Fesmad, Cara Siswa Spemdalas Teladani Rasulullah

PCM GKB – Festival Maulid Nabi Muhammad SAW (Fesmad) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di lapangan basket, Jumat (27/9/24).
Kepala Spemdalas Fony Libriastuti MSi menyampaikan acara ini diselenggarakan tiap tahun dengan harapan dapat memperkuat iman dan cinta pada Rasulullah.
“Kita semua harus meneladani Rasulullah dan menjadikan Beliau jadi teladan dalam kehidupan kita,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, pemateri Fesmad Ihdal Minan SSos menyampaikan inti kegiatan kali ini adalah bagaimana kita mengambil hikmah maulid Nabi.
“Kita semua cinta nabi? Apa buktinya? Coba sebutkan salah satu aset kekayaan nabi?” tanyanya pada siswa.
Kalau Al-Quran itu mukjizat, tambahnya, ada yang tahu aset yang ditinggalkan Nabi setelah meninggal? Kalau kita asetnya nabi saja tidak tahu, bagaimana kita mencintai Nabi.
“Aset yang ditinggalkan Nabi Muhammad salah satunya adalah 15 bidang tanah, masing-masing masing senilai 538 kg emas. Memang Nabi Muhammad lahir dalam kondisi miskin, tetapi beliau meninggal dengan kondisi kaya dengan meninggalkan banyak aset,” jelasnya.
Dia menuturkan, ambil hikmah di balik kelahiran Nabi, sampai sampai Nabi Muhammad didoakan kelahirannya oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selain itu Nabi Isa yang jaraknya 600 tahun dengan kelahiran Nabi Muhammad, beliau juga telah memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Muhammad, nabi yang mukjizatnya istimewa.
Baca juga: Sampaikan Antroposentrik di PKMTM III, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Beri Pesan Ini
“Apa hikmahnya, Wamaa arsalnaaka illa rahmatallil alamin, tidak diutus seorang Nabi kecuali dengan misi, yang tidak diberikan pada nabi yang lain. Tidak terbatas oleh waktu, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Seluruh manusia di muka bumi mendapat rahmat tidak lain Allah mengutus nabi utk manusia, semua tanpa terkecuali, laki-laki perempuan, tua muda, tak terkecuali semua manusia mendapat rahmat,” katanya.
Salah satu contohnya nabi saat diutus, tidak diutus di Romawi dan Persia. Tapi nabi diutus diantara itu, pada zaman jahiliyah, zaman kebodohan, kalau di sini ada yang dirampas hartanya, maka di sana juga dirampas hartanya, kalau di sini dibunuh maka di sana juga dibunuh. Seperti itu kondisi pada zaman jahiliyah.
“Umar punya misi utk membunuh nabi, tetapi setelah ayat turun Thoha, seorang yang keras diubah hatinya menjadi penolong nabi. Oleh Allah diangkat menjadi khaira ummah,” jelasnya.
Kemudian diangkat statusnya menjadi khaira ummah, sampai detik ini kita mendapat rahmat dari baginda Rasulullah.
“Dalam ceramah, disampaikan dengan bahasa Arab, wahai syeh kenapa di dalam Islam tidak ada romantis? Bagaimana kita memperlakukan istri dengan baik, contohnya Nabi Muhammad, ketika nabi dengan istrinya Sofiah binti Uyay, anak tokoh Yahudi, ketika mau menunggangi unta, apa yang dilakukan nabi, nabi berlutut, uuntuk menjadi anak tangga,” jelasnya.
Mudah-mudahan, harapnya, ada manfaat dan kita menjadi orang yang mencintai Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad mencintai kita. “Semoga mendapat syafaat kelak,” katanya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor IchwanArif.
Sampaikan Antroposentrik di PKMTM III, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Beri Pesan Ini

PCM GKB – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/9/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pemateri Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Fiqih Risalah, M.A, Ph.D. menguraikan materi bertema Khittah Perjuangan Muhammadiyah: Menyintas Problematika Paham Antroposentrime
Dia menjelaskan antroposentrik memandang manusia sebagai pusat/yang tertinggi di alam semesta, akhirnya manusia sering sekali merusak alam.
“Dalam bahasa Yunani Antroposentrik adalah homo deus atau manusia yang meninggi lebih tinggi dari alam, namun di islam itu di sebut kholqun akbar atau besar perilaku,” ujarnya di hadapan 44 peserta dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah.
Homo deus ini menjadi asal mula dimana manusia dulunya adalah hewan yang serupa dengan manusia maka dari itu kita harus melihat manusia pada takaran fisik.
“Karena jika berbicara soal homodeus sangat susah untuk mengetahui bagaimana asal manusia yang pada akhirnya manusia harus di observasi terus menerus,” tambahnya.
Akan tetapi, lanjutnya, menurut bahasa Al-Quran manusia adalah insan dan sampai kapan pun manusia tidak menjadi homodeus. “Kita akan merasa rendah saat di pandang sebagai homodeus, namun kita akan menjadi tinggi sebagai Insan,” jelas Guru SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini.
Potensi Diri
Fiqih Risalah menjelaskan ketika orang lain mengkritik itu berarti sesuatu harus kita perbaiki. “Prosesnya dirasakan, kita harus memaksimalkan potensi diri, jadilah diri kalian tidak mereka,” paparnya.
Di peradapan ini, sambungnya, sudah pernah terjadi hal tersebut, Firaun contohnya. Firaun berasal dari kata firoah adalah mendaki gunung. Sama seperti Firaun yang semakin tinggi semakin sombong, sampai dia ingin diagungkan sebagai Tuhan oleh rakyatnya.
Dia memaparkan, dari problematika ini timbullah paham kapitalisme, liberalisme. Karena sesuatu terjadi tidak secara kebetulan, semua atas izin Tuhan. “Biar mereka rasakan apa yang harus di rasakan, biar apa? Biar mereka sadar,” tegasnya.
Dia berpesan bahwa beberapa manusia ingin berada di posisi puncak terus-menerus, maka dari itu sebagai kader Muhammadiyah harus tahu bahwasannya hidup ini silih berganti. “Jadi kader Muhammadiyah bisa selalu mensyukuri apa yang sudah didapatkan,” ujarnya. (*)
Penulis Ichwan Arif.
Siswa Berlian School Bermain Peran Profesi saat Field Trip di Kidzania

PCM GKB – Sebanyak 127 siswa dan 15 pendamping mengikuti kegiatan dengan tema Menanamkan Karakter Berwawasan Global dengan Mengenal Ragam Profesi secara Langsung.
Siswa dibagi menjadi 23 kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa dan mencoba berbagai macam wahana.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Pendidikan SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik Farikha SPd berharap siswa memiliki pengalaman mencoba profesi.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa mencoba berbagai profesi yang ada dalam wahana, dan setiap kelompok bisa merasakan minimal 7 wahana,” katanya.
Ketua Field Trip Maratus Sholihah SPd mengatakan kegiatan ini membutuhkan persiapan yang cukup singkat yaitu 2 pekan.
Eka sapaan akrabnya berpesan kepada setiap pendamping agar bisa mendampingi siswa-siswi dengan baik dan mengarahkan siswa untuk mengunjungi berbagai wahana agar bisa merasakan berbagai macam profesi.
“Tujuan dari field Trip kelas I ini agar siswa-siswi memiliki karakter yang berwawasan global, sehingga bisa mengenal ragam profesi,” ucapnya.
Dia berharap semoga siswa bisa menghargai apapun yang sudah dimiliki, bisa mengolah keuangan dengan baik dan bertanggung jawab dengan segala sesuatu yg harus di kerjakan.
“Berbagai profesi memberikan edukasi dan pengalaman baru untuk siswa-siswi karena ini adalah kerja nyata mereka melalui bermain peran, disini siswa belajar sambil bermain,” tambahnya.
Dia menuturkan, sesampai di Kidzania, siswa berkumpul sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan untuk mendapat arahan oleh petugas. Petugas Kidzania menyapa dengan ramah dan menyambut dengan senyuman sumringah.
Pemandu Kidzania Sadam menjelaskan bahwa setiap anak akan mendapat kartu dan mendapatkan gaji yang berbeda-beda sesuai dengan profesinya. Siswa kelas I sangat antusias dan semangat dalam memainkan setiap profesi.
Siswa kelas I Asoka Yusuf Ilham mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Saya sangat senang sekali karena permainanya banyak, bisa bekerja bersama teman-teman dan mendapatkan gaji,” katanya.
Dia mengatakan paling suka wahana polisi karena bisa berlarian menangkap pencuri, aku ingin kesana lagi bersama ayah dan bunda. (*)
Penulis Alsalimatus Sadiyah
Bahas Keagungan Nabi Muhammad, Siswa Spemdalas Diajak Idolakan Rasulullah

