Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan
Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan, liputan kontributor PCM GKB Gresik Waviq Amiqoh
PCM GKB – Banyaknya kasus yang menimpa perempuan, mengharapkan kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) mengambil peran keumatan dengan mendampingi korban dan pemberdayaan perempuan.
Hal ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dra Sri Rahayu dalam Seminar Perempuan dalam Membangun Peradaban Bangsa dan Indonesia yang diselenggarakan saat Musyawarah Wilayah (Musywil) XII Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Timur, Ahad (7/5/23).
Dia mengawali dengan menyampaikan, “Salah satu inspirator gerakan perempuan adalah RA Kartini,” ujarnya di Hall Sang Pencerah lantai 8 gedung I Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Sri, sapaan akrabnya, menyatakan, potret kaum perempuan saat ini telah banyak yang berprofesi atau bekerja, berpendidikan tinggi, bahkan berperpolitik dan mampu berkontribusi dalam pengambilan keputusan secara kritis dan konstruktif.
Perempuan mampu menjadi aktor strategis di dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera.
Beberapa permasalahan yang banyak dihadapi oleh perempuan. Pertama, adanya hambatan budaya dan konstruksi sosial yang besifat patriarki dan ketidakadilan gender yang berakibat mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), memiliki beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengatur rumah tangga, pendidik anak, dan lain lain serta stereotype.
Kedua, adanya marginalisasi perempuan di ranah ekonomi yang mengakibatkan adanya ketidak adilan terhadap perempuan misalnya marginalisasi sebagai PRT, TKW, buruh perempuan dan mengalami kekerasan phisik, kekerasan seksual, ekonomi, dan sosial.
Ketiga, kebijakan-kebijakan politik yang belum berpihak pada perempuan.
“Saat ini peran perempuan salah satunya sebagai peran domestik dengan menjadi ibu, anak dan istri, peran Keumatan dengan menjadi Nyai, ustadzah, guru atau dosen, dan perempuan dapat menjadi aktor strategis dalam pembangunan yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Peran Kebangsaan
Sri menjelaskan, salah satu peran kebangsaan bagi kaum perempuan yaitu perempuan harus bisa menjadi agen perubahan dan menghadirkan solusi bersama kaum lak-laki untuk semua persoalan bangsa.
“Perempuan adalah tiang negara sehingga baik dan rusaknya negara tergantung dari sikap perempuan, dan perempuan berkewajiban mendidik generasi penerus dan mampu mengambil bagian dalam pengingkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.”
Dia menyoroti banyaknya kasus-kasus yang menimpa perempuan dan mengharapkan kader NA mengambil peran.
Saat menutup materi, dia menyebutkan beberapa kader NA dalam posisi publik.
Pertama, Dr Ulfah Mawardi merupakan salah satu kader perempuan PDI Perjuangan yang sekaramg sebagai staf ahli menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kedua, Diyah Puspitarini SPd MPd dan Rita Pranawati sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Periode 2022-2027.
Ketiga, Fatmawati dan Soekarno merupakan kader idiologis Muhammadiyah, karena pernah menjadi pengurus di Bengkulu sehingga secara genetik PDI Perjuangan ada ikatan kuat dengan Muhammadiyah. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Saatnya Perempuan Mengambil Peran Strategis dalam Keumatan
Boedi Oetomo dan KH Ahmad Dahlan
Boedi Oetomo dan KH Ahmad Dahlan oleh Sugeng Purwanto.
PWMU.CO– Suatu hari Mas Joyosumarto mengunjungi saudaranya di kampung Kauman Yogyakarta. Dia ini orang dekat Ketua Boedi Oetomo dr Wahidin Sudiro Husodo yang membantu praktik dokter.
Dia diberitahu familinya bahwa KH Ahmad Dahlan ingin sekali bertemu dengannya. Joyosumarto terkejut ada apa KH Ahmad Dahlan mengharapkan ingin bertemu dengannya.
Pada hari Ahad Joyosumarto bertamu ke rumah Kiai Dahlan. ”Mari tuan, silakan duduk,” sambut Kiai Dahlan. ”Tuan dari mana?”
“Saya Joyosumarto dari Dagen Yogyakarta.”
”Wah, sudah lama kami harapkan bertemu dengan panjenengan. Alhamdulillah, dengan gembira dan suka hati, panjenengan kersa rawuh di rumah kami.”
”Inggih, Kiai, memang kami perlukan untuk memenuhi harapan Kiai. Ada kepentingan apa ingin bertemu saya?”
”Saudara Mas Joyo, saya mendengar berita yang didengar oleh orang banyak, katanya di Yogyakarta ini sekarang ada perkumpulan yang berdiri, namanya Boedi Oetomo yang dibangun oleh dr Sudiro Husodo, sedang Mas Joyo orang paling dekat dengan beliau, kami ingin dapat penerangan, tetapi karena saya belum mengenal anggota pengurus HB (Hoofdbestuur) Boedi Oetomo yang dari orang terpelajar, apakah mungkin saya dapat berkenalan dengan mereka?”
Mas Joyosumarto dengan hati-hati menjawab pertanyaan Kiai Dahlan yang agak panjang itu.
”Kiai, perkumpulan Boedi Oetomo itu perkumpulannya bangsa kita, didirikan dan dibangunkan oleh kita untuk memajukan bangsa kita. Jadi Kiai tak usah kecil hati, khawatir tidak diterima untuk mengenal, apa pula sebagai kiai tentu akan diterima dengan gembira dan besar hati oleh mereka,” ujar Joyosumarto. ”Pendek kata, nanti kami haturkan lebih dahulu hendaknya saling mengerti.”
”Baik,” kata Kiai Dahlan.
Kemudian jam sudah menunjukkan pukul 12.15, Mas Joyo minta diri. Kiai pun mengucapkan terima kasih. Di situlah kelihatan sifat kaum santri yang merasa rendah diri terhadap golongan terpelajar yang lain.
