Komentar Dinonaktifkan pada Pesan untuk Siswa SD Mugeb di Upacara HUT Ke-79 RI
2 Min Read
Yudo Broto, S.E. di upacara HUT Ke-79 RI. (Sayyidah Nuriyah)
PCM GKB – Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024) pagi.
Di lapangan timur sekolah ramah anak itu siswa kelas IV-VI berbaris rapi. Mereka memakai seragam merah-putih.
Tak hanya siswa, para guru turut berbaris dengan berkebaya bagi guru perempuan dan berjas bagi guru laki-laki. Adapun Ikatan Wali Murid (Ikwam) turut hadir dengan memakai pakaian bernuansa merah putih.
Wakil Ketua Majelis Pustaka, Informasi dan Teknologi Digital (MPID) dan Pengembangan Ranting Yudo Broto, S.E. ditunjuk sebagai pembina upacara. Pada upacara pagi itu, Pak Yudo menyampaikan empat pesan cara meneladani perjuangan para pahlawan.
“Kita sekarang sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan atas perjuangan yang dilakukan pahlawan pendahulu kita. Maka kita harus bersyukur dan banyak berterima kasih kepada pahlawan yang mendahului kita,” ujarnya.
Teladani Pahlawan
Selanjutnya ia menegaskan, yang terpenting, mereka harus menangkap pelajaran bagaimana perjuangan dari pendahulu. Karena itulah ia menyampaikan tiga pesan.
Pertama, perjuangan membutuhkan keberanian yang harus tertanam pada masing-masing pribadi. Sebab, menurutnya, tanpa keberanian, perjuangan tak akan berhasil.
“Kalian harus berani berjuang bagi diri sendiri dan untuk masyarakat di sekitar! Berani mencoba melakukan. Kalau ada salah itu biasa tapi harus tetap kita perbaiki,” tuturnya.
“Saya harapkan keberanian itu. Saya bangga terhadap anak-anak di SD mugeb yang sudah punya prestasi tinggi dan harus ditingkatkan lagi,” imbuhnya.
Kedua, sikap pantang menyerah. Sebab, kata Pak Yudo, perjuangan bangsa Indonesia selama berpuluh-puluh tahun dan para pahlawan tak kenal menyerah.
“Dalam meraih cita-cita jangan cepat menyerah. Lakukan semaksimal mungkin sehingga bisa mencapai cita-cita. Kalau jatuh, bangun lagi sampai berhasil!” pesannya.
Ketiga, tawakkal kepada Allah. “Kita tingkatkan tawakkal kita agar berhasil,” ajaknya.
Terakhir, mengingat sekarang sudah masanya era globalisasi dan medsos sangat masif, Yudo menyampaikan harapannya. “Anak-anakku yang sudah banyak mempunyai akun medsos saya harap bijak dalam memakai akun medsos,” ucapnya.
Ia menekankan, “Jangan banyak hibah dan caci maki. Apabila anda salah, akan berbahaya. Maka harus waspada sehingga kita bisa memanfaatkan medsos sebagai sarana kita meraih cita-cita yang akan datang!”
Pelantikan Ortom dan Komunitas
Selain itu, ortom beserta komunitas di bawahnya juga dilantik. Yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM Junio), Pamarsasi yang fokus pada kebersihan sekolah, Jurnalis Cilik, dan Pasukan Matahari (Pasma) yang fokus pada ketertiban di tempat ibadah.
Mereka terdiri dari 10 BPH IPM beserta komunitas di bawahnya, yakni 20 Jurnalis Cilik, 27 Pamarsasi, 30 Pasma, dan 49 PKS. Satu per satu siswa dipanggil namanya. Lalu maju ke panggung.