PCM GKB – Kajian Muslim Milenial (Kammil) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Jawa Timur membahas Keagungan Nabi Muhammad Saw dengan tema K-Pop atau Rasulullah, Mana Idolamu?, Jumat (13/9/2024).
Pemateri Kammil Muhammad Farrel Azkahfie pada awal penjelasannya menyampaikan ke peserta Kammil di Masjid Taqwa Spemdalas perihal mengidolakan K-Pop atau Rasulullah
“Apa sih itu K-Pop? K-pop adalah singkatan dari Korean Pop, yaitu subgenre musik pop yang berasal dari Korea Selatan. K-pop merupakan bagian dari budaya Korea Selatan dan menjadi salah satu bagian dari Gelombang Korea (Korean Wave) di berbagai negara,” jelas siswa kelas Kelas IX D ini di depan siswa putra kelas VII-IX.
Dia menuturkan, siapa sih Rasul itu atau yang biasa kita kenal dengan nama Nabi Muhammad Saw? Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT sebagai penyempurna agama Islam.
“Beliau merupakan satu-satunya manusia yang diutus menjadi rasul oleh Allah SWT. Menurut keyakinan umat Islam, dia adalah nabi yang diberikan wahyu ilahi untuk memberitakan dan meneguhkan prinsip monoteistis dalam ajaran Adam, Ibrahim (Abraham), Musa, Isa, dan Nabi lainnya,” katanya.
Kita flashback sedikit tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Pada Maulid Nabi ini kita harus lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW.
“Ketika kita sudah mengenal pasti di dalam diri kita akan timbul kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Selain itu, lanjutnya, kita harus meneguhkan hati kita kepada para pendahulu, yaitu Nabi Muhammad, Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Isa, dan lainnya. Itu semua mengingatkan akan pentingnya sejarah bahwa Allah mengutus Nabi untuk kita semua. Oleh karena itu kita harus patuh, tunduk, serta melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW,” paparnya.
Dia menyampaikan, orang-orang sekarang itu lebih mengidolakan artis K-pop karena tontonan mereka sehari-hari.
“Sebaiknya tidak karena mereka juga bukan muslim. Nabi Muhammad sudah jelas dipilih Allah, malah dilalaikan. Dalam Al-Quran Surat Hud ayat 120 yang artinya “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu,” ujarnya.
Dampak-dampak negatif jika kecanduan K-Pop, kurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri, gangguan tidur, ketidakstabilan emosional, ketergantungan finansial, dan lupa terhadap Allah dan Rasul.
“Apa sih hikmah cinta kepada Rasulullah SAW?” tanyanya pada peserta.
Dia mengatakan, memperoleh manisnya iman Allah SWT menjadikan beberapa sebab untuk memperoleh manisnya iman. Di antaranya adalah mencintai Rasulullah SAW melebihi kecintaan kepada seluruh makhluk selain beliau, akan bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak. Barang siapa yang mencintai Rasulullah SAW yang mulia, maka ia akan bersama beliau nanti di akhirat.
“Jadi, simpulannya, kita tidak boleh terlalu mengidolakan K-Pop, karena masih ada Rasulullah yang membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman ad-Diinul Islam,” tekannya. (*)
Penulis Fitri Wulandari. Editor IchwanArif.
Siswa Smamio Ikuti Malam Tadabbur Al-Quran, Ini Tujuannya

