Penyembelihan Hewan Qurban Bukti Cinta Sesama
Momen Idul Adha menjadi sarana memperkuat ukhuwah, bagi PCM GKB Gresik. Ukhuwahantar AUM, Ranting,PCA Aisyiyah, dan juga Lazismu.
Idul Adha tahun ini PCM GKB Gresik, melaksanakan penyembelihan hewan qurban dihalaman belakang SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Sabtu (09/07/2022).
PCM GKB Gresik pada Idul Adha tahun 1443 H mengusung tema “Idul Adha Bukti Cinta Sesama.” PCM GKB Gresik dipercaya untuk menyembelih sejumlah13 ekor kambing, 45 ekor sapi dan 1 ekor sapi dari sarikat. Daging qurban yang sudah disembelih dibagikan kepada warga kurang mampu dan kemudian dibagikan dibeberapa ranting Muhammadiyah di lingkungan sekitar PCM GKB Gresik.
Terlihat sejak setelah sholat subuh dan bahkan jauh hari, panitia yang terlibat menyiapkan mulai dari sholat Idul Adha hingga proses penyembelihan.

Sikap seluruh panitia yang terlibat memaknai sebagai bentuk cara meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim as. Peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail menjadi pesan simbolik umat muslim. kekompakan dan kerjasama ini bisa di maknai sebagai bentuk hubungan antar manusia.
Sudah kita ketahui bahwa ada namanya hubungan kepada Allah (hablumminnallah) dan hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas.

Kerjasama seperti ini menjadi momen yang teramat penting agar bisa saling mengenal, dekat serta berhubungan baik. Mulai dari proses hingga menyembelih hewan qurban dan kemudian membagikannya kepada warga yang kurang mampu menjadi ikhtiar kita semua untuk terus meningkatkan kepedulian sosial seorang muslim.
Antusiasme Warga Gresik Kota Baru (GKB) Melaksanakan Sholat Idul Adha di GKB Convex, Setelah 2 Tahun Pandemi

Warga yang tinggal di sekitar Gresik Kota Baru (GKB) berbondong-bondong mengikuti sholat Idul Adha yang dilaksanakan di lapangan GKB Convex. Shalat Idul Adha yang dimulai pukul 06.20 WIB, Setelah melaksanakan sholat Idul Adha jamaah sholat dengan antusias menyimak khutbah Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog, Sabtu (9/7/22)
Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog menyampaikan khutbah yang berjudul Semakin Dekat pada Allah SWT, Semakin Mengasihi Sesama: Spirit Kurban untuk Pencerahan Semesta, Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog mengajak jamaah untuk selalu bersyukur apa yang diberikan oleh Allah SWT. “Telah memberikan nikmat bagi kita semua, termasuk nikmat dapat bertemu kembali dengan Idul Kurban,” tutur Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Itu.
Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog mengatakan, Idul Adha tahun ini merupakan shalat Idul Adha pertama kali dengan shalat berjamaah di tanah lapang. “Setelah selama dua kali Idul Adha (1441 dan 1442) tidak dapat dilaksanakan di tanah lapang karena pandemi Covid-19. Selama dua tahun lebih umat manusia diuji oleh Allah SWT dengan adanya pandemic covid 19.

Kepada jamaah yang masih diberi kesempatan oleh Allah hidup, beliau mengajak agar jamaah selalu bersyukur dan lebih memaknai kesempatan hidup yang diberikan Allah, hal tersebut sebagai bentuk kasih sayang yang Allah berikan kepada kota. Kita diberi kesempatan kita hidup dikarenakan kita belum memiliki bekal yang cukup untuk menghadap Allah SWT.
“Mari kita gunakan kesempatan dan sisa-sisa umur kita untuk semakin dekat kepada Allah, semakin banyak beramal shalih kepada sesama dan semakin bermanfaat untuk umat,” ucap Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog.
Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog mengajak seluruh jamaah meninggalkan identitas dan atribut keduniaan. “Untuk sementara waktu, dan berganti dengan identitas yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita yaitu sebagai manusia yang beriman,” imbaunya.
Beliau menegaskan bahwa, “Tiada beda antara si kaya dengan si miskin, berpangkat atau bawahan, pengusaha atau karyawan, sipil ataupun militer. Sama-sama kita duduk dan sama-sama pula kita berdiri menghadapkan diri hanya kepada Allah SWT semata!”
Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog mengatakan, seperti itulah gambaran kehidupan yang akan kita jalani di Yaumil Hisab kelak. “Seperti ini juga yang saudara-saudara kita rasakan yang sedang wujud di Arafah. Segalanya sama rata tidak disbanding-bandingkan dihadapan Allah SWT, hanya ada beberapa yang membuat kita berbeda yaitu hanyalah nilai takwa kita,” ujar Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Itu.

Beliau juga membeikan pesan kepada jamaah, “Kalau bukan kualitas takwa yang kita kejar, maka kita akan menjadikan harta, pangkat, jabatan, anak, istri, rumah dan mobil mewah sebagai ukuran utama kemuliaan.”
Kasus korupsi yang dilakukan oleh para pejabat negara dia jadikan contoh yang teramat buruk yang nyata sampai saat ini umat manusia masih dan mudah sekali tergoda dengan kemewahan dunia. “Mereka kira dengan harta yang banyak, mobil yang mewah, aset yang melimpah ruah, akan memperoleh kesejahteraan hidup. Namun sangat disayangkan, yang mereka peroleh hanyalah suatu yang hina dan mendapatkan kesengsaraan di dunia maupun akhirat,” imbuhnya.
Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog mengatakan, Lalu apa ukuran kemuliaan dan nilai kita sebagai umat manusia di mata Allah SWT? Apakah kita semua mulia karena dagingnya, kulitnya, atau bulunya?”
“Kalau daging, kulit, dan bulu yang menjadi ukuran, jelas bahwa sapi, kerbau, dan kambing yang dijadikan kurban lebih mulai dibanding kita umat manusia,” jawabnya kemudian.
Beliau bertanya lagi, “Jadi di manakah sebenarnya nilai manusia itu? Dagingnya tidak dapat dimakan, tulangnya tidak laku kalau dijual. Kulitnya pun tidak dapat dibuat sepatu, apalagi bulunya. Kalau bulu ayam masih bisa dibuat berbagai kerajinan berharga, bulu manusia bila lepas dari tubuh mereka maka orang jijik melihatnya!”
Beliau juga menggambarkan, “Sekiranya ada orang yang menenteng paha manusia untuk dijual, pasti pembawanya akan langsung ditangkap polisi untuk ditahan dan diadili. Atau kemungkinan kedua, pembawanya ditangkap dan dimasukan ke rumah sakit jiwa.”
Kemudian Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog,mempertegas khutbahnya dengan ayat Al-Quran, yang paling mulia di sisi Allah adalah manusia yang paling bertakwa. Seperti pada al-Hujurat ayat 13, dia mengutip “Inna akramakum ‘indallahi atqakum.”
Artinya, “Betapa luhur nilai manusia berahlak mulia, dan betapa rendah dan hinanya manusia apabila tiada berakhlak mulia.”
Maka, Muhammad Jamaludin Ahmad SPsi Psikolog menyimpulkan, bahwa membentuk pribadi takwa itulah tujuan strategis dari ibadah kurban. “Yaitu pribadi yang mampu mengendalikan diri dari kecenderungan-kecenderungan perilaku munkar dan negatif, dan menghindarkan dari citra dirinya di mata Allah SWT dari segala fahsyai wal munkar,” tegasnya.
Beliau menegaskan, tujuan utama dari Idul Adha adalah membentuk pribadi yang taqwa. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Haj ayat 37. Artinya, “Daging-daging hewan kurban dan darahnya itu, sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya.”
Sambungnya.“Dengan takwa manusia akan menjadi kuat menghadapi godaan dan persoalan hidup. Tanpa nilai takwa, manusia akan menjadi lemah. Yaitu manusia yang akan selalu dikalahkan oleh godaan dan kesulitan hidup.”
Cita-Cita Individu Harus Selarah dengan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
PCM-GKB. Cita-cita individu harus selarah dengan cita-cita hidup Muhammadiyah disampaikan Dr Taufiqullah Ahmadi MPdI dalam Kajian Pengajian Ideologi Muhammadiyah secara hybrid, Selasa (15/2/22).
Dalam kajian yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB Gresik ini Taufiqullah mengatakan semua orang memiliki cita-cita yang berbeda secara individu. Tiap individu, ranting atau Aisyiyah punya cita-cita hidup yang bersifat individu bagi dirinya sendiri.
“Jadi berbeda, cita-cita hidup setiap individu dengan cita-cita hidup di dalam Muhammadiyah,” ujarnya di hadapan jamaah di Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.
Mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini memaparkan kalau kita sebagai warga Muhammadiyah, cita-cita individu harus disamakan, diseleraskan dengan cita-cita hidup Muhammadiyah.
Jangan sampai, lanjutnya, cita-cita pribadi itu bertentang dengan cita-cita hidup Muhammadiyah. Ketika menjadi pengurus, anggota Muhammadiyah, cita-cita hidupnya tidak sama dengan cita-cita hidup Muhammadiyah-nya. “Apakah ini ada atau tidak engge?” tanyanya ke jamaah.
Rumusan Muhammadiyah
Taufiqullah menjelaskan orang yang ada di dalam Muhammadiyah, tapi cita-cita hidupnya bertentangan dengan Muhammadiyah itu perlu diberi penjelaskan supaya orang itu bisa menyamakan keyakinannya dan cita-cita hidup sesuai dengan yang dirumuskan Muhammadiyah.
“Mengapa para pimpinan merumuskan Matan Keyakinan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM)?” tanyanya.
Para pimpinan, tegasnya, merasa semangat juang warga Muhammadiyah dalam menggerakkan Muhammadiyah semakin menurun. “Itu disampaikan pada tahun 1969,” katanya.
Panglima Perang
Taufiqullah mengungkapkan Cabang dan Ranting adalah ruh. Dia adalah panglima perang. Kalau Cabang dan Ranting tidak memiliki semangat berjuang dalam ber-Muhammadiyah, maka Muhammadiyah akan mandek dan tidak berkembang.
“Salah satu faktor adalah mengapa para pengurusnya tidak bergerak, penyebabnya pertama adalah karena mereka tidak memahami MKCHM,” katanya.
Kedua, sambungnya, semangat warga Muhammadiyah lebih mementingkan pribadi dan pertimbangan materi atau duniawi. Kepentingan agama dan akhirat kurang diperhatikan.
- “Ada orang Muhammadiyah pertimbangannya, semisal dia berprofesi sebagai dokter, terus dia mengatakan kalau aku sibuk ngurusi Aisyiyah, maka tidak akan buka praktik,” ungkapnya.
Faktor ketiga, lanjutnya, banyak warga yang mengaku anggota, simpatisan, bahkan menjadi pengurus Muhammadiyah tetapi sebenarnya mereka belum mengerti hakikat Muhammadiyah. (*)
BERMuhammadiyah yang menyenANGKAN
PCM-GKB .Kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Muhammadiyah GKB Gresik bertempat di Royal Hotel Tretes Pasuruan, Sabtu-Ahad (18-19/12/21) telah berakhir.
Dalam Musypimcab yang mengangkat tema Bersinergi Mengembangkan Amal Usaha Mandiri pun dihadiri secara offline oleh Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam memberikan penguatan berorganisasi.
Dua hari tersebut telah melahirkan 6 poin utama yang disepakai dalam bentuk rekomedasi Musypincab Muhammadiyah GKB Gresik.
Lepas dari kegiatan inti Musypincab, kegiatan yang diikuti kurang lebih 60 peserta dari berbagai unsur pimpinan Majelis di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik ini dijalani dengan membahagikan.
“Setelah sidang komisi, komisi A-D harus menyiapkan yel-yel penyemangat. Nanti per komisi harus menyampaikan di depan panggung dengan penuh semangat,” ujar Yuliani Rizkiyah SPsi, sie acara, sebelum sidang komisi digelar, Sabtu malam (18/12/21).
Yuliani mengatakan membahagikan, selain bisa melakukan evaluasi dan merumuskan program kerja, setiap peserta berpeluang mendapatkan penghargaan dengan kategori predikat peserta terbaik, penyaji materi dan yel-yel terbaik, serta ada doorprize di akhir acara.
Ada Yel-yel Terbaik
Empat komisi, komisi A yang membawahi Program Umum dan Organisasi, komisi B bidang Pendidikan dan Kader, komisi C bidang Tabligh, Pembinaan, dan Pengembangan Ranting, Infokom, Pustaka, dan Pemibinaan Ortom, dan komisi D bidang Ekonomi, Kewirausahaan, Kerhartabendaan dan Wakaf, serta Lazismu dan Kifama harus menyiapkan yel-yel.