Upacara pagi itu juga dimeriahkan dengan penampilan Polisi Cilik, Tapak Suci, dan Taekwondo. Kehadiran mereka langsung mengundang gemuruh tepuk tangan dari siswa maupun guru. (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah
Suasana upacara peringatan HUT Ke-79 RI di SD Mugeb. (Sayyidah Nuriyah)
Komentar Dinonaktifkan pada Siswa SD Mugeb Senam Pagi Bersama Milku
3 Min Read
Siswa SD Mugeb senam bersama Milku di lapangan timur sekolah (15/8/2024). (Sayyidah Nuriyah)
PCM GKB – Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (SD Mugeb) senam pagi bersama Milku, Kamis (15/8/2024). Lapangan timur sekolah ramah ini penuh dengan barisan siswa kelas III-VI yang kompak berbaju nuansa merah dan putih.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nugra Heny Apriliah SPd mengungkap, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi SD Mugeb dengan Milku. Selain itu, untuk mendukung kesehatan siswa melalui pembagian susu gratis.
“Kegiatan senam ini mengawali lomba Agustusan di SD Mugeb,” ujar Ustadzah Heny, sapaan akrabnya.
Acara dimulai ketika MC Diana Intan Absari atau biasa dikenal dengan nama panggung Intan Sakti menyapa para siswa. “Hari ini ada yang special! Senam pagi bersama Milku. Adik-adik dapat susu Milku gratis,” ucapnya.
Saat mendengar ucapan perempuan yang akrab disapa Kak Intan itu, anak-anak langsung bersorak, “Hore!” Mereka tampak senang. Tangannya menjulur ke atas. Ada pula yang melompat gembira.
Kak Intan pun melanjutkan, “Ada syaratnya, harus semangat senam!”
Selanjutnya, giliran Yesmena Sugesti atau bisa dipanggil Kak Yesi yang naik ke panggung, memakai kaos yang sama-sama bergambar sapi-sapi seperti yang tertera di kemasan Milku. Dialah pemimpin senam pagi bersama Milku. Senam perpaduan aerobik dan zumba untuk anak-anak itu dilakukan selama 8 menit.
Siswa semangat senam pakai pernak-pernik merah putih. Seperti Aleeya Zahira, siswi kelas III, yang menempelkan stiker merah putih berbentuk hati di pipi kirinya. Juga Chindaga Lalitta kelas IV Musa yang membawa bendera merah putih mini. Tidak hanya siswa yang semangat senam, para guru juga tak kalah semangat di antara barisan siswa.
Setelah senam di bawah langit yang cerah, siswa-siswi pun mendapatkan susu gratis Milku. Satu per satu siswa dari kelas III-VI berbaris di depan stan Milku. Ada tiga rasa susu yang mereka bagikan, yaitu stroberi, cokelat, dan vanila.
Sebelumnya, anak-anak mendapatkan selembar voucher yang telah dibagikan oleh petugas Milku dan ustadz/ustadzah. Pada voucher itu tertulis, “Milku made with Real Milk from Belgian Cows, Free 1 botol Milku.”
Para siswa wajib menukarkan voucher tersebut untuk mendapat sebotol Milku. Biasanya minuman susu ini dijual dengan harga Rp 3.000 per botol 200 ml.
School to School
Kak Intan menjelaskan, senam pagi ini adalah progam School to School yang diadakan oleh Perusahaan Wingsfood. Sejauh ini Milku sudak mengelilingi enam sekolah di Kabupaten Gresik. “SD Mugeb adalah sekolah ketujuh yang Milku kunjungi,” terangnya.
Lokasi perusahaan Wingsfood ini memang dekat dengan SD Mugeb. Yakni di kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. “Dari perusahaan yang sama dengan Mie Sedap,” ungkap Kak Intan. Wingsfood memang memproduksi beragam produk, seperti Kecap Sedap, Mie sukses, Milkjus, Tea Jus, dan lainnya.
Ada tujuan mulia yang mereka usung dari program ini. “Agar anak-anak tahu kegunaan minum susu. Karena banyak anak-anak yang hanya tahu perlu minum susu tapi tidak tahu kegunaannya,” imbuhnya.
Selain mengadakan senam pagi, Milku juga menggandeng RSUD Ibnu Sina Gresik. Hadirlah dua dokter untuk menjelaskan manfaat minum susu kepada para siswa. Penjelasan mereka dimulai dengan ragam sumber tenaga yang manusia peroleh. Seperti karbohidrat, protein, dan lemak. (*)
Penulis Nada Janeeta Permana, Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik. Editor Sayyidah Nuriyah.
