Fortasi Smamio Kenalkan Pendidikan Karakter Islami
Fortasi Smamio Kenalkan Pendidikan Karakter Islami, liputan Kontributor Gresik Ririn Masfaridah
PCM GKB – SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur menyelenggarakan Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi), Senin-Jumat (17-21/7/2023).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter Sa’roni MPd dalam materinya Pendidikan Karakter Islami menjelaskan dalam rangkaian kegiatan Fortasi, siswa dapat memahami Smamio dari berbagai sisi mulai dari budaya belajarnya.
“Selain itu, ada juga budaya berpakaian, budaya bersikap, dan prilaku selama di sekolah,” katanya.
Dia menuturkan, ada beberapa aturan yang wajib diikuti siswa Smamio. Di antaranya mulai dari aturan masuk lingkungan sekolah, pembiasaan di sekolah dan di rumah, serta aturan berseragam.
Untuk memasuki area Smamio, lanjutnya, bagi siswa yang membawa kendaraan bermotor diwajibkan membawa helm dan parkir kendaraan sesuai tempatnya yang disediakan. “Parkir siswa laki-laki terpisah dengan area parkir siswa perempuan,” jelasnya.
Sebelum memasuki gedung, sambungnya, siswa akan disambut oleh guru yang bertugas patrol setiap harinya untuk mengecek kerapian siswa. Tidak hanya kerapian, siswa juga diwajibkan setor bacaan hadits sebagai password pagi sebelum masuk ke gedung sekolah.
“Password pagi yang diberikan bervariasi setiap pekannya,” tambahnya.
Pembiasaan Sekolah
Sa’roni menyampaikan, aktivitas pembiasaan selama di sekolah juga disampaikan mulai dari aktivitas shalat dhuha, doa pagi, shalat Dhuhur, shalat Ashar, dan shalat sunah rawatib Dhuhur maupun Ashar.
“Sedangkan untuk aktivitas pembiasaan di rumah dilakukan melalui aplikasi yang diisi siswa setiap harinya,” katanya.
Untuk membangun jiwa kader mubaligh muballighat siswa terjadwal secara bergantian mengisi kultum dan menjadi imam di sekolah bagi siswa laki laki. Bagi siswa yang memiliki kemampuan lebih akan dimasukkan dalam Program Kops Mubaligh Muda Muhammadiyah (KM3) Excellent.
“Mereka mendapat tugas untuk menjadi imam, khatib, dan mengisi kultum di luar sekolah,” ujarnya.
Infak Sekolah
Sa’roni memaparkan, infak juga menjadi pembiasaan rutin di sekolah. Setiap harinya siswa menyisihkan uang sakunya untuk infak di sekolah.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan menumbuhkan pribadi yang berjiwa sosial tinggi,” tuturnya.
Dia berharap siswa baru bisa beradaptasi dengan aturan yang ada di Smamio agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dan memiliki pondasi agama yang kuat.
“Aturan-aturan yang diterapkan di Smamio ini harapannya menjadi wadah untuk menciptakan kedisiplinan, tanggung jawab, kegiatan belajar yang efektif, kemandirian, dan melatih kepekaan sosial agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik dengan pondasi agama yang kuat,” tegasnya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Ada Meong di IHT Berlian School, Pembicara Langsung Lakukan Ini
Ada Meong di IHT Berlian School, Pembicara Langsung Lakukan ini; Liputan Viki Safitri, kontributor PCM GKB Gresik.
PCM GKB – Kisah ajaib dialami seorang pemuda setelah menolong kucing yang kelaparan. Kisah ini disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik Fauzuddin Ahmad SPd, Selasa (5/7/2022).
Saat itu Ahmad memberikan materi terkait Arah dan Kebijakan Sekolah di In House Training: Sekolah Penggerak dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Tiba-tiba terdengar suara kucing mengeong di sela Ahmad menjelaskan materi, “Meoong … meoong … meeoong.” Sontak peserta mencari-cari di mana sumber suara itu.
“Sepertinya ada kucing di bawah panggung,” tutur Nur Hayati SPd, guru IPA Berlian School.
Kisah Pemuda dan Kucing
Untuk membuat peserta tetap fokus, Ahmad memberikan intermeso tentang kisah ajaib seorang pemuda setelah menolong kucing.
“Saya jadi teringat kisah nyata seorang pemuda yang ibunya sedang sakit keras dan sudah divonis tidak bisa sembuh oleh dokter,” kata Ahmad membuka intermeso.
Suatu hari, lanjutnya, saat pemuda itu pergi ke pom bensin ia melihat induk kucing dan anaknya mengeong kelaparan. Akhirnya setelah mengisi bensin, pemuda itu bergegas menuju supermarket yang ada di sekitar pom bensin.
Ia membeli dua sosis, kemudian ia berikan kepada kucing kelaparan yang ia temui. Setelah itu ia kembali ke rumah dan tertidur. Di tidurnya ia bermimpi melihat kucing yang ia tolong sedang mendoakannya.
