Pemuda dan Nasyiah Didorong Memperluas Kiprahnya untuk Masyarakat

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik dr Umar Nur Rachman SpPD saat Sarasehan pra-Musyawarah Cabang (Pramusycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik

PCM GKB – Pemuda dan Nasyiah didorong memperluas kiprahnya untuk masyarakat dipesankan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik dr Umar Nur Rachman SpPD saat Sarasehan pra-Musyawarah Cabang (Pramusycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik.

Awalnya dr Umar menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia di bawah kepemimpinan Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrahman SThI dan Ketua PCNA GKB Irma Sonya Suryana SKom MSi. Dia lantas mengapresiasi semangat kader Pemuda dan Nasyiah GKB itu. 

“Semangat-semangat, ya! Pemuda ini lantang. Tenaganya masih full. Kalau bapak-bapak agak loyo-loyo sedikit. Ini harus dijaga semangat teman-teman. Di usia masih muda memang vitalitas tinggi,” ujarnya. 

Umar juga mengapresiasi para kader yang telah meluangkan waktu untuk berorganisasi di Pemuda dan Nasyiah. Padahal tentunya, sambung dr Umar, mereka juga berperan sebagai kepala keluarga dan ibu. 

“Masih punya putra-putri usia sekolah sehingga memerlukan waktu untuk keluarga tapi ditinggalkan untuk menghadiri kegiatan ekstra ini,” imbuhnya. 

Dokter Umar menyadari, mungkin berorganisasi ini akan menyita waktu. Maka dia mengajak, “Mari kita niatkan semata-mata untuk Allah SWT. Kalau kita merasa ini sebagai beban, keterpaksaan, kita niatkan, bismillah, kita hadir di sini dalam rangka beribadah kepada Allah melalui organisasi.” 

Tanam Benih 

Dokter Umar lantas mengisahkan awal mula Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah terbentuk. “Ini awalnya pemuda pemudi mengajar anak-anak mengaji. Lalu di Muhammadiyah waktu itu dibentuk organisasi,” ungkapnya. 

Selanjutnya, kata dr Umar, terbentuklah angkatan muda dengan nama bahasa Arab Nasyiatul Aisyiyah yang simbolnya padi. Dia kemudian menukil sebuah hadits, “Kalau besok kiamat, kalau ada benih, tanamlah!” 

Jadi dr Umar mengimbau para kader untuk tetap “menanam” tunas kebaikan yang merupakan awal tumbuhnya pohon kehidupan. “Bukan tunas itu kita buang. Artinya, bagaimana kita menanam tunas-tunas itu, menanam kebaikan, apapun yang bisa kita kerjakan,” imbuhnya. 

Dia menekankan, “Kita generasi muda itu tunas-tunas tadi! Menjadi padi, menghasilkan beras atau apa yang maksimal, dengan sebagai pemuda-pemudi. Maka kita bersama di sini untuk memaksimalkan potensi yang ada.” 

Di hadapan 60 kader Pemuda dan Nasyiah yang hadir, dr Umar juga menyampaikan titipan pesan Wakil Sekretaris dan Pembina Organisasi Otonom (Ortom) PCM GKB Ir Daud Susanto yang juga hadir di sana. “Bagaimana organisasi ini lebih melibatkan kader-kader di luar AUM PCM GKB,” ungkapnya. 

Di akhir sambutannya, dr Umar berpesan, “Jangan sampai kita hanya sibuk dengan organisasi kita sendiri. Kita upayakan bisa bermanfaat langsung ke masyarakat!” 

Dia berharap, para kader ini mengadakan kegiatan yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung. “Di acara ini bisa dibahas program-program yang lebih bisa mengenalkan ke masyarakat sehingga masyarakat tertarik bergabung,” imbaunya, Sabtu (30/9/2023).

Sarasehan bertema Militansi Kader Muhammadiyah GKB ini diadakan di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Lokasinya Jalan Berlian VIII 2 PPS, Manyar, Gresik, Jawa Timur. 

