
PCM GKB – Klinik Aisyiyah GKB menggelar Serah Terima Jabatan (sertijab) Direktur, Senin (30/3/2026), dari drg. Isnia Maulidah kepada dr. Nunang Yuliawan untuk masa bakti 2026–2030.
Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., Ketua MPKU PDM Gresik Suwarno, S.E., M.Si., Ketua Majelis Kesehatan PDA Gresik dr. Siti Hamidah, S.St., M.Kes., Direktur RS Muhammadiyah Gresik dr. Faridah Nur Aini SP.PK., FISQUA, serta Ketua PCM GKB yang diwakili Ir. Sugeng, MM dan Murdiono, S.T., bersama jajaran pengurus Aisyiyah GKB, dan karyawan klinik.
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, Ummu Solichah, S.Pd., mengatakan proses pergantian pimpinan klinik berlangsung cukup panjang karena kesulitan mencari sosok yang bersedia menggantikan direktur lama.
“Awalnya beberapa orang sudah ditawarkan namun belum bersedia karena masih memiliki amanah di tempat lain,” ujarnya. Ia menambahkan, proses tersebut akhirnya menemukan titik terang setelah adanya komunikasi dengan Ketua PCM GKB dr. Umar Nur Rachman, Sp. PD. “Alhamdulillah dokter Nunang berkenan,” katanya.
Ummu juga menyoroti tantangan ke depan yang masih harus dihadapi klinik, terutama dalam pengembangan layanan. Menurutnya, saat ini klinik masih terbatas pada layanan rawat jalan.
“Klinik ini masih rintisan, baru rawat jalan. Bagaimana ke depannya bisa menjadi rawat inap,” ungkapnya.

Penuh Tantangan
Sementara itu, drg. Isnia Maulidah atau akrab disapa Ninik, menyampaikan refleksi atas masa kepemimpinannya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2026.
Ia mengakui perjalanan tersebut penuh tantangan, terutama dalam membangun sistem dari kondisi awal yang belum tertata.
“Kalau saya bilang berat, berat. Tapi Alhamdulillah banyak sekali dukungan di belakang saya,” ujarnya.
Ninik menjelaskan, pembenahan dilakukan secara bertahap mulai dari perizinan hingga tata kelola klinik, termasuk penguatan administrasi dan mutu layanan.
“Mulai dari perizinan sampai dengan tata kelola klinik sampai yang ada saat ini,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, Klinik Aisyiyah GKB berhasil menjalin kerja sama dengan BPJS dan meraih akreditasi Paripurna (bintang 5) pada November 2023. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan selama menjabat.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa klinik berkembang lebih baik.
Direktur baru (sekarang disebut Kepala Klinik), dr. Nunang Yuliawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kesiapan untuk mengemban amanah. Ia menegaskan kedekatannya dengan Muhammadiyah sudah terjalin sejak lama, sehingga penugasan ini menjadi bagian dari pengabdian.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya,” ujarnya. Ia juga menekankan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan klinik. “Saya ingin membantu di sini,” katanya.
Meski demikian, dr. Nunang menyadari tantangan besar yang dihadapi dalam mengelola dan mengembangkan klinik. Ia memilih pendekatan bertahap dalam melakukan perbaikan.
“Dengan aset yang segini besar, saya ada tantangan-tantangan. Semoga nanti bisa lebih baik,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penyerahan buku kumpulan kisah perjuangan Aisyiyah GKB, kepada direktur baru. Di dalam buku tersebut, terdapat salah satu tulisan mengenai perjalanan klinik sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini, yang ditulis oleh Ida Zuraida, ketua PCA GKB periode 2017-2022.
Penyerahan buku ini menjadi simbol estafet kepemimpinan, sekaligus pengingat bahwa pengembangan Klinik Aisyiyah GKB ke depan harus tetap berlandaskan sejarah, nilai, dan perjuangan yang telah dibangun sebelumnya. (*)
Penulis Iqbal. Editor Ichwan Arif.
Eksplorasi konten lain dari PCM GRESIK KOTA BARU (PCM GKB)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

