BERMuhammadiyah yang menyenANGKAN
PCM-GKB .Kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Muhammadiyah GKB Gresik bertempat di Royal Hotel Tretes Pasuruan, Sabtu-Ahad (18-19/12/21) telah berakhir.
Dalam Musypimcab yang mengangkat tema Bersinergi Mengembangkan Amal Usaha Mandiri pun dihadiri secara offline oleh Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam memberikan penguatan berorganisasi.
Dua hari tersebut telah melahirkan 6 poin utama yang disepakai dalam bentuk rekomedasi Musypincab Muhammadiyah GKB Gresik.
Lepas dari kegiatan inti Musypincab, kegiatan yang diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai unsur pimpinan Majelis di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik ini dijalani dengan membahagikan.
“Setelah sidang komisi, komisi A-D harus menyiapkan yel-yel penyemangat. Nanti per komisi harus menyampaikan di depan panggung dengan penuh semangat,” ujar Yuliani Rizkiyah SPsi, sie acara, sebelum sidang komisi digelar, Sabtu malam (18/12/21).
Yuliani mengatakan membahagikan, selain bisa melakukan evaluasi dan merumuskan program kerja, setiap peserta berpeluang mendapatkan penghargaan dengan kategori predikat peserta terbaik, penyaji materi dan yel-yel terbaik, serta ada doorprize di akhir acara.
Ada Yel-yel Terbaik
Empat komisi, komisi A yang membawahi Program Umum dan Organisasi, komisi B bidang Pendidikan dan Kader, komisi C bidang Tabligh, Pembinaan, dan Pengembangan Ranting, Infokom, Pustaka, dan Pemibinaan Ortom, dan komisi D bidang Ekonomi, Kewirausahaan, Kerhartabendaan dan Wakaf, serta Lazismu dan Kifama harus menyiapkan yel-yel.
Durasi 1-2 menit tiap komisi menyajikan yel-yel. Tidak hanya dalam bentuk kalimat penyemangat, mereka juga melakukan gerakan-gerakan sebagai bentuk kekompakan tim.
Yel-yel berupa kata Muhammadiyah, Sinergi, Peduli, maupun kata Yes, Bisa adalah kata yang dominan disampaikan oleh tim. Mereka membuat gerakan penyemangat.
“Harus ada yang beda, tidak boleh biasa-biasa saja. Yel-yel komisi C harus menggunakan gerakan dan unik,” kata Drs Uripan Nada, MSi, wakil komisi C, sebelum latihan yel-yel.
Tak ayal, dia pun mengambil botol air mineral yang ada di gudang aula tempat Musypincab. Semua anggota diberi 2 yang nantinya digubakan tetabuhan sehingga yel-yelnya lebih menarik dan mendapat perhatian dari peserta lain.
“Harus kompak dan semangat. Gerakannya harus berurutan, kapan duduk dan berdirinya. Setelah itu mengucapkan kata Sinergi dan Peduli dengan keras dengan kepalan tangan.”
Inilah Predikat Terbaik
Dalam acara Musypincab tersebut penyaji materi terbaik I diberikan kepada Ir Suwono dari Lazismu GKB dan kedua diberikan kepada Nanang Sutedja SE MM dari Pendidikan dan Kader. Untuk peserta terbaik I diberikan kepada Uripan Nada dan kedua diraih Jauhar Arifin.
“Yel-yel terbaik I diraih Komisi C, kedua Komisi A, ketiga Komisi B, dan keempat didapatkan oleh komisi D. Silakan eperwaklan dari komisi bisa maju,” ucap Yuliana, saat sesi pengumuman, Ahad (19/12/21).
Selain kategori tersebut, 10 peserta Musypincab juga mendapatkan doorprize berupa voucher belanja sebesar 100 ribu dari LOGMart GKB 1. (IA)
Empat Pilar Islam Berkemajuan
PCM-GKB. Empat pilar Islam berkemajuan yang disampaikan Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam Penguatan Organisasi pada kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Muhammadiyah GKB Gresik, Ahad (19/12/21).
Dalam Musypincab yang mengangkat tema Bersinergi Mengembangkan Amal Usaha Mandiri Tamhid Masyhudi mengatakan ada empat pilar Islam berkemajuan. Pertama adalah tauhid. Pada pilar pertama ini tidak boleh ada yang menyimpang.
“Muhammadiyah menolak pluralisme agama, mulai dari sintesisme agama. Agama yg digabung dan muncul ajaran baru. Kedua sinkretisme agama, masih percaya dari luar ajaran agama atau Islam dan Hindu, dan relativisme agama,” tutur pada peserta Musypincab.
Pegang Teguh Al-Quran
Tamhid Masyhudi menjelaskan pilar kedua adalah berpegang teguh pada al-Quran dan as Sunnah. Di sini cara memahami harus independen, komprehensif dan integratif.
