Siswa Berlian School Bermain Peran Profesi saat Field Trip di Kidzania

PCM GKB – Sebanyak 127 siswa dan 15 pendamping mengikuti kegiatan dengan tema Menanamkan Karakter Berwawasan Global dengan Mengenal Ragam Profesi secara Langsung.
Siswa dibagi menjadi 23 kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa dan mencoba berbagai macam wahana.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik Farikha SPd berharap siswa memiliki pengalaman mencoba profesi.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa mencoba berbagai profesi yang ada dalam wahana, dan setiap kelompok bisa merasakan minimal 7 wahana,” katanya.
Ketua Field Trip Maratus Sholihah SPd mengatakan kegiatan ini membutuhkan persiapan yang cukup singkat yaitu 2 pekan.
Eka sapaan akrabnya berpesan kepada setiap pendamping agar bisa mendampingi siswa-siswi dengan baik dan mengarahkan siswa untuk mengunjungi berbagai wahana agar bisa merasakan berbagai macam profesi.
“Tujuan dari field Trip kelas I ini agar siswa-siswi memiliki karakter yang berwawasan global, sehingga bisa mengenal ragam profesi,” ucapnya.
Dia berharap semoga siswa bisa menghargai apapun yang sudah dimiliki, bisa mengolah keuangan dengan baik dan bertanggung jawab dengan segala sesuatu yg harus di kerjakan.
“Berbagai profesi memberikan edukasi dan pengalaman baru untuk siswa-siswi karena ini adalah kerja nyata mereka melalui bermain peran, disini siswa belajar sambil bermain,” tambahnya.
Dia menuturkan, sesampai di Kidzania, siswa berkumpul sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan untuk mendapat arahan oleh petugas. Petugas Kidzania menyapa dengan ramah dan menyambut dengan senyuman sumringah.
Pemandu Kidzania Sadam menjelaskan bahwa setiap anak akan mendapat kartu dan mendapatkan gaji yang berbeda-beda sesuai dengan profesinya. Siswa kelas I sangat antusias dan semangat dalam memainkan setiap profesi.
Siswa kelas I Asoka Yusuf Ilham mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Saya sangat senang sekali karena permainanya banyak, bisa bekerja bersama teman-teman dan mendapatkan gaji,” katanya.
Dia mengatakan paling suka wahana polisi karena bisa berlarian menangkap pencuri, aku ingin kesana lagi bersama ayah dan bunda. (*)
Penulis Alsalimatus Sadiyah
Bahas Keagungan Nabi Muhammad, Siswa Spemdalas Diajak Idolakan Rasulullah

