
PCM GKB – SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengadakan Digital Islamic Bootcamp dengan mengusung tema Play Learn, and Create Innovation with AI dan IoT di Ruang Coding AI Center (CAC 1), Jumat (13/02/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti siswa kelas VIII ini mengundang pemateri IT Practitioner Susan Aminah, S.Pd. Gr. dan guru IT Spemdalas Ananda Azizul Akbar, S.Kom.
Dalam pembukaan, Koordinator DTCP Citra menjelaskan IoT adalah Internet of Things merupakan program, di mana sebuah mesin memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan manusia maupun jaringan komputer hanya dengan koneksi internet.
”Penggunaan IoT dan IA, AI dan IoT dapat digabungkan menjadi sistem pintar. IoT berfungsi untuk mengumpulkan data dari lingkungan. Sedangkan AI berfungsi untuk mengolah data dan mengambil keputusan. Hasilnya adalah teknologi yang bekerja secara otomatis dan cerdas. Contohnya adalah penyiraman tanaman otomatis. Lampu yang menyala saat gelap,” tambahnya.
Dia menuturkan, manfaat yang didapatkan ketika belajar terkait IoT dan AI sangat banyak sekali dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.
“Manfaat IOT dan AI untuk masa depan, antara lain melatih logika dan kemampuan berpikir, meningkatkan kreativitas dan inovasi, membiasakan mencegah masalah, mempersiapkan diri menhgadapi dunia kerja masa depan, dan membantu menciptakan teknologi yang bermanfaat untuk Masyarakat,” jelasnya.
Kemajuan teknologi, lanjutnya, menjadikan kita sebgaai manusia terus berupaya untuk kreatif dan inovatif. Maka, membangun masa depan dapat dilakukan dengan belajar terkait dunia teknologi.

Perakitan Mobil
Dalam materinya, Ananda Azizul Akbar mengajak siswa membuat mobil control dengan hardware arduino UNO sebagai otaknya, shield l298n untuk pendukung motor atau roda mobilnya, kemudian motor sebagai kaki-kaki dari mobil tersebut.
Dia menjelaskan proses kegiatan diawali dengan perakitan body atau sasis mobil nya antara body dengan roda-roda nya.
“Setelah itu melakukan proses wiring antara shield l298n dengan roda-roda dan juga battery holder, setelah dilakukan pemasangan komponen selanjutnya adalah proses pengkodean agar mobil dapat bergerak sesuai arahan kita. Dan yang terakhir adalah proses pengetesan apakah logika pemrograman dan juga mobilnya sudah sesuai dengan tujuan utama untuk membuat mobil control,” kata. (*)
Penulis Lely Badriyah. Editor Ichwan Arif.
Eksplorasi konten lain dari PCM GRESIK KOTA BARU (PCM GKB)
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