“Atinya tidak terikat pada aliran teologi agama tertentu. Muhammadiyah lebih dekat ke salafiyah, tapi tidak sama. Tidak terikat pada salah satu atau beberapa mazhab, tapi bukan berarti antimazhab. Yang diambil ayatnya, bukan pendapat,” tegasnya.
Pilar ketiga adalah tajdid. Dalam pilar ini memuat 3 hal yaitu pertama, salafiyah yang tajdid (pembaharu), bukan salafiyah yang beku dan kaku. Kedua adalah tajdid. Hal pertama yaitu purifikasi berupa pemurnian dalam hal akidah, ibadah mahdah, dan akhlak. Hal kedua dinamisasi, yaitu seluruh aspek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan sehingga menjadi aktual.
“Jangan sampai salah pasang, antara pemurnian dan dinamisasi. Akibatnya, mengembangkan akidah menjadi liberalisme, memurnikan budaya menjadi jumud. Di sini, prinsip budaya apa saja boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya,” ungkapnya, tegas.
Pilar keempat adalah washatiyah, tengahan. Muhammadiyah mengambil jalan tengah yaitu jalan yang diikuti Nabi Muhammad sesuai al-Quran dan as Sunnah.
“Keempat pilar tersebut bagaimana menjadikan Islam berkemajuan. Maka, ini harus bisa dipegang teguh dalam menjalankan Muhammadiyah ke depannya, dengan berpegang teguh pada al-Quran dan as Sunnah,” tandasnya. (Ich A)
Trilogi Komitmen Bermuhammadiyah Lahirkan Tiga Kebersamaan
PCM-GKB. Dalam Penguatan Organisasi yang disampaikan Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab), Ahad (19/12/21), menyampaikan Trilogi Komitmen Bermuhammadiyah.
Bertempat di Royal Hotel Tretes Pasuruan, Tamhid Masyhudi mengatakan trilogi ini pernah ditegaskan KH Suprapto Ibnu Juraimi yaitu berislam, berdakwah atau berjuang, dan berorganisasi.
“Dalam berislam al-Quran dan al-Sunnah harus dipahami dipahami, dianut, diperjuangkan, dan diwujudkan. Dalam realitas sosial komponen ini akan menghasilkan 3 kebersamaan, yaitu ruyah, kebersamaan pandangan, iradah, kebersamaan kehendak, dan amal, kebersamaan aksi,” ujarnya.
Loyalitas Ber-Muhammadiyah
Tamhid Masyhudi menjelaskan kita harus memiliki afiliasi, bentuk perhubungan, kerjasama, atau pertalian di antara dua pihak dan loyalitas ber-Muhammadiyah.
“Berjamaah dan ber-Muhammadiyah baru pada level formalitas organisasi atau persyarikatan semata. Dalam artian hanya sebagai rutinitas yang pada titik tertentu justru membosankan dan lekas kehilangan stamina,” tuturnya.
Dalam ungkapan yang lain, lanjutnya, kesadaran kita baru pada wilayah aqliyah-jasadiyah dan belum menembus relung jiwa yang terdalam, ruhiyah-qalbiyah kita.
Dimensi Kehidupan Manusia
Tamhid Masyhudi mengungkapkan dalam Muhammadiyah itu harus dijadikan sebagai gerakan Islam, Al-Harakah al-Islamiyah secara menyeluruh, mencakup segala dimensi kehidupan manusia.
“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Al-Harakah al-Da’wiyah. Sebab itu apapun aktivitas dan gerakan apapun yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan dakwah itu sendiri,” katanya.
Muhammadiyah adalah gerakan amar maruf-Nahi Munkar dan gerakan tajdid, yaitu menjaga keseimbangan antara purifikasi dan dinamisasi. Hal ini supaya bisa mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, al-Mujtama al-Islami al-Haqiqi.
Gerakan Pencerahan
Tamhid Masyhudi mengatakan ber-Muhammadiyah itu mampu dijadikan sebagai gerakan pencerahan, Al-Harakah al-Tanwiriyah. Gerakan ini memuat 3 hal yang harus dipahami dan dijadikan pedoman warga Muhammadiyah.
“Membebaskan umat (tahrir), membebaskan manusia dari penyembahan sesama hamba menuju penyembahan kepada Rabb para hamba. Kedua memberdayakan umat, taqwiyatul ummah dan ketiga adalah memajukan ke depan.
“Kita fokus bekerja untuk menawarkan alternatif peradaban, Islam berkemajuan itu,” tandasnya. (*)
PCM GKB Jalankan Program Kerja Secara Sinergitas
PCM GKB menjalankan program kerja secara sinergitas disampaikan Muhammad Jufrie BE SSos, Sabtu (18/12/21). Dalam acara Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) di Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik di Royal Hotel Tretes Pasuruan…
Hasil Rekomendasi di Musypimcab Muhammadiyah GKB
PCM-GKB – Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kader yang merangkap sebagai Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM mengatakan ada 6 poin utama rekomendasi hasil sidang pleno komisi di Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab), Ahad…