Model Dakwah Muhammadiyah selalu Adem dan Sejuk

PCM GKB – Model dakwah Muhammadiyah selalu adem dan sejuk disampaikakan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik yang membawahi Majelis Tabligh dan Tajdid Center Anas Thohir MAg dalam Safari Subuh di Masjid At-Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Ahad (23/6/2024).
Dalam kajian yang mengangkat tema Mempererat Silaturrahim Membangun Sinergi, dia mengingatkan dai atau mubaligh untuk menjalankan dakwah dalam suasana yang sejuk dan tidak berpotensi memantik konflik horizontal atau gesekan sosial di masyarakat. Itulah hakikat dakwah yang dirintis dan dikembangkan, serta diteladankan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Kepada Majelis Tabligh yang mengelola mubaligh agar dalam dakwahnya selalu adem, sejuk, tidak berpotensi menimbulkan konflik atau kekerasan di masyarakat,” jelasnya.
Dia menuturkan, itulah model dakwahnya Muhammadiyah sebagaimana dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan. Jangan sampai dakwah kita diikuti atau dikuntit oleh aparat intelijen, karena dicurigai.
“Kita perlu mengingatkan model dakwah yang menyejukkan, karena di cabang-cabang atau bahkan ranting Muhammadiyah, potensi munculnya model dakwah yang memicu konflik itu masih ada,” pesannya.
Karena itu, lanjutnya, dia menegaskan agar juru dakwah kembali dan menjadikan teladan pendiri dan pimpinan persyarikatan dalam mengembangkan dakwah.
“Semua yang tergabung dalam kepengurusan Muhammadiyah di berbagai level itu dalam rangka berjuang mencari ridha Allah. Karena itu, semua kader yang mendapat amanah duduk dalam kepengurusan tidak mengotori dengan hal-hal yang justru merusak perjuangan,” ungkapnya.
Maka, sambungnya, selalu amanah begitu menerima SK kepengurusan. Jangan selingkuhi organisasi di semua level di mana Anda dipercaya. “Karena itu, diperlukan kesabaran, sabar untuk senantiasa taat, sabar untuk menghindari maksiat, dan sabar ketika datang musibah. Tetaplah dalam ketakwaan dan kesabaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, dia menjelaskan, Safari Subuh dimaksudkan sebagai sarana silaturrahmi dan komunikasi antara pimpinan di PDM dan struktur di bawahnya, baik di tingkat cabang maupun ranting.
“Forum bulanan itu diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan menyerap aspirasi pengurus atau warga peryarikatan. Karena itu, budaya silaturahmi yang memang diajarkan dalam Islam terus dikembangkan,” tuturnya.
Untuk itu, kita semua harus kenal. “Ojok sampai ada pimpinan gak kenal dengan yang di bawah, tidak tahu permasalahan di bawah. Yang di level PDM harus tahu yang cabang. Yang di cabang haru tahu yang di ranting. Secara periodik, datangi mereka yang di bawah,” katanya. (Ichwan Arif)
Baksos Qurban Plus-Plus ala SD Mugeb di SMKM 5 Panceng

PCM GKB – Ikut berqurban, siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) dapat bonus praktik bikin biskuit pakan ternak. SD Mugeb menyumbangkan 3 sapi dan 5 kambing kepada SMK Muhammadiyah 5 Panceng.
Tak ingin merasakan bahagia sendiri, Mugeb School turut mengajak serta dua sekolah mitra lainnya dalam kegiatan ini. Ialah MI Muhammadiyah 1 Pantenan dan MI Muhammadiyah 6 (Mimsix) Sekapuk.
Selasa (18/6/2024) pagi, sebanyak 50 siswa dari ketiga sekolah itu sudah tiba di SMKM 5 Panceng. Setibanya di sana, Kepala Mugeb School Mochammad Nor Qomari SSi menginfokan, di sana merupakan kesempatan untuk belajar bersama teman-teman dari madrasah lainnya.
“Anak-anak berbaur dengan teman-teman dari sekolah lainnya ya,” tutur Ustadz Ari, sapaan akrabnya, di lapangan SMK yang berdiri di atas lahan seluas 3,6 hektar itu.
Rombongan siswa sekolah dasar itu mendapat sambutan hangat dari guru dan siswa SMKM 5 Panceng. “Senang melihat sekolah mitra datang,” ujar Ketua Pelaksana Drs Ec Uripan Nada MPd ketika para siswa dan guru saling bersalaman di halaman sekolahnya.
