Empat Tips Menciptakan Keluarga Harmonis
Suhadi Fadjaray menyampaikan materi dalam Pengajian Ramadan Pimpinan Cabang Muhammdiyah (PCM) GKB, Sabtu (1/4/23) (Rahmat/PWMU.CO)
Empat Tips Menciptakan Keluarga Harmonis, liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Fitri Wulandari
PCM GKB – Empat tips menciptakan keluarga harmonis disampaikan Suhadi Fadjaray dalam Pengajian Ramadhan 1444 H Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Jawa Timur, Sabtu (1/4/2023).
Dalam pengajian yang diselenggarakan Mugeb Islamic Center (MIC), dia menyampaikan dalam Surah al-Furqan ayat 74 terdapat sebuah penjelasan mengenai ciri-ciri keluarga harmonis.
“Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
Dia memaparkan, dari ayat tersebut kita dapat mengambil pelajaran keluarga yang harmonis adalah yang memiliki dua ciri, yaitu memiliki pasangan yang dapat menyenangkan hati dan mempunyai keturunan yang juga menyenangkan hati.
“Dengan kondisi yang menyenangkan inilah akan lahir karakter kepemimpinan,” imbuhnya.
Keluarga Harmonis
Suhadi menjelaskan tips agar pasangan dapat menjadi sosok yang menyenangkan, pertama pereda emosi yang berlebihan.
“Kebanyakan masalah di keluarga muncul karena ketidakpahaman dalam komunikasi antara suami dan istri. Suami dan istri dianugeri Allah kemampuan yang berbeda.”
Istri bisa multitasking, sedangkan suami cenderung fokus pada suatu hal. Hal ini menuntut kemampuan untuk memahami antara yang satu dengan yang lain.
Kedua, pendengar yang baik. Seorang istri jika memiliki masalah, akan cenderung untuk menceritakan masalahnya, maka seorang suami perlu menyediakan telinga untuk menampung cerita istri.
“Bapak-bapak harus mendengarkan ya, tidak sekadar mendengar lho,” jelas Suhadi.
Mendengarkan berarti menyimak sambil sesekali memberikan kata yang menunjukkan respons. Hal ini perlu dilakukan agar istri merasa dioerhatikan.
“Tenang bapak-bapak, jenengan tidak perlu memberikan solusi. Hanya perlu untuk mendengarkan saja,” tandasnya yang diiringi gelak tawa dari peserta pengajian Ramadan.
Ketiga, pemberi saran. Dia menceritakan suatu kisah ketika Rasulullah dalam perjalanan umrah bersama Umu Salamah dan sahabat. Rasulullah meminta para sahabatnya untuk memotong rambut dan hewan ternak. Namun mendengar perintah ini tidak diindahkan oleh para sahabat.
“Sahabat hanya diam saja. Melihat itu, Rasulullah segera masuk tenda Umu Salamah dan menyampaikan yang dialaminya. Umu Slamah menjawab “Rasulullah lakukan saja memotong kuku dan menyembelih hewan kurban. Saran itu dilakukan oleh Rasulullah dan tak lama kemudian sahabat yang melihat Rasulullah, segera mengikuti apa yang dilakukan seperti yang diperbuat Rasulullah.
“Dari cerita ini istri dapat memberikan saran kepada para suami agar para suami dapat melakukan hal yang baik.”
Keempat, pemberi hadiah. Dia menjelaskan tidak bisa dipungkiri salah satu yang dapat membahagiakan istri adalah hadiah. Maka seorang suami perlu memberikan hadiah untuk istrinya.
“Hadiah kepada istri akan menambah kecintaan istri kepada suaminya.”
Sebelum menutup materinya, Suhadi mengutip isi Surat an-Nisa ayat 34, seorang suami harus mampu menjadi pemimpin bagi istrinya. Oleh sebab itu para suami harus berilmu.
“Istri-istri perlu membantu suaminya untuk menuntut ilmu,” tambahnya. Suhadi kemudian memberikan tips bagi istri agar menanyakan isi khotbah jumat pada suaminya. Dengan begitu istri sudah membantu suaminya untuk menambah ilmunya.
“Hubungan suami, istri, dan Allah diibaratkan piramida. Kedekatan suami dan istri kepada Allah akan membuat kesatuan piramida. Sedangkan anak-anak berada di dalam piramida,” imbuhnya.
Orangtua, tekannya, perlu melakukan kaderisasi iman sehingga anak dan cucu dapat masuk surga bersama dengan keluarga. Kaderisasi tersebut harus dilakukan dengan istiqamah dalam tujuan menjaga diri dan keluarga. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Muhammad Nurfatoni.
