Komentar Dinonaktifkan pada Gerakan Makan Sehat Bergizi Saat TS Day ala Berlian School
2 Min Read
PCM GKB – Siswa kelas III dan IV SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) mengikuti kegiatan Gerakan Makan Sehat Bergizi saat Tapak Suci (TS) Day, Sabtu (16/11/24).
Berlian School menerima 175 nasi kotak dari Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) serta 50 nasi kotak dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) sebagai wujud keikutsertaan Berlian School dalam menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke 112.
Kegiatan diawali dengan latihan tapak suci bersama pelatih Tapak Suci Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik di lapangan sekolah, selanjutnya siswa kelas III diarahkan menuju ruang kelas masing-masing dan kelas IV diarahkan menuju kantin untuk melaksanakan gerakan makan sehat bergizi bersama-sama.
Siswa diminta untuk duduk dengan rapi, sedang guru- guru ikut andil dalam membagikan nasi kotak kepada siswa siswi kelas III dan IV.
Siswa kelas IV Taj Mahal Abizard Rayyan dengan raut senang dan gembira menerima nasi kotak dengan menyampaikan, “Alhamdulillah Usth, setelah kita latihan tapak suci dapat rezeki bisa makan sehat bersama-sama.”
Guru Berlian School Fauzuddin Ahmad SPd memandu dan mengajak siswa siswi berdoa sebelum makan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Umum M. Taufiq MPd menyampaikan, “Gerakan Aksi Makan Bergizi bersama ini sebagai salah satu implementasi perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168 yakni Allah memerintahkan hamba-hambanya untuk memakan makanan yang halalalan thoyyiban.”
Dia melanjutkan, “Makna dari halalan thoyyiban yaitu makanan diperoleh dengan cara yang halal, baik dan makanan yang bergizi seimbang.”
“Semoga makanan yang masuk ke tubuh dapat menjadi nutrisi yang baik yang terus bertumbuh kembang menjadikan pribadi-pribadi yang Rabbani sehingga karakter Illahiyyahnya muncul dalam dirinya masing-masing,” harapnya.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk menyemarakkan peringatan Milad Muhammadiyah yang ke-112 dengan proyeksi dapat membagikan 112.000 kotak nasi se-Jawa Timur dan representasi dari program pemerintah terkait pemberian makan makanan gratis dengan gizi yang seimbang kepada generasi anak bangsa,” tutupnya.
Komentar Dinonaktifkan pada Smamio Jadi Tuan Rumah MTQ LP2 PDM Gresik, Ini Juaranya
3 Min Read
Juara MTQ LP2 PDM Gresik. (Sayyidah Nuriyah)
PCM GKB – SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Sabtu (9/11/2024).
Alhasil, sejak pagi sampai sore, sekolah yang berdiri di tengah perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik, Jawa Timur, itu tampak ramai. Baik peserta maupun pendamping memadatinya.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Imanullah Ali Ubaid, S.T., S.Kom. saat memberikan sambutan pada sesi penutupan mengucapkan, “Atas nama PDM mengucapkan terima kasih atas terlaksananya MTQ LP2 PDM Gresik di Smamio dengan fasilitas yang diberikan sehingga acara ini berlangsung dengan lancar.”
Sebanyak 182 peserta antusias mengikuti lomba yang diadakan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini. Hingga sore pukul 16.00 WIB, mereka bersabar menanti pengumuman pemenangnya.
Ada empat lomba di MTQ 2024 ini. Yakni Musabaqah Tahfiz Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Sharhil, dan Musabaqah Khat Qur’an.
Masing-masing lomba diambil enam pemenang. Peraih juara I-III dan harapan I-III.
Apresiasi Juara
Para juara mendapat hadiah dan apresiasi berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Kepada peraih juara, LP2 PDM Gresik memberi hadiah untuk juara I sebesar Rp 1 juta rupiah. Juara II mendapat Rp 750 ribu dan juara III mendapat Rp 500 ribu.