Ustadz Ari bersyukur, baksos qurban tahun ini banyak bonusnya. “Baksos qurban plus-plus-plus, Alhamdulillah. Plusnya ada lima!” ujarnya.
Beliau lantas memaparkan. Pertama, melibatkan berkolaborasi dengan tiga sekolah mitra. Kedua, siswa yang qurban berkesempatan ikut outbound di SMKM 5 Panceng. Ketiga, mereka dapat keterampilan baru membuat pakan hewan ternak. Keempat, ada peluang berkenalan dengan teman-teman baru. Kelima, ini momentum yang baik untuk mengenalkan SMKM 5 Panceng.
Setelah mengikuti pembukaan, para siswa melihat pemotongan hewan qurban. Gema takbir mengiringi prosesi pemotongan. Mayoritas siswa berdiri melingkar. Tak ada ekspresi takut melintas di wajah mereka. Sementara sebagian lainnya melihat dan berinteraksi dengan jajaran hewan yang masih hidup.
Selanjutnya, para guru dari empat sekolah bekerja bakti mengeksekusi daging qurban. Ada yang menguliti, memotong, dan menimbang.
Outbound
Sementara itu, para siswa diajak outbound. Gelak tawa tak terelakkan ketika awalnya mereka main ular naga bersama. Kemudian, mereka dibagi secara acak menjadi tiga kelompok untuk mengikuti kegiatan di tiga pos.
Pos pertama, memanah. Pos kedua, melihat hewan ternak milik SMKM 5 Panceng di kandang. Pos ketiga, membuat pakan ternak. Usai berkegiatan di satu pos, sekelompok siswa mengikuti kegiatan di pos lainnya secara bergantian.
Di pos 3, Fina Azzahra Putri kelas XI Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMKM 5 Panceng menjelaskan cara membuat pakan ternak ruminansia. Pakan olahan itu bernama Biskuit Fabyvera. Pasalnya, SMK itu memang dikenal sebagai SMK calon pengusaha muda pertanian dan peternakan.
“Ini campuran limbah kulit gandum yang dihaluskan, daun Indigovera kering yang dihaluskan, dan cairan molase,” terang perempuan yang biasa disapa Fina ini.
Para siswa tampak penasaran dengan bahan yang ia jelaskan. “Kalian sudah tahu bagaimana bentuk daun Indigovera?” tanya dia bersambut gelengan para siswa. Ia pun berjalan ke dekat kandang ternak, lalu memetik selembar daun tanaman Indigovera yang tumbuh di sana.
Fina lanjut menjelaskan, “Kita akan mencampur semua bahan, sedikit demi sedikit, sampai teksturnya cukup untuk bisa dicetak. Saat sudah dicetak lalu nanti kita jemur.”
Aira Java, siswi kelas IV Muhammad Mugeb School semnagat dan riang mengikuti outbound itu. “Baru pertama kali, baru tahu. Rasanya kayak mainan pasir yang dikasih air gitu, kayak main lumpur,” komentarnya.
Tak kalah antusias, siswa kelas V MIM 1 Pantenan Ahmad Rois Al Ariq berkomentar di tengah proses pembuatan, “Gampang-gampang susah, susah melepas dari cetakannya, takut rusak, pecah.”
Green Qurban
Usai mengikuti kegiatan pada ketiga pos, siswa kembali diajak ke area penyembelihan hewan qurban. Mereka diajak membungkus daging yang sudah ditimbang. Menariknya, pembungkusan memakai daun jati.
Ari menegaskan, pihaknya sengaja melanjutkan realisasi green qurban sebagaimana pada baksos-baksos di setiap tahunnya. “Kita memang mengurangi sampah plastik sekali pakai. Jadi pakai daun jati yang lebih alami,” ungkapnya.
Diapit desa Surowiti, Serah, dan Murber, para siswa juga diajak membagikan daging-daging ke warga sekitar. Pembagian daging dilakukan dengan menaiki motor. Seorang guru membonceng seorang siswa.
“Kita harus naik motor karena lokasi SMK dan pemukiman warga jauh. Sekolah ini berada di perbukitan, dikelilingi sungai dan lahan bersemak,” jelas Nur Fadhila, salah satu guru Mugeb School yang ikut baksos bertajuk “Spectacular Taawun Idul Adha (Spectada)” itu.
