Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam

Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam; Liputan Yuniarti Alita
PWMU.CO – Belajar seni kaligrafi Arab menjadi salah satu agenda Pesantren Kilat Darul Arqom (PKDA) SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik, Jawa Timur, di Cordoba Convention Hall, Rabu (29/3/2023).
Pematerinya Dosen Ma’had ‘Aly Al Ibrohim, Agus Salim SPd. Para siswa Smamio, siswa kelas X, XI dan XII, belajar bersama tentang apa itu seni kaligrafi bahasa Arab. Mulai dari sejarah hingga teknik membuat kaligrafi Arab.
Ustadz Agus Salim, sapaannya, memaparkan materi dengan bahasa yang lugas dan diselingi oleh praktik. Dia juga memperlihatkan karya-karyanya saat mengikuti perlombaan baik tingkat provinsi maupun nasional. Karya-karya itu mampu membuat para siswa kagum.
Dalam praktik setelah pemberian materi, siswa-sisiwi membuat kaligrafi dengan tema bebas. Pada akhir sesi dipilih karya terbaik tiap jenjang kelas.
Siswi kelas XII Erin Putri mengaku senang dengan kegiatan ini. “Menyenangkan. Dari rumah sudah persiapan membawa alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kaligrafi. Saat prosesnya juga menyenangkan karena berkreasi dalam pembuatan kaligrafi dan pemilihan corak warna,” ungkapnya.
Kaligrafi Terbaik
Kelas X
- Muttafaq Azizi Avatar
- Wardah Fatihah
Kelas XI
- Muhammad Arfa’ Ubaidillah
- Qonita Dina Ulya
Kelas XII
- Naomi Akira putri kinasih
- Jihan Ishmah Atikah
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Siswa Smamio Belajar Seni Kaligrafi Islam
Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran

Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran; Liputan Ahmad Nasafi
PWMU.CO – Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ahmad Jufri Ubaid SAg menyampaikan materi Menjadi Pribadi Muslim Berkarakter, Komitmen, dan Respek pada Pengajian Ramadhan, Jumat (31/3/2023).
Kajian yang diadakan di Hall Andalusia SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini diikuti oleh 114 karyawan di bawah naungan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur.
Jufri membuka kajian siang ini dengan mengemukakan fakta Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, bulan yang luar biasa.
“Allah SWT menjadikan Ramadhan sebagai sayyidus syuhur yaitu penghulunya bulan,” terangnya.
“Mengapa Ramadhan menjadi istimewa?” tanya qari internasional ini kepada peserta kajian.
Ramadhan menjadi istimewa, lanjut Jufri, karena seluruh kitab Allah diturunkan pada bulan Ramadhan.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang artinya, “Suhuf Ibrahim itu diturunkan oleh Allah pada awal malam bulan Ramadhan, dan Taurat diturunkan oleh Allah pada tanggal 6 Ramadhan, dan Injil diturunkan Allah tanggal 13 Ramadhan, dan Alquran diturunkan Allah tanggal 24 malam 25 Ramadhan.”
Berdasarkan tanggal turunnya al-Quran, Jufri memancing peserta pengajian untuk menemukan surat nomor 25 dalam mushaf al-Quran.
“Surat ke 25 dalam al-Quran adalah al- …? Al-Furqan, adalah nama lain dari al-Quran yang artinya pembeda,” jelasnya.
Menurut Jufri artinya adalah malam diturunkannya al-Quran itu menjadi waktu luar biasa yang dikatakan lailatul qadar.
“Jadi Allah menurunkan al-Quran pada suatu malam pada bulan Ramadhan, sehingga malam itu memiliki nilai yang lebih baik daripada seribu bulan yang disebut lailatul barakah atau lailatul qadar,” paparnya.
Cerita Ahmad dan Kamil
Jufri menerangkan bahwa di Indonesia ini banyak anak-anak hebat di bidang al-Quran, salah satunya adalah Ahmad dan Kamil.
Keduanya adalah anak yang tidak punya orangtua, mereka tinggal bersama kakek neneknya.
Setiap hari mereka bekerja mencari rongsokan dan belum pernah bersentuhan sekalipun dengan al-Quran.
“Ada pengelola panti asuhan dengan konsep tahfidhul quran, menawarkan Ahmad dan Kamil untuk bergabung di dalamnya. Apa yang terjadi?” kata Jufri kepada peserta kajian.
Tiga setengah tahun setelah itu, lanjut Jufri, Ahmad dan Kamil hafal al-Quran berikut terjemahan, peletakan, nomor ayat, dan membaca terbalik bagi mereka adalah hal yang mudah.
