Menulis Kota Palembang hingga Dufan, Siswa Spemdalas Belajar Menulis Teks Deskripsi

PCM GKB – Belajar menulis dengan riang dan bahagia menjadi modal utama siswa bisa menuangkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan.
Hal inilah yang dilakukan siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kelas IX dalam menuangkan idenya dalam menulis teks deskripsi. Mereka diberikan kata kunci dalam menuangkan isi perasaan dalam mendeskripsikan kegiatan yang sudah dilakukan atau dialami dalam keseharian.
Seperti halnya yang dilakukan Amirah Adiasti siswa kelas IX Baghdad. Dia menuangkan pengalamannya saat mengunjungi Kota Palembang. Berikut karya teks deskripsinya.
Baca juga: Bahaya Flexing Dibahas di Kammil Spemdalas
Kota Palembang
Hari Ahad di bulan Maret entah tanggal berapa, saya kami tiba di Kota Palembang. Tujuan utama kami ke sana ialah berziarah ke makam kakek nenek serta berliburan dan juga eksplore kota kelahiranku.
Hari pertama, aku, ayah, ibu, kakak, adik bangun di pagi hari yang hangat untuk berangkat menuju makam. Selang 2 jam perjalanan kami sampai dan menyelesaikan segala yang harus diselesaikan.
Ternyata di samping TPU ada pabrik kecil milik pengusaha kerupuk yang cukup terkenal. Walau tidak terlalu besar karena itu usaha masyarakat setempat, kami masuk dan melihat proses pembuatan kerupuk yang disebut kemplang.
Kebetulan pemilik pabrik tersebut adalah teman ibuku dan lumayan akrab dengan kami. Kita memutuskan untuk membeli 5 ikat kerupuk kemplang sebagai oleh-oleh dari Bumi Sriwijaya.
Setelah dari pemakaman kami mengunjungi beberapa icon wisata di sana hingga larut malam. Malam harinya, aku tidur dan bangun di pagi hari dengan perasaan campur aduk karena tak sabar ingin melihat lihat keindahan kota ini di pagi hari. Kami bersiap-siap hingga pukul 09.00, tapi ada satu keributan di pagi ini
“Aduh kunci mobil ayah mana, yah?” katanya sambil celingak-celinguk.
”Ayah lupa taruh di mana, sebab kemarin pulang terlalu larut,” ucap ayah sambil terus mencari.
Sudah 30 menit kami mengitari isi ruangan tapi masih tidak menemukan kunci mobil ayah, padahal sudah siap mau berangkat . Waktu menunjukkan sudah pukul setengah 10 lebih.
“Ketemu,” kata ayah teriak.
“Ketemu di mana Yah,” tanyaku yang sudah siap sedari tadi.
“Ketemu di kantung celana ayah, di dalam mesin cuci lagi,” ucap ayah lega.
Duh ada aja kejadian pagi-pagi. Setelah ketemu kunci mobilnya kami berangkat dengan perasaan senang dan tak sabaran menuju icon wisata menarik di Kota Palembang. Mulai dari Benteng Kuto Besak hingga melewati Jembatan Ampera.
Baru saja kita melintasi jalanan, tercium aroma makanan yang khas, gurih, serta hangat yang membuat mataku tertuju ke sebuah gerobak makanan, makanan itu adalah lenggang . Aku memesan 1 porsi dan memakannya di tempat dinginnya malam kala itu membuat makanan berkuah ini sangat pas disantap pada malam ini, hangatnya kuah cuka ditambah pedasnya cabe rawit hijau membuat lidahku sedikit terbakar karna panasnya.
Sehabis menyantap makanan itu kami langsung berjalan menuju tujuan kami selanjutnya. Di Benteng Kuto Besak kami melihat menara merah yang tinggi serta bisingnya suara kapal yang hendak berlayar di Sungai Musi.
Aku duduk di pinggiran tepi tembok pembatas antara benteng dan Sungai Musi sambil menikmati dinginnya malam itu serta suara air yang terus berbunyi menandakan kapal sedang berlayar. Ada banyak sekali penjual makanan dan mainan ada juga beberapa makam pahlawan di sana.
Berikut contoh tulisan teks deskripsi karya Athiira Calista Aulia, siswa kelas IX Damascus.
Dunia Fantasi
Pada saat liburan kemarin, aku dan keluargaku liburan ke Jakarta. Salah satu tempat yang kami kunjungi saat pergi ke Jakarta adalah Dufan. Dufan merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh perseroan PT Taman Impian Jaya Ancol.
Dufan memiliki banyak wahana wahana yang seru dan menyenangkan.
Saat kami berada di Dufan, wahana pertama yang kita naiki adalah wahana ontang anting. Ontang anting adalah sebuah wahana permainan yang merupakan sebuah ragam dari komidi putar, di mana bangku digantung dan berputar dari bagian atas komidi putar. Dan, kami juga menaiki beberapa wahana seru lainnya.
Dari semua wahana yang kami naiki, kami paling suka wahana yang bernama niagara-gara. Niagara-gara adalah salah satu wahana air paling populer di Dufan.
Didesain untuk meniru pengalaman menuruni air terjun Niagara dengan perahu. wahana ini menggabungkan kecepatan meluncur dan kesegaran air dalam satu pengalaman yang mendebarkan.
Kami semua basah saat menaiki wahana tersebut, terkena air dari cipratan saat perahu menuruni air terjun. Wahananya sangat seru, seperti hampir jatuh dan terbalik. Di dalam wahana tersebut juga ada suara suara yang dibuat menyeramkan, seperti suara suara bajak laut.
Setelah lama bermain di Dunia Fantasi, kami akhirnya berencana untuk kembali ke tempat inap kami. Hari itu sangat seru, menyenangkan, dan akan sangat kami kenang. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Bahaya Flexing Dibahas di Kammil Spemdalas

PCM GKB – Flexing dan bahayanya dibahas di Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Masjid Taqwa Spemdalas, Jumat (11/10/2024).
Dalam materinya, siswa kelas IX Bahdad Kevin Putra Fahardika menjelaskan flexing merupakan Perilaku memamerkan pencapaian, harta kekayaan, atau gaya hidup mewah secara berlebihan di media sosial.
“Tujuannya untuk mendapatkan perhatian, pengakuan, atau membuat orang lain iri,” katanya di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, apa contoh dari flexing? Contoh dari flexing ada banyak, berikut ini adalah beberapa contoh dari flexing membagikan foto atau video harta kekayaan, seperti perhiasan, rumah, kendaraan, dan barang-barang elektronik
“Kedua, membagikan foto atau video penampilan dan juga membagikan foto atau video saldo rekening,” ucapnya.
Apa saja Dalil larangan flexing? Dia menjelaskan Surat Luqman ayat 18, Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang dan membanggakan diri.
“Kenapa orang yang melakukan flexing terkadang sulit untuk diingatkan?” tanyanya pada teman-temannya.
Baca juga: LDKS IPM Spemdalas Semakin Asyik dengan Game Karakter
Dalam surat Al-Mu’min ayat 35 disebutkan, Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenangwenang. Selain itu, Rasulullah juga bersabda bahwa orang yang sombong tidak akan diajak bicara oleh Allah.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan bahaya suka pamer dan flexing di media sosial. Hal ini bisa mengurangi rasa percaya diri, memperburuk gangguan mental, membuat seseorang menjadi tidak bahagia, memicu perilaku konsumtif, dan kecemburuan sosialBagaimana cara menghindari flexing? Pertama, nerhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus kepada diri sendiri. Kedua, fokus pada prestasi yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan jangan memiliki niatan untuk dipamerkan.
“Ketiga, batasi penggunaan media sosial dan jangan mudah tergiur oleh kekayaan seseorang, karena rezeki sudah diatur Allah SWT dan keempat adalah fokus pada hal positif yang membuatmu tidak melakukan flexing,” jelasnya.
Dia berharap semoga seluruh siswa Spemdalas bisa terhindar flexing yang bisa menjerumuskan pada bahaya yang bisa ditimbulkannya.
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Siswa Smamio Ini Hadiri Dialog ASEAN di Filipina

PCM GKB – Siswa Kelas XII Aeshnina Azzahara Aqilani SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur menghadiri Dialog ASEAN Intergovernmental Commission on Human Right (AICHR) tentang Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak General Comment No. 26 di Makati, Filipina, Kamis (2-3/10/2024).
Nina — sapaan akrabnya, hadir dalam Dialog ASEAN memenuhi undangan office of the Philippines Representative to AICHR Departement of foreign affair (Kantor Perwakilan Filipina untuk Komisi Antarpemerintah tentang Hak Asasi Manusia ASEAN departemen Luar Negeri Phillipina)
Dalam kesempatan tersebut, dia menghimbau perwakilan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan segera untuk melindungi kesehatan anak dari bahaya pencemaran plastik dan mikroplastik.
“Kesehatan anak-anak dalam bahaya,” kata Nina saat menceritakan kisahnya dalam perjuangan melindungi sungai di komunitas dan negaranya dalam dialog yang dihadiri oleh perwakilan dan pemangku kepentingan negara-negara ASEAN.
Dia menekankan meningkatnya dampak plastik dan mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan anak-anak.
“Saat ini telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dan penggunaan plastik sekali pakai telah menyebabkan kontaminasi mikroplastik di Udara, Air, dalam tanah, sayuran dan ikan bahkan telah ditemukan mikroplastik dalam darah, ginjal, otak, hati, paru-paru,” ungkapnya saat presentasi sambil menunjukkan data kompilasi jurnal ilmiah.
Co-Captain Komunitas River Warrior Indonesia ini menjelaskan penduduk ASEAN di Indonesia, Philiphina, Malaysia masuk dalam kategori negara dengan penduduk pemakan terbanyak mikroplastik.
Saat berbagi pengalamannya di hadapan peserta Dialog ASEAN, Nina juga membawa 2 toples berisi replika bayi. Nina menjelaskan, saat ini bayi terancam terkena mikroplastik karena penelitian terbaru yang dilakukan Ecoton di Indonesia menemukan adanya kontaminasi mikroplastik pada ASI, plasenta, dan cairan ketuban.
“Dengan adanya peraturan pengurangan plastik, bayi dapat terselamatkan dari ancaman mikroplastik,” katanya.
Peserta yang hadir antara lain Intergovernmental Commission on Human Rigths (Komisi Antar Pemerintah untuk Hak Asasi Manusia) Negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Thailand, Singapura dan Phillipina, UN Committee on the Rights of the child (Komite PBB tentang Hak Anak), Perwakilan UNICEF, UNDP.
Suara Anak Muda
Nina menceritakan memulai aktivitas aktivisme lingkungannya ketika dia masih berusia 12 tahun dan sekarang dia berusia 17 tahun.
Dia telah berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa, dan penelitian tentang plastik, mengirimkan surat protes kepada pemimpin negara-negara pengirim sampah ke Indonesia, serta memulai pengembangan kapasitas dan pengorganisasian pemuda di sekolah dan komunitasnya melalui Komunitas River Warriors.
Dia telah mengirim surat kepada pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, dan Belanda meminta mereka untuk tidak membuang sampah di Indonesia.
“Saya Senang karena negara-negara maju merespon surat saya, bahkan Uni Eropa akan menghentikan ekspor sampah ke Indonesia pada Tahun 2026, Tapi saya kecewa karena beberapa kali menulis surat kepada pemerintah Indonesia namun belum mendapat tanggapan apa pun,” ungkapnya.
Ketika ditanya tentang pentingnya partisipasi pemuda dalam mengatasi permasalahan lingkungan. “Suara pemuda sangat kuat dan nyata,” katanya.
Jika, sambunya, diberi lebih banyak kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya, anak-anak dapat menyumbangkan wawasan yang berharga, dan akan sangat baik jika mereka juga diberi lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan.
“Suara anak muda harus mendapat perhatian dari Pemerintah, maka Pemimpin Negara-Negara ASEAN harus punya mekanisme untuk merespon dan memberikan feedback sebagai bagian dari hak anak muda untuk mendapatkan akses keadilan dan kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari Hak Anak,” ungkapnya.
Dialog ini diselenggarakan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Antarpemerintah ASEAN bekerja sama dengan Koalisi Hak Anak Asia.
Dialog ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan AICHR Filipina sejak tahun 2018 untuk mempromosikan hak-hak anak di ASEAN yang bertujuan untuk menyediakan platform regional untuk membahas KHA PBB secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai kelompok dan pemangku kepentingan yang memiliki advokasi yang sama dengan AICHR dan Filipina mempromosikan hak-hak anak di wilayah tersebut.
Dialog tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Negara-negara Anggota ASEAN (AMS) mengenai realisasi dan implementasi Konvensi PBB tentang Hak Anak, badan perjanjian hak asasi manusia yang paling banyak diratifikasi di dunia dan merupakan konvensi pertama yang diratifikasi oleh seluruh negara anggota ASEAN.
Dukungan Sekolah
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah MPd turut berbangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. Dia menyampaikan sekolah memberikan dukungan terhadap Aeshnina untuk melakukan aktivitas berkarya di luar sekolah dengan tetap memperhatikan tanggung jawabnya sebagai pelajar agar semuanya berjalan baik dan seimbang.
“Harapannya Aeshnina bisa menjadi teladan yang mendorong motivasi sesama pelajar untuk bisa berprestasi sesuai bakatnya sampai ke manca negara dan ilmu yang diberikan memberikan kebermanfaatan bagi sesama,” ujarnya.
Dia memaparkan kegiatan Aeshnina ini merupakan kebanggaan sekolah kami yang siswanya dapat berkiprah untuk masyarakat dan negara.
Penulis Ichwan Arif.
LDKS IPM Spemdalas Semakin Asyik dengan Game Karakter
PCM GKB – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diwarnai dengan game karakter di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024). Ketua Umum PR IPM…
Gresik Heritage, Cara Siswa Smamio Kenalkan Kearifan Lokal Gresik

PCM GKB – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik mengadakan kegiatan Gresik Heritage di loby sekolah, Kamis (3/10/2024).
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd. menjelaskan kegiatan mini gelar karya bertajuk Gresik Heritage ini adalah rangkaian pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk kelas X.
“Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengenalkan budaya Gresik lebih dalam serta penanaman enam karakter Pancasila,” katanya.
Dia mengajak mari kita kenali dan cintai budaya kita. Kali ini anak-anak dapat mengetahui makanan tradisional kita, damar kurung, serta ada batik yang menjadi kebanggaan kita yang momennya juga pas, karena baru saja kemarin kita memperingati Hari Batik Nasional.
“Pihak sekolah akan terus berupaya untuk mengakomodir dan mendukung kegiatan semacam ini guna memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa,” pesannya.

Kegiatan ini dibuka oleh kepala sekolah dan turut hadir pula Fasilitator Sekolah Penggerak dari BBGP Jawa Timur Tri Wahyu Nugraeni.
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan dan berharap siswa Smamio bisa terus berkarya dan senantiasa mencintai kebudayaannya.
Baca juga: Siswa Smamio Ikuti Malam Tadabbur Al-Quran, Ini Tujuannya
“Saya tadi sudah sempat berkeliling ke stand anak-anak dan bertanya mengenai apa yang mereka kerjakan. Anak-anak tampak memahami apa yang sedang dikerjakan dengan penuh antusiasme. Saya sangat bangga terhadap anak-anak Smamio,” ujarnya.
Dalam Gresik Haritage ini terdapat hasil karya siswa selama pembelajaran projek tema kearifan lokal, yakni berupa damar kurung, batik jumputan, serta makanan tradisional Gresik, seperti bubur Roomo, martabak usus, nasi krawu, bonggolan, otak-otak, pudak, jubung, ayas, sego karak, getas, endok bader, krupuk endok, serta endog jaer tersaji cantik di stand pameran tersebut.
Siswa secara berkelompok menjaga stand pameran tersebut. Secara bergantian, mereka saling mengunjungi stand yang dijaga temannya dan mengajukan beberapa pertanyaan.
Tidak hanya pameran, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan adanya penampilan dari kelas IC music. Tentu hal tersebut turut serta menyemarakkan kegiatan.
Kegiatan diakhiri dengan pengisian LKPD yang telah dibagikan saat awal kegiatan. Siswa dengan tertib berkemas dan melanjutkan pembelajaran di kelas masing-masing. (*)
Penulis Bagus Rifani. Editor Ichwan Arif.
LDKS PR IPM Spemdalas, Ini Pesan Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur

PCM GKB – Jadi pelajar berdampak menjadi pesan Muhammad Azlan Syah Arifinanda dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Dalam acara yang mengangkat tema New Colors Leader to The Golden Generation, anggota Bidang AKP PW IPM Jawa Timur ini menyampaikan bahwa menjadi kader Muhammadiyah, IPM harus berdampak yang diwujudkan dalam kreativitas dan tindakannya.
“Menjadi pemimpin berdampak harus masifikasi Kaderisasi, penanaman nilai keislaman dan keorganisasian, program berkelanjutan, dan gerakan kreatif dan inovatif,” katanya ketika menyampaikan materi dengan tema ke-IPM-an Berdampak bersama Madani.
Di awal materi, dia menjelaskan tentang pengertian IPM. IPM adalah organisasi Islam, organisasi otonom Muhammadiyah, dam organisasi pelajar,” jelasnya.
Baca juga: Belajar 5 Interpersonal Skill, PR IPM Spemdalas Ikuti LDKS
Dia memaparkan, organisasi ini, tekannya, memiliki tujuan terbentuknya pelajar muslin yang barilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
“Nilai pelajar Muhammadiyah, antara lain berakhlak mulia, berkarakter keislaman, berilmu, cerdas intelektual produktif, inovatif-kreatif, pelopor pergerakan pelajar dan menciptakan hal baru, berdampak, dan pemimpin berkarakter dan pengubah kearah yang lebih baik,” jelasnya.
Untuk itu, sambungnya, menjadi pelajar berdampak harus dijadikan semangat dan motivasi supaya IPM memiliki dampak positif. Bukan hanya ide, inovasi, kreativitas, dan tindakan yang diimplementasikan dalam program unggulannya, tetapi pelajar berdampak harus menjadi nilai positif kebaikan.
“Maka, ayo semua kader IPM di PR IPM Spemdalas ini bersama-sama menjadi pelajar berdampak sehingga tindakan kita yang berupa kreativitas mampu memberikan kebaikan bagi siswa yang lain,” ajaknya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Belajar 5 Interpersonal Skill, PR IPM Spemdalas Ikuti LDKS

PCM GKB – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan tema New Colors Leader to The Golden Generation di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengatakan kegiatan LDKS ini sebagai upaya untuk tempat belajar dan bertumbuh, khususnya tentang organisasi dan karakter.
“Teman-teman IPM Spemdalas bisa belajar banyak tentang ilmu kepemimpinan dan juga karakter sehingga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai wawasan dalam menjalankan organisasi IPM di Spemdalas,” katanya, Selasa (2/10/2024)
Dia memaparkan, kegiatan LDKS ini juga tidak hanya indoor tetapi juga akan diselingi dengan kegiatan outdoor, khususnya kegiatan outbound.
“Di sinilah teman-teman bisa belajar karakter kerja sama, kolaborasi, komunikasi, daya juang, dan juga upaya yang bisa mencapai tujuan organisasi itu,” jelasnya.
Dalam kegiatan LDKS, pemateri Wahyu F Jazir SE menjelaskan tentang motivation leadership. Dalam penjelasannya, dia menyampaikan skill atau kemampuan yang harus dimiliki dalam menjalankan organisasi supaya organisasi tersebut bisa mencapai tujuan bersama.
“Yang pertama adalah komunikasi, empati (peduli), mendengarkan orang lain, manajemen konflik, dan motivasi dan mempengaruhi orang,” katanya.
Dia menjelaskan, seni komunikasi ini sangat penting dalam membangun organisasi. Komunikasi yang baik, yang persuasi untuk kebaikan menjadi modal penting dalam bekerja sama dengan tim dalam menjalankan program kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Maka, seni ini harus terus ditingkatkan dan diasah guna bisa menjalankan tugas sesuai dengan tugas yang diembannya masing-masing,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, memiliki empati atau peduli dengan rekan setim sangat menunjang dalam membangun satu tim di organisasi. Ada juga kemampuan atau skill mendengar orang orang. “Tidak hanya seni bicara, tetapi skill mendengar juga perlu dikembangkan guna bisa menyerap ilmu yang nantinya bisa berguna,” tuturnya.
Di setiap organisasi pastinya ada konflik yang terjadi, baik itu kecil atau besar. “Maka, siswa harus memiliki kemampuan manajemen konflik, supaya setiap ada masalah bisa diselesaikan dengan baik yang orientasinya adalah untuk kebaikan organisasi,” tegasnya.
Yang tidak kalah pentingnya, sambungnya, adalah memiliki motivasi tinggi dalam berorganisasi dan mempengaruhi orang lain demi kebaikan.
“Dalam berorganisasi IPM tidak boleh sambatan bahkan mengeluh. Kita semua harus memiliki motivasi tinggi supaya program kerja yang dicanangkan bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Maka, pesannya, kita semua yang hadir dalam kegiatan LDKS ini harus mampu menjadi agent of change, yaitu mampu mengubah mental, memberi perubahan kebaikan, dan mengubah lebih baik lagi.
“Tugas ini tidak mudah, maka karakter leadership harus benar-benar dipegang dan dijalankan dengan baik,” tekannya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Asyiknya Siswa Spemdalas Belajar Perpajakan di Tax Goes to School

PCM GKB – Tax Goes to School dilaksanakan Direktorat Jenderal Pajak di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Andalusia Hall, Kamis (26/9/2024).
kegaiatan yang diikuti siswa kelas VIII ini mengangkat tema Lampaui Batas Bangkit untuk Indonesia Emas.Sebagai pembicara adalah dua penyuluh pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik, yaitu Della Puspa Anggraeni, S.E. dan Setyo Nugroho, S.E.
Mengawali materi, Della membuat pertanyaan kepada seluruh siswa. “Adik-adik, ada yang tahu apa sih Indonesia Emas, yang jadi tema kegiatan kita hari ini?” tanyanya.
Mendapat pertanyaan tersebut, nampak beberapa siswa menjawab dengan semangat. “Wah, betul sekali adik-adik, kalian ini adalah Generasi Emas Indonesia. Konsep Generasi Emas 2045 adalah konsep yang merujuk pada periode saat Indonesia mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kualitas hidup,” ujarnya.
Jadi, tekannya, konsep ini bertujuan untuk membawa Indonesia ke puncak kekayaannya dengan standar hidup yang tinggi dan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
“Jadi, ada bebebrapa hal yang bisa adik-adik lakukan sekarang yaitu 5B, yaitu belajar, berusaha, berkreasi, berkarya, dan berbakti,” jelas Della.
Penjelasan lanjut disampaikan oleh Setyo Nugroho. Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan pada tahun 2045 siswa Spemdalas memegang peran sosial. “Adik-adik yang sekarang di hadapan saya ini tentu sudah memegang peran sosial ya,” katanya.
Dia menuturkan, ada peran yang sangat penting yang dapat dilakukan generasi muda untuk mencapai Indonesia.
“Pertama, dengan pendidikan dan pelatihan yang tepat generasi muda dapat menjadi pelopor bidang startup, teknologi, dan digitalisasi. Kedua, dengan pendidikan yang baik dan didukung dengan pelatihan ketrampilan yang relevan akan menghasilkan SDM yang siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Ketiga, lanjutnya, adalah partisipasi aktif dari generasi muda dalam bidang sosial, ekonomi, atau budaya merupakan yang yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia.
Salah satu wujud kepedulian kepada Indonesia adalah dengan membayar pajak. Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang pelaksanaannya diatur dengan undang-undang.
Peran pajak, lanjutnya, diaplikasikan dalam berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan diwujudkan dengan berbagai beasiswa pendidikan seperti Program Indonesia Pintar, Beasiswa Indonesia Maju, atau KIP Kuliah.
“Selain itu pajak juga diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara. Program pertahanan dan ketahanan seperti pembelian peralatan persenjataan juga menjadi sektor yang dikembangkan dari pajak. Peran pajak juga diwujudkan dalam pelestarian lingkungan hidup dan pariwisata,” paparnya.
Usai sesi materi, siswa diajak untuk bermain games berhadiah secara berkelompok. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Fesmad, Cara Siswa Spemdalas Teladani Rasulullah

PCM GKB – Festival Maulid Nabi Muhammad SAW (Fesmad) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di lapangan basket, Jumat (27/9/24).
Kepala Spemdalas Fony Libriastuti MSi menyampaikan acara ini diselenggarakan tiap tahun dengan harapan dapat memperkuat iman dan cinta pada Rasulullah.
“Kita semua harus meneladani Rasulullah dan menjadikan Beliau jadi teladan dalam kehidupan kita,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, pemateri Fesmad Ihdal Minan SSos menyampaikan inti kegiatan kali ini adalah bagaimana kita mengambil hikmah maulid Nabi.
“Kita semua cinta nabi? Apa buktinya? Coba sebutkan salah satu aset kekayaan nabi?” tanyanya pada siswa.
Kalau Al-Quran itu mukjizat, tambahnya, ada yang tahu aset yang ditinggalkan Nabi setelah meninggal? Kalau kita asetnya nabi saja tidak tahu, bagaimana kita mencintai Nabi.
“Aset yang ditinggalkan Nabi Muhammad salah satunya adalah 15 bidang tanah, masing-masing masing senilai 538 kg emas. Memang Nabi Muhammad lahir dalam kondisi miskin, tetapi beliau meninggal dengan kondisi kaya dengan meninggalkan banyak aset,” jelasnya.
Dia menuturkan, ambil hikmah di balik kelahiran Nabi, sampai sampai Nabi Muhammad didoakan kelahirannya oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selain itu Nabi Isa yang jaraknya 600 tahun dengan kelahiran Nabi Muhammad, beliau juga telah memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad, nabi yang mukjizatnya istimewa.
Baca juga: Sampaikan Antroposentrik di PKMTM III, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Beri Pesan Ini
“Apa hikmahnya, Wamaa arsalnaaka illa rahmatallil alamin, tidak diutus seorang Nabi kecuali dengan misi, yang tidak diberikan pada nabi yang lain. Tidak terbatas oleh waktu, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Seluruh manusia di muka bumi mendapat rahmat tidak lain Allah mengutus nabi utk manusia, semua tanpa terkecuali, laki-laki perempuan, tua muda, tak terkecuali semua manusia mendapat rahmat,” katanya.
Salah satu contohnya nabi saat diutus, tidak diutus di Romawi dan Persia. Tapi nabi diutus diantara itu, pada zaman jahiliyah, zaman kebodohan, kalau di sini ada yang dirampas hartanya, maka di sana juga dirampas hartanya, kalau di sini dibunuh maka di sana juga dibunuh. Seperti itu kondisi pada zaman jahiliyah.
“Umar punya misi utk membunuh nabi, tetapi setelah ayat turun Thoha, seorang yang keras diubah hatinya menjadi penolong nabi. Oleh Allah diangkat menjadi khaira ummah,” jelasnya.
Kemudian diangkat statusnya menjadi khaira ummah, sampai detik ini kita mendapat rahmat dari baginda Rasulullah.
“Dalam ceramah, disampaikan dengan bahasa Arab, wahai syeh kenapa di dalam Islam tidak ada romantis? Bagaimana kita memperlakukan istri dengan baik, contohnya Nabi Muhammad, ketika nabi dengan istrinya Sofiah binti Uyay, anak tokoh Yahudi, ketika mau menunggangi unta, apa yang dilakukan nabi, nabi berlutut, uuntuk menjadi anak tangga,” jelasnya.
Mudah-mudahan, harapnya, ada manfaat dan kita menjadi orang yang mencintai Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad mencintai kita. “Semoga mendapat syafaat kelak,” katanya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor IchwanArif.
Sampaikan Antroposentrik di PKMTM III, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Beri Pesan Ini

PCM GKB – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pemateri Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Fiqih Risalah, M.A, Ph.D. menguraikan materi bertema Khittah Perjuangan Muhammadiyah: Menyintas Problematika Paham Antroposentrime
Dia menjelaskan antroposentrik memandang manusia sebagai pusat/yang tertinggi di alam semesta, akhirnya manusia sering sekali merusak alam.
“Dalam bahasa Yunani Antroposentrik adalah homo deus atau manusia yang meninggi lebih tinggi dari alam, namun di islam itu di sebut kholqun akbar atau besar perilaku,” ujarnya di hadapan 44 peserta dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah.
Homo deus ini menjadi asal mula dimana manusia dulunya adalah hewan yang serupa dengan manusia maka dari itu kita harus melihat manusia pada takaran fisik.
“Karena jika berbicara soal homodeus sangat susah untuk mengetahui bagaimana asal manusia yang pada akhirnya manusia harus di observasi terus menerus,” tambahnya.
Akan tetapi, lanjutnya, menurut bahasa Al-Quran manusia adalah insan dan sampai kapan pun manusia tidak menjadi homodeus. “Kita akan merasa rendah saat di pandang sebagai homodeus, namun kita akan menjadi tinggi sebagai Insan,” jelas Guru SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini.
Potensi Diri
Fiqih Risalah menjelaskan ketika orang lain mengkritik itu berarti sesuatu harus kita perbaiki. “Prosesnya dirasakan, kita harus memaksimalkan potensi diri, jadilah diri kalian tidak mereka,” paparnya.
Di peradapan ini, sambungnya, sudah pernah terjadi hal tersebut, Firaun contohnya. Firaun berasal dari kata firoah adalah mendaki gunung. Sama seperti Firaun yang semakin tinggi semakin sombong, sampai dia ingin diagungkan sebagai Tuhan oleh rakyatnya.
Dia memaparkan, dari problematika ini timbullah paham kapitalisme, liberalisme. Karena sesuatu terjadi tidak secara kebetulan, semua atas izin Tuhan. “Biar mereka rasakan apa yang harus di rasakan, biar apa? Biar mereka sadar,” tegasnya.
Dia berpesan bahwa beberapa manusia ingin berada di posisi puncak terus-menerus, maka dari itu sebagai kader Muhammadiyah harus tahu bahwasannya hidup ini silih berganti. “Jadi kader Muhammadiyah bisa selalu mensyukuri apa yang sudah didapatkan,” ujarnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.