Sumber berita Empat Tips Menciptakan Keluarga Harmonis
Bacaan Gharib Jadi Ice Breaking Pengajian Ramadhan Ini
Peserta Pengajian Ramadhan MIC PCM GKB Gresik (Rahmad/PWMU.CO)
Bacaan Gharib Jadi Ice Breaking Pengajian Ramadhan; Liputan kontributor PWMU.CO Gresik Fitri Dewi Sundari
PCM GKB – Ice breaking dalam sebuah pelatihan biasanya diisi dengan permainan atau game. Tapi ice breaking atau pemecah kebekuan dalam Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh Mugeb Islamic Center (MIC) Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Jawa Timur, ini berbeda.
Pasalnya yang menjadi ice breaking pada kegiatan yang digelar di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Sabtu (1/4/2023) itu adalah materi ilmu tajwid bab bacaan gharib.
Pengajian Ramadhan bertajuk “Semangat Ramadhan Menuju Spiritualitas Konstruktif” ini diikuti seluruh guru Mugeb School yakni empat sekolah Muhammadiyah GKB: SD Mugeb, Berlian School, Spemdalas, dan Smamio.
Saiful Rizal SPdI— yang siang itu bertugas mengisi ice breaking-–mencoba membangunkan mood dan mencairkan suasana dengan mengajak mereka belajar bacaan gharib atau bacaan asing.
Dia memulai dengan menyapa peserta pengajian kemudian mengajak peserta untuk belajar bacaan gharibyang ada didalam al-Quran
“Bacaan gharib merupakan salah satu hukum bacaan al-Quran. Meskipun tidak banyak banyak buku tajwid yang membahas materi ini sebagai, umat Islam kita dianjurkan untuk belajar bacaan gharib,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam al-Quran terdapat ayat yang cara membacanya tidak biasa disebut gharib. Secara singkat bacaan gharib diartikan bacaan-bacaan yang jarang atau tidak banyak di dalam al-Quran. “Selain itu sebagian bacaan-bacaan yang tergolong ke dalamnya mempunyai kekhususan dalam hal membacanya,” katanya.
Jenis Bacaan Gharib
Ustadz Saiful, sapaannya, menjelaskan, bacaan gharib pertama adalah imalah yang artinya memiringkan bacaan fatkha ke arah bacaan kasrah atau memiringkan bacaan alif ke arah ya. Contoh bacaan teraebut ada di dalam Surat Hud Ayat 41. Yakni lafal majroha menjadi majreha.
Jenis bacaan gharib yang kedua adalah isymam. “Cara membacanya dengan mencampurkan bacaan dammah dengan bacaan sukun,” katanya.
Jenis yang ketiga adalah saktah yang artinya diam atau berhenti sejenak sebelum melanjutkan bacaan selanjutnya. “Namun ketika berhenti tidak boleh mengambil nafas sebanyak 2-4 harakat.
Terdapatempat4 lafal saktah yang ada di dalam al-Quran yakni surat al-Kahfi di akhir ayat pertama, Surat Yasin Ayat 52, Surat al-Qiyamah ayat 27, dan Surat al-Muthaffifin Ayat 14. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Bacaan Gharib Jadi Ice Breaking Pengajian Ramadhan Ini
Berorientasi ke Depan, Sekolah Muhammadiyah Jadi Model
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur Dr Khozin MSi menyampaikan materi Peranan Muhammadiyah dalam Mengembangkan Pendidikan Nasional pada Pengajian Ramadhan, Sabtu (1/4/2023) (Rahmad/PWMU.CO)
Berorientasi ke Depan, Sekolah Muhammadiyah Jadi Model, liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Fiska Puspa Dwi Arinda
PCM GKB – Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Khozin MSi menyampaikan materi Peranan Muhammadiyah dalam Mengembangkan Pendidikan Nasional pada Pengajian Ramadhan, Sabtu (1/4/2023).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Mugeb Islamic Center (MIC) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, dia menjelaskan, pertama pendidikan Muhammadiyah dari prespektif sejarah.
“Jika dilihat dari perspektif sejarah pendidikan Muhammadiyah berkembang dari bawah. Itu sungguh dan berkembang atas inisiatif masyarakat dari tokoh-tokoh persyarikatan,” tutur Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
Dia mengutip quote di Nurcholis Madjid, jika sekolah Muhammadiyah ingin maju, maka orang-orang Muhammadiyah harus menyekolahkan putra-putrinya di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Dari kutipan tersebut, maka bapak dan ibu guru pimpinan Persyarakatan yang ada di sini harus memulai, putra-putrinya harus sekolah di Perguruan Muhammadiyah, tidak ke mana-mana,” tegasnya di hadapan peserta di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.