“Awak dewe? Gak usah sing repot al-Fatihah ae. Siapa di antara sekian ini yang bisa membaca al0Fatihah dari bawah ke atas? Ada yang sanggup?” tantangnya.
Selang sepuluh detik Jufri membacakan al-Fatihah secara terbalik dari ayat 7 sampai 1.
“Al-Fatihah sek gampang, Yasin teko ngisor menduwur? (Al Fatihah masih mudah, kalau surat Yasin dari bawah ke atas?)” candanya disambut tawa renyah peserta kajian.
Berdasarkan kisah Jufri, hal ini menjadi hal yang mudah bagi Ahmad dan Kamil, padahal usia mereka masih SMP.
“Suatu ketika Ahmad dan Kamil diundang ke Mesir, Erdogan menyiapkan rumah khusus untuk Ahmad dan Kamil, kemudian mereka diangkat menjadi warga negara istimewa,” jelasnya.
Kesimpulan yang bisa diambil Jufri dari kisah ini adalah siapa pun yang ingin mulia, maka dekati al-Quran.
“Apapun Anda, sosial ekonominya seperti apapun, tingkat pendidikannya sampai apapun, kalau ingin mulia dan dimuliakan Allah, akrabi al-Quran,” tururnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Kalau Ingin Dimuliakan Allah Akrabi Al-Quran
Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah

Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah; Liputan Ain Nurwindasari
PWMU.CO – Islam dalam pandangan Muhammadiyah itu ada empat dimensi, yaitu akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr Biyanto MAg saat menyampaikan materi Puasa dan Tauhid Sosial pada kegiatan Pengajian Ramadhan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB, Jumat (31/03/2023).
“Jadi empat dimensi ajaran Islam itu tidak terpisah, itu tauhid sosialnya dapat juga ya,” terangnya.
Biyanto mengingatkan bahwa seharusnya memang aspek ritual dan sosial seorang Muslim tidak dipisah.
“Ada istilah STMJ, shalat terus maksiat jalan. Saya pernah nulis di Jawa Pos, Ritual yang Terbelah. Ritual itu ya shalat, haji, puasa,” ujarnya.
Ia lantas mengisahkan ada seorang hakim ditangkap oleh KPK, lalu ditanya, uang hasil korupsi untuk apa saja, dijawab sebagian untuk ibadah umroh bersama keluarga
“Umroh itu kan ibadah. Tapi uangnya hasil dari menjarah negara. Maka itu seperti kita mencuci baju memakai air najis, maka baju kita tidak akan suci,” ucapnya.
Sama halnya dengan orang yang korupsi maupun mencuri dalam bentuk lainnya, menurut Biyanto, jika kemudian uangnya itu dibagikan untuk membangun masjid, membangun sekolahan, membantu anak yatim dan kebaikan lainnya, maka hal itu merupakan wujud dari ritual yang terbelah.
Demikian pula, “Banyak Muslim menengah ke atas suka milih, haji plus, haji plus plus, itu untuk menunjukkan kelas sosialnya. Yang reguler kan 40 hari, tapi yang plus kan cuma dua pekan. Ada banyak ritual kita bagaimana ibadah itu tidak sejalan dengan amalan sosialnya,” ungkapnya.
Karena menurut Biyanto, tauhid merupakan dimensi bagaimana seseorang membangun hubungan baik dengan Allah, sementara sosial itu bagaimana kita membangun hubungan baik dengan sesama.
“Agama kita menekankan pentingnya beramal shaleh. Bahkan doktrin Muhammadiyah menekankan betapa pentingnya amal,” ucapnya.
Biyanto menuturkan bahwa hal itu terbukti di dalam al-Qur’an kata ‘amanuu wa ‘amilus shalihah’ selalu terrangkai.
“Supaya kita tidak berhenti di iman, tauhid, tapi tauhid harus berlanjut ke amal sosial,” tuturnya.
Ia lantas mengatakan, “Coba amati hadis nabi, tidak sempurna iman seseorang jika ia tidak mencintai suadaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Iman lalu amal sholih, itu tauhid sosial,” terangnya.
Hadits lain yang menunjukkan keterkaitan tauhid dengan amal, Biyanto memaparkan, ialah:
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Barang siapa yang membantu seseorang ia akan dibantu oleh Allah,” katanya.
Saya Beramal maka Saya Ada
Biyanto lantas menjelaskan bahwa indeks kedermawanan negara-negara dunia 2021, Indonesia menjadi negara paling dermawan.
