Strategi Internasionalisasi Sekolah Muhammadiyah

SMAMIO-PCMGKB. –Membahas tentang dunia pendidikan, maka yang utama adalah memahami tujuan muslim di dunia yakni misi risalah dan misi khilafah. Misi risalah adalah menyampaikan acara dakwah sedangkan misi khilafah adalah mengaktualkan ajaran Islam sehingga mendatangkan rahmat bagi alam semesta.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti,M.Ed mengatakan Islam adalah landasan kehidupan untuk seluruh alam dan bukan secara parsial yang menjadikan Islam sebagai agama arab atau pribumi.”Jadi landasan agama inilah yang menjadi landasan pertama dalam menggerakan pendidikan khususnya pendidikan di persyarikatan Muhammadiyah,” jelasnya pada acara Baitul Arqam di SMA Muhammadiyah 10 GKB Jumat (17/6).
Landasan normatif kedua, paparnya, adalah landasan masa depan. Hal ini sesuai dengan pernyataan sahabat Umar bin Khatab yakni “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”
Landasan masa depan ini memiliki dua oreintasi yakni progresif dan esensial. Landasan progresif yakni memberikan bekal pendidikan di zaman mereka hidup dengan landasan nilai-nilai dan adasr-dasar agama yang kuat. Sedangkan oreintasi yang kedua adalah oreintasi esensial yang meilputi aqidah islamiah, nilai-nilai dasar tentang kekuatan bertahan terhadap keyakinan dan pengamalannya dan ahlaqul karimah.
Ahlaqul karimah ini, jelasnya, memiliki format yang terbuka. Contoh cara berbiacara dengan orang tua memiliki format yang berbeda antar daerah.”Di Yogyakarta berbicara dengan orang tua dinilai sopan jika menggunakan bahasa jawa halus (kromo inggil, red). Hal ini berbeda dengan daerah lainnya,” papar lelaki asal Kudus ini
Yang tak kalah penting adalah membangunkan kesadaran anak-anak dari kampung halamannya menjadi berwawasan global.”Oreintasinya bukan hanya pekerjaan namun juga membawa Islam ke suluruh dunia,” ujar Mu’ti.
Selanjutnya untuk mewujudkan sekolah unggulan yang memiliki kompetensi internasional harus dilakukan dengan cara twinning school, mendidirkan sekolah di luar negeri dan mempunyai jaringan internasional.”Cara pertama dan ketiga yang paling memungkinkan,” sarannya.(aries kurniawan/infokompus)

Comments

comments