Pendidikan Model
Khozin menjelaskan hal kedua yaitu pendidikan Muhammadiyah secara historis. Muhammadiyah adalah pendidikan model dan pendidikan alternatif yang unggul. Hal ini sudah didesain Kiai Ahmad Dahlan ketika menggagas pendidikan Muhammadiyah.
“Arus utama pendidikan yang ada saat itu memang berbeda di mana pendidikan pesantren orientasi akhirat, sedangkan pemerintah kolonial orientasinya dunia,” jelasnya.
Dia memaparkan, Kiai Ahmad Dahlan pada saat itu menawarkan model baru yaitu sekolah outstanding yang awalnya tidak ada jadi benar-benar baru dan kalau sama dengan yang ada tidak akan dinikmati masyarakat.
“Kalau sekolah Muhammadiyah menjiplak desain kurikulum pemerintah pasti gagal berkembang karena kurikulum didesain standar minimal yang perlu dikembangkan lagi,” tuturnya.
Meskipun sama-sama sekolah Muhammadiyah mestinya harus berbeda. Sekolah di sini harus berbeda dengan sekolah Muhammadiyah yang lain dalam segi program harus berbeda gagasan ide baru yang ditawarkan sekolah.
“Jadi bapak ibu guru jika berkiblat pada sejarah sekolah model, saya harap di wilayah Gresik harus getok tular menjadi pendidikan model. Tawarkan program-program baru, tidak harus sekolah enam hari bisa juga dua hari,” pungkasnya.
“Inti sekolah niku nopo bapak ibu guru?” tanyanya kepada peserta kajian.
Inti sekolah itu, lanjutnya, belajar dan inti belajar adalah membaca dengan kritis mempertanyakan apa yang sudah dibaca.
Orientasi ke Depan
Ketiga, orientasi ke depan. Jadi pendidikan Muhammadiyah itu berorientasi ke depan. Tanpa mempersiapkan anak-anak kita ilmu dasar, maka ketika lulus kuliah pasti kaget karena dunia berubah sangat cepat.
Dia menyampaikan, pendidikan harus mengacu pada masa depan. Bagaimana cara merancangnya? Itu tanggung jawab pimpinan sekolah bersama tim untuk merumuskan apa yang diperlukan sikap dan karakter jiwa yang diperlukan anak di masa depan.
“Tujuan pendidikan Muhammadiyah dengan tujuan pendidikan nasional memiliki dua perbedaan yaitu di kemajuan dan unggul (beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, berkemajuan, unggul, demokratis, dan bertanggung jawab).
12 item tersebut, tekannya, harus menjadi tanggung jawab bapak dan ibu guru di semua jenjang untuk menanamkan nilai-nilai itu. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Berorientasi ke Depan, Sekolah Muhammadiyah Jadi Model
Membirukan Kembali Dakwah Muhammadiyah
Pradana Boy ZTF MA PhD mengkaji Revitalisasi dan Transformasi Dakwah Muhammadiyah dalam Pengajian Ramadhan 1444 H oleh Mugeb Islamic Center (MIC) Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, Jumat (31/3/2023) (Ichwan Arif/PWMU.CO)
Membirukan Kembali Dakwah Muhammadiyah, liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Fatma Hajar Islamiyah
PCM GKB – Pradana Boy ZTF MA PhD mengkaji Revitalisasi dan Transformasi Dakwah Muhammadiyah dalam Pengajian Ramadhan 1444 H oleh Mugeb Islamic Center (MIC) Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik, Jumat (31/3/2023).
Dia menjelaskan revitalisasi hadir untuk membirukan kembali. Jika kaitannya dakwah, maka membirukan kembali dakwah Muhammadiyah.
“Sedangkan transformasi dalam pemakamannya disandingkan dengan reformasi. Transformasi ini merupakan perubahan yang bertahap dan berkelanjutan sampai pada tahapan puncak.”
Revitalisasi dan transformasi lahir karena adanya perubahan yang terjadi. Dan perubahan memiliki pengaruh terhadap ragam persepsi yang muncul di tengah masyarakat.
Ragam Persepsi
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menceritakan tentang pengalaman mendapati ragam persepsi masyarakat terkait pemahamannya tentang Muhammadiyah.
Pertama, penafsiran tentang Pimpinan Daerah Muhammadiyah atau disingkat PDM. “Suatu ketika saya naik becak, dan menyampaikan minta diantar ke Kantor PDM. Dengan semangat, tukang becak langsung berangkat tanpa banyak bertanya,” ceritanya.
Batinnya akan tepat diantarkan ke kantor PDM. Ternyata diantarkan ke Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Pradana Boy kemudian mengulas hikmah, ada hal penting yang perlu dievaluasi tentang eksistensi Muhammadiyah di masyarakat.
