Islam Mendukung Umat Berkemajuan

SMAM10 – Rasulullah Muhammad dilahirkan di Makkah.”Dalam konteks saat ini Makkah merupakan kawasan metropolis,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Jumat (09/06/2017) di SMA Muhammadiyah 10 GKB.
Kota Makkah merupakan kawasan perdagangan dan tempat haji yang didatangi oleh orang dari berbagai penjuru.”Bahkan pada saat itu syair-syair terbaik dipasang di dinding Ka’bah,” ujarnya.
Hal ini menunjukan bahwa Allah menakdirkan nabi terakhir dalam menyebarkan Islam berada dalam konteks situasi metropolis.”Maknanya, kehadiran Islam merupakan pendukung kemajuan,” paparnya.
Namun, situasi metropolis ini masih bersifat paganisme dan masih menganut faham wataniah.”Inilah yang melatarbelakangi Islam awalnya dikembangkan di Makkah,” jelasnya pada acara Baitul Arqam yang diselenggarakan PCM GKB ini.
Sifat paganisme dan wataniah inilah yang menghambat perkembangan dakwah Rasulullah sehingga Allah menetapkan agar Nabi Muhammad hijrah di Madinah.
Situasi Madinah berbeda dengan Makkah. ”Masyarakat Madinah mayoritas berkecimpung di bidang pertanian, kekuasaan masih belum stabil dan maaih banyak praktik curang dalam timbangan,” ulasnya.
Ini semua berubah disebabkan ajaran Islam yang melekat dalam hati dan praktik kehidupan sehari-hari.”Allah memerintahkan agar adil dalam timbangan telah menjadikan masyarakat Madinah yang paling baik timbangannya,” ujarnya.
Dalam konteks lain, secara praktis Rasulullah membangun pasar Ukaz selain membangun masjid.”Inilah yang dapat mengubah sistem perekonomian yang semula dikuasai kaum Yahudi,” ungkapnya.
Hal ini terus mengalami progres hingga jatuhnya Makah di tangan kaum Muslimin di tahun kesembilan hijriah dan wafatnya Rasulullah setelah 81 hari pelaksanaan haji wada.
”Dalam konteks agama atau teologis telah selesai namun dalam konteks peradaban ini baru embrio. ”Peradaban Islam berkembang pada abad ketiga hingga abad kesembilan hijriah,” paparnya.
Pada abad selanjutnya peradaban Islam mengalami kemunduran. Bahkan, negara-negara Islam mayoritas mengalami penjajahan pada abad 16 hingga 19 masehi.”Namun sebelum itu Allah menyemaikan tokoh dan gerakan untuk kemajuan peradaban Islam diantaranya ada Muhammad Abduh dan Ahmad Dahlan dengan gerakan Muhammadiyah,” jelasnya.
Langkah yang diambil Muhammadiyah adalah bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.”Ini merupakan langkah kesolehan sosial bukan hanya kesolehan pribadi,” paparnya.
Bidang ini, katanya, dapat membangun peradaban menjadi lebih baik dan maju.”Pada saat Hirosima dan Nagasaki dibom, sang Kaisar menanyakan apakah ada guru yang masih hidup. Jika ada maka saya optimis,” katanya.
Hal ini, paparnya, kaisar Jepang mengutamakan pendidikan terlebih dahulu dalam membangun negara.”Dan lihat apa yang terjadi saat ini. Kemajuan Jepang mengalahkan negara-negara lain,” paparnya.
Inilah yang ditangkap oleh Muhammadiyah.”Sejak awal Muhammadiyah telah bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan dan gerakan sosial lainnya,” jelasnya. (ars)

Comments

comments