
PCM GKB – Siang pukul 13.00, guru SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik berbomdong-bondong menuju CAC Room dengan membawa laptop. Dalam upaya meningkatkan budaya literasi dan menguatkan nalar kritis pendidik, mereka mengikuti Pelatihan Menulis Opini Berasa Sastra, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan penulisan opini tersebut dirancang dengan dua agenda utama, yaitu sosialisasi kegiatan penulisan opini dan praktik menulis opini.
Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan antusias oleh guru dari berbagai mata pelajaran. Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi literasi, kegiatan ini juga menjadi langkah awal penyusunan antologi opini guru yang direncanakan akan dibukukan dan diluncurkan pada Final Moment kelas IX mendatang.
Dalam materi menulis opini berasa sastra, pemateri Ichwan Arif, S.S., M.Hum. menekankan pentingnya peran guru sebagai penulis opini yang mampu menyuarakan realitas pendidikan dari sudut pandang praktisi kelas.
“Opini guru memiliki kekuatan karena lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori,” tekan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Spemdalas ini.

Pada kesempatan tersebut, dia menjelaskan beberapa tema yang dapat dipilih oleh peserta, di antaranya guru bermakna bukan guru sempurna, inspirasi dari ruang kelas, muridku, inspirasiku, guru pembelajar seumur hidup, dan bukan sekadar hadir di kelas, guru harus…
“Tema-tema tersebut diharapkan mampu menggugah kepekaan guru terhadap persoalan pendidikan di sekitarnya. Tulisan opini guru harus benar-benar orisinal dan bersumber dari pengalaman mengajar,” ujarnya.
Dia juga menambahkan terkait orisinalitas dalam penjelasannya. “Kejujuran dalam bercerita itulah yang membuat tulisan memiliki daya hidup dan kekuatan pesan,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, peserta juga dibekali materi teknis penulisan opini, mulai dari pemilihan topik yang aktual, penggunaan gaya bahasa yang santai dan komunikatif, struktur tulisan yang sederhana, hingga pentingnya menjaga orisinalitas karya.
Guru juga diajak mengenal teknik menulis opini yang terasa sastrawi namun tetap berbasis fakta, sehingga tulisan tidak hanya informatif tetapi juga menarik untuk dibaca.
Pada agenda praktik, para guru langsung menuangkan gagasan ke dalam tulisan opini sesuai tema pilihan masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan reflektif, dengan diskusi serta saling berbagi pengalaman antar peserta.
Dia berharap dari pelatihan ini lahir karya-karya opini guru yang autentik, inspiratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, sekaligus menjadi dokumentasi pemikiran guru dalam bentuk antologi. (*)
Penulis Dheni Iga Pratiwi. Editor Ichwan Arif.
Eksplorasi konten lain dari PCM GRESIK KOTA BARU (PCM GKB)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