PCM GKB – Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas Keagungan Nabi Muhammad Saw dengan tema K-Pop atau Rasulullah, Mana Idolamu?, Jumat (13/9/2024).
Pemateri Kammil Muhammad Farrel Azkahfie pada awal penjelasannya menyampaikan ke peserta Kammil di Masjid Taqwa Spemdalas perihal mengidolakan K-Pop atau Rasulullah
“Apa sih itu K-Pop? K-pop adalah singkatan dari Korean Pop, yaitu subgenre musik pop yang berasal dari Korea Selatan. K-pop merupakan bagian dari budaya Korea Selatan dan menjadi salah satu bagian dari Gelombang Korea (Korean Wave) di berbagai negara,” jelas siswa kelas Kelas IX D ini di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, siapa sih Rasul itu atau yang biasa kita kenal dengan nama Nabi Muhammad Saw? Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT sebagai penyempurna agama Islam.
“Beliau merupakan satu-satunya manusia yang diutus menjadi rasul oleh Allah SWT. Menurut keyakinan umat Islam, dia adalah nabi yang diberikan wahyu ilahi untuk memberitakan dan meneguhkan prinsip monoteistis dalam ajaran Adam, Ibrahim (Abraham), Musa, Isa, dan Nabi lainnya,” katanya.
Kita flashback sedikit tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Pada Maulid Nabi ini kita harus lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW.
“Ketika kita sudah mengenal pasti di dalam diri kita akan timbul kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, lanjutnya, kita harus meneguhkan hati kita kepada para pendahulu, yaitu Nabi Muhammad, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Isa, dan lainnya. Itu semua mengingatkan akan pentingnya sejarah bahwa Allah mengutus Nabi untuk kita semua. Oleh karena itu kita harus patuh, tunduk, serta melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW,” paparnya.
Dia menyampaikan, orang-orang sekarang itu lebih mengidolakan artis K-pop karena tontonan mereka sehari-hari.
“Sebaiknya tidak karena mereka juga bukan muslim. Nabi Muhammad sudah jelas dipilih Allah, malah dilalaikan. Dalam Al-Quran Surat Hud ayat 120 yang artinya “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu,” ujarnya.
Dampak-dampak negatif jika kecanduan K-Pop, kurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri, gangguan tidur, ketidakstabilan emosional, ketergantungan finansial, dan lupa terhadap Allah dan Rasul.
“Apa sih hikmah cinta kepada Rasulullah SAW?” tanyanya pada peserta.
Dia mengatakan, memperoleh manisnya iman Allah SWT menjadikan beberapa sebab untuk memperoleh manisnya iman. Di antaranya adalah mencintai Rasulullah SAW melebihi kecintaan kepada seluruh makhluk selain beliau, akan bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak. Barang siapa yang mencintai Rasulullah SAW yang mulia, maka ia akan bersama beliau nanti di akhirat.
“Jadi, simpulannya, kita tidak boleh terlalu mengidolakan K-Pop, karena masih ada Rasulullah yang membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman ad-Diinul Islam,” tekannya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor IchwanArif.
Siswa Smamio Ikuti Malam Tadabbur Al-Quran, Ini Tujuannya

PCM GKB – Siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti kegiatan Malam Tadabbur Al-Quran di Corboba Hall, Jumat-Sabtu (13-14/9/2024).
Kegiatan dimulai pukul 15.30. Peserta mendapat dispensasi untuk masuk sekolah pukul 13.00, sedangkan yang lain masuk seperti biasa. Selepas tiba di sekolah, peserta tetap mengikuti materi seperti biasanya hingga jam kepulangan normal sekolah.
Selepas shalat Asar berjamaah, peserta bergegas untuk berkemas dan berkumpul di tempat kegiatan. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang tergambarkan dengan barang bawaan yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
Wakil Kepala Smamio Sa’roni, M.Pd. dalam sambutannya menuturkan Smamio akan terus berupaya untuk membangun suasana dan lingkungan yang Islami di sekolah.
Dia menyampaikan, jika seluruh siswa, guru, dan karyawan Smamio senantiasa dekat dengan Al-Quran, maka tentu sekolah akan dipenuhi keberkahan.
“Mari kita bersemangat dalam mempelajari Al-Quran. Kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan harapannya anak-anak bisa mengikuti dengan baik, asyik, dan bergembira. Pada kali ini kegiatan bertema Etika Pergaulan dalam Islam,” katanya.

Dia pun mengajak siswa untuk meniatkan diri dalam beribadah dan menimba ilmu untuk menggapai ridha Allah SWT.
Kegiatan tersebut diawali dengan Fun Game. Siswa diajak beberapa permainan dan mengasah logika berpikir lewat tebak-tebakan yang telah disiapkan. Selepas itu, mereka kemudian murajaah sembariu menunggu adzan Maghrib. Materi inti disampaikan pada pukul 19.15 WIB.
Pemateri Muhammad Taufiq M.Ag. menjelaskan bagaimana Islam mengatur hubungan antar sesama yang termaktub dalam surat An Nisa ayat 36.
“Surat An Nisa ayat 36 menyampaikan perintah untuk tidak menyekutukan Allah, berbuat baik terhadap orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga, teman sejawat, ibnu sabil, hingga hamba sahaya,” jelasnya.
Dia menuturkan, sebagai pemuda Islam siswa Smamio harus dapat meneladani sikap dna perilaku Nabi Muhammad, termasuk keteladanan beliau mengenai bagaimana beliau bergaul terhadap sesama, baik terhadap orang yang mendukungnya maupun yang membencinya. Nabi selalu bersikap lemah lembut, ramah, dan penyabar,” ujarnya.
Selepas materi inti, peserta disilahkan untuk beristirahat. Pada pukul 03.30, mereka bangun dan mendirikan shalat tahajud berjamaah hingga menjelang shubuh. Shubuh, mereka isi dengan salat jamaah, kultum, dan murajaah. Kegiatan ditutup dengan olahrga bersama di halaman sekolah. (*)
Penulis Bagus Rifani. Editor Ichwan Arif.
Buka Quran Time, Spemdalas Ajak Siswa Cinta Al-Quran

PCM GKB – Pembukaan Quran Time SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di Masjid Taqwa Spemdalas dengan tema Recharge Your Life, Reconnect with Quran, Jumat (30/8/2024).
Kepala Spemdalas Foni Libriastuti MSi menyampaikan agar siswa memanfaatkan moment berkah ini bersama ramanda Iqbal untuk bisa memberi motivasi dan inspirasi Al-Quran.
“Siswa Spemdalas cinta Al-Quran jadi pedoman kita harus kita cintai,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia bertanya lebih senang mana, HP time atau Quran Time?
“Alhamdulillah anak-anak lebih mengutamakan Quran Time dari pada HP time, luar biasa sekali,” ujarnya.
Dia pun mengajak, ayo bersama sama pikiran dan hatinya difokuskan untuk acara ini. “Simak materi dengan baik,” pesannya.

Muhammad Iqbal Rahman pemateri pembukaan Quran Time kali ini, menyampaikan Al-Quran adalah kitab Allah yang diwajibkan untuk kita baca.
“Kalau baca Quran yang fasih dan santai, jangan tergopoh-gopoh,” jelasnya.
Pengertian al-Quran menurut bahasa berarti bacaan yang mengandung ajaran tentang aqidah, syariat, dan akhlak.
Menurut istilah Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Keutamaan membaca Al-Quran kata Nabi Muhammad jika nanti ada umatnya yang membaca Al-Quran maka saat mau masuk surga, baca dan baiklah sebagaimana ketika kalian membaca Al-Quran,” jelasnya.
Mari, ajaknya, belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Metode membaca Al-Quran ada beberapa macam di antaranya metode iqra’, tilawati, yamdlu’ah, qiroati, ummi.
“Dalam membaca Al-Quran kita harus memperhatikan makhorijul huruf, tilawah, dan tahsin (membangunkan bacaan makhorijul huruf dan tilawahnya). Serta belajar tahfidz atau hafalan Al-Quran. Hafalan bisa dihafalkan tiap lafadh yang diulang ulang sampai hafal,” tuturnya.
Waspadalah 3 F, food, fashion dan fun. Food, bisa merusak organ tubuh dan daya pikir menjadi lemah. Fashion, hilangnya rasa malu, akhlak yang melemah. Fun, kecanduan yang berlebihan sampai lupa waktu, frustasi dan depresi.
“Maka, pergunakanlah waktu dengan baik saat Quran Time. Baca dengan fasih makhorijul huruf dan perhatikan tilawahnya,” tekannya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif
Sayembara Asmaul Husna Warnai Lomba Peringatan Maulid Nabi Mugeb School
Siswa jenjang kelas 2 yang menjadi juara Lomba Peringatan Maulid Nabi. (Isamasii Romadhona)
PCM GKB – Sayembara Asmaul Husna mewarnai peringatan Maulid Nabi di Mugeb School, Kamis (12/9/24).
Pada H-3 Maulid Nabi, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) mengadakan beragam lomba. Selain sayembara Asmaul Husna untuk kelas I-VI, yang berkaitan dengan Asmaul Husna juga ada lomba mewarnai doodle Asmaul Husna untuk siswa kelas I-III dan lomba membuat doodle kaligrafi Asmaul Husna untuk siswa kelas IV-VI.
Selain itu, ada lomba nasyid tentang Nabi Muhammad Saw, audisi muadzin cilik, lomba berkisah, dan mini teatrikal. Alhasil, siswa fokus mengikuti lomba dan tak ada pelajaran di dalam kelas hari itu.
Untuk mengapresiasi usaha mereka, Mugeb School menganugerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang. Awarding berlangsung pada Jumat (13/09/24).
Simak Dongeng