Komentar Dinonaktifkan pada Hidup Sehat ala Warga Spemdalas
2 Min Read
Suasana senam pagi di Spemdalas, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
PCM GKB – Hidup sehat dengan mengadakan senam sehat ala warga SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (15/8/2024).
Selama 45 menit, siswa, guru, dan karyawan Spemdalas mengikuti senam pagi di lapangan basket Spemdalas dengan instruktur senam Kak Wahono.
Siswa Spemdalas mengikuti senam pagi, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
“Mana suaranya,” teriak Kak Wahono memulai memandu senam.
“Heah, heah,” teriaknya kembali.
Siswa, guru, dan karyawan bersama-sama mengikuti pemanasan di awal senam. Setelah itu, Kak Wahono dengan mengenakan kaos warna hijau toska, celana abu-abu, dan bertopi ini terus menerikan semangat kepada peserta senam.
Kak Wahono memandu senam pagi di Spemdalas, Kamis (15/8/2024). (Ichwan Arif)
“Mana semangatnya? Heah,” ujarnya lagi.
Supaya menambah semangat, instruktur tidak hanya berada di panggung di bagian depan, tetapi dia juga berkeliling. Hal ini membuat peserta bertambah semangat.
Ketua Umum PR IPM Spemdalas Muhammad Alan Herinda mengaku senang dengan kegiatan senam pagi bersama ini. “Seru, instrukturnya juga semangat sekali,” katanya usai senam pagi.
Dia mengatakan, kegiatan ini adalah inisiatif IPM sebelum kegiatan lomba yang akan diikuti siswa. “Biar mereka semangat dan sehat semua,” ucap siswa yang duduk di kelas IX C ini. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Air Nabeez, Minuman Kesukaan Rasulullah
2 Min Read
Ilustrasi air nabeez Foto: Getty Images/iStockphoto/sri widyowati
PCM GKB – Air nabeez, minuman kesukaan Rasulullah disampaikan Ust. Sonif Priadi, Lc., M.A. di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (13/8/2024).
Dalam kajian dengan materi Kitab Hadist Syarah Muslim, Ust. Sonif Priadi menyampaikan air nabeez adalah minuman yang dibuat dengan merendam biji kurma dalam air, lalu dibiarkan semalaman.
“Minuman ini mengandung banyak zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Dia menuturkan, Rasulullah SAW memiliki banyak hal-hal favorit, termasuk minuman dan air nabeez salah satunya. Air Nabeez dibuat dengan merendam buah kering atau biji-bijian dalam air, seperti kurma, anggur, atau kismis.
Ust. Sonif Priadi, Lc., M.A. saat menyampaikan materi kajian di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Selasa (13/8/2024).
Kandungan buah kurma yang direndam akan larut ke dalam air, sehingga air tersebut akan kaya akan vitamin dan mineral. Selain itu, air nabeez juga dapat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur sistem pencernaan, serta memberikan kelembutan pada kulit.
Dengan begitu banyak manfaat yang dimiliki, tidaklah mengherankan jika Air Nabeez menjadi minuman favorit Rasulullah SAW. Air nabeez dapat dengan mudah dibuat di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana dan langkah yang mudah diikuti.
“Oleh karena itu, penting untuk mencoba minuman ini dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan kita,” tegasnya.
Rendaman air kurma biasanya terdiri dari campuran air dan buah kurma yang direndam dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan minuman yang kaya akan nutrisi. Selain menjadi minuman yang menyegarkan, rendaman air kurma juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan kita.
“Untuk membuat Air Nabeez, caranya sangat mudah. Cukup merendam sejumlah biji kurma dalam air bersih semalaman. Pada pagi hari, air dipisahkan dari biji kurma dan siap untuk diminum. Tapi, jangan sampai 3 hari, nanti sudah tidak sehat lagi,” terangnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Masa Pubertas, Ini Penjelasan Guru Spemdalas
2 Min Read
Anis Shofatun SSi MPd menyampaikan materi Mengenal Masa Pubertas dalam Kalimah, Spemdalas, Jumat (9/8/24) (Fitri Wulandari/PWMU.CO)
PCM GKB – Mengenal Masa Pubertas menjadi tema Kajian Muslimah (Kalimah) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jumat (9/8/2024).