Dua pemateri hadir pada pertemuan pagi itu. Ialah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Aditama SPdI dan anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MIRKH sebagai pemateri. (*) 

Penulis Sayyidah Nuriyah

PCM GKB – Pemuda dan Nasyiah didorong memperluas kiprahnya untuk masyarakat dipesankan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik dr Umar Nur Rachman SpPD saat Sarasehan pra-Musyawarah Cabang (Pramusycab) Pemuda Muhammadiyah (PM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) GKB Gresik.

Awalnya dr Umar menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia di bawah kepemimpinan Ketua PCPM GKB Hudzaifaturrahman SThI dan Ketua PCNA GKB Irma Sonya Suryana SKom MSi. Dia lantas mengapresiasi semangat kader Pemuda dan Nasyiah GKB itu. 

“Semangat-semangat, ya! Pemuda ini lantang. Tenaganya masih full. Kalau bapak-bapak agak loyo-loyo sedikit. Ini harus dijaga semangat teman-teman. Di usia masih muda memang vitalitas tinggi,” ujarnya. 

Umar juga mengapresiasi para kader yang telah meluangkan waktu untuk berorganisasi di Pemuda dan Nasyiah. Padahal tentunya, sambung dr Umar, mereka juga berperan sebagai kepala keluarga dan ibu. 

“Masih punya putra-putri usia sekolah sehingga memerlukan waktu untuk keluarga tapi ditinggalkan untuk menghadiri kegiatan ekstra ini,” imbuhnya. 

Dokter Umar menyadari, mungkin berorganisasi ini akan menyita waktu. Maka dia mengajak, “Mari kita niatkan semata-mata untuk Allah SWT. Kalau kita merasa ini sebagai beban, keterpaksaan, kita niatkan, bismillah, kita hadir di sini dalam rangka beribadah kepada Allah melalui organisasi.” 

Tanam Benih 

Dokter Umar lantas mengisahkan awal mula Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah terbentuk. “Ini awalnya pemuda pemudi mengajar anak-anak mengaji. Lalu di Muhammadiyah waktu itu dibentuk organisasi,” ungkapnya. 

Selanjutnya, kata dr Umar, terbentuklah angkatan muda dengan nama bahasa Arab Nasyiatul Aisyiyah yang simbolnya padi. Dia kemudian menukil sebuah hadits, “Kalau besok kiamat, kalau ada benih, tanamlah!” 

Jadi dr Umar mengimbau para kader untuk tetap “menanam” tunas kebaikan yang merupakan awal tumbuhnya pohon kehidupan. “Bukan tunas itu kita buang. Artinya, bagaimana kita menanam tunas-tunas itu, menanam kebaikan, apapun yang bisa kita kerjakan,” imbuhnya. 

Dia menekankan, “Kita generasi muda itu tunas-tunas tadi! Menjadi padi, menghasilkan beras atau apa yang maksimal, dengan sebagai pemuda-pemudi. Maka kita bersama di sini untuk memaksimalkan potensi yang ada.” 

Di hadapan 60 kader Pemuda dan Nasyiah yang hadir, dr Umar juga menyampaikan titipan pesan Wakil Sekretaris dan Pembina Organisasi Otonom (Ortom) PCM GKB Ir Daud Susanto yang juga hadir di sana. “Bagaimana organisasi ini lebih melibatkan kader-kader di luar AUM PCM GKB,” ungkapnya. 

Di akhir sambutannya, dr Umar berpesan, “Jangan sampai kita hanya sibuk dengan organisasi kita sendiri. Kita upayakan bisa bermanfaat langsung ke masyarakat!” 

Dia berharap, para kader ini mengadakan kegiatan yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung. “Di acara ini bisa dibahas program-program yang lebih bisa mengenalkan ke masyarakat sehingga masyarakat tertarik bergabung,” imbaunya, Sabtu (30/9/2023).

Sarasehan bertema Militansi Kader Muhammadiyah GKB ini diadakan di Aula SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Lokasinya Jalan Berlian VIII 2 PPS, Manyar, Gresik, Jawa Timur. 

Dua pemateri hadir pada pertemuan pagi itu. Ialah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Aditama SPdI dan anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ain Nurwindasari SThI MIRKH sebagai pemateri. (*) 

Penulis Sayyidah Nuriyah

 

Comments

comments