KajianPengasuh Pondok Pesantren Al Gosari, KH. Nafis Abdul Karim, Lc. mengisi pengajian dalam kegiatan Bakti Sosial PRA GKB-5 di Desa Cangaan, Ujung Pangkah, Sabtu (19/7/25)
Kajian
Pengasuh Pondok Pesantren Al Gosari, KH. Nafis Abdul Karim, Lc. mengisi pengajian dalam kegiatan Bakti Sosial PRA GKB-5 di Desa Cangaan, Ujung Pangkah, Sabtu (19/7/25)

PCM GKB – Pengajian dalam rangka Bakti Sosial dan Silaturahmi PRA GKB-5 dan PRA Cangaan membalas bentuk keimanan seseorang muslim, di TK ABA 19 Desa Cangaan, Sabtu (19/7/25).

Sebagai pemateri pengajian adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Gosari adalah KH. Nafis Abdul Karim, Lc.. Beliau juga merupakan pengasuh di MBS At-Taqwa Gosari, Ujung Pangkah.

Nafis membuka materi dengan menyampaikan definisi iman. “Jadi ibu-ibu, iman adalah diyakini dalam hati, dinyatakan dalam perkataan, dan dibuktikan dengan perbuatan. Bentuk keimanan seseorang, terutama muslim dapat dilihat dari tiga hal tersebut,” jelasnya.

Dikisahkan Nabi Musa bertanya kepada Allah tentang amal apa yang paling dicintai oleh Allah. Allah menjawab bahwa amalan yang paling baik adalah mengingat Allah dengan lisan, hati, dan anggota badan. “Jadi, lafadz La ilaha illallah adalah kalimat tauhid menunjukkan keimanan itu sendiri,” ungkap Nafis.

Nafis kemudian menjelaskan bahwa apabila 7 langit dan 7 bumi diletakkan di satu sisi timbangan sedangkan kalimat lha ila ha ialah diletakkan pada sisi timbangan yang lain maka lebih berharga kalimat tauhid.

“Karena itulah, bukti keimanan adalah dengan menjalankan perintah Allah dalam bentuk amalan hati, badan, dan lisan,” jelasnya.

Keutamaan Muharram

Dalam kesempatan yahg sama, Nafis kemudian menjelaskan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan.

“Dalam bulan ini, tepatnya pada 10 Muharram merupakan hari saat Musa diselamatkan oleh Allah SWT dari Firaun. Tanggal yang sama juga diperingati oleh kaum Yahudi. Sehingga kita disunahkan untuk puasa Assyura.

“Nabi menyampaikan bahwa untuk menunjukkan pembeda, Nabi berniat untuk menambahkan satu hari sebelum Asyura untuk berpuasa,” tambahnya.

“Dalam hadist yang lain, diriwayatkan para sahabat berpuasa pada 11 Muharram. Jadi, ibu-ibu bisa puasa tanggal 9 dan 10 Muharaam, atau pada 10 dan 11 Muharram,” tambahnya.

Di akhir sesi Nafis berharap dan mendoakan agar umat muslim diistiqomahkan dalam kebaikan, keberkahan, dan perbuatan yang mulia. “Semoga kita dimatikan husnul khotimah dan dikumpulkan dalam jannah Allah,” tandasnya mengakhiri pengajian. (*)

Penulis Fitri Wulandari. Editor Ichwan Arif.


Eksplorasi konten lain dari PCM GRESIK KOTA BARU (PCM GKB)

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

By admin

Eksplorasi konten lain dari PCM GRESIK KOTA BARU (PCM GKB)

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca