diterima oleh Allah Swt, mengajinya masih karena kejar setoran, dan harta sedekahnya dicampur-campur.
Ia lantas teringat jamaah haji yang meninggal tertimpa crane ketika thawaf wada. Menurutnya, justru mereka beruntung. Sebab, wafat dalam kondisi setelah haji, masih memakai ihram, di samping Kakbah dan thawaf.
“Orang ketika ditimpa masalah biasanya mengeluh, merasa paling terzalimi. Termasuk ketika mengalami masalah sederhana seperti tersandung sampai cantengen,” ujarnya.
Padahal, sebagai bagian dari umat terbaik, mereka patut bersyukur jika ditimpa ujian itu.
Kajian ini bisa disaksikan melalui live Instagram di @sd_mugeb. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif
Kanah Perdana PCNA GKB Kupas 6 Alasan Pakai Hijab

PCM GKB – Kanah perdana PCNA GKB kupas enam alasan pakai hijab, Selasa (27/8/2024) sore.
Kajian Nasyiah Ceunah (Kanah) ini diadakan Departemen Dakwah Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB saat rapat rutin yang dilaksanakan di ruang rapat SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb).
Ketua Departemen Dakwah PCNA GKB Dina Auliyah, M.Pd. membahas kewajiban berhijab di tengah tren Tiktok yang menampilkan berbagai mode hijab.
“Hijab menjadi kewajiban tapi ada yang menjadikannya mode, gaya berpakaian, agar modis,” ujarnya.
Yunda Dina, sapaan akrabnya, menyadari, ada gaya berhijab tertentu yang menimbulkan dampak negatif. Yakni memancing syahwat lelaki.
Karena itulah, ia memaparkan enam alasan para ukhti mengenakan hijab.
Pertama, menutupi kekurangan di tubuh. Misal, memakai hijab karena mengalami kebotakan atau untuk menutupi uban.
Kedua, mencari jodoh. “Karena perempuan jadi madrasah pertama bagi anaknya, lelaki pasti mencari perempuan yang baik. Ada perempuan memakai hijab karena ingin menarik perhatian lawan jenisnya,” ujar perempuan yang juga aktif di PDNA Gresik itu.
Ketiga, berhijab agar dinilai baik di depan manusia. “Padahal kalau di luar ‘you can see my kelek’. Terlihat ketiaknya. Semoga kita semua bisa menutup aurat ya,” tuturnya.
Keempat, berhijab syar’i tapi modis. Sekarang ada mode hijab yang menunjukkan lehernya. Ada yang pakai kemben di luar sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya.
Ia meyakini, hijab untuk menutup aurat bisa diperbaiki secara berangsur-angsur. “Pastikan menutupi lekuk tubuh. Gunakan jilbab yang menutup dada. Supaya suami kita saja yang melihat lekuk tubuh kita,” pesan Dina.
Menurutnya, ini bisa menjadi ladang dakwah kader Nasyiah. “Kita tak hanya berhijab, tapi baju dan bawahan kita juga perlu kita jaga. Jangan sampai kita berpakaian tapi telanjang,” ungkapnya.
Kelima, berawal dari terpaksa. “Tidak apa sedikit dipaksa awalnya, nanti akan jadi kebiasaan baik,” katanya di hadapan 14 kader Nasyiah GKB yang duduk melingkar.
Keenam, menutup aurat karena mengharapkan ridha Allah. Inilah alasan yang terbaik.
Akhirnya, Dina mengajak agar mereka senantiasa menjaga mode hijab mereka. “Semoga kita tidak tegiur tren hijab yang ada. Boleh diputar-putar tapi jangan sampai memperlihatkan lekukan tubuh kita,” tutupnya. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif
Siswi Smamio Juara I Duta Baca

PCM GKB – Siswa SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur, Nayla Rahma Wijaya, berhasil meraih gelar juara I dalam kompetisi Duta Baca tingkat Kabupaten Gresik, Kamis (15/8/2024).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Gresik dan diumumkan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik.
Nayla, sapaannya, yang merupakan siswa kelas XI-6 yang melaju sampai di babak final melalui presentasi yang mengesankan mengenai pentingnya literasi di kalangan pelajar dan strategi peningkatan minat baca.