Baksos siang itu ditutup dengan makan bareng di salah satu ruang kelas SMKM 5 Panceng. Ada menu daging berupa rawon dan non daging berupa sayur sop dengan lauk tahu, tempe, dan ayam goreng. (Sayyidah Nuriyah)
Ada Mochi Jubung dan Jobat di Gelar Karya P5 Spemdalas

PCM GKB – Gelar Karya P5, siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur memamerkan produk di Andalusia Hall, Jumat 21/6/2024).
Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertepatan dengan pengambilan rapot siswa kelas VII dan VIII ini mengangkat tema Cinta Budaya, Peduli Lingkuangan, dan Raih Keberkahan.
Koordinator P5 Siti Uswatul Jannah SPd menjelaskan dalam gemar karya P5 kali ini mengangkat 3 tema. Tema 1 kearifan lokal (pop up book budaya Gresik, batik ecoprint, foto kegiatan siswa dan video vlog.
“Tema 2 meliputi gaya hidup berkelanjutan, poster (jejak karbon kita, tanaman dalam pot (urban farming), rumah miniatur dari kardus dan stik es krim atau eco house. Tema 3 yaitu suara demokrasi berupa struktur organisasi partai,” jelasnya.
Dia menuturkan, tujuan Spemdalas menggelar gelar karya P5 ini yaitu sekolah ingin menunjukkan hasil P5 yang telah dilakukan siswa kelas VII-VIII selama setahun kepada warga sekolah dan wali siswa.
“Kedua memberikan apresiasi kepada siswa terhadap proses belajar yang dilakukan selama mengikuti kegiatan P5 dan juga sejauh mana capaian P5 siswa,” ungkapnya.
Untuk manfaatnya, lanjutnya, siswa memiliki kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya kepada khalayak, memupuk rasa percaya diri dan kebanggaan siswa, dan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan P5 ke depannya.
“Untuk waktu gelar karya P5 ini, kami sesuaikan dengan waktu pengambilan rapot. Hal ini bertujuan, orangtua dan siswa bisa menyaksikan produk karya mereka per kelas. Siswa bisa mengajak orangtuanya melihat hasil karya di stand kelasnya,” katanya.
Dia berharap orangtua tahu kalau selama kegiatan P5 di Kurikulum Merdeka ini siswa bisa menghasilkan beberapa karya, antara lain berupa video kegiatan yang diunggah di media sosial, berupa media cetak, poster, dan juga produk.
Seperti halnya stand di kelas VIII F. Di stand ini ada berbagai produk dan juga mading yang berisi informasi proses pembelajaran
“Dalam mading ini, ada tulisan tentang daur ulang, pembuatan jubung kuliner khas Gresik, damar kurung, pesta demokrasi, ada jeruk obat (Jobat),” kata Wali Kelas VIII F Anis Shofatun MSi.
Dia menuturkan, siswa kelas VIII juga membuat produk wirausaha dari pengolahan dari kearifan lokal. Mereka membuat kue dengan nama mochi jubung. “Kuliner khas Gresik itukan namanya jubung, dalam P5 ini anak-anak membuat mochi jubung,” ungkapnya.
Selain itu, sambungnya, siswa juga membuat jobat. Proses pembuatan jobat komposisinya yaitu air, jeruk nipis, dan sereh. “Manfaat jobat ini adalah membunuh nyamuk. Jobat ini dikemas dalam botol berspre. Nanti tinggal disemprotkan saja,” katanya. (Ichwan Arif)
Lazismu GKB Gresik Kurban 49 Sapi dan 33 Kambing

PCM GKB – Lazismu GKB Gresik Jawa Timur memperoleh hewan kurban 49 sapi dan 33 kambing. Pemerolehan hewan kurban ini selanjutnya akan didistribusikan untuk bakti sosial (baksos) dan juga disembelih di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Senin (17/6/2024).
Ada 13 sapi yang disembelih di Spemdalas dan 16 sapi didistribusikan untuk baksos. Lokasi baksos ada di 11 lokasi. SMK Muhammadiyah 5 Gresik, SD Muhammadiyah 1 GKB, Desa Balongwangon Benjeng, Dusun Kedungdowo Dapet Balongpanggang, SD Muhammadiyah 2 GKB, Masjid At-Taubah Balongopanggang, SMP Muhammadiyah 8 Benjeng, SMP Muhammadiyah 11 Ujungpangkah, SMP Muhammadiyah 12 GKB, Masjid At-Taqwa Mengare, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik.

