Guru SD Mugeb Suguhkan Tari Kreasi 6 Negara di Awal Masuk Sekolah

PCM GKB – Kalau biasanya siswa tampil, di hari pertama masuk sekolah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) justru guru yang tampil. Siswa mendapat suguhan spesial berupa dance around the world, Senin (14/8/2024).
Wali kelas maupun guru pengajar berkolaborasi menampilkan tarian dari berbagai negara maupun Indonesia. Ada tari kreasi rasa Brazil, Spanyol, Afrika, Korea Selatan, India, dan Indonesia (Kalimantan). Mereka tampil lincah dan ceria di area panggung bertuliskan Welcome Back to School yang berada di lapangan sekolah.
Melihat para gurunya tampil dengan beragam kostum sekaligus mengenalkan diri dengan aneka ice breaking, siswa yang memakai seragam merah putih itu antuasias menyimak. Mereka ikut bersorak dan bertepuk tangan.
Di sela-sela rangakaian acara pagi itu, para siswa bersama rombongan kelas masing-masing mengibarkan bendera beragam negara. Ini sesuai tema Be Fun, Explore and Discover Around the World.
Baca Juga: Bawa Poster Digital, Siswa Spemdalas Ikuti Pawai Muharram
Tangan mungil mereka mengibarkan bendera salah satunya saat para guru kompak menyanyikan lagu Heal the World yang dipopulerkan Michael Jackson. Begini penggalan liriknya:
“Heal the world (Sembuhkanlah dunia). Make it a better place (Jadikan dunia ini tempat yang lebih baik). For you and for me and the entire human race (Untukmu dan untukku dan untuk seluruh umat manusia).”
Antusias siswa juga kian tampak saat Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari SSi memukul gong lalu melepas balon diiringi tembakan konfeti. Di atas panggung, pria yang akrab disapa Ustad Ari ini memberi semangat kepada para siswa.
“Kita terus mengharapkan ridha Allah, semoga langkah kita untuk 365 hari ke depan dimudahkan Allah SWT,” ujarnya memakai pakaian adat khas Kalimantan.
Baca Juga: Fortasi Smamio, Siswa Baru Disambut Demo Ekstrakurikuler dan IC
Sementara siswa pakai seragam merah putih, para guru memang tampil spesial. Mereka pakai baju adat Indonesia maupun baju khas negara-negara tertentu.

Keseruan hari itu berlanjut dengan ice breaking dan perkenalan antarteman baru di kelas masing-masing. Namun rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih berlangsung sampai dua hari berikutnya, Rabu (17/7/2024). Adapun untuk siswa kelas I, masa transisi PAUD-SD berlangsung sampai dua pekan.
Rangkaian MPLS
Pada hari kedua, seluruh siswa kelas I-VI diajak senam sehat bersama pagi harinya. Kemudian, berlanjut mendiskusikan struktur kelas dan keyakinan kelas bersama wali kelas masing-masing.
Adapun pada hari ketiga, ada OST Expo alias pengenalan 25 jenis ekstrakurikuler. Di bidang olahraga, ada ekstrakurikuler futsal, basket putra, basket putri, tapak suci, renang, taekwondo, dan catur.
Baca juga: Berlian School Gelar Animals Exhibition Awal Masuk Sekolah, Ini Reaksi Siswa
Kalau di bidang seni, Ada ekstrakurikuler melukis, menggambar, tari Islami, tari tradisional, public speaking, musik, band bocah, qiroah, menyanyi, story telling, bahasa Jepang, cooking, nasyid dan paduan suara. Di bidang Teknologi, ada fotografi, vlogger, robotik dan coding.
Kemudian, siswa berlanjut mengerjakan asesmen awal diagnostik non kognitif yang dipandu wali kelas dan konselor. Terakhir, ada seleksi program Tahfidz Excellent bagi siswa kelas III-VI.
Yang baru di awal tahun ajaran ini, ada Nararya Esthi Pangayuh, anggota tim Jurnalis Cilik SD Mugeb dari kelas VI, yang menjadi reporter. Naya, sapaannya, melaporkan keceriaan acara langsung dari lapangan sekolah ramah anak itu. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif.
Baksos Qurban Plus-Plus ala SD Mugeb di SMKM 5 Panceng

PCM GKB – Ikut berqurban, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) dapat bonus praktik bikin biskuit pakan ternak. SD Mugeb menyumbangkan 3 sapi dan 5 kambing kepada SMK Muhammadiyah 5 Panceng.
Tak ingin merasakan bahagia sendiri, Mugeb School turut mengajak serta dua sekolah mitra lainnya dalam kegiatan ini. Ialah MI Muhammadiyah 1 Pantenan dan MI Muhammadiyah 6 (Mimsix) Sekapuk.
Selasa (18/6/2024) pagi, sebanyak 50 siswa dari ketiga sekolah itu sudah tiba di SMKM 5 Panceng. Setibanya di sana, Kepala Mugeb School Mochammad Nor Qomari SSi menginfokan, di sana merupakan kesempatan untuk belajar bersama teman-teman dari madrasah lainnya.
“Anak-anak berbaur dengan teman-teman dari sekolah lainnya ya,” tutur Ustadz Ari, sapaan akrabnya, di lapangan SMK yang berdiri di atas lahan seluas 3,6 hektar itu.
Rombongan siswa sekolah dasar itu mendapat sambutan hangat dari guru dan siswa SMKM 5 Panceng. “Senang melihat sekolah mitra datang,” ujar Ketua Pelaksana Drs Ec Uripan Nada MPd ketika para siswa dan guru saling bersalaman di halaman sekolahnya.
Ustadz Ari bersyukur, baksos qurban tahun ini banyak bonusnya. “Baksos qurban plus-plus-plus, Alhamdulillah. Plusnya ada lima!” ujarnya.
Beliau lantas memaparkan. Pertama, melibatkan berkolaborasi dengan tiga sekolah mitra. Kedua, siswa yang qurban berkesempatan ikut outbound di SMKM 5 Panceng. Ketiga, mereka dapat keterampilan baru membuat pakan hewan ternak. Keempat, ada peluang berkenalan dengan teman-teman baru. Kelima, ini momentum yang baik untuk mengenalkan SMKM 5 Panceng.
Setelah mengikuti pembukaan, para siswa melihat pemotongan hewan qurban. Gema takbir mengiringi prosesi pemotongan. Mayoritas siswa berdiri melingkar. Tak ada ekspresi takut melintas di wajah mereka. Sementara sebagian lainnya melihat dan berinteraksi dengan jajaran hewan yang masih hidup.
Selanjutnya, para guru dari empat sekolah bekerja bakti mengeksekusi daging qurban. Ada yang menguliti, memotong, dan menimbang.
Outbound
Sementara itu, para siswa diajak outbound. Gelak tawa tak terelakkan ketika awalnya mereka main ular naga bersama. Kemudian, mereka dibagi secara acak menjadi tiga kelompok untuk mengikuti kegiatan di tiga pos.
Pos pertama, memanah. Pos kedua, melihat hewan ternak milik SMKM 5 Panceng di kandang. Pos ketiga, membuat pakan ternak. Usai berkegiatan di satu pos, sekelompok siswa mengikuti kegiatan di pos lainnya secara bergantian.
Di pos 3, Fina Azzahra Putri kelas XI Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKM 5 Panceng menjelaskan cara membuat pakan ternak ruminansia. Pakan olahan itu bernama Biskuit Fabyvera. Pasalnya, SMK itu memang dikenal sebagai SMK calon pengusaha muda pertanian dan peternakan.
“Ini campuran limbah kulit gandum yang dihaluskan, daun Indigovera kering yang dihaluskan, dan cairan molase,” terang perempuan yang biasa disapa Fina ini.
Para siswa tampak penasaran dengan bahan yang ia jelaskan. “Kalian sudah tahu bagaimana bentuk daun Indigovera?” tanya dia bersambut gelengan para siswa. Ia pun berjalan ke dekat kandang ternak, lalu memetik selembar daun tanaman Indigovera yang tumbuh di sana.
Fina lanjut menjelaskan, “Kita akan mencampur semua bahan, sedikit demi sedikit, sampai teksturnya cukup untuk bisa dicetak. Saat sudah dicetak lalu nanti kita jemur.”
Aira Java, siswi kelas IV Muhammad Mugeb School semnagat dan riang mengikuti outbound itu. “Baru pertama kali, baru tahu. Rasanya kayak mainan pasir yang dikasih air gitu, kayak main lumpur,” komentarnya.
Tak kalah antusias, siswa kelas V MIM 1 Pantenan Ahmad Rois Al Ariq berkomentar di tengah proses pembuatan, “Gampang-gampang susah, susah melepas dari cetakannya, takut rusak, pecah.”
Green Qurban
Usai mengikuti kegiatan pada ketiga pos, siswa kembali diajak ke area penyembelihan hewan qurban. Mereka diajak membungkus daging yang sudah ditimbang. Menariknya, pembungkusan memakai daun jati.
Ari menegaskan, pihaknya sengaja melanjutkan realisasi green qurban sebagaimana pada baksos-baksos di setiap tahunnya. “Kita memang mengurangi sampah plastik sekali pakai. Jadi pakai daun jati yang lebih alami,” ungkapnya.
Diapit desa Surowiti, Serah, dan Murber, para siswa juga diajak membagikan daging-daging ke warga sekitar. Pembagian daging dilakukan dengan menaiki motor. Seorang guru membonceng seorang siswa.
“Kita harus naik motor karena lokasi SMK dan pemukiman warga jauh. Sekolah ini berada di perbukitan, dikelilingi sungai dan lahan bersemak,” jelas Nur Fadhila, salah satu guru Mugeb School yang ikut baksos bertajuk “Spectacular Taawun Idul Adha (Spectada)” itu.
Baksos siang itu ditutup dengan makan bareng di salah satu ruang kelas SMKM 5 Panceng. Ada menu daging berupa rawon dan non daging berupa sayur sop dengan lauk tahu, tempe, dan ayam goreng. (Sayyidah Nuriyah)