Untuk harapan I mendapat Rp 400 ribu, harapan II mendapatkan Rp 350 ribu. Sedangkan harapan III memperoleh Rp 300 ribu.
Berbeda untuk lomba beregu, Musabaqah Sharhil Qur’an. Juara juara I sebesar Rp 1,5 juta rupiah. Juara II mendapat Rp 1,2 juta dan juara III mendapat Rp 900 ribu.
Untuk harapan I mendapat Rp 600 ribu, harapan II mendapatkan Rp 500 ribu. Sedangkan harapan III memperoleh Rp 400 ribu.
Para Juara
Pada hari yang sama, Ketua LP2 PDM Gresik Raden Jamal, S.Fil.I., M.Fil.I mengumumkan para pemenang. Yakni berdasarkan SK nomor 001/Kep/III.21/E/2024 tentang Penetapan Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) LP2 PDM Gresik.
Pemenang Musabaqah Syahril Qur’an
Juara I At Tanwir Smamio nilai 82 Juara II Pesantren Adzkia Wotan nilai 81,2 Juara III MBS Madinatul Ilmi Gresik nilai 80 Harapan I At Tanwir Smamio nilai 76 Harapan II MBS Al-Birru Balongpanggang nilai 75,5 Harapan III Pesantren Putri Siti Walidah nilai 75
Pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an
Kategori Laki-laki Juara I Muhammad Shaddam Attalah SMP Muhammadiyah 1 Gresik nilai 96 Juara II Muhammad Fahreza Putra Ramadhani SMP Muhammadiyah 12 GKB nilai 95 Juara III Rizam Ali Azhar Pesantren Ulul Albab Mojopetung Dukun nilai 90 Harapan I Kevin putra fahardikan Spemdalas nilai 89,5 Harapan II Zevana Hamdan Zahuri Krisna At Tanwir Smamio nilai 89 Harapan III Muhammad Afi Ihsan MBS Madinatul Ilmi Gresik nilai 88,5
Kategori Perempuan Juara I Safirah Shadza Hakim Pesantren Adzkia Muhammadiyah Wotan nilai 94 Juara II Nayla Salma Andina SMP Muhammadiyah 12 GKB nilai 89 Juara III Iftakhul Nurul Jannah Pesantren Putri Siti Walidah nilai 88 Harapan I Suci Maulina Haji At Tanwir Smamio nilai 84 Harapan II Kafka Nafisah Azzahra At Tanwir Smamio nilai 82 Harapan III Revatiya Dinara Madinatul Ilmi Surowiti nilai 80
Pemenang Musabaqah Hifzil Qur’an
Kategori Laki-laki Juara I Ahmad Saputera Pesantren Al Hikmah Muhammadiyah Sidayu nilai 95 Juara II Nu’man Syauqi Pesantren Madinatul Ilmi Gresik nilai 91,5 Juara III Gavin Arrasyid Pesantren Madinatul Ilmi Gresik nilai 87 Harapan I M Faiq A. U. A. At Tanwir nilai 85,5 Harapan II Abiyu Wildan Kun S. At Tanwir nilai 85 Harapan III Ferdi Fathur Rizki MBS Al Birru nilai 71.5
Kategori Perempuan Juara I Rindang Fatihah Idana MBS Madinatul Ilmi Gresik nilai 91,5 Juara II Jihan Nabilatun Nafisah A. At Tanwir Smamio nilai 91.,5 Juara III Rosyidah Azzahra W. MBS Madinatul Ilmi Gresik nilai 72 Harapan I Kania Mutiara At Tanwir nilai 69 Harapan II Syifa Zahrotin Nisa At Tanwir Smmaio nilai 64 Harapan III Filzah Zahira Syafitri Pesantren Ahlul Qur’an nilai 52
Pemenang Musabaqah Khat Qur’an
Kategori Laki-laki Juara I Altha Van Radita P. MBS Madinatul Ilmi nilai 97 Juara II Zidan Al Azmi W. MBS Madinatul Ilmi nilai 93 Juara III M. Fikrul Zam Zami Pesantren Al Hikmah Muhammadiyah Sidayu nilai 90 Harapan I Argo Dafa P. Pesantren Adzkia Wotan nilai 87 Harapan II Febri Zaki Maulana Ulul Al-Bab mojopetung nilai 84 Harapan III M. Ilham Saputra MBS Muhammadiyah Gosari 81
Kategori Perempuan Juara I Natasya Ihsanti Auliya P. MBS Madinatul Ilmi Gresik Juara II Wardah Fatihatur R. At Tanwir Smamio nilai 94 Juara III Velda Valencia Pesantren Adzkia Wotan nilai 91 Harapan I Ayla Shiren Mussharrifa Pesantren Ahlul Qur’an nilai 88 Harapan II Nasyila Binta Mahira Pesantren Adzkia Wotan nilai 85 Harapan III Kalea Nazma M. At Tanwir Smamio nilai 82
Juara umum MBS Madinatul Ilmi Gresik dengan poin 16. (#)
Ketua Majelis Pelayanan Sosial dan Kifama PCM GKB Gresik, Ir. Jauhar Arifin, mengatakan kegiatan yang bekerja sama dengan Majelis Tabligh, Masjid, dan Pendidikan Kader dan Lazismu GKB ini sebagai media untuk ber-thalabul Ilmi. “Kita perlu terus menimba…
Komentar Dinonaktifkan pada Jurnalis Cilik SD Mugeb Angkatan 2 Kunjungi Jawa Pos
2 Min Read
PCM GKB – Sejak pukul 8.30 WIB, 20 siswa memakai rompi krem berkumpul di Perpustakaan Al Hikmah SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb). Di belakang rompinya tertulis Jurnalis Cilik. Mereka mendapat pembekalan dari Kepala Sekolah Mochammad Nor…
Sekolah harus mampu memberikan ruang dan waktu sebagai tempat bertumbuh bagi siswa. Membersamai mereka akan memberikan dampak positif, bukan hanya sekadar lebih percaya diri, tetapi bisa lebih. Siswa akan memiliki kenyamanan dan kebahagiaan dalam…
Fiqih Risalah, M.A, Ph.D saat menyampaikan materi dalam kegiatan PKMTM III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024). (Istimewa)
PCM GKB – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pemateri Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Fiqih Risalah, M.A, Ph.D. menguraikan materi bertema Khittah Perjuangan Muhammadiyah: Menyintas Problematika Paham Antroposentrime
Dia menjelaskan antroposentrik memandang manusia sebagai pusat/yang tertinggi di alam semesta, akhirnya manusia sering sekali merusak alam.
“Dalam bahasa Yunani Antroposentrik adalah homo deus atau manusia yang meninggi lebih tinggi dari alam, namun di islam itu di sebut kholqun akbar atau besar perilaku,” ujarnya di hadapan 44 peserta dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah.
Homo deus ini menjadi asal mula dimana manusia dulunya adalah hewan yang serupa dengan manusia maka dari itu kita harus melihat manusia pada takaran fisik.
“Karena jika berbicara soal homodeus sangat susah untuk mengetahui bagaimana asal manusia yang pada akhirnya manusia harus di observasi terus menerus,” tambahnya.
Akan tetapi, lanjutnya, menurut bahasa Al-Quran manusia adalah insan dan sampai kapan pun manusia tidak menjadi homodeus. “Kita akan merasa rendah saat di pandang sebagai homodeus, namun kita akan menjadi tinggi sebagai Insan,” jelas Guru SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini.
Potensi Diri
Fiqih Risalah menjelaskan ketika orang lain mengkritik itu berarti sesuatu harus kita perbaiki. “Prosesnya dirasakan, kita harus memaksimalkan potensi diri, jadilah diri kalian tidak mereka,” paparnya.
Di peradapan ini, sambungnya, sudah pernah terjadi hal tersebut, Firaun contohnya. Firaun berasal dari kata firoah adalah mendaki gunung. Sama seperti Firaun yang semakin tinggi semakin sombong, sampai dia ingin diagungkan sebagai Tuhan oleh rakyatnya.
