Boedi Oetomo dan KH Ahmad Dahlan
Boedi Oetomo dan KH Ahmad Dahlan oleh Sugeng Purwanto.
PWMU.CO– Suatu hari Mas Joyosumarto mengunjungi saudaranya di kampung Kauman Yogyakarta. Dia ini orang dekat Ketua Boedi Oetomo dr Wahidin Sudiro Husodo yang membantu praktik dokter.
Dia diberitahu familinya bahwa KH Ahmad Dahlan ingin sekali bertemu dengannya. Joyosumarto terkejut ada apa KH Ahmad Dahlan mengharapkan ingin bertemu dengannya.
Pada hari Ahad Joyosumarto bertamu ke rumah Kiai Dahlan. ”Mari tuan, silakan duduk,” sambut Kiai Dahlan. ”Tuan dari mana?”
“Saya Joyosumarto dari Dagen Yogyakarta.”
”Wah, sudah lama kami harapkan bertemu dengan panjenengan. Alhamdulillah, dengan gembira dan suka hati, panjenengan kersa rawuh di rumah kami.”
”Inggih, Kiai, memang kami perlukan untuk memenuhi harapan Kiai. Ada kepentingan apa ingin bertemu saya?”
”Saudara Mas Joyo, saya mendengar berita yang didengar oleh orang banyak, katanya di Yogyakarta ini sekarang ada perkumpulan yang berdiri, namanya Boedi Oetomo yang dibangun oleh dr Sudiro Husodo, sedang Mas Joyo orang paling dekat dengan beliau, kami ingin dapat penerangan, tetapi karena saya belum mengenal anggota pengurus HB (Hoofdbestuur) Boedi Oetomo yang dari orang terpelajar, apakah mungkin saya dapat berkenalan dengan mereka?”
Mas Joyosumarto dengan hati-hati menjawab pertanyaan Kiai Dahlan yang agak panjang itu.
”Kiai, perkumpulan Boedi Oetomo itu perkumpulannya bangsa kita, didirikan dan dibangunkan oleh kita untuk memajukan bangsa kita. Jadi Kiai tak usah kecil hati, khawatir tidak diterima untuk mengenal, apa pula sebagai kiai tentu akan diterima dengan gembira dan besar hati oleh mereka,” ujar Joyosumarto. ”Pendek kata, nanti kami haturkan lebih dahulu hendaknya saling mengerti.”
”Baik,” kata Kiai Dahlan.
Kemudian jam sudah menunjukkan pukul 12.15, Mas Joyo minta diri. Kiai pun mengucapkan terima kasih. Di situlah kelihatan sifat kaum santri yang merasa rendah diri terhadap golongan terpelajar yang lain.
Demikian diceritakan secara detail keinginan Kiai Dahlan mengenal Boedi Oetomo. Penulis cerita itu adalah Kiai Syoedja’ murid KH Ahmad Dahlan dalam bukunya Cerita tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan Catatan Haji Muhammad Syoedja’.
Berkenalan dengan Priyayi
Kiai Dahlan pertama kali mendengar nama Budi Utomo dari muridnya di Kweekschool. Muridnya itu menyarankan sekolah yang didirikan di rumahnya supaya dikelola secara organisasi seperti Boedi Oetomo. Apabila pendirinya wafat masih ada yang meneruskan yaitu organisasi itu.
Pada tahun 1907, di kota Yogyakarta berdiri organisasi bernama Boedi Oetomo. Organisasi ini dibangun dan dipimpin oleh dr Wahidin Sudiro Husodo, orang Yogya lulusan School tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA) Jakarta.
Anggotanya para sarjana golongan terpelajar. Para guru sekolah menengah Gouverment Belanda, misalnya Kweekschool, Normaal School, Opleiding school OSVIA dan H.K. School.
Di antaranya R. Budiharjo, R. Dwijosewoyo, R. Ngabei Sosrosugondo, Pangeran Notodirejo Pakualaman, RM Gondoatmojo. Semua itu duduk sebagai Hoofd Bestuur Boedi Oetomo.
Sejak kenal nama Boedi Oetomo, Kiai Dahlan penasaran ingin mengenal organisasi itu dan orang-orangnya. Maka dia dikenalkan dengan Mas Joyosumarto itu.
Kemudian dikisahkan, pengurus Boedi Oetomo senang hati menerima perkenalan kiai terkemuka dari kampung Kauman. Kiai Dahlan diundang hadir hari Sabtu malam dalam rapat pengurus. Pertemuan bertempat di rumah ketua dr Sudiro Husodo di Ketandan Yogyakarta.
Setelah dua tiga kali Kiai Dahlan menghadiri rapat pengurus Boedi Oetomo, makin jelas dan makin terang tujuan Boedi Oetomo dan tertarik masuk menjadi anggota.
Kiai Dahlan ingin belajar berorganisasi. Apalagi di Boedi Oetomo bisa memberikan penerangan Islam secara akliyah, ilmiah, dan naqliyah. Di akhir rapat Boedi Oetomo Kiai Dahlan selalu diminta ceramah agama Islam.
Setelah berjalan beberapa kali ceramah Islam yang disampaikan dalam bahasa Jawa itu, Kiai Dahlan bertanya, apakah pelajaran agama seperti itu bisa disampaikan di Kweekschool di Jetis Yogyakarta. Raden Budiharja, Kepala Guru Kweekschool, memberikan jalan.
Itulah jalan cerita KH Ahmad Dahlan bisa mengajar agama di sekolah pemerintah.
Cara Mendirikan Muhammadiyah
Setelah bergaul dengan pengurus Boedi Oetomo, Kiai Dahlan ingin mendirikan organisasi untuk madrasahnya. Lalu dia sampaikan kepada murid-muridnya yang tak paham organisasi. ”Kamu sanggup ikut duduk dalam pengurus perkumpulan itu?”
Mereka sama menjawab,”Insyaallah.”
Kemudian Kiai Dahlan meminta tolong Mas Budiharjo dan Raden Dwijosewoyo untuk membantu mendirikan organisasi. Dua orang itu memberi informasi syarat mendirikan organisasi yang diinginkan Kiai Dahlan.
1. Murid Kweekschool tidak dapat ikut duduk dalam perkumpulan karena dilarang oleh
Hoofd Inspectuur.
2. Calon pengurus supaya diambil dari orang-orang dewasa jangan terlalu muda.
3. Nama perkumpulan apa.
4. Maksud dan tujuan apa.
5. Tempatnya di Yogyakarta
6. Untuk melaksanakan hal ini sampai beres, Boedi Oetomo sanggup membantu, tetapi syarat-syaratnya harus diminta oleh sedikitnya tujuh anggota biasa Boedi Oetomo kepada HB Boedi Oetomo. Karena itu disarankan tujuh anggota dari Kauman masuk menjadi anggota biasa Boedi Oetomo.
Kiai Dahlan segera mengumpulkan murid-muridnya. Dijelaskan syarat nomor 2 yaitu siapa saja calon pengurusnya.
Soal nama organisasi, Kiai Dahlan sudah punya yaitu Muhammadiyah. Nama itu diambil dari nama Nabi Muhammad saw.
Ditambah dengan kata ’iyah’di belakang sebagai nisbah, hendaknya barang siapa yang menjadi anggota Muhammadiyah dapat menyesuaikan diri dengan pribadi Nabi Muhammad saw.