Demikian diceritakan secara detail keinginan Kiai Dahlan mengenal Boedi Oetomo. Penulis cerita itu adalah Kiai Syoedja’ murid KH Ahmad Dahlan dalam bukunya Cerita tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan Catatan Haji Muhammad Syoedja’.
Berkenalan dengan Priyayi
Kiai Dahlan pertama kali mendengar nama Budi Utomo dari muridnya di Kweekschool. Muridnya itu menyarankan sekolah yang didirikan di rumahnya supaya dikelola secara organisasi seperti Boedi Oetomo. Apabila pendirinya wafat masih ada yang meneruskan yaitu organisasi itu.
Pada tahun 1907, di kota Yogyakarta berdiri organisasi bernama Boedi Oetomo. Organisasi ini dibangun dan dipimpin oleh dr Wahidin Sudiro Husodo, orang Yogya lulusan School tot Opleiding voor Indische Artsen (STOVIA) Jakarta.
Anggotanya para sarjana golongan terpelajar. Para guru sekolah menengah Gouverment Belanda, misalnya Kweekschool, Normaal School, Opleiding school OSVIA dan H.K. School.
Di antaranya R. Budiharjo, R. Dwijosewoyo, R. Ngabei Sosrosugondo, Pangeran Notodirejo Pakualaman, RM Gondoatmojo. Semua itu duduk sebagai Hoofd Bestuur Boedi Oetomo.
Sejak kenal nama Boedi Oetomo, Kiai Dahlan penasaran ingin mengenal organisasi itu dan orang-orangnya. Maka dia dikenalkan dengan Mas Joyosumarto itu.
Kemudian dikisahkan, pengurus Boedi Oetomo senang hati menerima perkenalan kiai terkemuka dari kampung Kauman. Kiai Dahlan diundang hadir hari Sabtu malam dalam rapat pengurus. Pertemuan bertempat di rumah ketua dr Sudiro Husodo di Ketandan Yogyakarta.
Setelah dua tiga kali Kiai Dahlan menghadiri rapat pengurus Boedi Oetomo, makin jelas dan makin terang tujuan Boedi Oetomo dan tertarik masuk menjadi anggota.
Kiai Dahlan ingin belajar berorganisasi. Apalagi di Boedi Oetomo bisa memberikan penerangan Islam secara akliyah, ilmiah, dan naqliyah. Di akhir rapat Boedi Oetomo Kiai Dahlan selalu diminta ceramah agama Islam.
Setelah berjalan beberapa kali ceramah Islam yang disampaikan dalam bahasa Jawa itu, Kiai Dahlan bertanya, apakah pelajaran agama seperti itu bisa disampaikan di Kweekschool di Jetis Yogyakarta. Raden Budiharja, Kepala Guru Kweekschool, memberikan jalan.
Itulah jalan cerita KH Ahmad Dahlan bisa mengajar agama di sekolah pemerintah.
Cara Mendirikan Muhammadiyah
Setelah bergaul dengan pengurus Boedi Oetomo, Kiai Dahlan ingin mendirikan organisasi untuk madrasahnya. Lalu dia sampaikan kepada murid-muridnya yang tak paham organisasi. ”Kamu sanggup ikut duduk dalam pengurus perkumpulan itu?”
Mereka sama menjawab,”Insyaallah.”
Kemudian Kiai Dahlan meminta tolong Mas Budiharjo dan Raden Dwijosewoyo untuk membantu mendirikan organisasi. Dua orang itu memberi informasi syarat mendirikan organisasi yang diinginkan Kiai Dahlan.
1. Murid Kweekschool tidak dapat ikut duduk dalam perkumpulan karena dilarang oleh
Hoofd Inspectuur.
2. Calon pengurus supaya diambil dari orang-orang dewasa jangan terlalu muda.
3. Nama perkumpulan apa.
4. Maksud dan tujuan apa.
5. Tempatnya di Yogyakarta
6. Untuk melaksanakan hal ini sampai beres, Boedi Oetomo sanggup membantu, tetapi syarat-syaratnya harus diminta oleh sedikitnya tujuh anggota biasa Boedi Oetomo kepada HB Boedi Oetomo. Karena itu disarankan tujuh anggota dari Kauman masuk menjadi anggota biasa Boedi Oetomo.
Kiai Dahlan segera mengumpulkan murid-muridnya. Dijelaskan syarat nomor 2 yaitu siapa saja calon pengurusnya.
Soal nama organisasi, Kiai Dahlan sudah punya yaitu Muhammadiyah. Nama itu diambil dari nama Nabi Muhammad saw.
Ditambah dengan kata ’iyah’di belakang sebagai nisbah, hendaknya barang siapa yang menjadi anggota Muhammadiyah dapat menyesuaikan diri dengan pribadi Nabi Muhammad saw.
Maka dipilihlah tujuh orang menjadi anggota Boedi Oetomo cabang Kauman. Tujuh orang itu R. Syarkawi, Abdulgani, M. Syoedja’, M. Hisyam, M. Fakhrudin, M. Tamim, dan KH Ahmad Dahlan.
Tujuh orang itu mengajukan surat permintaan kepada HB Boedi Oetomo untuk menjadi anggota biasa dengan membayar iuran tiap bulan 0,25 gulden seorang.
Setelah permintaan diterima dan diberi tanda anggota, lalu tujuh anggota itu memajukan permohonan kepada HB Boedi Oetomo untuk mengusahakan permohonan izin (recht persoon) kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah. (*)
Spemdalas Baksos Idul Adha di Empat Dusun Ini
Spemdalas Baksos Idul Adha di Empat Dusun Ini, liputan kontributor PCM GKB Gresik Ichwan Arif
PCM GKB– SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur mengadakan Bakti Sosial (Baksos) Idul Adha di empat dusun di Kecamatan Benjeng Gresik, Jawa Timur, Jumat (30/6/2023).
Ketua Panitia Baksos Mohammad Nurhasan SPd menjelaskan kegiatan Baksos kali ini sasarannya berada di 3 dusun, yaitu Dusun Rayong, Nyanyat, Bulurejo, dan Karangan.