Selain itu, ada 19 sapi dari 4 sarikat dibawah ke PWM Jawa Timur. Ada 22 kambing yang dibawa ke lokasi baksos dan disembelih di Spemdalas sebanyak 11 kambing. (Ichwan Arif)
Majelis Dikdasmen PNF PCM GKB Beri ‘Imun’ untuk Guru Mugeb School

PCM GKB – Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non-Formal Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik menggelar Pelatihan Improvisasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di Cardoba Conventional Hall Smamio.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari Rabu-Kamis (27-28/12/2023) yang diikuti guru dari 4 sekolah, SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School), SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik.
Hadir menjadi narsumber adalah Divisi Akademik majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr Raharjo MSi.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik Jawa Timur Fiqih Risalah MA PhD mengatakan guru harus melakukan improvisasi pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk tercapainya pendidikan yang Muhammadiyah.
“Maka, guru harus meningkatkan kemampuan dan potensi diri sebagai guru sehingga menjadi pengikut Nabi Muhammad seutuhnya,” katanya pada pelatihan hari pertama, Rabu (27/12/2023).
Hal senada juga disampaikan Litbang Majelis Dikdasmen PCM GKB Drs. Musaini. Dia mengungkapkan seiring dengan perkembangan dan tuntutan dunia pendidikan penting bagi guru untuk terampil dan kreatif agar bisa menciptakan lingkungan belajar yang inovasi.
“Implementasi pembelajaran pada kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih dan mengatur pembelajaran Jika tidak segera bergerak dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka guru akan tertinggal dengan kemajuan zaman,” katanya pada sambutan pelatihan hari kedua, Kamis (28/12/2023).
Oleh karena itu, tekannya, guru-guru harus sering mengikuti pelatihan-pelatihan seperti saat ini, guru-guru boleh mengikuti pelatihan pembelajaran seperti kegiatan pada saat ini dan boleh mengikuti pelatihan di luar baik dilakukan secara online maupun offline. (*)
Pelatihan Improvisasi Pembelajaran, Guru Mugeb School Belajar Berpikir Kreatif

PCM GKB – 9 cara melatih kita berpikir kreatif disampaikan Dr Raharjo MSi Divisi Akademik Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Kamis (28/12/2023).
Dalam Pelatihan Improvisasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang diadakan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik ini, dia menyampaikan cara pertama yaitu menumbuhkan rasa ingin tahu.
“Budayakan pola pikir yang penuh rasa ingin tahu dan kembangkan minat yang sungguh-sungguh terhadap dunia di sekitar anda,” katanya kepada peserta pelatihan dari SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dan Smamio di Cordoba Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik.
Setelah itu, lanjutnya, ajukan pertanyaan, eksplorasi berbagai subjek, dan cari pengalaman baru. Rasa ingin tahu memicu kreativitas dengan mendorong untuk menemukan dan belajar hal-hal baru.
Kedua, merangsang pikiran. Terlibat dalam kegiatan yang merangsang pemikiran dan imajinasi. Baca buku, tonton film, kunjungi galeri seni, atau dengarkan musik yang menginspirasi. Terpapar pada berbagai genre dan gaya dapat melebarkan perspektif kreatif.
Ketiga, praktik brainstorming. Sediakan waktu khusus untuk sesi brainstorming. Tulislah ide-ide, tidak peduli seberapa aneh atau tidak konvensionalnya. “Hindari penilaian atau penghambatan diri pada tahap ini. Kuantitas lebih penting daripada kualitas pada awalnya, karena ini membantu menghasilkan beragam ide,” jelas Dosen Biologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Keempat, terima kegagalan dan ambil risiko. Rasa takut akan kegagalan dapat menghambat kreativitas. Terimalah pandangan bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar. Bersedia untuk mengambil risiko, mencoba pendekatan baru, dan keluar dari zona nyaman.
“Menerima kesalahan sebagai bagian dari proses kreatif akan memungkinkan untuk menjelajahi kemungkinan-kemungkinan baru,” tegasnya.
Kelima, kelilingi diri dengan sudut pandang yang beragam. Berinteraksilah dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan disiplin ilmu. Terlibatlah dalam diskusi dan kolaborasi dengan individu yang memiliki pandangan yang berbeda.
“Paparan pada sudut pandang yang beragam dapat memicu ide-ide baru dan menantang pemikiran kita sendiri,” ujarnya.
Keenam, terlibat dalam latihan kreatif. Ikuti kegiatan yang secara khusus mengarah pada kreativitas. Coba menggambar, melukis, menulis, atau bermain alat musik. Terlibat dalam latihan kreatif ini dapat membuka imajinasi dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif secara keseluruhan.