PCM GKB – Siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik Jawa Timur mengikuti kegiatan Malam Tadabbur Al-Quran di Corboba Hall, Jumat-Sabtu (13-14/9/2024).
Kegiatan dimulai pukul 15.30. Peserta mendapat dispensasi untuk masuk sekolah pukul 13.00, sedangkan yang lain masuk seperti biasa. Selepas tiba di sekolah, peserta tetap mengikuti materi seperti biasanya hingga jam kepulangan normal sekolah.
Selepas shalat Asar berjamaah, peserta bergegas untuk berkemas dan berkumpul di tempat kegiatan. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang tergambarkan dengan barang bawaan yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
Wakil Kepala Smamio Sa’roni, M.Pd. dalam sambutannya menuturkan Smamio akan terus berupaya untuk membangun suasana dan lingkungan yang Islami di sekolah.
Dia menyampaikan, jika seluruh siswa, guru, dan karyawan Smamio senantiasa dekat dengan Al-Quran, maka tentu sekolah akan dipenuhi keberkahan.
“Mari kita bersemangat dalam mempelajari Al-Quran. Kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan harapannya anak-anak bisa mengikuti dengan baik, asyik, dan bergembira. Pada kali ini kegiatan bertema Etika Pergaulan dalam Islam,” katanya.

Dia pun mengajak siswa untuk meniatkan diri dalam beribadah dan menimba ilmu untuk menggapai ridha Allah SWT.
Kegiatan tersebut diawali dengan Fun Game. Siswa diajak beberapa permainan dan mengasah logika berpikir lewat tebak-tebakan yang telah disiapkan. Selepas itu, mereka kemudian murajaah sembariu menunggu adzan Maghrib. Materi inti disampaikan pada pukul 19.15 WIB.
Pemateri Muhammad Taufiq M.Ag. menjelaskan bagaimana Islam mengatur hubungan antar sesama yang termaktub dalam surat An Nisa ayat 36.
“Surat An Nisa ayat 36 menyampaikan perintah untuk tidak menyekutukan Allah, berbuat baik terhadap orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga, teman sejawat, ibnu sabil, hingga hamba sahaya,” jelasnya.
Dia menuturkan, sebagai pemuda Islam siswa Smamio harus dapat meneladani sikap dna perilaku Nabi Muhammad, termasuk keteladanan beliau mengenai bagaimana beliau bergaul terhadap sesama, baik terhadap orang yang mendukungnya maupun yang membencinya. Nabi selalu bersikap lemah lembut, ramah, dan penyabar,” ujarnya.
Selepas materi inti, peserta disilahkan untuk beristirahat. Pada pukul 03.30, mereka bangun dan mendirikan shalat tahajud berjamaah hingga menjelang shubuh. Shubuh, mereka isi dengan salat jamaah, kultum, dan murajaah. Kegiatan ditutup dengan olahrga bersama di halaman sekolah. (*)
Penulis Bagus Rifani. Editor Ichwan Arif.
Buka Quran Time, Spemdalas Ajak Siswa Cinta Al-Quran

PCM GKB – Pembukaan Quran Time SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik diikuti siswa kelas VII-IX di Masjid Taqwa Spemdalas dengan tema Recharge Your Life, Reconnect with Quran, Jumat (30/8/2024).
Kepala Spemdalas Foni Libriastuti MSi menyampaikan agar siswa memanfaatkan moment berkah ini bersama ramanda Iqbal untuk bisa memberi motivasi dan inspirasi Al-Quran.
“Siswa Spemdalas cinta Al-Quran jadi pedoman kita harus kita cintai,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dia bertanya lebih senang mana, HP time atau Quran Time?
“Alhamdulillah anak-anak lebih mengutamakan Quran Time dari pada HP time, luar biasa sekali,” ujarnya.
Dia pun mengajak, ayo bersama sama pikiran dan hatinya difokuskan untuk acara ini. “Simak materi dengan baik,” pesannya.

Muhammad Iqbal Rahman pemateri pembukaan Quran Time kali ini, menyampaikan Al-Quran adalah kitab Allah yang diwajibkan untuk kita baca.
“Kalau baca Quran yang fasih dan santai, jangan tergopoh-gopoh,” jelasnya.
Pengertian al-Quran menurut bahasa berarti bacaan yang mengandung ajaran tentang aqidah, syariat, dan akhlak.
Menurut istilah Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Keutamaan membaca Al-Quran kata Nabi Muhammad jika nanti ada umatnya yang membaca Al-Quran maka saat mau masuk surga, baca dan baiklah sebagaimana ketika kalian membaca Al-Quran,” jelasnya.
Mari, ajaknya, belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Metode membaca Al-Quran ada beberapa macam di antaranya metode iqra’, tilawati, yamdlu’ah, qiroati, ummi.
“Dalam membaca Al-Quran kita harus memperhatikan makhorijul huruf, tilawah, dan tahsin (membangunkan bacaan makhorijul huruf dan tilawahnya). Serta belajar tahfidz atau hafalan Al-Quran. Hafalan bisa dihafalkan tiap lafadh yang diulang ulang sampai hafal,” tuturnya.
Waspadalah 3 F, food, fashion dan fun. Food, bisa merusak organ tubuh dan daya pikir menjadi lemah. Fashion, hilangnya rasa malu, akhlak yang melemah. Fun, kecanduan yang berlebihan sampai lupa waktu, frustasi dan depresi.
“Maka, pergunakanlah waktu dengan baik saat Quran Time. Baca dengan fasih makhorijul huruf dan perhatikan tilawahnya,” tekannya. (*)
Penulis Ria Rizaniyah. Editor Ichwan Arif
Berlian School Gelar Upacara Peringati HUT ke-79 PMI

