Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas

PCM GKB – Mengenal Masa Pubertas menjadi tema Kajian Muslimah (Kalimah) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (9/8/2024).
Dalam penjelasannya, pemateri Anis Shofatun SSi MPd menjelaskan anak-anak saat ini masuk usia SMP. Jadi harus ada perubahan mainset.
“Jika saat SD anak-anak masih banyak aktivitas bermain, di SMP anak-anak sudah mulai dikenalkan dengan konsep berpikir, menggali informasi, serta bertindak berdasarkan ilmu,” kata guru biologi Spemdalas di Andalusia Hall.
Anis kemudian menunjukkan slide materi terkait pembagian 9 tahap tumbuh kembang mulai 0 tahun sampai lebih dari 55 tahun.
“Pada usia anak-anak yang saat ini berada di rentang 12-17 tahun, kalian berada pada tahap kelima, yaitu tahap kebingungan dan identitas peran,” lanjutnya.
Baca juga: Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
Masa ini, sambungnya, juga disebut masanya badai. Mengapa, karena banyaknya perubahan yang terjadi pada diri kalian. Pencarian identitas adalah hal yang membingungkan karena mengenal sosok-sosok baru yang diidolakan.
Anis kemudian menjelaskan makna pubertas sebagai proses perubahan fisik dan akal seseorang saat berada di tubuh yang dewasa (beranjak dewasa) yang mampu melakukan proses reproduksi. Pada masa ini hormon-hormon reproduksi mulai aktif.
“Di satu sisi, hal ini merupakan hal positif, karena menunjukkan kenormalan. Sebaliknya, hal ini membawa konsekuensi logis terkait menjaga keberadaan, kesehatan, serta kehormatannya,” ungkapnya.
Secara syariat, lanjutnya, masa pubertas dimaknai sebagai konsekuensi kemampuan membedakan baik dan buruk serta mampu menerima akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan.
“Ada juga beberapa tanda bahwa seorang anak sudah memasuki pubertas, yaitu tumbuh rambut di daerah sensitif, keluarnya air mani saat mimpi atau syahwat, mendapatkan haid, dan genap 15 tahun,” terangnya.
Selain tanda-tanda utama tersebut ada tanda-tanda sampingan. Misalnya tumbuh jerawat, perubahan suasana hati, bau badan yang mulai menyengat, dan ukuran panggul yang membesar bagi perempuan.
“Yang perlu anak-anak ketahui bahwa ada beberapa hukum yang menyertai masa pubertas,” jelasnya.
Pertama adalah bahwa sudah dibebankan kewajiban syariah yang akan menimbulkan dosa jika tidak dilakukan, seperti sholat fardhu, puasa Ramadhan, dan menutup aurat.
Kedua adalah tidak bersentuhan dan memandang kepada lawan jenis yang bukan mahram. Dalam kaitan ini juga tidak berduaan dengan lawan jenis.
Ketiga adalah keharusan seseorang untuk menanggung hukuman atas tindakan yang dilakukan. “Sedangkan keempat adalah jika ia adalah anak yatim, ia telah diperbolehkan untuk mengelola hartanya sendiri dengan syarat ia bisa mengelola hartanya dengan baik,” katanya.
Dia berharap siswa dapat memahami apa yang terjadi dalam diri kalian. Menerima dan menjalankan dengan bahagia dan tanggung jawab.
“Yang tak kalah penting adalah temukan identitas diri yang positif. Kalian dapat mempersepsikan diri kalian sebagai siswa yang tidak pernah terlambat masuk sekolah, siswa yang rajin mencatat, siswa yang kritis dalam berpikir, atau bahkan siswa yang mengajak teman untuk beribadah,” tandasnya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas

PCM GKB – Kuatkan iman dan kunci sukses menjadi amanat Apel Pagi di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Senin (5/7/2024).
Pembina Apel Pagi Spemdalas Ichwan Arif SSi MHum dalam amanatnya menyampaikan dua hal yang harus diseriusi oleh seluruh siswa.
“Pertama, untuk seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai muslim harus benar-benar memegang teguh iman,” ucapnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud keimanan tersebut adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Namun, yang jadi fokus adalah kita bisa menjalankan shalat dengan tepat waktu. Di sekolah sudah dilaksanakan pembiasaan shalat duha. Shalat zuhur dan asar juga dilaksanakan secara berjamaah.
“Selanjutnya, anak-anak melaksanakannya di rumah. Nah, saat berada di rumah inilah, anak-anak harus dapat mengaplikasikan pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah. Hal yang menentukan kedispilinan menjalankan shalat adalah kekuatan iman,” jelasnya.
Baca juga: Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
Yang perlu dijadikan perhatian serius adalah, tekannya, kemampuan untuk mengendalikan diri. Jangan disibukkan dengan media sosial, namun sibukkan diri dengan peningkatan iman.
Hal kedua yang disampaikan adalah bahwa sukses adalah hak semua warga Spemdalas, terutama siswa. “Siswa Spemdalas harus selalu bersemangat dalam meraih kesuksesan. Sukses diraih by design. Maksudnya, sukses itu ditargetkan, diupayakan, dan direncanakan dengan baik,” paparnya.
Yang perlu dipahami adalah, sambungnya, bahwa kesuksesan tidak hanya dalam hal akademik, namun juga berbagai bidang. Spemdalas telah menyiapkan wadah bagi seluruh potensi yang dimiliki anak-anak. Ada olahraga, seni, atau berbagai jenis pengembangan diri yang lain.
“Silakan lejitkan kelebihan dan ketrampilan kalian,” ucapnya.
Jika dalam olahraga, lanjutna, kita harus menyiapkan kesuksesan dengan banyak latihan, kesuksesan akademik dapat diraih dengan fokus belajar dan latihan soal. Kalian harus mampu memasang target latihan. Misalnya berapa jumlah soal yang harus aku kerjakan per hari atau berapa menit waktu saya berlari dalam sehari.
Seperti anak-anak ketahui, kontingen olahraga kita saat ini sedang berjuang di ajang Olimpiade Paris. Tentunya mereka telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka telah memiliki target perolehan emas, mereka sudah latihan dengan keras, serta menyiapkan mental dan karakter juara.
“Anak-anak, kekuatan karakter mencerminkan kekuatan iman. Anak-abak yang memiliki kekuatan iman akan memiliki karakter terbaik. Dalam kehidupan nyata, karakter tersebut nampak dalam hubungan pribadi dengan Allah sebagai pencipta. Sekaligus hubungan pribadi dengan pribadi orang lain,” katanya.
Untuk itu, tekannya, karakter anak-anak akan menentukan setiap diri anak-anak dapat berjuang mendapatkan prestasi terbaik. Dalam kaitan ini, tentunya, kekuatan iman adalah fokus utama. (*)
Penulis Fitri Wulandari
Saat Siswa Spemdalas Bahas 1 Muharram Vs 1 Januari

PCM GKB – 1 Muharram Vs 1 Januari menjadi tema kegiatan Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Jumat (26/7/2024).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Kelas IX Muhammad Abiyyan Rauf menjelaskan pengertian Muharram.
“Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, yang digunakan oleh umat Islam. Bulan ini memiliki makna penting dalam sejarah Islam dan juga memiliki tradisi-tradisi tertentu yang dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia,” katanya.
Dia menuturkan, ada 3 peristiwa yang terjadi di bulan Muharram. Pertama, pada bulan Muharram terjadi Perang Khaibar, kaum muslim menang dengan gemilang. Kedua, pada tanggal 1 Muharram 24 Hijriah, Umar bin Khattab dimakamkan setelah meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oleh Abu Lu’luah.
Baca juga: Pusat Bahasa Spemdalas Adakan EPM untuk Guru Mugeb Schools
“Ketiga, pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriah, terjadi musibah besar yaitu Husein cucunya Rasulullah SAW dan keluarganya dibunuh di Karbala,” jelasnya.
Dia menyampaikan ada sejarah yang terjadi di bulan Muharram. Sejarah pertama yaitu hijrah Rasulullah SAW. Bulan Muharram memperoleh pentingnya sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriah yang dimulai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
“Peristiwa kedua, peringatan Asyura pada tanggal 10 Muharram,” ucapnya di depan siswa putra kelas VII-IX.
Ada 2 makna spiritual di Muharram. Pertama, merefleksi diri. Bulan Muharram juga dianggap sebagai waktu untuk refleksi spiritual, introspeksi diri, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kedua, bertaubat dan memperbaiki diri. Bulan Muharram dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk melakukan introspeksi dan merenungkan perjalanan spiritual pribadi. Umat Islam dimotivasi untuk mengevaluasi kehidupan mereka, mengidentifikasi kesalahan, dan bertekad untuk memperbaiki diri sebagai langkah menuju kedekatan dengan Allah.
Baca juga: Santri Ma’had Al ‘Ashr Spemdalas dapat Motivasi Ini di Penutupan Osmash
Hikmah Muharram, awal dari Tahun Hijriyah. Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah, Ini adalah momen penting dalam sejarah Islam yang mengajarkan tentang keberanian, kekuatan iman, dan perjuangan.
“Hikmah kedua kebaikan dalam beramal. Amalan-amalan baik dilakukan di bulan Muharram memiliki keutamaan dan keberkahan yang lebih,” katanya.
Dalil berbuat baik terdapat di surat al-Hasyr ayat 18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ada fenomena berupa masalah yang masyarakat muslim. Dia mengatakan, masyarakat muslim lebih hingar bingar dalam perayaan pergantian tahun baru masehi dibandingkan tahun baru hijriyah.
Baca juga: Talkshow Pelajar Kaya Karya, Motivasi Siswa Smamio Miliki Jiwa Wirausaha
“Bahkan perayaan tahun baru masehi yang penuh pesta, sia-sia, berlebihan, dan kelupaan boleh dikatakan tidak memiliki makna yang berbekas sama sekali,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, cara-cara yang baik buat merayakan tahun baru 1 Muharram, kita bisa bermunajat dan berdoa, merayakan dengan keluarga dan komunitas.
“Bisa juga menyebarkan pesan damai dan toleransi dan memperbanyak amalan kebaikan,” tandasnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Talkshow Pelajar Kaya Karya, Motivasi Siswa Smamio Miliki Jiwa Wirausaha

PCM GKB – Talkshow Pelajar Kaya Karya digelar SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur dengan narasumber A. Iqbal Syah Alam di Cordoba Convention Hall, Rabu (17/7/24).
Dalam rangkaian acara Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) hari ketiga bertema Empowering Wise and Creative Youth Generation ini, dia menyampaikan kunci seseorang dapat berhasil dalam dunia usaha adalah berani memulai usaha.
“Kalau mau berhasil dalam dunia usaha ya harus berani mulai usaha. Jangan hanya rencana, tetapi harus berani memulai,” ungkapnya.
Alumni angkatan ketiga Smamio ini memulai cerita tentang pengalamannya. Pada awal mula datang ke Smamio, dia belum memiliki teman, lalu dia berpikir bagaimana cara memunculkan diri.
Salah satu yang dia lakukan adalah dengan mengikuti organisasi. Pada saat kelas 11, dia terpilih menjadi Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamio. Baginya, pengalaman lebih utama dari pada uang karena pengalaman bisa dijadikan sebagai investasi masa depan.
“Kalau aku yang dicari adalah pengalaman bukan uang karena buat investasi masa depan. Dengan pengalaman yang banyak itu, nantinya aku tidak akan bingung untuk mencari uang,” jelasnya.
Iqbal juga bercerita mengenai berbagai pekerjaan yang pernah dia lakoni. Dari menjadi tour guide, admin tour, tukang foto dan video, pembuat desain, usaha perkopian kontainer, maupun usaha tenda wedding.
“Ada job apapun aku sikat, kalaupun tidak bisa, aku belajar dari yang bisa. Tentunya atas restu orang tua,” lanjutnya.
Iqbal juga memberikan tips untuk berani berwirausaha. Tips itu diantaranya yakni, memulainya dari hal kecil, dengan kata lain dalam berwirausaha kita harus suka dulu baru cinta, perbanyak pengalaman bukan uang, mengerti personal branding, brand identity, menggunakan peran media sosial, serta perbanyak aksi dengan membangun relasi.
Jiwa entrepreneur bisa semakin berkembang jika seseorang tidak dibiasakan menjadi manja secara berlebihan oleh orang tuanya. Jiwa entrepreneur yang ulet, luwes, pekerja keras dan tertantang ini harus menjadi kebiasaan sehingga dapat menjadi karakter seseorang.
Dia juga menjelaskan manfaat menjadi wirausaha sejak muda. Manfaatnya yaitu, pertama, bisa menghargai segala aspek waktu, keuangan, kesehatan, dan sosial. Kedua, dapat melatih kemandirian finansial. Ketiga, mudah untuk problem solving. Keempat, bisa mengasah keterampilan diri.
Dia berharap, anak muda sekarang khususnya siswa Smamio bisa mencari pengalaman sebanyak mungkin karena masa emas itu ada di masa muda. Masa ini bisa menjadi investasi masa depan.
“Mulai dari hal kecil dulu. Ayo belajar berwirausaha. Jangan sia-siakan waktu dan terus perbanyak aksi dengan membangun relasi,” pungkasnya. (*)
Penulis Yanita Intan Sariani. Editor Ichwan Arif.
Santri Ma’had Al ‘Ashr Spemdalas dapat Motivasi Ini di Penutupan Osmash

PCM GKB – Penutupan Orientasi Santri Ma’had Al ‘Ashr (Osmash), santri Al ‘Ashr SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mendapatkan motivasi dari motivator A Hamam Rosidi SPd MA, Sabtu (20/7/2024).
Dalam acara yang dilaksanakan di Andalusia Hall Spemdalas dan diikuti santri putra putri Ma’had Al ‘Ashr, traner sekaligus motivator ini menjelaskan menjadi santri jangan yang biasa-biasa saja, nanti hasilnya biasa-biasa saja.
“Santri harus menjadi yang luar biasa sehingga hasilnya juga luar biasa,” tegasnya di acara yang mengangkat tema Bahagia dan Berkah Bersama Keluarga Baruku ini.
Dia menuturkan, santri harus memiliki dorongan berupa semangat. Cemas bisa dijadikan sebagai dorongan sehingga santri memiliki semangat lebih. “Semangat inilah yang akan menjadikan diri luar biasa,” jelasnya.
Yang tidak kalah pentingnya, lanjutnya, santri juga harus memiliki inspirasi. Contoh tinggal di asrama di Spemdalas. “Maka harus jadi anak lebih mandiri, tanggung jawab, semakin dewasa, rajin mengaji, shalat tepat waktu, dan mandiri dalam belajar,” katanya.
Baru, sambungnya, setelah itu muncul tujuan. Tujuan inilah yang akan mengantarkan santri memiliki kekuatan dalam mencapai target. “Yang tidak kalah pentingnya, santri harus memiliki disiplin waktu supaya tujuan yang dikehendaki bisa dicapai,” tekannya.
Baca juga: Pusat Bahasa Spemdalas Adakan EPM untuk Guru Mugeb Schools
Dia menjelaskan, dalam menuntut ilmu, ada 2 hal yang harus dilakukan. Pertama adalah istiqamah dan ikhlas. Istiqamah itu akan memudahkan santri dalam belajar. “Setelah itu, harus diikuti pula dengan ikhlas dalam menjalankan proses belajar yang dilakukan,” jelasnya.
Dia mengingatkan, jangan sampai santri itu mengalami penyesalan di belakang hari. Mereka menyesal tidak sabar dalam belajar. “Kalau ingin pandai, ya harus bisa mengubah diri dengan cara ikhtiar dalam berdoa dan belajar,” ucapna.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga memberikan pesan kepada santri, ada dorongan yang bisa dilakukan santri supaya apa yang dicita-citakan bisa tercapai.
“Pertama, ada dorongan orang tua dan kedua adalah dari guru. Kedua dorongan tersebut bisa memberikan motivasi mencapai cita-cita. Dari dorongan tersebut akan bisa memunculkan semangat,” katanya semangat.
Dia berpesan, semangat itu bisa menular, tetapi mengantuk itu juga menular. Maka, tularkan hal yang baik sehingga diri kita dan teman-teman kita tertular hal positif yaitu semangat.
“Mari, kita beritakan tularan semangat pada diri dan teman-teman kita. Kalau ada yang gembosi, maka kita harus tetap fokus dengan diri kita dan bukan yang menggembosi. Jadikan setiap hari adalah proses belajar,” pesannya.(*)
Editor/Penulis Ichwan Arif.
Guru SD Mugeb Suguhkan Tari Kreasi 6 Negara di Awal Masuk Sekolah

PCM GKB – Kalau biasanya siswa tampil, di hari pertama masuk sekolah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) justru guru yang tampil. Siswa mendapat suguhan spesial berupa dance around the world, Senin (14/8/2024).
Wali kelas maupun guru pengajar berkolaborasi menampilkan tarian dari berbagai negara maupun Indonesia. Ada tari kreasi rasa Brazil, Spanyol, Afrika, Korea Selatan, India, dan Indonesia (Kalimantan). Mereka tampil lincah dan ceria di area panggung bertuliskan Welcome Back to School yang berada di lapangan sekolah.
Melihat para gurunya tampil dengan beragam kostum sekaligus mengenalkan diri dengan aneka ice breaking, siswa yang memakai seragam merah putih itu antuasias menyimak. Mereka ikut bersorak dan bertepuk tangan.
Di sela-sela rangakaian acara pagi itu, para siswa bersama rombongan kelas masing-masing mengibarkan bendera beragam negara. Ini sesuai tema Be Fun, Explore and Discover Around the World.
Baca Juga: Bawa Poster Digital, Siswa Spemdalas Ikuti Pawai Muharram
Tangan mungil mereka mengibarkan bendera salah satunya saat para guru kompak menyanyikan lagu Heal the World yang dipopulerkan Michael Jackson. Begini penggalan liriknya:
“Heal the world (Sembuhkanlah dunia). Make it a better place (Jadikan dunia ini tempat yang lebih baik). For you and for me and the entire human race (Untukmu dan untukku dan untuk seluruh umat manusia).”
Antusias siswa juga kian tampak saat Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari SSi memukul gong lalu melepas balon diiringi tembakan konfeti. Di atas panggung, pria yang akrab disapa Ustad Ari ini memberi semangat kepada para siswa.
“Kita terus mengharapkan ridha Allah, semoga langkah kita untuk 365 hari ke depan dimudahkan Allah SWT,” ujarnya memakai pakaian adat khas Kalimantan.
Baca Juga: Fortasi Smamio, Siswa Baru Disambut Demo Ekstrakurikuler dan IC
Sementara siswa pakai seragam merah putih, para guru memang tampil spesial. Mereka pakai baju adat Indonesia maupun baju khas negara-negara tertentu.

Keseruan hari itu berlanjut dengan ice breaking dan perkenalan antarteman baru di kelas masing-masing. Namun rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih berlangsung sampai dua hari berikutnya, Rabu (17/7/2024). Adapun untuk siswa kelas I, masa transisi PAUD-SD berlangsung sampai dua pekan.
Rangkaian MPLS
Pada hari kedua, seluruh siswa kelas I-VI diajak senam sehat bersama pagi harinya. Kemudian, berlanjut mendiskusikan struktur kelas dan keyakinan kelas bersama wali kelas masing-masing.
Adapun pada hari ketiga, ada OST Expo alias pengenalan 25 jenis ekstrakurikuler. Di bidang olahraga, ada ekstrakurikuler futsal, basket putra, basket putri, tapak suci, renang, taekwondo, dan catur.
Baca juga: Berlian School Gelar Animals Exhibition Awal Masuk Sekolah, Ini Reaksi Siswa
Kalau di bidang seni, Ada ekstrakurikuler melukis, menggambar, tari Islami, tari tradisional, public speaking, musik, band bocah, qiroah, menyanyi, story telling, bahasa Jepang, cooking, nasyid dan paduan suara. Di bidang Teknologi, ada fotografi, vlogger, robotik dan coding.
Kemudian, siswa berlanjut mengerjakan asesmen awal diagnostik non kognitif yang dipandu wali kelas dan konselor. Terakhir, ada seleksi program Tahfidz Excellent bagi siswa kelas III-VI.
Yang baru di awal tahun ajaran ini, ada Nararya Esthi Pangayuh, anggota tim Jurnalis Cilik SD Mugeb dari kelas VI, yang menjadi reporter. Naya, sapaannya, melaporkan keceriaan acara langsung dari lapangan sekolah ramah anak itu. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif.
Bawa Poster Digital, Siswa Spemdalas Ikuti Pawai Muharram

PCM GKB – Bawa poster digital, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti Pawai Muharram dengan lokasi rute Jalan Jawa-Jalan Sumatera GKB dengan garis finish sekolah, Jumat (19/7/2024).
Menggunakan dresscode bernuansa monokrop, siswa kelas VII-IX dan guru mengikuti Pawai Muhharram dengan membawa spanduk dan poster digital. Poster ini dibuat menggunakan aplikasi canva yang dibuat saat pembelajaran di sekolah.
“Saya membuat poster digital dengan aplikasi canva. Dalam poster itu tertulis Happy Muharram, New Islamic Year, May Blessings always be with Us All,” ujar Nayla Salma Andina yang ditemui usai melakukan pawai.
Baca juga: Kunjungi Spemdalas, Wakil Bupati Gresik Kagumi Hal Ini
Siswa kelas VIII Carbon mengaku dalam membuat poster itu tidak butuh waktu lama. Pembuatan poster itu berkelompok. Setelah dibuat, kami langsung print di kertas ukuran A3.
Setelah siswa mengikuti pawai, mereka menikmati festival culinery yang menunya sudah bisa disiapkan oleh sekolah. Hampir 1 jam mereka istirahat, setelah mereka menikmati rangkaian kegiatan Gebyar Muharram di lapangan basket Spemdalas.

Mengangkat tema Good Start for the Blessings of Muharram, siswa ke VII, VIII, dan IX Spemdalas membawa kreativitas poster digital dan ucapan selamat beserta quote-quote Islami saat berjalan dalam barisan rapi sekitar 2 km.
Gebyar Muharram 1446 H Spemdalas ditutup dengan motivasi Pembina Komunitas Hijrah Ngecas Iman Lamongan Miqdar Qur’any Lc serta penghargaan siswa. (*)
Penulis/Editor Ichwan Arif.
Fortasi Smamio, Siswa Baru Disambut Demo Ekstrakurikuler dan IC

PCM GKB – Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar (PR IPM) Smamio, Senin-Jumat (15-19/7/2024).
Kegiatan yang diselenggarakan untuk mengenalkan sekolah kepada siswa baru ini dimulai dari mengenalkan budaya sekolah, tata tertib sekolah, dan sivitas sekolah.
Kegiatan dimuali dari apel pembukaan yang dibuka langsung Kepala Smamio Ulyatun Nikmah MPd Dalam sambutan pembukaannya, Ulya sapaannya menyampaikan kepada seluruh siswa agar belajar dengan perasaan gembira serta bersyukur.
“Mari kita awali hari ini dengan gembira, syukur, dan penuh semangat karena kalian disini mendapatkan kesempatan untuk belajar serta dibimbing oleh para guru yang siap mendampingi kalian menuju masa depan tidak hanya dalam akademik namun dengan pengembangan bakat kalian mulai dari olahraga, keislaman, dan potensi di bidang lainnya,” pesannya di hadapan seluruh peserta apel.

Kegiatan dilanjutkan dengan demo Ekstrakurikuler dan Inspiration Class (IC). Ada Tapak Suci, Klub suporter Smamio (Smamiotifo), dilanjutkan dengan IC teater, musik, dan juga klub tari.
Turut mengisi materi di fortasi hari pertama, Jabir Adhyaksa, siswa Smamio kelas XI yang didapuk menjadi juara III duta Generasi Berencana (Genre) putra kabupaten Gresik tahun 2024.
Dia mengisi Forum Group Discussion (FGD) Anti bullying dan dilanjutkan dengan materi ke-IPM-an yang diisi oleh Ketua Imum PR IPM Smamio Chelsea Putri S dan Ketua bidang Perkaderan PR IPM Smamio Vanya Illona.
Hari kedua diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari materi ibadah, sosialisasi tata tertib sekolah, disusul dengan materi dari alumni Smamio. Bertemakan motivasi belajar dan berprestasi, para alumni berpesan agar siswa selalu percaya pada diri sendiri dan terus berusaha untuk mengembangkan potensi mereka.
“Kalian harus yakin bahwa setiap siswa memiliki peluang untuk sukses,” ujar alumni Smamio yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (Unair) Yoraisa Ghany.
Selanjutnya, siswa baru berkeliling sekolah dan melaksanakan school tour, dan mengikuti materi dari kepala sekolah tentang pelajar berintegritas serta dilanjut materi oleh guru BK Smamio tentang keragaman dan inklusi.
Hari selanjutnya, siswa baru diajak mengenali potensi diri oleh Wakil Kepala Smamio bidang Kesiswaan Fitri Andriyani MPd dan dilanjutkan dengan materi pelajar kaya karya dari alumni Smamio yang berkesibukan sebagai entrepreneur, Ahmad Iqbal Syah Alam.
Iqbal, sapaannya mengungkapkan beberapa manfaat menjadi wirausahawan muda. “Kalian bisa menghargai segala aspek, waktu, keuangan, kesahatan, dan sosial. Selain itu, melatih kemandirian finansial dan mengasah keterampilan,” paparnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi kesehatan mental remaja oleh Direktur Pusat Layanan Psikologi dan Konseing (PLPK) Smamio dan disambung dengan Bazaar.
Tak kalah seru, hari ke 4 dibuka dengan bina mental dan wawasan kebangsaan oleh Koramil Manyar dan dilanjutkan dengan materi serta praktek langsung bertemakan Student Earth Generation. Materi ini disampaikan oleh Aeshnina Azzahra, siswa Smamio yang menjadi aktivis lingkungan dan sering dijuluki sebagai Polisi Sampah.
Dia mengajak siswa baru untuk membawa tanaman, media tanam dan peralatannya secara bersama-sama menanam tumbuhan tersebut di taman belakang sekolah.
Selama kegiatan Fortasi, para siswa baru terlihat sangat antusias mengikuti arahan ataupun instruksi dari para panitia. Seperti yang diungkapkan Tera Putri Zahwa dari UPT SMPN 34 Gresik. Dia mengungkap selama mengikuti Fortasi.
“Saya senang karena ada banyak kegiatan yang seru dan sangat menghiburku, saya gembira karena ada banyak hal yang saya dapatkan saat fortasi di Smamio, salah satunya aku dapat teman dari kota lain dan teman-teman yang sangat asyik. Terus kakak IPM-nya juga baik sekali,” katanya.
Dia mengaku sangat termotivasi sama alumni yang diundang kemarin waktu Fortasi hari ke-2 yang sudah memberikan kita tips tentang bisa sukses, berbisnis, dan public speaking,” ungkap Tera — sapaannya.
Dia juga berterima kasih untuk guru Smamio yang sudah memberikan banyak materi serta pengalaman saat Fortasi. (*)
Penulis Novania Wulandari. Editor Ichwan Arif.
Berlian School Gelar Animals Exhibition Awal Masuk Sekolah, Ini Reaksi Siswa

PCM GKB – Berlian School menggelar Animal Exhibition awal masuk sekolah yang merupakan rangkaian kegiatan acara My First Day at School, Senin (15/7/2024).
Satu per satu siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) Jawa Timur mulai berdatangan ke sekolah sejak pukul 06.00 WIB. Mereka disambut langsung oleh guru yang ebrtugas patrol pagi.
Suasana tampak berbeda sejak berada di luar sekolah karena gerbang serta area lapangan disulap seperti hutan tropis dengan ditambahkan tanaman hias di atas lapangan dan di sekitar pohon-pohon yang mengelilingi lapangan.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Berlian School Khoiro Numsyah SPd mengatakan mendukung penuh konsep yang diusulkan oleh panitia untuk membuat hal berbeda pada tahun ajaran 2024/2025 ini.
“Salah satu tujuannya untuk mengenal lebih dekat hewan melata dan reptil,” jelasnya.
Dia menuturkan tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk menambah pengetahuan tentang karakteristik hewan kepada semua siswa.
Leader Tim Animal Rescue dan Satwa Exotic (Arsotic) Ahmad Yani menjelaskan terdapat 30 hewan yang diusung ke Berlian School yang terdiri dari musang, kelinci, marmut, hamster, dan tupai terbang.
“Ada juga kucing, reptil berkaki dan tidak berkaki, iguana, biawak, londok, bunglon, 3 jenis kura-kura, 3 jenis piton, 4 jenis ular air, 2 jenis ular berbisa, serta 6 jenis ular lainnya,” jelasnya.

Aktivis dari Lamongan ini menjelaskan supaya berhati-hati dengan ular berbisa karena dapat menyebabkan kebutaan jika terkena mata.
Dia mengajak siswa tidak menumpuk kayu atau botol bekas agar tidak dijadikan sebagai sarang hewan-hewan kecil yang memicu ular datang sebagai pemangsanya, selain itu juga dapat menjadi tempat ular bersarang.
Siswa kelas VI Amazing Rei Rosyaila Roxanne Rosyadi menyampaikan kegiatan bersama dengan hewan sangat seru dan juga penting untuk menambah pengetahuan dengan mengenal lebih banyak tentang jenis hewan melata serta reptil.
“Saya sangat antusias dan rela untuk berdiri di dekat beberapa ular yang dipamerkan di dalam kotak kaca serta telah tertata rapi di atas meja,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ahmad Miqdad Al Haitsam. Siswa kelas V Delta ini mengungkapkan sangat senang dengan kegiatan ini. “Saya tidak takut sama sekali dengan hewan-hewan yang ditampilkan,” ucapnya.
Dia berkeinginan lebih banyak lagi mempelajari tentang hewan-hewan yang pernah dilihat di kebun binatang. (*)
Penulis Nurul Qomariyah. Editing Ichwan Arif.
Kunjungi Spemdalas, Wakil Bupati Gresik Kagumi Hal Ini

PCM GKB – Wakil Bupati Gresik Dr H Aminatun Habibah MPd menyapa peserta Forum Taaruf dan Orientasi (Fortasi) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur di hari kedua, Rabu (17/7/2024).
Kedatangan orang nomor dua di Gresik ini saat siswa kelas VII mengikuti agenda Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama Koramil Manyar Gresik. Siswa tampak bangga dan senang atas kunjungan Wakil Bupati Gresik ini.
Kepala Spemdalas Fony Libriastuti MSi dalam sambutan awal mengatakan hari ini Spemdalas berkesempatan mendapat kunjungan dari beliau untuk menyaksikan kegiatan Fortasi di sekolah kami.
“Kami merasa terhormat karena Spemdalas berkesempatan untuk menerima kehadiran Wakil Bupati Gresik Dra H Aminatun Habibah MPd untuk meninjau pelaksanaan Fortasi Spemdalas,” ungkapnya.

Sekirar pukul 08.30 nampak barisan anggota Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemdalas menyambut kehadiran Wakil Bupati Gresik. Dengan membawa bendera merah putih dan mengenakan jas oranye khas IPM, senyum, dan sapa menyambut rombongan.
Dalam kunjungannya, Bu Min sapaan akrabnya mengapresiasi kegiatan Fortasi Spemdalas dalam menggalakkan program Sekolah Adiwiyata dengan menggunakan botol minum tumbler untuk mengurangi sampah plastik di sekolah.
“InsyaAllah, Spemdalas ini siswanya menggunakan botol minum tumbler untuk mengurangi sampah plastik di sekolah. Dan yang lebih senang lagi, di Spemdalas ini adalah sekolah bebas dari bullying,” sambung orang nomor 2 se-Kabupaten Gresik ini. (*)
Penulis Dheni Iga Pratiwi. Editor Ichwan Arif.