“Dusun Rayong, Nyanyat, dan Bulurejo tersebut berada di dekat SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, sedangkan Dusun Karangan letaknya lumayan jauh, sekitar 10 kilometer dari lokasi sekolah,” kata Koordinator Pembiasaan Kelas VII dan VIII ini.
Dia menuturkan dalam baksos ini ada 4 sapi yang disembelih di lokasi SMP Muhammadiyah 8 Benjeng. Penyembelihan dan pemotongan dilakukan oleh panitia yang sudah disiapkan oleh SMP Muhammadiyah 8 Benjeng.
“Panitia tersebut terdiri dari masyarakat sekitar, guru dan karyawan, serta Pemuda Muhammadiyah Benjeng. Alhamdulillah kegiatan penyembelihan, pemotongan daging, dan pembungkusan berjalan lacar sesuai dengan yang sudah direncanakan,” katanya, Sabtu (1/7/2023).
Berkurban Bersama untuk Sesama
Mohammad Nurhasan menjelaskan kegiatan Baksos tahun ini mengangkat tema Berkurban Bersama untuk Sesama. Dalam kegiatan ini, Spemdalas mengajak 7 siswa dan 6 guru pendamping.
“Dengan diadakannya Baksos ini lebih menitikberatkan pada pembelajaran karakter sosial siswa. Mereka diajak secara langsung untuk melakukan proses pemotongan daging, penimbangan, pembungkusan, dan distribusi daging ke warga sekitar,” tuturnya.
Berkurban Bersama untuk Sesama yang dijadikan tema, lanjutnya, memiliki tujuan adalah bagaimana mereka belajar karakter sosial dengan cara membagikan daging kurban ke warga. Dengan model ini, sambungnya, mereka akan bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
“Siswa langsung bisa belajar di lingkungan sekitar melalui baksos ini. Mereka tidak menjadi penonton, tetapi mereka langsung bisa praktik. Meskipun hanya sebatas memotong daging, menimbang, membungkusi, dan menyerahkan daging kurban, tetapi proses ini adalah pengalaman yang bisa diambil,” jelasnya.
Semoga, tekannya, siswa memperoleh nilai pembelajaran dari proses baksos yang sudah diikuti ini. (*)
Editor Muhammad Nurfatoni.
Naik Terus Siswa Smamio yang Diterima di PTN
PCM GKB – Naik terus siswa Smamio (SMA Muhammadiyah 10 GKB) Gresik yang lolos perguruan tinggi negeri (PTN) selama tiga tahun terakhir ini.
Hal ini sesuai dengan harapan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Smamio Ulyatun Nikmah kepada siswa kelas XII. Dia berharap lebih banyak siswa yang masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
“Alhamdulillah merasa senang atas pencapaian Smamio yang terus meningkat dan lebih baik dari tahun kemarin. Ini merupakan kabar membahagiakan bagi kami, ustadz ustadzah Smamio,” ungkapnya, Rabu (27/06/23)
Dia menyampaikan pencapaian ini tak lepas dari motivasi, usaha, dan doa yang mengiringi siswa dalam mencapai kampus impian masing-masing.
“Semangat, motivasi dan doa yang mengiringi siswa mencapai kampus Impian masing masing. Terima kasih ustad ustadzah yang membimbing siswa dan orang tua yang selalu support terhadap semua program sekolah,” jelas Ulya.
Tahun 2021, siswa Smamio yang lolos di perguruan tinggi negeri lewat jalur prestasi dan tes sebesar 14,1 persen Di tahun 2022, jumlah siswa diterima di perguruan tinggi negeri sebesar 23,7 persen, sedangkan tahun 2023 sebesar 40,8 persen. Hal ini, menurut Ulya merupakan capaian terbaik dari Smamio yang menunjukan hampir 50 persen siswa siswinya di terima di PTN melalui jalur SNBP (prestasi) dan SNBT (tes).
Kordinator Sekolah Lanjutan dan Alumni Smamio, Novania Wulandari SPd menjelaskan sebanyak 16 PTN yang tersebar di seluruh indonesia dan 1 perguruan tinggi luar negeri menjadi rujukan siswa Smamio dalam meraih impian mereka usai dinyataakan lulus dari Smamio. Jumlah PTN ini masih terus bertambah seiring dengan jalur masuk PTN yang masih dibuka sampai saat ini.
Berikut PTN yang dimasuki siswa Smamio tajun ini: Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Jatim, PPNS, UIN Malang, UIN Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Jember, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Poltekkes Kemenkes Malang, STMM Yogyakarta dan satu kampus luar Negeri University of Toronto St. George.
Ulya berharap siswa kelas XII angkatan ke-5 Smamio berhasil meraih impian di kampus yang diharapkan.
“Semoga kesuksesan selalu menyertai siswa angkatan ke-5 Smamio, baik yang melanjutkan pendidikan perguruan tinggi negeri maupun swasta,” tandasnya.
Pjs Wakil Pengembangan Pendidikan, Frima Yulita MPd menyatakan bahwa angkatan ke-5 memiliki rencana dan tujuan untuk mencapai kampus impiannya.
“Angkatan ke-5 memiliki strategi dalam merencakan untuk bisa mencapai kampus impian, berhasil dan terbukti siswa Smamio diterima di berbagai kampus impian dengan kemampuan dan potensi yang beragam,” jelasnya.
“Semoga tetap istikamah dalam menjaga semangat mengejar cita-citanya,” harapnya. (*)
Penulis Nur Alfi Syahriyah Editor Mohammad Nurfatoni
Shalat Id di GKB Convex Diikuti 5000 Orang, Antrean Mobil Mengular
Shalat Id di GKB Convex Diikuti 5000 Orang, Antrean Mobil Mengular; Liputan Kontributor PCM GKB Gresik Waviq Amiqoh.
PCM GKB – Antusiasme warga di sekitar perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik mengikuti shalat Idul Adha 1444 sungguh luar biasa.