Dalam penjelasannya, pemateri Anis Shofatun SSi MPd menjelaskan anak-anak saat ini masuk usia SMP. Jadi harus ada perubahan mainset.
“Jika saat SD anak-anak masih banyak aktivitas bermain, di SMP anak-anak sudah mulai dikenalkan dengan konsep berpikir, menggali informasi, serta bertindak berdasarkan ilmu,” kata guru biologi Spemdalas di Andalusia Hall.
Anis kemudian menunjukkan slide materi terkait pembagian 9 tahap tumbuh kembang mulai 0 tahun sampai lebih dari 55 tahun.
“Pada usia anak-anak yang saat ini berada di rentang 12-17 tahun, kalian berada pada tahap kelima, yaitu tahap kebingungan dan identitas peran,” lanjutnya.
Masa ini, sambungnya, juga disebut masanya badai. Mengapa, karena banyaknya perubahan yang terjadi pada diri kalian. Pencarian identitas adalah hal yang membingungkan karena mengenal sosok-sosok baru yang diidolakan.
Anis kemudian menjelaskan makna pubertas sebagai proses perubahan fisik dan akal seseorang saat berada di tubuh yang dewasa (beranjak dewasa) yang mampu melakukan proses reproduksi. Pada masa ini hormon-hormon reproduksi mulai aktif.
“Di satu sisi, hal ini merupakan hal positif, karena menunjukkan kenormalan. Sebaliknya, hal ini membawa konsekuensi logis terkait menjaga keberadaan, kesehatan, serta kehormatannya,” ungkapnya.
Secara syariat, lanjutnya, masa pubertas dimaknai sebagai konsekuensi kemampuan membedakan baik dan buruk serta mampu menerima akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan.
“Ada juga beberapa tanda bahwa seorang anak sudah memasuki pubertas, yaitu tumbuh rambut di daerah sensitif, keluarnya air mani saat mimpi atau syahwat, mendapatkan haid, dan genap 15 tahun,” terangnya.
Selain tanda-tanda utama tersebut ada tanda-tanda sampingan. Misalnya tumbuh jerawat, perubahan suasana hati, bau badan yang mulai menyengat, dan ukuran panggul yang membesar bagi perempuan.
“Yang perlu anak-anak ketahui bahwa ada beberapa hukum yang menyertai masa pubertas,” jelasnya.
Pertama adalah bahwa sudah dibebankan kewajiban syariah yang akan menimbulkan dosa jika tidak dilakukan, seperti sholat fardhu, puasa Ramadhan, dan menutup aurat.
Kedua adalah tidak bersentuhan dan memandang kepada lawan jenis yang bukan mahram. Dalam kaitan ini juga tidak berduaan dengan lawan jenis.
Ketiga adalah keharusan seseorang untuk menanggung hukuman atas tindakan yang dilakukan. “Sedangkan keempat adalah jika ia adalah anak yatim, ia telah diperbolehkan untuk mengelola hartanya sendiri dengan syarat ia bisa mengelola hartanya dengan baik,” katanya.
Dia berharap siswa dapat memahami apa yang terjadi dalam diri kalian. Menerima dan menjalankan dengan bahagia dan tanggung jawab.
“Yang tak kalah penting adalah temukan identitas diri yang positif. Kalian dapat mempersepsikan diri kalian sebagai siswa yang tidak pernah terlambat masuk sekolah, siswa yang rajin mencatat, siswa yang kritis dalam berpikir, atau bahkan siswa yang mengajak teman untuk beribadah,” tandasnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Membersamai Generasi Strawberry dan Durian
3 Min Read
Ilustrasi Generasi Strawberry. Foto: Shutterstock
Generasi strawberry dan generasi durian melekat pada diri remaja kita. Keduanya memiliki nilai plus dan minus. Bagaimana kita sebagai guru dan orang tua bisa membersamai mereka supaya potensinya lebih terasah?