“Indikatornya 3, apakah ada lembaga untuk menyalurkan donasi, apakah ada donasi dalam bentuk uang maupun barang, ketiga apakah donasi itu juga diberikan kepada orang asing,” terangnya.
Selanjutnya Biyanto mengutip al-Maidah ayat 113:
مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعٗاۚ
“Bahwa barang siapa yang membunuh satu jiwa, seakan-akan membunuh seluruh jiwa, Itu kan komitmen nilai-nilai kemanusiaan ya. Jadi islam itu agama yang ada dimensi ketuhanannya ada dimensi sosial kemanusiaannya,” jelasnya.
Karena itu, Biyanto mengingatkan agar seseorang seharusnya tidak memisakan antara akidah dan akhlak.
“Bahkan di surat al-Ma’un soal bagaimana orang yang sholat lalu tidak bisa menangkap makna sholat dianggap sebagai orang yang mendustakan agama,” terangnya.
Biyanto lantas mengutip an-najm ayat 39-42:
وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ٤٠ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ٤١ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ
“Barang siapa menanam akan memanen,” ucapnya.
Biyanto menjelaskan bahwa beramal memiliki kekuatan yang dahsyat di masa datang.
“Mari kita wujudkan, saya beramal maka saya ada. Banyak orang beramal ribuan tahun lalu, masih kita kenang,” ucapnya.
Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang telah meninggal ribuan tahun lalu, namun masih disebut-sebut. Dan menjadi yang pertama dalam 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah.
“Nabi Isa usianya berapa, 33 tahun. Tapi usia diisi dengan amal yang luar biasa, maka Nabi Isa dikenang sampai kini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Biyanto menekankan bahwa kualitas manusia tidak ditentukan oleh latar belakang dan apa yang dia miliki melainkan ditentukan oleh amalnya.
“Pak Haedar (Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir) mengajarkan merawat kata, jadi kata itu harus dilanjutkan dengan laku, menjaga satunya kata dengan laku. Kalau katakan tidak pada korupsi ya tidak,” ucapnya.
Biyanto lantas mengingatkan kembali hakikat puasa.
“Puasa itu sangat pribadi, karena itu tidak boleh puasa bermewah mewah, karena puasa itu mengajarkan sederhana, sabar,” tandasnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Empat Dimensi Islam dalam Pandangan Muhammadiyah
Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto

Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto, liputanKontributor PWMU.CO Gresik Ain Nurwindasari
PCM GKB – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Biyanto MAg menyampaikan materi Puasa dan Tauhid Sosial pada Pengajian Ramadhan, Jumat (31/3/2023).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Mugeb Islamic Center (MIC) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB, Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menyampaikan seluruh rangkaian ibadah itu ujungnya pasti membuat kita harus baik kepada sesama dan kepada lingkungan.
“Semuanya harus baik. Lihat shalat, diawali dengan takbiratul ihram. Artinya takbir yang mengharamkan. Tidak boleh ada perilaku pikiran, bacaan yang tidak ada hubungannya dengan sholat. Dan diakhiri dengan salam. Salam itu kan wujud dari tauhid sosial,” terangnya.
Biyanto melanjutkan, selain shalat ada ibadah dalam Islam yaitu zakat yang hampir pasti memiliki nilai sosial.
“Karena semangat zakat itu kan berbagi. Jadi zakat itu dimensi sosialnya sangat kuat. Mengajarkan nyah nyoh, suka berbagi, loman,” tuturnya.
Dia menjelaskan dimensi sosial pada ibadah haji. Haji itu dimulai dengan kegiatan ihram simbol kita membangun hubungan dengan Allah, tapi jangan lupa haji diakhiri dengan menyembelih hewan kurban.
Adapun dalam ibadah puasa, menurutnya, memiliki dimensi sosial setidaknya tercermin pada beberapa hadis. Beberapa hadis yang kita bisa kaitkan antara puasa dengan tauhid sosial, Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan. (HR Bukhari No 1903)
“Ingat di penghujung al-Baqarah 183, la’allakum tattqun, ini artinya doa, artinya orang yang berpuasa berharap supaya dengan puasanya ia menjadi orang yang bertakwa,” terangnya.
Selanjutnya, Biyanto juga mengutip hadits, Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga. Jadi, terangnya, orang berpuasa itu macem-macem, ada yang sekadar meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya.
Bangun Hubungan dengan Allah
Dia mengutip mengutip hadis, Ia meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya. Di luar itu tetap dikerjakan, ngerasani tetap, menyakiti tetap, beramal yang buruk tetap.