Nayla menjelaskan persiapannya dia mulai saat waktu libur sekolah. Dari mencari buku yang ditentukan oleh Perpusip, membaca buku, membuat resensi buku sebagai naskah dan juga take video.
“Alasan saya suka membaca karena menurut saya, membaca buku adalah kunci banyaknya pengetahuan dan ilmu seseorang,” ungkapnya.
Dia mengaku memiliki rasa keingintahuan yang tinggi mengenai dunia yang tidak ada habisnya ini dan rasa keingintahuan saya itu dapat terjawab melalui membaca buku.
Baca juga: Pahami Makna Kemerdekaan, Isi Pesan Upacara HUT Ke-79 RI di Smamio
Selain itu, lanjutnya, membaca buku merasa tenang. “Saya merasa tenang seolah rontok semua beban kehidupan,” tambahnya.
Guru Pembina Nayla, Yanita Intan Sariani MPd mengungkap berbagai persiapan yang mereka lakukan.
“Menuju final, Nayla kami latih untuk latihan presentasi hasil review 3 buku, memprediksi pertanyaan dan jawaban untuk tes wawancara dari juri serta menyiapkan public speaking dan mental di depan juri,” papar guru bahasa Indonesia Smamio ini.
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah MPd menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh Nayla.
“Alhamdulillah selamat dan sukses siswa kami menjuarai Duta Baca Kabupaten Gresik. Prestasi ini tentunya diperoleh melalui perjuangan dari usaha dan doa. Pemahaman literasi dan budaya baca baik online maupun offline serta kemampuan public speaking yang baik menjadi modal yang penting,” ujarnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih buat guru pembimbing dan orang tua yang selalu support selama kegiatan. Ini merupakan prestasi intelektual karya anak bangsa yang menjadi kebanggan sekolah khususnya dan Dinas Perpusip Gresik pada umumnya.
Dia berharap semoga prestasi ini bisa memberikan manfaat buat Nayla sendiri, sekolah, dan masyarakat sekitar.
“Kompetensi literasi sangat penting tentunya bagi perkembangan kekayaan intelektual. Tentunya bisa menjadikan bekal nantinya di studi tingkat lanjut. Selamat dan sukses,” jelasnya. (*)
Penulis Novania Wulandari. Editor Ichwan Arif
Alumni Spemdalas Bagi-Bagi Tips Belajar di Luar Negeri

PCM GKB – Tips belajar di luar negeri disampaikan dalam Teenager Global Insight SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (20/8/2024).
Sebagai pemateri, alumni Spemdalas yang lulus tahun 2014 Muhammad Akmal Rishwanda yang telah lulus dari Tomsk State University Rusia dalam Program Double Degree Jurusan Software Engineering Specialization.
Di depan siswa kelas VII, VIII, dan IX Internasional Class Program (ICP), Akmal mengawali materinya dengan memberi pertanyaan, “Who wants to study aboard?”
Nararya Purwanto dari kelas IX ICP Granada dan dan Muhammad Kenzi dari kelas VII ICP Fair maju dan menyatakan ingin belajar di luar negeri.
Menggunakan bahasa Inggris, Nararya menyampaikan, “Saya ingin kuliah di Oxford atau di Australia karena menurut saya terlalu sempit jika kita membatasi tempat belajar kita hanya Indonesia,” ujarnya.
Tak ingin kalah, Kenzie juga menyampaikan, “Saya ingin kuliah di Jerman karena saya ingin ada perusahaan pembuat mobil di Indonesia, karena saat ini belum ada merek mobil yang keren yang asli Indonesia,” ujarnya dalam bahasa Inggris yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Baca juga: Serunya Lomba Tarik Tambang di Merdeka Spemdalas Ceria
Masih dengan bahasa Inggris, Akmal kemudian menjelaskan menurut survei dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) yang dilakukan kepada 897 responden rentan 17-29 tahun menyatakan bahwa ada beberapa manfaat yang akan diperoleh jika belajar di luar negeri.
“Kalian dapat membuka wawasan dan pola pikir yang lebih luas karena kita dapat berinteraksi berbagai warga negara,” katanya.
Dia memaparkan, selain itu juga dapat meningkatkan kompetensi atau pengalaman secara detail, sebab tidak dapat kita pungkiri, kiblat kemajuan saat ini adalah dunia barat. Self improvement jua berkembang karena kondisi jauh dari orang tua mau tidak mau memaksa kita untuk mandiri.
“Serta yang tak kalah penting adalah terbukanya peluang internasional karena kesempatan magang, volunteer, part time,” jelasnya.
Untuk menghidupkan suasana, Akmal menghadirkan kuis berhadiah untuk seluruh peserta. “This quiz is about landmark of a country. I will show U a landmark and you have to guess the country, okay,” jelasnya.
Ada beberapa gambar yang ditampilkan seperti, piramida from Egypt, US Statue of Liberty, Italia Piza Tower, Malaysia Petronas Twin Towers, dan juga Australia Opera House.
Sebelum menutup materinya, Akmal menyampaikan hal penting sebelum memutuskan belajar di luar negeri.
“Kalian perlu melakukan riset terlebih dahulu terkait universitas yang dipilih, kondisi budaya, bahkan biaya hidup di negara tersebut. Hal ini akan sangat membantu proses kalian selama berada di negeri orang,” tandasnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif
Serunya Lomba Tarik Tambang di Merdeka Spemdalas Ceria

PCM GKB – Aneka lomba mewarnai Indonesia Merdeka Spemdalas Ceria (IMSC) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia (RI), Kamis-Jumat (15-16/8/2024) .
Ketua Umum Pimpinan Ranting (PR) IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda menyampaikan IPM Spemdalas mengadakan program kerja IMSC dalam menyambut HUT ke-79 RI.
“Kami mengadakan berbagai Lomba seperti tarik tambang, kepruk air, Bola tali, makan kerupuk, estafet balon, dan balap karung pada hari Kamis, 15 Agustus 2024,” jelasnya.
Dia menuturkan, esok harinya dijadwalkan lomba menghias pot dan kebersihan kelas.
“Saya begitu senang ketika teman-teman semua sangat antusias dalam mengikuti lomba-lomba tersebut. Terlihat wajah wajah ceria dan muka yang berseri-seri,” katanya.
Baca juga: Siswa Spemdalas Main Drama Kolosal Perjuangan di HUT Ke-79 RI
Dia berharap berbagai lomba tadi mengajarkan betapa pentingnya bekerja sama, nilai-nilai persatuan, dan bisa berkomunikasi dengan baik demi mencapai tujuan bersama.
“Lomba-lomba tersebut juga diharapkan menguatkan hubungan silaturahmi dengan sesama. Serta menunjukkan bahwa kalah menang itu biasa. Juara yang sebenarnya adalah mereka yang jatuh lalu bangkit kembali dan pantang mundur sebelum impiannya tercapai,” tuturnya.
Siswa kelas VII Care Kevin Azmy Fachry Susilo mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan lomba yang dilaksanakan IPM Spemdalas.
“Alhamdulillah bisa menjuarai lomba tarik tambang bersama tim kelasnya,” ucapnya.
Dia menceritakan persiapannya cuma atur posisi sama teman-teman dan baca Basmallah sebelum lomba dimulai. “Alhamdulillah menang,” katanya pendek.
Selain tarik tambang, lanjutnya, kelas VII Care juga menang lomba makan kerupuk dan lomba bola tali.
“Seneng banget bisa memenangkan beberapa perlombaan. Untuk lomba makan kerupuk diwakili Fadhilah Ihsan Adlyansyah dan lomba bola tali diwakili Lovely Natasha Velove,” ungkapnya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah Editor Ichwan Arif.
Siswa Spemdalas Main Drama Kolosal Perjuangan di HUT Ke-79 RI

PCM GKB – Drama kolosal meriahkan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Sabtu (17/8/2024).
Ditampilkan di lapangan basket Spemdalas sebagai hiburan setelah upacara bendera, 49 siswa Spemdalas menampilkan adegan masa perjuangan melawan Belanda.
Pelatih drama kolosal sekaligus guru seni Spemdalas, Bambang Hermanto SSn menceritakan alur cerita drama kolosal.