Hampir 5000 orang, tepatnya 4.820, menghadiri shalat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB di GKB Convex, Gresik, Rabu (28/6/23).
Wakil Ketua Bidang Pustaka, Informasi, Media Sosial, dan Pengembangan Ranting Yudo Broto SE menjelaskan, “Jama’ah terdiri dari 2.520 orang laki-laki dan 2.300 orang perempuan.”
Dalam kesempatan itu bertindak sebagai imam Ustadz Sahmun dan khotib Ustadz H Ghoffar Ismail SAg MA ketua divisi kader Majelis Tarjih dan Tajdir Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Salah satu jamaah perempuan Sayyidah Nuriyah SPsi menjelaskan kondisi di lapangan usai shalat Id. “Mobil mengular antre panjang banget. Alhamdulillah banyak panitia maupun petugas keamanan yang bantu mengarahkan. Jadi alur antreannya tetap rapi meski ada mobil dan motor sebanyak itu,” ujarnya.
Dia juga mengungkap, imbas kemacetannya sampai di Jalan Jawa, yakni sekitar depan Perumahan Jawa Indah. “Tapi di jalanan yang arah sebaliknya lapang banget, hampir nggakada kendaraan lewat,” kenangnya.
“Bahkan di pintu keluar utara sempat berhenti cukup lama, nggak gerak sama sekali. Yang di gerbang selatan meski lebih panjang antreannya tapi lebih lancar (merambat),” imbuhnya.
Disiarkan Langsung
Saat H-2 pelaksanaan shalat Idul Adha PCM GKB membentuk tim peliput acara dan live streaming YouTube.
Sekretaris Majelis Pustaka, Informasi, Media Sosial, dan Pengembangan Ranting Maulana Salya Kurniawan mengundang tim untuk koordinasi persiapan peliputan acara Shalat Idul Adha.
Pada H-1 anggota PCM GKB dengan sigap mempersiapkan area shalat, perlengkapan sound system, peta rute parkir kendaraan roda dua dan roda empat, kanal Youtube untuk live streaming dan dokumentasi via drone.
Berikut link YouTube shalat Idul Adha 1444 PCM GKB Gresik: https://youtube.com/live/ (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Infak Shalat Id PCM GKB Tahun Ini Capai Rp 145 Juta
Infak Shalat Id PCM GKB Tahun Ini Capai Rp 145 Juta, Liputan Kontributor PCM GKB Waviq Amiqoh.
PCM GKB – Perolehan infak shalat Idul Fitri dan Idul Adha 1444 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) di GKB Convex, Gresik pada 21 April 2023 dan 28 Juni 2023 mencapai Rp 145 Juta.
Rinciannya: perolehan infak shalat Idul Fitri Rp 78.866.000 dan infak shalat Idul Adha Rp 65.770.000 sehingga total Rp 144.636.000 atau dibulatkan RP 145 juta.
Wakil Ketua PCM GKB Bidang Tabligh, Masjid dan Pendidikan Kader Muharjo mengatakan, “Saya sungguh bangga dan terharu dengan jumlah perolehan infak pada shalat Id tahun ini.”
Hasil ini sebagian akan didonasikan untuk proyek pembangunan Masjid Al Mizan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) di Pondok Permata Suci (PPS) Gresik dan kembali untuk kemaslahatan umat.
Dia menambahkan, “Kami bersinergi dengan anggota PCM GKB dalam membentuk kepanitiaan seperti bagian shaf, bagian kotak infak, bagian publikasi, dokumentasi dan bagian lainnya.”
Dalam kepanitian kami membuat suasana menjadi kompak dan gembira dengan santai, serius dan sukses serta secara sinergi, kolektif, dan kolegial sehingga kita dapat bermuhammadiyah yang mencerahkan bagi umat.
“Kami bersyukur bisa memberikan yang terbaik bagi jamaah shalat Id di GKB Convex,” ujarnya.
Dia berdo’a, “Semoga berkah dalam kebermanfaatan dan semoga menjadi catatan amal yang sholeh bagi yang berinfak.”
Perbaikan akan terus dilakukan untuk melayani warga Muhammadiyah khususnya dan umat islam secara menyeluruh.
Senada dengan hal itu Wakil Ketua PCM GKB bidang Pustaka, Informasi, Media Dosial, dan Pengembangan Ranting Yudo Broto SE menjelaskan, “Hampir 5000 orang, tepatnya 4820 dengan detail jamaah laki-laki 36 shaf, per shaf 70 sehingga berjumlah 2.520 orang dan jamaah perempuan ada 23 shaf, per shaf 100 orang sehingga jumlahnya 2.300 orang.” (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Kesabaran, Hikmah dari Peristiwa Kurban
PCM GKB – Kesabaran adalah hikmah dari peristiwa berkurban. Hal ini disampaikan oleh Ketua Divisi Kader Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ustadz H. Ghoffar Ismail SAg MA.
Dia menyampaikan dalam khutbah shalat Idul Adha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) di GKB Convex, Gresik, Rabu (28/6/23).
Dalam khutbahnya, Ghoffar menyampaikan hikmah peristiwa kurban. Salah satunya adalah kesabaran. Ketika seseorang sudah pasrah kepada Allah, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Ismail, maka selanjutnya perlu bersabar.
“Allah SWT banyak menyatakan kesabaran dalam al-Quran. Bahkan secara khusus, Allah meminta kita melakukan sabar dan shalat. Tidak mungkin Nabi Ibrahim bisa melakukan misi yang begitu hebat kalau beliau tidak sabar. Maka dalam hidup ini, kesabaran adalah qanaah (menerima) apa yang diberikan Allah SWT dalam ketakwaan kepadaNya,” terangnya.
Dia melanjutkan, “Kesabaran adalah qana’ah, menerima apa yang diberikan Allah SWT di dalam ketakwaan kepada-Nya.”
Kesabaran dan tawakal ini harus didasari tauhid yang benar kepada Allah SWT.