Oleh karena, tekannya, mengingatkan kepada para peserta, puasa adalah membangun hubungan dengan Allah. Dalam sebuah hadis, Artinya puasa itu sebenarnya ibadah yang sangat privat, sangat pribadi. Nggak ada yang tau kita puasa apa nggak kecuali kita dan Allah SWT.
Karena itu, lanjutnya, di akhir itu ada membayar zakat fitrah, hal itu merupakan simbol setelah hubungan dengan baik (dengan Allah SWT) itu sukses maka kita harus tuntaskan dengan hubungan dengan sesama manusia.
“Dan karena itu setelah kita membayar zakat fitrah lalu kita bermaaf-maafan dengan sesama. Kalau itu sudah kita lakukan maka dosa dengan Allah terampuni,” terangnya.
Biyanto lantas menguti hadis keutamaan berpuasa, Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Dia menuturkan, inti tauhid sosial adalah tauhid yang tidak bicara sebatas soal akidah dan keimanan, tapi berdampak pada membangun hubungan sosial dengan sesama dan alam sekitar. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Dimensi Sosial Puasa, Ini Penjelasan Prof Biyanto
Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu

Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Waviq Amiqoh
PCM GKB – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengadakan Kajian Ramadhan di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (31/3/2023).
Dalam Kajian Iftitah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun MPdI MHes merasa terharu dan luar biasa saat pembacaan doa di awal oleh M. Nur Hasan yang begitu mendalam dibacakan.
Dia memaparkan, kita ini hamba Allah maka sebagai hamba bukti ketundukan kita kepada Allah yang paling luar biasa adalah sujud kita yang berarti shalat kita.
“Shalat ini harus betul-betul kita penuhi, ilmui, dan harus menjadi satu kebiasaan yang tidak bisa kita tinggalkan sampai kita mati. Saya harap InsyaAllah, pimpinan kita di PCM GKB ini sudah membekali itu untuk kita semua,” harapnya.
Dia memaparkan dalam bulan puasa yang penuh berkah ini ada pelatihan shalat yang luar biasa berupa semangat dalam hati kita dalam mengamalkan shalat di bulan Ramadhan.
“Betapa gembira dan ringannya kita bangun subuh, shalat subuh dilanjutkan shalat dhuha. Betapa ringannya di sekitar shalat wajib kita, shalat rawatib kita, betapa gembiranya ketika tarawih bersama-sama, ini merupakan nilai spiritual di bulan Ramadhan yang begitu hebat luar biasa.”
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SWT menyatakan, rugi besar keluar dari Ramadhan tapi tidak terbebaskan dari dosa-dosanya.
“Ada waktu-waktu yang luar biasa mustajabah ketika kita bertaubat kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Dalam Surat az-Zariyat ayat 18 wa bilashaari hum yastaghfiruun dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
Muhammad Thoha Mahsun memaparkan, seperti yang dijelaskan Dr Adi Hidayat Lc MA dalam kajiannya, ayat wa bilashaari hum memberikan penjelasan yang dimaksud adalah waktu sahur dan waktu yang tepat untuk beristighfar saat imsak atau sepuluh menit sebelum adzan subuh.
“Menjadi orang yang bertaKwa dalam Surat al-Baqarah ayat 183 merupakan puncak keberhasilan kita dalam menjalankan puasa. Caranya dengan diisi kebaikan dalam berperilaku selama berpuasa,” ujarnya.
Cara Memandang Manusia
Muhammad Thoha Mahsun menuturkan, Imam Al Ghazali dalam bukunya menyebutkan tiga cara memandang manusia agar kita tetap memiliki hati yang tawadhu.
Pertama, pandanglah anak kecil seperti tidak memiliki dosa atau belum memiliki dosa. “Sehingga kita bisa melihatnya dengan penuh kasih sayang dan ketakjuban,” ungkapnya.
Kedua, pandanglah orang yang lebih tua itu karena usianya jauh dari kita tentunya pahalanya dan kebaikan yang telah dilakukan lebih banyak dari kita. “Maka kita memandang orang yang lebih tua itu dengan penuh penghormatan dan ketawadhu’an,” terangnya.
Ketiga, pandanglah orang yang kafir, fasik, jahat dan tidak baik dengan pengertian ini adalah makhluk ciptaan Allah yang paling baik dan hidayah Allah tidak akan pandang bulu sesuai kehendak Allah SWT.
“Hari ini mereka kafir atau fasik, Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Pemberi Hidayah, jangan-jangan mereka diakhir hidupnya mendapatkan hidayah dan khusnul khotimah,” ungkapnya.
Dia memaparkan, kita belum jelas apakah akan khusnul khotimah, ketika melihat itu bisa memandang manusia dengan pandangan yang optimis jangan pandangan yang pesimis karena manusia diciptakan sebaik-baik bentuk.
“Mari kita asah perasaan, ketawadhuan sehingga kita bisa meraih ketakaan,” tutupnya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Tiga Cara Memandang Manusia agar Tetap Tawadhu
Perwakilan SD Mugeb Lantunkan Ayat Suci Al-Quran di Pengajian Ramadhan

Siswa SD Mugeb Lantunkan Ayat Al-Quran di Pengajian Ramadhan, liputanKontributor PWMU.CO Gresik Novita Zahiroh
PCM GKB – Mugeb Islamic Center (MIC) Mejalis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Jawa Timur menggelar Pengajian Ramadhan 1444 di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB, Jumat (31/3/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah GKB (Mugeb School), Organisasi Ortonom (Ortom) GKB, dan sekolah mitra.
Kegiatan ini dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Muhammad Fahreza Putra Ramadhani, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik
Dengan suara merdunya, Fahreza, sapaan akrabnya, membacakan Surat al-Baqarah ayat 183-186.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada ustadz dan ustadzah SD Mugeb yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk tampil pada kegiatan ini,” ujar siswa kelas VI itu.
Siswa peraih juara I ME-Award Umsida 2022 kategori Seni Baca al-Quran tingkat SD/MI mengatakan, persiapan latihan untuk penampilannya ini selama dua hari.
“Pembinaannya bersama Ustadz Rizal, yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat pukul 10.00-11.15,” katanya.
Ada Rasa Grogi
Meski bukan pertama kalinya tampil membacakan ayat al-Quran, dia masih memiliki rasa grogi.
“Kadang masih deg-degan karena tampil di depan orang-orang penting,” tuturnya.
Sebagai guru pembimbing, Syaiful Rizal SPdI mengatakan sangat senang saat mengajar Fahreza.
“Alhamdulillah anaknya ini sangat serius belajar, mudah menerima arahan dan teori membaca al-Quran jadi anaknya cepat bisa,” ujarnya.
Dia menambahan, Fahreza juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Qiroah di sekolah.
Rizal, sapaan akrabnya, menjelaskan surat yang telah dilantunkan tersebut sesuai dengan tema saat ini yaitu perintah berpuasa.
“Al-Baqarah ayat 183 memerintahkan berpuasa bagi umat muslim, ayat 184 menjelaskan keringanan berpuasa,” jelasnya.
Sedangkan ayat 185, lebih lanjutnya, menjelaskan tentang ramadhan sebagai bulan turunnya al-Quran. Suasana terasa khidmat saat Reza membacakan ayat suci al-Quran dengan suara merdunya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita : Siswa SD Mugeb Lantunkan Al-Quran di Pengajian Ramadhan
Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB
Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PCM GKB– Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Dr Syamsul Sodiq MPd menutup Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 Muhammadiyah dan Aisyiyah GKB Gresik, Ahad (19/3/2023).
Dalam acara yang diselenggarakan di Cordoba Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini wakil ketua yang membawai Majelis Pengkaderan serta Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) ini menjelaskan bahwa kita sekarang sama-sama diuji.
“Saya adalah pendatang baru di PDM saatnya diuji di daerah dan Ketua PCM GKB dr Umar Nur Rachman SpPD terpilih diuji di cabang,” ujar lulusan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Dia memaparkan apakah kita bisa menjalankan amanah secara baik-baiknya. Mari, ajaknya, kita bersama-sama bersinergi antara PCM dan PDM dalam mencoba memuliah agama Islam di muka bumi ini.
Cabang yang Istimewa
Syamsul Sodiq menjelaskan PCM GKB Gresik ini adalah cabang yang istimewa di Gresik. Dalam waktu relatif masih muda bisa menghasilkan amal usaha Muhamamdiyah (AUM) yang luar biasa.
“Semoga kepengurusan yang baru nanti semangatnya bertambah dan bisa lebih berkembang. Kami di Daerah bersama-sama mendampingi. PCM dan PCA GKB Gresik harus kompak sehingga bisa maju bersama,” katanya.
Kekompakan inilah, lanjutnya, yang akan bisa menjadi contoh bagi PCM-PCM di Gresik untuk bisa menjadi cabang yang berkemajuan. “Ini yang harus ditularkan ke cabang-cabang di Gresik,” tambah Anggota Masyarakat Linguistik Indonesia ini.
Dia menyampaikan Wakil Ketua PWM Jatim Dr Moh Sulthon Amien MM pernah mengatakan mengurus Muhamamdiyah kalau kita serius banyak hal yang belum terurus, tapi kalau kita mau santai, ya sudah, semua seolah-seolah berjalan begitu saja.
