Komentar Dinonaktifkan pada Membersamai Generasi Strawberry dan Durian
3 Min Read
Ilustrasi Generasi Strawberry. Foto: Shutterstock
Generasi strawberry dan generasi durian melekat pada diri remaja kita. Keduanya memiliki nilai plus dan minus. Bagaimana kita sebagai guru dan orang tua bisa membersamai mereka supaya potensinya lebih terasah?
PCM GKB – Setelah gen Z, generasi Milenial, dan generasi alpha, kini ada lagi istilah strawberry generation dan durian generation.
Kedua istilah ini tidak merujuk pada buah favorit dari sekelompok orang, melainkan merujuk pada mental dan perilaku sekelompok orang. Apa bedanya strawberry generation dan durian generation ini?
Istilah generasi strawberry pertama kali muncul di kalangan masyarakat Taiwan. Kelompok ini diberi nama strawberry generation adalah karena mentalnya yang lunak seperti buah strawberry.
Mental Strawberry generation tidak sekuat orangtuanya yang mampu menghadapi berbagai tekanan. Mereka lebih lembek dan mudah menyerah, bahkan sakit hati. Jika diberi tekanan berlebih, anak generasi strawberry akan hancur. Meski demikian, mereka sebenarnya cukup kreatif.
Beberapa ciri lain dari generasi ini adalah mudah putus asa, plin plan alias tidak bisa mengambil keputusan dengan mantap, egois, manja, enggan keluar dari zona nyaman, serta menginginkan kesuksesan yang instan.
Tidak sedikit juga anak generasi strawberry yang gemar mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri tanpa bantuan pihak profesional.
Penyebab utama dari lembeknya mental dari strawberry generation ini adalah pola asuh orang tuanya yang terlalu protektif dan menyediakan semua kebutuhan anaknya.
Kalau generasi strawberry datang dari Taiwan, maka generasi durian ini berasal dari Singapura. Generasi ini disebut-sebut lebih buruk daripada generasi strawberry. Perilaku negatif generasi durian adalah disebabkan karena pola asuh orang tua yang over protektif, terlalu memanjakan, dan selalu menjadi tameng anak ketika mereka melakukan kesalahan.
Bagaikan buah durian, generasi ini terlihat kuat. Padahal dalamnya lembek. Duri pada kulit durian sendiri merujuk pada orang tua generasi ini yang bertindak sebagai pelindung.
Jika anak generasi strawberry cenderung membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri, maka anak generasi durian justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya. Wajar saja kalau generasi durian dikatakan lebih buruk.
Beberapa ciri khas generasi durian adalah cenderung bersikap kasar, agresif, keinginannya harus cepat terpenuhi, arogan, dan egois.
Mereka juga tidak terbiasa untuk berusaha dalam segala bidang karena selalu mengandalkan bantuan orang tua. Selain itu, karena tumbuh di dunia serba digital dan internet, anak generasi durian juga sangat tergoda untuk menjadi viral di media sosial.
Generasi strawberry ditujukan kepada mereka yang lahir di atas tahun 1980 dan memiliki mental lembek. Sedangkan generasi durian ditujukan pada mereka yang lahir di antara tahun 1990 hingga 2000. Jika diambil simpulan, maka sebenarnya generasi durian dan strawberry ini berasal dari generasi milenial (istilah yang digunakan oleh media modern). Hanya saja perbedaannya yang sangat terlihat jelas ada pada kekuatan mental dan perilaku.
Mental generasi strawberry yang terlanjur lembek sebenarnya masih bisa diatasi. Tentunya dengan bantuan tenaga profesional di bidang psikologi. Generasi strawberry harus bangkit dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti.
Oleh karena istilah kedua generasi ini ditujukan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980-2000-an, maka gen Z juga berpotensi menjadi kedua generasi strawberry dan durian. Di sini peran orang tua sangat besar misalnya dengan mengubah pola asuh.
Di antaranya dengan tidak memanjakan anak, tidak memberi labeling negatif, tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri, serta mengajarkan anak untuk berlapang dada ketika menghadapi kegagalan.
Maka diharapkan kita dapat mencegah dan menekan angka pertumbuhan generasi strawberry dan generasi durian demi masa depan generasi yang lebih baik.
Membersamai Dua Generasi
Untuk menghindari menjadi bagian dari generasi strawberry, baik sebagai individu maupun sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Mengembangkan Ketahanan
Mengembangkan ketahanan emosional dan mental sangat penting. Ini melibatkan pembelajaran bagaimana cara menghadapi kegagalan, stres, dan tantangan dengan cara yang sehat.
2. Pelajari Keterampilan Hidup
Mengembangkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, memasak, dan mengurus keuangan sendiri adalah penting untuk menjadi mandiri.
3. Hadapi Tantangan
Menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan dan kepercayaan diri.
4. Pendidikan Karakter
Untuk orang tua, penting untuk memfokuskan pendidikan tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika kerja.
Lima cara orang tua untuk mencegah anak menjadi generasi durian yang bisa dilakukan, yaitu terapkan nilai kerja keras, bat aturan yang jelas, batasi sikap konsumtif, ajarkan anak agar suka berbagi, dan menjadi panutan yang baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
3 Min Read
Fayyadh Althaf Ardyawan saat menyampaikan materi di kegiatan Kammil Spemdalas, Jumat (9/8/2024) (Ichwan Arif/PWMU.CO)
PCM GKB – Kajian Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas berbicara atau mendengar, mana yang lebih sulit?, Jumat (9/8/2024).
Acara yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Fayyadh Althaf Ardyawan mengatakan sebagian besar orang jika ditanya mana yang lebih sulit? Umumnya menjawab berbicara lebih sulit.
“Benarkah? Tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar,” kata siswa kelas IX Granada di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, berbicara di dunia maya sangat mudah dilakukan, bahkan setiap menit ribuan atau bahkan jutaan tweet atau status baru berdatangan di timeline. Berbagai rasa, unek-unek, kekecewaan ditumpahkan dalam tulisan.
“Banyak juga orang yang berbagi cerita kebahagiaan. Berbicara di sosial media tak jauh berbeda dengan dunia nyata,” ucapnya.
Dia menjelaskan kenyataan banyak orang yang pintar berbicara. Hampir setiap orang pasti akan senang berbicara. Apalagi kalau membahas tentang dirinya atau yang berhubungan dengan kesukaan atau hobinya.
“Bahkan tak jarang ahli kampanye yang senang sekali berbicara, bercerita untuk mempengaruhi,” sambungnya.
Faktanya, sambungnya, di balik kemudahan berbicara ada yang mungkin memang tidak pandai berbicara bisa jadi karena karakter yang pendiam, tidak menguasai sebuah perbincangan atau memang dia tidak mau terlihat vokal di kelompoknya.
“Namun tahukah kalian bahwa ada yang lebih sulit dari berbicara, yaitu kemauan dan kesadaran untuk mendengar,” katanya.
“Bagaimana bisa?” tanyanya pada temannya.
Banyak orang yang menganggap berbicara di depan umum itu sulit, namun ada yang lebih sulit lagi yaitu untuk mendengar. Oleh karena itu mengapa Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut.
Dia menyampaikan, dalam sudut pandang Islam, beberapa kisah menunjukan bahwa mendengarkan itu lebih sulit.
“Bahkan kisah tentang Nabi Musa As dan Firaun. Dalam kisah tersebut menunjukan bahwa Firaun tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mendengarkan pembicaraan yang benar (Al-Haq). Jadi, mendengar sesungguhnya jauh lebih sulit dibanding sekedar berbicara,” jelasnya.
Contohnya, lanjutnya, orang yang berpendidikan tinggi akan cenderung abai jika dinasihati, orang tua mungkin tersinggung jika dinasehati anaknya, senior tidak mau mendengar junior, maupun penguasa tidak mau mendengar jeritan rakyatnya.
dalam surah Qaf ayat 18 Allah Swt memberikan ancaman kepada yang banyak berbicara dengan menugaskan dua malaikat untuk mengawasi perkataannya. Pernah seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Saw.
“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Muslim/64). Pada kesempatan lain Rasullah saw berkata “siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).
Sebaliknya, tegasnya, Allah Swt memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang mendengarkan secara tekun dan bersungguh-sungguh perkataan, lalu mengikuti secara bersungguh-sungguh apa yang paling baik di perkataan tersebut dalam surah Al-A’raf ayat 145.
“Dalam surah Az-Zumar ayat 18, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah diberikan petunjuk (hidayah) dan mereka dijuluki ulul albab, yakni orang yang memiliki otak atau pikiran yang cerah, tidak diliputi kekeruhan,” katanya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik
2 Min Read
Pelantikan PR IPM Spemdalas (Istimewa)
PCM GKB – PR IPM SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur resmi dilantik di Andalusia Hall, Jumat (2/8/2024).
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Spemdalas diikuti oleh 68 siswa. Koordinator PR IPM Spemdalas Octaria Wahyuningtyas SPd menyampaikan pelantikan PR IPM Spemdalas kali ini berjalan dengan sesuai dengan harapan panitia.
“Alhamdulillah 68 siswa telah dilantik manjadi anggota IPM Spemdalas hari ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran dalam berorganisasi,” katanya.
Dia berharap, PR IPM periode 2024-2025 yang sudah dipilih ini bisa menjalankan tugas yang telah ditetapkan bersama. “Dengan memahami tugas ini, mereka bisa menjelankan perannya sehingga semua kegiatan yang disudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan targetnya,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PR IPM Spemdalas periode 2024-2025 Muhammad Alan Herinda menyampaikan rasa harunya bisa melaksanakan pelantikan PR IPM kali ini.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilantik menjadi PR IPM Spemdalas. Saya merasa senang acara pelantikan dapat terselenggara dengan lancar. Saya sangat kagum kepada motivasi dari Mbak Caca selaku Ketua Umum PR IPM Spemdalas tahun 2023-2024 lalu,” kata siswa kelas IX Cordoba ini.
Dia berharap, semoga di periode baru ini, IPM Spemdalas bisa menjadi lebih baik. Program yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang sudah dirumuskan.
“Segala kekurangan di masa lalu kita perbaiki. Saya berharap semua pengurus IPM bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sehingga menjadi contoh bagi temen-temen semua,” harapnya.
Dengan komunikasi dan kerja sama, tekannya, semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik. Media komunikasi ini sebagai modal seluruh anggota PR IPM Spemdalas dalam menjalankan tugas ke depannya.
“Bismillah, semoga diberikan kemudahan dalam mengemban amanah ini,” harapnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
3 Min Read
Ilustrasi opini Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
Kemajuan teknologi internet munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni dikenal dengan sastra cyber. Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas
Opini oleh Yanita Intan Sariani, M.Pd., guru bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik
PCM GKB – Perkembangan karya sastra selalu identik dengan segala proses kreativitas. Kehadiran sastra cyber di Indonesia dipengaruhi oleh maraknya penggunaan teknologi internet yang saat ini tengah menjamur.
Sastra cyber atau sastra dunia maya dalam perkembangannya memunculkan polemik di dunia sastra. Polemik tersebut seputar definisi sastra itu. Ada mengatakan bahwa sastra cyber keluar dari normatif tentang sastra.
Ada juga yang menjelaskan bahwa sastra cyber menjadi hal baru akibat dari tuntutan perkembangan zaman, khususnya perkembangan teknologi. Munculnya polemik atas sastra cyber sebenarnya lebih didasarkan pada pandangan konservatif bahwa sastra adalah karya istimewa. Sastra adalah karya yang memiliki muatan khusus yang tidak sembarang dibuat.
Sastra cyber dapat didefinisikan sebagai sastra yang mencakup berbagai genre karya yang kemudian disampaikan melalui media elektronik. Biasanya berupa karya sastra bergenre puisi atau prosa.
Kemajuan teknologi internet memungkinkan munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni yang dikenal dengan sastra cyber. Sejak adanya teknologi informasi yang mampu menjadi wadah temuan-temuan baru itu sastra cyber mulai bermunculan di dunia literasi.
Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas. Kemajuan sastra cyber memungkinkan pengguna-pengguna komputer dan gawai untuk memanfaatkan media internet.
Kehadiran sastra cyber seperti dua sisi mata pisau yang bergantung dari perspektif penilaian. Peran sastra cyber dalam dunia kesusastraan Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata yakni sebagai media publikasi dan sarana berkreasi untuk mampu melahirkan karya sesuai dengan perubahan masyarakat pada saat itu.
Bahkan terkadang peranan ini menjadi karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh sastra dalam bentuk media cetak. Dinamika sosial yang berkembang di masyarakat disinyalir memengaruhi laju sastra cyber dengan cukup pesat.
Walaupun begitu tidak dapat diingkari perbandingan-perbandingan antara sastra cyber dengan sastra yang diterbitkan melalui media cetak juga mendapat sorotan yang cukup signifikan. Sastra yang diterbitkan melalui media cetak (sastra koran/majalah) dikatakan lebih bermutu daripada sastra yang diterbitkan melalui media elektronik (sastra cyber).
Hal ini disebabkan sastra koran hadir di hadapan pembaca melalui prosedur dan seleksi yang ketat, sedangkan sastra cyber sebaliknya. Sastra cyber hadir tanpa prosedur yang ketat. Karena itu, siapa pun dapat memublikasikan karya-karyanya secara leluasa untuk dinikmati oleh siapa saja dari belahan dunia mana pun tanpa memandang apakah dia seorang yang sudah dikenal atau seseorang yang namanya belum dikenal.
Dalam dunia cyber juga terdapat seleksi alam. Hanya karya berkualitas yang dapat bertahan lama, sementara sisanya akan terseleksi dengan sendirinya. Dari sudut logika maupun estetika, sastra cyber sebenarnya sungguh berbeda dengan sastra di media lain.
Contohnya di media cetak, sebuah karya dinilai terlebih dulu baru sampai ke pembaca, sementara pada media cyber karya sampai dulu ke pembaca baru kemudian dinilai. Logika dalam dunia cyber menciptakan keleluasaan lebih bagi para pembaca.
Jika di media cetak, selera pembaca ditentukan oleh redaktur karena redaktur (yang memutuskan karya apa yang akan dimuat), maka pada media cyber pembaca bebas menentukan seleranya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
2 Min Read
Ilutrasi opini Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
Prasangka kepada orang lain tidak hanya positif, hal negatif juga sering kita berikan. Prasangka ini bisa menjadi cermin bagi kita
Opini oleh Yudo Broto, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik
PCM GKB – Sering kita tidak sadar bahwa prasangka kita kepada orang lain itu adalah cermin pada diri kita apabila kita ada dalam posisi atau situasi yang sama dengannya.
Artinya, bahwa kita sering menaruh prasangka atau curiga ke orang lain, semisal tidak amanah apabila dipercaya. Itu tanpa disadari mungkin ada dalam dirinya juga sifat seperti itu sehingga tidak mudah percaya juga.
Bentuk prasangka sebenarnya tidak hanya yang negatif, tetapi juga positif juga. Bahwa dia akan selalu percaya kepada orang karena mereka menganggap orang lain akan jujur seperti dirinya.
Prasangka merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
Diantara ciri-ciri orang yang kerap berprasangka yaitu, selalu menghakimi orang dari segi keburukan, enggan melihat bukti dan fakta yang ada, berpikiran negatif terhadap segala sesuatu dan khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Kuatkan Iman dan Kunci Sukses Jadi Amanat Apel Pagi Spemdalas
2 Min Read
Ichwan Arif saat memberikan amanat dalam Apel Pagi di Spemdalas, Senin (5/8/2024). (Fitri Wulandari)
PCM GKB – Kuatkan iman dan kunci sukses menjadi amanat Apel Pagi di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur, Senin (5/7/2024).
Pembina Apel Pagi Spemdalas Ichwan Arif SSi MHum dalam amanatnya menyampaikan dua hal yang harus diseriusi oleh seluruh siswa.
“Pertama, untuk seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai muslim harus benar-benar memegang teguh iman,” ucapnya.
Dia menuturkan, sebagai wujud keimanan tersebut adalah melaksanakan shalat 5 waktu. Namun, yang jadi fokus adalah kita bisa menjalankan shalat dengan tepat waktu. Di sekolah sudah dilaksanakan pembiasaan shalat duha. Shalat zuhur dan asar juga dilaksanakan secara berjamaah.
“Selanjutnya, anak-anak melaksanakannya di rumah. Nah, saat berada di rumah inilah, anak-anak harus dapat mengaplikasikan pembiasaan yang sudah dilakukan di sekolah. Hal yang menentukan kedispilinan menjalankan shalat adalah kekuatan iman,” jelasnya.
Yang perlu dijadikan perhatian serius adalah, tekannya, kemampuan untuk mengendalikan diri. Jangan disibukkan dengan media sosial, namun sibukkan diri dengan peningkatan iman.
Hal kedua yang disampaikan adalah bahwa sukses adalah hak semua warga Spemdalas, terutama siswa. “Siswa Spemdalas harus selalu bersemangat dalam meraih kesuksesan. Sukses diraih by design. Maksudnya, sukses itu ditargetkan, diupayakan, dan direncanakan dengan baik,” paparnya.
Yang perlu dipahami adalah, sambungnya, bahwa kesuksesan tidak hanya dalam hal akademik, namun juga berbagai bidang. Spemdalas telah menyiapkan wadah bagi seluruh potensi yang dimiliki anak-anak. Ada olahraga, seni, atau berbagai jenis pengembangan diri yang lain.
“Silakan lejitkan kelebihan dan ketrampilan kalian,” ucapnya.
Jika dalam olahraga, lanjutna, kita harus menyiapkan kesuksesan dengan banyak latihan, kesuksesan akademik dapat diraih dengan fokus belajar dan latihan soal. Kalian harus mampu memasang target latihan. Misalnya berapa jumlah soal yang harus aku kerjakan per hari atau berapa menit waktu saya berlari dalam sehari.
Seperti anak-anak ketahui, kontingen olahraga kita saat ini sedang berjuang di ajang Olimpiade Paris. Tentunya mereka telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka telah memiliki target perolehan emas, mereka sudah latihan dengan keras, serta menyiapkan mental dan karakter juara.
“Anak-anak, kekuatan karakter mencerminkan kekuatan iman. Anak-abak yang memiliki kekuatan iman akan memiliki karakter terbaik. Dalam kehidupan nyata, karakter tersebut nampak dalam hubungan pribadi dengan Allah sebagai pencipta. Sekaligus hubungan pribadi dengan pribadi orang lain,” katanya.
Untuk itu, tekannya, karakter anak-anak akan menentukan setiap diri anak-anak dapat berjuang mendapatkan prestasi terbaik. Dalam kaitan ini, tentunya, kekuatan iman adalah fokus utama. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Kolam Ikan Koi Masjid Taqwa Spemdalas
1 Min Read
PCM GKB – Kolam ikan koi Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik begitu menentramkan hati ketika mendengarkan gemericik air, lenggak-lenggok dan warna warni ikan.
Bukan hanya bagi siswa Spemdalas, kolam ikan koi juga menjadi hiburan jamaah masjid jamaah usai shalat jamaah. Mereka melihat ikan ukuran besar dan kecil saat berenang. Ratusan ikan memberikan hiburan bagi mereka.
Kolam ikan koi Masjid Taqwa Spemdalas GKB Gresik (Ichwan Arif)
Kadang kala, kolam ikan ini juga menjadi media pembelajaran bagi siswa. Mereka mengamati kolam ikan dan melakukan deskripsi dalam tugas bahasa Indonesia. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Ujian Allah untuk Kuatkan Iman Hambanya
2 Min Read
Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. saat menyampaikan materi kajian di Masjid Taqwa Spemdalas, Kamis (1/8/2024) (Ichwan Arif)
PCM GKB – Allah SWT memberikan ujian tidak lain adalah untuk menguji keimanan hambanya disampaikan Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. dalam Kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (1/8/2024).
Dalam kajian yang dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib, dia mengatakan Selain itu, hadirnya ujian dan cobaan membuat kita menjadi lebih kuat, menjadi lebih sabar dan ikhlas, menjadi lebih memahami tentang makna hidup.
“Hanya saja, kadang-kadang kita sebagai manusia bersuuzon atau berprasangka buruk terhadap apa yang terjadi pada diri kita. Padahal, segala apa yang terjadi selalu ada hikmah yang bisa diambil. Tinggal bagaimana cara pandang kita melihat sesuatu yang terjadi dalam hidup ini,” jelasnya.
Tidak ada kehidupan yang dijalani tanpa adanya ujian atau masalah. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing, hanya saja kadarnya yang berbeda yang disesuaikan dengan kesanggupannya.
“Tidak ada ujian yang besar karena kita mempunyai Allah yang maha besar. Tidak ada ujian yang sulit karena Allah berjanji dalam kesulitan beriring kemudahan. Tinggal bagaimana kita sebagai hamba bisa menjalankan tugas-tugas layaknya manusia yang mencari rida Allah, menggapai cintanya Allah, dan terus belajar menjadi hamba yang taat di tengah hiruk pikuknya dunia,” ungkapnya.
Dia menjelaskan nabi juga tidak luput dari ujian yang diberikan Allah SWT. Nabi Nuh diuji hal keluarga. Nabi Yusuf juga diuji oleh Allah 3 ujian dan diberikan 3 oleh Allah (kebahagiaan).
“Keluar penjara karena mimpi, dapat jabatan, pertemukan Nabi Yusuf dengan orangtua dan keluarganya,” katanya.
Nabi Ibrahin diuji oleh orang tuanya sendiri, Nabi Ayub diuji dengan anaknya meninggal semua, Nabi Musa diuji dengan penguasa. “Nabi Sulaiman diuji oleh Allah dengan kekayaan dan kepandaian,” ungkapnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Tiga Kunci yang Bisa Bikin Hidup Stabil
2 Min Read
Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. saat menyampaikan materi kajian di Masjid Taqwa Spemdalas, Kamis (1/8/2024) (Ichwan Arif)
PCM GKB – Tiga kunci yang bisa bikin hidup stabil disampaikan Ust. Faridh Dhofir, Lc, M.Si. dalam Kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (1/8/2024).
Dalam kajian yang dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib, dia mengatakan adala 3 hal yang bisa dijadikan kunci seseorang supaya hidup bahagia dan stabil.
“Pertama iman, kedua membaca Al-Quran, dan memuliakan Al-Quran ,” katanya.
Dia menuturkan hanya iman yang bisa membuat orang bisa stabil hidupnya. Ibarat mobil, iman itu adalah shock breaker. “Alat ini bisa mestabilkan mobil ketika menanjakan atau ketika roda melewati lubang. Laju mobil akan semakin enak ketika dikendarai,” jelasnya.
Maka, lanjutnya, iman itu seperti shock breaker yang bisa menenangkan hati. “Hidup dengan iman yang kuat, maka semakin bahagia,” tambahnya.
Kalau seseorang tidak memiliki iman, maka seperti binatang. Tanpa iman, ketika orang itu kaya maka akan sombong.
Kunci kedua adalah iman. Membaca Al-Quran saja kita sudah mendapatkan pahala. “Kalau kita paham isinya, lagunyanya enak, maka pahala akan terus ditambahn,” tekannya.
Ketiga, memuliakan Al-Quran. Cara memuliakan Al-Quran bisa dengan cara memodokkan anak ke tahfidz. “Bisa juga dengan cara anak kita belajar mengaji ke TPQ. Itu juga cara memuliakan Al-Quran,” ujarnya.
Dia menjelaskan, orang yang memuliahkan Al-Quran maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut. “Maka terangi rumah kita dengan bacaan Al-Quran,” terangnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada PCPM dan PCNA GKB Gresik Gelar Raker Bersama, Ini Harapannya
2 Min Read
Raker Bersama PCPM dan PCNA GKB Gresik di Cordoba Convention Hall Smamio, Sabtu (27/7/2024)
PCM GKB – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik Jawa Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) Bersama yang diselenggarakan di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Sabtu (27/7/2024).
Ketua PCPM GKB Gresik Chanif Ichsan SFil mengatakan tujuan Raker Bersama ini adalah sebagai wadah pimpinan dan anggota untuk membahas program kerja setiap bidang, menyingkronkan dan menyelaraskan program kerja dan kegiatan yang akan dilakukan PCPM 4 tahun ke depan.
“Harapannya nanti bisa menghasilkan program utama, program pendamping dan juga goal target yang dicanangkan kemudian menjadi program-program unggulan yang produktif selama 4 tahun ke depan,” kata guru SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik ini.
Raker Bersama PCPM dan PCNA GKB Gresik di Cordoba Convention Hall Smamio, Sabtu (27/7/2024)
Dia menuturkan orientasi program secara general adalah, pertama kemandirian Ekonomi, kedua program keikutsertaan peran pemuda dalam masyarakat sekitar.
Ketua PCM GKB Gresik dr Umar Nur Rahman SpPD saat memberikan sambutan dalam Raker Bersama PCPM dan PCNA GKB Gresik di Cordoba Convention Hall Smamio, Sabtu (27/7/2024)
“Ketiga mengoptimalisasi pengkaderan di luar lingkup Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sekolah Muhammadiyah GKB (pendirian PRM baru),” jelasnya dalam acara yang mengangkat tema Meneguhkan Ideologi dan Peningkatan Sumber Daya Kader Menuju GKB Berkemajuan ini.
Raker Bersama PCPM dan PCNA GKB Gresik di Cordoba Convention Hall Smamio, Sabtu (27/7/2024)