Ketujuh, ciptakan lingkungan yang mendukung. Aturlah lingkungan fisik dan mental yang mendukung kreativitas. Temukan ruang di mana merasa nyaman dan terinspirasi. Hilangkan gangguan dan buat rutinitas yang memungkinkan untuk bekerja secara fokus dalam kreativitas.
“Kelilingi diri dengan objek atau karya seni yang menginspirasi untuk merangsang imajinasi,” jelasnya.
Kedelapan, terima kesendirian dan refleksi. Berikan waktu tenang bagi introspeksi dan refleksi. Putuskan hubungan dengan teknologi dan berikan pikiran ruang untuk berkelana. Kesendirian dapat memicu wasan kreatif dan memberikan kejernihan pemikiran.
“Yang terakhir, kesembilan yaitu kreativitas adalah keterampilan yang dapat dikembangkan melalui latihan dan ketekunan. Maka latihan dan ketekunan menjadi kunci dalam mengasah kita bisa berpikir kreatif,” tandasnya. (*)
82 Anak Khitan Massal Lazismu GKB Gresik
PCM GKB – Sebanyak 82 anak mengikuti Khitan Massal yang diselenggarakan Lazismu GKB Gresik Jawa Timur mengadakan kegiatan Khitan Massal yang diadakan di SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur, Sabtu (23/12/2023). Fundraising Kantor Layanan…
Ketua PCPM dan PCNA GKB Terpilih dapat Ucapan Selamat dari PDPM Gresik

PCM GKB – PDPM Gresik memberikan ucapan selamat kepada Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCPM) GKB terpilih hasil Musyawarah Cabang (Musycab), Sabtu (7/10/2023).
Dalam acara yang digelar di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, Ketua Bidang Seni Budaya Olahraga dan Pariwisata (SBOP) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik ini mengatakan kedua kader ini adalah yang terbaik.
“Kedua kader yang terpilih, baik di PCPM dan PCNA GKB Gresik ini adalah kader terbaik. Mereka diberikan amanah dalam pemilihan di Musycab kali ini. Selamat dan sukses atas terpilihnya dua kader terbaik yang memimpin PCPM dan PCNA GKB Gresik,” katanya.
Dengan terpilihnya mereka, lanjutnya, maka roda organisasi PCPM dan PCNA GKB harus berjalan dengan mengusung program terbaik untuk kebermanfataan umat. Dia berharap, setelah Musycab kali ini ada jalinan sinergitas yang baik dan kompak antara PCNA dan PCPM GKB dengan PDNA dan PDPM Gresik.
“Teman-teman yang ada di PCNA dan PCPM GKB harus menjadi kader yang sat set sat set. Artinya pergerakan yang dilakukan harus cepat dan tepat. Dan yang harus ditekankan adalah koordinasi, sinergi, dan kerja sama dalam menjalankan amanah di organisasi persyarikatan ini,” jelasnya.
Dia mewakili jajaran PDPM Gresik menyampaikan agar kader PCNA dan PDPM GKB tidak perlu sungkan untuk mengomunikasikan segala hal kepada jajaran pengurus PDPM dan PDNA Gresik.
“Kekompakan dari kader muda GKB harus selalu dijaga. Kader muda GKB harus berjalan bersama-sama agar terbentuk sinergi yang baik,” imbuhnya.
Di akhir pidatonya, ia menutup kegiatan Musycab dengan bacaan hamdalah dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Musycab kader muda GKB Gresik telah usai dilaksanakan. Dari prosesnya yang cukup panjang, hasilnya, Nugra Heny Apriliah SPdI terpilih sebagai ketua Pimpinan Cabang Nasiyatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik menggantikan Irma Sonya Suryana SKom MSi.
Sedangkan Chanif Ihsan SFil terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) GKB Gresik menggantikan Hudzaifaturrahman SThI. (*)
Penulis Novania Wulandari.
Chanif Ichsan Nahkodai PCPM GKB Periode 2023-2027

PCM GKB – Chanif Ichsan SFil, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) GKB Gresik 2023-2027 menyampaikan pidatonya usai terpilih dalam Musyawarah Cabang (Musycab) Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah GKB Gresik, Sabtu (7/10/2023).
“Innalillahi wa Innaa ilaihi rooji’uin, kalimat pertama yang diucapkan oleh ketua terpilih PCPM GKB Gresik periode 2023-2027 yang saya ucapkan kembali,” ujarnya di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik.
Lantas dia bertanya, “Kenapa?”
