Hoax Sebabkan Bangkrut di Akhirat

GKB – Hoax berasal dari judul film yang tidak sesuai dengan novelnya merupakan berita bohong yang saat ini tersebar dalam masyarakat.Banyak perintah Allah dalam Al Quran yang memerintahkan orang yang beriman untuk berkata dengan perkataan yang benar dan baik, ungkap Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nur Cholis Huda pada pengajian Ahad pagi (16/4/2017) di Masjid At Taqwa GKB Gresik.

Dalam surat Al Ahzab ayat 70 dijelaskan orang yang beriman diperintahkan untuk bertakwa dan berkata dengan perkataan yang benar. Hai orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu, kata Huda menjelaskan arti surat Al Ahzab ayat 70.
Perkembangan hoax yang begitu pesat, ungkapnya, disebabkan oleh dua hal yakni adanya motif politik, kebencian, kecewa, atau iseng dan cocok dengan isinya sehingga ikut menyebarkan. Situasi Pilkada ikut mendorong penyebaran hoax begitu cepat. Oleh sebab itu umat Islam harus hat-hati dikarenakan banyaknya kerugian dalam penyebaran hoax ini, paparnya.
Huda menjelaskan ada enam kerugian dalam hoax diantaranya menimbulkan kepanikan dan kehebohan, pembunuhan karakter, penipuan publik, pengalihan isu, adu domba dan di akhirat jadi orang bangkrut. Dari bahaya-bahaya tersebut tentunya yang paling berbahaya adalah jika kita menjadi orang bangkrut di akhirat, tegasnya.
Hal ini mengacu pada hadits nabi yakni orang yang bangkrut dari umatku adalah orang datang dengan pahala banyak, dari pahala sholat, pahala zakat, dan pahala amal baik lainnya namun suka mencela di dunia, suka makan uang rakyat, dan suka mengadu domba maka pahalanya akan habis bahkan akan ditambah keburukan dari orang yang disakitinya.
Untuk menghadapi berita-berita di medsos hendaknya kita bersikap kritis apakah berita tersebut benar, jika salah atau ragu hendaknya kita tidak mempercayainya dan berhenti menyebarkannya, paparnya.
Namun jika berita tersebut benar, katanya, maka harus dilihat apakah ada manfaatnya jika berita tersebut disebarluaskan.Contoh berita baik tapi hoax adalah pakar genetika Yahudi Robert  Guilhem dari Yayasan Albert Einstein masuk Islam karena kagum pada masa iddah muslimah yang bercerai, sertifikasi Unesco tentang Islam adalah agama paling baik dan
thoawaf sebagai penyeimbang rotasi bumi, ungkapnya.
Sebagai antisipasi berita hoax hendaknya setiap informasi harus diteliti terlebih dahulu sebelum disampaikan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah ketika Al Walid bin Uqbah menyampaikan berita bahwa Al Harits dan kaumnya tidak mau membayar pajak, katanya.
Huda menjelaskan ketika mendengar hal tersebut Rosulullah mengirim utusan untuk memastikan kebenaran berita tersebut dan ternyata diketahui bahwa Al Harist beserta kaumnya menunggu utusan Rasullulah yang mengambil pajak dimana mereka berkumpul beramai-ramai menyambut utusan tersebut bukan untuk menolaknya.
Agar berita yang kita sampaikan mudah dipahami dan tersampaikan dengan baik maka agama memberikan enam cara komunikasi Islami.Pertama qoulan sadida yakni komunikasi yang jujur karena kejujuran adalah roh komunikasi dan pintu kebaikan. Orang yang jujur akan mendapat tiga karunia Allah yakni dibimbing agar berbuat baik, kesalahannya diampuni, dan mendapat keuntungan yang besar, paparnya.
Kedua qoulan ma’rufa yakni ucapan yang baik yaitu ucapan yang sudah dikenal masyarakat bahwa ucapan tersebut adalah baik.Ketiga qoulan layyina yakni ucapan yang lembut dan keempat qoulan karima yakni ucapan yang mulia, jelasnya.
Bagian terakhir, jelasnya, adalah qoulan baligha yakni ucapan menyentuh hati dan
qaulan maisura yakni ucapan memberi harapan.Contoh sederhana adalah memberi harapan baik ketika kita menjenguk orang sakit, katanya. (sly/ars)

Comments

comments