“Ya Allah berikanlah pertolonganmu kepada pemuda yang telah memberiku makan,” kata Ahmad menirukan doa yang dibacakan oleh si kucing.
Keesokan harinya, lanjut Ahmad, saat si pemuda ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya. Betapa kagetnya saat dokter memanggil si pemuda dan menjelaskan bahwa kondisi ibunya telah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pindah ke kamar rawat inap biasa.
Ini adalah keajaiban, padahal sebelumnya dokter sudah memvonis bahwa ibunya tidak bisa sembuh. Pemuda itu teringat dengan mimpinya semalam. Apakah ini karena kucing yang telah mendoakanku? “Wallahu a’lam bishawab,” kata Ahmad.
Dia menegaskan, inti dari cerita itu adalah kita harus berbuat baik kepada makhluk Allah SWT. Bukan hanya kepada manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga termasuk makhluk Allah. Bisa jadi kemudahan hidup yang kita rasakan merupakan hasil dari doa-doa orang lain.
“Oleh karena itu ustadz-ustadzah, kalau ketemu kucing di sekolah kita ini jangan ditendang ya. Sesekali kita beri makan barangkali nanti kucing itu akan mendoakan kebaikan untuk sekolah tercinta kita ini,” tutur Ahmad mengakhiri intermeso. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Bahas Konsep Tauhid di Spemdalas
PCM GKB – Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru) Gresik, Jawa Timur,mengadakan pertemuan dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jum’at (14/7/2023).
Bertempat di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Fiqih Risalah MA PhD hadir didampingi oleh Sekretaris Majelis, Kaswandi.
Kepala Spemdalas Fony Libriasturi MSi menyampaikan harapan kepada Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—agar tetap bisa terwujud sinergi antara Mejelis dengan Spemdalas untuk kemajuan sekolah.
“Semoga dengan adanya Ketua Majelis Dikdasmen yang baru ini bisa terus bersinergi dan nantinya muncul inovasi-inovasi baru untuk kemajuan Spemdalas sehingga bisa melahirkan anak-anak yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Sementara itu, sebelum menyampaikan pesan-pesan sebagai Ketua Majelis Dikdasmen yang baru, Fiqi, sapaannya, mempersilakan seluruh peserta untuk memperkenalkan diri satu per satu.
Salah satu peserta yang merupakan guru IPS, Oky Senja Prastica memperkenalkan diri sambil berpantun, “Awan-awan tuku korek, kenalno sang aran Oki rek,” ucapnya diikuti riuh tawa dan tepuk tangan peserta lainnya.
Bekerja Bukan untuk Atasan
Dalam kesempatan ini Fiqi menyampaikan beberapa pesan kepada guru dan karyawan yang bekerja di Spemdalas. Di antaranya ia mengingatkan agar guru dan karyawan menata kembali niat dalam bekerja, yaitu bekerja hanya untuk Allah.
“Bukan lagi bekerja untuk atasan. Jadi menaati atasan itu jika memang atasan benar. Jika salah, jangan segan untuk dikoreksi. Termasuk saya, jika bapak ibu sekalian lihat saya tidak benar, jangan ragu memberikan koreksi,” ungkapnya.
Fiqi lantas mengingatkan terkait tujuan hidup manusia, yaitu untuk mengenal Allah.
“Tujuan hidup kita sama, ditugaskan untuk mengenal kembali siapa yang menciptakan kita. Kenal nggakdengan yang menciptakan? Jangan-jangan kita menganggap dunia ini yang lebih nyata,” terangnya.
Matematika Tauhid
Ia lantas mengaitkan prinsip tauhid dengan pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah, di antaranya adalah matematika dan informatika. Menurutnya, matematika adalah pelajaran yang mengajarkan ketauhidan.
“Matematika mengajarkan kita kejujuran. Bahwa satu ditambah satu hasilnya pasti dua. Angka nol dan angka satu yang digunakan dalam dunia coding juga mengajarkan tentang keesaan Allah. Angka satu, itu tidak terbentuk dari apapun, begitu juga Allah,” imbuhnya.
Adapun angka nol, menurut Fiqi, merepresentasikan sifat Allah yang ghaib, Maha tak tampak. Dengan demikian, Fiki berharap para guru maupun karyawan Spemdalas bisa memahami dan menerapkan nilai tauhid sehingga bisa menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri karena merasa diawasi oleh Allah.
“Kalau sistemnya sudah terbentuk, jenengan akan ingin terus memperbaiki diri. Dengan ilmu, kita akan mengenal diri sendiri. Kalau Nabi itu memperkenalkan Allah, kalau kita itu mengenal Allah,” terangnya.
Selanjutnya Fiqi menghimbau agar guru dan karyawan Spemdalas menyadari keberadaannya di sekolah Muhammadiyah yang asal katanya adalah Muhammad, nama Rasul terakhir dalam agama Islam.
“Maka dalam amaliah kita, dalam belajar mengajar harus meneladani sifat Rasul, minimal sidiq, amanah, tabligh, fathanah. Terutama fathonah, intelligent. Juga amanah, kalau mau dipercaya kita harus memastikan bahwa kita layak dipercaya,” katanya.
Fiqi menambahkan, bahwa sifat amanah sejalan dengan tips untuk mendapatkan jodoh. Bahwa jangan pernah mencintai seseorang tapi pastikan kita layak untuk dicintai.
Prinsip Keadilan
Terakhir, Fiki berpesan agar dalam bekerja guru dan karyawan Spemdalas mampu menerapkan sifat adil.
“Adil itu putting everything on the right place, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya,” jelasnya.
Fiqi pun mengingatkan bahwa tugas guru sebagai pendidik harus bisa mengarahkan siswanya.
“Hati-hati dengan ungkapan bahasa Inggris, ‘Just follow your passion’. Anak SMP dibiarkan mengikutipassion-nya, ya mereka akan ikut yang menyenangkan saja. Ingat, bahasa inggris itu sarat dengan kultur. Dan kulturnya sarat dengan peradaban Barat,” tandasnya.
Penulis Ain Nurwindasari Editor Mohammad Nurfatoni
Berita ini mengalami revisi pada Jumat (14/7/2023) pukul 19.50 WIB
Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah
Kita Bekerja Bukan untuk Muhammadiyah tetapi untuk Allah, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PWMU.CO – Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur mengadakan Sharing Session dengan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (14/7/2023.)
Dalam acara yang digelar di Andalusia Hall, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Fiqih Risalah MA PhD—menggantikan Siswahyono CBH sejak Juli 2023—mengatakan mengawali tahun pelajaran 2023-2023 dengan semangat baru.
“Mari kita bersama-sama memperbarui etika dalam bekerja. Ini harus ditata kembali sehingga dalam bekerja benar-benar bisa meraih tujuan terbaik,” katanya di hadapan guru dan karyawan Spemdalas.
Dia menuturkan, kita bekerja bukan untuk Muhammadiyah tetapi bekerja untuk Allah untuk Muhammadiyah. “Ha ini yang harus digarisbawahi,” tekannya.
Bekerja, lanjutnya, itu tanggung jawabnya secara spiritual kepala Allah bukan pada yang lain sedangkan tanggung jawab sosialnya kepala atasan. “Kalau tanggung jawab spiritual itu bisa lepas. Maka tanggung jawab ini harus ditanamkan dengan kuat,” jelasnya.
Dia menuturkan, tidak ada yang superior di mata Allah, kalau superior hanya ditingkatan manusia itu hanya jabatan atau gelar akademik saja.
Loyalitas Bukan pada Atasan
Fiqih Risalah menjelaskan kita bekerja di Spemdalas itu untuk membesarkan Muhammadiyah untuk mencari ridha Allah. “Ini poin pertama yang harus kedepankan,” katanya.
Kedua, loyalitas kita tidak pada atasan tetapi pada kebenaran. Ini yang menilai adalah Allah SWT. Ketika pimpinan benar harus dilaksanakan. Kalau pimpinan salah harus diarahkan dengan perkatanaan yang baik.
“Ketiga tujuan hidup kita harus sama, yaitu ditugaskan mengenal kembali siapa yang menciptakan yaitu Allah,” tambahnya.
Guru karyawan dengan tugas yang berbeda, tujuannya satu yaitu mengenal siapa yang menciptakan. “Kalau tidak kenal, maka akan tergoda dengan dunia nyata,” tuturnya.
Keempat, menanamkan kejujuran (shidiq), dipercaya (amanah), cerdas (fathanah), dan menyampaikan (tabligh). “Kalau anak harus jujur, maka kita harus jujur duluan. Kalau anak harus amanah, cerdas, dan pitar berkomunikasi, maka guru harus bisa dipercaya, cerdas, dan komunikasinya,” ungkapnya.
Dia mengajak, ini yang harus kita tingkatkan dan ditingkatkan terus. Guru harus menjadi role models bagi siswa sehingga teladan yang kita berikan bisa dicontoh oleh siswa. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Humor Pemersatu Umat ala Dubes Ukraina
Humor Pemersatu Umat ala Dubes Ukraina; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah. Editor Mohammad Nurfatoni.
PWMU.CO – Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk RI HE Vasyl Hamianin berkesempatan menyampaikan komentar lucu pada peluncuran buku Guyon Maton: Lucu Bermutu ala Muhammadiyin, Jumat (9/9/22). Buku ini ditulis Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.
Di awal, Vasyl Hamianin menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. “Saya masih belajar,” ujarnya.
Dia lantas memulai candaannya dengan mengatakan, “Saya kira, saya ada dua masalah di sini. Pertama, saya bukan orang Muslim. Kedua, saya tidak bisa bercanda. I don’t have the sense of humor.”
Kemudian dia meralat karena menurutnya ada satu masalah lagi. Dia lantas menunjuk kakinya yang cidera. Saat naik ke panggung, dia memang tampak agak menyeret kaki kanannya. “Karena bermain badminton,” ungkapnya.
“You see, sport can be not only good and useful but also dangerous. Especially people getting old like myself,” ujarnya membuat peserta tertawa. Menurutnya, bermain bulu tangkis tidak hanya bermanfaat tapi juga bisa berbahaya, terutama untuk pria seusianua.
Dia pun menyatakan menyesal tidak mendengar saran teman baiknya untuk tidak bermain bulu tangkis.
Setelah itu, Vasyl kembali menekankan dia tidak bisa bercanda. “Actually, I don’t have the sense of humor,” ujarnya. Meski dia mengaku demikian, tapi sejurus kemudian dia sukses membuat peserta tertawa karena candaannya.
“It’s bad. I will not be able to joke, especially in the present of so many Moslem people because I know it’s dangerous, too. (Ini buruk, saya tidak bisa melucu, terutama di tengah banyaknya umat Muslim karena sayatahu ini bahaya juga),” candanya. Peserta tak hanya bergelak tawa tapi juga sampai bertepuk tangan.
“If I get it wrong (kalau saya salah bicara),” lanjutnya, “Not only one (tidak hanya satu kakinya yang cidera), but hmm … (tapi kedua kakinya juga akan cidera),” ujarnya sambil menunjuk kaki lainnya. Abdul Mu’ti dan peserta lain pun gerr-gerran mendengarnya. Dia lantas menegaskan akan membahas hal lainnya, kali ini tampak serius.
Humor Pemersatu
Di hadapan peserta yang duduk santai lesehan itu, Vasyl Hamianin menyatakan bahagia. Dari kehadirannya di Indonesia yang baru sepuluh bulan ini, dia menemukan hal yang benar-benar baru baginya.
Misal, orang-orang dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama biasanya menampilkan wajah serius, tidak tersenyum. Dia menegaskan untuk hal ini dia tidak sedang bercanda. Sebab, ekspresi serius itu dia temukan ketika mereka sedang beribadah. “Kiai-kiai no smiling, honestly it’s not a joke. Berdoa membaca Quran, shalat Subuh, dan lainnya,” ujarnya.
Dari hal itu, dia menemukan tiga hal tentang orang Indonesia. Untuk yang ini, katanya dia sedang melucu, meski dia sendiri ragu apakah mereka akan tertawa dengan leluconnya ini. “Indonesia is about three things. It’s a joke. Don’t laugh because it’s a bad joke maybe,” tuturnya.
Vasyl pun mengungkap ketiga hal itu. “Pertama, shalat. Kedua, berfoto. Ketiga, makan,” urainya langsung disambut tawa peserta.
Menurutnya, memahami ketiga hal itu bisa bikin nyaman tinggal di Indonesia. “If you understand this three things, you will very nyaman di Indonesia!” tegasnya.
Penemuan lainnya yang tidak dia duga, orang-orang di Indonesia sangat terbuka. Dengan keterbukaan itulah akhirnya mereka bisa memahami dan menerima suatu lelucon, terlepas dari latar belakang ekonomi maupun agama yang mereka anut.
“That’s why it doesn’t matter if you rich or poor, Moslem or Kristen doesn’t matter! You all come together, you say joke, you laugh,” imbuhnya.
Dia menerangkan, di negaranya, ada banyak agama yang menurutnya sangat spesifik. Semua orang dari semua agama selalu berkomunikasi dan membuat lelucon tentang kelompok mereka sendiri. “Saya Kristen, saya tidak membuat lelucon orang Muslim, tidak! Hanya bercanda tentang Kristen,” ujarnya. Begitu pula di agama lainnya.
Vasyl Hamianin akhirnya menarik kesimpulan, “Humor, laugh, and joke is something that unite people.” Maksudnya, humor, tawa, dan candaan bisa menyatukan orang-orang.
Kesimpulan lainnya, kata dia, yang menarik dari Indonesia bukan dalam hal uang atau olahraganya, tapi dalam hal humor dan candaannya.
Candaan ala Ukraina
Dalam kesempatan itu, Vasyl Hamianin juga menceritakan joke atau candaan asal negaranya. Dia menegaskan, candaan ini tidak ada kaitannya dengan agama.
Katanya, di Ukraina ada kegiatan berburu di hutan. Suatu ketika, pemburu berpengalaman menguji pemburu baru. “Dik, kalau kamu berjalan di hutan, kemudian bertemu serigala apa yang akan akan lakukan? You have no bullet (kamu tidak bawa pistol),” tanyanya.
Si pemburu baru dengan ragu menjawab, mungkin melawannya langsung atau bersembunyi. Dua jawaban itu salah. Kata sang pemburu berpengalaman, serigala bisa menemukan dan memakannya.
“Remember this, wolf is very much afraid of wet trousers. So take off your trousers and use the wet trousers to hit the wolf on his face. It’s fine, he will run away,” tuturnya.
Maksudnya, dia memberi tips melepas celana basah yang dia gunakan lalu mengibaskan ke arah wajah serigala itu. Sebab, serigala takut pada celana basah. Dengan begitu si serigala akan lari ketakutan.
Si pemburu baru bertanya bingung, “Bagaimana jika tidak menemukan danau atau sungai untuk membasahi celananya?”