Dia memaparkan, dari problematika ini timbullah paham kapitalisme, liberalisme. Karena sesuatu terjadi tidak secara kebetulan, semua atas izin Tuhan. “Biar mereka rasakan apa yang harus di rasakan, biar apa? Biar mereka sadar,” tegasnya.
Dia berpesan bahwa beberapa manusia ingin berada di posisi puncak terus-menerus, maka dari itu sebagai kader Muhammadiyah harus tahu bahwasannya hidup ini silih berganti. “Jadi kader Muhammadiyah bisa selalu mensyukuri apa yang sudah didapatkan,” ujarnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Berlian School Gelar Upacara Peringati HUT ke-79 PMI
2 Min Read
Berlian School menggelar upacara memperingati HUT ke-79 Palang Merah Indonesia (PMI) yang diikuti oleh 723 siswa dan 75 guru karyawan dengan tema Aksi Adaptasi Iklim: Menyongsong General Adaptif dan Kontributif dalam Merespon Perubahan Iklim pada Selasa (17/9/2024).
Pengurus PMI Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma SE MSI menyampaikan amanat upacara. Dia menjelaskan, “Pada 79 tahun yang lalu tepat tanggal 17 September 1945 seorang muslim yang hebat wakil presiden RI yang pertama Drs Mohammad Hatta menjadi ketua umum PMI ke-1.”
“PMI adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang membantu meringankan penderitaan orang yang mengalami bencana dengan prinsip dasar kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kebersamaan, dan kesatuan.”
Dia menjelaskan, ”Jauh sebelum pendirian PMI Henry Dunant, di zaman Rasulullah sudah ada seorang muslimah yang bertugas merawat korban perang bernama Ruwaidah binti Saad yang bertugas merawat korban luka saat perang badar sampai akhir perang khaibar.”
Kebaikan Akan Kembali Pada Diri Kita
Dia menuturkan, “Sesungguhnya jika kita berbuat baik maka kebaikan itu untuk diri kita sendiri, apabila kita berbuat tidak baik maka akan kembali pada kita sendiri, mari kita terus berbuat baik.”
“Prinsip utama dalam hidup adalah saling tolong menolong dalam kebaikan, ketika kita saling berbuat baik maka tidak ada yang boleh saling menyakiti, setuju ya?,” tanyanya.
“Setuju,” jawab anak-anak serentak.
“Tidak boleh membully, kita harus saling menolong dan berbuat baik,” tegasnya.
Dia melanjutkan, “Salah satu sifat dasar kemanusiaan itu adalah menolong sesama, PMI hadir untuk menolong sesama tanpa membedakan dari golongan apa, siapa dan darimana dan PMI juga hadir sebagai bantuan fisik maupun bantuan pangan kepada yang membutuhkan.”
“Adik-adik semua dalam kondisi sekarang hal yang utama bisa kita lakukan adalah saling membantu sesama, saling menolong sesama, saling menjaga silaturrahmi karena itu bagian dari prinsip dasar kemanusiaan.”
Herawan sapaan akrabnya menuturkan, “Berbuat baik harus selalu dilakukan, dalam konteks PMI ini hadir dengan banyak cara, jika adik-adik mau dan berkenan ingin ikut adik-adik bisa bergabung dalam Palang Merah Remaja bagian dari PMI yang nanti akan direkrut menjadi relawan.”
“PMI hadir dengan para relawan yang dilatih untuk bisa menghadapi segala kondisi, saat bencana di Bawean misalnya, teman-teman relawan PMI hadir disana mendirikan tenda darurat, mendirikan dapur umum, mendistribusikan makanan pada para korban bencana, begitu pula di daerah lainnya,” jelasnya.
“Ada banyak bencana di negara kita karena banyak gunung berapi di negara kita terutama pulau Jawa, perlu mitigasi bencana, hal pertama dari mitigasi bencana adalah berawal dari diri sendiri, dengan kesiapsiagaan dan saling membantu,” tuturnya.