Berlian School menggelar upacara memperingati HUT ke-79 Palang Merah Indonesia (PMI) yang diikuti oleh 723 siswa dan 75 guru karyawan dengan tema Aksi Adaptasi Iklim: Menyongsong General Adaptif dan Kontributif dalam Merespon Perubahan Iklim pada Selasa (17/9/2024).
Pengurus PMI Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma SE MSI menyampaikan amanat upacara. Dia menjelaskan, “Pada 79 tahun yang lalu tepat tanggal 17 September 1945 seorang muslim yang hebat wakil presiden RI yang pertama Drs Mohammad Hatta menjadi ketua umum PMI ke-1.”
“PMI adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang membantu meringankan penderitaan orang yang mengalami bencana dengan prinsip dasar kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kebersamaan, dan kesatuan.”
Dia menjelaskan, ”Jauh sebelum pendirian PMI Henry Dunant, di zaman Rasulullah sudah ada seorang muslimah yang bertugas merawat korban perang bernama Ruwaidah binti Saad yang bertugas merawat korban luka saat perang badar sampai akhir perang khaibar.”
Kebaikan Akan Kembali Pada Diri Kita
Dia menuturkan, “Sesungguhnya jika kita berbuat baik maka kebaikan itu untuk diri kita sendiri, apabila kita berbuat tidak baik maka akan kembali pada kita sendiri, mari kita terus berbuat baik.”
“Prinsip utama dalam hidup adalah saling tolong menolong dalam kebaikan, ketika kita saling berbuat baik maka tidak ada yang boleh saling menyakiti, setuju ya?,” tanyanya.
“Setuju,” jawab anak-anak serentak.
“Tidak boleh membully, kita harus saling menolong dan berbuat baik,” tegasnya.
Dia melanjutkan, “Salah satu sifat dasar kemanusiaan itu adalah menolong sesama, PMI hadir untuk menolong sesama tanpa membedakan dari golongan apa, siapa dan darimana dan PMI juga hadir sebagai bantuan fisik maupun bantuan pangan kepada yang membutuhkan.”
“Adik-adik semua dalam kondisi sekarang hal yang utama bisa kita lakukan adalah saling membantu sesama, saling menolong sesama, saling menjaga silaturrahmi karena itu bagian dari prinsip dasar kemanusiaan.”
Herawan sapaan akrabnya menuturkan, “Berbuat baik harus selalu dilakukan, dalam konteks PMI ini hadir dengan banyak cara, jika adik-adik mau dan berkenan ingin ikut adik-adik bisa bergabung dalam Palang Merah Remaja bagian dari PMI yang nanti akan direkrut menjadi relawan.”
“PMI hadir dengan para relawan yang dilatih untuk bisa menghadapi segala kondisi, saat bencana di Bawean misalnya, teman-teman relawan PMI hadir disana mendirikan tenda darurat, mendirikan dapur umum, mendistribusikan makanan pada para korban bencana, begitu pula di daerah lainnya,” jelasnya.
“Ada banyak bencana di negara kita karena banyak gunung berapi di negara kita terutama pulau Jawa, perlu mitigasi bencana, hal pertama dari mitigasi bencana adalah berawal dari diri sendiri, dengan kesiapsiagaan dan saling membantu,” tuturnya.
“Bagi adik-adik yang ingin tahu lebih lanjut terkait PMI bisa berkunjung ke PMI Kabupaten Gresik,” tutupnya. (*)
Penulis: Waviq Amiqoh
Sayembara Asmaul Husna Warnai Lomba Peringatan Maulid Nabi Mugeb School
Siswa jenjang kelas 2 yang menjadi juara Lomba Peringatan Maulid Nabi. (Isamasii Romadhona)
PCM GKB – Sayembara Asmaul Husna mewarnai peringatan Maulid Nabi di Mugeb School, Kamis (12/9/24).
Pada H-3 Maulid Nabi, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) mengadakan beragam lomba. Selain sayembara Asmaul Husna untuk kelas I-VI, yang berkaitan dengan Asmaul Husna juga ada lomba mewarnai doodle Asmaul Husna untuk siswa kelas I-III dan lomba membuat doodle kaligrafi Asmaul Husna untuk siswa kelas IV-VI.
Selain itu, ada lomba nasyid tentang Nabi Muhammad Saw, audisi muadzin cilik, lomba berkisah, dan mini teatrikal. Alhasil, siswa fokus mengikuti lomba dan tak ada pelajaran di dalam kelas hari itu.
Untuk mengapresiasi usaha mereka, Mugeb School menganugerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang. Awarding berlangsung pada Jumat (13/09/24).
Simak Dongeng

Siswa kelas I-VI mengikuti ceremony di lapangan futsal sekolah. Acara ini diawali dengan pembukaan. Kepala Mugeb School Mochammad Nor Qomari, S.Si menyampaikan sambutan.
Berikutnya, ada peluncuran video Asmaul Husna siswa-siswi sekolah ramah anak itu. Suasana kian menyenangkan ketika anak-anak mendengarkan Bunda Daniek berkisah Sirah Nabawi.
Setelah itu, barulah penampilan mini teatrikal dari siswa kelas V dan penganugerahan penghargaan kepada pemenang lomba.

Para Juara
Inilah daftar juaranya.
Lomba Mewarnai Doodle Kaligrafi Asmaul Husna
1 Alpen Arkhan Zabran A. W.
1 Fuji Jennahara Elshanum
1 Kilimanjaro Zahwatunnisa Hafiyah
1 Everest Khanza Ashalina Inara
1 Elbrus Raqhelya Rizkya Robbani
2 Al Fatihah Emily Afsheena Widyananta
2 Al Kahfi Sashi Omar Salsabila
2 Ar Rahman Azzam Aryatama Rabbani
2 Al Waqiah Nafil Ruwayfi
2 Al Mulk Alika Naila Putri
3 Athena Athiya Nur Shafeeya
3 Brisbane Ghaitsa Hazmi
3 Cairo Alghazy Rafardhan R.
3 Dubai Gendis Alesha Prameswari
3 Ecuador Abqory Alghazali
Lomba Membuat Doodle Kaligrafi Asmaul Husna
4 Nuh Dzakira Kayyasa Khumairah
4 Musa Naira Ula Naznin W.
4 Ibrahim M. Fashih Akbar Sulthani
4 Isa Naira Khusna Hananin
4 Muhammad M. Kenzo Al Ghany
5 Analyst Hayunda Almaydilla I. B.
5 Business Amecca Kiyara Nuraisya
5 Civil Kayla Anjani Azalia
5 Design Aqila Khaira Nurwaida
5 Engine Dorea Umi Hanifah
6 Al Amin Renata Sherafina
6 Shidiq Maritza Devina P. Y.
6 Amanah Aisha Sasta Putri
6 Fathonah Alanna Khansa Khoirunisa
6 Tabligh Nasywa Aisha Azzahra

Sayembara Asmaul Husna
Terbaik Kelas 5
Terceria Kelas 1
Terkreatif Kelas 2
Terlancar Kelas 3
Tersemangat Kelas 4
Terkompak Kelas 6
Lomba Nasyid tentang Nabi Muhammad SAW
Kelas 1 1 Elbrus
Kelas 2 2 Al Fatihah
Kelas 3 3 Dubai
Kelas 4 4 Ibrahim
Kelas 5 5 Civil
Kelas 6 6 Tabligh
Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Siswa Mugeb School Kirab
Lomba Audisi Muadzin Cilik
Juara 1 Riza Aditya Pratama (4 Nuh)
Juara 2 Arsakha Virendra Hermanto (4 Ibrahim)
Juara 3 M. Finza Alkhalifi Supriadi (5 Engine)
Juara Harapan 1 M. Nizam Muazzam (3 Athena)
Juara Harapan 2 Maulana Afkar (3 Dubai)
Juara Harapan 3 Rafaeyza Alfarezel (2 Al Waqiah)
Lomba Berkisah
Kelas 3 Alesyah Akeyla (3 Brisbane)
Kelas 4 A’isyah Tsabita Ramadhani (4 Muhammad)
Kelas 5 Muhammad Grissee Alfahrizi (5 Engine)
Kelas 6 Callia Atifa Kalani (6 Shidiq)
Lomba Mini Teatrikal
Juara 1 Kelas 5
Juara 2 Kelas 6. (*)
Penulis Queen Artamesia, Jurnalis Cilik Mugeb School. Editor Sayyidah Nuriyah
Peringati Maulid Nabi, Siswa Mugeb School Kirab

PCM GKB – Peringati Maulid Nabi, siswa bersama guru SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) kirab di lingkungan sekitar sekolah, Jumat (13/9/2024) pagi.
Tepat pukul 08.30 WIB, setelah awarding (penganugerahan pemenang) lomba peringatan Maulid Nabi di lapangan futsal Mugeb School, para siswa berbaris. Kepala Sekolah Mochammad Nor Qomari, S.Si. bersama Ketua PRM GKB 2 Arif Zamzawi melepas kirab. Mereka meneriakkan takbir serta mengangkat bendera Muhammadiyah dan Mugeb School.
Barisan dibuka dengan mobil pick up yang mengangkut sound system. Sang pemimpin rombongan Ustadz A. Mujahidul Authon, S.Pd. juga berdiri di sana sambil berorasi seputar Maulid Nabi. Ia diikuti kumpulan anak-anak bertopeng yang berperan menjadi patung maupun sahabat Nabi.
Sembari bersholawat Nabi, Ustadz Authon menganjurkan untuk senantiasa meneruskan tradisi akhlaq yang Rasul ajarkan. “Marilah saling memahami, memaafkan, peduli, berbagi. Karena kita muslim, sesama Muslim adalah saudara,” ujarnya.
Sementara itu, kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junio yang kompak berjas kuning berjalan di belakangnya. Adapun anak-anak Mugeb School kelas I-V yang berbusana Muslim nuansa putih mengikuti berbaris di posisi paling belakang.

Rute Kirab
Kirab Maulid Nabi dimulai dengan rute awal melewati Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Bangunan kampus ini berdiri tepat di depan Mugeb School. Rute berikutnya, melewati depan Gressmall lalu ke Jln. Bangka, Jln. Belitung Raya, dan Jln. Belitung Vlll. Tujuan terakhir, tentu kembali ke Mugeb School di Jln. Belitung IV No. 20.
Meski berjalan cukup jauh dan panas, anak-anak tampak senang mengikuti kirab. Di tengah perjalanan, sesekali mereka mengeluh, “Capek.”
Di antara mereka, ada salah satu guru yang bersiaga mengangkut siswa sakit atau tidak kuat berjalan. Ialah Ustadz Fahilan Nur Bachtiar, S.Pd. yang naik motor. Melihat Ustadz Fahilan mengiringi mereka dengan naik motor, Tsuraya Nada Hamida, siswi kelas V Analyst jadi ingin dibonceng.
“Wah, itu kan Ustadz Fahilan? Enak banget naik motor! Aku pengin dibonceng,” canda Nada, sapaan akrabnya.
Selama perjalanan, beberapa anggota komunitas PKS dan ustadz-ustadzah menjaga ketertiban siswa. Setelah kirab, lelah para siswa Mugeb School terobati dengan menikmati sajian bazar. (*)
Penulis Annisa Ezza Raissa dan Aisyah Nur Salsabila, Jurnalis Cilik Mugeb School. Editor Sayyidah Nuriyah
Latih Korlas Berkelas, Ikwam SD Mugeb Adakan Formilas

PCM GKB – Ikwam SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) kembali menyelenggarakan Forum Silaturahmi Korlas (Formilas). Pertemuan rutin tiap awal periode ini berlangsung di aula sekolah, Selasa (10/9/2024).
Ketua Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik Maulidya Tri Anggraeni, S.Sos. saat sambutan memberikan semangat kepada para pengurus Ikwam dan koordinator kelas (Korlas). Di hadapannya, sebanyak 30 korlas duduk melingkar sesuai jenjang kelas.
Maulidya lalu mengapresiasi para bunda yang rela meninggalkan pekerjaan rumahnya pagi itu. “Harapan kami sebagai Ikwan harus lebih mantap lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap, pertemuan ini bisa mengawali kegiatan korlas selama setahun ke depan. “Agar semakin baik karena kita wakil, mari kita bangun silaturahmi yang baik pula,” imbuhnya.
Akhirnya ia menanyakan komitmen para korlas. “Siapkah Bunda menjalankan amanah ini? Siap berbagi waktu menjalankan amanah? kita bergerak bersama untuk pendidikan anak kita,” tutupnya.
Korlas Berkelas
Selanjutnya, giliran Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari, S.Si memberikan sambutan. Ustadz Ari awalnya meneriakkan jargon, “Korlas, berkelas! Ikwam, cetar membahana! Mugeb, berakhlak mulia dan berprestasi!” Para Ikwam SD Mugeb maupun Korlas bergerak mengikutinya.
Ustadz Ari bersyukur, pada pagi itu yang mendung, mereka bertemu dan saling senyum. Mengingat biasanya hanya komunikasi melalui ruang maya.
“Terima kasih kepada Ikwam Mugeb School dan Koordinator Kelas. Formilas 24-25 ini adalah forum yang apik,” ungkapnya di depan Korlas kelas I-VI.
Kemudian, Bapak tiga anak itu berharap, tantangan ke depan bisa dihadapi dan mereka punya keterampilan berkomunikasi maupun problem solving (menyelesaikan masalah). “Putra-putri kita terus belajar, kita sebagai bunda, Ikwam dan Korlas juga harus belajar,” ajaknya.
Karena itulah Ikwam SD Mugeb menghadirkan Iska Ningrum Ristanti, S.I.Kom. Founder of Intuisi Consulting Agency ini membersamai mereka belajar tentang Effective Communication and Problem Solving Skills.
Di akhir sambutannya, Ustadz Ari mendoakan, “Semoga apa yang kita dapat bisa membekali kita untuk membersamai putra-putri sholeh kita sehingga mereka menjadi generasi pemenang masa depan.” (*)
Penulis Sayyidah Nuriyah