Durasi 1-2 menit tiap komisi menyajikan yel-yel. Tidak hanya dalam bentuk kalimat penyemangat, mereka juga melakukan gerakan-gerakan sebagai bentuk kekompakan tim.
Yel-yel berupa kata Muhammadiyah, Sinergi, Peduli, maupun kata Yes, Bisa adalah kata yang dominan disampaikan oleh tim. Mereka membuat gerakan penyemangat.
“Harus ada yang beda, tidak boleh biasa-biasa saja. Yel-yel komisi C harus menggunakan gerakan dan unik,” kata Drs Uripan Nada, MSi, wakil komisi C, sebelum latihan yel-yel.
Tak ayal, dia pun mengambil botol air mineral yang ada di gudang aula tempat Musypincab. Semua anggota diberi 2 yang nantinya digubakan tetabuhan sehingga yel-yelnya lebih menarik dan mendapat perhatian dari peserta lain.
“Harus kompak dan semangat. Gerakannya harus berurutan, kapan duduk dan berdirinya. Setelah itu mengucapkan kata Sinergi dan Peduli dengan keras dengan kepalan tangan.”
Inilah Predikat Terbaik
Dalam acara Musypincab tersebut penyaji materi terbaik I diberikan kepada Ir Suwono dari Lazismu GKB dan kedua diberikan kepada Nanang Sutedja SE MM dari Pendidikan dan Kader. Untuk peserta terbaik I diberikan kepada Uripan Nada dan kedua diraih Jauhar Arifin.
“Yel-yel terbaik I diraih Komisi C, kedua Komisi A, ketiga Komisi B, dan keempat didapatkan oleh komisi D. Silakan eperwaklan dari komisi bisa maju,” ucap Yuliana, saat sesi pengumuman, Ahad (19/12/21).
Selain kategori tersebut, 10 peserta Musypincab juga mendapatkan doorprize berupa voucher belanja sebesar 100 ribu dari LOGMart GKB 1. (IA)
Empat Pilar Islam Berkemajuan
PCM-GKB. Empat pilar Islam berkemajuan yang disampaikan Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam Penguatan Organisasi pada kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Muhammadiyah GKB Gresik, Ahad (19/12/21).
Dalam Musypincab yang mengangkat tema Bersinergi Mengembangkan Amal Usaha Mandiri Tamhid Masyhudi mengatakan ada empat pilar Islam berkemajuan. Pertama adalah tauhid. Pada pilar pertama ini tidak boleh ada yang menyimpang.
“Muhammadiyah menolak pluralisme agama, mulai dari sintesisme agama. Agama yg digabung dan muncul ajaran baru. Kedua sinkretisme agama, masih percaya dari luar ajaran agama atau Islam dan Hindu, dan relativisme agama,” tutur pada peserta Musypincab.
Pegang Teguh Al-Quran
Tamhid Masyhudi menjelaskan pilar kedua adalah berpegang teguh pada al-Quran dan as Sunnah. Di sini cara memahami harus independen, komprehensif dan integratif.
“Atinya tidak terikat pada aliran teologi agama tertentu. Muhammadiyah lebih dekat ke salafiyah, tapi tidak sama. Tidak terikat pada salah satu atau beberapa mazhab, tapi bukan berarti antimazhab. Yang diambil ayatnya, bukan pendapat,” tegasnya.
Pilar ketiga adalah tajdid. Dalam pilar ini memuat 3 hal yaitu pertama, salafiyah yang tajdid (pembaharu), bukan salafiyah yang beku dan kaku. Kedua adalah tajdid. Hal pertama yaitu purifikasi berupa pemurnian dalam hal akidah, ibadah mahdah, dan akhlak. Hal kedua dinamisasi, yaitu seluruh aspek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan sehingga menjadi aktual.
“Jangan sampai salah pasang, antara pemurnian dan dinamisasi. Akibatnya, mengembangkan akidah menjadi liberalisme, memurnikan budaya menjadi jumud. Di sini, prinsip budaya apa saja boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya,” ungkapnya, tegas.
Pilar keempat adalah washatiyah, tengahan. Muhammadiyah mengambil jalan tengah yaitu jalan yang diikuti Nabi Muhammad sesuai al-Quran dan as Sunnah.