“Jangan sampai Muhammadiyah hanya eksis di kalangan kita, oleh sebab itu dakwah harus diperluas dengan beragam metode,” tegasnya.
Kedua, pemahaman tentang Muhammadiyah dan organisasi lain. Dalam budaya Melayu mengaji harus ada sanadnya.
Saat menjalani studi di Malaysia, dia kerap menjemput anaknya dan menunggu sambil belajar al-Quran. Lalu didatangi seseorang dan bertanya dipertanyakan tentang sanadnya dalam mempelajari al-Quran.
Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat UMM itu kemudian mengorelasikan tentang strategi dakwah yang menyeluruh. Sehingga informasi tentang gerakan Muhammadiyah dapat tersampaikan secara komprehensif dan tidak menimbulkan kerancuan.
Dari kedua kisah tersebut mewakili rapat persepsi masyarakat tentang Muhammadiyah. Sehingga kesemuanya memerlukan solusi dakwah yang transformatif, bertahap dan konsisten.
Dakwah Transformatif
Ketua Bidang Riset Inovasi dan Publikasi Tabligh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu memberikan gambaran konkret tentang dakwah transformatif.
“Muhammadiyah itu memiliki banyak perguruan tinggi, dan mahasiswanya berasal dari latar belakang yang heterogen. Kondisi tersebut memerlukan strategi dakwah khusus yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Dakwah transformatif dilakukan agar tepat dan bermakna bagi sasaran. Sebagaimana yang diterapkan UMM tentang kebijakan mengenakan hijab. Pertama, mahasiswi tidak wajib berjilbab. Kedua, di bulan Ramadhan mahasiswi wajib berjilbab.
Dia mengulas tentang kebijakan tersebut bahwa kebijakan kontroversi itu banyak ditentang tetapi mengandung hikmah. Dengan kebijakan pertama, menunjukkan dakwah bagi semua kalangan. Dan kebijakan kedua memberikan wadah bagi siapa saja yang belajar di sana untuk belajar berhijab bagi yang belum.
Kebijakan tersebut merupakan salah satu strategi dakwah untuk kalangan luas. Karena jumlah mahasiswi tidak sedikit, dan untuk melakukan penyamaan persepsi butuh modal awal saling percaya. Sehingga kebijakan pertama dan kedua menjadi strategi yang tidak dapat dipisahkan.
Dakwah Muhammadiyah
Dosen kelahiran Mencorak, Brondong, Lamongan itu menyebutkan tiga konteks kelahiran konsep dakwah Muhammadiyah. Pertama, dari tradisionalisme Islam menuju ijtihad dan rasionalisasi.
Jika ajaran Islam sesuai dengan hukum adat maka boleh diterapkan. Hal tersebut direspon Muhammadiyah dengan transformasi dakwah yang didasari ijtihad dan rasionalisasi.
Kedua, jawaisme menuju tajdid dan rasionalisasi. Hampir sama dengan konteks kelahiran yang pertama bahwa korelasi agama dengan budaya pedalaman memiliki kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi masyarakat.
“Muhammadiyah hadir dengan strategi dakwah dengan pembaharuan atau tajdid dan rasionalisasi beragama.”
Ketiga, modernisasi kolonial menuju gerakan sosial. Fase ini terus berjalan hingga kini, tentang modernisasi kolonial. Sehingga Muhammadiyah hadir dengan gerakan dakwah sosial melalui berbagai amal usahanya.
Misi dan Etika Gerakan Dakwah
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Timur itu menjelaskan tentang misi gerakan dakwah Muhammadiyah.
“Misi tersebut adalah pemberdayaan kaum pinggiran, menyatukan umat Islam, memberdayakan kaum perempuan, memelihara dan mengembangkan akal manusia,” ujarnya.
Misi tersebut memiliki aksi yang bervariasi yang disesuaikan dengan ruang lingkup dakwah sehingga meminimalisir culture resisten atau penolakan kultural sebagaimana yang pernah terjadi di awal dakwah Muhammadiyah.
“Hal tersebut dilakukan dengan etika gerakan yang dipegang oleh Muhammadiyah,” kata dia
Etika gerakan dakwah Muhammadiyah antara lain sukarela untuk kemanusiaan, kebersamaan, profesional tanpa pamrih, etika welas asih, etika kebudayaan, etika guru-murid, etika kenabian, dan etika al-Ma’un.
