Kader Nasyiah GKB Gresik Belajar Retorika Dakwah
PCM GKB – Belajar retorika dakwah mengisi hari kedua Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 1 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik. Inilah materi ke-4 atau terakhir dalam acara bertema Wujudkan Kader Berkualitas untuk Dakwah dan…
Nasyiah GKB Asah Kepemimpinan di DANA 1

PCM GKB – Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) 1 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB Gresik dimulai, Jumat (13/12/2024) siang. Sebanyak 21 peserta mengikutinya di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas).
Awalnya, Ketua Panitia Novania Wulandari, S.Pd menyampaikan laporan. Yunda Wulan, sapaannya, menyampaikan DANA 1 dilakukan selama dua hari, Jumat-Sabtu (13-14/12/2024).
“Kader NA GKB terdiri dari Ranting SD Mugeb, Berlian, Spemdalas, dan Smamio. Terima kasih atas support yang Yunda-Yunda berikan,” ucapnya.
Perempuan yang sehari-harinya mengabdi di SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) juga mengucapkan terima kasih kepada Yunda dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik yang membersamai dan mendukung kegiatan di PCNA GKB.
“Semoga DANA 1 ini benar-benar bisa mewujudkan kader yang berkualitas dan siap berkontribusi untuk persyarikatan kita tercinta,” ujar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Belajar Kepemimpinan
Sementara Ketua PCNA GKB Gresik Yunda Nugra Heny Apriliah, S.Pd.I saat sambutan menyampaikan, DANA 1 ini bertema ‘Wujudkan Kader Berkualitas untuk Dakwah dan Kepemimpinan’.
“Kegiatan ini bukan hanya pembatal syarat tapi benar-benar wadah kita mempelajari kepemimpinan untuk diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Kata Yunda Heny, kegiatan ini punya tiga tujuan. Pertama, terbentuk karakter Islami yang mampu jadi teladan bagi keluarga, masyarakat, dan organisasi.
Kedua, meningkatkan semangat berkhidmat di NA. “Menjadi manfaat untuk dirk sendiri itu biasa. Tapi bagaimana bermanfaat untuk diri, orang lain, dan sekitar itu yang luar biasa,” terangnya.
Di ruang kelas XI Alexandria, Yunda Heny juga menyebutkan tujuan ketiga, memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ia bersyukur, DANA 1 ini dibantu tim instruktur PDNA Gresik yang luar biasa. “Terima kasih panitia menyempatkan DANA sambil menyiapkan rapotan dan kuliah. Ada tiga kader kita yang sedang menyambi kuliah,” ujar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu.
Ia berpesan, kader Nasyiah GKB meniatkan ikut DANA karena ibadah. “Di organisasi non profit takut pada pimpinan itu salah. Ikutlah untuk mendapatkan rida Allah,” terangnya.
Terakhir, di ujung sambutannya, ia mengajak seluruh kader untuk berkomitmen mengikuti DANA 1 sampai selesai. (#)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Kanah Perdana PCNA GKB Kupas 6 Alasan Pakai Hijab

PCM GKB – Kanah perdana PCNA GKB kupas enam alasan pakai hijab, Selasa (27/8/2024) sore.
Kajian Nasyiah Ceunah (Kanah) ini diadakan Departemen Dakwah Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB saat rapat rutin yang dilaksanakan di ruang rapat SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb).
Ketua Departemen Dakwah PCNA GKB Dina Auliyah, M.Pd. membahas kewajiban berhijab di tengah tren Tiktok yang menampilkan berbagai mode hijab.
“Hijab menjadi kewajiban tapi ada yang menjadikannya mode, gaya berpakaian, agar modis,” ujarnya.
Yunda Dina, sapaan akrabnya, menyadari, ada gaya berhijab tertentu yang menimbulkan dampak negatif. Yakni memancing syahwat lelaki.
Karena itulah, ia memaparkan enam alasan para ukhti mengenakan hijab.
Pertama, menutupi kekurangan di tubuh. Misal, memakai hijab karena mengalami kebotakan atau untuk menutupi uban.
Kedua, mencari jodoh. “Karena perempuan jadi madrasah pertama bagi anaknya, lelaki pasti mencari perempuan yang baik. Ada perempuan memakai hijab karena ingin menarik perhatian lawan jenisnya,” ujar perempuan yang juga aktif di PDNA Gresik itu.
Ketiga, berhijab agar dinilai baik di depan manusia. “Padahal kalau di luar ‘you can see my kelek’. Terlihat ketiaknya. Semoga kita semua bisa menutup aurat ya,” tuturnya.
Keempat, berhijab syar’i tapi modis. Sekarang ada mode hijab yang menunjukkan lehernya. Ada yang pakai kemben di luar sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya.
Ia meyakini, hijab untuk menutup aurat bisa diperbaiki secara berangsur-angsur. “Pastikan menutupi lekuk tubuh. Gunakan jilbab yang menutup dada. Supaya suami kita saja yang melihat lekuk tubuh kita,” pesan Dina.
Menurutnya, ini bisa menjadi ladang dakwah kader Nasyiah. “Kita tak hanya berhijab, tapi baju dan bawahan kita juga perlu kita jaga. Jangan sampai kita berpakaian tapi telanjang,” ungkapnya.
Kelima, berawal dari terpaksa. “Tidak apa sedikit dipaksa awalnya, nanti akan jadi kebiasaan baik,” katanya di hadapan 14 kader Nasyiah GKB yang duduk melingkar.
Keenam, menutup aurat karena mengharapkan ridha Allah. Inilah alasan yang terbaik.
Akhirnya, Dina mengajak agar mereka senantiasa menjaga mode hijab mereka. “Semoga kita tidak tegiur tren hijab yang ada. Boleh diputar-putar tapi jangan sampai memperlihatkan lekukan tubuh kita,” tutupnya. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah. Editor Ichwan Arif