“Ini yang menjadi catatan kami di PDM Gresik dan tentunya di PCM-PCM yang lainnya. Semangat kita bersama adalah bagaimana kita menjalin sinergitas demi kemajuan Muhammadiyah, khususnya di Gresik ini,” pesan Pengurus Himpunan Pembina Bahasa Indonesia Jawa Timur ini. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber Berita Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB
Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5
Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PCM GKB – Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 Muhammadiyah GKB Gresik, Jawa Timur secara resmi menetapkan dr Umar Nur Rahman sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Ahad (19/3/2023).
Berikut profil 9 anggota PCM GKB Gresik terpilih hasil Musycab Ke-5 Muhammadiyah.
Lahir di Surakarta, 8 November 1967 dan tinggal di Jl Sulawesi 1/7 no 3 Gresik. Riwayat pendidikan: Spesialis Penyakit Dalam, Unair (2005), Kedokteran, UGM (1993), SMA Negeri 3 Surakarta (1986), MP Negeri 1 Surakarta (1983), dan SD Negeri Gading Surakarta (1980).
Riwayat pekerjaan: Ketua Komite, RS Semen Gresik (2020-Sekarang), Ketua Komite Medi, RS Semen Gresik (2007-2020), Program Pendidikan Dokter Spesialis, RS Dr Sutomo Surabaya (2000-2005), Dokter Poliklinik, Dokter RS Muhammadiyah Surakarta (1997-1999), dan Kepala Puskesmas, Dokter PTT DKM Awayu (1994-1997).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom Majelis Dikdasmen PCM GKB dan Anggota, Takmir Masjid SMP Muhammadiyah 12 GKB. Riwayat organisasi di luar Muhammadiyah anggota Himpunan Spesialis Penyakit Dalam (2022-2024) dan Ketua IDI Gresik (2017-2021).
2. Badrus Saleh SH Mkn
Kelahiran Gresik 26 September 1967 dengan alamat Jl Jawa Asri 5/50 GKB. Riwayat Pendidikan Magister Kenotariatan, Universitas Airlangga (2009) dan spesial Notariat, Universitas Airlangga (1999).
Riwayat Pekerjaan, pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) (2001-Sekarang), Notaris (2001-Sekarang). Riwayat organisasi di luar Muhammadiyah, Dewan Pakar IPPAT (Sekarang), Dewan Penasihat INT (Sekarang), dan Majelis Pengawas Daerah Notaris Gresik (Sekarang).
3. Yudo Broto SE
Kelahiran Pacitan, 5 April 1973 dan beralamatkan di Jl Malang No 11 GKB. Riwayat Pendidikan, Manajemen, Univ. Muh Malang (1996), SMAN 3 Madiun (1991), SMPN Lorok Pacitan (1988), SDN Wonodadi Kulon 1 (1985).
Riwayat pekerjaan, Bussiner Dev Man, PT KBT Seafood Int (2016-Sekarang), Staf Direct Seafood Asia (2015-2016), Operation Man, PT Samudra Kencana Mina (2010-2015), PPIE Man, PT Kemilau Bintang Tmur (2006-2009), dan FA Manager, PT KML (1997-2006). Riwayat Perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Dai Komunitas, LDK PWM Jatim (2018-2022).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Sekretaris, LDK PDM Gresik (2015-2022) dan Sekretaris Majelis IPPO PCM Gresik (2015-2022).
4. Ir Sugeng MM
Lahir di Lamongan 12 September 1961 dan sekarang tinggal di Jl Perintis 1/6 Gresik. Riwayat Pendidikan, Magister Manajemen, Strata 1 Teknik Mesin (1989), Diploma 3 Teknik Mesin (1984), Diploma 1 Kemuhamadiyahan (2012), SMAN (1981), SMPN (1977), dan MIM dan SDN (1973&1974).
Riwayat pekerjaan PT Petrokimia Gresik (1985-2018). Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Wakil Ketua, PCM GKB (2015-2022), Ketua Lazis PDM Gresik(2010-2015), Ketua Majelis Wakaf dan ZIS PDM Gresik (2005-2010), Ketua PCM GKB (2010-2015), Sekretaris PCM GKB (2005-2010), dan Bagian Tabligh PCM GKB (2000-2005).
5. Muhammad Asif ST
Lahir diLamongan 14 Juni 1976 dan beralamatkan di Jl Darus Sakinah I/18 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Elektro, STT Telkom Bandung (2000), Teknik Manj Industri, STT Telkom Bandung (1994-1996), SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (1994), SMP Muhammadiyah 12 Sidayu Lawas (1991), dan MIM 06 Brondong (1988).
Riwayat pekerjaan, Wiraswasta dan Supervisor Production, PT Philip Batam. Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Darul Arqom, SMPM 15 Sedayu Lawas dan Taruna Melati, SMPM 15 Sedayu Lawas. Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Anggota, PRM 5 GKB dan Bendahara, Majelis Ekonomi PCM GKB.
6. Ir Daud Susanto
Lahir di Malang 1 Juni 1958 dan tinggal di Raya Bengawan Solo 47 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Sipil, ITS (1983), SMA Muhammadiyah 1 Gresik (1977), SMP Negeri 2 Gresik (1974), dan SD Muhammadiyah 1 Gresik (1971).
Riwayat pekerjaan Manager, PT Adhi Karya (2014). Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom Darul Arqam, IPM (1977). Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Penggalang Dana, Panti Asuhan Muhammadiyah Gresik (2019-2022), Bendahara/Ketua, PRM GKB 1 (2015-2022), Anggota Majelis Ekonomi, PDM Gresik (2010-2015), Anggota Majelis Kader, PDM Gresik (2005-2010), Pendidikan, PKU Cab Gresik (1983), Bendahara, IPM Daerah Gresik (1978), dan Ketua IPM Cabang Gresik (1977).
Riwayat Organisasi di Luar Muhammadiyah Kabid Pembina Anggota, HMI ITS (1982) dan Ketua HMI Kom. Sipil ITS (1981).
7. Drs Umaya
Lahir di Gresik 23 Juni 1966 dan tinggal di Jl Syeik Umar Said Blok H-16 BRA. Riwayat pendidikan Administrasi Negara, Univ Brawijaya (1993), SMAM 1 Gresik (1985), SMP Negeri 2 Gresik (1982), dan SD Muhammadiyah 1 Gresik (1979).
Riwayat Pekerjaan PJ Kepala Desa, Desa Randuagung (2021-2022), Kasi Pengolahan Persampahan, DLH (2019-Sekarang), Lurah, Kelurahan Sidokumpul (2017-2019), Sekretari, Kelurahan Bedilan KecamatanGresik (2013-2017), Staf Subbag Otoda, Pemda Gresik (2007-2013), dan Tenaga Adm Honorer Bappeda (1997-2007).
Riwayat Organisasi di Muhammadiyah/Ortom Sekretaris, Lazismu GKB (2015-2022), Ketua PRM GKB 7 (2015-2022), dan Sekretaris, PRM GKB 7 (2010-2015). Riwayat Organisasi di Luar Muhammadiyah Penasihat, Takmir Masjid Baiturochim (2017-Sekarang), Anggota, BPD Desa Randuagung (2011-2017), Ketua Rukun Warga 09 (2005-2011), dan Anggota, DKM Pakelingan (2000-2005).
8. Murdiono ST
lahir di Madiun 30 Juni 1963 dan tinggal di Jl Bangka no 4 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Mesin, UM Gresik (1988), SMAN 3 Madiun (1983), SMPN Madiun (1980), dan MI Nurul Islam (1977). Riwayat Pekerjaan, Kepala Seksi PT Petrokimia Gresik (sd 2019).
Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom Bimtek Dai Kom Reg 5, LDK PWM Jatim (2022), Bimtek Penanggulangan Narkoba, LDK PWM Jatim (2019), Upgrading Dai Khusus, LDK PWM Jatim (2018), dan Darul Arqom, PCM GKB (2010-2015).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Ketua Bidang, Takmir Masjid Taqwa (2016-2014), Sie Ekonomi, PRM 2 PCM GKB (2015-2022), Ketua, LDK PDM Gresik (2015-2022), Sie Ekonomi, PRM 2 PCM GKB (2011-2015), anggota Majelis Ekonomi PCM GKB (2011-2015), dan Wakil Ketua Majelis Tabligh PCM GKB (2007-2011).
Riwayat organisasi di Luar Muhammadiyah, Ketua Terapi Kesehatan LTK GKB (2021-2024), Waka Dewan Cabang, IPSI Gresik (2020-2025), Ketua IPSI Gresik (2015-2020), Ketua 1 IPSI PSHT Gresik (1995-2015), Kedisiplinan, IPSI Gresik (2015-2020), dan Bendahara IPSI Gresik (2010-2015).
9. Muharjo
Lahir di Gresik 6 Juni 1962 dan tinggal di Jl Lamongan Dalam 06 Yosowilangun. Riwayat pendidikan, SMEA Muhammadiyah Lamongan (1981), SMP Muhammadiyah Lamongan (1977), SDN Tebaloan.
Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Anggota, SDM Desa Tebaloan. Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, anggota KIFAMA (2015-2022), anggota Majelis Tabligh (2010-2015), Sekretaris II, dan PCM GKB (2008-2010). (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber Berita Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5
Dokter Umar Pimpin PCM GKB Gresik, Perolehan Suara No 6

PCM GKB – Resmi, hasil rapat formatur yang dihadiri panitia pemilihan, 9 anggota PCM GKB hasil Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 Muhammadiyah PCM GKB, dan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, menetapkan dr Umar Nur Rahman SpPD menjadi nakhoda baru PCM GKB, Ahad (19/3/2023).
Dalam sambutan pertama setelah resmi menjadi Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, dr Umah Nur Rahman mengucakan terima kasih.
“Kami mohon bimbingannya, baik dari pimpinan lama di PCM GKB dan juga dari PDM Gresik,” ucapnya.
Dia menuturkan pimpinan lama sudah banyak berkiprah dan memerikan jasa-jasa yang sangat luar biasa. Mereka telah telah berpengalaman dalam memimpin PCM GKB.
“Tentu kami pimpinan baru sangat membutuhkan bimningan dan arahan. Seperti kita ketahui, lanjutnya, GKB Gresik cabang yang cukup besar untuk area GKB dan lokasi yang cukup strategis sehingga memerlukan keseriusan dari pimpinan
“Tadi janjinya para pimpinan yang baru mau membantu. Sampeyan ae nanti tak rewangi. Biasa gitu, setelah itu ngilang kabeh,” katanya disambut tawa Musyawirin di Cordoba Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Jawa Timur.
Tapi, tegasnya, Insyaallah GKB tidak seperti itu. Semua siap membantu dan pengurus yang lama juga membantu untuk menjalankan amanah. “Program sudah dibuat jadi kita tinggal melaksanakan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Ketua PCM GKB
Dokter Umah Nur Rahman menjelaskan saat rapat formatur, Badrus Saleh yang memperoleh suara terbanyak menolak dengan alasan KTA-nya belum jadi.
“Di urutkan ke bawah lagi, senior Pak Sugeng suara terbanyak ketiga juga tidak mau. Sampai akhirnya, alhamdulillah, saya bersedia menjadi ketua PCM GKB,” tuturnya.
Dia mengucapkan terima kasih dan mohon bimbingan dari pengurus PDM Gresik. Kami pendatang baru, KTA baru jadi beberapa hari yang lalu. Meskipun sudah lama menjadi pengurus Takmir Masjid Taqwa Spemdalas dan pernah menjadi tim di Majelis Dikdasmen juga. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber Berita Dokter Umar Pimpin PCM GKB Gresik, Perolehan Suara No 6
Pidato Perdana Ketua PCA GKB: Saya Tak Menyangka

PCM GKB — Umu Sholichah SPd terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, Kabupaten Gresik, periode 2022-2027 dalam Musyawarah Cabang (Musycab) yang digelar Ahad (19/3/23).
Ummu Solichah terpilih secara aklamasi dalam rapat 7 anggota firmatur yang dugekar di SMA Muhammadiyah 10 GKB. Sebelumnya 7 nama Anggota PCA yang sekalugus anggora formatur tersebut terpilih melalui evoting oleh musyawirin.
Ummu Solichah kelahiran Gresik, 19 Februari 1964. Saat ini tinggal di Jalan Bondowoso, GKB. Dia lulus dari dua universitas. Pertama IKIP Negeri Surabaya (1984) dan Universitas Terbuka (1999).
Sebelumnya, istri Nurul Fatah SPd ini lulus dari SMA Negeri 1 Gresik pada 1983, SMP Negeri 2 Gresik (1980) dan Madrasah Asmaiyah Gresik (1976).
Sejak tahun 1985 dia bekerja di UPT SMPN 17. Ibu tiga anak ini pernah menjadi Wakil Ketua PCA GKB selama dua periode, yaitu 2010-2015 dan 2015-2022. Sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) 3 GKB 2005-2010.
Dalam sambutan pertama sebagai Ketua PCA GKB Ummu, dia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada beliau. “Saya tidak menyangka bisa terpilih,” ungkapnya.
Anggota PRA 5 GKB ini mengharapkan bimbingan dan arahan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) terdahulu dalam menjalankan tugasnya.
“Semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Penulis Fitri Wulandari Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Pidato Perdana Ketua PCA GKB: Saya Tak Menyangka