Tak Selamanya Memimpin, Inilah Puncak Regenerasi

Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) GKB Hudzaifaturrohman SThI menyampaikan sambutan di Musycab Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah GKB. (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PCM GKB – Tak selamanya memimpin, Musycab inilah puncak regenerasi di Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) GKB. 

Demikian kata Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrohman SThI dalam sambutannya di Musyawarah Cabang (Musycab) Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah GKB. Agenda ini berlangsung di Cordoba Convention Hall, SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik. 

Di awal sambutannya, Hudzai–sapaan akrabnya–bersyukur, “Alhamdulillah, kita sampai pada acara puncak hari ini.” 

Bapak dua anak ini menerangkan, “Saya dan Yunda Sonya (Ketua PCNA GKB) tidak selamanya memimpin di sini, maka kita harus melakukan regenerasi. Inilah acara puncak regenerasi!” 

Pria yang sehari-harinya bekerja di Smamio ini pun mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB. “Yang selalu memberi dukungan materi maupun moral sehingga acara berlangsung baik. Terima kasih,” ungkapnya. Tepuk tangan meriah menggema di ruang lantai 4 gedung Smamio itu.  

Beberapa poin penting untuk kader pun dia sampaikan. “Karena yang hadir di sini merupakan kader semua,” imbuhnya, Sabtu (7/10/2023) pagi. 

Dia lantas menukil Ash-Shaff ayat 4 untuk memperkuat, para kader itu harus merapatkan barisan sehingga terbentuk organisasi yang kokoh tak tertandingi. “Kita bs mencetak generasi penerus khoirul bariyah sebagaimana dalam al-Bayyinah ayat 7. Kita di sini beriman dan beramal shalih,” terangnya. 

Suami Ain Nurwindasari SThI MIRKH ini mengimbau peserta untuk menjadi khairu ummah yang beramar makruf dan bernahi munkar. “Kita sudah masuk di sini, sebagai kepala keluarga tidak hanya mencari nafkah ke keluarga tapi juga beramar makruf nahi munkar,” tuturnya. 

Hudzai yakin, itu semua bisa mereka lakukan kalau mengingat hadist shahih: “Setiap persendian manusia itu wajib disedekahi.” 

Dari hadits itu, menurut Hudzai, langkah kaki dan gerak tubuh, seluruh organ yang manusia miliki, wajib disedekahi. “Organ yang kita punya tidak serta merta digunakan untuk hal duniawi tapi bersifat ukhrawi juga. Tiap sendi gunakan mendekatkan diri kepada Allah,” imbaunya. 

Yang pemuda aktif di Pemuda Muhammadiyah itu sedekah. Begitu pula yang pemudi, aktif di Nasyiatul Aisyiyah itu sedekah. “Bukan hanya sedekah materi tapi juga sedekah pikiran dan keyakinan. Bismillah agenda Musycab mendapat pemimpin terbaik,” tutupnya. (*) 

Penulis Sayyidah Nuriyah

Comments

comments