Peristiwa demi peristiwa kita lalui, baik di antara kaum Muslimin terjadi perbedaan contohnya perbedaan hari raya maupun perbedaan kaum Muslimin dengan non-Muslim.
“Peristiwa ini mengajarkan pada kita bahwa dalam menghadapinya membutuhkan tauhid dan keimanan kepada Allah SWT,” tegasnya.
Keimanan yang benar atau tauhid yang benar akan menghasilkan kebersihan jiwa dan kesucian diri kita untuk melihat bahwa Allah SWT pasti memberikan yang terbaik dalam hidup ini.
Dia menekankan, “Jangan mengatakan bahwa perbedaan adalah sebuah kesulitan dan kehancuran.”
Perbedaan adalah rahmat meski hadits itu dhaif, tapi di dalamnya kita saling membantu, menerima, berbesar hati dan toleransi.
Di situlah akan ada kemauan untuk evaluasi yang menghasilkan kecerdasan lainnya sehingga muncul kerjasama dan sinergi.
Dia berharap, “Ini adalah awal, semoga kedepan perbedaan ini tidak terjadi lagi ketika umat Islam menyepakati kalender hijriyah yang berlaku untuk seluruh kaum Muslimin.”
Hal ini sebenarnya telah disepakati Organisasi Konferensi Islam (OKI) terkait Idul Adha yaitu mengikuti Arab Saudi tapi karena ada persoalan-persoalan yang belum selesai semoga segera bisa terselesaikan.
Selain itu, hubungan kita dengan orang lain juga membutuhkan keimanan atau tauhid yang benar apalagi di dalam keluarga kita.
“Marilah kurban ini kita jadikan momentum untuk mendidik keluarga kita dengan pendidikan yang kuat, menjadi manusia-manusia yang sabar dan optimis dalam menghadapi masa depan,” ajaknya.
Kurban ini akan melahirkan orang-orang yang taat kepada Allah SWT, orang tua dan orang-orang yang memberikan kebaikan pada sesama sehingga kita bisa berbagi dan memberi dalam rangka ketaatan kita pada Allah SWT.
“Marilah kita berdoa pada Allah SWT semoga seluruh peristiwa dan rangkaian apapun yang terjadi tidak lain adalah skenario dari Allah SWT yang membawa kebaikan,” ajaknya. (*)
Penulis Waviq Amiqoh Editor Mohammad Nurfatoni
Belajar Husnudzan pada Allah dari Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail
Belajar Husnudzan pada Allah dari Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail; Liputan Sayyidah Nuriyah
PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, didukung oleh Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, menggelar shalat Idul Adha di lapangan GKB Convex. Alamatnya di Jalan Jawa, Karanggondang, Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Tepat sebelum shalat Id dimulai, ada pengumuman kepada para jamaah yang telah memadati lapangan itu. Lazismu PCM GKB Gresik menyalurkan total 50 sapi dan 16 kambing dari 350 peserta.
Rinciannya: baksos sekolah 14 sapi 9 kambing, di Spemdalas 13 sapi 7 kambing, di Tulung Kramat Panti Asuhan Muhammadiyah Gresik 3 sapi, di Ponorogo 1 sapi, dan 19 sapi di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim untuk alokasi ketahanan pangan.
Usai shalat, Ghoffar Ismail menyampaikan khutbahnya. Pria asli Lamongan yang kini tinggal di Yogyakarta itu menjabat Ketua Divisi Kader Majelis Tarjih dan Tadjid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dia juga pendiri Pusat Dakwah Muhammadiyah (Muallaf) Minggir (PDMM) Sleman.
Di awal khutbahnya, Badan Pembina Pesantren (BPP) Pesantren Tahfidz Atmowahono Sukoharjo dan BPP MBS al-Itqan Brondong ini menegaskan, “Kurban merupakan peristiwa yang sangat asasi dalam kehidupan kaum Mukminin. Di sana ada sejarah, ibadah, dan hikmah yang bisa kita ambil untuk memperbaiki hidup saat ini dan masa depan.”
Ustadz Ghoffar—panggilan akrabnya—mengungkap, dalam sejarah, kurban bukan hanya peristiwa yang baru dialami para nabi-nabi di akhir tapi sudah sejak masa Nabi Adam AS. “Yakni pada peristiwa putranya, Qabil dan Habil, untuk diterimanya sebuah amal melalui sebuah proses pengorbanan,” ujarnya, Rabu (28/6/2023).
Ujian Terberat Ayah
Kemudian mendapatkan momentum dahsyat ketika pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS. “Ibrahim contoh paling nyata! Di dalamnya berisi ketaatan kepada Allah, ketakwaan, kesabaran, dan tawakal yang dilandasi tauhid yang benar kepada-Nya,” imbuh penggagas dan juga ketua BPP Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta ini.
Hal ini, kata Ghoffar, tercermin mulai dari Nabi Ibrahim tidak mempunyai anak. Kemudian Allah memberikan putra yang sangat disayanginya. Tapi putra yang sangat disayangi ini kemudian diuji Allah untuk diletakkan di tempat yang sangat asing, di lembah yang tidak memiliki tumbuhan.
“Itulah ujian terberat bagi seorang ayah. Ketika mencintai putranya begitu besar maka ujiannya adalah dipisahkan darinya,” ungkap Dosen Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) itu.
Maka ditinggalkan Ismail oleh Ibrahim di tempat itu, kemudian datang kembali ternyata dengan membawa misi yang lebih berat: perintah untuk menyembelihnya. Allah menyatakan itu dengan tegas dalam al-Quran: Ibrahim mengatakan, “Wahai anakku, saya melihat di dalam tidur (bermimpi) bahwa saya menyembelihmu.”
Ghoffar lantas menuturkan, “Hari pertama Nabi Ibrahim ragu. Kemudian mimpi itu datang kembali. Nabi Ibrahim lalu berpikir ini bukan mimpi biasa. Hari ketiga mimpi itu datang lagi. Nabi Ibrahim mengatakan, Ini kepastian yang diperintahkan Allah. Lalu Allah mengatakan, wahai Ibrahim engkau telah membenarkan mimpi ini.”
