Siswa kelas IX Baghdad Amirah Adiasti (kiri) saat sedang belajar menulis teks deskripsi (Ichwan Arif)
PCM GKB – Belajar menulis dengan riang dan bahagia menjadi modal utama siswa bisa menuangkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan.
Hal inilah yang dilakukan siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik kelas IX dalam menuangkan idenya dalam menulis teks deskripsi. Mereka diberikan kata kunci dalam menuangkan isi perasaan dalam mendeskripsikan kegiatan yang sudah dilakukan atau dialami dalam keseharian.
Seperti halnya yang dilakukan Amirah Adiasti siswa kelas IX Baghdad. Dia menuangkan pengalamannya saat mengunjungi Kota Palembang. Berikut karya teks deskripsinya.
Hari Ahad di bulan Maret entah tanggal berapa, saya kami tiba di Kota Palembang. Tujuan utama kami ke sana ialah berziarah ke makam kakek nenek serta berliburan dan juga eksplore kota kelahiranku.
Hari pertama, aku, ayah, ibu, kakak, adik bangun di pagi hari yang hangat untuk berangkat menuju makam. Selang 2 jam perjalanan kami sampai dan menyelesaikan segala yang harus diselesaikan.
Ternyata di samping TPU ada pabrik kecil milik pengusaha kerupuk yang cukup terkenal. Walau tidak terlalu besar karena itu usaha masyarakat setempat, kami masuk dan melihat proses pembuatan kerupuk yang disebut kemplang.
Kebetulan pemilik pabrik tersebut adalah teman ibuku dan lumayan akrab dengan kami. Kita memutuskan untuk membeli 5 ikat kerupuk kemplang sebagai oleh-oleh dari Bumi Sriwijaya.
Setelah dari pemakaman kami mengunjungi beberapa icon wisata di sana hingga larut malam. Malam harinya, aku tidur dan bangun di pagi hari dengan perasaan campur aduk karena tak sabar ingin melihat lihat keindahan kota ini di pagi hari. Kami bersiap-siap hingga pukul 09.00, tapi ada satu keributan di pagi ini
“Aduh kunci mobil ayah mana, yah?” katanya sambil celingak-celinguk.
”Ayah lupa taruh di mana, sebab kemarin pulang terlalu larut,” ucap ayah sambil terus mencari.
Sudah 30 menit kami mengitari isi ruangan tapi masih tidak menemukan kunci mobil ayah, padahal sudah siap mau berangkat . Waktu menunjukkan sudah pukul setengah 10 lebih.
“Ketemu,” kata ayah teriak.
“Ketemu di mana Yah,” tanyaku yang sudah siap sedari tadi.
“Ketemu di kantung celana ayah, di dalam mesin cuci lagi,” ucap ayah lega.
Duh ada aja kejadian pagi-pagi. Setelah ketemu kunci mobilnya kami berangkat dengan perasaan senang dan tak sabaran menuju icon wisata menarik di Kota Palembang. Mulai dari Benteng Kuto Besak hingga melewati Jembatan Ampera.
Baru saja kita melintasi jalanan, tercium aroma makanan yang khas, gurih, serta hangat yang membuat mataku tertuju ke sebuah gerobak makanan, makanan itu adalah lenggang . Aku memesan 1 porsi dan memakannya di tempat dinginnya malam kala itu membuat makanan berkuah ini sangat pas disantap pada malam ini, hangatnya kuah cuka ditambah pedasnya cabe rawit hijau membuat lidahku sedikit terbakar karna panasnya.
Sehabis menyantap makanan itu kami langsung berjalan menuju tujuan kami selanjutnya. Di Benteng Kuto Besak kami melihat menara merah yang tinggi serta bisingnya suara kapal yang hendak berlayar di Sungai Musi.
Aku duduk di pinggiran tepi tembok pembatas antara benteng dan Sungai Musi sambil menikmati dinginnya malam itu serta suara air yang terus berbunyi menandakan kapal sedang berlayar. Ada banyak sekali penjual makanan dan mainan ada juga beberapa makam pahlawan di sana.
Berikut contoh tulisan teks deskripsi karya Athiira Calista Aulia, siswa kelas IX Damascus.
Dunia Fantasi
Pada saat liburan kemarin, aku dan keluargaku liburan ke Jakarta. Salah satu tempat yang kami kunjungi saat pergi ke Jakarta adalah Dufan. Dufan merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh perseroan PT Taman Impian Jaya Ancol.
Dufan memiliki banyak wahana wahana yang seru dan menyenangkan.
Saat kami berada di Dufan, wahana pertama yang kita naiki adalah wahana ontang anting. Ontang anting adalah sebuah wahana permainan yang merupakan sebuah ragam dari komidi putar, di mana bangku digantung dan berputar dari bagian atas komidi putar. Dan, kami juga menaiki beberapa wahana seru lainnya.
Dari semua wahana yang kami naiki, kami paling suka wahana yang bernama niagara-gara. Niagara-gara adalah salah satu wahana air paling populer di Dufan.
Didesain untuk meniru pengalaman menuruni air terjun Niagara dengan perahu. wahana ini menggabungkan kecepatan meluncur dan kesegaran air dalam satu pengalaman yang mendebarkan.
Kami semua basah saat menaiki wahana tersebut, terkena air dari cipratan saat perahu menuruni air terjun. Wahananya sangat seru, seperti hampir jatuh dan terbalik. Di dalam wahana tersebut juga ada suara suara yang dibuat menyeramkan, seperti suara suara bajak laut.
Setelah lama bermain di Dunia Fantasi, kami akhirnya berencana untuk kembali ke tempat inap kami. Hari itu sangat seru, menyenangkan, dan akan sangat kami kenang. (*)
Kevin Putra Fahardika saat menyampaikan materi Kammil Spemdalas, Jumat (11/10/2024) (Ichwan Arif)
PCM GKB – Flexing dan bahayanya dibahas di Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Masjid Taqwa Spemdalas, Jumat (11/10/2024).
Dalam materinya, siswa kelas IX Bahdad Kevin Putra Fahardika menjelaskan flexing merupakan Perilaku memamerkan pencapaian, harta kekayaan, atau gaya hidup mewah secara berlebihan di media sosial.
“Tujuannya untuk mendapatkan perhatian, pengakuan, atau membuat orang lain iri,” katanya di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, apa contoh dari flexing? Contoh dari flexing ada banyak, berikut ini adalah beberapa contoh dari flexing membagikan foto atau video harta kekayaan, seperti perhiasan, rumah, kendaraan, dan barang-barang elektronik
“Kedua, membagikan foto atau video penampilan dan juga membagikan foto atau video saldo rekening,” ucapnya.
Apa saja Dalil larangan flexing? Dia menjelaskan Surat Luqman ayat 18, Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang dan membanggakan diri.
“Kenapa orang yang melakukan flexing terkadang sulit untuk diingatkan?” tanyanya pada teman-temannya.
Dalam surat Al-Mu’min ayat 35 disebutkan, Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenangwenang. Selain itu, Rasulullah juga bersabda bahwa orang yang sombong tidak akan diajak bicara oleh Allah.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan bahaya suka pamer dan flexing di media sosial. Hal ini bisa mengurangi rasa percaya diri, memperburuk gangguan mental, membuat seseorang menjadi tidak bahagia, memicu perilaku konsumtif, dan kecemburuan sosialBagaimana cara menghindari flexing? Pertama, nerhenti membandingkan diri dengan orang lain dan fokus kepada diri sendiri. Kedua, fokus pada prestasi yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan jangan memiliki niatan untuk dipamerkan.
“Ketiga, batasi penggunaan media sosial dan jangan mudah tergiur oleh kekayaan seseorang, karena rezeki sudah diatur Allah SWT dan keempat adalah fokus pada hal positif yang membuatmu tidak melakukan flexing,” jelasnya.
Dia berharap semoga seluruh siswa Spemdalas bisa terhindar flexing yang bisa menjerumuskan pada bahaya yang bisa ditimbulkannya.
Komentar Dinonaktifkan pada Siswa Smamio Ini Hadiri Dialog ASEAN di Filipina
3 Min Read
Aeshnina Azzahara Aqilani (Istimewa)
PCM GKB – Siswa Kelas XII Aeshnina Azzahara Aqilani SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur menghadiri Dialog ASEAN Intergovernmental Commission on Human Right (AICHR) tentang Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak General Comment No. 26 di Makati, Filipina, Kamis (2-3/10/2024).
Nina — sapaan akrabnya, hadir dalam Dialog ASEAN memenuhi undangan office of the Philippines Representative to AICHR Departement of foreign affair (Kantor Perwakilan Filipina untuk Komisi Antarpemerintah tentang Hak Asasi Manusia ASEAN departemen Luar Negeri Phillipina)
Dalam kesempatan tersebut, dia menghimbau perwakilan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan segera untuk melindungi kesehatan anak dari bahaya pencemaran plastik dan mikroplastik.
“Kesehatan anak-anak dalam bahaya,” kata Nina saat menceritakan kisahnya dalam perjuangan melindungi sungai di komunitas dan negaranya dalam dialog yang dihadiri oleh perwakilan dan pemangku kepentingan negara-negara ASEAN.
Dia menekankan meningkatnya dampak plastik dan mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan anak-anak.
“Saat ini telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dan penggunaan plastik sekali pakai telah menyebabkan kontaminasi mikroplastik di Udara, Air, dalam tanah, sayuran dan ikan bahkan telah ditemukan mikroplastik dalam darah, ginjal, otak, hati, paru-paru,” ungkapnya saat presentasi sambil menunjukkan data kompilasi jurnal ilmiah.
Co-Captain Komunitas River Warrior Indonesia ini menjelaskan penduduk ASEAN di Indonesia, Philiphina, Malaysia masuk dalam kategori negara dengan penduduk pemakan terbanyak mikroplastik.
Saat berbagi pengalamannya di hadapan peserta Dialog ASEAN, Nina juga membawa 2 toples berisi replika bayi. Nina menjelaskan, saat ini bayi terancam terkena mikroplastik karena penelitian terbaru yang dilakukan Ecoton di Indonesia menemukan adanya kontaminasi mikroplastik pada ASI, plasenta, dan cairan ketuban.
“Dengan adanya peraturan pengurangan plastik, bayi dapat terselamatkan dari ancaman mikroplastik,” katanya.
Peserta yang hadir antara lain Intergovernmental Commission on Human Rigths (Komisi Antar Pemerintah untuk Hak Asasi Manusia) Negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Indonesia, Kamboja, Vietnam, Thailand, Singapura dan Phillipina, UN Committee on the Rights of the child (Komite PBB tentang Hak Anak), Perwakilan UNICEF, UNDP.
Suara Anak Muda
Nina menceritakan memulai aktivitas aktivisme lingkungannya ketika dia masih berusia 12 tahun dan sekarang dia berusia 17 tahun.
Dia telah berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa, dan penelitian tentang plastik, mengirimkan surat protes kepada pemimpin negara-negara pengirim sampah ke Indonesia, serta memulai pengembangan kapasitas dan pengorganisasian pemuda di sekolah dan komunitasnya melalui Komunitas River Warriors.
Dia telah mengirim surat kepada pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, dan Belanda meminta mereka untuk tidak membuang sampah di Indonesia.
“Saya Senang karena negara-negara maju merespon surat saya, bahkan Uni Eropa akan menghentikan ekspor sampah ke Indonesia pada Tahun 2026, Tapi saya kecewa karena beberapa kali menulis surat kepada pemerintah Indonesia namun belum mendapat tanggapan apa pun,” ungkapnya.
Ketika ditanya tentang pentingnya partisipasi pemuda dalam mengatasi permasalahan lingkungan. “Suara pemuda sangat kuat dan nyata,” katanya.
Jika, sambunya, diberi lebih banyak kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya, anak-anak dapat menyumbangkan wawasan yang berharga, dan akan sangat baik jika mereka juga diberi lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan.
“Suara anak muda harus mendapat perhatian dari Pemerintah, maka Pemimpin Negara-Negara ASEAN harus punya mekanisme untuk merespon dan memberikan feedback sebagai bagian dari hak anak muda untuk mendapatkan akses keadilan dan kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari Hak Anak,” ungkapnya.
Dialog ini diselenggarakan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Antarpemerintah ASEAN bekerja sama dengan Koalisi Hak Anak Asia.
Dialog ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan AICHR Filipina sejak tahun 2018 untuk mempromosikan hak-hak anak di ASEAN yang bertujuan untuk menyediakan platform regional untuk membahas KHA PBB secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai kelompok dan pemangku kepentingan yang memiliki advokasi yang sama dengan AICHR dan Filipina mempromosikan hak-hak anak di wilayah tersebut.
Dialog tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Negara-negara Anggota ASEAN (AMS) mengenai realisasi dan implementasi Konvensi PBB tentang Hak Anak, badan perjanjian hak asasi manusia yang paling banyak diratifikasi di dunia dan merupakan konvensi pertama yang diratifikasi oleh seluruh negara anggota ASEAN.
Dukungan Sekolah
Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah MPd turut berbangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. Dia menyampaikan sekolah memberikan dukungan terhadap Aeshnina untuk melakukan aktivitas berkarya di luar sekolah dengan tetap memperhatikan tanggung jawabnya sebagai pelajar agar semuanya berjalan baik dan seimbang.
“Harapannya Aeshnina bisa menjadi teladan yang mendorong motivasi sesama pelajar untuk bisa berprestasi sesuai bakatnya sampai ke manca negara dan ilmu yang diberikan memberikan kebermanfaatan bagi sesama,” ujarnya.
Dia memaparkan kegiatan Aeshnina ini merupakan kebanggaan sekolah kami yang siswanya dapat berkiprah untuk masyarakat dan negara.
PCM GKB – Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diwarnai dengan game karakter di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024). Ketua Umum PR IPM…
Muhammad Azlan Syah Arifinanda saat menyampaikan materi di LDKS PR IPM Spemdalas, Rabu (2/10/2024). (Ichwan Arif)
PCM GKB – Jadi pelajar berdampak menjadi pesan Muhammad Azlan Syah Arifinanda dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Dalam acara yang mengangkat tema New Colors Leader to The Golden Generation, anggota Bidang AKP PW IPM Jawa Timur ini menyampaikan bahwa menjadi kader Muhammadiyah, IPM harus berdampak yang diwujudkan dalam kreativitas dan tindakannya.
“Menjadi pemimpin berdampak harus masifikasi Kaderisasi, penanaman nilai keislaman dan keorganisasian, program berkelanjutan, dan gerakan kreatif dan inovatif,” katanya ketika menyampaikan materi dengan tema ke-IPM-an Berdampak bersama Madani.
Di awal materi, dia menjelaskan tentang pengertian IPM. IPM adalah organisasi Islam, organisasi otonom Muhammadiyah, dam organisasi pelajar,” jelasnya.
Dia memaparkan, organisasi ini, tekannya, memiliki tujuan terbentuknya pelajar muslin yang barilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
“Nilai pelajar Muhammadiyah, antara lain berakhlak mulia, berkarakter keislaman, berilmu, cerdas intelektual produktif, inovatif-kreatif, pelopor pergerakan pelajar dan menciptakan hal baru, berdampak, dan pemimpin berkarakter dan pengubah kearah yang lebih baik,” jelasnya.
Untuk itu, sambungnya, menjadi pelajar berdampak harus dijadikan semangat dan motivasi supaya IPM memiliki dampak positif. Bukan hanya ide, inovasi, kreativitas, dan tindakan yang diimplementasikan dalam program unggulannya, tetapi pelajar berdampak harus menjadi nilai positif kebaikan.
“Maka, ayo semua kader IPM di PR IPM Spemdalas ini bersama-sama menjadi pelajar berdampak sehingga tindakan kita yang berupa kreativitas mampu memberikan kebaikan bagi siswa yang lain,” ajaknya. (*)
Motivator Wahyu F Jazir SE saat menjelaskan materi dalam kegiatan LDKS PR IPM Spemdalas, Rabu (2/10/2024) (Ichwan Arif)
PCM GKB – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan tema New Colors Leader to The Golden Generation di Kapal Garden Hotel, Rabu-Kamis (2-3/10/2024).
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengatakan kegiatan LDKS ini sebagai upaya untuk tempat belajar dan bertumbuh, khususnya tentang organisasi dan karakter.
“Teman-teman IPM Spemdalas bisa belajar banyak tentang ilmu kepemimpinan dan juga karakter sehingga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai wawasan dalam menjalankan organisasi IPM di Spemdalas,” katanya, Selasa (2/10/2024)
Dia memaparkan, kegiatan LDKS ini juga tidak hanya indoor tetapi juga akan diselingi dengan kegiatan outdoor, khususnya kegiatan outbound.
“Di sinilah teman-teman bisa belajar karakter kerja sama, kolaborasi, komunikasi, daya juang, dan juga upaya yang bisa mencapai tujuan organisasi itu,” jelasnya.
Dalam kegiatan LDKS, pemateri Wahyu F Jazir SE menjelaskan tentang motivation leadership. Dalam penjelasannya, dia menyampaikan skill atau kemampuan yang harus dimiliki dalam menjalankan organisasi supaya organisasi tersebut bisa mencapai tujuan bersama.
“Yang pertama adalah komunikasi, empati (peduli), mendengarkan orang lain, manajemen konflik, dan motivasi dan mempengaruhi orang,” katanya.
Dia menjelaskan, seni komunikasi ini sangat penting dalam membangun organisasi. Komunikasi yang baik, yang persuasi untuk kebaikan menjadi modal penting dalam bekerja sama dengan tim dalam menjalankan program kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Maka, seni ini harus terus ditingkatkan dan diasah guna bisa menjalankan tugas sesuai dengan tugas yang diembannya masing-masing,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, memiliki empati atau peduli dengan rekan setim sangat menunjang dalam membangun satu tim di organisasi. Ada juga kemampuan atau skill mendengar orang orang. “Tidak hanya seni bicara, tetapi skill mendengar juga perlu dikembangkan guna bisa menyerap ilmu yang nantinya bisa berguna,” tuturnya.
Di setiap organisasi pastinya ada konflik yang terjadi, baik itu kecil atau besar. “Maka, siswa harus memiliki kemampuan manajemen konflik, supaya setiap ada masalah bisa diselesaikan dengan baik yang orientasinya adalah untuk kebaikan organisasi,” tegasnya.
Yang tidak kalah pentingnya, sambungnya, adalah memiliki motivasi tinggi dalam berorganisasi dan mempengaruhi orang lain demi kebaikan.
“Dalam berorganisasi IPM tidak boleh sambatan bahkan mengeluh. Kita semua harus memiliki motivasi tinggi supaya program kerja yang dicanangkan bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Maka, pesannya, kita semua yang hadir dalam kegiatan LDKS ini harus mampu menjadi agent of change, yaitu mampu mengubah mental, memberi perubahan kebaikan, dan mengubah lebih baik lagi.
“Tugas ini tidak mudah, maka karakter leadership harus benar-benar dipegang dan dijalankan dengan baik,” tekannya. (*)
Fiqih Risalah, M.A, Ph.D saat menyampaikan materi dalam kegiatan PKMTM III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024). (Istimewa)
PCM GKB – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pemateri Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Fiqih Risalah, M.A, Ph.D. menguraikan materi bertema Khittah Perjuangan Muhammadiyah: Menyintas Problematika Paham Antroposentrime
Dia menjelaskan antroposentrik memandang manusia sebagai pusat/yang tertinggi di alam semesta, akhirnya manusia sering sekali merusak alam.
“Dalam bahasa Yunani Antroposentrik adalah homo deus atau manusia yang meninggi lebih tinggi dari alam, namun di islam itu di sebut kholqun akbar atau besar perilaku,” ujarnya di hadapan 44 peserta dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah.
Homo deus ini menjadi asal mula dimana manusia dulunya adalah hewan yang serupa dengan manusia maka dari itu kita harus melihat manusia pada takaran fisik.
“Karena jika berbicara soal homodeus sangat susah untuk mengetahui bagaimana asal manusia yang pada akhirnya manusia harus di observasi terus menerus,” tambahnya.
Akan tetapi, lanjutnya, menurut bahasa Al-Quran manusia adalah insan dan sampai kapan pun manusia tidak menjadi homodeus. “Kita akan merasa rendah saat di pandang sebagai homodeus, namun kita akan menjadi tinggi sebagai Insan,” jelas Guru SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini.
Potensi Diri
Fiqih Risalah menjelaskan ketika orang lain mengkritik itu berarti sesuatu harus kita perbaiki. “Prosesnya dirasakan, kita harus memaksimalkan potensi diri, jadilah diri kalian tidak mereka,” paparnya.
Di peradapan ini, sambungnya, sudah pernah terjadi hal tersebut, Firaun contohnya. Firaun berasal dari kata firoah adalah mendaki gunung. Sama seperti Firaun yang semakin tinggi semakin sombong, sampai dia ingin diagungkan sebagai Tuhan oleh rakyatnya.
Dia memaparkan, dari problematika ini timbullah paham kapitalisme, liberalisme. Karena sesuatu terjadi tidak secara kebetulan, semua atas izin Tuhan. “Biar mereka rasakan apa yang harus di rasakan, biar apa? Biar mereka sadar,” tegasnya.
Dia berpesan bahwa beberapa manusia ingin berada di posisi puncak terus-menerus, maka dari itu sebagai kader Muhammadiyah harus tahu bahwasannya hidup ini silih berganti. “Jadi kader Muhammadiyah bisa selalu mensyukuri apa yang sudah didapatkan,” ujarnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Hidup Sehat ala Warga Spemdalas
2 Min Read
Suasana senam pagi di Spemdalas, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
PCM GKB – Hidup sehat dengan mengadakan senam sehat ala warga SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (15/8/2024).
Selama 45 menit, siswa, guru, dan karyawan Spemdalas mengikuti senam pagi di lapangan basket Spemdalas dengan instruktur senam Kak Wahono.
Siswa Spemdalas mengikuti senam pagi, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
“Mana suaranya,” teriak Kak Wahono memulai memandu senam.
“Heah, heah,” teriaknya kembali.
Siswa, guru, dan karyawan bersama-sama mengikuti pemanasan di awal senam. Setelah itu, Kak Wahono dengan mengenakan kaos warna hijau toska, celana abu-abu, dan bertopi ini terus menerikan semangat kepada peserta senam.
Kak Wahono memandu senam pagi di Spemdalas, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
“Mana semangatnya? Heah,” ujarnya lagi.
Supaya menambah semangat, instruktur tidak hanya berada di panggung di bagian depan, tetapi dia juga berkeliling. Hal ini membuat peserta bertambah semangat.
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengaku senang dengan kegiatan senam pagi bersama ini. “Seru, instrukturnya juga semangat sekali,” katanya usai senam pagi.
Dia mengatakan, kegiatan ini adalah inisiatif IPM sebelum kegiatan lomba yang akan diikuti siswa. “Biar mereka semangat dan sehat semua,” ucap siswa yang duduk di kelas IX C ini. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Membersamai Generasi Strawberry dan Durian
3 Min Read
Ilustrasi Generasi Strawberry. Foto: Shutterstock
Generasi strawberry dan generasi durian melekat pada diri remaja kita. Keduanya memiliki nilai plus dan minus. Bagaimana kita sebagai guru dan orang tua bisa membersamai mereka supaya potensinya lebih terasah?
PCM GKB – Setelah gen Z, generasi Milenial, dan generasi alpha, kini ada lagi istilah strawberry generation dan durian generation.
Kedua istilah ini tidak merujuk pada buah favorit dari sekelompok orang, melainkan merujuk pada mental dan perilaku sekelompok orang. Apa bedanya strawberry generation dan durian generation ini?
Istilah generasi strawberry pertama kali muncul di kalangan masyarakat Taiwan. Kelompok ini diberi nama strawberry generation adalah karena mentalnya yang lunak seperti buah strawberry.
Mental Strawberry generation tidak sekuat orangtuanya yang mampu menghadapi berbagai tekanan. Mereka lebih lembek dan mudah menyerah, bahkan sakit hati. Jika diberi tekanan berlebih, anak generasi strawberry akan hancur. Meski demikian, mereka sebenarnya cukup kreatif.
Beberapa ciri lain dari generasi ini adalah mudah putus asa, plin plan alias tidak bisa mengambil keputusan dengan mantap, egois, manja, enggan keluar dari zona nyaman, serta menginginkan kesuksesan yang instan.
Tidak sedikit juga anak generasi strawberry yang gemar mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri tanpa bantuan pihak profesional.
Penyebab utama dari lembeknya mental dari strawberry generation ini adalah pola asuh orang tuanya yang terlalu protektif dan menyediakan semua kebutuhan anaknya.
Kalau generasi strawberry datang dari Taiwan, maka generasi durian ini berasal dari Singapura. Generasi ini disebut-sebut lebih buruk daripada generasi strawberry. Perilaku negatif generasi durian adalah disebabkan karena pola asuh orang tua yang over protektif, terlalu memanjakan, dan selalu menjadi tameng anak ketika mereka melakukan kesalahan.
Bagaikan buah durian, generasi ini terlihat kuat. Padahal dalamnya lembek. Duri pada kulit durian sendiri merujuk pada orang tua generasi ini yang bertindak sebagai pelindung.
Jika anak generasi strawberry cenderung membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri, maka anak generasi durian justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya. Wajar saja kalau generasi durian dikatakan lebih buruk.
Beberapa ciri khas generasi durian adalah cenderung bersikap kasar, agresif, keinginannya harus cepat terpenuhi, arogan, dan egois.
Mereka juga tidak terbiasa untuk berusaha dalam segala bidang karena selalu mengandalkan bantuan orang tua. Selain itu, karena tumbuh di dunia serba digital dan internet, anak generasi durian juga sangat tergoda untuk menjadi viral di media sosial.
Generasi strawberry ditujukan kepada mereka yang lahir di atas tahun 1980 dan memiliki mental lembek. Sedangkan generasi durian ditujukan pada mereka yang lahir di antara tahun 1990 hingga 2000. Jika diambil simpulan, maka sebenarnya generasi durian dan strawberry ini berasal dari generasi milenial (istilah yang digunakan oleh media modern). Hanya saja perbedaannya yang sangat terlihat jelas ada pada kekuatan mental dan perilaku.
Mental generasi strawberry yang terlanjur lembek sebenarnya masih bisa diatasi. Tentunya dengan bantuan tenaga profesional di bidang psikologi. Generasi strawberry harus bangkit dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti.
Oleh karena istilah kedua generasi ini ditujukan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980-2000-an, maka gen Z juga berpotensi menjadi kedua generasi strawberry dan durian. Di sini peran orang tua sangat besar misalnya dengan mengubah pola asuh.
Di antaranya dengan tidak memanjakan anak, tidak memberi labeling negatif, tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri, serta mengajarkan anak untuk berlapang dada ketika menghadapi kegagalan.
Maka diharapkan kita dapat mencegah dan menekan angka pertumbuhan generasi strawberry dan generasi durian demi masa depan generasi yang lebih baik.
Membersamai Dua Generasi
Untuk menghindari menjadi bagian dari generasi strawberry, baik sebagai individu maupun sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Mengembangkan Ketahanan
Mengembangkan ketahanan emosional dan mental sangat penting. Ini melibatkan pembelajaran bagaimana cara menghadapi kegagalan, stres, dan tantangan dengan cara yang sehat.
2. Pelajari Keterampilan Hidup
Mengembangkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, memasak, dan mengurus keuangan sendiri adalah penting untuk menjadi mandiri.
3. Hadapi Tantangan
Menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan dan kepercayaan diri.
4. Pendidikan Karakter
Untuk orang tua, penting untuk memfokuskan pendidikan tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika kerja.
Lima cara orang tua untuk mencegah anak menjadi generasi durian yang bisa dilakukan, yaitu terapkan nilai kerja keras, bat aturan yang jelas, batasi sikap konsumtif, ajarkan anak agar suka berbagi, dan menjadi panutan yang baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
2 Min Read
Ilutrasi opini Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
Prasangka kepada orang lain tidak hanya positif, hal negatif juga sering kita berikan. Prasangka ini bisa menjadi cermin bagi kita
Opini oleh Yudo Broto, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik
PCM GKB – Sering kita tidak sadar bahwa prasangka kita kepada orang lain itu adalah cermin pada diri kita apabila kita ada dalam posisi atau situasi yang sama dengannya.
Artinya, bahwa kita sering menaruh prasangka atau curiga ke orang lain, semisal tidak amanah apabila dipercaya. Itu tanpa disadari mungkin ada dalam dirinya juga sifat seperti itu sehingga tidak mudah percaya juga.
Bentuk prasangka sebenarnya tidak hanya yang negatif, tetapi juga positif juga. Bahwa dia akan selalu percaya kepada orang karena mereka menganggap orang lain akan jujur seperti dirinya.
Prasangka merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
Diantara ciri-ciri orang yang kerap berprasangka yaitu, selalu menghakimi orang dari segi keburukan, enggan melihat bukti dan fakta yang ada, berpikiran negatif terhadap segala sesuatu dan khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. (*)