“Bagi adik-adik yang ingin tahu lebih lanjut terkait PMI bisa berkunjung ke PMI Kabupaten Gresik,” tutupnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada IPM Junio dan Komunitas SD Mugeb Dilantik
2 Min Read
PCM GKB – Momentum peringatan HUT Ke-79 Republik Indonesia menjadi momen spesial bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb). Upacara ditutup dengan pelantikan IPM Junio dan komunitas di sekolah ramah anak itu.
Sesudah upacara bendera, semua siswa kelas IV-VI duduk kembali untuk menyaksikan teman-temannya dilantik, Sabtu (17/8/24) pagi. Masih di lapangan timur, mereka berganti menghadap ke arah barat di mana ada panggung di sana.
Pelantikan dibuka oleh Pembawa Acara Nur Hakiky, M.Pd. Ketua Pimpinan Cabang IPM GKB Gresik melantik mereka. Selanjutnya, ada penyerahan SK dari Ketua Pimpinan Daerah IPM Gresik Muhammad Alail Qadri kepada Ketua IPM Junio SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Fatih Asyraff Putrahendri.
Pembina Organisasi Otonom (Ortom) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Ir. Daud Susanto turut hadir dan memberikan pengantar seusai para siswa resmi dilantik. “Saya ucapkan selamat kepada Ananda Asraf sebagai ketua IPM Junio dan para pimpinan komunitas yang lainnya,” ujarnya.
Momen ini mengingatkannya pada saat masih sekolah dulu di SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu). “Saya dulu juga di SMA pernah pegang IPM Cabang Gresik,” kenangnya.
“IPM adalah organisasi otonom yang dibentuk oleh Muhammadiyah dengan maksud membina dan membimbing warga Muhammadiyah atau masyarakat umum sesuai bidang kegiatannya dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Kalian ini di IPM bergerak di pelajar,” terangnya.
Tujuannya, kata Pak Daud, supaya menjadi manusia yang berislam sebenar-benarnya. “Terbentuknya pelajar muslim cakap berilmu juga terampil dan berakhlak mulia dalam rangka untuk mencapai tujuan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ia lantas mendoakan, “Semoga setelah ini nanti adik-adik IPM Junior akan lebih termotivasi untuk lebih giat belajar dan tidak lupa dengan berakhlak mulia. Seperti yang semboyan Mugeb, berakhlak mulia dan berprestasi!”
IPM Junio terdiri dari 10 siswa. Setelah dipanggilnya IPM Junio, komunitas lain pun dipanggil. Ada 20 Jurnalis Cilik, 27 anak sebagai Pamarsasi yang fokus pada kebersihan sekolah, 30 anak sebagai Pasukan Matahari (PASMA) untuk mendisiplinkan di tempat ibadah, dan 49 anak sebagai Petugas Keamanan Sekolah (PKS). Setiap IPM junio dan komunitasnya memakai rompi cokelat khusus. Tertulis di belakang rompi itu nama komunitas yang mereka ikuti. (*)
Penulis Nada Janeeta Permana Editor Sayyidah Nuriyah
Komentar Dinonaktifkan pada Membersamai Generasi Strawberry dan Durian
3 Min Read
Ilustrasi Generasi Strawberry. Foto: Shutterstock
Generasi strawberry dan generasi durian melekat pada diri remaja kita. Keduanya memiliki nilai plus dan minus. Bagaimana kita sebagai guru dan orang tua bisa membersamai mereka supaya potensinya lebih terasah?
PCM GKB – Setelah gen Z, generasi Milenial, dan generasi alpha, kini ada lagi istilah strawberry generation dan durian generation.
Kedua istilah ini tidak merujuk pada buah favorit dari sekelompok orang, melainkan merujuk pada mental dan perilaku sekelompok orang. Apa bedanya strawberry generation dan durian generation ini?
Istilah generasi strawberry pertama kali muncul di kalangan masyarakat Taiwan. Kelompok ini diberi nama strawberry generation adalah karena mentalnya yang lunak seperti buah strawberry.