Bukan Pengorbanan Biasa
Setelah itu Nabi Ibrahim bertanya pendapat putranya. Menurutnya, ini bukan pengorbanan biasa. Kalau biasa, mungkin harta kita yang diminta. Mungkin panen atau jabatan, bukan keluarga.
“Apa kata putranya (Ismail)?” tanya Ghoffar retorik, lalu menjawab, “Dengan tegas, dia menjawab, lakukan yang diperintahkan wahai Abah. Insyaallah engkau mendapatiku orang yang sabar.”
Adapun rangkaian seluruh peristiwa kurban Ibrahim dan Ismail, bahkan istrinya Hajar telah menjadi bagian penting dari ibadah haji dan kurban yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin. Ibadah-ibadah di dalam umrah, haji dan kurban, seperti tawaf, sa’i, wukuf, mabit, lontar jamarat, tahallul dan penyembelihan kurban itu sendiri adalah ibadah penting bagi umat Islam yang wajib ditunaikannya.
“Di sini menandakan peristiwa itu begitu dahsyat! Pada masa Ibrahim dan putranya Ismail menjadi sejarah yang tidak terlupakan dan menjadi syariat bagi kaum Muslimin seluruh dunia saat ini. Memang Islam agama yang diturunkan sejak awal Nabi Adam hingga Nabi Muhammad,” ujar Tim Pengembang Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah itu.
Hikmah Optimis dan Tawakkal
Dari sejarah ibadah itu, Ghoffar mengambil hikmah, ibadah kurban membawa kita mewujudkan keluarga yang kuat dan optimis dalam menatap masa depan. “Sering saat ini kita dihadapkan dengan cerita dan berita yang kadang membuat hati ini gundah gulana. Apa yang terjadi saat ini dan masa depan? Kita, manusia, jelas tidak memiliki pengetahuan untuk itu,” ungkapnya.
Dengan peristiwa yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan Ismail AS, lanjutnya, kita mendapatkan bagaimana dua manusia ini senantiasa husnudzan kepada Allah SWT. “Mereka sangat mempercayai Allah. Ketakwaannya membawa mereka berprasangka baik kepada Allah,” imbuh BPP Pondok Pesantren Tahfidz Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta dan BPP MBS Jombang itu.
Ghoffar lantas menegaskan, “Allah Maha Kaya. Kita manusia hanya bisa percaya dan husnudzan kepada Allah SWT. Tentu ikhtiar harus kita lakukan. Tapi manusia hanya bisa berikhtiar semampu yang bisa dilakukan. Semuanya tergantung Allah SWT.”
Menurutnya, yang perlu kita tanamkan hanya tawakal kepada Allah SWT. Di dalam al-Quran, lebih dari lima kali Allah menyebutkan, Allah sangat suka orang yang bertawakal. “Ternyata tawakal bukan sekadar pasrah tapi dimulai dengan usaha maksimal dan ikhtiar sungguh-sungguh, melakukan yang terbaik. Lalu kita minta berdoa yang tidak pernah putus kepada Allah SWT,” ungkapnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Bolehkah Panitia Mendapat Bagian Daging Kurban?
Bolehkah Panitia Mendapat Bagian Daging Kurban? Oleh Ustadzah Ain Nurwindasari
PWMU.CO – Kurban (udhiyah) ialah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan cara menyembelih hewan ternak berupa unta, sapi, atau kambing untuk kemudian dibagikan kepada orang lain juga dikonsumsi oleh shahibul kurban itu sendiri.
Praktik penyembelihan hewan kurban yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ialah dilakukan oleh shahibul kurban itu sendiri juga boleh diwakilkan kepada orang lain. Hal ini setidaknya terekam dalam hadis berikut:
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radliallahu ‘anhu
أن النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ ) رواه البخاري(5558) ومسلم (1966).
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam menyembelih dua ekor domba yang amat gemuk maka aku melihat beliau meletakkan kaki beliau yang mulya pada lambung domba tadi seraya mengucapkan basmalah dan bertakbir lalu menyembelih keduanya dengan tangan beliau yang mulya.” Hadits Riwayat Bukhari ( 5558 ) dan Muslim ( 1966 ).
Adapun hadis dari Jabir bin Abdullah menyebutkan:
أن النبي صلى الله عليه وسلم: (.. نَحَرَ ثَلَاثًا وَسِتِّينَ بِيَدِهِ ثُمَّ أَعْطَى عَلِيًّا فَنَحَرَ مَا غَبَرَ) رواه مسلم (1218).
“Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah menyembelih hewan kurban sebanyak enam puluh tiga ekor dengan tangan beliau kemudian memberikan sisa hewan sembelihan kepada Sahabat Ali Radliallahu Anhu. Hadits Riwayat Muslim (1218 ).
Pada saat ini penyembelihan hewan kurban umumnya dilaksanakan oleh lembaga ataupun panitia kurban. Maka panitia kurban dapat diqiyaskan dengan perwakilan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib RA saat menyembelih hewan kurban.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa keberadaan panitia kurban dipandang perlu dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan ibadah kurban, kedudukannya sebagai orang yang membantu pelaksanaan ibadah kurban.
Hukum Panitia Mendapat Bagian Daging
أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ، وَأَنْ يَقْسِمَ بُدْنَهُ كُلَّهَا، لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلَالَهَا، وَلَا يُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا شَيْئًا»
“Sungguh Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Nabi saw memerintahkan Ali agar ia melaksanakan kurban dan memerintahkan pula agar ia membagikan semuanya dagingnya, kulitnya dan pakaiannya dan beliau pun agar tidak memberikan sedikit pun dari hewan kurban dalam pekerjaan jagal.” (HR al-Bukhari).
Dengan demikian yang perlu diperhatikan ialah bahwa kepanitiaan kurban adalah telah ada contohnya di masa Rasulullah yakni dalam penyembelihan sampai pembagian hewan kurban dalam rangka memudahkan shahibul kurban. Namun tidak diperkenankan diambilkan upah dari bagian dari hewan kurban baik untuk panitia maupun jagal hewan kurban.
Bagaimana dengan bagian hewan kurban untuk panitia?
Nari nash-nash yang ada tidak ditemukan ketentuan secara khusus bagian dari hewan kurban yang diberikan kepada panitia kurban, justru yang ada adalah larangan mengambil bagian hewan kurban sebagai upah untuk jagal.
Namun demikian sebagaimana masyarakat lainnya, panitia kurban adalah warga yang sedang hadir dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban.
Dalam al-Hajj ayat 36 disebutkan:
وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
‘Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.’
Dengan demikian panitia boleh mendapatkan bagian hewan kurban sebagaimana warga lainnya yang mendapat bagian dari hewan kurban.
Wallahu a’lam bish shawab. (*)
Ustadzah Ain Nurwindasari SThI, MIRKH adalah anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Asiyiyah (PDA) Gresik; alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PP Muhammadiyah dan International Islamic University of Malaysia (IIUM); guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.
Editor Mohammad Nurfatoni
Inilah 75 Titik Lokasi Shalat Idul Adha 28 Juni di Kabupaten Gresik
PCM GKB – Warga Muhammadiyah Kabupaten Gresik akan melaksanakan shalat Idul Adha 1444 secara serentak di 75 titik lokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu 28 Juni 2023).
Shalat Idul Adha akan dilaksanakan pada pukul 06.00 WIB di lokasi masing-masing.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 1/MLM/I.O/E/2023, Idul Adha 1444 jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023. Penetapan ini sehari lebih awal dari keputusan pemerintah yang menetapkanIdul Adha pada hari Kamis 29 Juni 2023.
Meski berbeda dengan pemerintah, Idul Adha Muhammadiyah bersamaan dengan yang ditetapkan oleh Kerajaan Saudi Arabia. Sebagai khadimul haramain, Arab Saudi menetapkan hari Arafah pada Selasa 27 Juni 2023, sehingga Idul Adha jatuh pada hari yang sama dengan Muhammadiyah, yakni Rabu 28 Juni 2023.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik H Anas Thohir SAg MPdI menyampaikan walaupun perayaan Idul Adha tahun ini berbeda tetapi tidak mengurangi semangat beribadah dalam ber-idul adha.
“Semoga kita semua mendapat keberkahan di hari raya idul adha, selain itu juga memberikan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari lebih-lebih kehidupan di akhirat nanti,” tuturnya, Senin (26/6/2023)
Menurutnya perbedaan ini ranah ijtihad masing masing yang tidak bisa disalahkan begitu saja tanpa dalil kuat. “apalagi mengharamkan dan mengatakan tidak sah shalat idul adhanya,” ujar pria kelahiran Gresik ini.
Jadi yang menganggap haram dan tidak sah itu terburu-buru menghukumkan sesuatu, tambahnya, mungkin atas dasar emosi.
“padahal ijtihad itu dilakukan bila benar akan dapat pahala dua kali lipat. Sedang apabila salah, tetap akan mendapat pahala satu,” jelasnya.
Dia kemudian menegaskan ijtihad Muhammadiyah dengan menentukan dimulainya puasa dan 1 Dzulhijjah menggunakan metode wujudul hilal hakiki.
Inilah Daftar Lokasi, Imam dan Khatib Shalat Idul Adha 1444 Kabupaten Gresik
- Masjid Al Aqsha: Imam dan Khatib: Ustadz A Basith Mauly SAg MA
- Lapangan Dusun Panggang Desa Lebani Suko Wringinanom: Imam dan Khatib: H Imam Sugiri
- Masjid Sekarputih: Imam dan Khatib: Gunari Makmur SPd
- Prambon: Imam an Khatib: Drs Af Dinawi
- Barat Klotok: Imam dan Khatib: Prayudi Harianto MM PhD
- Halaman Masjid At Taqwa Pongangan Indah Manyar: Dr M Arfan Muammar MPd
- Balungpanggang: Imam dan Khatib: M Faris SSI MPd
- Mojoroto: Imam dan Khatib: M Zainudin SH
- Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik: Imam, Ustadz Chairul Anam, Khatib: KH Mukhtar Buchari BA
- Pilangsari: Imam dan Khatib: M Ishaq Fahlevi SPd
- Karangwungu: Imam dan Khatib: Aris Setiawan Spd
- Kedungsumber: Imam dan Khatib: Anton Subagio Spd
- Pucung: Imam dan Khatib: Prof Zainuddin Maliki
- Karangasem: Imam dan Khatib: Karim Isnadi SPd
- Mambung Lor: Imam dan Khatib: Ja’far Shodiq MPd
- Menganti: Imam dan Khatib: Wahyu Setia Budi SH
- Karang Semanding: Imam dan Khatib: Subhan Syarif MPdI
- Karangmalang: Imam dan Khatib: Jaelani SPd
- Banjar Melati: Imam dan Khatib: H Mat Rais
- Halaman Masjid Al Ishlah Sidowungu Menganti: Imam dan Khatib Drs Husnul Khuluq MPd
- Wotan Sari: Imam dan Khatib: Mulyadi SPd
- Jedong Sekarputih: Imam dan Khatib: Muhammad SPd
- Halaman MI Nurul Huda Lengkong: Imam dan Khatib: Muhammad Dahlan Sholeh Lc