“Revitalisasi dan transformasi dakwah Muhammadiyah harus terus digerakkan sehingga akan meluas dakwah ideologis Muhammadiyah di manapun berada,” tandasnya. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Membirukan Kembali Dakwah Muhammadiyah
Pengajian Ramadhan Sarana Pemahaman dan Pengamalan Islam
Sambutan dr Umar Nur Rachman SpPD dalam Pengajian Ramadhan 1444. Pengajian Ramadhan Sarana Pemahaman dan Pengamalan Islam(Ichwan Arif/PWMU.CO)
Pengajian Ramadhan Sarana Pemahaman dan Pengamalan Islam, liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Ririn Masfaridah
PCM GKB– Mugeb Islamic Center (MIC) Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Jawa Timur mengadakan Pengajian Ramadhan, Jumat-Sabtu (31/3-1/4/23).
Dalam sambutannya, Ketua PCM GKB periode 2015-2022 Muhammad Jufri BE Sos menyampaikan dalam menjalani bulan Ramadhan ini hendaknya dengan penuh semangat dalam mempersiapkan bekal akhirat.
“Alhamdulillah kita berada di lingkungan Muhammadiyah GKB, lingkungan yang menebar semangat dalam berbuat kebajikan, salah satunya adalah kegiatan Pengajian Ramadhan” katanya.
Dalam Pengajian Ramadhan ini, lanjutnya, marilah kita terus semangat dalam mempersiapkan bekal akhirat. Dia juga menyampaikan syukur dan harapan kepada Ketua PCM terpilih dr Umar Nur Rachman SpPD dalam memajukan PCM GKB Gresik untuk lebih baik lagi.
“Alhamdulillah, saya sebagai sesepuh di PCM GKB bersyukur diteruskan semangatnya oleh yang usianya jauh lebih muda. Insyaallah PCM GKB semakin maju dan menjadi teladan untuk lainnya,” harapnya.
Membawa Keberkahan
Dalam sambutannya, Ketua PCM GKB Gresik periode 2022-2027 dr Umar Nur Rachman SpPD menyampaikan terima kasih pada panitia penyelenggara Pengajian Ramadhan 1444.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Pengajian Ramadhan di majelis ini yang insyaallah senantiasa membawa keberkahan untuk semua,” katanya.
Baginya kegiatan pengajian selama dua hari ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap ajaran Islam.
Dia juga menyampaikan terima kasih atas harapan yang telah diberikan padanya untuk membawa PCM GKB ke arah yang lebih baik lagi.
“Untuk amanah yang telah diberikan, kami mohon kerjasama baik dari pengurus lama dan seluruh rekan di Muhammadiyah GKB untuk bersama-sama dalam memajukan Muhammadiyah sebagai bentuk dakwah kita semua,” tegasnya.
Kegiatan Pengajian Ramadhan ini dilaksanakan di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah GKB Gresik dengan diikuti seluruh guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah GKB (Mugeb Schools) serta sekolah mitra GKB Gresik. (*)
Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber berita Pengajian Ramadhan Sarana Pemahaman dan Pengamalan Islam
Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB
Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PCM GKB– Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Dr Syamsul Sodiq MPd menutup Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 Muhammadiyah dan Aisyiyah GKB Gresik, Ahad (19/3/2023).
Dalam acara yang diselenggarakan di Cordoba Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini wakil ketua yang membawai Majelis Pengkaderan serta Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) ini menjelaskan bahwa kita sekarang sama-sama diuji.
“Saya adalah pendatang baru di PDM saatnya diuji di daerah dan Ketua PCM GKB dr Umar Nur Rachman SpPD terpilih diuji di cabang,” ujar lulusan S3 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Dia memaparkan apakah kita bisa menjalankan amanah secara baik-baiknya. Mari, ajaknya, kita bersama-sama bersinergi antara PCM dan PDM dalam mencoba memuliah agama Islam di muka bumi ini.
Cabang yang Istimewa
Syamsul Sodiq menjelaskan PCM GKB Gresik ini adalah cabang yang istimewa di Gresik. Dalam waktu relatif masih muda bisa menghasilkan amal usaha Muhamamdiyah (AUM) yang luar biasa.
“Semoga kepengurusan yang baru nanti semangatnya bertambah dan bisa lebih berkembang. Kami di Daerah bersama-sama mendampingi. PCM dan PCA GKB Gresik harus kompak sehingga bisa maju bersama,” katanya.
Kekompakan inilah, lanjutnya, yang akan bisa menjadi contoh bagi PCM-PCM di Gresik untuk bisa menjadi cabang yang berkemajuan. “Ini yang harus ditularkan ke cabang-cabang di Gresik,” tambah Anggota Masyarakat Linguistik Indonesia ini.
Dia menyampaikan Wakil Ketua PWM Jatim Dr Moh Sulthon Amien MM pernah mengatakan mengurus Muhamamdiyah kalau kita serius banyak hal yang belum terurus, tapi kalau kita mau santai, ya sudah, semua seolah-seolah berjalan begitu saja.
“Ini yang menjadi catatan kami di PDM Gresik dan tentunya di PCM-PCM yang lainnya. Semangat kita bersama adalah bagaimana kita menjalin sinergitas demi kemajuan Muhammadiyah, khususnya di Gresik ini,” pesan Pengurus Himpunan Pembina Bahasa Indonesia Jawa Timur ini. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber Berita Wakil Ketua PDM Gresik Tanggapi Terpilihnya Ketua Baru PCM GKB
Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5
Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5, liputan kontributor PWMU.CO Gresik Ichwan Arif
PCM GKB – Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 Muhammadiyah GKB Gresik, Jawa Timur secara resmi menetapkan dr Umar Nur Rahman sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Ahad (19/3/2023).
Berikut profil 9 anggota PCM GKB Gresik terpilih hasil Musycab Ke-5 Muhammadiyah.
Lahir di Surakarta, 8 November 1967 dan tinggal di Jl Sulawesi 1/7 no 3 Gresik. Riwayat pendidikan: Spesialis Penyakit Dalam, Unair (2005), Kedokteran, UGM (1993), SMA Negeri 3 Surakarta (1986), MP Negeri 1 Surakarta (1983), dan SD Negeri Gading Surakarta (1980).
Riwayat pekerjaan: Ketua Komite, RS Semen Gresik (2020-Sekarang), Ketua Komite Medi, RS Semen Gresik (2007-2020), Program Pendidikan Dokter Spesialis, RS Dr Sutomo Surabaya (2000-2005), Dokter Poliklinik, Dokter RS Muhammadiyah Surakarta (1997-1999), dan Kepala Puskesmas, Dokter PTT DKM Awayu (1994-1997).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom Majelis Dikdasmen PCM GKB dan Anggota, Takmir Masjid SMP Muhammadiyah 12 GKB. Riwayat organisasi di luar Muhammadiyah anggota Himpunan Spesialis Penyakit Dalam (2022-2024) dan Ketua IDI Gresik (2017-2021).
2. Badrus Saleh SH Mkn
Kelahiran Gresik 26 September 1967 dengan alamat Jl Jawa Asri 5/50 GKB. Riwayat Pendidikan Magister Kenotariatan, Universitas Airlangga (2009) dan spesial Notariat, Universitas Airlangga (1999).
Riwayat Pekerjaan, pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) (2001-Sekarang), Notaris (2001-Sekarang). Riwayat organisasi di luar Muhammadiyah, Dewan Pakar IPPAT (Sekarang), Dewan Penasihat INT (Sekarang), dan Majelis Pengawas Daerah Notaris Gresik (Sekarang).
3. Yudo Broto SE
Kelahiran Pacitan, 5 April 1973 dan beralamatkan di Jl Malang No 11 GKB. Riwayat Pendidikan, Manajemen, Univ. Muh Malang (1996), SMAN 3 Madiun (1991), SMPN Lorok Pacitan (1988), SDN Wonodadi Kulon 1 (1985).
Riwayat pekerjaan, Bussiner Dev Man, PT KBT Seafood Int (2016-Sekarang), Staf Direct Seafood Asia (2015-2016), Operation Man, PT Samudra Kencana Mina (2010-2015), PPIE Man, PT Kemilau Bintang Tmur (2006-2009), dan FA Manager, PT KML (1997-2006). Riwayat Perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Dai Komunitas, LDK PWM Jatim (2018-2022).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Sekretaris, LDK PDM Gresik (2015-2022) dan Sekretaris Majelis IPPO PCM Gresik (2015-2022).
4. Ir Sugeng MM
Lahir di Lamongan 12 September 1961 dan sekarang tinggal di Jl Perintis 1/6 Gresik. Riwayat Pendidikan, Magister Manajemen, Strata 1 Teknik Mesin (1989), Diploma 3 Teknik Mesin (1984), Diploma 1 Kemuhamadiyahan (2012), SMAN (1981), SMPN (1977), dan MIM dan SDN (1973&1974).
Riwayat pekerjaan PT Petrokimia Gresik (1985-2018). Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Wakil Ketua, PCM GKB (2015-2022), Ketua Lazis PDM Gresik(2010-2015), Ketua Majelis Wakaf dan ZIS PDM Gresik (2005-2010), Ketua PCM GKB (2010-2015), Sekretaris PCM GKB (2005-2010), dan Bagian Tabligh PCM GKB (2000-2005).
5. Muhammad Asif ST
Lahir diLamongan 14 Juni 1976 dan beralamatkan di Jl Darus Sakinah I/18 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Elektro, STT Telkom Bandung (2000), Teknik Manj Industri, STT Telkom Bandung (1994-1996), SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (1994), SMP Muhammadiyah 12 Sidayu Lawas (1991), dan MIM 06 Brondong (1988).
Riwayat pekerjaan, Wiraswasta dan Supervisor Production, PT Philip Batam. Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Darul Arqom, SMPM 15 Sedayu Lawas dan Taruna Melati, SMPM 15 Sedayu Lawas. Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Anggota, PRM 5 GKB dan Bendahara, Majelis Ekonomi PCM GKB.
6. Ir Daud Susanto
Lahir di Malang 1 Juni 1958 dan tinggal di Raya Bengawan Solo 47 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Sipil, ITS (1983), SMA Muhammadiyah 1 Gresik (1977), SMP Negeri 2 Gresik (1974), dan SD Muhammadiyah 1 Gresik (1971).
Riwayat pekerjaan Manager, PT Adhi Karya (2014). Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom Darul Arqam, IPM (1977). Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Penggalang Dana, Panti Asuhan Muhammadiyah Gresik (2019-2022), Bendahara/Ketua, PRM GKB 1 (2015-2022), Anggota Majelis Ekonomi, PDM Gresik (2010-2015), Anggota Majelis Kader, PDM Gresik (2005-2010), Pendidikan, PKU Cab Gresik (1983), Bendahara, IPM Daerah Gresik (1978), dan Ketua IPM Cabang Gresik (1977).
Riwayat Organisasi di Luar Muhammadiyah Kabid Pembina Anggota, HMI ITS (1982) dan Ketua HMI Kom. Sipil ITS (1981).
7. Drs Umaya
Lahir di Gresik 23 Juni 1966 dan tinggal di Jl Syeik Umar Said Blok H-16 BRA. Riwayat pendidikan Administrasi Negara, Univ Brawijaya (1993), SMAM 1 Gresik (1985), SMP Negeri 2 Gresik (1982), dan SD Muhammadiyah 1 Gresik (1979).
Riwayat Pekerjaan PJ Kepala Desa, Desa Randuagung (2021-2022), Kasi Pengolahan Persampahan, DLH (2019-Sekarang), Lurah, Kelurahan Sidokumpul (2017-2019), Sekretari, Kelurahan Bedilan KecamatanGresik (2013-2017), Staf Subbag Otoda, Pemda Gresik (2007-2013), dan Tenaga Adm Honorer Bappeda (1997-2007).
Riwayat Organisasi di Muhammadiyah/Ortom Sekretaris, Lazismu GKB (2015-2022), Ketua PRM GKB 7 (2015-2022), dan Sekretaris, PRM GKB 7 (2010-2015). Riwayat Organisasi di Luar Muhammadiyah Penasihat, Takmir Masjid Baiturochim (2017-Sekarang), Anggota, BPD Desa Randuagung (2011-2017), Ketua Rukun Warga 09 (2005-2011), dan Anggota, DKM Pakelingan (2000-2005).
8. Murdiono ST
lahir di Madiun 30 Juni 1963 dan tinggal di Jl Bangka no 4 GKB Gresik. Riwayat Pendidikan, Teknik Mesin, UM Gresik (1988), SMAN 3 Madiun (1983), SMPN Madiun (1980), dan MI Nurul Islam (1977). Riwayat Pekerjaan, Kepala Seksi PT Petrokimia Gresik (sd 2019).
Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom Bimtek Dai Kom Reg 5, LDK PWM Jatim (2022), Bimtek Penanggulangan Narkoba, LDK PWM Jatim (2019), Upgrading Dai Khusus, LDK PWM Jatim (2018), dan Darul Arqom, PCM GKB (2010-2015).
Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, Ketua Bidang, Takmir Masjid Taqwa (2016-2014), Sie Ekonomi, PRM 2 PCM GKB (2015-2022), Ketua, LDK PDM Gresik (2015-2022), Sie Ekonomi, PRM 2 PCM GKB (2011-2015), anggota Majelis Ekonomi PCM GKB (2011-2015), dan Wakil Ketua Majelis Tabligh PCM GKB (2007-2011).
Riwayat organisasi di Luar Muhammadiyah, Ketua Terapi Kesehatan LTK GKB (2021-2024), Waka Dewan Cabang, IPSI Gresik (2020-2025), Ketua IPSI Gresik (2015-2020), Ketua 1 IPSI PSHT Gresik (1995-2015), Kedisiplinan, IPSI Gresik (2015-2020), dan Bendahara IPSI Gresik (2010-2015).
9. Muharjo
Lahir di Gresik 6 Juni 1962 dan tinggal di Jl Lamongan Dalam 06 Yosowilangun. Riwayat pendidikan, SMEA Muhammadiyah Lamongan (1981), SMP Muhammadiyah Lamongan (1977), SDN Tebaloan.
Riwayat perkaderan di Muhammadiyah/Ortom, Anggota, SDM Desa Tebaloan. Riwayat organisasi di Muhammadiyah/Ortom, anggota KIFAMA (2015-2022), anggota Majelis Tabligh (2010-2015), Sekretaris II, dan PCM GKB (2008-2010). (*)
Editor Mohammad Nurfatoni.
Sumber Berita Profil Singkat Anggota PCM GKB Gresik Hasil Musycab Ke-5
Pidato Perdana Ketua PCA GKB: Saya Tak Menyangka

PCM GKB — Umu Sholichah SPd terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, Kabupaten Gresik, periode 2022-2027 dalam Musyawarah Cabang (Musycab) yang digelar Ahad (19/3/23).
Ummu Solichah terpilih secara aklamasi dalam rapat 7 anggota firmatur yang dugekar di SMA Muhammadiyah 10 GKB. Sebelumnya 7 nama Anggota PCA yang sekalugus anggora formatur tersebut terpilih melalui evoting oleh musyawirin.
Ummu Solichah kelahiran Gresik, 19 Februari 1964. Saat ini tinggal di Jalan Bondowoso, GKB. Dia lulus dari dua universitas. Pertama IKIP Negeri Surabaya (1984) dan Universitas Terbuka (1999).
Sebelumnya, istri Nurul Fatah SPd ini lulus dari SMA Negeri 1 Gresik pada 1983, SMP Negeri 2 Gresik (1980) dan Madrasah Asmaiyah Gresik (1976).
Sejak tahun 1985 dia bekerja di UPT SMPN 17. Ibu tiga anak ini pernah menjadi Wakil Ketua PCA GKB selama dua periode, yaitu 2010-2015 dan 2015-2022. Sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) 3 GKB 2005-2010.
Dalam sambutan pertama sebagai Ketua PCA GKB Ummu, dia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada beliau. “Saya tidak menyangka bisa terpilih,” ungkapnya.
Anggota PRA 5 GKB ini mengharapkan bimbingan dan arahan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) terdahulu dalam menjalankan tugasnya.
“Semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Penulis Fitri Wulandari Editor Mohammad Nurfatoni
Sumber berita Pidato Perdana Ketua PCA GKB: Saya Tak Menyangka
Ummu Sholihah Nakhoda Baru PCA GKB Gresik
Ummu Sholihah Nakhoda Baru PCA GKB Gresik, liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Novania Wulandari PCM GKB – Ummu Sholihah terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gresik Kota Baru (GKB) Gresik periode 2022-2027,…
Inilah 9 Anggota PCM GKB Gresik Periode 2022-2027
PCM GKB– Hasil pemilihan calon anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Gresik Jawa Timur pada Pleno III Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-5 diumumkan Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Mochammad Nor Qomari SSi, Ahad (19/3/2023).
Sebelumnya, satu per satu dari total 49 pemilih menggunakan hak suaranya mulai pukul 13.48 WIB di ruang 402. Mereka merupakan anggota Musycab, terdiri dari unsur PCM GKB 9 orang, PRM GKB 1-7 28 orang, dan Ortom 12 orang.
Akhirnya, tepat pukul 14.38 WIB, muncullah sembilan nama anggota terpilih yang memperoleh suara tertinggi dari 18 calon tetap yang sudah memenuhi kriteria. Daftar nama-nama ini tampak di dua layar samping panggung, di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur.
Ketua Panlih M Nor Qomari SSi menyatakan data lengkap sebanyak 441 yang berhasil direkap dari hasil evoting. “Tidak ada suara yang golput. Rekapan evoting diaksikan oleh 3 saksi, yaitu Pak Ishom, Pak Mukhlis, dan Pak Kaswandi,” katanya.
Berikut kesembilan nama anggota PCM GKB Gresik terpilih beserta perolehan suara masing-masing.
- Badrus Saleh SH Mkn 49
- Yudo Broto SE 45
- Ir Sugeng MM 44
- Muhammad Asif ST 40
- Ir Daud Susanto 40
- dr Umar Nur Rahman 39
- Drs Umaya 39
- Murdiono ST 35
- Muharjo 32
Selanjutnya, kesembilan formatur melakukan rapat tertutup di ruang komisi B (404) untuk menentukan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gresik Kota Baru (PCM GKB) Gresik periode 2022-2027. (*)
Editor Muhammad Nurfatoni.
Sumber Berita Inilah 9 Anggota PCM GKB Gresik Periode 2022-2027