Siswa kelas I-VI mengikuti ceremony di lapangan futsal sekolah. Acara ini diawali dengan pembukaan. Kepala Mugeb School Mochammad Nor Qomari, S.Si menyampaikan sambutan.
Berikutnya, ada peluncuran video Asmaul Husna siswa-siswi sekolah ramah anak itu. Suasana kian menyenangkan ketika anak-anak mendengarkan Bunda Daniek berkisah Sirah Nabawi.
Setelah itu, barulah penampilan mini teatrikal dari siswa kelas V dan penganugerahan penghargaan kepada pemenang lomba.

Para Juara
Inilah daftar juaranya.
Lomba Mewarnai Doodle Kaligrafi Asmaul Husna
1 Alpen Arkhan Zabran A. W.
1 Fuji Jennahara Elshanum
1 Kilimanjaro Zahwatunnisa Hafiyah
1 Everest Khanza Ashalina Inara
1 Elbrus Raqhelya Rizkya Robbani
2 Al Fatihah Emily Afsheena Widyananta
2 Al Kahfi Sashi Omar Salsabila
2 Ar Rahman Azzam Aryatama Rabbani
2 Al Waqiah Nafil Ruwayfi
2 Al Mulk Alika Naila Putri
3 Athena Athiya Nur Shafeeya
3 Brisbane Ghaitsa Hazmi
3 Cairo Alghazy Rafardhan R.
3 Dubai Gendis Alesha Prameswari
3 Ecuador Abqory Alghazali
Lomba Membuat Doodle Kaligrafi Asmaul Husna
4 Nuh Dzakira Kayyasa Khumairah
4 Musa Naira Ula Naznin W.
4 Ibrahim M. Fashih Akbar Sulthani
4 Isa Naira Khusna Hananin
4 Muhammad M. Kenzo Al Ghany
5 Analyst Hayunda Almaydilla I. B.
5 Business Amecca Kiyara Nuraisya
5 Civil Kayla Anjani Azalia
5 Design Aqila Khaira Nurwaida
5 Engine Dorea Umi Hanifah
6 Al Amin Renata Sherafina
6 Shidiq Maritza Devina P. Y.
6 Amanah Aisha Sasta Putri
6 Fathonah Alanna Khansa Khoirunisa
6 Tabligh Nasywa Aisha Azzahra

Sayembara Asmaul Husna
Terbaik Kelas 5
Terceria Kelas 1
Terkreatif Kelas 2
Terlancar Kelas 3
Tersemangat Kelas 4
Terkompak Kelas 6
Lomba Nasyid tentang Nabi Muhammad SAW
Kelas 1 1 Elbrus
Kelas 2 2 Al Fatihah
Kelas 3 3 Dubai
Kelas 4 4 Ibrahim
Kelas 5 5 Civil
Kelas 6 6 Tabligh
Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Siswa Mugeb School Kirab
Lomba Audisi Muadzin Cilik
Juara 1 Riza Aditya Pratama (4 Nuh)
Juara 2 Arsakha Virendra Hermanto (4 Ibrahim)
Juara 3 M. Finza Alkhalifi Supriadi (5 Engine)
Juara Harapan 1 M. Nizam Muazzam (3 Athena)
Juara Harapan 2 Maulana Afkar (3 Dubai)
Juara Harapan 3 Rafaeyza Alfarezel (2 Al Waqiah)
Lomba Berkisah
Kelas 3 Alesyah Akeyla (3 Brisbane)
Kelas 4 A’isyah Tsabita Ramadhani (4 Muhammad)
Kelas 5 Muhammad Grissee Alfahrizi (5 Engine)
Kelas 6 Callia Atifa Kalani (6 Shidiq)
Lomba Mini Teatrikal
Juara 1 Kelas 5
Juara 2 Kelas 6. (*)
Penulis Queen Artamesia, Jurnalis Cilik Mugeb School. Editor Sayyidah Nuriyah
Peringati Maulid Nabi, Siswa Mugeb School Kirab

PCM GKB – Peringati Maulid Nabi, siswa bersama guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) kirab di lingkungan sekitar sekolah, Jumat (13/9/2024) pagi.
Tepat pukul 08.30 WIB, setelah awarding (penganugerahan pemenang) lomba peringatan Maulid Nabi di lapangan futsal Mugeb School, para siswa berbaris. Kepala Sekolah Mochammad Nor Qomari, S.Si. bersama Ketua PRM GKB 2 Arif Zamzawi melepas kirab. Mereka meneriakkan takbir serta mengangkat bendera Muhammadiyah dan Mugeb School.
Barisan dibuka dengan mobil pick up yang mengangkut sound system. Sang pemimpin rombongan Ustadz A. Mujahidul Authon, S.Pd. juga berdiri di sana sambil berorasi seputar Maulid Nabi. Ia diikuti kumpulan anak-anak bertopeng yang berperan menjadi patung maupun sahabat Nabi.
Sembari bersholawat Nabi, Ustadz Authon menganjurkan untuk senantiasa meneruskan tradisi akhlaq yang Rasul ajarkan. “Marilah saling memahami, memaafkan, peduli, berbagi. Karena kita muslim, sesama Muslim adalah saudara,” ujarnya.
Sementara itu, kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junio yang kompak berjas kuning berjalan di belakangnya. Adapun anak-anak Mugeb School kelas I-V yang berbusana Muslim nuansa putih mengikuti berbaris di posisi paling belakang.

Rute Kirab
Kirab Maulid Nabi dimulai dengan rute awal melewati Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Bangunan kampus ini berdiri tepat di depan Mugeb School. Rute berikutnya, melewati depan Gressmall lalu ke Jln. Bangka, Jln. Belitung Raya, dan Jln. Belitung Vlll. Tujuan terakhir, tentu kembali ke Mugeb School di Jln. Belitung IV No. 20.
Meski berjalan cukup jauh dan panas, anak-anak tampak senang mengikuti kirab. Di tengah perjalanan, sesekali mereka mengeluh, “Capek.”
Di antara mereka, ada salah satu guru yang bersiaga mengangkut siswa sakit atau tidak kuat berjalan. Ialah Ustadz Fahilan Nur Bachtiar, S.Pd. yang naik motor. Melihat Ustadz Fahilan mengiringi mereka dengan naik motor, Tsuraya Nada Hamida, siswi kelas V Analyst jadi ingin dibonceng.
“Wah, itu kan Ustadz Fahilan? Enak banget naik motor! Aku pengin dibonceng,” canda Nada, sapaan akrabnya.
Selama perjalanan, beberapa anggota komunitas PKS dan ustadz-ustadzah menjaga ketertiban siswa. Setelah kirab, lelah para siswa Mugeb School terobati dengan menikmati sajian bazar. (*)
Penulis Annisa Ezza Raissa dan Aisyah Nur Salsabila, Jurnalis Cilik Mugeb School. Editor Sayyidah Nuriyah
Latih Korlas Berkelas, Ikwam SD Mugeb Adakan Formilas

PCM GKB – Ikwam SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) kembali menyelenggarakan Forum Silaturahmi Korlas (Formilas). Pertemuan rutin tiap awal periode ini berlangsung di aula sekolah, Selasa (10/9/2024).
Ketua Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Maulidya Tri Anggraeni, S.Sos. saat sambutan memberikan semangat kepada para pengurus Ikwam dan koordinator kelas (Korlas). Di hadapannya, sebanyak 30 korlas duduk melingkar sesuai jenjang kelas.
Maulidya lalu mengapresiasi para bunda yang rela meninggalkan pekerjaan rumahnya pagi itu. “Harapan kami sebagai Ikwan harus lebih mantap lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap, pertemuan ini bisa mengawali kegiatan korlas selama setahun ke depan. “Agar semakin baik karena kita wakil, mari kita bangun silaturahmi yang baik pula,” imbuhnya.
Akhirnya ia menanyakan komitmen para korlas. “Siapkah Bunda menjalankan amanah ini? Siap berbagi waktu menjalankan amanah? kita bergerak bersama untuk pendidikan anak kita,” tutupnya.
Korlas Berkelas
Selanjutnya, giliran Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari, S.Si memberikan sambutan. Ustadz Ari awalnya meneriakkan jargon, “Korlas, berkelas! Ikwam, cetar membahana! Mugeb, berakhlak mulia dan berprestasi!” Para Ikwam SD Mugeb maupun Korlas bergerak mengikutinya.
Ustadz Ari bersyukur, pada pagi itu yang mendung, mereka bertemu dan saling senyum. Mengingat biasanya hanya komunikasi melalui ruang maya.
“Terima kasih kepada Ikwam Mugeb School dan Koordinator Kelas. Formilas 24-25 ini adalah forum yang apik,” ungkapnya di depan Korlas kelas I-VI.
Kemudian, Bapak tiga anak itu berharap, tantangan ke depan bisa dihadapi dan mereka punya keterampilan berkomunikasi maupun problem solving (menyelesaikan masalah). “Putra-putri kita terus belajar, kita sebagai bunda, Ikwam dan Korlas juga harus belajar,” ajaknya.
Karena itulah Ikwam SD Mugeb menghadirkan Iska Ningrum Ristanti, S.I.Kom. Founder of Intuisi Consulting Agency ini membersamai mereka belajar tentang Effective Communication and Problem Solving Skills.
Di akhir sambutannya, Ustadz Ari mendoakan, “Semoga apa yang kita dapat bisa membekali kita untuk membersamai putra-putri sholeh kita sehingga mereka menjadi generasi pemenang masa depan.” (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Siswi Smamio Jadi Duta Sampah Plastik Internasional

PCM GKB – Siswa SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur Aeshnina Azzahra Aqilani menjadi Duta Sampah Plastik Internasional.
Jika Swedia memiliki sosok Greta Thunberg yang selalu berdemo sendirian di depan gedung parlemen Swedia tiap Jumat, Gresik memiliki Aeshnina Azzahra Aqilani yang menjadi duta sampah plastik. Langkah Aeshina mulai dari hal kecil seperti mengingatkan teman-temannya untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai.
Awalnya, Aeshnina sapaa akrabnya mendapatkan cibiran dari teman-temannya. Meski begitu, dia tak gentar dan terus mengampanyekan bahaya sampah plastik dan menanamkan kesadaran lingkungan di sekolahnya.
Dia sampai mengirimkan surat kepada negara-negara pengekspor sampah plastik seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Australia untuk menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia.
Baca juga: Siswi Smamio Juara I Duta Baca
Mengawali langkahnya, Aeshnina sejak kelas VI SD sudah pernah mengirimkan surat kepada Bupati Gresik untuk menyuarakan dampak sampah plastik. Dia bahkan pernah mengirimkan surat ke Presiden Donald Trump di tahun 2019.
Saat itu, Aeshnina melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Konsulat Amerika Serikat di Surabaya untuk menyuarakan stop ekspor sampah plastik ke Indonesia.
Aksi Aeshnina ini berdasar pada banyaknya sampah kiriman yang berasal dari beberapa negara barat ke Kabupaten Gresik. Diduga, Gresik menjadi basis pengiriman sampah oleh beberapa negara Eropa selama 40 tahun dengan alasan sampah-sampah itu adalah sampah kertas daur ulang.
Selama kurun waktu itu, tercatat Australia mengirimkan 52 ribu ton dan Jerman mengirimkan 65 ribu ton sampah. Kenyataannya sampah-sampah tersebut bukan hanya kertas, tapi beberapa sampah plastik dan ada limbah berbahaya yang terkandung dalam satu buah kontainernya.
Maka, Aeshnina memulai aksinya tersebut dan kini dia sering menghadiri berbagai acara internasional sebagai duta sampah plastik. Yang terbaru, dia menghadiri The Fourth Session of The Intergovernment Negotiating Committee (INC-4) di Kanada pada 23-29 April 2024. Aeshnina juga menghadiri acara Indonesia Net Zero Summit yang dilaksanakan 24 Agustus 2024. (*)
Editor Ichwan Arif
Pentingnya Love Language saat Dampingi Generasi Alpha

PCM GKB – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menyelenggarakan Parenting Gathering yang diikuti oleh seluruh wali siswa kelas IX di Andalusia Hall, Sabtu (31/8/2024).
Dengan tema Mendidik Generasi Alpha di Era Digital, Be a Resilient Generation, motivator nasional Tutus Wahyu Widagdo MPSDM mencoba mengawali materi dengan pertanyaan, “Apa akibatnya jika ayah bunda tidak bisa menata diri dan mengelola digital pada putra putri kita?”
Peserta pun merespon pertanyaan tersebut dengan kalimat beragam yang menunjukkan maksud yang sama, yakni anak akan menjadi tidak terkendali baik dalam penggunaan gadget maupun dalam merespon apa yang sedang disampaikan oleh orang tua.
Tutus, sapaan akrabnya, lantas membenarkan bahwa menjadi orang tua yang digital parenting bukanlah hal yang mudah. Namun hal ini harus menjadikan orang tua terus belajar, salah satunya terkait love language (bahasa cinta).
“Ternyata setiap putra-putri kita punya love language yang berbeda. Setiap kita membawa bahasa cinta masing-masing,” jelasnya.
Baca juga: Kunjungi Konjen Jepang dan Kantor Imigrasi, Siswa ICP Spemdalas Belajar Ini
Dia menyatakan bahwa tantangan anak zaman sekarang ternyata salah satunya ada pada orang tuanya sendiri.
“Ada anak yang lebih memilih tidak cerita pada orang tuanya, namun pada temannya. Karena ketika cerita respon orang tua justru membentak. Padahal setiap bentakan yang kita berikan ternyata memutus syaraf-syaraf otak mereka,” imbuhnya.
Mendampingi Buah Hati Sepenuh Hati. Demikian Tutus menyebutnya, dapat dilakukan setidaknya dengan tiga cara. “Prinsip pertama, Keluarga adalah customer utama, maka yang harus cantik dan glowing tidak hanya penampilannya, namun juga perilakunya,” terangnya.
Dia menyarankan agar orang tua yang sedang menghadapi anak generasi alpha tidak lagi menerapkan gaya otoriter, karena menurutnya hal itu sudah tidak cocok untuk anak zaman sekarang.
“Prinsip kedua, bahagia di rumah, berprestasi di sekolah. Orang-orang dengan keluarga yang mendukung, cenderung menghadapi tantangan dengan lebih baik, dan berhasil meraih kesuksesan. Ini adalah hasil penelitian dari University of Carnegie Mellon USA,” imbuhnya.
Selanjutnya, orang tua perlu menerapkan kiat yang ia sebut sebagai 5S dalam mendampingi putra-putrinya yang sedang dalam fase anak-anak dan remaja. 5S itu ialah smile (senyum), silent (diam, cenderung tidak banyak bicara), sorry (meminta maaf), screen (membatasi screen time), dan strength (kekuatan).
“Senyum akan selalu diingat oleh buah hati, yaitu senyum saat mengantar mereka ke sekolah. Dan sampaikan dengan senyuman, kakak sayang semoga nanti belajarnya dimudahkan ya,” terangnya sambil mencontohkan momen ketika ia mengantarkan anaknya ke sekolah.
Untuk itu, tegasnya, agar di pagi hari orang tua bisa siap dengan senyuman, maka malam harinya ia harus mempersiapkan keperluan untuk esok harinya. “Setelah Maghrib adalah menyiapkan baju esok hari,” tandasnya. (*)
Penulis Ain Nurwindasari. Editor Ichwan Arif.
Kunjungi Konjen Jepang dan Kantor Imigrasi, Siswa ICP Spemdalas Belajar Ini

PCM GKB – Siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur melakukan kegiatan International Class Visit ke Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI di Sidaorjo, Rabu (28/8/2024).
Koordinator ICP Spemdalas Fitriatus Sa’idah MPd mengatakan, kegiatan ini diikuti siswa ICP kelas VII. “Tujuan kegiatan adalah sebagai pembelajaran aplikasi dan meningkatkan wawasan di bidang keimigrasian,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, tempat kunjungan ini berlokasi di Konjen Jepang yang berlokasi di Jalan Sumatera No.93 Gubeng Surabaya. Siswa ICP diberikan materi terkait gambaran kerja sama Jepang-Indonedia.
Pada kesempatan yang sama, Konsul Muda bagian Pendidikan, Kebudayaan, dan Informasi, Mr. Nakagome menggambarkan kondisi di Jepang dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih.
“Luas Negara Jepang seperlima dari luas Indonesia dengan jumlah penduduk yang seperempat dari jumlah penduduk Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Alumni Spemdalas Bagi-Bagi Tips Belajar di Luar Negeri
Dia menuturkan, keragaman di Jepang hampir sama dengan Indonesia. Di Jepang ada 47 provinsi yang tersebar. Tak hanya dari penduduk, Jepang juga ada empat musim sepanjang tahun.
“Ada sekitar 150 ribu orang Indonesia yang tinggal di Jepang. Jumlah ini semakin bertambah tiap tahun karena jumlah kelahiran yang cenderung menurun. Angka lansia di Jepang lebih tinggi sehingga banyak perguruan tinggi di Jepang yang kekurangan mahasiswa. Selain itu, sektor industri juga kekurangan tenaga kerja,” jelasnya.

Hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia, lanjutnya, sangat berkembang. Bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, penelitian sudah terjalin. Potensi bidang yang lain juga sangat luas.
Mr. Nakagome juga menyampaikan beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh Jepang. Salah satunya adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho/MEXT). Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan dinas.
“Adapun program-program yang ditawarkan kepada siswa Indonesia adalah Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SMA dan Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang serta Teacher Training bagi guru,” katanya.
Baca juga: Siswa Spemdalas Main Drama Kolosal Perjuangan di HUT Ke-79 RI
Pada sesi akhir, siswa ICP Spemdalas dikenalkan dengan seni kaligrafi Jepang, Shodo. Setelah menyaksikan video tentang asal usul tradisi yang dikembangkan sejak abad ke-5 Masehi, siswa kemudian diajak praktik shodo.
Belajar tentang Keimigrasian
Kunjungan kedua berlanjut ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI di Jalan Raya Juanda KM 3-4 Sedati Agung, Sidoarjo. Di tempat ini, siswa ICP Spemdalas banyak diberikan waktu untuk bertanya terkait imigrasi.
Kepala Seksi Dokumen Perjalanan, Riza Fahmi Fauzi A.md.Im, S.H, M.H yang memandu sesi tanya jawab dengan melempar pertanyaan, “Adek-adek, ada yang tahu apa itu imigrasi?”
Jawaban beragam yang muncul kemudian disimpulkanya. “Imigrasi adalah hal ihwal keluar masuknya orang melalui perbatasan negara.”
Fungsi imigrasi, jelasnya, sangat luas mulai dari pelayanan paspor, menjaga keamanan dan kedaulatan negara, hingga sebagai fasilitator pembangunan negara.
Siswa VII ICP Fair, Fulki Asyam bertanya apakah perbedaan imigrasi non-TPI dan TPI serta berbedaan kelas pada kantor imigrasi.
Supervisor Dokumen Perjalanan, Yudho Dwi Anggoro, S.H, menjelaskan dengan rinci. TPI merupakan kependekan dengan Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Ada kantor imigrasi yang non-TPI. Nah, untuk perbedaan kelas bergantung pada keberadaan objek vital. Nah, kantor imigrasi ini sejajar dengan Kantor imigrasi Soekarno-Hata.
Usai tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan offfice tour. Siswa diajak melihat berbagai ruang pelayanan secara langsung.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian, Ferry Khrisdiyanto menyampaikan kebahagiaan mendapat kunjungan dari siswa ICP Spemdalas.
“Spemdalas adalah sekolah pertama yang berkunjung ke kantor kami. Semoga dengan kunjungan dapat menambah pengetahuan siswa terkait imigrasi serta profesi terkait keimigrasian,” harapnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari Editor Ichwan Arif