Pesan untuk Siswa SD Mugeb di Upacara HUT Ke-79 RI

PCM GKB – Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024) pagi.
Di lapangan timur sekolah ramah anak itu siswa kelas IV-VI berbaris rapi. Mereka memakai seragam merah-putih.
Tak hanya siswa, para guru turut berbaris dengan berkebaya bagi guru perempuan dan berjas bagi guru laki-laki. Adapun Ikatan Wali Murid (Ikwam) turut hadir dengan memakai pakaian bernuansa merah putih.
Wakil Ketua Majelis Pustaka, Informasi dan Teknologi Digital (MPID) dan Pengembangan Ranting Yudo Broto, S.E. ditunjuk sebagai pembina upacara. Pada upacara pagi itu, Pak Yudo menyampaikan empat pesan cara meneladani perjuangan para pahlawan.
“Kita sekarang sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan atas perjuangan yang dilakukan pahlawan pendahulu kita. Maka kita harus bersyukur dan banyak berterima kasih kepada pahlawan yang mendahului kita,” ujarnya.
Teladani Pahlawan
Selanjutnya ia menegaskan, yang terpenting, mereka harus menangkap pelajaran bagaimana perjuangan dari pendahulu. Karena itulah ia menyampaikan tiga pesan.
Pertama, perjuangan membutuhkan keberanian yang harus tertanam pada masing-masing pribadi. Sebab, menurutnya, tanpa keberanian, perjuangan tak akan berhasil.
“Kalian harus berani berjuang bagi diri sendiri dan untuk masyarakat di sekitar! Berani mencoba melakukan. Kalau ada salah itu biasa tapi harus tetap kita perbaiki,” tuturnya.
“Saya harapkan keberanian itu. Saya bangga terhadap anak-anak di SD mugeb yang sudah punya prestasi tinggi dan harus ditingkatkan lagi,” imbuhnya.
Kedua, sikap pantang menyerah. Sebab, kata Pak Yudo, perjuangan bangsa Indonesia selama berpuluh-puluh tahun dan para pahlawan tak kenal menyerah.
“Dalam meraih cita-cita jangan cepat menyerah. Lakukan semaksimal mungkin sehingga bisa mencapai cita-cita. Kalau jatuh, bangun lagi sampai berhasil!” pesannya.
Ketiga, tawakkal kepada Allah. “Kita tingkatkan tawakkal kita agar berhasil,” ajaknya.
Terakhir, mengingat sekarang sudah masanya era globalisasi dan medsos sangat masif, Yudo menyampaikan harapannya. “Anak-anakku yang sudah banyak mempunyai akun medsos saya harap bijak dalam memakai akun medsos,” ucapnya.
Ia menekankan, “Jangan banyak hibah dan caci maki. Apabila anda salah, akan berbahaya. Maka harus waspada sehingga kita bisa memanfaatkan medsos sebagai sarana kita meraih cita-cita yang akan datang!”
Pelantikan Ortom dan Komunitas
Selain itu, ortom beserta komunitas di bawahnya juga dilantik. Yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM Junio), Pamarsasi yang fokus pada kebersihan sekolah, Jurnalis Cilik, dan Pasukan Matahari (Pasma) yang fokus pada ketertiban di tempat ibadah.
Mereka terdiri dari 10 BPH IPM beserta komunitas di bawahnya, yakni 20 Jurnalis Cilik, 27 Pamarsasi, 30 Pasma, dan 49 PKS. Satu per satu siswa dipanggil namanya. Lalu maju ke panggung.
Upacara pagi itu juga dimeriahkan dengan penampilan Polisi Cilik, Tapak Suci, dan Taekwondo. Kehadiran mereka langsung mengundang gemuruh tepuk tangan dari siswa maupun guru. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah

Siswa SD Mugeb Senam Pagi Bersama Milku

PCM GKB – Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) senam pagi bersama Milku, Kamis (15/8/2024). Lapangan timur sekolah ramah ini penuh dengan barisan siswa kelas III-VI yang kompak berbaju nuansa merah dan putih.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nugra Heny Apriliah SPd mengungkap, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi SD Mugeb dengan Milku. Selain itu, untuk mendukung kesehatan siswa melalui pembagian susu gratis.
“Kegiatan senam ini mengawali lomba Agustusan di SD Mugeb,” ujar Ustadzah Heny, sapaan akrabnya.
Acara dimulai ketika MC Diana Intan Absari atau biasa dikenal dengan nama panggung Intan Sakti menyapa para siswa. “Hari ini ada yang special! Senam pagi bersama Milku. Adik-adik dapat susu Milku gratis,” ucapnya.
Saat mendengar ucapan perempuan yang akrab disapa Kak Intan itu, anak-anak langsung bersorak, “Hore!” Mereka tampak senang. Tangannya menjulur ke atas. Ada pula yang melompat gembira.
Kak Intan pun melanjutkan, “Ada syaratnya, harus semangat senam!”
Selanjutnya, giliran Yesmena Sugesti atau bisa dipanggil Kak Yesi yang naik ke panggung, memakai kaos yang sama-sama bergambar sapi-sapi seperti yang tertera di kemasan Milku. Dialah pemimpin senam pagi bersama Milku. Senam perpaduan aerobik dan zumba untuk anak-anak itu dilakukan selama 8 menit.
Baca juga: Hidup Sehat ala Warga Spemdalas
Dapat Susu Gratis
Siswa semangat senam pakai pernak-pernik merah putih. Seperti Aleeya Zahira, siswi kelas III, yang menempelkan stiker merah putih berbentuk hati di pipi kirinya. Juga Chindaga Lalitta kelas IV Musa yang membawa bendera merah putih mini. Tidak hanya siswa yang semangat senam, para guru juga tak kalah semangat di antara barisan siswa.
Setelah senam di bawah langit yang cerah, siswa-siswi pun mendapatkan susu gratis Milku. Satu per satu siswa dari kelas III-VI berbaris di depan stan Milku. Ada tiga rasa susu yang mereka bagikan, yaitu stroberi, cokelat, dan vanila.

Sebelumnya, anak-anak mendapatkan selembar voucher yang telah dibagikan oleh petugas Milku dan ustadz/ustadzah. Pada voucher itu tertulis, “Milku made with Real Milk from Belgian Cows, Free 1 botol Milku.”
Para siswa wajib menukarkan voucher tersebut untuk mendapat sebotol Milku. Biasanya minuman susu ini dijual dengan harga Rp 3.000 per botol 200 ml.
School to School
Kak Intan menjelaskan, senam pagi ini adalah progam School to School yang diadakan oleh Perusahaan Wingsfood. Sejauh ini Milku sudak mengelilingi enam sekolah di Kabupaten Gresik. “SD Mugeb adalah sekolah ketujuh yang Milku kunjungi,” terangnya.
Lokasi perusahaan Wingsfood ini memang dekat dengan SD Mugeb. Yakni di kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. “Dari perusahaan yang sama dengan Mie Sedap,” ungkap Kak Intan. Wingsfood memang memproduksi beragam produk, seperti Kecap Sedap, Mie sukses, Milkjus, Tea Jus, dan lainnya.
Baca juga: Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
Ada tujuan mulia yang mereka usung dari program ini. “Agar anak-anak tahu kegunaan minum susu. Karena banyak anak-anak yang hanya tahu perlu minum susu tapi tidak tahu kegunaannya,” imbuhnya.
Selain mengadakan senam pagi, Milku juga menggandeng RSUD Ibnu Sina Gresik. Hadirlah dua dokter untuk menjelaskan manfaat minum susu kepada para siswa. Penjelasan mereka dimulai dengan ragam sumber tenaga yang manusia peroleh. Seperti karbohidrat, protein, dan lemak. (*)
Penulis Nada Janeeta Permana, Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. Editor Sayyidah Nuriyah.
Hidup Sehat ala Warga Spemdalas

PCM GKB – Hidup sehat dengan mengadakan senam sehat ala warga SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (15/8/2024).
Selama 45 menit, siswa, guru, dan karyawan Spemdalas mengikuti senam pagi di lapangan basket Spemdalas dengan instruktur senam Kak Wahono.

“Mana suaranya,” teriak Kak Wahono memulai memandu senam.
“Heah, heah,” teriaknya kembali.
Siswa, guru, dan karyawan bersama-sama mengikuti pemanasan di awal senam. Setelah itu, Kak Wahono dengan mengenakan kaos warna hijau toska, celana abu-abu, dan bertopi ini terus menerikan semangat kepada peserta senam.