Kata si pemburu berpengalaman, dia tak perlu khawatir. Karena saat dia melepas celananya, dia segera basah (karena mengompol ketakutan menemui serigala). Spontan peserta tertawa mendengar akhir lawakannya.
Bukan Hari Sabtu
Seseorang datang ke kiai (guru). Katanya, “Engkau sangat bijak. Apakah kamu pernah melihat keajaiban dalam hidupmu?”
Sang guru mengiyakan sehingga orang itu menanyakan keajaiban apa yang pernah dia lihat. Gurunya menjawab, suatu saat dia menjalani hari seperti hari Sabtu. Hari di mana dia tidak melakukan apapun, tidak juga bekerja.
Si guru mengatakan, “Kemudian aku berjalan dan menemukan tas berisi uang. Lalu aku mengatakan aku tidak bisa mengambilnya! Karena aku tidak melakukan apapun. Jadi apa yang aku lakukan?”
“Saya berdoa, Tuhan, lakukan sesuatu. Kamu tahu, keajaiban terjadi! Setiap hari adalah hari Sabtu. Dan hari ini adalah hari Kamis,” candanya. He-he-he.
Karena peserta tidak tertawa, dia menjelaskan, sebenarnya itu candaan Yahudi yang punya tradisi tidak melakukan apapun di hari Sabtu. “Because they can’t do anything on Saturday but we have this tradition,” terangnya. Bagi Yahudi, hari Sabtu adalah hari untuk beristirahat dari segala aktivitas.
Sebelum menutup komentar lucunya, Vasyl Hamianin berpesan dengan serius. Dia terinspirasi dari film yang karakter utamanya sedih. Katanya, tokoh itu menunjukkan kesedihan kepada siapa pun.
“You know what’s your problem? You are too serious. The serious expression on your face does not represent wisdom, doesn’t mean you are wise. And the main crimes and the worst thing come into this world were committed by people with very serious expression on their face. That’s why, please smile, smile and smile!” tuturnya.
Artinya, masalahnya ada di wajahnya yang terlalu serius. Wajah serius tak menunjukkan kebijaksanaan, pun bukan berarti dia orang yang bijak. Bahkan, hal buruk dan kejahatan di dunia ini biasanya dilakukan orang-orang yang ekspresinya serius. Untuk itu, Vasyl mengimbau mereka selalu tersenyum.
Dia lantas mendoakan Abdul Mu’ti senantiasa diliputi kesuksesan. Dia juga memujinya. “Kiai Abdul, I wish you the success, really! You’re great, man! Thank you for inviting me!” ujarnya.
Meski dia mengaku memahami sekitar 60 persen saja, tapi dia menyatakan sangat berusaha memahami lelucon yang disampaikan para tokoh dalam bahasa Indonesia siang itu. (*)
Guru ICP Spemdalas Mengikuti Micro Teaching
Guru ICP Spemdalas Mengikuti Micro Teaching, liputan kontributor PCM GKB Gresik Ichwan Arif
PCM GKB– Guru International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti micro teaching, Kamis (13/7/2023).
Koordinator ICP Wiwik Indrawati SPd mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk persiapan awal sebelum memulai tahun pelajaran 2023-2024.
“Ini adalah salah satu bentuk persiapan awal dari sekolah, khususnya untuk guru ICP dalam praktik pembelajaran untuk siswa ICP nantinya,” katanya.
Dia menuturkan, micro teaching (pengajaran mikro) ini ini diikuti 9 guru ICP di kelas VII-IX yang mengajar mata pelajaran English, Mathematic, Biology, dan Physics. Untuk materi, lanjutnya, sesuai dengan pembelajaran pada mapel yang diampu.
“Model pembelajaran ini salah satu model pelatihan praktik mengajar dalam lingkup terbatas (mikro) untuk mengembangkan keterampilan dasar mengajar (base teaching skill),” jelasnya.
Dalam micro teaching ini, lanjutnya, guru ICP mengajar di hadapan guru ICP yang lain. Selain itu, sekolah juga menghadirkan dosen Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Riska Widiyanita Batubara SHum MPd untuk bisa memantau dan memberikan masukan terkait pembelajaran yang sudah dilakukan.
Skill Guru
Wiwik Indrawati menjelaskan tujuan dari kegiatan micro teaching ini adalah untuk meningkatkan skill guru dalam pembelajaran di kelas ICP, terutama menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran.
“Kami ingin kemampuan ini terus meningkat sehingga materi yang diberikan ke siswa benar-benar bisa tersampaikan dengan baik, terutama cara berkomunikasi bahasa Inggrisnya di hadapan siswa,” katanya.
Penekanan dalam kegiatan ini, sambungnya, terdapat pada 2 hal, yakni learning materials dan learning media.
Guru ICP kelas IX Fitriyatus Sa’adah SPd mengungkapkan micro teaching ini merupakan penyegaran awal bagi guru ICP sebelum memulai mengajar real dengan siswa pada tahun ajaran ini.
“Memang mengajar adalah tugas keseharian kami, tetapi dengan micro teaching ini kami bisa mempersiapkan diri yang terbaik dari segi persiapan materi, media belajar, dan persiapan-persiapan yang lainnya,” tuturnya.