PCM GKB – Setelah gen Z, generasi Milenial, dan generasi alpha, kini ada lagi istilah strawberry generation dan durian generation.
Kedua istilah ini tidak merujuk pada buah favorit dari sekelompok orang, melainkan merujuk pada mental dan perilaku sekelompok orang. Apa bedanya strawberry generation dan durian generation ini?
Istilah generasi strawberry pertama kali muncul di kalangan masyarakat Taiwan. Kelompok ini diberi nama strawberry generation adalah karena mentalnya yang lunak seperti buah strawberry.
Mental Strawberry generation tidak sekuat orangtuanya yang mampu menghadapi berbagai tekanan. Mereka lebih lembek dan mudah menyerah, bahkan sakit hati. Jika diberi tekanan berlebih, anak generasi strawberry akan hancur. Meski demikian, mereka sebenarnya cukup kreatif.
Beberapa ciri lain dari generasi ini adalah mudah putus asa, plin plan alias tidak bisa mengambil keputusan dengan mantap, egois, manja, enggan keluar dari zona nyaman, serta menginginkan kesuksesan yang instan.
Tidak sedikit juga anak generasi strawberry yang gemar mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri tanpa bantuan pihak profesional.
Penyebab utama dari lembeknya mental dari strawberry generation ini adalah pola asuh orang tuanya yang terlalu protektif dan menyediakan semua kebutuhan anaknya.
Kalau generasi strawberry datang dari Taiwan, maka generasi durian ini berasal dari Singapura. Generasi ini disebut-sebut lebih buruk daripada generasi strawberry. Perilaku negatif generasi durian adalah disebabkan karena pola asuh orang tua yang over protektif, terlalu memanjakan, dan selalu menjadi tameng anak ketika mereka melakukan kesalahan.
Bagaikan buah durian, generasi ini terlihat kuat. Padahal dalamnya lembek. Duri pada kulit durian sendiri merujuk pada orang tua generasi ini yang bertindak sebagai pelindung.
Jika anak generasi strawberry cenderung membawa dampak negatif bagi dirinya sendiri, maka anak generasi durian justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan di sekitarnya. Wajar saja kalau generasi durian dikatakan lebih buruk.
Beberapa ciri khas generasi durian adalah cenderung bersikap kasar, agresif, keinginannya harus cepat terpenuhi, arogan, dan egois.
Mereka juga tidak terbiasa untuk berusaha dalam segala bidang karena selalu mengandalkan bantuan orang tua. Selain itu, karena tumbuh di dunia serba digital dan internet, anak generasi durian juga sangat tergoda untuk menjadi viral di media sosial.
Generasi strawberry ditujukan kepada mereka yang lahir di atas tahun 1980 dan memiliki mental lembek. Sedangkan generasi durian ditujukan pada mereka yang lahir di antara tahun 1990 hingga 2000. Jika diambil simpulan, maka sebenarnya generasi durian dan strawberry ini berasal dari generasi milenial (istilah yang digunakan oleh media modern). Hanya saja perbedaannya yang sangat terlihat jelas ada pada kekuatan mental dan perilaku.
Mental generasi strawberry yang terlanjur lembek sebenarnya masih bisa diatasi. Tentunya dengan bantuan tenaga profesional di bidang psikologi. Generasi strawberry harus bangkit dan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Perlahan tapi pasti.
Oleh karena istilah kedua generasi ini ditujukan untuk mereka yang lahir di antara tahun 1980-2000-an, maka gen Z juga berpotensi menjadi kedua generasi strawberry dan durian. Di sini peran orang tua sangat besar misalnya dengan mengubah pola asuh.
Di antaranya dengan tidak memanjakan anak, tidak memberi labeling negatif, tidak memaksakan kehendak pribadi pada anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri, serta mengajarkan anak untuk berlapang dada ketika menghadapi kegagalan.
Maka diharapkan kita dapat mencegah dan menekan angka pertumbuhan generasi strawberry dan generasi durian demi masa depan generasi yang lebih baik.