Dia menjawab, “Alasannya karena memang berat amanah yang diamanahkan kepada kita terutama kepada kami pengurus baru yang tadi telah musyawarah walaupun ada beberapa yang tidak hadir karena beberapa hal.”
Saat rapat formatur tadi, lanjutnya, terjadi diskusi yang sangat sengit sekali karena semua ingin menjadi ketua. “Meski perdebatan sengit, Alhamdulillah saya mendapat amanah dari teman-teman musyawirin semua untuk menjadi ketua PCPM GKB Gresik periode 2023-2027.
Amanah yang berat ini, tegasnya, yakin bahwasanya Allah tidak akan membebani diluar kemampuan kami. Lalu dia mengucap basmalah, “Bismillahirrahmanirrahim.”
Guru SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik ini berharap, semoga kami beserta pengurus PCPM GKB akan bersama-sama untuk mengemban amanah ini.
Kami juga berharap pada Kakanda Pimpinan dan pengurus PCPM yang telah demisioner agar senantiasa membimbing kami, mengarahkan kami, dan memberikan support pada kami semua sehingga kami menjadi kuat dalam menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.
“Kepada teman-teman PCPM GKB Gresik, mari kita bersama-sama untuk mensukseskan agenda-agenda PCPM yang akan datang. Kami harapkan pada teman-teman PCPM untuk bersedia bergabung ketika kami meminta untuk bisa menjadi pimpinan harian di PCPM GKB Gresik,” harapnya.
Dia juga berpesan kepada teman-teman Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik, “Yakni dengan Yunda Nugra Heny Aprilia SPdI yang juga teman saya, kita bersama-sama kolaborasi untuk menggembirakan Muhammadiyah khususnya di lingkungan GKB,” ujarnya.
Selengkapnya 7 Anggota PCPM GKB Gresik 2023-2027.
- Chanif Ichsan SFil
- Ihdal Minan MSos
- Siswanto SAg
- Rijalul Fikri SSi MPd
- Muhammad Khosi’un SPd
- Khinanjar Widiartama SPd
- Mujahidul Authon SPdI
Selamat (*)
Penulis Waviq Amiqoh.
Nugra Heny Apriliah Jadi Ketua PCNA GKB 2022-2026, Ini Pidato Pertamanya

PCM GKB – Nugra Heny Apriliah Jadi Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik Jawa Timur periode 2022-2026, Sabtu (7/10/23).
Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Musyawarah Cabang (Musycab) Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik, Irma Sonya Suryana Skom MSi menyampaikan hasil sidang formatur di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik Jalan Mutiara No 95 Pondok Permata Suci (PPS) Manyar Gresik.
Sebelumnya, 9 Anggota PCNA GKB yang terpilih secara evoting melakukan rapat formatur untuk memilih ketua PCNA GKB 2022-2027. Hasilnya, mereka sepakat memilih Nugra Heny Aprilia SPdI. Dia menggantikan Ketua PCNA GKB lama, Irma Sonya Suryana Skom MSi.
Mengawali sambutannya, Nugra Heny Aprilia membaca Surat al-Baqarah ayat 156 yang berbunyi Allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn artinya (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
“Sebagaimana kalian semua mengucapkan kalimat Alhamdulillah pada kami yang terpilih, kami pribadi tidak bisa mengatakan apa-apa selain kalimat istirja,” katanya.
Dalam suatu Hadits Riwayat Muslim tertera, Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan benar dan melaksanakan tugas dengan baik.
Perempuan berkacamata itu melanjutkan, “Tentunya apa yang telah kita ikhtiarkan bersama tidak bisa kita lakukan dan tidak bisa kita realisasikan tanpa adanya peran dan support teman-teman semuanya.”
Mohon Bimbingan
Pada kesempatan yang sama, Nugra Heny Aprilia memohon bimbingan, nasihat, untuk kami yang masih baru di sini, yang masih jauh dari kesempurnaan.
“Terima kasih kami ucapkan pada Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah GKB Gresik Periode 2016 sampai 2022 yang telah memberikan contoh bagi kami dalam menjalankan roda organisasi,” katanya.
Selengkapnya Anggota PCNA GKB Gresik 2022-2027.
- Nugra Heny Apriliah SPdI
- Sayyidah Nuriyah SPsi
- Novania Wulandari SPd
- Khoiro Numsyah SPd
- Dina Aulia SPd
- Waviq Amiqoh MPdI
- Anita Firlyando SPd
- Noviani Nurkholis MPd
- Rusdiyah Arifaini SPd.
Selamat (*)
Penulis Waviq Amiqoh.