“Keempat pilar tersebut bagaimana menjadikan Islam berkemajuan. Maka, ini harus bisa dipegang teguh dalam menjalankan Muhammadiyah ke depannya, dengan berpegang teguh pada al-Quran dan as Sunnah,” tandasnya. (Ich A)
Trilogi Komitmen Bermuhammadiyah Lahirkan Tiga Kebersamaan
PCM-GKB. Dalam Penguatan Organisasi yang disampaikan Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi dalam Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab), Ahad (19/12/21), menyampaikan Trilogi Komitmen Bermuhammadiyah.
Bertempat di Royal Hotel Tretes Pasuruan, Tamhid Masyhudi mengatakan trilogi ini pernah ditegaskan KH Suprapto Ibnu Juraimi yaitu berislam, berdakwah atau berjuang, dan berorganisasi.
“Dalam berislam al-Quran dan al-Sunnah harus dipahami dipahami, dianut, diperjuangkan, dan diwujudkan. Dalam realitas sosial komponen ini akan menghasilkan 3 kebersamaan, yaitu ruyah, kebersamaan pandangan, iradah, kebersamaan kehendak, dan amal, kebersamaan aksi,” ujarnya.
Loyalitas Ber-Muhammadiyah
Tamhid Masyhudi menjelaskan kita harus memiliki afiliasi, bentuk perhubungan, kerjasama, atau pertalian di antara dua pihak dan loyalitas ber-Muhammadiyah.
“Berjamaah dan ber-Muhammadiyah baru pada level formalitas organisasi atau persyarikatan semata. Dalam artian hanya sebagai rutinitas yang pada titik tertentu justru membosankan dan lekas kehilangan stamina,” tuturnya.
Dalam ungkapan yang lain, lanjutnya, kesadaran kita baru pada wilayah aqliyah-jasadiyah dan belum menembus relung jiwa yang terdalam, ruhiyah-qalbiyah kita.
Dimensi Kehidupan Manusia
Tamhid Masyhudi mengungkapkan dalam Muhammadiyah itu harus dijadikan sebagai gerakan Islam, Al-Harakah al-Islamiyah secara menyeluruh, mencakup segala dimensi kehidupan manusia.
“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Al-Harakah al-Da’wiyah. Sebab itu apapun aktivitas dan gerakan apapun yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan dakwah itu sendiri,” katanya.
Muhammadiyah adalah gerakan amar maruf-Nahi Munkar dan gerakan tajdid, yaitu menjaga keseimbangan antara purifikasi dan dinamisasi. Hal ini supaya bisa mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, al-Mujtama al-Islami al-Haqiqi.
Gerakan Pencerahan
Tamhid Masyhudi mengatakan ber-Muhammadiyah itu mampu dijadikan sebagai gerakan pencerahan, Al-Harakah al-Tanwiriyah. Gerakan ini memuat 3 hal yang harus dipahami dan dijadikan pedoman warga Muhammadiyah.
“Membebaskan umat (tahrir), membebaskan manusia dari penyembahan sesama hamba menuju penyembahan kepada Rabb para hamba. Kedua memberdayakan umat, taqwiyatul ummah dan ketiga adalah memajukan ke depan.
“Kita fokus bekerja untuk menawarkan alternatif peradaban, Islam berkemajuan itu,” tandasnya. (*)
PCM GKB Jalankan Program Kerja Secara Sinergitas
PCM GKB menjalankan program kerja secara sinergitas disampaikan Muhammad Jufrie BE SSos, Sabtu (18/12/21). Dalam acara Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) di Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik di Royal Hotel Tretes Pasuruan…
Hasil Rekomendasi di Musypimcab Muhammadiyah GKB
PCM-GKB – Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kader yang merangkap sebagai Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM mengatakan ada 6 poin utama rekomendasi hasil sidang pleno komisi di Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab), Ahad…
Hebring, Logmart GKB-1 Gresik yang dibuka Pertama , Merupakan Logmart Terbesar di Tanah Air
PCM-GKB. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengucapkan selamat atas berdirinya Logmart yang merupakan sinergi dan kerjasama Suara Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB), Jawa Timur. Melalui logmart…
Menjadi Penulis yang Kreatif
PCM – GKB. Penulis itu kreatif dan punya ide baru disampaikan Aries Kurniawan SE MHum dalam Webinar Langkah Mudah menjadi Penulis Kreatif, Ahad (8/8/21). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Majelis Informasi Komunikasi (Infokom), Pustaka, dan…