“Mana semangatnya? Heah,” ujarnya lagi.
Supaya menambah semangat, instruktur tidak hanya berada di panggung di bagian depan, tetapi dia juga berkeliling. Hal ini membuat peserta bertambah semangat.
Baca juga: Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengaku senang dengan kegiatan senam pagi bersama ini. “Seru, instrukturnya juga semangat sekali,” katanya usai senam pagi.
Dia mengatakan, kegiatan ini adalah inisiatif IPM sebelum kegiatan lomba yang akan diikuti siswa. “Biar mereka semangat dan sehat semua,” ucap siswa yang duduk di kelas IX C ini. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Air Nabeez, Minuman Kesukaan Rasulullah

PCM GKB – Air nabeez, minuman kesukaan Rasulullah disampaikan Ust. Sonif Priadi, Lc., M.A. di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (13/8/2024).
Dalam kajian dengan materi Kitab Hadist Syarah Muslim, Ust. Sonif Priadi menyampaikan air nabeez adalah minuman yang dibuat dengan merendam biji kurma dalam air, lalu dibiarkan semalaman.
“Minuman ini mengandung banyak zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Dia menuturkan, Rasulullah SAW memiliki banyak hal-hal favorit, termasuk minuman dan air nabeez salah satunya. Air Nabeez dibuat dengan merendam buah kering atau biji-bijian dalam air, seperti kurma, anggur, atau kismis.

Kandungan buah kurma yang direndam akan larut ke dalam air, sehingga air tersebut akan kaya akan vitamin dan mineral. Selain itu, air nabeez juga dapat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur sistem pencernaan, serta memberikan kelembutan pada kulit.
Dengan begitu banyak manfaat yang dimiliki, tidaklah mengherankan jika Air Nabeez menjadi minuman favorit Rasulullah SAW. Air nabeez dapat dengan mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana dan langkah yang mudah diikuti.
Baca juga: Ujian Allah untuk Kuatkan Iman Hambanya
“Oleh karena itu, penting untuk mencoba minuman ini dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan kita,” tegasnya.
Rendaman air kurma biasanya terdiri dari campuran air dan buah kurma yang direndam dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan minuman yang kaya akan nutrisi. Selain menjadi minuman yang menyegarkan, rendaman air kurma juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan kita.
“Untuk membuat Air Nabeez, caranya sangat mudah. Cukup merendam sejumlah biji kurma dalam air bersih semalaman. Pada pagi hari, air dipisahkan dari biji kurma dan siap untuk diminum. Tapi, jangan sampai 3 hari, nanti sudah tidak sehat lagi,” terangnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas

PCM GKB – Mengenal Masa Pubertas menjadi tema Kajian Muslimah (Kalimah) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (9/8/2024).
Dalam penjelasannya, pemateri Anis Shofatun SSi MPd menjelaskan anak-anak saat ini masuk usia SMP. Jadi harus ada perubahan mainset.
“Jika saat SD anak-anak masih banyak aktivitas bermain, di SMP anak-anak sudah mulai dikenalkan dengan konsep berpikir, menggali informasi, serta bertindak berdasarkan ilmu,” kata guru biologi Spemdalas di Andalusia Hall.
Anis kemudian menunjukkan slide materi terkait pembagian 9 tahap tumbuh kembang mulai 0 tahun sampai lebih dari 55 tahun.
“Pada usia anak-anak yang saat ini berada di rentang 12-17 tahun, kalian berada pada tahap kelima, yaitu tahap kebingungan dan identitas peran,” lanjutnya.
Baca juga: Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
Masa ini, sambungnya, juga disebut masanya badai. Mengapa, karena banyaknya perubahan yang terjadi pada diri kalian. Pencarian identitas adalah hal yang membingungkan karena mengenal sosok-sosok baru yang diidolakan.
Anis kemudian menjelaskan makna pubertas sebagai proses perubahan fisik dan akal seseorang saat berada di tubuh yang dewasa (beranjak dewasa) yang mampu melakukan proses reproduksi. Pada masa ini hormon-hormon reproduksi mulai aktif.
“Di satu sisi, hal ini merupakan hal positif, karena menunjukkan kenormalan. Sebaliknya, hal ini membawa konsekuensi logis terkait menjaga keberadaan, kesehatan, serta kehormatannya,” ungkapnya.
Secara syariat, lanjutnya, masa pubertas dimaknai sebagai konsekuensi kemampuan membedakan baik dan buruk serta mampu menerima akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan.
“Ada juga beberapa tanda bahwa seorang anak sudah memasuki pubertas, yaitu tumbuh rambut di daerah sensitif, keluarnya air mani saat mimpi atau syahwat, mendapatkan haid, dan genap 15 tahun,” terangnya.
Selain tanda-tanda utama tersebut ada tanda-tanda sampingan. Misalnya tumbuh jerawat, perubahan suasana hati, bau badan yang mulai menyengat, dan ukuran panggul yang membesar bagi perempuan.
“Yang perlu anak-anak ketahui bahwa ada beberapa hukum yang menyertai masa pubertas,” jelasnya.
Pertama adalah bahwa sudah dibebankan kewajiban syariah yang akan menimbulkan dosa jika tidak dilakukan, seperti sholat fardhu, puasa Ramadhan, dan menutup aurat.
Kedua adalah tidak bersentuhan dan memandang kepada lawan jenis yang bukan mahram. Dalam kaitan ini juga tidak berduaan dengan lawan jenis.
Ketiga adalah keharusan seseorang untuk menanggung hukuman atas tindakan yang dilakukan. “Sedangkan keempat adalah jika ia adalah anak yatim, ia telah diperbolehkan untuk mengelola hartanya sendiri dengan syarat ia bisa mengelola hartanya dengan baik,” katanya.
Dia berharap siswa dapat memahami apa yang terjadi dalam diri kalian. Menerima dan menjalankan dengan bahagia dan tanggung jawab.
“Yang tak kalah penting adalah temukan identitas diri yang positif. Kalian dapat mempersepsikan diri kalian sebagai siswa yang tidak pernah terlambat masuk sekolah, siswa yang rajin mencatat, siswa yang kritis dalam berpikir, atau bahkan siswa yang mengajak teman untuk beribadah,” tandasnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?

PCM GKB – Kajian Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas berbicara atau mendengar, mana yang lebih sulit?, Jumat (9/8/2024).
Acara yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Fayyadh Althaf Ardyawan mengatakan sebagian besar orang jika ditanya mana yang lebih sulit? Umumnya menjawab berbicara lebih sulit.
“Benarkah? Tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar,” kata siswa kelas IX Granada di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, berbicara di dunia maya sangat mudah dilakukan, bahkan setiap menit ribuan atau bahkan jutaan tweet atau status baru berdatangan di timeline. Berbagai rasa, unek-unek, kekecewaan ditumpahkan dalam tulisan.
“Banyak juga orang yang berbagi cerita kebahagiaan. Berbicara di sosial media tak jauh berbeda dengan dunia nyata,” ucapnya.
Baca juga: Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik
Dia menjelaskan kenyataan banyak orang yang pintar berbicara. Hampir setiap orang pasti akan senang berbicara. Apalagi kalau membahas tentang dirinya atau yang berhubungan dengan kesukaan atau hobinya.
“Bahkan tak jarang ahli kampanye yang senang sekali berbicara, bercerita untuk mempengaruhi,” sambungnya.
Faktanya, sambungnya, di balik kemudahan berbicara ada yang mungkin memang tidak pandai berbicara bisa jadi karena karakter yang pendiam, tidak menguasai sebuah perbincangan atau memang dia tidak mau terlihat vokal di kelompoknya.
“Namun tahukah kalian bahwa ada yang lebih sulit dari berbicara, yaitu kemauan dan kesadaran untuk mendengar,” katanya.
“Bagaimana bisa?” tanyanya pada temannya.
Banyak orang yang menganggap berbicara di depan umum itu sulit, namun ada yang lebih sulit lagi yaitu untuk mendengar. Oleh karena itu mengapa Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut.
Dia menyampaikan, dalam sudut pandang Islam, beberapa kisah menunjukan bahwa mendengarkan itu lebih sulit.
“Bahkan kisah tentang Nabi Musa As dan Firaun. Dalam kisah tersebut menunjukan bahwa Firaun tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mendengarkan pembicaraan yang benar (Al-Haq). Jadi, mendengar sesungguhnya jauh lebih sulit dibanding sekedar berbicara,” jelasnya.
Contohnya, lanjutnya, orang yang berpendidikan tinggi akan cenderung abai jika dinasihati, orang tua mungkin tersinggung jika dinasehati anaknya, senior tidak mau mendengar junior, maupun penguasa tidak mau mendengar jeritan rakyatnya.
dalam surah Qaf ayat 18 Allah Swt memberikan ancaman kepada yang banyak berbicara dengan menugaskan dua malaikat untuk mengawasi perkataannya. Pernah seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Saw.
“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Muslim/64). Pada kesempatan lain Rasullah saw berkata “siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).
Sebaliknya, tegasnya, Allah Swt memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang mendengarkan secara tekun dan bersungguh-sungguh perkataan, lalu mengikuti secara bersungguh-sungguh apa yang paling baik di perkataan tersebut dalam surah Al-A’raf ayat 145.
“Dalam surah Az-Zumar ayat 18, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah diberikan petunjuk (hidayah) dan mereka dijuluki ulul albab, yakni orang yang memiliki otak atau pikiran yang cerah, tidak diliputi kekeruhan,” katanya. (*)
Penulis Dheni Iga Pertiwi. Editor Ichwan Arif.
Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik

PCM GKB – PR IPM SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur resmi dilantik di Andalusia Hall, Jumat (2/8/2024).
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Spemdalas diikuti oleh 68 siswa. Koordinator PR IPM Spemdalas Octaria Wahyuningtyas SPd menyampaikan pelantikan PR IPM Spemdalas kali ini berjalan dengan sesuai dengan harapan panitia.
“Alhamdulillah 68 siswa telah dilantik manjadi anggota IPM Spemdalas hari ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran dalam berorganisasi,” katanya.
Dia berharap, PR IPM periode 2024-2025 yang sudah dipilih ini bisa menjalankan tugas yang telah ditetapkan bersama. “Dengan memahami tugas ini, mereka bisa menjelankan perannya sehingga semua kegiatan yang disudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan targetnya,” harapnya.
Baca juga: Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PR IPM Spemdalas periode 2024-2025 Muhammad Alan Herinda menyampaikan rasa harunya bisa melaksanakan pelantikan PR IPM kali ini.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilantik menjadi PR IPM Spemdalas. Saya merasa senang acara pelantikan dapat terselenggara dengan lancar. Saya sangat kagum kepada motivasi dari Mbak Caca selaku Ketua Umum PR IPM Spemdalas tahun 2023-2024 lalu,” kata siswa kelas IX Cordoba ini.
Dia berharap, semoga di periode baru ini, IPM Spemdalas bisa menjadi lebih baik. Program yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang sudah dirumuskan.
“Segala kekurangan di masa lalu kita perbaiki. Saya berharap semua pengurus IPM bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sehingga menjadi contoh bagi temen-temen semua,” harapnya.
Dengan komunikasi dan kerja sama, tekannya, semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik. Media komunikasi ini sebagai modal seluruh anggota PR IPM Spemdalas dalam menjalankan tugas ke depannya.
“Bismillah, semoga diberikan kemudahan dalam mengemban amanah ini,” harapnya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif.
Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas

PCM GKB – Kuatkan iman dan kunci sukses menjadi amanat Apel Pagi di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Senin (5/7/2024).
Pembina Apel Pagi Spemdalas Ichwan Arif SSi MHum dalam amanatnya menyampaikan dua hal yang harus diseriusi oleh seluruh siswa.
“Pertama, untuk seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai muslim harus benar-benar memegang teguh iman,” ucapnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud keimanan tersebut adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Namun, yang jadi fokus adalah kita bisa menjalankan shalat dengan tepat waktu. Di sekolah sudah dilaksanakan pembiasaan shalat duha. Shalat zuhur dan asar juga dilaksanakan secara berjamaah.
“Selanjutnya, anak-anak melaksanakannya di rumah. Nah, saat berada di rumah inilah, anak-anak harus dapat mengaplikasikan pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah. Hal yang menentukan kedispilinan menjalankan shalat adalah kekuatan iman,” jelasnya.
Baca juga: Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
Yang perlu dijadikan perhatian serius adalah, tekannya, kemampuan untuk mengendalikan diri. Jangan disibukkan dengan media sosial, namun sibukkan diri dengan peningkatan iman.
Hal kedua yang disampaikan adalah bahwa sukses adalah hak semua warga Spemdalas, terutama siswa. “Siswa Spemdalas harus selalu bersemangat dalam meraih kesuksesan. Sukses diraih by design. Maksudnya, sukses itu ditargetkan, diupayakan, dan direncanakan dengan baik,” paparnya.
Yang perlu dipahami adalah, sambungnya, bahwa kesuksesan tidak hanya dalam hal akademik, namun juga berbagai bidang. Spemdalas telah menyiapkan wadah bagi seluruh potensi yang dimiliki anak-anak. Ada olahraga, seni, atau berbagai jenis pengembangan diri yang lain.
“Silakan lejitkan kelebihan dan ketrampilan kalian,” ucapnya.
Jika dalam olahraga, lanjutna, kita harus menyiapkan kesuksesan dengan banyak latihan, kesuksesan akademik dapat diraih dengan fokus belajar dan latihan soal. Kalian harus mampu memasang target latihan. Misalnya berapa jumlah soal yang harus aku kerjakan per hari atau berapa menit waktu saya berlari dalam sehari.
Seperti anak-anak ketahui, kontingen olahraga kita saat ini sedang berjuang di ajang Olimpiade Paris. Tentunya mereka telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka telah memiliki target perolehan emas, mereka sudah latihan dengan keras, serta menyiapkan mental dan karakter juara.
“Anak-anak, kekuatan karakter mencerminkan kekuatan iman. Anak-abak yang memiliki kekuatan iman akan memiliki karakter terbaik. Dalam kehidupan nyata, karakter tersebut nampak dalam hubungan pribadi dengan Allah sebagai pencipta. Sekaligus hubungan pribadi dengan pribadi orang lain,” katanya.
Untuk itu, tekannya, karakter anak-anak akan menentukan setiap diri anak-anak dapat berjuang mendapatkan prestasi terbaik. Dalam kaitan ini, tentunya, kekuatan iman adalah fokus utama. (*)
Penulis Fitri Wulandari
Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
PCM GKB – Kolam ikan koi Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik begitu menentramkan hati ketika mendengarkan gemericik air, lenggak-lenggok dan warna warni ikan.
Bukan hanya bagi siswa Spemdalas, kolam ikan koi juga menjadi hiburan jamaah masjid jamaah usai shalat jamaah. Mereka melihat ikan ukuran besar dan kecil saat berenang. Ratusan ikan memberikan hiburan bagi mereka.

Kadang kala, kolam ikan ini juga menjadi media pembelajaran bagi siswa. Mereka mengamati kolam ikan dan melakukan deskripsi dalam tugas bahasa Indonesia. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Ujian Allah untuk Kuatkan Iman Hambanya

PCM GKB – Allah SWT memberikan ujian tidak lain adalah untuk menguji keimanan hambanya disampaikan Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. dalam Kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (1/8/2024).
Dalam kajian yang dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib, dia mengatakan Selain itu, hadirnya ujian dan cobaan membuat kita menjadi lebih kuat, menjadi lebih sabar dan ikhlas, menjadi lebih memahami tentang makna hidup.
“Hanya saja, kadang-kadang kita sebagai manusia bersuuzon atau berprasangka buruk terhadap apa yang terjadi pada diri kita. Padahal, segala apa yang terjadi selalu ada hikmah yang bisa diambil. Tinggal bagaimana cara pandang kita melihat sesuatu yang terjadi dalam hidup ini,” jelasnya.
Baca juga: Tiga Kunci yang Bisa Bikin Hidup Stabil
Tidak ada kehidupan yang dijalani tanpa adanya ujian atau masalah. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing, hanya saja kadarnya yang berbeda yang disesuaikan dengan kesanggupannya.
“Tidak ada ujian yang besar karena kita mempunyai Allah yang maha besar. Tidak ada ujian yang sulit karena Allah berjanji dalam kesulitan beriring kemudahan. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba bisa menjalankan tugas-tugas layaknya manusia yang mencari rida Allah, menggapai cintanya Allah, dan terus belajar menjadi hamba yang taat di tengah hiruk pikuknya dunia,” ungkapnya.
Dia menjelaskan nabi juga tidak luput dari ujian yang diberikan Allah SWT. Nabi Nuh diuji hal keluarga. Nabi Yusuf juga diuji oleh Allah 3 ujian dan diberikan 3 oleh Allah (kebahagiaan).
“Keluar penjara karena mimpi, dapat jabatan, pertemukan Nabi Yusuf dengan orangtua dan keluarganya,” katanya.
Nabi Ibrahin diuji oleh orang tuanya sendiri, Nabi Ayub diuji dengan anaknya meninggal semua, Nabi Musa diuji dengan penguasa. “Nabi Sulaiman diuji oleh Allah dengan kekayaan dan kepandaian,” ungkapnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.