Selain itu, katanya, guru ICP juga bisa bersiap mengasah kemampuan bahasa Inggris yang akan digunakan untuk berkomunikasi di kelas ICP. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Naik Terus Siswa Smamio yang Diterima di PTN
PCM GKB – Naik terus siswa Smamio (SMA Muhammadiyah 10 GKB) Gresik yang lolos perguruan tinggi negeri (PTN) selama tiga tahun terakhir ini.
Hal ini sesuai dengan harapan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Smamio Ulyatun Nikmah kepada siswa kelas XII. Dia berharap lebih banyak siswa yang masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
“Alhamdulillah merasa senang atas pencapaian Smamio yang terus meningkat dan lebih baik dari tahun kemarin. Ini merupakan kabar membahagiakan bagi kami, ustadz ustadzah Smamio,” ungkapnya, Rabu (27/06/23)
Dia menyampaikan pencapaian ini tak lepas dari motivasi, usaha, dan doa yang mengiringi siswa dalam mencapai kampus impian masing-masing.
“Semangat, motivasi dan doa yang mengiringi siswa mencapai kampus Impian masing masing. Terima kasih ustad ustadzah yang membimbing siswa dan orang tua yang selalu support terhadap semua program sekolah,” jelas Ulya.
Tahun 2021, siswa Smamio yang lolos di perguruan tinggi negeri lewat jalur prestasi dan tes sebesar 14,1 persen Di tahun 2022, jumlah siswa diterima di perguruan tinggi negeri sebesar 23,7 persen, sedangkan tahun 2023 sebesar 40,8 persen. Hal ini, menurut Ulya merupakan capaian terbaik dari Smamio yang menunjukan hampir 50 persen siswa siswinya di terima di PTN melalui jalur SNBP (prestasi) dan SNBT (tes).
Kordinator Sekolah Lanjutan dan Alumni Smamio, Novania Wulandari SPd menjelaskan sebanyak 16 PTN yang tersebar di seluruh indonesia dan 1 perguruan tinggi luar negeri menjadi rujukan siswa Smamio dalam meraih impian mereka usai dinyataakan lulus dari Smamio. Jumlah PTN ini masih terus bertambah seiring dengan jalur masuk PTN yang masih dibuka sampai saat ini.
Berikut PTN yang dimasuki siswa Smamio tajun ini: Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jatim, PPNS, UIN Malang, UIN Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Jember, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Poltekkes Kemenkes Malang, STMM Yogyakarta dan satu kampus luar Negeri University of Toronto St. George.
Ulya berharap siswa kelas XII angkatan ke-5 Smamio berhasil meraih impian di kampus yang diharapkan.
“Semoga kesuksesan selalu menyertai siswa angkatan ke-5 Smamio, baik yang melanjutkan pendidikan perguruan tinggi negeri maupun swasta,” tandasnya.
Pjs Wakil Pengembangan Pendidikan, Frima Yulita MPd menyatakan bahwa angkatan ke-5 memiliki rencana dan tujuan untuk mencapai kampus impiannya.
“Angkatan ke-5 memiliki strategi dalam merencakan untuk bisa mencapai kampus impian, berhasil dan terbukti siswa Smamio diterima di berbagai kampus impian dengan kemampuan dan potensi yang beragam,” jelasnya.
“Semoga tetap istikamah dalam menjaga semangat mengejar cita-citanya,” harapnya. (*)
Penulis Nur Alfi Syahriyah Editor Mohammad Nurfatoni
Shalat Id di GKB Convex Diikuti 5000 Orang, Antrean Mobil Mengular
Shalat Id di GKB Convex Diikuti 5000 Orang, Antrean Mobil Mengular; Liputan Kontributor PCM GKB Gresik Waviq Amiqoh.
PCM GKB – Antusiasme warga di sekitar perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik mengikuti shalat Idul Adha 1444 sungguh luar biasa.
Hampir 5000 orang, tepatnya 4.820, menghadiri shalat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB di GKB Convex, Gresik, Rabu (28/6/23).
Wakil Ketua Bidang Pustaka, Informasi, Media Sosial, dan Pengembangan Ranting Yudo Broto SE menjelaskan, “Jama’ah terdiri dari 2.520 orang laki-laki dan 2.300 orang perempuan.”
Dalam kesempatan itu bertindak sebagai imam Ustadz Sahmun dan khotib Ustadz H Ghoffar Ismail SAg MA ketua divisi kader Majelis Tarjih dan Tajdir Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Salah satu jamaah perempuan Sayyidah Nuriyah SPsi menjelaskan kondisi di lapangan usai shalat Id. “Mobil mengular antre panjang banget. Alhamdulillah banyak panitia maupun petugas keamanan yang bantu mengarahkan. Jadi alur antreannya tetap rapi meski ada mobil dan motor sebanyak itu,” ujarnya.
Dia juga mengungkap, imbas kemacetannya sampai di Jalan Jawa, yakni sekitar depan Perumahan Jawa Indah. “Tapi di jalanan yang arah sebaliknya lapang banget, hampir nggakada kendaraan lewat,” kenangnya.
“Bahkan di pintu keluar utara sempat berhenti cukup lama, nggak gerak sama sekali. Yang di gerbang selatan meski lebih panjang antreannya tapi lebih lancar (merambat),” imbuhnya.
Disiarkan Langsung
Saat H-2 pelaksanaan shalat Idul Adha PCM GKB membentuk tim peliput acara dan live streaming YouTube.
Sekretaris Majelis Pustaka, Informasi, Media Sosial, dan Pengembangan Ranting Maulana Salya Kurniawan mengundang tim untuk koordinasi persiapan peliputan acara Shalat Idul Adha.
Pada H-1 anggota PCM GKB dengan sigap mempersiapkan area shalat, perlengkapan sound system, peta rute parkir kendaraan roda dua dan roda empat, kanal Youtube untuk live streaming dan dokumentasi via drone.
Berikut link YouTube shalat Idul Adha 1444 PCM GKB Gresik: https://youtube.com/live/ (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Infak Shalat Id PCM GKB Tahun Ini Capai Rp 145 Juta
Infak Shalat Id PCM GKB Tahun Ini Capai Rp 145 Juta, Liputan Kontributor PCM GKB Waviq Amiqoh.
PCM GKB – Perolehan infak shalat Idul Fitri dan Idul Adha 1444 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) di GKB Convex, Gresik pada 21 April 2023 dan 28 Juni 2023 mencapai Rp 145 Juta.
Rinciannya: perolehan infak shalat Idul Fitri Rp 78.866.000 dan infak shalat Idul Adha Rp 65.770.000 sehingga total Rp 144.636.000 atau dibulatkan RP 145 juta.
Wakil Ketua PCM GKB Bidang Tabligh, Masjid dan Pendidikan Kader Muharjo mengatakan, “Saya sungguh bangga dan terharu dengan jumlah perolehan infak pada shalat Id tahun ini.”
Hasil ini sebagian akan didonasikan untuk proyek pembangunan Masjid Al Mizan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) di Pondok Permata Suci (PPS) Gresik dan kembali untuk kemaslahatan umat.
Dia menambahkan, “Kami bersinergi dengan anggota PCM GKB dalam membentuk kepanitiaan seperti bagian shaf, bagian kotak infak, bagian publikasi, dokumentasi dan bagian lainnya.”
Dalam kepanitian kami membuat suasana menjadi kompak dan gembira dengan santai, serius dan sukses serta secara sinergi, kolektif, dan kolegial sehingga kita dapat bermuhammadiyah yang mencerahkan bagi umat.
“Kami bersyukur bisa memberikan yang terbaik bagi jamaah shalat Id di GKB Convex,” ujarnya.
Dia berdo’a, “Semoga berkah dalam kebermanfaatan dan semoga menjadi catatan amal yang sholeh bagi yang berinfak.”
Perbaikan akan terus dilakukan untuk melayani warga Muhammadiyah khususnya dan umat islam secara menyeluruh.
Senada dengan hal itu Wakil Ketua PCM GKB bidang Pustaka, Informasi, Media Dosial, dan Pengembangan Ranting Yudo Broto SE menjelaskan, “Hampir 5000 orang, tepatnya 4820 dengan detail jamaah laki-laki 36 shaf, per shaf 70 sehingga berjumlah 2.520 orang dan jamaah perempuan ada 23 shaf, per shaf 100 orang sehingga jumlahnya 2.300 orang.” (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Belajar Husnudzan pada Allah dari Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail
Belajar Husnudzan pada Allah dari Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail; Liputan Sayyidah Nuriyah
PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, didukung oleh Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, menggelar shalat Idul Adha di lapangan GKB Convex. Alamatnya di Jalan Jawa, Karanggondang, Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Tepat sebelum shalat Id dimulai, ada pengumuman kepada para jamaah yang telah memadati lapangan itu. Lazismu PCM GKB Gresik menyalurkan total 50 sapi dan 16 kambing dari 350 peserta.
Rinciannya: baksos sekolah 14 sapi 9 kambing, di Spemdalas 13 sapi 7 kambing, di Tulung Kramat Panti Asuhan Muhammadiyah Gresik 3 sapi, di Ponorogo 1 sapi, dan 19 sapi di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim untuk alokasi ketahanan pangan.
Usai shalat, Ghoffar Ismail menyampaikan khutbahnya. Pria asli Lamongan yang kini tinggal di Yogyakarta itu menjabat Ketua Divisi Kader Majelis Tarjih dan Tadjid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dia juga pendiri Pusat Dakwah Muhammadiyah (Muallaf) Minggir (PDMM) Sleman.
Di awal khutbahnya, Badan Pembina Pesantren (BPP) Pesantren Tahfidz Atmowahono Sukoharjo dan BPP MBS al-Itqan Brondong ini menegaskan, “Kurban merupakan peristiwa yang sangat asasi dalam kehidupan kaum Mukminin. Di sana ada sejarah, ibadah, dan hikmah yang bisa kita ambil untuk memperbaiki hidup saat ini dan masa depan.”
Ustadz Ghoffar—panggilan akrabnya—mengungkap, dalam sejarah, kurban bukan hanya peristiwa yang baru dialami para nabi-nabi di akhir tapi sudah sejak masa Nabi Adam AS. “Yakni pada peristiwa putranya, Qabil dan Habil, untuk diterimanya sebuah amal melalui sebuah proses pengorbanan,” ujarnya, Rabu (28/6/2023).
Ujian Terberat Ayah
Kemudian mendapatkan momentum dahsyat ketika pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. “Ibrahim contoh paling nyata! Di dalamnya berisi ketaatan kepada Allah, ketakwaan, kesabaran, dan tawakal yang dilandasi tauhid yang benar kepada-Nya,” imbuh penggagas dan juga ketua BPP Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta ini.
Hal ini, kata Ghoffar, tercermin mulai dari Nabi Ibrahim tidak mempunyai anak. Kemudian Allah memberikan putra yang sangat disayanginya. Tapi putra yang sangat disayangi ini kemudian diuji Allah untuk diletakkan di tempat yang sangat asing, di lembah yang tidak memiliki tumbuhan.
“Itulah ujian terberat bagi seorang ayah. Ketika mencintai putranya begitu besar maka ujiannya adalah dipisahkan darinya,” ungkap Dosen Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) itu.
Maka ditinggalkan Ismail oleh Ibrahim di tempat itu, kemudian datang kembali ternyata dengan membawa misi yang lebih berat: perintah untuk menyembelihnya. Allah menyatakan itu dengan tegas dalam al-Quran: Ibrahim mengatakan, “Wahai anakku, saya melihat di dalam tidur (bermimpi) bahwa saya menyembelihmu.”
Ghoffar lantas menuturkan, “Hari pertama Nabi Ibrahim ragu. Kemudian mimpi itu datang kembali. Nabi Ibrahim lalu berpikir ini bukan mimpi biasa. Hari ketiga mimpi itu datang lagi. Nabi Ibrahim mengatakan, Ini kepastian yang diperintahkan Allah. Lalu Allah mengatakan, wahai Ibrahim engkau telah membenarkan mimpi ini.”
Bukan Pengorbanan Biasa
Setelah itu Nabi Ibrahim bertanya pendapat putranya. Menurutnya, ini bukan pengorbanan biasa. Kalau biasa, mungkin harta kita yang diminta. Mungkin panen atau jabatan, bukan keluarga.
“Apa kata putranya (Ismail)?” tanya Ghoffar retorik, lalu menjawab, “Dengan tegas, dia menjawab, lakukan yang diperintahkan wahai Abah. Insyaallah engkau mendapatiku orang yang sabar.”
Adapun rangkaian seluruh peristiwa kurban Ibrahim dan Ismail, bahkan istrinya Hajar telah menjadi bagian penting dari ibadah haji dan kurban yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin. Ibadah-ibadah di dalam umrah, haji dan kurban, seperti tawaf, sa’i, wukuf, mabit, lontar jamarat, tahallul dan penyembelihan kurban itu sendiri adalah ibadah penting bagi umat Islam yang wajib ditunaikannya.
“Di sini menandakan peristiwa itu begitu dahsyat! Pada masa Ibrahim dan putranya Ismail menjadi sejarah yang tidak terlupakan dan menjadi syariat bagi kaum Muslimin seluruh dunia saat ini. Memang Islam agama yang diturunkan sejak awal Nabi Adam hingga Nabi Muhammad,” ujar Tim Pengembang Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah itu.
Hikmah Optimis dan Tawakkal
Dari sejarah ibadah itu, Ghoffar mengambil hikmah, ibadah kurban membawa kita mewujudkan keluarga yang kuat dan optimis dalam menatap masa depan. “Sering saat ini kita dihadapkan dengan cerita dan berita yang kadang membuat hati ini gundah gulana. Apa yang terjadi saat ini dan masa depan? Kita, manusia, jelas tidak memiliki pengetahuan untuk itu,” ungkapnya.
Dengan peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan Ismail AS, lanjutnya, kita mendapatkan bagaimana dua manusia ini senantiasa husnudzan kepada Allah SWT. “Mereka sangat mempercayai Allah. Ketakwaannya membawa mereka berprasangka baik kepada Allah,” imbuh BPP Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta dan BPP MBS Jombang itu.
Ghoffar lantas menegaskan, “Allah Maha Kaya. Kita manusia hanya bisa percaya dan husnudzan kepada Allah SWT. Tentu ikhtiar harus kita lakukan. Tapi manusia hanya bisa berikhtiar semampu yang bisa dilakukan. Semuanya tergantung Allah SWT.”
Menurutnya, yang perlu kita tanamkan hanya tawakal kepada Allah SWT. Di dalam al-Quran, lebih dari lima kali Allah menyebutkan, Allah sangat suka orang yang bertawakal. “Ternyata tawakal bukan sekadar pasrah tapi dimulai dengan usaha maksimal dan ikhtiar sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik. Lalu kita minta berdoa yang tidak pernah putus kepada Allah SWT,” ungkapnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni