Komentar Dinonaktifkan pada Bersabar, Cara Bangun Kesadaran Diri sebagai Umat Terbaik
2 Min Read
Ustadzah Evie Silfia Zubaidi menjelaskan di depan jamaah wali siswa SD Mugeb. (Sayyidah Nuriyah)
PCM GKB – SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik bersama Ikatan Wali Murid (Ikwam) kembali mengadakan Halaqah Ummahat, kajian untuk para bunda, Kamis (29/8/2024) pagi.
Di lantai 1 Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), para wali siswa SD Mugeb fokus menyimak Spiritual Motivator Ustadzah Evie Silfia Zubaidi. Halaqah Ummahat Edisi Agustus 2024 itu bertema Membangun Kesadaran Diri sebagai Ummat Terbaik.
Ustadzah Evi awalnya menyampaikan, “Islam agama terbaik karena Islam mengatur seluruh celah kehidupan kita. Dari bangun tidur sampai tidur lagi dalam Islam ada aturannya.”
Sebagai umat dalam kondisi terbaik, ia mengajak para jamaah untuk senantiasa bersabar. Sabar ini hendaknya dalam kondisi apapun.
Ustadzah Evi mengisahkan ketika menantunya melahirkan. Sang menantu tidak mengalami kontraksi sehingga sampai bayinya berusia 42 minggu, ia masih tenang. Kemudian, dibawalah ke rumah sakit untuk diinduksi. Setelah drip botol ketiga, akhirnya sang menantu melahirkan normal, dalam kondisi luar biasa.
Hari berikutnya, ambeiennya tak bisa diselamatkan. Ia pun kembali ke rumah sakit untuk operasi ambeien beberapa hari setelahnya.
Tak berhenti sampai situ ujian keluarga mereka. Sang suami, anak Evi, tidak bisa menelan setetes air pun karena radang tenggorokan parah.
Mengetahui fenomena itu, anak bungsunya berkomentar, “Kasihan ya.”
Mendengar komentar itu, Evi pun balik bertanya, “Kok kasihan?”
Ia lantas menjelaskan anak dan menantunya justru beruntung. “Mereka berdua itu masyaAllah, Allah sudah memberikan pahala melahirkan kalau ia Ridha,” ujarnya.
“Sama Allah ditambah lagi kenikmatannya berupa sakit. Tidak ada yang bisa menggugurkan dosa selain sakit. Kalau sabar, mereka mendapatkan kenikmatan dari kebaikan,” imbuhnya.
Menurut Ustadzah Evi, justru yang perlu dikasihani adalah mereka yang masih sehat, tapi belum tentu shalatnya diterima oleh Allah Swt, mengajinya masih karena kejar setoran, dan harta sedekahnya dicampur-campur.
Ia lantas teringat jamaah haji yang meninggal tertimpa crane ketika thawaf wada. Menurutnya, justru mereka beruntung. Sebab, wafat dalam kondisi setelah haji, masih memakai ihram, di samping Kakbah dan thawaf.
“Orang ketika ditimpa masalah biasanya mengeluh, merasa paling terzalimi. Termasuk ketika mengalami masalah sederhana seperti tersandung sampai cantengen,” ujarnya.
Padahal, sebagai bagian dari umat terbaik, mereka patut bersyukur jika ditimpa ujian itu.
Kajian ini bisa disaksikan melalui live Instagram di @sd_mugeb. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Eccedentesiast dan Kisan Anak Remaja
1 Min Read
Novel berjudul Eccedentesiast karya ItaKrn
Tokoh cerita menunggu kabar tentang kedatangan orang tua. Saat menunggu kebahagiaan tersebut, dia harus mengalami kecelakaan.
Penulis Tanaya Kania Rachmani, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam novel berjudul Eccedentesiast karya ItaKrn menceritakan Seorang anak lelaki yang sedari kecil sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya bekerja di luar negeri.
Awalnya hidupnya berjalan lancar saja walau selalu diselimuti oleh rasa rindu. Hingga saat di SMA, ia bertemu kembali dengan musuh masa kecilnya. Kedatangan musuhnya itu membuat prestasi serta kekasihnya itu hampir hilang dari dirinya.
Hingga pada saat hari kelulusannya ia akhirnya mendapatkan kabar yang selalu dinantikannya, yaitu kepulangan orang tuanya. Sialnya, saat di perjalanan untuk menjemput orang tuanya ia harus mengalami kecelakaan, karena badannya yang tak kuat lagi menahan rasa sakit yang ada pada tubuhnya.
Dalam buku yang menggunakan alur maju ini sangat cocok untuk para remaja, karena novel ini juga berisi tentang sekelompok remaja SMA.
Para pembaca juga dapat merasakan suasana serta perasaan setiap tokohnya. Namun di dalam novel ini terdapat hal yang tak baik untuk ditiru, tawuran.
Novel ini menggunakan latar tempat sekolah dan rumah, latar waktu pagi dan malam, sedangkan latar suasana bahagia, mengagetkan, dan sedih. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Hujan dan Bencana Alam Dahsyat
2 Min Read
Novel berjudul Hujan karya Tere Liye
Hubungan Lail dan Esok merenggang sejak dia diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan. Hubungan mereka pun naik turun.
Penulis Niratuain Praba Kinasih, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Novel berjudul Hujan karya Tere Liye menceritakan bencana alam dahsyat. Berawal dari bencana alam dahsyat yang membumihanguskan seluruh kota dan menewaskan sang ibu dari Lail sehingga dia pada saat itu bertemu dengan Esok.
Di mana mereka sempat hidup di pengungsian bersama, namun setelah beberapa saat terpisah di karenakan Esok diangkat menjadi anak oleh wali kota dan dijadikan ilmuwan.
Hubungan mereka sempat renggang, Esok sering kali tidak bisa dihubungi dikarenakan kesibukannya terhadap proyek besar-besarannya. Dan Lail yang menyibukkan diri dengan kegiatan sosialnya. Hingga pada suatu saat proyek kapal tersebut telah usai dan sebagian manusia akan sementara berada di kapal tersebut hingga keadaan bumi membaik.
Lail mengira bahwa Esok akan meninggalkannya dan akan menikah dengan perempuan lain sehingga Lail memutuskan untuk menghilangkan sebagian ingatan pahitnya tersebut. Pada saat tersebut Esok marah sejadi-jadinya, ia merasa bersalah sekaligus sedih.
Esok mengamuk di depan ruangan rumah sakit yang dihadiri oleh Lail untuk menghapus ingatan, namun pada saat Lail keluar dari ruangan tersebut ia tidak melupakan ingatannya tentang Esok ia akhirnya memutuskan untuk memeluk semua kenangan pahit tersebut.
Maryam sebagai teman seperjuangan Lail ikut bersedih dan merasa lega pada saat Lail akhirnya mengikhlaskan kenangan pahit tersebut, ia yang menyaksikan kisah cinta Esok dan juga Lail dari awal sampai akhir ikut merasa bahagia saat kedua sejoli itu dapat bersama lagi dan berakhir menikah sembari menunggu bumi hancur.
Dalam buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini menggunakan alur campuran, maju dan mundur. Buku Bagus sekali. Saya memberi rating 10/10 karena buku ini benar-benar mengajarkan tentang persahabatan, cinta, pengorbanan, dan keluarga.
Seluruh emosi dipadukan di buku ini. Buku ini juga memiliki ending yang cocok dan baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Kanah Perdana PCNA GKB Kupas 6 Alasan Pakai Hijab
2 Min Read
Kanah perdana PCNA GKB kupas enam alasan pakai hijab, Selasa (27/8/2024) sore.
PCM GKB – Kanah perdana PCNA GKB kupas enam alasan pakai hijab, Selasa (27/8/2024) sore.