“Adegan diawali dengan 3 orang tentara Belanda yang dipimpin oleh seorang Jenderal. Diiringi rekaman suara berbahasa Belanda, memberikan kesan mereka siap untuk menguasai Indonesia dengan segenap kekuatan,” terangnya.
Dia menuturkan, adegan berganti dengan sekelompok pasukan pejuang Indonesia dengan membawa senjata berupa tongkat dan miniatur senapan. Bendera merah putih juga nampak dikibarkan.
Baca juga: Pahami Makna Kemerdekaan, Isi Pesan Upacara HUT Ke-79 RI di Smamio
“Jika merah putih sudah dikibarkan, tak satupun bendera penjajah yang boleh berkibar,” ucap seorang pejuang yang segera ditimpali dengan tak kalah semangat. “Kita arek Suroboyo berani mati untuk kemerdekaan Indonesia,” katanya berapi-api dan segera disahut pekik Merdeka oleh pejuang yang lain.
Cerita berlanjut dengan menampilkan latar di sebuah pasar. Beberapa siswa mengenakan kostum kebaya, berperan sebagai penjual yang menawarkan jualan dan beberapa siswi berperan sebagai pembeli.
“Ikan-ikan, ada ikan bandeng, ikan gurami, ikan lele, jek seger loh,” tawar penjual ikan.
Tak mau kalah, penjual sayur menawarkan dagangannya, “Sayur-sayur, ayok sayure jek seger, monggo ditumbas.”
Dari arah yang lain, muncul seorang siswa dengan naik sepeda onthel berteriak di tengah pasar. “Londo ngamuk, Londo ngamuk.”
Seketika suasana panik muncul, pembeli dan penjual berlari berhamburan beserta barang dagangan meraka. Untuk menghidupkan suasana, rekaman suara menampilkan suara pesawat perang tempur yang meraung-raung yang disusul dengan masuknya para pejuang dan pasukan musuh yang baku tembak.
Baca juga: Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik untuk Siswa Spemdalas
Tak lama kemudian, Jenderal Belanda jatuh tertembak. Begitupun pejuang Indonesia juga beberapa gugur tergeletak. Terdengar puisi dibacakan oleh sekelompok siswa sambil berjalan.
Ketika puisi berhenti terdengar panduan suara menyanyikan lagu Gugur Bunga sembari jenazah pejuang Indonesia ditutup dengan kain kafan dan duduk di jenazah hingga lagu berakhir.
Dihubungi setelah pementasan, Bambang merasa terkesan dengan penampilan anak didiknya. “Mereka dapat larut dalam suasana sehingga nuansa perjuangan dihadirkan kembali,” katanya.
Tak hanya itu, Bambang juga menyampaikan rasa bahagia atas kerja sama seluruh tim acara yang telah menyiapkan atribut drama kolosal.
“Guru-guru memotong gambar ikan, gorengan, sayur yang akan dijajakan penjual di pasar, mengecat sterofoam sebagai miniatur senapan, bahkan meminjam sependa onthel agar terbangun suasana yang diharapkan.”
Baca juga: Pesan untuk Siswa SD Mugeb pada Upacara HUT Ke-79 RI
Pendapat senada disampaikan oleh pemain drama kolosal, Cahaya Rea. Siswa kelas VII itu berasa bahagia bisa memerankan penjual gorengan.
“Seakan-akan berada di tengah medan pertempuran, saat suara pesawat tempur diputar dengan kencang. Apalagi teman-teman juga berteriak-teriak sambil berlarian saat adegan awal serangan penjajah,” ujarnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif
Pahami Makna Kemerdekaan, Isi Pesan Upacara HUT Ke-79 RI di Smamio

PCM GKB – Pahami makna kemerdekaan menjadi isi pesan amanat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Sabtu (17/08/2024).
Upacara ini dipimpin oleh Mutafaq Azizi Avatar, siswa kelas XII-1 yang tergabung dalam ekstra kurikuler Pasukan Bendera Smamio (Pasbamio) dengan menghadirkan Isa Iskandar SSi MPd yang bertugas sebagai pembina upacara.
Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Timur ini memberikan amanat yang cukup singkat agar siswa mampu memaknai kemerdekaan dengan sebenar-benarnya.