Membersamai Dua Generasi
Untuk menghindari menjadi bagian dari generasi strawberry, baik sebagai individu maupun sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
1. Mengembangkan Ketahanan
Mengembangkan ketahanan emosional dan mental sangat penting. Ini melibatkan pembelajaran bagaimana cara menghadapi kegagalan, stres, dan tantangan dengan cara yang sehat.
2. Pelajari Keterampilan Hidup
Mengembangkan keterampilan hidup seperti mengatur waktu, memasak, dan mengurus keuangan sendiri adalah penting untuk menjadi mandiri.
3. Hadapi Tantangan
Menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman adalah cara yang baik untuk membangun ketahanan dan kepercayaan diri.
4. Pendidikan Karakter
Untuk orang tua, penting untuk memfokuskan pendidikan tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika kerja.
Lima cara orang tua untuk mencegah anak menjadi generasi durian yang bisa dilakukan, yaitu terapkan nilai kerja keras, bat aturan yang jelas, batasi sikap konsumtif, ajarkan anak agar suka berbagi, dan menjadi panutan yang baik. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Berbicara atau Mendengar, Mana yang Lebih Sulit?
3 Min Read
Fayyadh Althaf Ardyawan saat menyampaikan materi di kegiatan Kammil Spemdalas, Jumat (9/8/2024) (Ichwan Arif/PWMU.CO)
PCM GKB – Kajian Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas berbicara atau mendengar, mana yang lebih sulit?, Jumat (9/8/2024).
Acara yang diselenggarakan di Masjid Taqwa Spemdalas, pemateri Fayyadh Althaf Ardyawan mengatakan sebagian besar orang jika ditanya mana yang lebih sulit? Umumnya menjawab berbicara lebih sulit.
“Benarkah? Tidak salah, tapi juga tidak seluruhnya benar,” kata siswa kelas IX Granada di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, berbicara di dunia maya sangat mudah dilakukan, bahkan setiap menit ribuan atau bahkan jutaan tweet atau status baru berdatangan di timeline. Berbagai rasa, unek-unek, kekecewaan ditumpahkan dalam tulisan.
“Banyak juga orang yang berbagi cerita kebahagiaan. Berbicara di sosial media tak jauh berbeda dengan dunia nyata,” ucapnya.
Dia menjelaskan kenyataan banyak orang yang pintar berbicara. Hampir setiap orang pasti akan senang berbicara. Apalagi kalau membahas tentang dirinya atau yang berhubungan dengan kesukaan atau hobinya.
“Bahkan tak jarang ahli kampanye yang senang sekali berbicara, bercerita untuk mempengaruhi,” sambungnya.
Faktanya, sambungnya, di balik kemudahan berbicara ada yang mungkin memang tidak pandai berbicara bisa jadi karena karakter yang pendiam, tidak menguasai sebuah perbincangan atau memang dia tidak mau terlihat vokal di kelompoknya.
“Namun tahukah kalian bahwa ada yang lebih sulit dari berbicara, yaitu kemauan dan kesadaran untuk mendengar,” katanya.
“Bagaimana bisa?” tanyanya pada temannya.
Banyak orang yang menganggap berbicara di depan umum itu sulit, namun ada yang lebih sulit lagi yaitu untuk mendengar. Oleh karena itu mengapa Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut.
Dia menyampaikan, dalam sudut pandang Islam, beberapa kisah menunjukan bahwa mendengarkan itu lebih sulit.
“Bahkan kisah tentang Nabi Musa As dan Firaun. Dalam kisah tersebut menunjukan bahwa Firaun tidak mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mendengarkan pembicaraan yang benar (Al-Haq). Jadi, mendengar sesungguhnya jauh lebih sulit dibanding sekedar berbicara,” jelasnya.
Contohnya, lanjutnya, orang yang berpendidikan tinggi akan cenderung abai jika dinasihati, orang tua mungkin tersinggung jika dinasehati anaknya, senior tidak mau mendengar junior, maupun penguasa tidak mau mendengar jeritan rakyatnya.
dalam surah Qaf ayat 18 Allah Swt memberikan ancaman kepada yang banyak berbicara dengan menugaskan dua malaikat untuk mengawasi perkataannya. Pernah seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Saw.
“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR. Muslim/64). Pada kesempatan lain Rasullah saw berkata “siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim).
Sebaliknya, tegasnya, Allah Swt memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang mendengarkan secara tekun dan bersungguh-sungguh perkataan, lalu mengikuti secara bersungguh-sungguh apa yang paling baik di perkataan tersebut dalam surah Al-A’raf ayat 145.
“Dalam surah Az-Zumar ayat 18, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah diberikan petunjuk (hidayah) dan mereka dijuluki ulul albab, yakni orang yang memiliki otak atau pikiran yang cerah, tidak diliputi kekeruhan,” katanya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Harapan Ketua IPM Spemdalas usai Dilantik
2 Min Read
Pelantikan PR IPM Spemdalas (Istimewa)
PCM GKB – PR IPM SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur resmi dilantik di Andalusia Hall, Jumat (2/8/2024).
Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Spemdalas diikuti oleh 68 siswa. Koordinator PR IPM Spemdalas Octaria Wahyuningtyas SPd menyampaikan pelantikan PR IPM Spemdalas kali ini berjalan dengan sesuai dengan harapan panitia.
“Alhamdulillah 68 siswa telah dilantik manjadi anggota IPM Spemdalas hari ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pembelajaran dalam berorganisasi,” katanya.
Dia berharap, PR IPM periode 2024-2025 yang sudah dipilih ini bisa menjalankan tugas yang telah ditetapkan bersama. “Dengan memahami tugas ini, mereka bisa menjelankan perannya sehingga semua kegiatan yang disudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan targetnya,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PR IPM Spemdalas periode 2024-2025 Muhammad Alan Herinda menyampaikan rasa harunya bisa melaksanakan pelantikan PR IPM kali ini.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilantik menjadi PR IPM Spemdalas. Saya merasa senang acara pelantikan dapat terselenggara dengan lancar. Saya sangat kagum kepada motivasi dari Mbak Caca selaku Ketua Umum PR IPM Spemdalas tahun 2023-2024 lalu,” kata siswa kelas IX Cordoba ini.
Dia berharap, semoga di periode baru ini, IPM Spemdalas bisa menjadi lebih baik. Program yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang sudah dirumuskan.
“Segala kekurangan di masa lalu kita perbaiki. Saya berharap semua pengurus IPM bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sehingga menjadi contoh bagi temen-temen semua,” harapnya.
Dengan komunikasi dan kerja sama, tekannya, semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik. Media komunikasi ini sebagai modal seluruh anggota PR IPM Spemdalas dalam menjalankan tugas ke depannya.
“Bismillah, semoga diberikan kemudahan dalam mengemban amanah ini,” harapnya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
3 Min Read
Ilustrasi opini Dua Sisi Mata Pisau Sastra Cyber dalam Pengembangan Literasi Digital
Kemajuan teknologi internet munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni dikenal dengan sastra cyber. Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas
Opini oleh Yanita Intan Sariani, M.Pd., guru bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik
PCM GKB – Perkembangan karya sastra selalu identik dengan segala proses kreativitas. Kehadiran sastra cyber di Indonesia dipengaruhi oleh maraknya penggunaan teknologi internet yang saat ini tengah menjamur.
Sastra cyber atau sastra dunia maya dalam perkembangannya memunculkan polemik di dunia sastra. Polemik tersebut seputar definisi sastra itu. Ada mengatakan bahwa sastra cyber keluar dari normatif tentang sastra.
Ada juga yang menjelaskan bahwa sastra cyber menjadi hal baru akibat dari tuntutan perkembangan zaman, khususnya perkembangan teknologi. Munculnya polemik atas sastra cyber sebenarnya lebih didasarkan pada pandangan konservatif bahwa sastra adalah karya istimewa. Sastra adalah karya yang memiliki muatan khusus yang tidak sembarang dibuat.
Sastra cyber dapat didefinisikan sebagai sastra yang mencakup berbagai genre karya yang kemudian disampaikan melalui media elektronik. Biasanya berupa karya sastra bergenre puisi atau prosa.
Kemajuan teknologi internet memungkinkan munculnya varian sastra berdasarkan mediumnya, yakni yang dikenal dengan sastra cyber. Sejak adanya teknologi informasi yang mampu menjadi wadah temuan-temuan baru itu sastra cyber mulai bermunculan di dunia literasi.
Sastra cyber memberikan gaya baru dalam memfasilitasi sastrawan berkreativitas. Kemajuan sastra cyber memungkinkan pengguna-pengguna komputer dan gawai untuk memanfaatkan media internet.
Kehadiran sastra cyber seperti dua sisi mata pisau yang bergantung dari perspektif penilaian. Peran sastra cyber dalam dunia kesusastraan Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata yakni sebagai media publikasi dan sarana berkreasi untuk mampu melahirkan karya sesuai dengan perubahan masyarakat pada saat itu.
Bahkan terkadang peranan ini menjadi karakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh sastra dalam bentuk media cetak. Dinamika sosial yang berkembang di masyarakat disinyalir memengaruhi laju sastra cyber dengan cukup pesat.
Walaupun begitu tidak dapat diingkari perbandingan-perbandingan antara sastra cyber dengan sastra yang diterbitkan melalui media cetak juga mendapat sorotan yang cukup signifikan. Sastra yang diterbitkan melalui media cetak (sastra koran/majalah) dikatakan lebih bermutu daripada sastra yang diterbitkan melalui media elektronik (sastra cyber).
Hal ini disebabkan sastra koran hadir di hadapan pembaca melalui prosedur dan seleksi yang ketat, sedangkan sastra cyber sebaliknya. Sastra cyber hadir tanpa prosedur yang ketat. Karena itu, siapa pun dapat memublikasikan karya-karyanya secara leluasa untuk dinikmati oleh siapa saja dari belahan dunia mana pun tanpa memandang apakah dia seorang yang sudah dikenal atau seseorang yang namanya belum dikenal.
Dalam dunia cyber juga terdapat seleksi alam. Hanya karya berkualitas yang dapat bertahan lama, sementara sisanya akan terseleksi dengan sendirinya. Dari sudut logika maupun estetika, sastra cyber sebenarnya sungguh berbeda dengan sastra di media lain.
Contohnya di media cetak, sebuah karya dinilai terlebih dulu baru sampai ke pembaca, sementara pada media cyber karya sampai dulu ke pembaca baru kemudian dinilai. Logika dalam dunia cyber menciptakan keleluasaan lebih bagi para pembaca.
Jika di media cetak, selera pembaca ditentukan oleh redaktur karena redaktur (yang memutuskan karya apa yang akan dimuat), maka pada media cyber pembaca bebas menentukan seleranya. (*)
Komentar Dinonaktifkan pada Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
2 Min Read
Ilutrasi opini Prasangka kepada Orang Lain Itu adalah Cermin bagi Kita
Prasangka kepada orang lain tidak hanya positif, hal negatif juga sering kita berikan. Prasangka ini bisa menjadi cermin bagi kita
Opini oleh Yudo Broto, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik
PCM GKB – Sering kita tidak sadar bahwa prasangka kita kepada orang lain itu adalah cermin pada diri kita apabila kita ada dalam posisi atau situasi yang sama dengannya.
Artinya, bahwa kita sering menaruh prasangka atau curiga ke orang lain, semisal tidak amanah apabila dipercaya. Itu tanpa disadari mungkin ada dalam dirinya juga sifat seperti itu sehingga tidak mudah percaya juga.
Bentuk prasangka sebenarnya tidak hanya yang negatif, tetapi juga positif juga. Bahwa dia akan selalu percaya kepada orang karena mereka menganggap orang lain akan jujur seperti dirinya.
Prasangka merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”
Diantara ciri-ciri orang yang kerap berprasangka yaitu, selalu menghakimi orang dari segi keburukan, enggan melihat bukti dan fakta yang ada, berpikiran negatif terhadap segala sesuatu dan khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi. (*)