Kajian Nasyiah Ceunah (Kanah) ini diadakan Departemen Dakwah Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB saat rapat rutin yang dilaksanakan di ruang rapat SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb).
Ketua Departemen Dakwah PCNA GKB Dina Auliyah, M.Pd. membahas kewajiban berhijab di tengah tren Tiktok yang menampilkan berbagai mode hijab.
“Hijab menjadi kewajiban tapi ada yang menjadikannya mode, gaya berpakaian, agar modis,” ujarnya.
Yunda Dina, sapaan akrabnya, menyadari, ada gaya berhijab tertentu yang menimbulkan dampak negatif. Yakni memancing syahwat lelaki.
Karena itulah, ia memaparkan enam alasan para ukhti mengenakan hijab.
Pertama, menutupi kekurangan di tubuh. Misal, memakai hijab karena mengalami kebotakan atau untuk menutupi uban.
Kedua, mencari jodoh. “Karena perempuan jadi madrasah pertama bagi anaknya, lelaki pasti mencari perempuan yang baik. Ada perempuan memakai hijab karena ingin menarik perhatian lawan jenisnya,” ujar perempuan yang juga aktif di PDNA Gresik itu.
Ketiga, berhijab agar dinilai baik di depan manusia. “Padahal kalau di luar ‘you can see my kelek’. Terlihat ketiaknya. Semoga kita semua bisa menutup aurat ya,” tuturnya.
Keempat, berhijab syar’i tapi modis. Sekarang ada mode hijab yang menunjukkan lehernya. Ada yang pakai kemben di luar sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya.
Ia meyakini, hijab untuk menutup aurat bisa diperbaiki secara berangsur-angsur. “Pastikan menutupi lekuk tubuh. Gunakan jilbab yang menutup dada. Supaya suami kita saja yang melihat lekuk tubuh kita,” pesan Dina.
Menurutnya, ini bisa menjadi ladang dakwah kader Nasyiah. “Kita tak hanya berhijab, tapi baju dan bawahan kita juga perlu kita jaga. Jangan sampai kita berpakaian tapi telanjang,” ungkapnya.
Kelima, berawal dari terpaksa. “Tidak apa sedikit dipaksa awalnya, nanti akan jadi kebiasaan baik,” katanya di hadapan 14 kader Nasyiah GKB yang duduk melingkar.
Keenam, menutup aurat karena mengharapkan ridha Allah. Inilah alasan yang terbaik.
Akhirnya, Dina mengajak agar mereka senantiasa menjaga mode hijab mereka. “Semoga kita tidak tegiur tren hijab yang ada. Boleh diputar-putar tapi jangan sampai memperlihatkan lekukan tubuh kita,” tutupnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Siswi Smamio Juara I Duta Baca
2 Min Read
Nayla Rahma Wijaya meraih gelar juara I dalam kompetisi Duta Baca tingkat Kabupaten Gresik, Kamis (15/8/2024). (Novania Wulandari)
PCM GKB – Siswa SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur, Nayla Rahma Wijaya, berhasil meraih gelar juara I dalam kompetisi Duta Baca tingkat Kabupaten Gresik, Kamis (15/8/2024).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Gresik dan diumumkan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik.
Nayla, sapaannya, yang merupakan siswa kelas XI-6 yang melaju sampai di babak final melalui presentasi yang mengesankan mengenai pentingnya literasi di kalangan pelajar dan strategi peningkatan minat baca.
Nayla menjelaskan persiapannya dia mulai saat waktu libur sekolah. Dari mencari buku yang ditentukan oleh Perpusip, membaca buku, membuat resensi buku sebagai naskah dan juga take video.
“Alasan saya suka membaca karena menurut saya, membaca buku adalah kunci banyaknya pengetahuan dan ilmu seseorang,” ungkapnya.
Dia mengaku memiliki rasa keingintahuan yang tinggi mengenai dunia yang tidak ada habisnya ini dan rasa keingintahuan saya itu dapat terjawab melalui membaca buku.
Selain itu, lanjutnya, membaca buku merasa tenang. “Saya merasa tenang seolah rontok semua beban kehidupan,” tambahnya.
Guru Pembina Nayla, Yanita Intan Sariani MPd mengungkap berbagai persiapan yang mereka lakukan.
“Menuju final, Nayla kami latih untuk latihan presentasi hasil review 3 buku, memprediksi pertanyaan dan jawaban untuk tes wawancara dari juri serta menyiapkan public speaking dan mental di depan juri,” papar guru bahasa Indonesia Smamio ini.
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah MPd menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh Nayla.
“Alhamdulillah selamat dan sukses siswa kami menjuarai Duta Baca Kabupaten Gresik. Prestasi ini tentunya diperoleh melalui perjuangan dari usaha dan doa. Pemahaman literasi dan budaya baca baik online maupun offline serta kemampuan public speaking yang baik menjadi modal yang penting,” ujarnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih buat guru pembimbing dan orang tua yang selalu support selama kegiatan. Ini merupakan prestasi intelektual karya anak bangsa yang menjadi kebanggan sekolah khususnya dan Dinas Perpusip Gresik pada umumnya.
Dia berharap semoga prestasi ini bisa memberikan manfaat buat Nayla sendiri, sekolah, dan masyarakat sekitar.
“Kompetensi literasi sangat penting tentunya bagi perkembangan kekayaan intelektual. Tentunya bisa menjadikan bekal nantinya di studi tingkat lanjut. Selamat dan sukses,” jelasnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Laboratorium Angker dan Hantu Berkeliaran
2 Min Read
Buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia
Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut. Dia pun terus mencari keberadaan hantu itu.
Penulis Muhammad Alan Herinda, siswa kelas IX C SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Laboratorium Angker karya Nada Laila Ayunindia ini dikisahkan seorang anak bernama Karin yang mendengar mitos bahwa di sekolahnya ada hantu yang berkeliaran. Tapi dia tidak percaya dengan mitos tersebut.
Dia pun mengajak teman-temannya yang bernama Kiki, Putra, dan Karima. Mereka berempat mencari kalau agar hantu itu terungkap. Satu persatu teror menimpa mereka berempat. Tapi ternyata, hantu tersebut tidak lain adalah guru IPA nya sendiri yang menakut-nakuti.
Buku yang diterbitkan Dar! Mizan tahun 2017 ini memiliki keunggulan tidak hanya menampilkan cerita saja, tetapi ditambahkan komik juga di dalamnya. Menurut saya itu adalah ide yang kreatif. Karena pembaca tidak akan bosan dengan tulisan dan paragraf semata.
Namun juga ada unsur gambar yang membantu menggambarkan suasana dan latar yang diceritakan. Selain itu, buku ini juga menyajikan berbagai plot cerita yang alurnya susah ditebak. Memberikan keseruan dan keunikan tersendiri bagi pembaca.
Di balik keunggulan, ada sisi kekurangannya. Sepanjang saya membaca buku ini, warna hitam tulisannya kurang menyala. Sehingga, beberapa kata susah sekali untuk dilihat. Ada juga beberapa teks percakapan dalam komik yang terpotong dengan batas halaman sehingga mengganggu pembaca dalam menikmati buku.
Cerita menggunakan alur maju ini terdapat latar cemas, takut, dan penasaran. Tokoh utama Karin dan dibantu oleh figuran Kiki, Karima, Putra, Bu Henni, Pak Aryo, Pak Gono, Bu Erika, Dara. Selamat membaca! (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Student Hidjo dan Deskripsi Kehidupan Keluarga Ningrat
2 Min Read
Buku berjudul karya Mas Marco Kartodikromo
Atas perintah ayahnya, Hidjo melanjutkan studinya di Belanda untuk meningkatkan derajat keluarga. Di sana, dia jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje.
Penulis Athallah Rafif Isani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Dalam buku berjudul Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo bercerita tentang R.M. Hidjo yang melanjutkan sekolah di Belanda karena perintah ayahnya agar dapat mengangkat derajat keluarganya.
Lalu setelah di Belanda, Hidjo jatuh cinta dengan gadis Belanda bernama Betje. Di Djarak, keluarga R.M. Hidjo dan keluarga Regent (Bupati) Djarak sepakat menjodohkan antara R.M. Hidjo dengan R.A. Woengoe dan R.M. Wardojo dengan R.A. Biroe.
Setelah itu R.M. Hidjo disuruh ayahnya untuk pulang ke Surakarta. Lalu R.M. Hidjo memutus cintanya dengan Betje dan pulang ke Surakarta. Dua tahun kemudian, kedua pasangan itu hidup bahagia dan R.M. Hidjo menjadi jaksa di Djarak, serta R.M. Wardojo menjadi bupati di Djarak.
Buku yang mengambil latar zaman kolonial atau Hindia Belanda dan Nederland (Belanda) ini, meskipun buku ini bersifat fiksi, namun bisa menggambarkan dengan jelas kehidupan keluarga ningrat pada zaman Hindia Belanda terutama, saudagar dan bupati pada zaman itu. pada buku ini pula kita bisa melihat gambaran interaksi orang pribumi dan orang belanda.
Namun buku ini juga memiliki kekurangan, yakni penggunaan diksi melayu dan banyak menggunakan istilah-istilah pada zaman kolonial sehingga pembaca harus memahami istilah-istilah itu dengan ekstra agar dapat benar-benar memahami isi buku tersebut.
Menggunakan alur maju, buku ini diperankan oleh R.M. Hidjo, R.M. Wardojo, R.A. Biroe, R.A. Woengoe, R. Potronojo (Ayah Hidjo), R.N. Potronojo (Ibu Hidjo), Regent (Bupati) Djarak, dkk. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Putri Portobello dan Karakter Pantang Menyerah
1 Min Read
Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins
Nesta tidak bisa mengimbangi kehidupan Simon dari keluarga superkaya dan pergaulan kelas atasnya. Dia pun pantang menyerah. Dia ingin membuat kagum semua orang.
Penulis Calista Sevina Ramadhani, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku berjudul Putri Portobello karya Cathy Hopkins menceritakan akhir yang nesta bertemu dengan cowok yang sesuai dengan seleranya, tapi masalah ada aja.
Simon berasal dari keluarga superkaya dan terbiasa dengan pergaulan kelas atas- gaya hidup yang sulit diikuti Nesta. Ditambah lagi ada Cressida sang Putri Portobello sombong yang selalu menempel Simon.
Tapi Nesta tidak mau menyerah, dia bertekad membuat kagum dengan orang-orang gedongan itu walaupun harus berpisah dengan temen. Nesta berusaha sebisa mungkin.
Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka utama 2004 ini menurut saya bagus dan isi ceritanya cocok dengan selesa anak remaja. Keunggulan buku ini terletak pada ceritanya menarik karena menjelaskan tentang karakter pantang menyerah.
Di balik keunggulan, kelemahan buku ini terletak pada dialog antartokoh. Dialog antartokoh yang terdapat dalam buku yang ditokohkan Putri Portabello, Simon, Izzie, Lucy, Nesta, Cressida, dan Tony ini terlalu banyak. Terlalu panjang dialog ini yang bisa membikin pembaca kurang fokus pada isi yang disampaikan. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Berkelana di Dunia Sihirnya J.K. Rowling
2 Min Read
Buku Harry Potter dan Batu Bertuah karya J.K. Rowling
Berkat surat misterius yang dibawa burung hantu, Harry Potter seakan-akan menemukan dunia sihir. Dunia yang tidak pernah bisa dilupakan.
Penulis Amanda Farahdhia, siswa kelas IX B SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik
PCM GKB – Buku Harry Potter dan Batu Bertuah karya J.K. Rowling menceritakan Harry Potter belum pernah jadi bintang tim Quidditch. Mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai jubah gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.
Selama ini, dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun.
Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman.
Tempat itu juga menggunakan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
Dalam buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, keunggulannya terletak pada cerita yang jelas. Secara keseluruhan buku ini cukup baik dan seru, serta saat membacanya kita akan merasa seperti masuk ke dalam dunia sihir dan tidak akan bisa berhenti membaca.
Buku ini cocok untuk semua kalangan pembaca. Penyampaian cerita pada buku ini sangat menarik pembaca dan sangat membuat penasaran. Tokoh yang ada di dalam buku ini pun diceritakan dengan baik dan detail. Buku ini dapat melatih otak untuk berimajinasi lebih dalam lagi untuk menggambarkan skenario yang disampaikan penulis.
Di balik keunggulan, buku ini juga memiliki kekurangan. Menurut saya, buku ini memiliki beberapa hal atau istilah istilah yang sedikit sulit dimengerti serta tidak terdapat penjelasan mengenai arti dari istilah istilah sulit tersebut. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada IPM Junio dan Komunitas SD Mugeb Dilantik
2 Min Read
PCM GKB – Momentum peringatan HUT Ke-79 Republik Indonesia menjadi momen spesial bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb). Upacara ditutup dengan pelantikan IPM Junio dan komunitas di sekolah ramah anak itu.
Sesudah upacara bendera, semua siswa kelas IV-VI duduk kembali untuk menyaksikan teman-temannya dilantik, Sabtu (17/8/24) pagi. Masih di lapangan timur, mereka berganti menghadap ke arah barat di mana ada panggung di sana.
Pelantikan dibuka oleh Pembawa Acara Nur Hakiky, M.Pd. Ketua Pimpinan Cabang IPM GKB Gresik melantik mereka. Selanjutnya, ada penyerahan SK dari Ketua Pimpinan Daerah IPM Gresik Muhammad Alail Qadri kepada Ketua IPM Junio SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Fatih Asyraff Putrahendri.
Pembina Organisasi Otonom (Ortom) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Ir. Daud Susanto turut hadir dan memberikan pengantar seusai para siswa resmi dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Ananda Asraf sebagai ketua IPM Junio dan para pimpinan komunitas yang lainnya,” ujarnya.
Momen ini mengingatkannya pada saat masih sekolah dulu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu). “Saya dulu juga di SMA pernah pegang IPM Cabang Gresik,” kenangnya.
“IPM adalah organisasi otonom yang dibentuk oleh Muhammadiyah dengan maksud membina dan membimbing warga Muhammadiyah atau masyarakat umum sesuai bidang kegiatannya dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Kalian ini di IPM bergerak di pelajar,” terangnya.
Tujuannya, kata Pak Daud, supaya menjadi manusia yang berislam sebenar-benarnya. “Terbentuknya pelajar muslim cakap berilmu juga terampil dan berakhlak mulia dalam rangka untuk mencapai tujuan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ia lantas mendoakan, “Semoga setelah ini nanti adik-adik IPM Junior akan lebih termotivasi untuk lebih giat belajar dan tidak lupa dengan berakhlak mulia. Seperti yang semboyan Mugeb, berakhlak mulia dan berprestasi!”
IPM Junio terdiri dari 10 siswa. Setelah dipanggilnya IPM Junio, komunitas lain pun dipanggil. Ada 20 Jurnalis Cilik, 27 anak sebagai Pamarsasi yang fokus pada kebersihan sekolah, 30 anak sebagai Pasukan Matahari (PASMA) untuk mendisiplinkan di tempat ibadah, dan 49 anak sebagai Petugas Keamanan Sekolah (PKS). Setiap IPM junio dan komunitasnya memakai rompi cokelat khusus. Tertulis di belakang rompi itu nama komunitas yang mereka ikuti. (*)
Penulis Nada Janeeta Permana Editor Sayyidah Nuriyah