Dia menyampaikan, di tengah kemajuan teknologi yang pesat, tantangan baru muncul bagi generasi muda Indonesia: memahami makna kemerdekaan secara mendalam tanpa terjebak dalam ketergantungan teknologi.
“Kemajuan teknologi membawa berbagai manfaat, dari akses informasi hingga konektivitas global. Namun, tanpa pengelolaan yang bijaksana, teknologi dapat menjadi jebakan yang membuat generasi muda kehilangan kendali atas waktu dan perhatian mereka. HP, barang yang kecil itu bisa menjadi penjajahan bagi kita. Penjajahan waktu, penjajahan energi, penjajahan biaya dan lain sebagainya,” paparnya.
Baca juga: Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik untuk Siswa Spemdalas
Dia menambahkan semua hal yang kita punya, akal yang kita punya, pikiran yang kita punya, barang yang kita punya semua tergantung dengan kita. Bagaimana kita bisa memanfaatkan hal itu dengan sebaik baiknya.
“Mari menyambut kemerdekaan dengan akal dan pikiran yang positif. Dengan inovasi dan semangat, generasi muda harus menunjukkan komitmen mereka untuk terus melestarikan nilai-nilai kemerdekaan dengan cara yang relevan,” ajaknya. (*)
Penulis Novania Wulandari. Editor Ichwan Arif
Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik untuk Siswa Spemdalas

Jadilah generasi muda Islam yang hebat yang memimpin bangsa Indonesia. Tugas kita adalah mengisi bangsa kita dengan karya dan membawa bangsa Indonesia yang bermartabat.
PCM GKB – Pesan Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik M. Fadholi Aziz, SSi MPd untuk siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024).
Dalam upacara yang diselenggarakan di lapangan Spemdalas, dia mengajak siswa untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT berupa kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diraih melalui perjuangan para pahlawan Indonesia.
Aziz sapaan akrabnya mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa dalam acara mengheningkan cipta. Dia pun mengajak untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, yaitu yang dijabarkan menjadi empat poin.
“Pertama, miliki visi yang jelas. Sebagai pelajar tentukan tujuan hidup dan mimpi yang akan diraih,” tegasnya.
Menurutnya visi yang jelas itu akan menuntun seseorang agar mudah mencapai tujuan yang diraih. Tanpanya, bangsa Indonesia sulit meraih kesuksesan di masa depan. “Berikutnya, mari belajar dengan tekun,” ucapnya.
Dia lantas mengutip perkataan Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. Pendidikan adalah senjata yang sangat kuat untuk mengubah dunia,” terangnya.
Aziz mendorong agar siswa belajar dengan giat dan memperluas wawasan serta puncaknya adalah dapat menerapkan ilmu dengan baik. “Ketiga, kembangkan karakter positif dan berpegang teguhlah pada prinsip moral yang kuat,” tuturnya.
Aziz melanjutkan amanatnya, yaitu agar siswa mengembangkan 4c. Raih 4C. 2C yang pertama yaitu creative and critical thinking. Berpikir kreatif dan kritis. Mencari cara kreatif dan tidak terpaku pada cara konvensional.
C ketiga yaitu communication. Aziz menerangkan siswa harus berlatih untuk berbicara di depan umum dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan mendengarkan. “C yang keempat adalah collaboration. Perluas jaringan. Mari berteman yang positif, pilih teman yang dapat mendukung untuk berkembang, belajar dan motivasi,” terangnya.
Terakhir, Aziz berpesan agar siswa meningkatkan kualitas ibadah. “Shalat, membaca Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah. Hal itu dapat meningkatkan ketenangan batin,” tuturnya.
Jadilah, tegasnya, generasi muda Islam yang hebat yang memimpin bangsa Indonesia. Tugas kita adalah mengisi bangsa kita dengan karya dan membawa bangsa Indonesia yang bermartabat.
“Kami berterima kasih kepada bapak ibu guru yang memberikan dedikasi terbaiknya. Dan semoga semua upaya itu menjadi amal jariyah untuk bapak ibu sekalian. Semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan dan petunjuk untuk bangsa kita tercinta,” harapnya. (*)
Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif