Momen Haru Wisudawan Smamio Beri Kejutan untuk Orang Tua
Momen Haru Wisudawan Smamio Beri Kejutan untuk Orang Tua. Liputan Yuniarti Alita, Kontributor PCM GKB Gresik
PCM GKB – Wisuda Ke-5 SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik yang berlangsung pada Kamis, (1/6/2023) diiringi momen haru.
Hal ini karena para wisudawan-wisudawati SMA Muhammadiyah 10 GKB memberikan kejutan kepada para wali wisudawan atau orang tua yang turut hadir dalam acara.
Setelah berbagai rangkaian kegiatan dilalui dengan khidmat, tibalah saat para wisudawan memberikan kejutan yang telah disiapkan secara maksimal.
Seluruh wisudawan yang berjumlah 125 siswa-siswi ini, melantunkan Quran Surat Ar-Rohman dengan menghadap orang tua mereka yang duduk di kursi wali siswa.
Momen haru mulai menyelimuti ruangan, para orang tua pun tidak terasa meneteskan air mata. Beberapa ada yang mengabadikan momen tersebut dengan memvideo dan memfoto.
Lantunan ayat suci yang dibacakan para siswa mulai melambat lalu berhenti. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Dwinta Lajjarotus Rahmah, siswi kelas XII MIA 2.
Saat ia membaca puisi, para siswa berjalan menuju tempat duduk orang tua dengan membawa surat yang terlampir rapi di dalam sebuah binder. Surat yang dibuat oleh siswa-siswi ini, secara khusus mereka persembahkan untuk orang tua.
Semua Menangis Terharu
Melihat pemandangan ini, hampir seluruh hadirin di Ballroom Hotel Aston Inn Hall pun menangis. Baik tamu undangan, panitia maupun para wali siswa, semua berderai air mata.
Seluruh siswa meminta maaf dan memohon restu secara langsung kepada ayah dan bunda yang hadir, disertai sepucuk surat ucapan yang mereka buat dari lubuk hati yang penuh rasa cinta dan kasih. Hal ini menambah kesan khidmat serta haru.
Para orang tua pun menangis, melihat anak-anak yang mereka cintai dari kecil kini tumbuh remaja hingga telah diwisuda SMA.
Melalui kejutan ini, diharapkan adanya kedekatan dari orang tua dan siswa dengan al-Qur’an, di manapun dan kapanpun berada. Melalui surat yang dibuat oleh siswa kepada orang tua, diharapkan mereka juga bisa saling lebih dekat serta mampu menyampaikan isi hati secara baik dan bijaksana.
Sementara filosofi mengapa wisudawan berjalan membawa surat kepada wali siswa. Yaitu karena sampai kapanpun dan bagaimanapun keadaan seorang anak, anak akan tetap membutuhkan orang tua.
Restu, doa dan senyuman orang tua melihat anak-anaknya sukses tentunya dapat menjadi obat tersendiri. Maka, ingat selalu untuk terus patuh, hormat dan sayangi orang tua. (*)
Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni
Pesan Ketua Ikatan Alumni untuk Wisudawan Smamio
Pesan Ketua Ikatan Alumni untuk Wisudawan Smamio. Liputan Alif Alfiyah, Kontributor PCM GKB Gresik
PCM GKB – Ketua Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 10 (Ika Smamio) Marisa Adila Putri hadir pada Wisuda Ke-5 SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Kamis (1/6/2023).
Ia merupakan alumnus angkatan pertama Smamio yang saat ini melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur.
Mengawali sambutan, Marisa mengaku senang sekali bisa hadir di sini dan mewakili Ikatan Alumni Smamio yang Alhamdulillah sudah diresmikan pada 10 Maret 2023.
Di hadapan wisuawan-wisudawati, Marisa menyampaikan harapan, agar alumni Smamio dapat terus berperan aktif, berkontribusi dan mendukung berbagai kegiatan Smamio, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
“Meskipun kita sudah tidak bersekolah lagi di Smamio, tapi kita harus tetap bisa ikut andil dalam berbagai kegiatan di Smamio maupun di luar yang melibatkan alumni,” katanya.
Alumnus angkatan pertama yang sekarang melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga lewat golden ticket ini juga berpesan, agar para wisudawan mempunyai semangat untuk terus mencoba tanpa takut gagal.
“Pesan saya untuk temen-temen semua, jangan pernah takut gagal. Kalaupun gagal, coba lagi sampai benar-benar tercapai impian kalian,” tandasnya.
Dia juga mengingatkan, agar para wisudawan tidak pernah kehilangan harapan.
“Ndak perlu takut akan masa lalu, kalian boleh gagal mencapai tujuan kalian di masa lalu, tapi kalian masih punya harapan untuk mencari dan mencapai tujuan baru,” tambahnya.
Wisuda Angkatan Ke-5 Smamio ini digelar di Aston Inn Gresik. Sebanyak 125 wisudawan secara resmi dilepas melalui proses yang khidmat. (*)
Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni
Hafidh Hafidhah Smamio Dapat Penghargaan
Hafidh Hafidhah Smamio Dapat Penghargaan , liputan kontributor PCM GKB Gresik Novania Wulandari
PCM GKB – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur menggelar Awarding Hafidh Hafidhah di Cordoba Convention Hall, Senin (19/6/2023).
Koordinator Tahfidh Smamio Hudzaifaturrahman SThI menjelaskan kegiatan ini dikhususkan untuk siswa dengan tingkat hafalan excellent.
“Sebelumnya, ujian tahfidh dilaksanakan pada 19 Mei lalu dengan penguji dari Tajdid Center Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur,” ujarnya.
Dia memaparkan 20 siswa ini merupakan siswa dengan tingkat hafalan excellent, yang artinya siswa ini lebih baik dari segi bacaan, kelancaran, dan irama dari siswa tahfidh regular.
Dengan prestasi ini, lanjutnya, mereka dianggap mampu mengikuti ujian yang kita sebut dengan i dengan penguji dari Tajdid Center PWM Jawa Timur dengan perolehan dari 1 hingga 4 juz.
“Alhamdulillah bisa tuntas dengan baik,” papar guru Al-Islam Kemuhammadiyahan ini.
Ikhtibar Tahfidh
Wakil Kepala bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter (PPK) Smamio Sa’roni MPd menyampaikan, setelah ikhtibar tahfidh tersebut dilaksanakan, hari ini sekolah memberikan apresiasi untuk siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan dalam beberapa juz.
“Meskipun ini baru tahun pertama diseenggarakan Awarding Hafidh Hafidhah seperti ini, harapannya acara ini dilaksanakan tiap tahun atau pun tiap semester,” katanya.
Dia menuturkan nanti untuk siswa kelas X termasuk kelas XI yang akan naik ke kelas XII diharapkan untuk terus menambah semangat hafalan dan kecintaannya terhadap al-Quran.
“Apresiasi ini bisa menumbuhkan semangat siswa Smamio yang lain melihat banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menawarkan beasiswa, bahkan menjadi salah satu jalur masuk bagi siswa yang memiliki hafalan al-Quran,” jelasnya.
Ke depannya, harapnya, semoga Smamio bisa melahirkan lebih banyak lagi generasi cinta al-Quran. Berikut nama siswa yang mendapatkan penghargaan tahfidh.
Perolehan hafalan juz 30
- Ahmad Syauqil Al Hasan
- Faris Naja
- Fidela Rafa
- Muhammad Arfa Ubaidillah
- Najwan Kasyfi Al Akbar
Perolehan hafalan juz 29 dan 30
- Bintang Adelaysa
- Leila Nuraini
- Mardlotillah Sobrona Darojatan
- Nuzula Zuhaira Faza
- Anaqah Zaskia Aliyyah Frandeva
- Nailah Amanatuz Zahrah
- Qonita Dina Ulya
- Verlita Vadlina Fadlan
- Dara Syakira Pramudhira
Perolehan juz 30 dan 1
- Tsautsigh Nabilatuz Zahra
Perolehan hafalan juz 30, 29, dan 28
- Aqila Fayruz Zaim
Perolehan hafalan juz 30, 29, dan 1 ada 3
- Erly Amai Sagarmatha
- Adelia Putri Nabila
- Muhammad Hilmy Alhakim
Perolehan hafalan juz 30, 29, 28 dan 27
- Dzaky Ahmad Al Baihaqi
Selamat! (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Pembiasaan Emas Kunci Meraih Sukses Dunia Akhirat
Pembiasaan Emas Kunci Meraih Sukses Dunia Akhirat, liputan kontributor PCM GKB Gresik Ria Rizaniyah
PCM GKB – Pendidikan karakter harus tetap dijaga sampai kapan pun dan di mana pun sebagai kunci kesuksesan disampaikan Ir Sugeng MM, Ahad (18/6/2023).
Dalam acara Wisuda Angkatan XX SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Ballroom Hotel Aston INN Gresik, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB ini mengungkapkan pendidikan karakter yang telah diberikan guru selama tiga tahun harus terus dijaga.
“Jangan lupa juga shalat lima waktu. Mudah-mudahan kita semua di majelis ini mendapat ridla dari Allah,” dia mengingatnya 205 wisudawan.
Dia menuturkan, pagi ini kita disaksikan oleh audien untuk melihat wisudawan yang telah menyelesaikan studinya di Spemdalas.
“Tadi kalian sudah mengucapkan janji wisuda dan diiringi doa orangtua semua bahwa kalian berjanji dan beriktikad menjadi hamba yang sukses dan berjuang untuk sukses,” ujarnya.
Pendidikan karakter adalah pembiasaan emas, tolong ini harus dijaga untuk tetap dilaksanakan. Mulai dari shalat 5 waktu, syukur, shalat tahajud. “Kalau ingin sukses dengan cita-cita setinggi langit tidak bisa dicapai tanpa shalat, tanpa rendah hati, dan tanpa doa,” jelasnya.
Dia menyampaikan, tetaplah rendah hati dan berbuat kebaikan, menjadi hamba hamba yang muhsin. “Berjanjilah kebiasaan serta karakter baik di rumah jangan ditinggalkan. Semua itu menjadi kunci sukses di manapun dan kapanpun,” imbaunya.
Mencerdaskan Bangsa
Di acara wisuda ini, Sugeng juga mengucapkan 2 hal. Pertama terima kasih pada bapak ibu wali siswa yang telah menitipkan anaknya. Kedua, selamat Milad ke-22 untuk Spemdalas. “Ke depannya, mudah-mudahan Spemdalas lebih eksis lagi,” ucapnya.
Dalam Milad Spemdalas ini, dia terkenang 13 tahun lalu saat menjadi wali siswa. Putrinya menjadi angkatan 5, 7, dan 9. Alhamdulillah dengan karakter yang ditanamkan ustadz ustadzah Spemdalas masih terbawa sampai sekarang.
Mereka sekarang sudah menyelesaikan studi S2-nya. Yang pertama lulusan kedokteran dan sekarang di Kementerian Pertanian, kedua lulusan arsitektur, dan ketiga lulusan biologi.
“Untuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan ustad ustadzah Spemdalas kami mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya, semoga menjadi amal shaleh untuk bapak ibu. Teruslah mencerdaskan bangsa dan mencerahkan semesta,” pesannya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Kesan Warga Negara Jordania pada Jamaah Masjid Taqwa Spemdalas
Kesan Warga Jordania pada Jamaah Masjid Taqwa Spemdalas, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PCM GKB – Tugas Issam Hussein Al-Jundy sebagai Technical Supervisor di Perusahaan Petro Jordan Abadi berakhir, Selasa (6/6/2023) dan harus kembali ke Jordania, Rabu (7/6/2023).
Issam, sapaan akrabnya, sudah tinggal selama 1,5 tahun di Gresik, tepatnya di Komplek Jawa Asri Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik.
Sebelum pulang ke negaranya, dia didaulat menjadi imam shalat Subuh di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.
Setelah menuaikan shalat berjamaah, dalam testimoninya, dia merasa sangat senang dan bahagia selama tinggal di Indonesia, khususnya GKB karena keramahan dan persaudaraan yang dirasakan sangat baik sekali.
”Saya tidak merasa sebagai WNA selama di Gresik, karena ramahnya warga dan masyarakat di sini sehingga selalu disapa dan diajak ngobrol orang-orang yang ditemuinya,” ujarnya di hadapan jamaah, Selasa (6/6/2023).
Hal inilah, lanjutnya, yang membuat nyaman dan tidak merasa menjadi orang asing walaupun berada dan tinggal di negara lain.
Dia menyampaikan inilah keutamaan umat Islam, semua umat muslim di manapun akan menjadi saudara tanpa memandang status sosialnya. Hanya dengan iman kepada Allah SWT yang menjadikan umat Islam sebagai saudara di manapun, sehingga mempunyai ikatan yang erat dihati setiap muslim.
Sejak awal tahun 2022, dia sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menetap di rumah kontrakan yang berada di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Beberapa dia kali tinggal di hotel dan berusah mencari masjid untuk ibadah. Akhirnya dia merasa nyaman, menemukan kecocokan di Masjid Taqwa Spemdalas.
Jamaah Ramah
Issam menyampaikan Masjid Taqwa nyaman, jamaahnya ramah, serta bacaan imam shalat yang bagus.
Inilah yang menjadi pertimbangan, dia mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan Masjid Taqwa GKB. Atas bantuan jamaah masjid, dia mendapatkan rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi masjid.
Selama tinggal di Gresik, Issam rutin melakukan shalat jamaah di masjid, bahkan juga ikut berbaur apabila jamaah ada kegiatan. Seperti ramah tamah setiap Ahad pagi sehabis shalat subuh.
Dia juga tidak segan-segan untuk ikut menikmati menu-menu khas Indonesia, seperti nasi pecel, soto, maupun kue-kue. Bahkan beberakali dia juga membuat masakan khas Arab dan dibawa ke masjid untuk dinikmati bersama-sama dengan jamaah.
Issam menyampaikan terima kasih kepada semua jamaah di Masjid Taqwa atas persaudaraan dan keramahan, sehingga merasa di rumah sendiri. Dia juga mendoakan kepada semua jamaah semoga senantiasa sehat dan istiqomah dalam Islam sehingga akan dipertemukan dalam surga Allah di akhirat nanti. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
PCM GKB Gresik Sebar Semangat Realisasikan Amanah Musycab
PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB) Gresik Jawa Timur sosialisasi kebijakan strategis sebagai wujud upaya percepatan pengembangan di SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Sabtu (27/5/2023). Setelah menggelar…
PCM GKB Gresik Bentuk LPK dan Litbang untuk Percepatan Pengembangan
PCM GKB Gresik Bentuk LPK dan Litbang untuk Percepatan Pengembangan, liputan kontributor PCM GKB Gresik Mar’atus Sholichah PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB) menggelar silaturahmi dengan guru dan karyawan SD…
Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan
Anggota DPR RI Dra Sri Rahayu saat menyampaikan materi seminar (Waviq Amiqoh/PWMU.CO)
Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan, liputan kontributor PCM GKB Gresik Waviq Amiqoh
PCM GKB– Banyaknya kasus yang menimpa perempuan, mengharapkan kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) mengambil peran keumatan dengan mendampingi korban dan pemberdayaan perempuan.
Hal ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dra Sri Rahayu dalam Seminar Perempuan dalam Membangun Peradaban Bangsa dan Indonesia yang diselenggarakan saat Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Timur, Ahad (7/5/23).
Dia mengawali dengan menyampaikan, “Salah satu inspirator gerakan perempuan adalah RA Kartini,” ujarnya di Hall Sang Pencerah lantai 8 gedung I Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Sri, sapaan akrabnya, menyatakan, potret kaum perempuan saat ini telah banyak yang berprofesi atau bekerja, berpendidikan tinggi, bahkan berperpolitik dan mampu berkontribusi dalam pengambilan keputusan secara kritis dan konstruktif.
Perempuan mampu menjadi aktor strategis di dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera.
Beberapa permasalahan yang banyak dihadapi oleh perempuan. Pertama, adanya hambatan budaya dan konstruksi sosial yang besifat patriarki dan ketidakadilan gender yang berakibat mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), memiliki beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengatur rumah tangga, pendidik anak, dan lain lain serta stereotype.
Kedua, adanya marginalisasi perempuan di ranah ekonomi yang mengakibatkan adanya ketidak adilan terhadap perempuan misalnya marginalisasi sebagai PRT, TKW, buruh perempuan dan mengalami kekerasan phisik, kekerasan seksual, ekonomi, dan sosial.
Ketiga, kebijakan-kebijakan politik yang belum berpihak pada perempuan.
“Saat ini peran perempuan salah satunya sebagai peran domestik dengan menjadi ibu, anak dan istri, peran Keumatan dengan menjadi Nyai, ustadzah, guru atau dosen, dan perempuan dapat menjadi aktor strategis dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Peran Kebangsaan
Sri menjelaskan, salah satu peran kebangsaan bagi kaum perempuan yaitu perempuan harus bisa menjadi agen perubahan dan menghadirkan solusi bersama kaum lak-laki untuk semua persoalan bangsa.
“Perempuan adalah tiang negara sehingga baik dan rusaknya negara tergantung dari sikap perempuan, dan perempuan berkewajiban mendidik generasi penerus dan mampu mengambil bagian dalam pengingkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.”
Dia menyoroti banyaknya kasus-kasus yang menimpa perempuan dan mengharapkan kader NA mengambil peran.
Saat menutup materi, dia menyebutkan beberapa kader NA dalam posisi publik.
Pertama, Dr Ulfah Mawardi merupakan salah satu kader perempuan PDI Perjuangan yang sekaramg sebagai staf ahli menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kedua, Diyah Puspitarini SPd MPd dan Rita Pranawati sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Periode 2022-2027.
Ketiga, Fatmawati dan Soekarno merupakan kader idiologis Muhammadiyah, karena pernah menjadi pengurus di Bengkulu sehingga secara genetik PDI Perjuangan ada ikatan kuat dengan Muhammadiyah. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan
Sinergi Kokam dalam Pengamanan Musywil Nasyiah Jatim
Syaiful Rizal S Pd I dan Halim bertugas di Hall Sang Pencerah UMG (Mufrikha/PCM GKB)
Sinergi Kokam dalam Pengamanan Musywil Nasyiah Jatim, liputan kontributor PCM GKB Gresik Mufrikha
PCM GKB – Musyawarah Kerja (Musyker) dan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-12 Nasyiah Jawa Timur digelar selama tiga hari, Jumat (5/5/2023) sampai Ahad (7/5/2023) yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Tampak pasukan loreng dengan baret merah di kepala nan gagah persis tentara. Mereka adalah Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Sejak Jumat (5/5/2023), Pasukan Kokam bertugas di beberapa tempat, diantaranya di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, di UMG, dan di Hall Sang Pencerah untuk mengawasi jalannya acara.
Adalah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) Syaiful Rizal SPdI dan Halim dari Panceng merupakan pasukan Kokam yang ditempatkan di Hall Sang Pencerah UMG.
“Dari komandan berkoordinasi dengan Zamroni di UMG dan di-breafing untuk berbagi tugas dan beralih ke tugas yang lain,” Syaiful Rizal menjelaskan proses koordinasi sampai pelaksaan selama 2 hari.
Pada Jumat (5/5/2023) sejumlah 9 orang disebar di titik-titik acara dan untuk Sabtu (6/5/2023) jumlah pasukan yang disebar 10 orang.
“Kebetulan saya dari ring satu untuk menyambut tamu dari luar daerah,” ujar Halim.
Pengamanan Bersama
Rizal, sapaan akrabnya, menjelaskan, di acara Musywil XII NA ini, Kokam bersinergi dalam pengamanan bersama security UMG, SD Mugeb, SMAM 1 Gresik, dan security kompleks Perumahan. Selai itu, kami juga bersinergi dengan Satpol PP dan Polisi dikarenakan tamu yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, dihadiri juga Bupati Gresik, dan Gubernur Jawa Timur.
“Sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan yang didominasi perempuan yang biasanya dihandle oleh Kokam perempuan dari SMK Muhammadiyah Gresik, hanya saja untuk kesempatan ini, kami yang bertugas disini,” ujarnya.
Dia menyampaikan, sampai kegiatan berlangsung tidak ada kendala sama sekali, Kokam perkasa, sudah terlatih dalam menghadapi dari event kecil sampai terbesar (dari tingkat Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah, dan Pusat) dan siap nenjalankan tugas penanggulangan bencana.
“Karena kami sudah mendapat pelatihan atau Diklat Kokam dan SAR,” ungkapnya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Sinergi Kokam dalam Pengamanan Musywil Nasyiah Jatim
Persoalan Politik dan Bangsa Akan Kembali pada Kekuatan Keluarga
Ketua PWA Jawa Timur Dra Rukmini MAp pada pembukaan Musywil ke-12 Nasyiatul Aisiyah (NA) Jawa Timur di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) (Fadila Puspita/PCM GKB)
Persoalan Politik dan Bangsa Akan Kembali pada Kekuatan Keluarga, liputan kontributor PCM GKB Gresik Eli Syarifah dan Fatma Hajar Islamiyah
PCM GKB – Nasyiah adalah putrinya Aisiyah, maka diharapkan Nasyiatul Aisiyah bisa meneruskan dan menyempurnakan perjuangan Aisyiyah.
Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Aisyiyah Wilayah (PWA) Jawa Timur Dra Rukmini MAp Pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-12 Nasyiatul Aisiyah (NA) Jawa Timur di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Dia menyampaikan, pada Musywil ke-12 NA ini mengusung tema Perempuan Berkemajuan yang Memajukan Peradaban, maka kalau berkemajuan harus meninggalkan pikiran kelompok-kelompok, kedaerahan, dan memihak pada kepentingan bersama.
“Nasyiah yang bersimbol padi, artinya kalau isinya tambah banyak maka semakin merunduk. Maka kalau isinya banyak tapi tidak merunduk maka padi tersebut rusak, terserang wereng (hama),” candanya.
Kader Nasyiah
Rukmini menegaskan kader Nasyiah harus membekali diri dengan ilmu tentang empat ideologi, yakni yang pertama ideologi keislaman, ideologi kemuhammadiyaan, ideologi keumatan, dan dan ideologi pengusaha.
“Dengan bekal ilmu tersebut, maka diharapakan agar kader Nasyiah menuju perempuan berkemajuan yang membangun peradaban. Keempat idelogi itu menjadi karakter berkemajuan Nasyiah dalam mengambil peran terbaik di masyarakat,” katanya.
Dia menuturkan, maka harus ada tiga komitmen yang harus dibangun Kader Nasyiah, yakni kompetensi, integritas diri, dan akhlakul karimah. Ketiga komitmen ini yang akan menegaskan berkemajuan Nasyiah pada bangsa.
“Maka tunjukan bahwa perempuan di Nasyiah itu bisa memegang amanah, bisa dipercaya di masyarakat dan di mana-mana,” tegasnya.
Nasyiah itu, tambahnya, harus beda dari perempuan di luar sana, harus memiliki karakter amanah sehingga bisa dipercaya di masyarakat, dipercaya di tempat kerja.
Dia berharap Musywil akan muncul kader-kader yang siap di Asiyiyah, sehingga tidak lagi Baitul Arqam lagi tapi Baitul Arfan, yakni yang menjadi instruktur materi kepemimpinan.
“Persoalan bangsa dan masalah politik akan kembali kepada kekuatan keluarga,” ucapnya mengakhiri sambutannya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Persoalan Politik dan Bangsa Akan Kembali pada Kekuatan Keluarga