- Halaman Centro Regency Mayjen Sungkono Kedanyang: Imam Khatib: Ustadz Adi Mustofa SPdi MPdi
- Multi Sarana Plaza Ramayana: Imam, Sulaiman Al Hafidz SE, Khatib: Drs KH Syaifuddin Zaini MPdi
- Halaman SD Muhammadiyah 3 Gresik: Imam, Eka Wins Putra. Khatib: Sya’roni SE
- GKB Convex Gresik: Imam, Ustadz Sahmun. Khatib: Dr H Ghoffar Ismail MAg
- Halaman Masjid At Taqwa Ngering Cerme: Imam dan Khatib: Afifuddin SAg MPdI
- Mushala An-Nur: Imam dan \Khatib: Ustadz Dr Fiki Risalah MA
- Halaman Masjid At Taqwa Tanggulrejo Manyar: Imam dan Khatib: Toha Mahsun M Hes
- Halaman SMA Negeri Cerme: Imam dan Khatib: Muhammad Yusuf Assanusi SPd
- Halaman Masjid Sabilillah Cerme Kidul: Imam dan Khatib: Ustadz Suhali SAg MPdi
- Lapangan Gembus Bungah: Imam dan Khatib: Muhammad Mandom SSy SPdi
- Halaman Masjid Taqwa Melirang: Imam dan Khatib: Ustadz Drs Mahfuddin
- Halaman PAY Mojopurogede Bungah: Imam dan Khatib Ustadz Arich Hawary Anshorullah
- Halaman Masjid Al-Jihad Dusun Pucung Sidomukti: Imam dan Khatib: Aditya Akbar Hakim SPd
- Halaman Masjid Muhammadiyah Desa Tanjungwidoro Mengare: Imam dan Khatib: Ustadz Anas Hamili
- Halaman Masjid Al Amin: Imam dan Khatib: Ustad Umar Sodik
- Halaman Masjid Darul Falah Kedungjati: Imam dan Khatib: Ustadz Imam Rabbani Wahyudi SPdI
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah: Imam, Ismail Hasan SSos, Khatib: Drs Lutfi MPd
- Halaman Masjid Al Furqon Legundi: Imam dan Khatib: Drs H Kusbandi MPdI
- Halaman Masjid Nur Hidayah Driyorejo: Imam dan Khatib: Muhammad Naufal LC MPd
- Lapangan Sepak Bola Dukun: Imam, Rahmat Alamsyah SPdi Mpdi. Katib: Dr H Muhammad Hambal Syafwan Lc MPdI
- Lapangan Sektor 2 Perum Griya Kencana Mojosarirejo Driyorejo: Imam dan Khatib Ahmad Chusaini SAg
- Lapangan Masjid Al Furqon Bambe Driyorejo: Ustad dan Khatib: Muhammad Seger
- Halaman Masjid Al-Kautsar Karangrejo: Imam dan Khatib: Wahid Abdurrahman MPd
- Lapangan Selatan Masjid Nur Hidayah Sumput Asri: Imam dan Khatib: Ustadz Haris Nuruzzaman SThI
- Lapangan Desa Sambogunung Dukun: Imam dan Khatib: Drs H Salim Basawwat MA
- Halaman Masjid Al-Ikhlas Mentaras Dukun: Imam Khatib: Drs Muhammad Abidin
- Halaman Masjid Al-Ikhlas Baron Dukun Gresik: Imam dan Khatib: Mufarih SPdi MM
- Halaman Masjid Ainul Yaqin: Imam Dan Khatib: Shohibul Lathif SPdI MPdI
- Halaman Masjid Al Muhajirin Mojopetung Dukun: Imam dan Khatib: Hudzaifatur Rahman SPd
- Lapangan Desa Sekargadung Dukun Gresik: Imam dan Khatib: Drs H Masyhud Bahri
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Wotan Panceng: Imam dan Khatib Drs H Muhammad In’am MPdi
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah Panceng: Imam, Ismail Hasan Ssos. Khatib: Drs Luthfi Mpd
- Lapangan Volly Dusun Sono: Imam dan Khatib: Dr Sam’un Mag
- Lapangan Futsal Klemuk Sport Center: Imam, Dearahib Lasyadid. Khatib: Dr Abdurrahman
- Lapangan Matabah Al-Furqon Petung Panceng: Imam dan Khatib: Drs Naf’an Abu Mansur Mpd
- Lapangan Desa Weru: Imam dan Khatib: Dr Sholikhul Huda M Fii L
- Lapangan Desa Campurejo: Imam dan Khatib: Mahbub Ikhsan Shi MPd
- Lapangan Desa Golokan: Imam dan Khatib: Wahyudi Muftil Hasan LC
- Halaman Perguruan Muhammadiyah Pantenan: Imam, Ustad Sofyan. Khatib: Ustadz Muhammad Ihsan
- Halaman Masjid As Sholihin: Imam dan Khatib: Ustadz Fathurrahman
- Lapangan: Imam Khatib KH Munir Abbas
- Halaman Gedung MI Muhammadiyah 1 Gumeno: Imam dan Khatib: Agus Zulkarnain Lc Mpdi
- Multi Sarana Plaza Gresik: Imam, Ustadz Sulaiman Al Hafidz SE. Khatib: Ustadz Drs Saifuddin Zaini Mpdi
- Lapangan Masjid Al-Hikmah BP Wetan: Imam Ustadz Choiri Sulaiman. Khatib: Ustadz Rofiq Munawar Lc
- Lapangan Mushola At Taqwa Pulo Pancian Gresik: Imam dan Khatib: H Sya’roni SE
- Masjid Al-Iman Boboh Menganti: Imam dan Khatib: Ustadz Abdul Arkham Mpdi
- Lapangan Parkir UMG GKB: Imam, Ustadz Abdul Shomad Kadafi. Khatib: Prof Dr Biyanto MAg
- Centro Regency Mayjen Sungkono: Imam dan Khatib: Adi Mustafa Spdi Mpdi
- Halaman Masjid Bayt Al Jabbar: Imam, Ustadz Farih Shodiqul Syifa. Khatib: Ustadz Farih Rahman LC Mpd
- Halaman Masjid At Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik: Imam/Khatib Muhtar Bukhori
- Halaman Masjid At Taqwa Desa Tulung Kedamean Gresik: Imam dan Khatib: Su’udi ST
- Lapangan Parkir Dascolan Banyuwangi Manyar: Imam dan Khatib: Ustadz Ahmad Sholahuddin Ghufron SAg
Penulis Musyrifah Editor Mohammad Nurfatoni