Mental Strawberry generation tidak sekuat orangtuanya yang mampu menghadapi berbagai tekanan. Mereka lebih lembek dan mudah menyerah, bahkan sakit hati. Jika diberi tekanan berlebih, anak generasi strawberry akan hancur. Meski demikian, mereka sebenarnya cukup kreatif.
Beberapa ciri lain dari generasi ini adalah mudah putus asa, plin plan alias tidak bisa mengambil keputusan dengan mantap, egois, manja, enggan keluar dari zona nyaman, serta menginginkan kesuksesan yang instan.
Tidak sedikit juga anak generasi strawberry yang gemar mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri tanpa bantuan pihak profesional.
Penyebab utama dari lembeknya mental dari strawberry generation ini adalah pola asuh orang tuanya yang terlalu protektif dan menyediakan semua kebutuhan anaknya.
Kalau generasi strawberry datang dari Taiwan, maka generasi durian ini berasal dari Singapura. Generasi ini disebut-sebut lebih buruk daripada generasi strawberry. Perilaku negatif generasi durian adalah disebabkan karena pola asuh orang tua yang over protektif, terlalu memanjakan, dan selalu menjadi tameng anak ketika mereka melakukan kesalahan.
Bagaikan buah durian, generasi ini terlihat kuat. Padahal dalamnya lembek. Duri pada kulit durian sendiri merujuk pada orang tua generasi ini yang bertindak sebagai pelindung.
Jika anak generasi strawberry cenderung membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri, maka anak generasi durian justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya. Wajar saja kalau generasi durian dikatakan lebih buruk.
Beberapa ciri khas generasi durian adalah cenderung bersikap kasar, agresif, keinginannya harus cepat terpenuhi, arogan, dan egois.
Mereka juga tidak terbiasa untuk berusaha dalam segala bidang karena selalu mengandalkan bantuan orang tua. Selain itu, karena tumbuh di dunia serba digital dan internet, anak generasi durian juga sangat tergoda untuk menjadi viral di media sosial.
Generasi strawberry ditujukan kepada mereka yang lahir di atas tahun 1980 dan memiliki mental lembek. Sedangkan generasi durian ditujukan pada mereka yang lahir di antara tahun 1990 hingga 2000. Jika diambil simpulan, maka sebenarnya generasi durian dan strawberry ini berasal dari generasi milenial (istilah yang digunakan oleh media modern). Hanya saja perbedaannya yang sangat terlihat jelas ada pada kekuatan mental dan perilaku.
Mental generasi strawberry yang terlanjur lembek sebenarnya masih bisa diatasi. Tentunya dengan bantuan tenaga profesional di bidang psikologi. Generasi strawberry harus bangkit dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti.
Oleh karena istilah kedua generasi ini ditujukan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980-2000-an, maka gen Z juga berpotensi menjadi kedua generasi strawberry dan durian. Di sini peran orang tua sangat besar misalnya dengan mengubah pola asuh.
Di antaranya dengan tidak memanjakan anak, tidak memberi labeling negatif, tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri, serta mengajarkan anak untuk berlapang dada ketika menghadapi kegagalan.
Maka diharapkan kita dapat mencegah dan menekan angka pertumbuhan generasi strawberry dan generasi durian demi masa depan generasi yang lebih baik.
Membersamai Dua Generasi
Untuk menghindari menjadi bagian dari generasi strawberry, baik sebagai individu maupun sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Mengembangkan Ketahanan
Mengembangkan ketahanan emosional dan mental sangat penting. Ini melibatkan pembelajaran bagaimana cara menghadapi kegagalan, stres, dan tantangan dengan cara yang sehat.
2. Pelajari Keterampilan Hidup
Mengembangkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, memasak, dan mengurus keuangan sendiri adalah penting untuk menjadi mandiri.
3. Hadapi Tantangan
Menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan dan kepercayaan diri.
4. Pendidikan Karakter
Untuk orang tua, penting untuk memfokuskan pendidikan tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika kerja.
Lima cara orang tua untuk mencegah anak menjadi generasi durian yang bisa dilakukan, yaitu terapkan nilai kerja keras, bat aturan yang jelas, batasi sikap konsumtif, ajarkan anak agar suka berbagi, dan menjadi panutan yang baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
3 Min Read
Ilustrasi opini Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
Kemajuan teknologi internet munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni dikenal dengan sastra cyber. Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas
Opini oleh Yanita Intan Sariani, M.Pd., guru bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik
PCM GKB – Perkembangan karya sastra selalu identik dengan segala proses kreativitas. Kehadiran sastra cyber di Indonesia dipengaruhi oleh maraknya penggunaan teknologi internet yang saat ini tengah menjamur.
Sastra cyber atau sastra dunia maya dalam perkembangannya memunculkan polemik di dunia sastra. Polemik tersebut seputar definisi sastra itu. Ada mengatakan bahwa sastra cyber keluar dari normatif tentang sastra.
Ada juga yang menjelaskan bahwa sastra cyber menjadi hal baru akibat dari tuntutan perkembangan zaman, khususnya perkembangan teknologi. Munculnya polemik atas sastra cyber sebenarnya lebih didasarkan pada pandangan konservatif bahwa sastra adalah karya istimewa. Sastra adalah karya yang memiliki muatan khusus yang tidak sembarang dibuat.
Sastra cyber dapat didefinisikan sebagai sastra yang mencakup berbagai genre karya yang kemudian disampaikan melalui media elektronik. Biasanya berupa karya sastra bergenre puisi atau prosa.
Kemajuan teknologi internet memungkinkan munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni yang dikenal dengan sastra cyber. Sejak adanya teknologi informasi yang mampu menjadi wadah temuan-temuan baru itu sastra cyber mulai bermunculan di dunia literasi.
Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas. Kemajuan sastra cyber memungkinkan pengguna-pengguna komputer dan gawai untuk memanfaatkan media internet.
Kehadiran sastra cyber seperti dua sisi mata pisau yang bergantung dari perspektif penilaian. Peran sastra cyber dalam dunia kesusastraan Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata yakni sebagai media publikasi dan sarana berkreasi untuk mampu melahirkan karya sesuai dengan perubahan masyarakat pada saat itu.
Bahkan terkadang peranan ini menjadi karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh sastra dalam bentuk media cetak. Dinamika sosial yang berkembang di masyarakat disinyalir memengaruhi laju sastra cyber dengan cukup pesat.
Walaupun begitu tidak dapat diingkari perbandingan-perbandingan antara sastra cyber dengan sastra yang diterbitkan melalui media cetak juga mendapat sorotan yang cukup signifikan. Sastra yang diterbitkan melalui media cetak (sastra koran/majalah) dikatakan lebih bermutu daripada sastra yang diterbitkan melalui media elektronik (sastra cyber).
Hal ini disebabkan sastra koran hadir di hadapan pembaca melalui prosedur dan seleksi yang ketat, sedangkan sastra cyber sebaliknya. Sastra cyber hadir tanpa prosedur yang ketat. Karena itu, siapa pun dapat memublikasikan karya-karyanya secara leluasa untuk dinikmati oleh siapa saja dari belahan dunia mana pun tanpa memandang apakah dia seorang yang sudah dikenal atau seseorang yang namanya belum dikenal.
Dalam dunia cyber juga terdapat seleksi alam. Hanya karya berkualitas yang dapat bertahan lama, sementara sisanya akan terseleksi dengan sendirinya. Dari sudut logika maupun estetika, sastra cyber sebenarnya sungguh berbeda dengan sastra di media lain.
Contohnya di media cetak, sebuah karya dinilai terlebih dulu baru sampai ke pembaca, sementara pada media cyber karya sampai dulu ke pembaca baru kemudian dinilai. Logika dalam dunia cyber menciptakan keleluasaan lebih bagi para pembaca.
Jika di media cetak, selera pembaca ditentukan oleh redaktur karena redaktur (yang memutuskan karya apa yang akan dimuat), maka pada media cyber pembaca bebas menentukan seleranya. (*)