Maka dipilihlah tujuh orang menjadi anggota Boedi Oetomo cabang Kauman. Tujuh orang itu R. Syarkawi, Abdulgani, M. Syoedja’, M. Hisyam, M. Fakhrudin, M. Tamim, dan KH Ahmad Dahlan.
Tujuh orang itu mengajukan surat permintaan kepada HB Boedi Oetomo untuk menjadi anggota biasa dengan membayar iuran tiap bulan 0,25 gulden seorang.
Setelah permintaan diterima dan diberi tanda anggota, lalu tujuh anggota itu memajukan permohonan kepada HB Boedi Oetomo untuk mengusahakan permohonan izin (recht persoon) kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah. (*)
Bolehkah Panitia Mendapat Bagian Daging Kurban?
Bolehkah Panitia Mendapat Bagian Daging Kurban? Oleh Ustadzah Ain Nurwindasari
PWMU.CO – Kurban (udhiyah) ialah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan ternak berupa unta, sapi, atau kambing untuk kemudian dibagikan kepada orang lain juga dikonsumsi oleh shahibul kurban itu sendiri.
Praktik penyembelihan hewan kurban yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ialah dilakukan oleh shahibul kurban itu sendiri juga boleh diwakilkan kepada orang lain. Hal ini setidaknya terekam dalam hadis berikut:
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radliallahu ‘anhu
أن النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ ) رواه البخاري(5558) ومسلم (1966).
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam menyembelih dua ekor domba yang amat gemuk maka aku melihat beliau meletakkan kaki beliau yang mulya pada lambung domba tadi seraya mengucapkan basmalah dan bertakbir lalu menyembelih keduanya dengan tangan beliau yang mulya.” Hadits Riwayat Bukhari ( 5558 ) dan Muslim ( 1966 ).
Adapun hadis dari Jabir bin Abdullah menyebutkan:
أن النبي صلى الله عليه وسلم: (.. نَحَرَ ثَلَاثًا وَسِتِّينَ بِيَدِهِ ثُمَّ أَعْطَى عَلِيًّا فَنَحَرَ مَا غَبَرَ) رواه مسلم (1218).
“Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah menyembelih hewan kurban sebanyak enam puluh tiga ekor dengan tangan beliau kemudian memberikan sisa hewan sembelihan kepada Sahabat Ali Radliallahu Anhu. Hadits Riwayat Muslim (1218 ).
Pada saat ini penyembelihan hewan kurban umumnya dilaksanakan oleh lembaga ataupun panitia kurban. Maka panitia kurban dapat diqiyaskan dengan perwakilan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib RA saat menyembelih hewan kurban.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa keberadaan panitia kurban dipandang perlu dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan ibadah kurban, kedudukannya sebagai orang yang membantu pelaksanaan ibadah kurban.
Hukum Panitia Mendapat Bagian Daging
أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ، وَأَنْ يَقْسِمَ بُدْنَهُ كُلَّهَا، لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلَالَهَا، وَلَا يُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا شَيْئًا»
“Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabi saw memerintahkan Ali agar ia melaksanakan kurban dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya dan beliau pun agar tidak memberikan sedikit pun dari hewan kurban dalam pekerjaan jagal.” (HR al-Bukhari).
Dengan demikian yang perlu diperhatikan ialah bahwa kepanitiaan kurban adalah telah ada contohnya di masa Rasulullah yakni dalam penyembelihan sampai pembagian hewan kurban dalam rangka memudahkan shahibul kurban. Namun tidak diperkenankan diambilkan upah dari bagian dari hewan kurban baik untuk panitia maupun jagal hewan kurban.
Bagaimana dengan bagian hewan kurban untuk panitia?
Nari nash-nash yang ada tidak ditemukan ketentuan secara khusus bagian dari hewan kurban yang diberikan kepada panitia kurban, justru yang ada adalah larangan mengambil bagian hewan kurban sebagai upah untuk jagal.
Namun demikian sebagaimana masyarakat lainnya, panitia kurban adalah warga yang sedang hadir dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban.
Dalam al-Hajj ayat 36 disebutkan:
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
‘Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.’
Dengan demikian panitia boleh mendapatkan bagian hewan kurban sebagaimana warga lainnya yang mendapat bagian dari hewan kurban.
Wallahu a’lam bish shawab. (*)
Ustadzah Ain Nurwindasari SThI, MIRKH adalah anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Asiyiyah (PDA) Gresik; alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PP Muhammadiyah dan International Islamic University of Malaysia (IIUM); guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.
Editor Mohammad Nurfatoni
Inilah 75 Titik Lokasi Shalat Idul Adha 28 Juni di Kabupaten Gresik
PCM GKB – Warga Muhammadiyah Kabupaten Gresik akan melaksanakan shalat Idul Adha 1444 secara serentak di 75 titik lokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu 28 Juni 2023).
Shalat Idul Adha akan dilaksanakan pada pukul 06.00 WIB di lokasi masing-masing.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 1/MLM/I.O/E/2023, Idul Adha 1444 jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023. Penetapan ini sehari lebih awal dari keputusan pemerintah yang menetapkanIdul Adha pada hari Kamis 29 Juni 2023.
Meski berbeda dengan pemerintah, Idul Adha Muhammadiyah bersamaan dengan yang ditetapkan oleh Kerajaan Saudi Arabia. Sebagai khadimul haramain, Arab Saudi menetapkan hari Arafah pada Selasa 27 Juni 2023, sehingga Idul Adha jatuh pada hari yang sama dengan Muhammadiyah, yakni Rabu 28 Juni 2023.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik H Anas Thohir SAg MPdI menyampaikan walaupun perayaan Idul Adha tahun ini berbeda tetapi tidak mengurangi semangat beribadah dalam ber-idul adha.
“Semoga kita semua mendapat keberkahan di hari raya idul adha, selain itu juga memberikan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari lebih-lebih kehidupan di akhirat nanti,” tuturnya, Senin (26/6/2023)
Menurutnya perbedaan ini ranah ijtihad masing masing yang tidak bisa disalahkan begitu saja tanpa dalil kuat. “apalagi mengharamkan dan mengatakan tidak sah shalat idul adhanya,” ujar pria kelahiran Gresik ini.
Jadi yang menganggap haram dan tidak sah itu terburu-buru menghukumkan sesuatu, tambahnya, mungkin atas dasar emosi.
“padahal ijtihad itu dilakukan bila benar akan dapat pahala dua kali lipat. Sedang apabila salah, tetap akan mendapat pahala satu,” jelasnya.
Dia kemudian menegaskan ijtihad Muhammadiyah dengan menentukan dimulainya puasa dan 1 Dzulhijjah menggunakan metode wujudul hilal hakiki.
Inilah Daftar Lokasi, Imam dan Khatib Shalat Idul Adha 1444 Kabupaten Gresik
- Masjid Al Aqsha: Imam dan Khatib: Ustadz A Basith Mauly SAg MA
- Lapangan Dusun Panggang Desa Lebani Suko Wringinanom: Imam dan Khatib: H Imam Sugiri
- Masjid Sekarputih: Imam dan Khatib: Gunari Makmur SPd
- Prambon: Imam an Khatib: Drs Af Dinawi
- Barat Klotok: Imam dan Khatib: Prayudi Harianto MM PhD
- Halaman Masjid At Taqwa Pongangan Indah Manyar: Dr M Arfan Muammar MPd
- Balungpanggang: Imam dan Khatib: M Faris SSI MPd
- Mojoroto: Imam dan Khatib: M Zainudin SH
- Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik: Imam, Ustadz Chairul Anam, Khatib: KH Mukhtar Buchari BA
- Pilangsari: Imam dan Khatib: M Ishaq Fahlevi SPd
- Karangwungu: Imam dan Khatib: Aris Setiawan Spd
- Kedungsumber: Imam dan Khatib: Anton Subagio Spd
- Pucung: Imam dan Khatib: Prof Zainuddin Maliki
- Karangasem: Imam dan Khatib: Karim Isnadi SPd
- Mambung Lor: Imam dan Khatib: Ja’far Shodiq MPd
- Menganti: Imam dan Khatib: Wahyu Setia Budi SH
- Karang Semanding: Imam dan Khatib: Subhan Syarif MPdI
- Karangmalang: Imam dan Khatib: Jaelani SPd
- Banjar Melati: Imam dan Khatib: H Mat Rais
- Halaman Masjid Al Ishlah Sidowungu Menganti: Imam dan Khatib Drs Husnul Khuluq MPd
- Wotan Sari: Imam dan Khatib: Mulyadi SPd
- Jedong Sekarputih: Imam dan Khatib: Muhammad SPd
- Halaman MI Nurul Huda Lengkong: Imam dan Khatib: Muhammad Dahlan Sholeh Lc
- Halaman Centro Regency Mayjen Sungkono Kedanyang: Imam Khatib: Ustadz Adi Mustofa SPdi MPdi
- Multi Sarana Plaza Ramayana: Imam, Sulaiman Al Hafidz SE, Khatib: Drs KH Syaifuddin Zaini MPdi
- Halaman SD Muhammadiyah 3 Gresik: Imam, Eka Wins Putra. Khatib: Sya’roni SE
- GKB Convex Gresik: Imam, Ustadz Sahmun. Khatib: Dr H Ghoffar Ismail MAg
- Halaman Masjid At Taqwa Ngering Cerme: Imam dan Khatib: Afifuddin SAg MPdI
- Mushala An-Nur: Imam dan \Khatib: Ustadz Dr Fiki Risalah MA
- Halaman Masjid At Taqwa Tanggulrejo Manyar: Imam dan Khatib: Toha Mahsun M Hes
- Halaman SMA Negeri Cerme: Imam dan Khatib: Muhammad Yusuf Assanusi SPd
- Halaman Masjid Sabilillah Cerme Kidul: Imam dan Khatib: Ustadz Suhali SAg MPdi
- Lapangan Gembus Bungah: Imam dan Khatib: Muhammad Mandom SSy SPdi
- Halaman Masjid Taqwa Melirang: Imam dan Khatib: Ustadz Drs Mahfuddin
- Halaman PAY Mojopurogede Bungah: Imam dan Khatib Ustadz Arich Hawary Anshorullah
- Halaman Masjid Al-Jihad Dusun Pucung Sidomukti: Imam dan Khatib: Aditya Akbar Hakim SPd
- Halaman Masjid Muhammadiyah Desa Tanjungwidoro Mengare: Imam dan Khatib: Ustadz Anas Hamili
- Halaman Masjid Al Amin: Imam dan Khatib: Ustad Umar Sodik
- Halaman Masjid Darul Falah Kedungjati: Imam dan Khatib: Ustadz Imam Rabbani Wahyudi SPdI
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah: Imam, Ismail Hasan SSos, Khatib: Drs Lutfi MPd
- Halaman Masjid Al Furqon Legundi: Imam dan Khatib: Drs H Kusbandi MPdI
- Halaman Masjid Nur Hidayah Driyorejo: Imam dan Khatib: Muhammad Naufal LC MPd
- Lapangan Sepak Bola Dukun: Imam, Rahmat Alamsyah SPdi Mpdi. Katib: Dr H Muhammad Hambal Syafwan Lc MPdI
- Lapangan Sektor 2 Perum Griya Kencana Mojosarirejo Driyorejo: Imam dan Khatib Ahmad Chusaini SAg
- Lapangan Masjid Al Furqon Bambe Driyorejo: Ustad dan Khatib: Muhammad Seger
- Halaman Masjid Al-Kautsar Karangrejo: Imam dan Khatib: Wahid Abdurrahman MPd
- Lapangan Selatan Masjid Nur Hidayah Sumput Asri: Imam dan Khatib: Ustadz Haris Nuruzzaman SThI
- Lapangan Desa Sambogunung Dukun: Imam dan Khatib: Drs H Salim Basawwat MA
- Halaman Masjid Al-Ikhlas Mentaras Dukun: Imam Khatib: Drs Muhammad Abidin
- Halaman Masjid Al-Ikhlas Baron Dukun Gresik: Imam dan Khatib: Mufarih SPdi MM
- Halaman Masjid Ainul Yaqin: Imam Dan Khatib: Shohibul Lathif SPdI MPdI
- Halaman Masjid Al Muhajirin Mojopetung Dukun: Imam dan Khatib: Hudzaifatur Rahman SPd
- Lapangan Desa Sekargadung Dukun Gresik: Imam dan Khatib: Drs H Masyhud Bahri
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Wotan Panceng: Imam dan Khatib Drs H Muhammad In’am MPdi
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah Panceng: Imam, Ismail Hasan Ssos. Khatib: Drs Luthfi Mpd
- Lapangan Volly Dusun Sono: Imam dan Khatib: Dr Sam’un Mag
- Lapangan Futsal Klemuk Sport Center: Imam, Dearahib Lasyadid. Khatib: Dr Abdurrahman
- Lapangan Matabah Al-Furqon Petung Panceng: Imam dan Khatib: Drs Naf’an Abu Mansur Mpd
- Lapangan Desa Weru: Imam dan Khatib: Dr Sholikhul Huda M Fii L
- Lapangan Desa Campurejo: Imam dan Khatib: Mahbub Ikhsan Shi MPd
- Lapangan Desa Golokan: Imam dan Khatib: Wahyudi Muftil Hasan LC
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Pantenan: Imam, Ustad Sofyan. Khatib: Ustadz Muhammad Ihsan
- Halaman Masjid As Sholihin: Imam dan Khatib: Ustadz Fathurrahman
- Lapangan: Imam Khatib KH Munir Abbas
- Halaman Gedung MI Muhammadiyah 1 Gumeno: Imam dan Khatib: Agus Zulkarnain Lc Mpdi
- Multi Sarana Plaza Gresik: Imam, Ustadz Sulaiman Al Hafidz SE. Khatib: Ustadz Drs Saifuddin Zaini Mpdi
- Lapangan Masjid Al-Hikmah BP Wetan: Imam Ustadz Choiri Sulaiman. Khatib: Ustadz Rofiq Munawar Lc
- Lapangan Mushola At Taqwa Pulo Pancian Gresik: Imam dan Khatib: H Sya’roni SE
- Masjid Al-Iman Boboh Menganti: Imam dan Khatib: Ustadz Abdul Arkham Mpdi
- Lapangan Parkir UMG GKB: Imam, Ustadz Abdul Shomad Kadafi. Khatib: Prof Dr Biyanto MAg
- Centro Regency Mayjen Sungkono: Imam dan Khatib: Adi Mustafa Spdi Mpdi
- Halaman Masjid Bayt Al Jabbar: Imam, Ustadz Farih Shodiqul Syifa. Khatib: Ustadz Farih Rahman LC Mpd
- Halaman Masjid At Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik: Imam/Khatib Muhtar Bukhori
- Halaman Masjid At Taqwa Desa Tulung Kedamean Gresik: Imam dan Khatib: Su’udi ST
- Lapangan Parkir Dascolan Banyuwangi Manyar: Imam dan Khatib: Ustadz Ahmad Sholahuddin Ghufron SAg
Penulis Musyrifah Editor Mohammad Nurfatoni
Mengenal Lebih Dekat 11 Anggota PWNA Jawa Timur Periode 2022-2026
11 Anggota PWNA Jawa Timur. Dari kanan: Ria Eka Lestari, Rifka Fatimatuz Zahro, Hadiatul Hikmah, Zahrotul Janah, Desi Ratna Sari, Daviqa Sukmawati, Ifa Faridah, Erlin Puspitasari, Erfin Walida Rahmania, Maharina Novia Zahro. (Irma Sonya Suryana/PWMU.CO)
Mengenal Lebih Dekat 11 Anggota PWNA Jawa Timur Periode 2022-2026; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Waviq Amiqoh.
PWMU.CO – Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, Sabtu-Ahad (6-7/5/23) telah menghasilkan 11 Anggota Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode 2022-2026 dengan ketua Desi Ratna Sari. Berikut profi mereka:
Berikut Profil 11 Anggota PWNA Jawa Timur Periode 2022-2026.
1. Desi Ratna Sari SH
Lahir di Jakarta Pusat, 15 Desember 1989. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan 2016-2022 ini berprofesi sebagai karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Lamongan pada tahun 2010Bertempat tinggal di Jalan Soekarno Hatta Sukomulyo Lamongan.
Di Oorganiasai otonom (ortom) Muhammdiyah dia pernah menjadi Ketua Umum PR IRM atau OSIS SMP Muhammadiyah 1 Babat periode 2002-2003, Sekretaris Umum PR IRM atau OSIS SMA Muhammadiyah 1 Babat Periode 2005-2006, Bendahara Umum PC IRM Babat 2004-2006, Ketua bidang KPSDM PD IRM Lamongan periode 2008-2010, dan Anggota Bidang KPSDM PW IRM Jawa Timur periode 2008-2010.
Dia juga Anggota Departemen Dakwah PDNA Lamongan periode 2012-2016, dan Anggota POSBAKUM PDA Lamongan periode 2015-2022.
Di luar Muhammadiyah dia merupakan Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Lamongan periode 2016-2019 dan 2019-2022.
Ia memilihi karya, prestasi, dan publikasi di antaranya juara I lomba pidato tingkat kecamatan, juara I lomba pidato tingkat kabupaten, 10 besar kontes dai program televisi, pemenang Challenge Achivement Bisnis Fashion Product Area Lamongan by Sophie Paris, penulis buku antologi Para Perempuan Muda, Juara I lomba MC yang dilaksanakan oleh RSML dan juara II Lomba Video Profil Kader Nasyiah oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.
Ia aktif mengikuti jejang pengaderan yaitu Taruna Melati 1-3, Taruna Melati Utama, LINA 1-2, DANA 1-3, dan Pelatih Muballighat.
2. Maharina Novia Zahro MIkom
Lahir di Gresik, 15 November 1993 kini dia tinggal di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Saat ini bekerja sebagai Humas dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.
Di ortom Muhammadiyah dia menjabat sebagai Ketua PR IPM SMAM 3 Gresik periode 2010-2012, Bendahara Cabang PC IPM Bungah Gresik periode 2011-2012, Bendahara 1 PD IPM Gresik periode 2011-2012, Sekretaris ASBO PIP PW IPM Jatim periode 2012-2014, Ketua PIP PW IPM Jatim periode 2014-2016, Ketua Bidang PIP PP IPM periode 2016-2018, Sekretaris Departemen Sosial PWNA Jatim 2018-2022.
Akumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmi Politik Universitas Brawijaya tahun 2023 ini memiliki pengalaman organisasi di luar Muhammadiyah yaitu Perhumas Malang Raya periode 2020-2023. Beberapa prestasinya yaitu Karyawan Terbaik II di Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2022 dan Youth Joury at International Seoul Film Festival tahun 2016.
3. Erfin Walida Rahmania SPdI
Wanita kelahiran Jombang ini merupakan alumnus Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2015. Saa ini berprofesi sebagai Guru AIK dan Sekretaris Humas SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.
Perempuan yang tinggal di Sedati Sidoarjo ini memiliki beragam pengalaman organisasi di antaranya Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat IMM Tamaddun FAI UMM periode 2013-2014, Anggota Bidang Hikmah IMM Tamaddun FAI UMM periode 2012-2013, Anggota Departemen Kader PDNA Kabupaten Malang, Kelas Inspirasi Malang, HMJ Tarbiyah UMM, Senat Fakultas FAI UMM, OPPM Gontor Putri III, dan Bait Al Hikmah Malang.
Prestasi yang pernah ia raih yaitu 10 Penulis Opini Terbaik Rahma.id, Konten Kreator Terbaik Eco Bhinneka PPNA, Terbaik II Mubalighat PMNA PWNA DIY, menerbitkan 12 buku bersama (antologi), Juara I PTK ME Award 2016, Juara II OlympiAD Nasional 2016, Juara I Debat Bahasa Arab Nasional UIN Malang, dan Juara II Debat Kandungan Isi Alquran UM.
Ia mengikuti perkaderan Darul Arqam Dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Baitul Arqam Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, dan Baitul Arqam Guru Muhammadiyah PCM Ngagel.
4. Nur Afni Rachman SIKom MmedKom
Wanita kelahiran Surabaya, 2 Agustus 1991 ini tinggal Jember dan berprofesi sebagai dosen di Politeknik Negeri Jember.
Di ortom Muhammadiyah ia menjabat sebagai Sekum PU PWNA Jatim, Sekretaris PCNA Rungkut periode 2007-2012, Anggota Departemen Dokumentasi dan Informasi PDNA Kota Surabaya periode 2009-2012, Anggota Departemen Kominmas PWNA Jatim periode 2012-2015, Ketua Departemen Kominmas PWNA Jatim periode 2015-2016, Sekretaris Umum PWNA Jatim periode 2016-2022.
Alumni Pascasarjana Universitas Airlangga tahun 2014 memiliki beberapa pengalaman organisasi di luar Muhammadiyah. Di antaranya Sekjend Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia Wilayah IV, Ketua Komunitas Indie Film Documentary and Photography, Kohati Himpunan Mahasiswa Islam Korkom Fak. Dakwah IAIN Sunan Ampel, Anggota UKM Music Red Band IAIN Sunan Ampel, dan Produser UKM Dakwah TV Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel.
Ia memiliki beberapa karya penelitian berjudul Perspektif Muhammadiyah dalam TVMU”, Jurnal Komunikasi Pembangunan Pemerintah Melalui BLKK untuk Human Capacity Development, dan Jurnal Pengabdian Masyarakat berjudul Pelatihan Bahasa Inggris Untuk Menunjang Kompetensi Barista di Coffee Shop Garage of Hore. Diantara riwayat perkaderannya adalah DANA 2-3 dan LINA 2.
5. Erlin Puspitasari SE
Lahir di Mojokerto, 13 Juli 1987, kini dia tinggal di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya. Saat ini berprofesi sebagai karyawan PT Daya Matahari Utama. Di ortom Muhammadiyah ia aktif di Nasyiatul Aisyiyah sebagai Ketua Departemen Ekonomi PWNA Jawa Timur Periode 2016-2022 dan Anggota Departemen Pendidikan PWNA Jatim Periode 2012-2016.
Dia alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun 2010 yang pernah mengikuti beberapa pengaderan, salah satunya di DAD IMM Cabang Sidoarjo Tahun 2007, DAM IMM di Jember tahun 2008 dan LIM IMM di Jember tahun 2008.
6. Ifa Faridah SPd
Lahir di Lamongan, 10 Oktober 1986. Aktivis yang tinggal di Kembangan Gresik ini berprofesi sebagai Kepala Sekolah TK `Aisyiyah Bustanul Athfal 42 Gresik.
Dia merupakan alumni Fakultas Tarbiyah PAI UINSA yang memiliki pengalaman organisasi sebagai Ketua PDNA Gresik, Anggota Bidang IMMAWATI DPD IMM JATIM tahun 2009, IGTKI dan PUSPA PINATHI. Ia juga pernah mengikuti perkaderan DANA 1-2.
7. Ria Eka Lestari SSi
Lahir di Gresik, 30 Desember 1984. Ia tinggal di Perumahan Pongangan Indah, Manyar, Gresik dan berprofesi sebagai Penanggung Jawab Bimbingan Konseling SD Muhammadiyah Manyar Gresik.
Dia aktif sebagai Ketua Departemen Sosial PWNA Jatim, Anggota Departemen Sosial dan Kesehatan PDNA Gresik, Ketua IMM Komisariat ITS Surabaya periode 2007-2008, Ketua Bidang PIP PW IRM Jatim periode 2006-2008 dan Sekretaris Daerah Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Gresik.
Alumni S1 Biologi ITS Surabaya tahun 2008 ini memiliki banyak prestasi di antaranya Pembina Juara 1 Karya Ilmiah Siswa Oksibraille Kalbe Junior Scientist Award 2022, Juara 1 Cerita Mini Inspiratif PPi Hadramaut Yaman 2021, Peringkat 8 Guru Favorit SD Muhammadiyah Manyar Gresik 2022, Medali Perunggu Kompetisi Madrasah Terintegrasi SMART 2022 Bidang IPA, Kategori Guru Pusat Olimpiade Sains Indonesia.
Juga Penggerak Merdeka Belajar 2022, Pembina Kabupaten Olimpiade Sains Nasional 2018-sekarang, Terbaik 2 Menulis Kisah Inspiratif 30 Hari 2022, Fasilitator Daerah Satuan Pendidikan Ramah Anak 2020-sekarang, Terbaik IV Kisah Mini Inspiratif Jejak Publisher 2022, dan Peringkat 1 Peraih Prestasi Terbanyak Lomba Guru SDMM 2022.
Prestasinya dalam bidang publikasi yaitu Menilik Keadilan Restoratif untuk para Ibu (Radar Gresik, Opini 2022), Bersama IGI Gresik Wujudkan Kabupaten Layak Anak (Radar Gresik Profil 2022), Tantangan dan Hambatan Jadi Juara (Majalah Cikal Bilik Konseling 2022), Menjadi Anak yang Luar Biasa (Majalah Cikal Bilik Konseling 2022), Di Balik Jeruji (Pronusantara.com Sastra Puisi 2022), Selaksa Toba (Pronusantara.com Sastra Puisi 2022), Karimunjawa (Pronusantara.com Sastra Puisi 2022), Konferensi Jarum Suntik(Pronusantara.com Sastra Puisi 2022), dan Sajadah Bangsaku (Pronusantara.com Sastra Puisi 2022).
Perngkaderan yang pernah diikuti salah satunya Taruna Melati III PW IRM Jawa Tengah, Pelatihan Fasilitator PW IRM Jawa Timur, dan Diplomatic Short Course PP Nasyiatul Aisyiyah.
8. Hadiatul Hikmah MH
Lahir di Gresik, 4 Maret 1991. Wanita yang tinggal di Kauman, Sidayu, Gresik ini adalag owner Oleh-Oleh BIA dan founder Sophia.
Pengalaman organisasi di antaranya Ketua Bidang Kemasyarakatan PWNA Jatim, Wakil Ketua Ranting PRNA Kauman, Ketua Bidang Kemasyarakatan PWNA Jatim, Kabid Keilmuwan IMM Tamaddun FAI, LSM kelompok perempun dan Sumber Sumber Kehidupan (KPS2K), Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Gresik, dan Koalisi Perempuan Indonesia.
Dia merupakan alumni Program Studi Agama Islam, dengan keahlian khusus hukum Islam, Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2018.
Ia aktif menulis buku dan menjadi tim penyusun buku tanggap stunting Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, tim penulis buku Pedoman Keluarga Sakinah Nasyiatul Aisyiyah, dan tim penulis buku Minoritas dalam Pandangan Syariah dan HAM: Narasi Kaum Muda Muslim. Riwayat pengaderan yang pernah diikuti yaitu DANA 1-3.
9. Rifka Fatimatuz Zahro SKM
Wanita kelahiran di Trenggalek, 15 September 1993 ini tinggal di Desa Kerjo Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.
Ibu rumah tangga yang aktif di berbagai organisasi ini di antaranya Anggota Departemen Kesehatan PWNA Jatim, Sekretaris PCNA Karangan Kab. Trenggalek, Sekretaris Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Timur, Ketua Departemen Kajian dan Analisis Isu Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa FKM Universitas Jember, Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam, dan Ketua Divisi Human Resources Development Universitas Jember Mengajar.
Ia merupakan alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember tahun 2017 dan memiliki beberapa prestasi yaitu Penerima Dana Hibah Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat Tahun 2013 dan Bidang Artikel Ilmiah Tahun 2014, Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Pengelolaan Lingkungan Berbasis Teknologi Berkelanjutan Tahun 2015, dan Penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik Tahun 2012-2015.
Karya Ilmiah yang pernah dipublikasikan adalah Training of Pioneer (TOP) Santri: Sebagai Upaya Pembentukan Kader Kesehatan di Lingkungan Pondok Pesantren (PKM-M Tahun 2013), Kusta Screening Empowerment Society: Pemberdayaan Masyarakat untuk Deteksi Dini Kusta dengan Metode Hope Needle (PKM-AI Tahun 2014), Spray Bio-Ta sebagai Produk Optimalisasi Manfaat Limbah Kopi di Kabupaten Jember, Gambaran Pelaksanaan Program Suplementasi Vitamin A pada Bayi, Balita dan Ibu Nifas di Kabupaten Jember, Pengaruh Penambahan Tepung Garut (Maranta arundinacea L) terhadap Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Biskuit Kacang Tanah (Arachis hypogaea L).
Riwayat Pengaderan yang pernah diikuti salah satunya Pelatihan Kader Madya Taruna Melati III Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah DIY Tahun 2017.
10. Zahrotul Janah SKom
Lahir di Banyuwangi, 24 Oktober 1989. Ia tinggal di Siliragung, Banyuwangi. Kini berprofesi sebagai Guru di SMK Muhammadiyah 8 Siliragung.
Di ortom Muhammadiyah dia pernah menjabat sebagai Ketua PCNA Siliragung Banyuwangi, Ketua Departemen KOMINFO PDNA Banyuwangi, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka PPNA – Regional Banyuwangi, Komisariat Engineering IMM UNMUH Jember, Ka.Bid Internal Korkom IMM UNMUH Jember, Kabid IMMAwati PC IMM Jember, dan Sekretaris II Forum Guru Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi.
Alumnus Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember tahun 2014 ini memiliki beragam prestasi di antaranya Juara 1 Lomba Desain Logo MUSYDA Nasyiah Banyuwangi 2017, Special Award Lomba Inovasi Media Pembelajaran ME Award 2017, Juara 1 Lomba Video Konten Dakwah se Banyuwangi 2019, Terbaik 1 Women Journalist Workshop NA se Jatim 2019, Juara 1 Lomba Vlog Profil Kader Nasyiah (Creator) se JATIM 2020, Konten Kreator Terbaik Kampanye Eco Bhinneka oleh PPNA 2022, Juara 1 Tingkat Nasional Lomba Cover Lagu Nasyiah Berkiprah (kreator) 2022, dan Juara 2 Tingkat Nasional Lomba Cover Lagu Nasyiah Berkiprah (kreator) 2022.
Ia memiliki beberapa karya yang telah dipublikasikan yaitu Library Managemen System, Payment System, PreNA (Aplikasi android untuk kehamilan), QIWORD Game (Game Edukasi Tebak Istilah2 Komputer), Pengukur tinggi badan otomatis dengan Arduino, tebakMU (game edukasi Kemuhammadiyahan), dan Automatic pump hand sanitizer. Sedangkan riwayat perkaderan yang pernah diikuti adalah Training Center Taruna Melati II, Darul Arqam Dasar IMM – di Jember, Darul Arqam Madya IMM – di Yogyakarta, Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah 1-2, dan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah 1.
11. Daviqa Sukmawati SPsi
Lahir di Sidoarjo, 22 Februari 1988 wanita ini tinggal di Gempol Joyo Gempol Pasuruan. Guru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini merupakan alumnus Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun 2012.
Di organisasi ia aktif sebagai Ketua PDNA Kabupaten Pasuruan, Ketua PD IPM Kabupaten Pasuruan periode 2009-2011, Ketua PD IPM Kabupaten Pasuruan periode 2011-2013, Anggota MPK PDM Kab Pasuruan periode 2015-2020, Ketua Qabilah HW SMAMDA Sidoarjo, dan DPD KNPI Kabupaten Pasuruan. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Mengenal Lebih Dekat 11 Anggota PWNA Jawa Timur Periode 2022-2026
Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam

Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam; Liputan Yuniarti Alita
PWMU.CO – Belajar seni kaligrafi Arab menjadi salah satu agenda Pesantren Kilat Darul Arqom (PKDA) SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, Jawa Timur, di Cordoba Convention Hall, Rabu (29/3/2023).
Pematerinya Dosen Ma’had ‘Aly Al Ibrohim, Agus Salim SPd. Para siswa Smamio, siswa kelas X, XI dan XII, belajar bersama tentang apa itu seni kaligrafi bahasa Arab. Mulai dari sejarah hingga teknik membuat kaligrafi Arab.
Ustadz Agus Salim, sapaannya, memaparkan materi dengan bahasa yang lugas dan diselingi oleh praktik. Dia juga memperlihatkan karya-karyanya saat mengikuti perlombaan baik tingkat provinsi maupun nasional. Karya-karya itu mampu membuat para siswa kagum.
Dalam praktik setelah pemberian materi, siswa-sisiwi membuat kaligrafi dengan tema bebas. Pada akhir sesi dipilih karya terbaik tiap jenjang kelas.
Siswi kelas XII Erin Putri mengaku senang dengan kegiatan ini. “Menyenangkan. Dari rumah sudah persiapan membawa alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kaligrafi. Saat prosesnya juga menyenangkan karena berkreasi dalam pembuatan kaligrafi dan pemilihan corak warna,” ungkapnya.
Kaligrafi Terbaik
Kelas X
- Muttafaq Azizi Avatar
- Wardah Fatihah
Kelas XI
- Muhammad Arfa’ Ubaidillah
- Qonita Dina Ulya
Kelas XII
- Naomi Akira putri kinasih
- Jihan Ishmah Atikah
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam
Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran

Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran; Liputan Ahmad Nasafi
PWMU.CO – Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ahmad Jufri Ubaid SAg menyampaikan materi Menjadi Pribadi Muslim Berkarakter, Komitmen, dan Respek pada Pengajian Ramadhan, Jumat (31/3/2023).
Kajian yang diadakan di Hall Andalusia SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini diikuti oleh 114 karyawan di bawah naungan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur.
Jufri membuka kajian siang ini dengan mengemukakan fakta Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, bulan yang luar biasa.
“Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai sayyidus syuhur yaitu penghulunya bulan,” terangnya.
“Mengapa Ramadhan menjadi istimewa?” tanya qari internasional ini kepada peserta kajian.
Ramadhan menjadi istimewa, lanjut Jufri, karena seluruh kitab Allah diturunkan pada bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang artinya, “Suhuf Ibrahim itu diturunkan oleh Allah pada awal malam bulan Ramadhan, dan Taurat diturunkan oleh Allah pada tanggal 6 Ramadhan, dan Injil diturunkan Allah tanggal 13 Ramadhan, dan Alquran diturunkan Allah tanggal 24 malam 25 Ramadhan.”
Berdasarkan tanggal turunnya al-Quran, Jufri memancing peserta pengajian untuk menemukan surat nomor 25 dalam mushaf al-Quran.
“Surat ke 25 dalam al-Quran adalah al- …? Al-Furqan, adalah nama lain dari al-Quran yang artinya pembeda,” jelasnya.
Menurut Jufri artinya adalah malam diturunkannya al-Quran itu menjadi waktu luar biasa yang dikatakan lailatul qadar.
“Jadi Allah menurunkan al-Quran pada suatu malam pada bulan Ramadhan, sehingga malam itu memiliki nilai yang lebih baik daripada seribu bulan yang disebut lailatul barakah atau lailatul qadar,” paparnya.
Cerita Ahmad dan Kamil
Jufri menerangkan bahwa di Indonesia ini banyak anak-anak hebat di bidang al-Quran, salah satunya adalah Ahmad dan Kamil.
Keduanya adalah anak yang tidak punya orangtua, mereka tinggal bersama kakek neneknya.
Setiap hari mereka bekerja mencari rongsokan dan belum pernah bersentuhan sekalipun dengan al-Quran.
“Ada pengelola panti asuhan dengan konsep tahfidhul quran, menawarkan Ahmad dan Kamil untuk bergabung di dalamnya. Apa yang terjadi?” kata Jufri kepada peserta kajian.
Tiga setengah tahun setelah itu, lanjut Jufri, Ahmad dan Kamil hafal al-Quran berikut terjemahan, peletakan, nomor ayat, dan membaca terbalik bagi mereka adalah hal yang mudah.
“Awak dewe? Gak usah sing repot al-Fatihah ae. Siapa di antara sekian ini yang bisa membaca al0Fatihah dari bawah ke atas? Ada yang sanggup?” tantangnya.
Selang sepuluh detik Jufri membacakan al-Fatihah secara terbalik dari ayat 7 sampai 1.
“Al-Fatihah sek gampang, Yasin teko ngisor menduwur? (Al Fatihah masih mudah, kalau surat Yasin dari bawah ke atas?)” candanya disambut tawa renyah peserta kajian.
Berdasarkan kisah Jufri, hal ini menjadi hal yang mudah bagi Ahmad dan Kamil, padahal usia mereka masih SMP.
“Suatu ketika Ahmad dan Kamil diundang ke Mesir, Erdogan menyiapkan rumah khusus untuk Ahmad dan Kamil, kemudian mereka diangkat menjadi warga negara istimewa,” jelasnya.
Kesimpulan yang bisa diambil Jufri dari kisah ini adalah siapa pun yang ingin mulia, maka dekati al-Quran.
“Apapun Anda, sosial ekonominya seperti apapun, tingkat pendidikannya sampai apapun, kalau ingin mulia dan dimuliakan Allah, akrabi al-Quran,” tururnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran
Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah

Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah; Liputan Ain Nurwindasari
PWMU.CO – Islam dalam pandangan Muhammadiyah itu ada empat dimensi, yaitu akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr Biyanto MAg saat menyampaikan materi Puasa dan Tauhid Sosial pada kegiatan Pengajian Ramadhan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB, Jumat (31/03/2023).
“Jadi empat dimensi ajaran Islam itu tidak terpisah, itu tauhid sosialnya dapat juga ya,” terangnya.
Biyanto mengingatkan bahwa seharusnya memang aspek ritual dan sosial seorang Muslim tidak dipisah.
“Ada istilah STMJ, shalat terus maksiat jalan. Saya pernah nulis di Jawa Pos, Ritual yang Terbelah. Ritual itu ya shalat, haji, puasa,” ujarnya.
Ia lantas mengisahkan ada seorang hakim ditangkap oleh KPK, lalu ditanya, uang hasil korupsi untuk apa saja, dijawab sebagian untuk ibadah umroh bersama keluarga
“Umroh itu kan ibadah. Tapi uangnya hasil dari menjarah negara. Maka itu seperti kita mencuci baju memakai air najis, maka baju kita tidak akan suci,” ucapnya.
Sama halnya dengan orang yang korupsi maupun mencuri dalam bentuk lainnya, menurut Biyanto, jika kemudian uangnya itu dibagikan untuk membangun masjid, membangun sekolahan, membantu anak yatim dan kebaikan lainnya, maka hal itu merupakan wujud dari ritual yang terbelah.
Demikian pula, “Banyak Muslim menengah ke atas suka milih, haji plus, haji plus plus, itu untuk menunjukkan kelas sosialnya. Yang reguler kan 40 hari, tapi yang plus kan cuma dua pekan. Ada banyak ritual kita bagaimana ibadah itu tidak sejalan dengan amalan sosialnya,” ungkapnya.
Karena menurut Biyanto, tauhid merupakan dimensi bagaimana seseorang membangun hubungan baik dengan Allah, sementara sosial itu bagaimana kita membangun hubungan baik dengan sesama.
“Agama kita menekankan pentingnya beramal shaleh. Bahkan doktrin Muhammadiyah menekankan betapa pentingnya amal,” ucapnya.
Biyanto menuturkan bahwa hal itu terbukti di dalam al-Qur’an kata ‘amanuu wa ‘amilus shalihah’ selalu terrangkai.
“Supaya kita tidak berhenti di iman, tauhid, tapi tauhid harus berlanjut ke amal sosial,” tuturnya.
Ia lantas mengatakan, “Coba amati hadis nabi, tidak sempurna iman seseorang jika ia tidak mencintai suadaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Iman lalu amal sholih, itu tauhid sosial,” terangnya.
Hadits lain yang menunjukkan keterkaitan tauhid dengan amal, Biyanto memaparkan, ialah:
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Barang siapa yang membantu seseorang ia akan dibantu oleh Allah,” katanya.
Saya Beramal maka Saya Ada
Biyanto lantas menjelaskan bahwa indeks kedermawanan negara-negara dunia 2021, Indonesia menjadi negara paling dermawan.
“Indikatornya 3, apakah ada lembaga untuk menyalurkan donasi, apakah ada donasi dalam bentuk uang maupun barang, ketiga apakah donasi itu juga diberikan kepada orang asing,” terangnya.
Selanjutnya Biyanto mengutip al-Maidah ayat 113:
مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعٗاۚ
“Bahwa barang siapa yang membunuh satu jiwa, seakan-akan membunuh seluruh jiwa, Itu kan komitmen nilai-nilai kemanusiaan ya. Jadi islam itu agama yang ada dimensi ketuhanannya ada dimensi sosial kemanusiaannya,” jelasnya.
Karena itu, Biyanto mengingatkan agar seseorang seharusnya tidak memisakan antara akidah dan akhlak.
“Bahkan di surat al-Ma’un soal bagaimana orang yang sholat lalu tidak bisa menangkap makna sholat dianggap sebagai orang yang mendustakan agama,” terangnya.
Biyanto lantas mengutip an-najm ayat 39-42:
وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ٤٠ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ٤١ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ
“Barang siapa menanam akan memanen,” ucapnya.
Biyanto menjelaskan bahwa beramal memiliki kekuatan yang dahsyat di masa datang.
“Mari kita wujudkan, saya beramal maka saya ada. Banyak orang beramal ribuan tahun lalu, masih kita kenang,” ucapnya.
Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang telah meninggal ribuan tahun lalu, namun masih disebut-sebut. Dan menjadi yang pertama dalam 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah.
“Nabi Isa usianya berapa, 33 tahun. Tapi usia diisi dengan amal yang luar biasa, maka Nabi Isa dikenang sampai kini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Biyanto menekankan bahwa kualitas manusia tidak ditentukan oleh latar belakang dan apa yang dia miliki melainkan ditentukan oleh amalnya.
“Pak Haedar (Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir) mengajarkan merawat kata, jadi kata itu harus dilanjutkan dengan laku, menjaga satunya kata dengan laku. Kalau katakan tidak pada korupsi ya tidak,” ucapnya.
Biyanto lantas mengingatkan kembali hakikat puasa.
“Puasa itu sangat pribadi, karena itu tidak boleh puasa bermewah mewah, karena puasa itu mengajarkan sederhana, sabar,” tandasnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah
Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto

Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto, liputanKontributor PWMU.CO Gresik Ain Nurwindasari
PCM GKB – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Biyanto MAg menyampaikan materi Puasa dan Tauhid Sosial pada Pengajian Ramadhan, Jumat (31/3/2023).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Mugeb Islamic Center (MIC) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB, Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menyampaikan seluruh rangkaian ibadah itu ujungnya pasti membuat kita harus baik kepada sesama dan kepada lingkungan.
“Semuanya harus baik. Lihat shalat, diawali dengan takbiratul ihram. Artinya takbir yang mengharamkan. Tidak boleh ada perilaku pikiran, bacaan yang tidak ada hubungannya dengan sholat. Dan diakhiri dengan salam. Salam itu kan wujud dari tauhid sosial,” terangnya.
Biyanto melanjutkan, selain shalat ada ibadah dalam Islam yaitu zakat yang hampir pasti memiliki nilai sosial.
“Karena semangat zakat itu kan berbagi. Jadi zakat itu dimensi sosialnya sangat kuat. Mengajarkan nyah nyoh, suka berbagi, loman,” tuturnya.
Dia menjelaskan dimensi sosial pada ibadah haji. Haji itu dimulai dengan kegiatan ihram simbol kita membangun hubungan dengan Allah, tapi jangan lupa haji diakhiri dengan menyembelih hewan kurban.
Adapun dalam ibadah puasa, menurutnya, memiliki dimensi sosial setidaknya tercermin pada beberapa hadis. Beberapa hadis yang kita bisa kaitkan antara puasa dengan tauhid sosial, Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR Bukhari No 1903)
“Ingat di penghujung al-Baqarah 183, la’allakum tattqun, ini artinya doa, artinya orang yang berpuasa berharap supaya dengan puasanya ia menjadi orang yang bertakwa,” terangnya.
Selanjutnya, Biyanto juga mengutip hadits, Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga. Jadi, terangnya, orang berpuasa itu macem-macem, ada yang sekadar meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya.
Bangun Hubungan dengan Allah
Dia mengutip mengutip hadis, Ia meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya. Di luar itu tetap dikerjakan, ngerasani tetap, menyakiti tetap, beramal yang buruk tetap.
Oleh karena, tekannya, mengingatkan kepada para peserta, puasa adalah membangun hubungan dengan Allah. Dalam sebuah hadis, Artinya puasa itu sebenarnya ibadah yang sangat privat, sangat pribadi. Nggak ada yang tau kita puasa apa nggak kecuali kita dan Allah SWT.
Karena itu, lanjutnya, di akhir itu ada membayar zakat fitrah, hal itu merupakan simbol setelah hubungan dengan baik (dengan Allah SWT) itu sukses maka kita harus tuntaskan dengan hubungan dengan sesama manusia.
“Dan karena itu setelah kita membayar zakat fitrah lalu kita bermaaf-maafan dengan sesama. Kalau itu sudah kita lakukan maka dosa dengan Allah terampuni,” terangnya.
Biyanto lantas menguti hadis keutamaan berpuasa, Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Dia menuturkan, inti tauhid sosial adalah tauhid yang tidak bicara sebatas soal akidah dan keimanan, tapi berdampak pada membangun hubungan sosial dengan sesama dan alam sekitar. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto
Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu

Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Waviq Amiqoh
PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengadakan Kajian Ramadhan di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (31/3/2023).
Dalam Kajian Iftitah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun MPdI MHes merasa terharu dan luar biasa saat pembacaan doa di awal oleh M. Nur Hasan yang begitu mendalam dibacakan.
Dia memaparkan, kita ini hamba Allah maka sebagai hamba bukti ketundukan kita kepada Allah yang paling luar biasa adalah sujud kita yang berarti shalat kita.
“Shalat ini harus betul-betul kita penuhi, ilmui, dan harus menjadi satu kebiasaan yang tidak bisa kita tinggalkan sampai kita mati. Saya harap InsyaAllah, pimpinan kita di PCM GKB ini sudah membekali itu untuk kita semua,” harapnya.
Dia memaparkan dalam bulan puasa yang penuh berkah ini ada pelatihan shalat yang luar biasa berupa semangat dalam hati kita dalam mengamalkan shalat di bulan Ramadhan.
“Betapa gembira dan ringannya kita bangun subuh, shalat subuh dilanjutkan shalat dhuha. Betapa ringannya di sekitar shalat wajib kita, shalat rawatib kita, betapa gembiranya ketika tarawih bersama-sama, ini merupakan nilai spiritual di bulan Ramadhan yang begitu hebat luar biasa.”
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SWT menyatakan, rugi besar keluar dari Ramadhan tapi tidak terbebaskan dari dosa-dosanya.
“Ada waktu-waktu yang luar biasa mustajabah ketika kita bertaubat kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Dalam Surat az-Zariyat ayat 18 wa bilashaari hum yastaghfiruun dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
Muhammad Thoha Mahsun memaparkan, seperti yang dijelaskan Dr Adi Hidayat Lc MA dalam kajiannya, ayat wa bilashaari hum memberikan penjelasan yang dimaksud adalah waktu sahur dan waktu yang tepat untuk beristighfar saat imsak atau sepuluh menit sebelum adzan subuh.
“Menjadi orang yang bertaKwa dalam Surat al-Baqarah ayat 183 merupakan puncak keberhasilan kita dalam menjalankan puasa. Caranya dengan diisi kebaikan dalam berperilaku selama berpuasa,” ujarnya.
Cara Memandang Manusia
Muhammad Thoha Mahsun menuturkan, Imam Al Ghazali dalam bukunya menyebutkan tiga cara memandang manusia agar kita tetap memiliki hati yang tawadhu.
Pertama, pandanglah anak kecil seperti tidak memiliki dosa atau belum memiliki dosa. “Sehingga kita bisa melihatnya dengan penuh kasih sayang dan ketakjuban,” ungkapnya.
Kedua, pandanglah orang yang lebih tua itu karena usianya jauh dari kita tentunya pahalanya dan kebaikan yang telah dilakukan lebih banyak dari kita. “Maka kita memandang orang yang lebih tua itu dengan penuh penghormatan dan ketawadhu’an,” terangnya.
Ketiga, pandanglah orang yang kafir, fasik, jahat dan tidak baik dengan pengertian ini adalah makhluk ciptaan Allah yang paling baik dan hidayah Allah tidak akan pandang bulu sesuai kehendak Allah SWT.
“Hari ini mereka kafir atau fasik, Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Pemberi Hidayah, jangan-jangan mereka diakhir hidupnya mendapatkan hidayah dan khusnul khotimah,” ungkapnya.
Dia memaparkan, kita belum jelas apakah akan khusnul khotimah, ketika melihat itu bisa memandang manusia dengan pandangan yang optimis jangan pandangan yang pesimis karena manusia diciptakan sebaik-baik bentuk.
“Mari kita asah perasaan, ketawadhuan sehingga kita bisa meraih ketakaan,” tutupnya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu
Perwakilan SD Mugeb Lantunkan Ayat Suci Al-Quran di Pengajian Ramadhan

Siswa SD Mugeb Lantunkan Ayat Al-Quran di Pengajian Ramadhan, liputanKontributor PWMU.CO Gresik Novita Zahiroh
PCM GKB – Mugeb Islamic Center (MIC) Mejalis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Jawa Timur menggelar Pengajian Ramadhan 1444 di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB, Jumat (31/3/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah GKB (Mugeb School), Organisasi Ortonom (Ortom) GKB, dan sekolah mitra.
Kegiatan ini dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Muhammad Fahreza Putra Ramadhani, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik
Dengan suara merdunya, Fahreza, sapaan akrabnya, membacakan Surat al-Baqarah ayat 183-186.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada ustadz dan ustadzah SD Mugeb yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk tampil pada kegiatan ini,” ujar siswa kelas VI itu.
Siswa peraih juara I ME-Award Umsida 2022 kategori Seni Baca al-Quran tingkat SD/MI mengatakan, persiapan latihan untuk penampilannya ini selama dua hari.
“Pembinaannya bersama Ustadz Rizal, yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat pukul 10.00-11.15,” katanya.
Ada Rasa Grogi
Meski bukan pertama kalinya tampil membacakan ayat al-Quran, dia masih memiliki rasa grogi.
“Kadang masih deg-degan karena tampil di depan orang-orang penting,” tuturnya.
Sebagai guru pembimbing, Syaiful Rizal SPdI mengatakan sangat senang saat mengajar Fahreza.
“Alhamdulillah anaknya ini sangat serius belajar, mudah menerima arahan dan teori membaca al-Quran jadi anaknya cepat bisa,” ujarnya.
Dia menambahan, Fahreza juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Qiroah di sekolah.
Rizal, sapaan akrabnya, menjelaskan surat yang telah dilantunkan tersebut sesuai dengan tema saat ini yaitu perintah berpuasa.
“Al-Baqarah ayat 183 memerintahkan berpuasa bagi umat muslim, ayat 184 menjelaskan keringanan berpuasa,” jelasnya.
Sedangkan ayat 185, lebih lanjutnya, menjelaskan tentang ramadhan sebagai bulan turunnya al-Quran. Suasana terasa khidmat saat Reza membacakan ayat suci al-Quran dengan suara merdunya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita : Siswa SD Mugeb Lantunkan Al-Quran di Pengajian Ramadhan